A/N : ;A; sungguh,gara-gara baca review kemarin, author jadi penuh semangat nih, author Seneeeeeeng banget, yah mumpung ada libur seminggu ( tinggal 1 hari lagi sih sebenar.a), aku akan berusaha ..
Vocaloid © Crypton
.
My Beautiful Butler © Djokroe
Warning : Gaje, OOC, OOT, TYPO, KEPO, GA-NYAM, Typo's, Gender Bender, Bahasa nyampur.
.
.
Chapter 4
.
.
.
.
Dan, saat aku dan pemuda itu bertemu pandang, sesuatu yang sangat-tidak kuinginkan terjadi…
.
Len POV
"LEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE NNNNNNNNN!~~" Teriak pemuda berambut Silver itu sambil berlari ke arahku.
Otomatis orang-orang di sekelilingku hanya menatapku dengan pandangan aneh seolah berkata 'Norak abiezz luh pada' , lain dengan Rin, dia malah sibuk mendengarkan lagu dari earphone miliknya.
Pemuda itu- sebut saja Piko, adalah sahabat karibku yang juga merupakan klien dari salah satu perusahaan milikku.
Klien?
Oh, aku belum bilang ya, aku ini pengusaha terkenal loh.
"Rin! Tolong aku!" kataku sambil berusaha menjauhi Piko yang sekarang mencoba 'Mengapa-apakanku'.
Akhirnya, Rin berhasil memisahkan aku dari Piko, tapi suatu kata yang benar-benar laknat bagiku keluar dari mulut Rin
"MaHo" gumannya pelan tanpa sadar, saat melihat pemandangan ini.
"E-eh Rin, aku bukan MaHo, aku masih Straight Tauk! Piko tuh yang Maho!" kataku kesal sambil menunjuk-nunjuk Piko.
"Eh Len ini siapa ?"Tanya Piko sambil nunjuk-nunjuk Rin.
"Oh, dia itu butler baruku, namanya Rin Kagamire" jelasku terus terang.
Piko mengengguk-ngangguk sok mengerti,
"Eh kalian udah pada ngambil barang belom ?, o iya, nanti habis keluar dari tempat pengambilan barang, kalian langsung ke mobil warna silver yang plat nomernya P1k0 ya, aku ada urusan sebentar, nanti kita ketemuan lagi di mobil" jelas Piko.
'Alay banget plat mobilnya' pikirku sweat drop.
Aku dan Rin segera menuju bagasi, dan mengambil barang-barang milik kami, aku mengambil koperku, dan Rin mengambil ransel miliknya, tapi, sepertinya aku merasa ransel Rin agak berbeda.
"Ranselmu tidak tertukar kan, Rin?" tanyaku memastikan.
"Nggak kok, ranselku gak ketuker" jawab Rin pasti.
"Coba cek dulu"
"Nggak ketuker kok, aku yakin"
Setelah mengambil barang-barang kami, kami mencari sebuah mobil berwarna silver berplat P1k0, seperti yang dibilang Piko tadi.
Satu jam mencari, akhirnya kami menemukan sebuah mobil silver berplat nama Piko dengan tulisan alay, ternyata itu mobil ada di belakang bis yang lagi parkir, pantes aja dari tadi nyari gak ketemu-ketemu.
Aku melangkahkan kakiku dengan gontai menuju mobil Piko yang jauhnya serasa ribuan kilometer cuy.
"R-Rin" panggil gua dengan tampang kekeringan setelah berjalan lima langkah.
"Apaan Len ?" Tanya Rin sambil tersenyum manis, diiringi sinar matahari yang kena dikit mukanya, ditambah efek Slow Motion, gue berasa di sinetron deh.
Segera tampang kekeringan gue terganti dengan muka 'fresh' a la orang abis mandi setelah melihat 'senyuman sinetron a la Rin'.
"Nggak-nggak ada apa-apa" kata gw yang udah seger.
Astajim, gue lupa
Tobat Len! Tobat! Rin itu cowok! Cowok!
Akhirnya kami sampe juga di mobil silver milik Piko, kami-pun segera masuk dalam mobil itu, Piko yang berada di kursi pengemudi menatap kami dengan wajah BT abis.
