Annyeonghaseyo,chingudeul,,^_^
Perkenalkan saya author pendatang , author membawa ff YAOI lagi…adakah yang suka YAOI disini…? Adakah yang tau Couple TaoRis..? pasti sudah pada tahu donk dengan couple ini,,,^_* couple ter-so-sweet saat ini menurut saya,,,^_^,
Bagi yang kurang berkenan dengan ff dengan YAOI ini,lebih baik tidak usah membaca,bukannya author pelit,,tapi author gak suka yang namanya saling ngebash,mengebash ataupun dibash menyesakkan#plak bahasa gua,T_T
So Don't Like, Don't Read,,,,arraso..?#bow.
And Don't Be Silent Readers,,,ne…? harap bisa dimengerti.#bow again
Oke daripada kebanyakan ini itu,,author persembahkan ff ini untuk readers,,selamat membaca…Annyeonghaseyo…^^
Author : Anonymous
Tittle : Only Time
Main Cast : Wu Fan a.k.a Kris
Huang Zi Tao a.k.a Tao
Other Cast: Zhoumi a.k.a Zhoumi as Tao Brother
Oh Se Hun a.k.a Se Hun
Lu Han a.k.a Lu Han #They are Couple HunHan.
(Cast lainnya dapat dilihat didalam ffnya).
Rate : G
Length : Berseri…T_T#mianhe kalau mungkin kepanjangan.
Genre : YAOI / ROMANCE /AU / Angst /
Disclaimer : This is mine,cast-nya milik bersama#plakkdikroyokummanya. ff ini murni punya author. Don't Copas…^v^
Happy Reading…. :)
Note : Special Author Pov ,Special Flashback…Dan kalimat yang bercetak miring itu adalah kata dalam hati.
Preview Part 2…
" Sesuatu…? Sesuatu apa…?" Tao mempoutkan bibirnya,sambil menerawang.
" Sudah-sudah jangan dipikirkan,,,lebih baik kau lihat sendiri akan hubungi mereka dulu." Tao terdiam dan mengangguki ucapan Se Hun.
Part 3…^_^
" Wah,,,,sudah lama aku tidak kesini…" seru Lu Han saat mereka sudah memijakkan kakinya di pinggiran sungai Han.
" Aish,,,hyung jangan membuatku malu…" Se Hun kesal melihat Lu Han bertingkah seperti anak kecil.
Kris dan Tao yang berdiri berdampingan tertawa melihat HunHan yang kini tengah asik berfoto ria melupakan kedua sahabatnya ini.
" Ehem,,,Tao,,apa kau pernah kesini sebelumnya…?" Kris memecah keheningan diantara mereka.
" Eum,,,,belum sama sekali,,,baru kali ini aku datang kemari,,," jawab Tao tanpa menatap kearah Kris,tatapannya terus tertuju pada HunHan yang masih saja berfoto bersama,dipinggiran sungan Han.
" Oh,,,oh ya,,kemarin kau tidak masuk sekolah,,apa itu karna lukamu…?" Kris berusaha sebaik mungkin menyembunyikan rasa gugupnya disamping namja yang mungkin terasa special dihatinya.
Deggg….!
Tao,,terdiam…matanya menatap kebawah,meski kepalanya tak ikut menunduk.
"Kenapa dia tanyakan hal itu…? Apa dia kemarin mencariku…?"
" Tao,,kau tidak apa-apa..?" Tanya Kris lagi saat melihat pandangan kosong Tao.
" Ah,,,annio,,,aku tidak masuk karena pagi itu aku kesiangan,,,akan memalukan jika aku mengatakan yang sejujurnya,,maka dari itu,,aku meminta hyungku untuk mengatakan pada walikelas jika aku sedang tidak enak ini akan segera sembuh…" Jawab Tao dengan senyuman,yang ia berikan pada Kris,yang kini tengah menatapnya.
" Mianhe,,aku sudah melukai tanganmu,tadi kau bilang,,kau punya Hyung….?"
" Ne,,,aku punya hyung,,,7 tahun lebih tua dariku,,wae…?"
" Ah,,annio,,,pasti hyungmu perhatian padamu…" Kris tersenyum penuh arti kali ini.
"Kya...mungkin namja yang menjemputnya adalah hyungnya,,,omo,,,thanks God."Kris said.
" Kau tidak apa-apa…?" melihat Kris tersenyum sendiri dengan tatapan aneh pada dirinya membuat Tao merasa aneh dengan sunbae barunya ini.
" Tidak,,oya, kajja kita susul mereka…" ajak Kris. Tao hanya mengangguk lalu mengikuti Kris yang berjalan duluan didepannya.
"Kenapa dia berubah jadi aneh seperti itu,,,apa mungkin yang dikatakan Se Hun itu benar…? Tapi…."Tao Said.
" Tao,,,ayo kesini…!" panggil Se Hun,saat melihat Tao berhenti melangkah,membiarkan Kris menunggunya.
" Ne,,,!" seru Tao sambil sedikit berlari kearah ketiganya yang sudah sibuk mengambil gambar mereka dengan kamera di handphone Lu Han.
Siang hingga menjelang sore mereka lalu bersama hari itu,keempat namja yang masih memakai seragam sekolah itu terllihat sangat menikmati suasana.
" Wahh,,,hari ini aku senang sekali…" pekik Se Hun sesaat setelah meletakkan botol jusnya di meja. Sekarang keempatnya sedang beristirahat di penjual kaki lima, tak jauh dari sungai Han.
" Ne,,aku juga chagi,,,how about you TaoRis…?" Lu Han yang duduk di samping Se Hun menatap kearah Kris dan Tao yang duduk berjejeran seolah sudah direncana sedemikian rupa.
" TaoRis,,siapa yang kau maksud….?" Kris bertanya dengan memandang bingung kearah Lu Han saat mendengar kata-kata asing yang baru saja keluar dari mulut temannya itu.
" Ya,,,kalian,,maksudku TaoRis singkatan dari Tao dan Kris,,,seperti aku dan Se Hun ,,HunHan,,," jawab Lu Han dengan senyuman menawanannya yang seolah mengatakan betapa pintarnya aku…!
" Maksud Lu Han hyung,,,dia memberikan nama couple buat kalian berdua,,," jelas Se Hun saat melihat Kris hanya member respon dengan menaikan satu alisnya,dan Tao juga yang hanya menatap horror kearah HunHan couple itu.
