Hai guys *sokenalsokdeket, akuh balik lagiiiii, aku abis ujiann niiiiii, HUEEEEE banyak yang dibawah KKM, inilah daftar nilai author :

MTK = 81, Biolog =80,PKN =76, Fisika =76, IPS =91, =66, Agama =95, TIK =77 , KKM =80

HUAAAAAA RAPOT AUTHOR JELEEEEEEEK *Pundungdipojokan

Rin : GJ ih authornya

Len : setuju

Rin : yaudah ya gw mao baca kertas disclaimerna doeloe babai Len

.

.

Vocaloid © crypton

My Beautiful Butler © Djokroe

Pairing: Rin X Len, Miku X Kaito

WARNING: GAJE, OOC, OOT, TYPO, KEPO, GA-NYAM, Typo's,DLL, ada bahasa yang ga sesuai KBBI

Chapter 2

.

.

.

Rin POV

aku berjalan-jalan di sekitar Mansion, Kau mau tahu aku mau kemana?

Aku mau ke taman mansion, Akan kujelaskan, di sini setiap Mansion biasanya memiliki sebuah taman, Nah, tujuanku sekarang adalah menuju ke taman itu.

'Nah, itu dia tamannya' pikirku.

Aku melihat-lihat taman ini, taman ini cukup besar dan 'sederhana'

Yaaaa… maksudku sederhana dalam ukuran orang kaya ..

Akhirnya aku memutuskan untuk duduk di kursi di taman itu.

Sepi…

.

Tidak ada seorang pun disana, di taman itu.

Tapi…Tunggu sebentar !

Siapa sesosok bayangan itu?

Apakah dia?

Hantu?

Hantu?

HANTUUUUUU…..

Ku beritahu tahu satu rahasiaku:

Aku..

Takut.

Hantu.

Oke.

Mungkin itu terdengar seperti anak kecil, tapi itu adalah sebuah kenyataan.

Dengan berbekal ke-Sok beranianku, aku melangkah mendekat pada bayangan yang kuduga hantu tersebut.

Dan terlihatlah jelas kalau itu bukan hantu tapi itu adalah tuan Kagamine Len yang sedang duduk diatas pohon.

Dasar.

Menakutkan orang saja.

Yah lebih spesifiknya menakutkan diriku aja.

.

Hmm- Kagamine Len ya?

Eh-Kagamine Len ?

Kira- kira apa yang dia lakukan disini ?

Duduk sendirian di atas pohon.

Malam malam lagi.

Apakah ia sedang semedi?

Atau…

ia sedang menguntit ?

Atau..

ia sedang mengawasi seseorang?

.

Hmm yang jelas aku tak tahu, karna ini pertama kalinya aku bekerja denganya.

Menurutku, berdasarkan kesan pertama denganya ia itu…

Dingin, cerewet dan Shota tentunya

Oh ! aku tau satu lagi …

Dia itu..

.

.

Menyebalkan, menjengkelkan sih lebih tepatnya

.

Coba kalian pikir, bagaimana dia tidak menyebalkan ?! Masa hari pertama kerja saja dia sudah menguliahiku, tapi sebenarnya aku juga salah sih.. :P hehehehhe

Tapi kan, setidaknya dia memaklumiku karna aku baru bekerja padanya.

.

Apa yang akan dia lakukan yaa? jujur aku agak ... kepo.

"kenapa tidak tidur.. err Kagamire-san?" tanyanya dari atas pohon, sepertinya dia baru menyadari keberadaanku.

"Aku tidak bisa tidur, kalau tuan Kagamine?" tanyaku dengan sopan.

"Aku tidak bisa tidur juga, menurutku jika keadaanya diluar seperti ini kau cukup memanggilku Len saja" jawabnya dengan agak –err canggung?

"baiklah –err L-len-san "jawabku.

"Kagami Rin"

"? Ya? Ada apa ?"Tanyaku .

"Apakah kau pernah merasa bahwa hidupmu tidak berarti lagi?" Tanyanya tiba-tiba, sambil mengalihkan pandanganya dariku ke arah lain dengan tatapan kosong, sepertinya dia teringat sesuatu yang buruk.

kenapa..

kenapa dia menanyakan pertanyaan ini...

kenapa dia membuatku mengingat kenangan itu,

kenangan buruk yang paling tidak ingin ku ingat

agh, aku mengingatnya...

kepalaku sakit, semuanya ...

...

gelap,

"hidupku tidak berarti ?"

pertanyaan itu berputar di kepalaku, memenuhi kepalaku, memaksaku mengingat semua yang telah terjadi pada hidupku, membuatku mengingat rasa sakit ini..

Flashback on

Di sebuah ruang 'keluarga' ada seorang wanita dan seorang pria yang sedang bertengkar, sementara di lantai ada dua ada seorang anak perempuan yang berumur 6 tahun dengan rambut Honey-Blonde yang memerhatikan pertengkaran itu sambil menangis, di samping kiri anak perempuan itu ada satu anak perempuan kecil dengan warna rambut senada yang berumur sekitar 3 tahun, yang melihat pertengkaran itu dengan tak mengerti.