"Lu pada lama amat, sih! Sekarang udah sore nih, gw takutnya jalanan ke bogor macet, jadi, malam ini kita nginep di hotel, jadi kita berangkat besok aja, gimana?" tawar Piko
Gw sama Rin Cuma ngangguk-ngangguk saking kecapeannya.
.
.
2 jam kemudian
.
Akhirnya mobil Silver Piko melaju dengan kecepatan sangat…. Sangat lambat, penyebabnya? Satu kata yang sangat umum di Jakarta.
-Macet.
.
.
Kurasakan rasa lelah dan capek menjalar di seluruh tubuhku
Aku capek.
Aku mau tidur.
Yah, wajar sih aku capek dari tadi-kan aku belum tidur sama sekali.
Saat pandanganku mulai gelap, kulihat sebuah hotel express berwarna-warni yang letaknya dekat dengan posisi kami.
"Ke hotel itu aja Piko, aku capek" kataku, sambil menunjuk hotel itu.
"Kau yakin ?" Tanya Piko memastikan.
"Yakin" jawabku singkat dan pasti.
.
"Huff"
Aku merebahkan diriku diatas kasur berukuran King Size, rasa ngantuk dan capek mulai menggodaku untuk tidur, tapi, teringat ada beberpa dokumen yang belum ku selesaikan membuatku dengan sangat terpaksa mengerjakannya.
.
Bukannya mengerjakannya tapi aku malah memikirkan Rin,
Apa Rin itu benar-benar perempuan ya?
Agh ! itu tidak mungkin!
Tapi, waktu itu, saat menahan Rin yang jatuh dari pohon( di Chapter 1) tanganku menahan tubuhnya tepat di posisi uhukdadauhuk dan, dada Rin itu-
-tidak Datar seperti dada pria.
Ugh,
Maksudku dadanya, -uhm , yah begitulah.
Kau tau maksudku bukan?
Dia seperti mempunyai -
-Sesuatu yang empuk, lembut, yah walaupun punya Rin agak kecil sih tapi itu tidak apa-ap-
Argh! Apa sih yang kupikirkan!
Ah, lebih baik cepat ku selesaikan dokumen-dokumen menyebalkan ini.
…..
.
Jam menunjukan pukul 12.45, aku melepas kacamata berbingkai tipis yang biasa kugunakan saat kerja, mataku terasa sakit, dokumen-dokumen sialan itu benar-benar membuatku merasa makin buruk! Kulepas kunciranku lalu tidur.
.
.
04.00 -
"Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiing"
'Siapa sih yang menelfon malam-malam begini ?!'
Pikirku kesal
Orang baru tidur juga!
Dengan kesal, aku pun mengangkat telfon yang ternyata dari Piko itu.
"Halo? Len, cepat siap-siap, kita berangkat sekarang biar gak kena macet, temui aku di parkiran, kau tidak perlu beli makanan, aku sudah beli" sahut Piko dari telepon.
"oke" kataku sambil memutuskan sambungan nya, dan segera mandi.
04. 45 –
Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar hotel ini, tak lupa kubawa koper milikku, kulihat Rin menungguku dengan setia di depan pintu.
"Mau kubawakan tu-Len?" Tanya Rin lembut.
Aku tak bisa menolak lagi, tubuhku terasa sangat capek, aku-pun mengangguk pelan-menyetujui bantuan Rin-.
Rin mengambil alih koperku dari tanganku, sementara pandanganku mulai berbayang
"Len ?!" Tanya Rin panik saat melihatku yang memegangi kepalaku.
.
.
Ah, aku sudah tak sanggup lagi
"Len!"
Sayup-sayup terdengar Rin berteriak memanggil namaku.
…
.
Flashback 3 menit yang lalu
Rin POV
Aku menatap kamar Len yang sejak tadi tidak keluar, jam tanganku menunjukan pukul 04: 42, sudah dari 10 menit yang lalu aku menunggunya keluar dari kamarnya dan dia belum keluar.
.
Akhirnya Len keluar dengan membawa koper miliknya, wajahnya kelihatan pucat, dia kenapa? Apa dia sedang tidak enak badan?
Karna kasihan, aku-pun menawarkan membawakan kopernya,
"Mau kubawakan tu-Len ?"tanyaku lembut padanya.