" Kau ini seenaknya saja memberi nama couple,mungkin saja Tao sudah mempunyai nama Couple sendiri…" tukas Kris.
" Mana aku tahu,,,," jawab Lu Han seenak jidatnya,membuat Tao tersenyum aneh kearahnya.
" Kalian ini,,,pasangan aneh,,,,,,!" gerutu Kris sambil mengambil minumannya dan menghabiskan dalam sekali tegukan.
" Iya-iya,,,kami tahu itu." Jawab Lu Han,sembari mengerlingkan matanya kearah Se Hun,keduanya terlihat sangat senang meledek Kris dan Tao yang tanpa disadari oleh keduanya HunHan couple ini sedang berusaha mendekatkan keduanya.
"Aku senang bisa menjadi sahabatmu Tao,,aku ingin kau lebih bisa terbuka pada kami,,,keep fight Tao-ah.." Se Hun said.
" Sudah menjelang malam,,bagaimana kalau kita pulang ,,?" celatu Tao.
" Baru jam 5 sore Tao,,kami akan mengantarmu,," Lu Han terlihat tak setuju dengan apa yang dikatakan Tao. Mendengar itu Tao langsung diam,dan membuat Kris yang duduk disampingnya menatap kearah Tao.
" Ah,,iya,,aku lupa..ummaku,,ummaku menyuruhku ketoko malam ini,Ayo,kita pulang sekarang." Kris seperti mengerti apa yang sedang Tao rasakan,dan sikapnya itu sukses membuat Tao menatap Kris dengan tatapan Ada apa denganmu…?
" Ayo hyung,,,kita pulang saja,,besok kau bisa puas jalan-jalan,,besokkan hari minggu…" Se Hun menimbali memberi pengertian pada namjanya itu,sebelumnya Se Hun sudah melihat kearah Tao yang terlihat sudah lelah itu.
" Arraso,,ayo kita pulang.." Lu Han langsung berdiri dari kursinya.
Seusai membayar makanan yang mereka makan,keempatnya langsung melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu,kini mereka harus berjalan kearah halte.
" Tao,,kami akan mengantarmu dulu.." seru Se Hun saat sudah sampai di halte.
" Tidak usah,,,Se Hunni,,aku bisa naik taksi" Jawab Tao.
" Kalau begitu kita pulang setelah Tao dapat taksi." Ujar Se Hun,yang diangguki oleh Lu Han dan Kris,melihat sahabatnya itu Tao tersenyum.
" Oh,,ya Kris,,,besok kau ada pertandingan basket kan…?" kata Lu Han memecahkan keheningan sesaat.
" Ah,,ne,,,besok,,aku ada pertandingan,dan sekolah kita jadi tuan rumahnya." Jawab Kris sambil menoleh kekanan ,ke arah Lu Han yang duduk diantara Tao dan Se Hun,yang berada di samping kanan dan kirinya.
" Kau harus menang Kris,,bagaimanapun kau harus menang,,," ujar Lu Han menggebu-gebu,melihat Lu Han seperti itu Kris hanya tersenyum.
" Hyung,,kau terlihat memaksakan kehendakmu,,,harusnya kau ikut membantunya.." Se Hun angkat bicara.
" Ah,,,Se Hun sayang,hyung tidak suka terlalu suka kegiatan yang berkeringat seperti itu,les vocal saja sudah membuat hyung berkeringat….apa Se Hunni tidak suka suaraku,,,?" Lu Han membela dirinya.
" Arraso,,suara hyungkan paling bagus,,seantero paduan suara anak playgroup,," celatu Se Hun,dan langsung membuat Lu Han cemberut,Tao dan Kris tertawa melihatnya.
Tak berapa lama,saat jam tangan sudah menunjukan pukul 6 sore,terlihat taksi dari kejauhan mendekat kearah mereka yang sedang duduk di menuju rumah Tao memang berbeda arah dari ketiganya.
" Ah..itu ada taksi…" seru Se Hun. Mendengar itu Kris langsung berdiri dan mulai menyetop taksi dengan cara menjentikan jarinya kearah taksi yang mulai mendekat. Melihat itu Tao menatap kearah Kris dengan penuh tanda Tanya,ia mengerutkan dahinya. Taksi itupun berhenti tepat dihadapan mereka.
" Semuanya aku pulang dulu,,terima kasih sudah menemaniku menunggu taksi,,annyeonghaseyo,,," ujar Tao sambil membungkukan tubuhnya dan di ikuti oleh ketiganya yang berdiri dihadapannya.
" Be careful Tao…" ucap Kris,secara spontan saat melihat Tao akan masuk kedalam taksi,dan itu sukses membuat Tao menghentikan langkahnya.
" Ne,,gomawo." Jawab Tao dengan senyuman,sebelum akhirnya ia masuk kedalam dan taksi itu mulai berjalan meninggalkan mereka bertiga yang sedang berdiri melihat taksi itu semakin menjauh.
" Huaahhh,,,ayo kita pulang,,bes kita sudah datang…" ujar Lu Han saat dirinya melihat bes berjalan dari arah taksi tadi.
" Ah,,ne,,kajja…" jawab Kris setelah menatap taksi yang Tao tumpangi menghilang di tikungan ujung jalan.
" Gege,,aku pulang…" seru Tao saat dirinya kini sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
" Tuan muda,,,sudah pulang,silahkan masuk…" ujar seorang ahjuma yang baru saja membukakan pintu untuk Tao. Tao pun melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumahnya yang bermotif panda itu.
" Maaf anda siapa…?" Tao terlihat bingung melihat seseorang yang baru ia lihat ini.
" Saya pembantu baru disini,,nama saya Lee Jung In,Tuan muda bisa memanggilku dengan bibi Lee." Ujar yeoja peruh baya itu,sambil membungkuk.
" Mianhe,,,aku sudah tidak sopan…" ujar Tao sambil membungkukkan badannya juga.
" Ah,,Tuan muda tidak perlu meminta maaf." Ujar Bibi Lee.
" Bibi Lee,,Gege dimana…?" Tanya Tao saat menyadari ia tak mendapati Gege satu-satunya itu.
" Oh ya,,,tadi Tuan muda Zhoumi berpesan,jika Tuan muda Tao sudah pulang,,Tuan muda Tao untuk segera mandi dan memakai pakaian yang sopan,dan tidak boleh pergi kemana-mana lagi."
" Gege tidak memberi alasannya menyuruhku melakukan itu…?"
