Annyeonghaseyo readers tersayang,author kembali lagi dengan part selanjutnya,mianhe,,,,jeongmal mianhe updatenya lama,author dilanda rasa malas kekekekekey,,^^v tapi ini udah tidak kok memberdeul ^^.Author bakalan lanjutin ni ff sampai finish,,^^.

So Don't Like, Don't Read,,,,arraso..?#bow.

And Don't Be Silent Readers,,,ne…? harap bisa dimengerti.#bow again

Author : Anonymous

Tittle : Only Time

Main Cast : Wu Fan a.k.a Kris

Huang Zi Tao a.k.a Tao

Other Cast: Zhoumi a.k.a Zhoumi as Tao Brother

Oh Se Hun a.k.a Se Hun

Lu Han a.k.a Lu Han #They are Couple HunHan.

(Cast lainnya dapat dilihat didalam ffnya).

Rate : G

Length : Berseri…T_T#mianhe kalau mungkin kepanjangan.

Genre : YAOI / ROMANCE /OOC / Angst / /

Disclaimer : This is mine,cast-nya milik bersama#plakkdikroyokummanya. ff ini murni punya author. Don't Copas…^v^

Happy Reading…. :)

Note : Special Author Pov ,Special Flashback…Dan kalimat yang bercetak miring itu adalah kata dalam hati.

Langsung sajolah kita baca kelanjutan ffnya…^^

Preview di part sebelumnya ^^

" Emm,,,aku ingin naik bianglala." Ujar Tao seraya berjalan meninggalkan Kris yang sepertinya sedang bergelut dengan perasaannya.

Keduanyapun berjalan kearah bianglala berada,meski mereka berjalan dengan jarak yang cukup jauh namun rona bahagia yang terpancar diwajah Kris tak bisa mengalihkan perasaannya yang sedang bahagia saat ini.

Part 4 ~~~ Part 4 ~~~ Part 4 ~~~Happy Reading…^^

" Omo,,,ini sangat tinggi….dan pemandangannya sangat bagus." Puji namja bermata kelam itu saat melihat kearah luar dari jendela yang ada senyuman manis dan terlihat polos yang bisa membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona , seperti namja yang sedari tadi memandang yang duduk di hadapannya.

"God,,,senyumannya sangat manis,menenangkan,dan tatapannya yang polos ditambah keluguannya mengatakan apa yang sedang ia rasakan sungguh membuatku sesak nafas.." Kris memuji Tao dalam hati.

" Kau baik-baik saja…?" seruan Tao sukses membuat Kris tersadar dari lamuanan sesaatnya,membuatnya sedikit terlonjak dan kikuk saat Tao kini tengah menatapnya.

" Eh,,iya,,,aku baik-baik saja,,Tao." Jawab Kris dengan gugup.

" Tapi kenapa pipimu memerah….? Kau yakin baik-baik saja…" Tanya Tao lagi yang kini semakin menatap Kris lebih dekat,membuat Kris menahan nafasnya sejenak,untuk menetralkan suasana hatinya yang tak karuan rasanya ini.

" Eh,,,ne,,,sungguh aku baik-baik saja,,,eh lihat langitnya sangat cerah." Kris mengalihkan pandangannya keluar jendela,berusaha menyembunyikan semburat merah dipipinya dari pandangan Tao yang terdiam menatap bingung kearahnya.

" Kenapa pipinya memerah…tampan,,,eh kenapa aku tiba-tiba memujinya,,,aish,,," Batin Tao merutuk diri sendiri yan gtanpa ia sadari ia mulai mengagumi namja yang ada didepannya ini.

Tao menatap langit yang memang benar kata Kris,langit hari ini sangat cerah,Tao tersenyum lembut kearah langit,tak menyadari jika namja disampingnya setia menatap paras manisnya,menurut Kris.