Dia hanya diam, dia ini kenapa sih?
"Len !?" tanyaku mulai panik saat melihat Len tiba-tiba memegang kepalanya .
Bruk
"Len !"
Len ambruk, untung saja aku bisa menahanya, walaupun tubuhnya itu beraaaat sekali, dia makan apa sih ?
Dengan susah payah, ku gendong Len menuju tempat parkiran mobil, segera kucari mobil temannya yang berwarna silver itu, akhirnya aku menemukanya.
"Rin-san dan L-Len?!" serunya terkejut saat melihat Len yang kugendong dengan gaya romantis-
-Bridal style.
Setelah menaruh koper dan ranselku di bagasi mobil teman Len, dan tentunya setelah menaruh Len di kursi belakang, kami melanjutkan perjalanan, sesudah makan tentunya.
.
"Um… tuan butler-" panggil teman Len padaku.
"Rin saja" potongku cepat.
"Jadi, Rin kenapa Len bisa sampai pingsan begitu?"
Aku pun menjelaskan kejadian yang terjadi, sementara mendengar penjelasanku itu, teman Len hanya terkekeh pelan.
"Si Baka itu terlalu memforsir tenaganya untuk bekerja"
"Ngh"
Terdengar suara erangan dari pemuda berambut Honey Blonde yang berada di belakangku, segera ku tengokan kepalaku ke kursinya yang berada di belakang.
"Ngh, aku dimana ?" Tanya Len yang baru bangun.
"kau di mobil, kalau lapar, makan saja bento disebelahmu itu" terang teman Len lagi.
…..
.
.
.
Waktu berjalan dengan cepat, kami sudah sampai di sebuah bangunan mewah, dengan sebuah taman indah yang cocok sekali untuk acara nge-the sore, dan kalau kau tebak itu adalah villa milik Len, oh yeah tebakanmu benar sekali.
Aku tak pernah menyangka, masuk kedalam villa ini adalah awal dari mimpi burukku sendiri…..
.
.
.
TBC
Len : Gaje bgt
Rin : *nod*nod
Len : Jelek lagi, tapi gaapa, chapter depan, akan terjadi sesuatu diantara kita*lirik Rin sambil menyeringai
Rin: -_- dasar Bakauthor, nulis yang aneh-aneh aja, yaudadeh, ini balasan Review.a
Mikan chanX3 chapter 3
Author : Terima kasih udah review *peluk-pelukMikan-chan
Trus, kamu sampe mohon2 kaya gitu, karna aku sayang kamu#Plakk jadi kulanjut~~
Review terus ya/maksa *digebuk
Alfianonymous22 chapter 3
Hehe, tadinya author juga pingin di discontinued aja#plakk
Makasih atas Fav ~~
Terus review ya!
Reika G Nirwana chapter 3
Makasih~~~~ \(^.^)/ author jadi semangat lagi lho…
Kirana 4219 chapter 2
Len: Aku mengira Rin cewe, karana, aku uhukkepeganguhuk dada-nya Rin
*Rin datang
Rin: dasar BaKagamine Len*merona
Jawaban ini udah saya jawab di chapter 4 diatas kan~~
Salam Kenal juga~~… aku kelas 1 SMP
Terima kasih~~
Kirana 4219 chapter 3
Maaf ya, kalo di chapter sebelumnya kurang penjelasan, dan maaf kalo ini kurang greget TAT, soalnya gaya nulisku gini sih, tetap Review ya~~
Billa Neko
Maaf ya kalau masih ada typo, ini aku update
Aduuh kalian semua bener-bener meratiin author yak/ditabok*dilempar jauh-jauh,
Maaf ya kalo cahapter ini jelek abis author ngetiknya pas lagi demam gitu TAT,
Author ngerasa bersalah banget ya,kalau kalian merasa tulisan author di chapter sebelumnya dan mungkin chapter ini agak ( baca : Sangat) alay, author minta maaf,
O iya, kayaknya di chapie depan author bakal buat 'sesuatu' yang akan terjadi diantara mereka nih, khukhukhu
Review ya~~ review kalian sangat berguna untuk membasmi penyakit kemalasan tingkat dewo (?) yang saia miliki nih, udah ah, akhir kata…..
.
Review
.
.
v
\/