" Ne,,Tuan muda,,karena sepertinya tadi Tuan muda Zhoumi sediki terburu-buru." Jelas Bibi Lee.
" Baiklah,,gomawo,," ujar Tao,sejurus kemudian ia masuk kedalam kamarnya,di lemparnya tasnya ke tempat tidurnya. Dan ia mulai mengambil pakaian yang ada didalam almarinya,tak butuh waktu lama,kini ditangan Tao sudah ada pakaian yang akan ia pakai,ia letakkan pakaian tersebut di tempat tidurnya,langkahnya kini menuju kearah meja belajarnya.
" Membosankan….!" Keluhnya saat matanya melihat botol-botol yang sudah tak asing untuknya berjajar rapi di mejanya.
" Kris Ge.." gumamnya saat ia menatap bekas luka ditangannya,saat ia akan membuka perban di lukanya itu.
" Aish,,,ada apa dengannya,,,,kenapa dia,,,!" Tao menggerutu saat ia tanpa sadar mengumamkan nama Kris saat melihat luka di tangannya,seperti tak ingin di hantui oleh Kris yang mulai menggentayangi otaknya,Tao memilih untuk mandi,mengingat pesan yang disampaikan oleh Bibi Lee tadi.
" Umma aku pulang,,," seru namja berambut hitam dan tinggi itu,saat ia sudah berdiri di depan pintu.
" Kris anak umma,,kenapa pulang sampai larut sore seperti ini,,umma mencemaskanmu…" ujar sang umma sesaat setelah membuka pintu dan mendapati Kris yang sedang berdiri didepan pintu.
" Aku tidak apa-apa umma,,,hari ini Kri senang sekali,,umma." Tukas Kris sembari memeluk ummanya.
" Aishhh anak umma bau,,sekarang kau mandi dulu,,ceritakan pada umma setelah kau mandi ne.,,,kajja…!" perintah sang umma,sambil mendorong Kris untuk melepaskan pelukannya yang seperti anak kecil.
" Siap umma…" jawab Kris dengan penuh semangat.
Sang umma tersenyum melihat anak kesayanganya itu terlihat semangat,meski pagi harinya ia terlihat sangat mengkhawatirkan,namun keadaannya yang ia saat ini , cukup untuk menepis rasa khawatir pagi itu.
" Kami pulang…" seru suara khas menggema keseluruh ruangan saat sudah memasuki pintu yang sudah dibukakan oleh bibi Lee.
" Gege…" gumam Tao yang masih tiduran di tempat tidurnya seusai mandi. Segera Tao beranjak dari kamarnya dan mencari sumber suara itu.
" Umma,,Appa…!" pekik Tao saat ia membuka pintu kamarnya yang ternyata sudah ada dua namja dan yeoja yang berdiri di depan pintunya.
" Tao-ah…" sahut yeoja paruh baya itu sembari merentangkan tangannya bersiap menerima pelukan dari namja yang masih tertegun didepannya.
" Aku sangat merindukan kalian,,," ujar Tao saat sudah dipelukan sang umma,yang juga diikuti pelukan dari sang appa.
" Kami juga sangat merindukanmu sayang,,kau tidak nakal kan?" Tanya appa Tao setelah melepas pelukannya.
" Aku tidak nakal,,aku jadi anak baik selama umma dan appa di China,,," jawab Tao yang masih dalam pelukan ummanya,terlihta sangat manja.
" Ya,,umma Tao tidak nakal kok,,Cuma…" Zhoumi mulai meledek dongsaengnya itu.
" Gege,,," ujar Tao dengan puppy eyesnya.
" Zhoumi,,kau ini,,jangan begitu dengan adikmu…" Umma mulai menengahi keduanya.
" Tao sudah makan…?"
" Belum umma…" jawab Tao yang masih saja memeluk ummanya dari belakang.
" Ah,,iya,,,kasihan sekali adikku ini,,kau pasti kelaparan,,Gege akan masakan untukmu,,bubur ya bubur…" Zhoumi mengulangi kata-katanya dengan seringaian yang seolah mengatakan kau harus memakannya.,,,,!
" Aku tidak mau,,aku ingin makan masakan umma…" bantah Tao.
" Baiklah umma akan masakan makan malam kalian semua,,,," Tao tersenyum penuh kemenangan saat mendengar ummanya mendukungnya,dan menjulurkan lidahnya kearah Zhoumi yang ditanggapi dengan senyuman kecut.
Malam ini Tao terlihat tidur sangat nyenyak,selesai makan malam dan berbincang-bincang menceritakan apa yang ia dapat selama beberapa hari di korea kepada umma dan appanya,adalah hal yang sangat ia tunggu,dan yang sangat ia inginkan,hingga membuatnya tertidur disofa karena kelelahan berstory telling,dan membuat sang Gegenya harus menggendongnya kekamar.
" Zhoumi,," lirih sang umma saat melihat Zhoumi sedang memakaikan selimut Tao yang kini sudah terbaring di tempat tidurnya.
" Umma…" Zhoumi terlihat sedikit terkejut saat mendapati sang umma sudah berdiri di belakangnya, dan juga tersirat kesedihan dimata sang umma saat melihat isi kamar anak keduanya ini.
" Ada yang ingin umma dengar darimu…" kata sang umma,sembari menatap sendu kearah Zhoumi yang kini sudah berdiri dari posisinya.
" Umma,Appa,mianhe…" ujar Zhoumi dengan kepala tertunduk dihadapan Umma dan appanya yang kini ketiganya tengah berkumpul di ruang tengah.
" Jangan salahkan dirimu Zhoumi-ah…" tegas Appa.
" Aku tidak bisa melihatnya merengek appa,,,kemarin dia harus dilarikan kerumah sakit karena infeksi dilukanya,hingga berujung dengan terapi lagi…" Zhoumi masih saja merasa bersalah.
" Wajah polosnya memang sangat menggemaskan,,sama sekali tidak pernah berubah,masih seperti waktu ia masih kecil…" ujar Umma sambil menerawang mengingat ke masa lalu.
" Dokter,memintanya untuk kembali rutin melakukan terapi,tapi dia selalu punya alasan agar tidak diterapi…." Keluh Zhoumi.
" Umma dan appa tahu hal itu,Dokter yang memberitahunya,jangan merasa bersalah seperti itu Zhoumi-ah,Tao pasti lebih tahu apa yang ia rasakan ." kata umma.