" Tao,,apa kau senang..?" Tanya Kris yang terkesan tiba-tiba,membuat Tao menatap canggung kearah Kris,yang seolah apa yang dia katakan adalah apa yang sedang ia pikirkan saat itu juga.

" Tentu,,apa ada yang salah…?" Tao berbalik tanya pada Kris.

" Tidak,,," Kris menjawabnya dengan cengiran hambar yang terkesan menutupi apa yang sedang ia rasakan.

" Kau aneh…" celatu Tao seraya menatap keluar jendela kembali,membiarkan Kris menatapnya tajam.

" Apa kau bilang…? Aku aneh,,,? Hei aku seniormu,,,kau berani mengatakan itu…?" Kris berpura-pura menunjukan ekspresi marahnya , namun dengan santai Tao melirik kearah Kris seraya tersenyum manis yang terlihat di sudut bibir tipisnya.

" Kakak senior kau aneh,,," Tao mengulangi perkataannya namun ia sedikit menekan intonasinya di awal kalimatnya. Kris mendengar itu tertawa kecil.

"Anak ini sungguh menggemaskan…" dalam hati Kris berucap.

Setelah dua kali putaran,tiba saatnya Tao dan Kris turun. Kris membiarkan Tao turun terlebih dahulu,tak disangka saat Tao akan melangkahkan kakinya tiba-tiba , tak tahu kenapa Tao sedikit terhuyung,dan dengan sigap Kris menahan pinggang Tao agar ia tak limbung kedepan.

" Tao,,gwenchanayo….?" Tanya Kris saat Tao sudah berhasil ia selamatkan,betapa tekejutnya Kris saat melihat darah mengalir dihidung Tao yang menoleh kearahnya.

" Tao kau mimisan…!" seru Kris , membuat Tao langsung meraba hidunganya dan dia sendiripun terkejut saat ditangannya kini terdapat bercak darah. Dengan sigap Kris menggandeng Tao dan memapahnya keluar area wahana.

" Kau tunggu sebentar aku carikan kompres untukmu…" nampak jelas wajah Kris yang berubah panic saat melihat Tao terdiam dengan tangan yang setia menutup hidungnya,Kris mendudukkan Tao di gazebo yang kebetulan ada yang kosong.

" Kenapa harus sekarang…." Gerutu Tao seraya mencari-cari sesuatu ditasnya dengan tangannya yang tidak ia gunakan untuk menutup hidungnya,tak lama ia mengeluarkan selembar sapu tangan berwarna putih dan segera ia gunakan untuk menutup hidungnya yang belum juga berhenti mengeluarkan darah.

Tap-tap-tap

Derap langkah yang terdengar tergesa terdengar ditelinga Tao yang saat ini sedang mendongakkan kepalanya.

" Tao…..pakai ini…" Kris menyodorkan alat kompres dan segera saja ia tempelkan di dahi Tao,Karena respon Tao yang malahan terdiam melihat Kris datang dengan alat kompres dan juga tisu basah ditangannya.

" Gomawo…" jawab Tao yang kini menempelkan kompresan itu didahinya.

" Kau sakit…..?" Tanya Kris dengan nada cemas. Tao menggelengkan kepalanya.

" Apa kita kerumah sakit saja…?" Tanya Kris lagi yang kini sudah duduk disamping Tao.

" Aku tidak apa-apa,,mimisannya sudah berhenti." Jawab Tao sembari meletakkan kompresannya disisinya yang lain dan mulai membersihkan noda darah dihidungnya. Melihat itu membuat Kris tergugah untuk membantunya,diambilnya tisu basah yang ia bawa,perlahan ia arahkan wajah Tao untuk menghadap kearahnya yang tidak ada penolakan dari –lagi Tao dikejutkan dengan sikap Kris yang mendadak,dengan lembut dan telaten Kris membersihkan noda darah di sekitar hidung bangir namja manis ini,setelah dilihat sudah bersih Kris beralih membersihkan tangan Tao,ia ambil sapu tangan yang sudah ternoda darah itu dan mulai membesihkan tangan Tao yang juga kotor terkena noda darah. Tanpa penolakan Tao membiarkan Kris membersihkan semua noda,Tao menatap kearah Kris yang mencari sebuah ketidak tulusan yang sedang ia lakukan ini,namun Tao kesulitan menemukan itu,dengan sendu Tao menatap kearah Kris yang niat sekali memberikan perhatiannya pada seorang Tao yang notabene-nya hanya juniornya dan baru beberapa kali bertemu dan baru pertama kali ini mereka bertatap muka sedekat ini.