Namun anak yang berumur 6 tahun itu sudah cukup besar untuk mengerti pertengkaran itu.

Prang

Beberapa benda pecah.

Air mata kembali menuruni pipi mulus sang anak.

"Sialan kau! Dasar pria murahan, beraninya kau selingkuh!" teriak sang ibu, tak lain adalah Kagamire Lily

"Kau pikir kau siapa ?! kau juga hanya wanita murahan!" balas sang ayah- Kagamire Leon.

"Bajingan! Manusia Rendah" teriakkan itu kembali terdengar dari mulut sang ibu.

"Beraninya Kau!" Jawab sang ayah sambil memposekan dirinya seakan ingin menampar istrinya.

"Tampar saja ! kau kira aku takut denganmu?! pria murahan?!" kini sang istri menjawabnya dengan nada sangat tinggi -Melengking- lebih tepatnya, dengan pipi yang basah-tentunya karna air mata yang dari tadi terus di keluarkan nya.

"HENTIIKAAAN!"teriak sang anak, Kini sang anak yang dari tadi diam angkat bicara, masih dengan keadaan yang sama -menangis-

Kedua orang itu menatap ke arah anak itu, namun sang pria berkata sambil menunjuk anak itu.

"KAU ! DASAR ANAK SIALAN ! KAU SAMA SAJA DENGAN IBUMU, BODOH!" bentak sang pria- Ah! Lebih tepatnya ayah.

"LEON! Beraninya kau mengatai anak kita?! Rin kembali ke kamarmu!" sahut sang ibu.

Anak itu kembali ke kamarnya, tak peduli dengan tatapan bingung dari kedua adiknya.

Brugh

Anak itu menutup pintu kamarnya dengan pelan dan menghempaskan dirinya ke kasur queen size miliknya, dan mengatakan sesuatu.

"Jika terus seperti ini…

Apa mungkin aku bisa bertahan lebih lama?" tanyanya dengan suara lirih.

….

.

.

Beberapa menit kemudian..

Anak itu tertidur dengan lelapnya, sampai-sampai ia tak menyadari seorang malaikat berjubah hitam datang ke arahnya.

Malaikat itu memiliki rambut putih yang diikat dengan pita-Ah! aku tak mau berlama-lama, Haku, nama malaikat tersebut, dan kalian pasti tau bagaimana rupa malaikat tersebut setelah mendengar namanya.

Malaikat itu terdiam sebentar, lalu ia berkata

"kau sudah menderita cukup banyak, ini saatnya kau melupakan semua itu dan menukarnya dengan senyummu" sahut seseorang-ralat malaikat itu dengan senyum.

Dan setelah itu keluarlah cahaya putih yang keluar dari tangan malaikat itu, Lalu, dengan perlahan ia mengusapkan tangannya dengan lembut, dan penuh kasih sayang.

Lalu malaikat iu berbisik

"Semoga kau melupakan semua itu, dan…" Kalimat itu terputus.

" Aku berharap kau bahagia, Rin" Lanjutnya.

.

Flashback off

.

..

Ayah ?

Ibu ?

Masa laluku ?

Ukh… gelap

Kenapa semuanya gelap?

AW! Kepalaku!

Kepalaku sakit sekali!

Dengan terpaksa aku membuka kedua mataku, dan mengerjap-ngerjapkanya beberapa kali.

Len?

Pohon?

Ukh.. aku kenapa?

"Aku kok bisa ada di sini?"tanyaku bingung.

Bagaimana aku tidak bingung, mendapati diriku yang berapa di atas pohon, sedangkan di depanku ada makhluk kuning yang tidak lain tidak bukan dinamakan- Len.

"aku menyuruhmu menjawab pertanyaanku namun kau malah memegangi kepalamu dan jatuh pingsan, Jadi aku membawamu ke atas pohon untuk membaringkanmu, sembari menunggumu siuman" jelasnya dengan rinci

Rinci?

Hei- ini sedikit rinci untuk orang sepertinya!

Yah,

Menurutku.

..

Hening

Keheningan menyambut, sepi, sunyi, senyap

Angin malam datang berhembus, menyisakan rasa sejuk yang kusuka.

.

Tenang, dan damai

Tak ada keributan

.

Malam itu indah.

Rasanya emosiku menghilang bersamaan hilang angin

Tentram.

"Kalau boleh ku tahu, kau kenapa? Apakah ada kenangan buruk?"tanyanya dengan hati-hati, sepertinya ia takut menyinggung perasaanku.

"kenangan buruk sih ada" jawabku dengan nada cuek, sembari menghadapkan mukaku kearah lain.

"mau cerita?" tanyanya dengan nada yang agak lembut.

Aku menggelengkan kepalaku.