" Sepertinya anak umma sedang jatuh ya…?" ledek umma Kris saat mendengar celotehan anak tersayangnya itu,yang kini keduanya sedang duduk di ruang keluarga.
" Ah,,umma,,jangan meledekku,,aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi padaku,,wajahnya selalu menghantuiku,apalagi tatapan sendunya yang tajam,sungguh membuatku kaku.." ujar Kris dengan senyuman khasnya.
" Kau sudah besar Kris,,umma juga pernah sepertimu,,umma ingat saat appamu mengatakan isi hatinya pada umma,dengan gugup appamu memberanikan diri mengatakan isi hatinya,appamu terlilhat sangat jika umma menolaknya,padahal sebenarnya umma juga menunggu appamu mengatakan itu,saat itu juga appamu mengatakan aku juga mencintaimu,dan dengan pasti umma jawab aku juga mencintaimu…." Ujar umma seraya menerawang mengingat seakan mengingat kembali ke masa lalu yang indah.
" Umma,,,," seru Kris seraya memeluk ummanya dari samping. Umma Kris selalu berubah sedih jika menceritakan masa lalu cerita mereka,terlebih saat ini appa sudah tenang ditempatnya.
" Umma tidak apa-apa sayang,,oya,,kapan kau akan mengatakannya,,,?"
" Molla,,umma,,lagi pula,,aku masih ingin pendekatan dulu dengannya,,aku ingin tahu lebih banyak tentangnya,,,He is my first love umma…" Ujar Kris dengan senyuman yang bisa membuat siapa saja yang melihatnya terpukau,termasuk ummanya yang kini hanya ikut tersenyum menatap Kris,yang tengah berbunga-bunga hatinya.
Jam dinding sekolah masoh menunjukan pukul 7,namun gedung sekolah terlihat ramai dengan siswa yang berlalu lalang meski mereka tidak menggunakan seragam,karena ini adalah hari minggu,dikarenakan minggu pagi ini tepatnya pukul 9 akan diadakan pertandingan Basket,,antar sekolah menengah atas,,yang dimana sekolah mereka(Sehun,Luhan,Tao dan Kris) yang menjadi Tuan sekolah ini ramai dengan siswa yang ingin mendukung club basket sekolah mereka masing-masing.
Seperti halnya dengan namja tinggi yang kini tengah berjalan mondar-mandir di depan pintu gerbang sekolah,raut wajahnya terlihat gelisah,menandakan ada yang sedang ia pikirkan.
" Kris…!" pekik suara seorang namja yang baru saja turun dari mobil pribadinya,setelah dibukakan pintu oleh seseorang yang bisa disebut supirnya.
" Luhan,,,," Sahut Kris,dengan memandang kearah sumber suara itu.
" Hei,,,apa yang kau lakukan disini….?" Tanya Luhan saat kini dirinya sudah berdiri di depan Kris.
" Aku menunggu Se Hun,,,"
" Mwo,,,ada apa…? Kenapa kau menunggunya…?!" Luhan terlihat tidak suka mendengar ucapan Kris,yang masih saja asik memainkan bola basket di tangannya.
" Aish,,,jangan berpikiran buruk dulu,,,,heh,,aku menunggu Se Hun karena aku sedang meminta tolong padanya…"
" Kau berani sekali menyuruhnya,,,aku saja tidak pernah menyuruhnya…" seru Luhan yang kini sepertinya terlihat kalau dia menaruh curiga pada Kris.
" Aigoo,,,Luhan,,,aku hanya meminta tolong padanya untuk mengajak Tao melihat pertandingan ku,,,itu saja,," ujar Kris dengan kapala tertunduk dan berhenti memainkan bola basketnya.
" Oh,,,,,," Luhan hanya ber"Oh" ria mendengar pangakuan dari Kris,tidak lupa Luhan juga menatap Kris dengan senyuman yang seolah mengatakan Kau menyukai Tao…?
" Hei kenapa kau menatapku seperti itu…!"
" Ah,,annio,,,aku tahu,,,apa yang sedang kau rasakan,,,Kris,,,hehehehe,,,tenang saja percayakan pada Se Hunku,,,dia terpercaya…." Ucapan Luhan ditanggapi Kris dengan menaikkan satu alisnya,pertanda ia bingung dengan apa yang dikatakan sahabatnya ini. "Sebaiknya kita tunggu didalam,,,kajja…" ajak Luhan yang diikuti Kris yang kini mengekor dibelakang Luhan.
" Omo…apa yang harus aku lakukan…." Gumam namja imut yang kini berdiri didepan meja riasnya dengan gadget ditangannya.
From : Kris Hyung
Saturday,20.00
Se Hun-ah,,aku ingin kau membantuku,,,tolong ajak Tao untuk melihat pertandinganku besok,,,aku mohon bantuanmu. Fighting Se Hun,,,kamsahamnida.
Se Hun terlihat mengacak rambutnya,saat ia kembali membaca pesan singkat itu,dia terlihat gelisah.
" Aigo,,,apa yang harus kukatakan pada Kris hyung,,aku tidak bisa mengajak Tao melihat pertandingannya,,,aish,,,,,,," Se Hun teringat percakapannya semalam dengan namja yang membuatnya seperti ini.
" Annyeonghaseyo,,,Tao,,,"
" Annyeonghaseyo Se Hunni,,,"
" Mianhe,,hyung,,,aku kira Tao." Ujar Se Hun saat suara yang ia dengar bukanlah suara Tao. " Hyung,,aku ingin bicara dengan Tao.."
" Gwenchana Se Hunni,,umm,,,Tao sudah tidur,,,jika penting akan aku bangunkan."
" Oh,,,tidak usah Hyung,,ini tidak penting kok,,,apa Tao baik-baik saja Hyung…?" Ujar Se hun setelah ia melirik jam dinding dikamarnya yang baru saja menunjukan pukul 8 malam.
" Ne,,Tao baik-baik saja,,, hanya saja ia sedikit lebih pucat mungkin ia sedikit kelelahan,,,bagaimana jalan-jalan kalian,menyenangkan…?"
" Ne,,hyung,,sangat menyenangkan,,,aku senang bisa mengenal Tao,,dia anak yang baik,,"
" Ne,,,gomawo sudah mau menjadi temannya,,,"
" Ne,,hyung,,cheonma."
" Oya,,,Se Hunni,apa ada yang harus ku sampaikan pada Tao,,,?"