" Cukup ,,aku bisa bersihkan sendiri.." seru Tao saat ia merasakan keanehan di hatinya dan debaran dijantungnya yang berdegup lebih cepat saat terpa'an nafas Kris yang menerpa wajahnya,bisa dibayangkan betapa dekat Kris dengannya.

" Kau pucat sekali…" Kris menghentikan kegiatannya,namun tangannya seolah tak mau berhenti untuk menyentuh namja manis ini,dengan lembut Kris mengusap pipi tirus Tao,jemari panjangnya menjelajah dipipi Tao,membuat Tao lagi-lagi terkesiap dengan tingkah seniornya ini.

" Tidak,, ini salah,,apa yang dia lakukan,,ini tidak boleh terjadi,, aku tidak boleh jatuh cinta,,ya,,,aku tidak boleh jatuh cinta…"Ujar Tao dalam hati, saat ia kembali merasakan kejanggalan di hatinya yang tiba-tiba merasa nyaman saat menerima perlakuan lembut Kris, terlebih Kris melakukannya terlihat begitu tulus dan tersirat kekhawatiran di wajahnya.

" Aku baik-baik saja,tidak ada yang perlu dikhawatirkan…" tegas Tao yang segera memalingkan wajahnya , menyembunyikan semburat merah yang tidak bisa ditahannya.

" Aku percaya padamu." Ujar Kris dengan suara halus,membuat Tao tertegun sebegitu mudahnya ia mendengar ungkapan kepercayaan yang keluar dari mulut Kris,yang belum mengenalnya lebih jauh. Mendengar itu Tao sedikit merasa bersalah,karena ia berbohong pada Kris.

" Kita tunggu Luhan dan Sehun disini,,setelah itu kita pulang…" tukas Kris yang ternyata ia sudah menghubungi Luhan dan Sehun,saat Tao sedang sibuk menenangkan gejolak dihatinya.

Tidak ada pembicaraan diantara keduanya,Tao sibuk dengan pikirannya , begitu juga dengan Kris yang terlihat diam entah apa yang sedang pikirkan namun yang pasti tidak jauh dari kejadian baru saja.

" Apa dia benar-benar baik-baik saja…? Dia mimisan begitu banyak,,wajahnya pun berubah pucat,,,,kenapa aku merasakan merasa sangat khawatir…? Semoga apa yang ia katakan jika ia baik-baik saja itu benar." Kris hanya bisa membatin rasa kekhawatirannya.

Kris yang duduk di samping kanan Tao, sedikit mencuri pandang pada Tao yang terlihat terdiam dengan kepala tertunduk membuat Kris bisa dengan jelas melihat lekuk wajah Tao yang Kris akui , bahwa Tao sungguh manis.

" Taooo….!" Pekik namja yang kini terlihat berlari kecil mendekat kearah Tao dan Kris. Siapa lagi kalau bukan Sehun yang diikuti Luhan dibelakangnya.

" Sehunnie…." Sahut Tao yang segera memperlihatkan senyum manis, berbeda dari beberapa saat yang lalu, yang terlihat terdiam. Kris melihat Tao yang tiba-tiba tersenyum manis itu sedikit menyingkirkan rasa khawatirnya yang sedari tadi mengganggu otaknya.