.

.

Dia Homo ya?

-err lebih baik kujauhi orang seperti dia

Dari pada identitasku ketahuan.

.

Kenapa dia bertanya ke laki-laki dengan memakai nada lembut seperti itu?

Atau jangan-jangan dia tahu aku perempuan ?

Ah tidak mungin!

Atau dia maho beneran kali?

Ewwh

-Ah! Sudahlah lebih baik tak usah ku pikirkan-

.

.

Hening lagi dumbs(author alay)

.

"Disini sejuk ya?" seruku membuka percakapan.

"hnn" jawabnya.

"Kau suka kesini?" tanyaku

"kadang- kadang, kalau aku sedang sedih"

"pfffft- k..kau bisa sedih?!" tanyaku tak percaya.

Dia menatapku dengan death glare –nya, namun tatapanya itu malah terlihat….

imut.

'Dasar shota' pikirku

"aku kan manusia" jawabnya, dengan pipi dikembungkan dan masih dengan glare-nya itu.

Pada akhirnya dia terlihat seperti anak kecil yang mainanya direbut.

Imut seka-

Tunggu Rin apa yang kau pikirkan?

"Hahahaha" pada akhirnya aku tak bisa menahan tawaku melihat pemandangan seperti 'ini'.

Mungkin sepertinya dia tak sedingin yang orang lain kira, malah dia sama sekali tak dingin tapi

S.H.O.T.A

Dan sedikit –err homo (mungkin?)

Hahaha.

Aku bekerja di rumah orang shota.

Berarti kesan keduaku padanya adalah:

Agak maho, dan Shota

WKWKWWKWKWK

"hei aku pergi dulu ya, jangan lupa untuk bekerja esok hari" serunya tiba-tiba sembari meninggalkanku yang masih di atas pohon.

"EH?! I…iya" jawabku dengan sedikit tergagap.

.

.

-04.00 A.M -

Aku mengucek- ngucek mataku, pagi sudah menjelang, sepertinya tadi malam aku ketiduran di atas pohon ini.

"kau sudah bangun?"Tanya orang yang berada di sebelahku

Tuan muda Len? Bukankah tadi ia sudah pergi?

"kok masih ada di sini? Bukanya tadi kau sudah pergi?" tanyaku balik

"kau berharap aku pergi?"tanyanya

"bukan, maksudku-

"ya aku tahu kok, pas aku kembali ke kamar aku tetap tidak bisa tidur,akhirnya aku memutuskan kembali ke sini lagi, eh pas kulihat ternyata kau sudah tidur" jawabnya dengan panjang lebar.

"hmm, eh waktu kerja mulai jam berapa?" tanyaku

"40 menit lagi, Butler dan Maid lain sudah bersiap-siap lebih baik kau juga bersiap-siap jika tak mau gajimu dipotong"jawabnya dengan senyum penuh kemenangan.

Sial.

Dia bukan Len yang shota lagi

Ah- biarlah, untuk apa ku pikirkan?

Memang aturan disini sangat ketat, terlambat beberapa menit gajimu akan berkurang, disini juga sangat disiplin dan- eits bukan waktunya menjelaskan aku harus mandi dahulu.

Dengan lebainya aku pun berlari, menyadari ada di atas pohon, aku pun terjatuh gara-gara kelebaianku , namun sebelum itu semua terjadi sebuah tangan menangkap diriku yang hendak terjatuh.

Dengan perlahan aku pun turun dari pohon dan berlari sekencang-kencangnya menuju kamar dengan harapan tidak terlambat.

"terima kasih atas obrolanya, daah" seruku yang kemudian lari ke kamarku, sepertinya wajahku agak merah

Kenapa?

-RIN ada yang salah dengan dirimu !

Kenapa semalam aku merasa nyaman?

Kenapa mukaku merah ?

Kenapa jantungku berdetak sedikit lebih cepat?

Kenapa?

Kenapa?

Apa karna aku su-

STOP Rin !

Lagipula dia melihatku sebagai laki-laki kok

'Ah lebih baik tak usah kupikirkan' pikirku

Setelah sampai di kamar aku pun mandi dan bersiap-siap

-Normal POV-

Pemuda honey blonde itu masih membeku di atas pohon,ia tidak percaya dengan apa yang ia rasakan ketika ia menahan Butlernya, Rin Kagamine, pikiranya kacau dan mukanya agak memerah, dan dapat dipastikan- Jantungnya berdetak lebih cepat.

" Apakah kau….perempuan ?" tanyanya dengan lirih pada angin yang berhembus

….

..

A/N:

SELESSSAAAAAI XD , maaf kalau kurang nyambung, author lagi galau niiih garagara nilai di atas ToT HUEWEEEEWEWEWE

R n R yaaaaaaaa, eh untuk Readerada gak yang sekolahnya di SMP 1? Kalau ada kasi tau aku yaaaaa plisss T.T

Riviuw Plisssss

.

.