" Tidak hyung,,aku hanya ingin menanyakan keadaanya saja…"
" Oh,,jika kau besok punya waktu,hyung minta kau bisa datang kerumah untuk memani Tao seusai dia diterapi,,"
" Oh,,ne tentu,,jam berapa hyung…?" jawab Se Hun seperti melupakan tujuan utamanya menelfon.
" Jam 8 pagi dimulai ,,,,,ya,,,,Sekitar jam 2 kau datang,,,karena terapi itu memakan waktu yang lama.."
" Ah,,baiklah hyung…"
" Ne,,hyung tunggu,,,jumuseyo…"
Pippppppppppp….
Se Hun pusing memikirkan alasan apa yang harus ia katakan pada Kris,,jika ia ditanya kenapa Tao tidak ikut dengannya,tidak mungkin Se Hun mengatakan yang sebenarnya,,Se Hun sudah membuat perjanjian pada Tao.
" Hufh,,,katakan saja kalau Tao tidak bisa datang karena ia harus menyiram bunga dirumahnya,,,bereskan….ayo Se Hunni,,,kau harus bisa berbohong,,lagi pula Kau berbohong demi kebaikan,,tidak salahkan..?" Se Hun bergumam sendiri didepan cermin yang terdapat di meja riasnya. Setelah cukup yakin dengan alasan yang akan ia katakan pada Kris,bergegas Se Hun menyambar tasnya yang tergeletak di tempat tidurnya dan langsung keluar dari kamarnya dan menuju sekolahan yang disana sudah terdapat namja yang tengah menunggu kabar yang diharapkan itu adalah kabar baik darinya.
" Mwo….? Menyiram bunga…?!" seru kedua namja bersamaan setelah mendengar penjelasan dari namja yang kini hanya bisa berharap penjelasannya dapat di terima nalar oleh kedua namja yang kini duduk di bangku yang terdapat di ruang ganti pemain basket.
" Ne,,itu yang aku dengar dari mulut Tao…" jawab Se Hun meski dengan hati yang harap-harap cemas.
" Aish,,,aku merasa tenagaku langsung hilang…." Kris terlihat langsung lesu saat itu juga.
" Hei,,,pabo….kau ini bilang apa,,,? Kau belum berhadapan dengan ring…! Apa jangan-jangan kau ada sesuatu dengan Tao…?" Lu Han terlihat mulai curiga setelah mendengar celatuan Kris yang terlihat natural itu.
" Ah,,,anio,,,,,aku kan hanya bertanya pada Se Hun,,kau sendirian? Tidak dengan temanmu…? Begitu saja." Kris berusaha membuat alas an yang berkelit.
" Ah,,,jelas-jelas aku mendengarmu mengeluh tadi….." Lu Han mulai meledek Kris.
" Aish,,,sebaiknya kalian berdua keluar saja,,,sebentar lagi ruangan ini akan penuh dengan anak-anak tim basket,,,kau mau Se Hunmu,,lepas dari pelukanmu…?" Kris menakut-nakuti Lu Han dengan mengatakan seperti itu,memang benar anak-anak tim basket adalah namja pilihan yang berkualitas,banyak yang menggandrungi mereka,dan hal itu membuat mereka menjadi arogan dan seenaknya sendiri,,tapi tidak dengan Kris,meski ia adalah ketua dan jago dalam memainkan bola,namun ia tidak pandai memanfaatkan kelebihannya itu.
" Pagi,,,,Appa,Umma Gege,,dan Bibi Lee,,," sapa Tao yang baru saja keluar dari pintu kamarnya.
" Wah,,anak umma tidurnya nyenyak sekali," seru umma Tao yang kini sedang duduk diruang tengah.
" Tao,,kau mau berangkat sekolah…?" Tanya appa saat melihat Tao berdandan rapi dengan seragam berserta tas yang sudah ia gendong.
" Ini sudah jam setengah delapan Tao,,dan.." belum sempat Zhoumi melanjutkan kata-katanya , Tao sudah menyelanya terlebih dulu.
" Omo,,,aku terlambat Gege,,,cepat antarkan aku,,, cepat,,,!" sepertinya Tao belum sadar dengan mata yang menatapnya saat ini. Terlihat Tao malah semakin kelabakan berlari kearah rak sepatu dan mulai duduk untuk memakainya.
" Tao,,ini hari minggu nak…" ujar umma yang kini duduk disamping Tao,sembari menepuk bahu aegyanya.
" Hari minggu….?" Tao bertanya dengan tatapan bingung.
" Ne,,,ini hari minggu Tao…dan ini hari libur." Timpal Zhoumi yang kini juga mendekat kearah umma dan Tao.
" Kenapa aku bisa lupa ya,," Tao berkata disertai seringaian di wajahnya,ia menghentikan kegiatan mengikat tali sepatunya,ia mulai tertunduk dan terdiam.
" Wajar Tao,,,kau masih demam sekolahan,,dan teman baru,,jadi rasa-rasamu kau ingin terus berangkat sekolah untuk bertemu teman barumu…" tukas appa yang kini berdiri di belakang Tao berdampingan dengan Zhoumi yang terlihat mulai sendu.
" Ne appa.." jawab Tao tanpa ekspresi.
" Ah,,bagaimana kalau kita jalan-jalan,,,kita ajak temanmu juga Tao…" Hibur Zhoumi saat dirasa suasana sempat membeku.
TBC….^_^
Bersambung dulu,,,ya readers…
Ditunggu RCLnya…kamsahamnida buat yang udah baca….
Annyeonghaseyo,,readers adakah yang merindukan kelanjutan ff ini…? ^^ #gakadathor…..=_=
Mianhe,,lama updatenya otak author cupet banget,,,banyak ide tapi sulit nulisnya,,,#kelihatanbegonya. Ff nya semakin aneh,dan sedikit memaksakan,mungkin juga sudah banyak yang tahu akhir dari ff ini,karena sepertinya ide ceritanya terlalu pasaran#plakkkk.
Tapi tak apalah namanya juga author lagi belajar#kapan pinternya#pletak. Author akan lanjutin ini ff sampai the end….heehee,terserah readers mau baca atau tidak,,,#pesimis
So Don't Like, Don't Read,,,,arraso..?#bow.