" Tao,,, kau mimisan…?" tanya Sehun sembari memeluk Tao yang masih pada posisinya. Membuat Luhan memutar bola matanya melihat tingkah Sehun yang sangat peduli pada sahabatnya ini, begitu juga dengan Kris, ia terlihat menatap tajam pada Sehun dan menghela nafasnya.

" Ne,, tapi sekarang sudah berhenti,,tidak usah cemas…" ujar Tao seraya mengusap rambut Sehun, tak mempedulikan tatapan dari Luhan dan Kris.

" Kita pulang saja, ne…Kris gege ayo kita pulang…" ujar Sehun sembari tetap menggenggam tangan Tao, tentu saja akan seperti itu karna Sehun-lah yang tahu penyebab Tao mimisan.

" Ne,, kajja…" Kris menyetujuinya, dan kemudian mulai berdiri dari duduknya.

" Luhan Hyung kemari,,, kau berjalan disamping Tao juga,,,," Pinta Sehun yang sudah berdiri disamping Tao namun disisi yang lain. Luhan menyetujuinya dan kini mereka bertiga berjalan sejajar membiarkan Kris berjalan sendiri didepan.

" Sepertinya ada yang Sehun ketahui tentang Tao,,,nanti kutanyakan saja…" lirih Kris.

Kini keempatnya sudah berada diparkiran mobil, Kris mulai mendekati mobilnya diikuti Luhan, Tao , dan Sehun yang terdengar ada pembicaraan yang asik, membuat Kris mendengus kesal karena merasa diabaikan. Namun saat Kris hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba ada yang menghentikannya.

" Arrkhhhh…" Kris mengerang pelan dan reflek mengigit bibir bawahnya, terlihat menahan sakit di bagian yang ia pegang sekarang. Perut sebelah kirinya.

" Kris,,, gwenchana…?" Luhan segera menghambur kearah Kris yang terlihat tak bergerak.

" Kris hyung kau kenapa…?" tanya Sehun, Tao yang juga melihat itu tak melontarkan pertanyaan hanya memandang Kris yang terlihat menahan sakit dibagian terlihat terkejut melihat keadaan Kris yang sepertinya sedang tidak baik.

" Dia kenapa,,, dia sakit…? ,,, apa dia baik-baik saja…" batin Tao.

" Aku tidak apa-apa…Hanya sedikit kram,," jawab Kris dengan senyuman yang terlihat meyakinkan.

" Baiklah, biar aku yang mengemudi kau duduk dibelakang saja dengan Tao,,,," ujar Luhan, Kris hanya mengangguk karna sebenarnya ia merasa tidak baik.

Tak ada pembicaraan di kursi belakang, hanya terdengar Luhan dan Sehun yang sedikit berargument , mereka berdua membiarkan Tao dan Kris yang kini duduk di kursi belakang untuk beristirahat.

" benarkah ia baik-baik saja,,, sepertinya ada yang ia sembunyikan, terlihat dari caranya mengatakan jika dia baik-baik saja,,,,ya aku melihat ada kebohongan dari matanya….." Kris yang duduk di samping kanan, berargument didalam hati dengan menatap keluar jendela. Beruntung sakit diperutnya sudah tidak lagi ia rasakan.

" Tuhan,,, apa dia benar-benar baik saja,,?kenapa aku merasa dia sedang menyembunyikan rasa sakitnya,,, oh God,, ada apa denganku ,, kenapa aku mencemaskannya,,, aku tidak boleh membiarkan perasaan ini menguasaiku,,,,,, aku tidak mau terlalu mengkhayal ia juga akan merasakan sepertiku…" sama halnya dengan Kris kini Tao juga masih beradu dengan hatinya, meski terlihat tidak peduli karena menatap keluar jendela sama dengan apa yang Kris lakukan.

" Tao,,, dimana alamat rumahmu…?" tanya Luhan yang membuyarkan Tao dari konsentrasinya menatap keluar jendela, begitu juga dengan Kris yang terlihat menatap Tao.