And Don't Be Silent Readers,,,ne…? harap bisa dimengerti.#bow again
Oke daripada kebanyakan ini itu,,author persembahkan ff ini untuk readers,,selamat membaca…Annyeonghaseyo…^^
Author : Anonymous(ayotebakfbauthorapa)
Tittle : Only Time
Main Cast : Wu Fan a.k.a Kris
Huang Zi Tao a.k.a Tao
Other Cast: Zhoumi a.k.a Zhoumi as Tao Brother
Oh Se Hun a.k.a Se Hun
Lu Han a.k.a Lu Han #They are Couple HunHan.
(Cast lainnya dapat dilihat didalam ffnya).
Rate : G
Length : Berseri…T_T#mianhe kalau mungkin kepanjangan.
Genre : YAOI / ROMANCE /AU / Angst /
Disclaimer : This is mine,cast-nya milik bersama#plakkdikroyokummanya. ff ini murni punya author. Don't Copas…^v^
Happy Reading…. :)
Note : Special Author Pov ,Special Flashback…Dan kalimat yang bercetak miring itu adalah kata dalam hati.
Part 3….
" Pagi,,,,Appa,Umma Gege,,dan Bibi Lee,,," sapa Tao yang baru saja keluar dari pintu kamarnya.
" Wah,,anak umma tidurnya nyenyak sekali," seru umma Tao yang kini sedang duduk diruang tengah.
" Tao,,kau mau berangkat sekolah…?" Tanya appa saat melihat Tao berdandan rapi dengan seragam berserta tas yang sudah ia gendong.
" Ini sudah jam setengah delapan Tao,,dan.." belum sempat Zhoumi melanjutkan kata-katanya , Tao sudah menyelanya terlebih dulu.
" Omo,,,aku terlambat Gege,,,cepat antarkan aku,,, cepat,,,!" sepertinya Tao belum sadar dengan mata yang menatapnya saat ini. Terlihat Tao malah semakin kelabakan berlari kearah rak sepatu dan mulai duduk untuk memakainya.
" Tao,,ini hari minggu nak…" ujar umma yang kini duduk disamping Tao,sembari menepuk bahu aegyanya.
" Hari minggu….?" Tao bertanya dengan tatapan bingung.
" Ne,,,ini hari minggu Tao…dan ini hari libur." Timpal Zhoumi yang kini juga mendekat kearah umma dan Tao.
" Kenapa aku bisa lupa ya,," Tao berkata disertai seringaian di wajahnya,ia menghentikan kegiatan mengikat tali sepatunya,ia mulai tertunduk dan terdiam.
" Wajar Tao,,,kau masih demam sekolahan,,dan teman baru,,jadi rasa-rasamu kau ingin terus berangkat sekolah untuk bertemu teman barumu…" tukas appa yang kini berdiri di belakang Tao berdampingan dengan Zhoumi yang terlihat mulai sendu.
" Ne appa.." jawab Tao tanpa ekspresi.
" Ah,,bagaimana kalau kita jalan-jalan,,,kita ajak temanmu juga Tao…" Hibur Zhoumi saat dirasa suasana sempat membeku.
Part 4….
" Wah,,benar kata Gegemu,,apa kau mau sayang…?" Tanya umma saat dilihatnya Tao masih terdiam dalam posisinya.
" Tao.." panggil appa.
" Em,,,ya,,appa,tapi sepertinya aku ingin dirumah saja,lagi pula ini hari minggu,bukannya aku ada terapi." Ujar Tao dengan tanpa ekspresi sama sekali wajahnya terlihat datar.
" Ah,,iya,,,,eh,,Tao,,gege baru ingat,semalam Se Hun menelfonmu,saat kau sudah tidur.." Zhoumi teringat akan telfon Se Hun semalam.
"Apa ada pesan dari Se Hun untukku ge…?"
" Annio,,,dia hanya menanyakan keadaanmu,dan dia mau kemari setelah kau selesai terapi,,gege yang memintanya…." Jawab Zhoumi.
Tao terdiam sejenak,sebelum sesaat kemudian dia terlihat mengingat sesuatu.
" Omo,,,aku lupa,,hari ini ada pertandingan basket di sekolahku,,mungkin Se Hun mau mengajakku,,aishh kenapa akau bisa melupakannya.." Tao langsung berdiri dari posisinya,dan sedikit mengerutu kesal,kenapa ia bisa mendadak sepikun itu.
" Basket…? Kau ikut basket..?" Tanya umma Tao terlihat sedikit bingung dengan ujaran Tao.
" Annio umma,,aku tidak ikut basket,,tapi teman-temanku yang ikut,aku akan datang untuk memberikan dukungan…" ucap Tao sambil beranjak meninggalkan semuanya bermaksud kekamarnya kembali untuk berganti pakaian.
" Tapi,,sayang,,kau ada terapi…" cegah umma lagi.
" Umma,,,ayolah…" ujar Tao dengan menunjukan wajah memelas.
" Tapi sepulang dari sekolah kau harus tetap terapi,tidak peduli jam berapa itu,dokter akan datang kesini.." ujar appa bijaksana,setelah menatap kearah umma yang seolah mengatakan dia akan baik-baik saja…!
" Xie-Xie appa,,aku ganti bajuku dulu.." ujar Tao sejurus kemudian ia berlari kecil kearah kamar meninggalkan appa,umma dan Zhoumi yang hanya bisa menatap Tao.
" Aishhhh,ada apa dengan Kris…!" seru Luhan,dia terlihat kesal melihat permainan Kris yang nampak tak bertenaga.
"Omo,,pasti karena Tao tidak datang,,What,,,? Kris hyung..jangan-jangan dia menyukai Tao,,,!" ucap Se Hun dalam hati.
" Se Hun-ah,,kau tidak apa-apa…?" Tanya Luhan saat melihat Se Hun yang terdiam di bangku penonton.
" Ah,,annio,,,hyung,,,ah,,iya Kris hyung kenapa dia,,,bisa-bisanya ia tak menghalau lawan…" Se Hun mengalihkan pembicaraannya.
" Ah,,,mungkin,,,,karena Tao tidak datang…." Ujar Luhan, seketika membuat Se Hun membulatkan matanya,menatap kearah Luhan.
" Pak,,,cepat sedikit,,aku bisa telat…" ujar Tao pada supir taksi yang mengantarnya kesekolahnnya,saat ia melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 9 lebih,itu pertanda ia sudah ketinggalan beberapa menit dari mulai pertandingannya.
" Ia,,tuan,,sebentar lagi." Sahut sang supir. Tao terlihat gelisah,ini karena tadi ia sempat mndapat petuah dari appa dan umma sebelum pergi,yang mengingatkannya untuk tidak pulang sampai sore.
Tak berapa lama Tao sudah sampai di depan gerbang sekolahnya yang terlihat banyak siswa dari sekolahnya dan juga dari sekolah lawan yang berlalu-lalang,secepat mungkin Tao berlari kearah tempat pertandingan basket dimulai.
" Hufhhh,,,ayo Tao sedikit lagi…" ujar Tao pada dirinya sendiri saat dirasa nafasnya mulai kepayahan karena berlari terlalu cepat,sejenak ia berhenti mengatur nafasnya. Setelah melewati aula,Tao pun sampai di ruang pertandingan basket,segera ia membuka pintu masuk penonton,matanya langsung tertuju pada apa yang didepannya,kini ia berjalan santai menuju tempat para penonton duduk,diedarkannya pandanganya kekanan dan kekiri,beruntung saat ia menoleh kearah kiri,ia melihat sosok yang ia kenal.
" Se Hun" gumamnya,sejurus kemudian ia melangkahkan kakinya kearah namja yang ia gumamkan itu.
" Tao…!" Seru Se Hun saat melihat Tao sudah berdiri disampingnya dengan senyuman.
" Ia…" jawab Tao ramah,seraya duduk di bangku sebelah Se Hun yang kosong,Se Hun masih menatap Tao,dengan tatapan Tao,kau datang…?
" Wah,,Tao kau datang tepat waktu…" celatu Luhan setalh ia menyadari keberadaan Tao.
" Tepat…?" Tao terlihat bingung,mendengar ucapan Luhan yang duduk di samping Se Hun juga.
" Ne,,,kajja ikuti aku….kau juga Se Hun-ah…" ujar Luhan sembari berdiri.
Tao dan Se Hun saling menatap,bingung melihat tingkah Luhan.
" KRIS,,,,AYO BERJUANG,,,,KAMI MENDUKUNGMU,,,,,!" pekik Luhan menyaingi seruan support dan para penonton yang lain. Mengerti apa yang dimaksud namjanya Se Hunpun mengikutinya,ia lali berdiri dan ikut meneriakkan nama Kris,melihat couple yang serasi ini,membuat Tao juga ingin melakukannya.
" GEGE….AKU MENDUKUNGMU…!" ujar Tao tanpa ia sadari tindakannya itu membuat Luhan dan Se Hun tercengang,terutama namja lain yang ternyata mendengar seruan itu.
Kris yang tengah berlari,terlihat menghentikan langkahnya dan mencari suara itu,matanya langusung tertuju pada namja yang memakai kaos putih dengan tas gendong,sedang berteriak sambil menatap kearah Kris dengan kdua tangannya yang mengepal.
"Dia datang,,ya,,dia datang, untuk melihatku bertanding,,dan dia memanggilku GEGE..?….." seru Kris dalam hati.
" Eh,,kenapa kalian menatapku..?" Tanya Tao saat melihat HunHan tengah menatapnya.
" Apa kau sadar apa yang katakan tadi Tao,,,?" Tanya Luhan,dengan senyuman penuh arti.
" Eoh,,,? Memangnya tadi aku bilang apa Hyung..?" Tao balik bertanya membuat Luhan memiringkan kepalanya tanda ia bingung dengan jawaban Tao,tatapannya terlihat mengatakan Apa anak ini amnesia…?
" Aish,,sudah-sudah,,jangan dibahas lagi,,lihat itu Kris hyung melihat kearah kita….Hyung..!" Sehun menengahi kedua namja yang berdiri disamping kanannya yang sedang saling melempar tatapan aneh itu.
" Ya,,,Kris..! Kau harus menang,,,,! SEMANGAT…DIA DATANG…!" ujar Luhan seraya berteriak kearah Kris berada,yang ditanggapi Kris dengan senyuman dan memberikan jempol kearah hanya tersenyum sekilas saat melihat Kris juga tersenyum kepadanya,Sehun yang melihat Tao tersenyum membuat Sehun ikut tersenyum pada sahabatnya ini.
"Aku senang melihat senyummu Tao, pantas saja Kris hyung langsung tertarik padamu,,kau berkharismatik,,,kau akan menemukan manisnya cerita hidupmu,diantara pahitnya cerita hidupmu yang kau jalani." Sehun berucap dalam hati.
~~~ ( SKIP TIME ) ~~~
Prittttt..~~~~~!
Peluit tanda permainan berakhir telah ditiup oleh wasit,semua pendukung yang datang bersorak karena Tim dukungan mereka ada juga yang mengeluh dan nampak tak bersemangat karena Tim-nya kalah.
" Yeyyy! Kris,,,Jjang..!" Pekik Luhan seraya meninju udara.
" Iya,,Kris Hyung kau hebat..!" pekik namja imut siapa lagi kalau bukan Sehun,saat melihat Kris tengah member hormat pada para penonton yang datang. Berbeda dengan keduanya namja bermata sendu ini hanya tersenyum melihat Tim sekolahnya memenangkan pertandingan ini.
" Kau memang hebat Kris ge,,kau Hebat,,,,!Kau Ketua yang bertanggung jawab akan Tim-mu..Selamat atas kemenanganmu.." kata Tao dalam hati.
" Ah,,iya,,ayo kita keruangan Kris,,," ajak Luhan,yang diangguki oleh kedua namja yang ada disampingnya ini.
Luhan,Sehun dan Tao pun pergi meninggalkan area tempat pertandingan,mereka bertiga melangkahkan kaki menuju keruangan Kris,dengan dipimpin Luhan yang berjalan didepan,Sehun memilih berjalan disamping Tao,berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.
" Sehun-ah,,aku ingin ketoilet,,sebentar ne..?" ujar Tao,seraya menghentikan langkahnya.
" Baiklah,,,perlu kuantar..?" Sehun menawarkan diri untuk mengantar Tao mengingat Tao sepertinya masih belum terlalu hafal dengan tempat-tempat di sekolah barunya ini.
" Lalu Luhan Hyung…?" Tanya Tao saat melihat Luhan yang sudah agak jauh dari posisi mereka.
" Luhan hyung…!" pekik Sehun seketika,membuat Tao membulatkan matanya mendengar pekikan suara temannya ini.
" Wae…?kenapa kau berteriak…?" jawab Luhan yang kini membalikkan badannya kearah Sehun dan Tao.
" Aku dan Tao akan ketoilet dulu ne,,,!"
" Arra,,,jangan lama-lama.." sahut Luhan lagi setelah itu ia kembali membalikkan badan dan melanjutkan jalannya.
" Ayo Tao,,," ajak Sehun ,Tao hanya menjawabnya dengan senyuman dan mulai menggandenga tangan Sehun.
Setibanya ditoilet Tao langsung buru-buru masuk kedalam,Sehun yang hanya mengantarnya kini berdiri diluar toilet.
" Dia sangat polos sekali,,," Sehun tersenyum mendapati tingkah temannya yang seperti anak kecil itu,terlalu polos untuk seusianya.
"Arkhhhh…appo…"lirih namja yang kini berdiri didepan wastafel untuk mencuci tangan yang juga terdapat cermin diatasnya yang tersedia di toilet itu,seraya memegang dada sebelah kirinya.
" Aku mohon jangan sekarang….hiks-hiks,,aku mohon Tuhan,,aku mohon,,,hiks-hiks.." ujar namja itu yang tak lain adalah Tao,seraya memegang pinggiran wastafel untuk menahan tubuhnya agar tidak limbung. Keringat dingin mulai membasahi dahinya,Tao menatap pantulan dirinya yang ada dicermin,wajahnya terlihat pucat.
" Tao.,,apa kau sudah selesai..?" seru Sehun dari luar.
" Ne,,,sebentar lagi,,Sehun-ah,,aku sedang cuci tangan…" jawab Tao dengan sekuat tenaga menyembunyikan rasa sakitnya,mengingat Sehun yang mudah menangis membuat Tao untuk tidak memberitahukan keadaannya ini.
Tao menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan dan ia lakukan berulang-ulang hingga dirasa,rasa sakit itu sedikit menghilang,diusapnya jejak airmatanya dengan punggung tangannya,dan mulai melangkah keluar toilet.
" Aku sudah selesai…!" seru Tao dengan wajah ceria pada Sehun.
" Ayo jalan mereka sudah menunggu di aula…"ujar Sehun,yang sejurus kemudian keduannya mulai melangkah menuju tempat yang dimaksud.
" Kalian lama sekali…."protes Luhan saat melihat Sehun dan Tao mulai mendekat kearahnya.
" Mianhe,,,," jawab Tao,seraya membungkukan tubuhnya.
" Hyung,,jarak dari toilet ke aula itu jauh hyung,,," bela Sehun,yang mulai menunjukan aura kesal.
"Arra,,,chagi,,ayo chagi,,kau haus…?" Luhan terlihat ketakutan saat melihat Sehun yang mulai cuek hanya diam saja.
" Sudah Sehun-ah jangan marah,,,acara kita selanjutnya kemana..?" Ujar Kris.
" Ke Lotte world saja Hyung…" jawab Sehun dengan senangnya.
" Baiklah,," jawab Kris.
Melihat Tao terdiam saja membuat Sehun langsung menggandeng tangannya.
" Hyung,,aku jalan dengan Tao,,ya,," ujarnya pada Luhan yang kini sudah menggandeng tangan Tao,Luhan melihatnya hanya mengangguk,diikuti Kris yang tersenyum melihat kedekatan sahabat itu.
Keempatnya pun kin menuju Everland dengan mobil Kris,Luhan duduk di depan menemani Kris,sedangkan Sehun dan Tao duduk di jok belakang.
" Tao,,kau tidak apa-apa..?" Tanya Sehun sedikit berbisik pada Tao yang sedang sibuk dengan Gadget putih ditangannya.
" Ne,,Sehun-ah,,aku tidak apa-apa,,memangnya ada apa..?"
" Semalam aku menelfonmu,tapi hyungmu yang mengangkatnya,hyungmu bilang kau sudah tidur,penyakitmu kambuh…?" Tanya Sehun lagi.
" Aniya,,,aku tidak apa-apa sehun-ah,,kau lihatkan aku tidak apa-apa,lagipula appa,umma dan gege mengizinkan aku pergi hari ini." Jawab Tao yang tak kalah lirihnya.
" hei..kalian berdua sedang bisik-bisik apa…?" seru Luhan saat ia menoleh kearah mereka berdua yang sedang asik berbicara dengan saling berdekatan.
" Ah,,tidak,,kami hanya sedang merencanakan mau naik permainan apa disana nanti." Jawab itu Luhan hanya tersenyum,begitu pula dengan Kris.
Tepat jam satu siang mereka sampai di tempat tujuan,keempatnya langsung menuju kewahana yang ingin mereka coba,Sehun dan Luhan yang terlihat sangat senang berada di taman bermain ini.
" Oke,,kita berpisah ya,,,aku ingin dengan Sehunku…" ujar Luhan saat mereka sudah masuk ke Lotte world,pada Kris dan Tao yang memang sedang berdiri berjejer.
" Hyung,,kenapa kita tidak bersama-sama saja..?" Tanya Sehun yang kini dipaksa Luhan untuk berjalan.
" Aish,,,chagi,,,,aku ingin berduaan saja denganmu,,ayo…" Ujar Luhan yang sejurus kemudian mengedipkan matanya kearah Kris,yang ditanggapi dengan tampang Kris cengo.
"Aihhh,,,kenapa mereka pergi berdua,,apa yang harus kulakukan…?dengan Tao…? Dia diam saja…aishhh…" gerutu Kris dalam hatinya.
" Ehem…" Tao berdehem saat dilihatnya Kris hanya diam saja.
" Eh,,iya,,,Tao kau mau naik bianglala atau komedi putar…?" Tanya Kris sedikit gugup.
" Emm,,,aku ingin naik bianglala." Ujar Tao seraya berjalan meninggalkan Kris yang sepertinya sedang bergelut dengan perasaannya.
Keduanyapun berjalan kearah bianglala berada,meski mereka berjalan dengan jarak yang cukup jauh namun rona bahagia yang terpancar diwajah Kris tak bisa mengalihkan perasaannya yan sedang bahagia saat ini.
Tbc lagi…..=_=#readers mual.
Mianhe,,,author down sangat …o semangat author luntur#dikira baju.
Lihat RCL di ff yang sebelumnya bikin author sedih sedikit karena gak sesuai keinginan author,,tapi it,s okelah,,mungkin belum nerima YAOI ya….author maklumi.#curhatblak-blakan.^^v.
Sekian cuap-cuap dari author,,,kamsahamnida yang sudah menge-Like dan meng-Komentari ff author.^^v.