" Em,,, nanti aku turun di rumah Sehun saja…." Jawab Tao, yang mendapat tatapan bingung dari Kris, yang tak ia hiraukan.

" Eh,,,ada apa Tao…?" Sehun sedikit memutar badannya untuk menghadap ke belakang.

" Em,,, aku mau pinjam buku pelajaran,,," jawab Tao dengan senyuman, sungguh anak ini suka sekali tersenyum tidak tahukah ia jika senyumnya menarik perhatian namja yang duduk disampingnya….?

" Oh,,, baiklah…" tukas Luhan.

Tak berapa lama mereka sudah sampai di halaman rumah Sehun. Keempat namja itupun keluar dari mobil bersamaan.

" Omo,, Kris hyung,,, kau pucat sekali…." Seru Sehun saat melihat Kris yang terdiam, Tao ada disamping Sehun juga melihat itu, namun ia memilih diam, ia tidak mau bertanya ataupun berkomentar.

" Gwenchana Sehun-ah…" ujar Kris dengan senyum. Omo,,,Kris tidak ada bedanya dengan Tao yang suka sekali menebar senyum manis.

" Chagi,,, istirahatlah,,, dan kau juga Tao,,,," seru Luhan sembari memeluk Sehun. Tao menjawabnya dengan anggukan, Kris yang melihat Tao mengangguk tersenyum tipis, lagi-lagi ia melihat sisi polos dari namja bermata indah ini.

" Ya sudah,,,kami pulang dulu ya,,,bye…" ujar Luhan yang mulai kembali masuk kedalam mobil dikuti Kris yang juga tersenyum kearah Tao dan Sehun,sebelum akhirnya masuk kedalam mobilnya.

Tao dan Sehun menatap mobil hitam itu mulai berjalan, setelah sudah mulai menghilang dari pandangan mereka, Sehun mengajak Tao untuk masuk kerumahnya. Tao memperhatikan sekeliling rumah Sehun, nyaman itulah kesan Tao terhadap rumah Sehun, Sehun mempersilahkan Tao duduk di sofa sementara ia terlihat berjalan kearah dapur. Tao juga terlihat sedang sibuk dengan gadget putihnya,terlihat ia tengah menekan-nekan layar touchscreen itu dengan lincah.

" Tao,,, kau mau pinjam buku apa…?" tanya Sehun sembari meletakan minuman yang ia bawa di atas meja.

" Ah,,,anio,,," jawab Tao. Sehun menatap Tao aneh.

" Lalu…?" tanya Sehun lagi, kini ia memperhatikan raut wajah Tao yang berubah sendu, ada apa lagi ini…?

" Aku cuma tidak ingin diantar sampai kerumah saja,,,maka dari itu aku turun di rumahmu….Aku sudah mengirim pesan pada Zhoumi Gege untuk menjemputku dirumahmu,,"

" Apa ini ada hubungannya dengan penyakitmu…?" Sehun mulai mendekat kearah Tao yang kini nampak tertunduk.

" Cukup kau dan keluargaku saja yang tahu Sehunnie,, cukup kau dan keluargaku saja yang mengasihaniku,,,aku tidak ingin menjadi beban untuk orang lain lagi…" ujar Tao dengan kepala tertunduk. Sehun yang mengerti maksud Tao, yaitu Tao tidak ingin ada yang mengunjungi rumahnya, terlebih melihat Tao yang mungkin saja masih dalam keadaan tidak baik . Dan Tao tidak ingin hal itu terjadi, dia tidak ingin di-iba-i oleh mereka yang tahu tentang penyakitnya.

" Ne,,baiklah terserah kau saja,,asalkan itu membuatmu nyaman,,," tukas Sehun dengan senyuman.

" Sehun-ah,, tolong jangan katakan tentang kejadian ditaman tadi pada Zhoumi gege…oke…" pinta Tao dengan ekpresi layaknya anak kecil yang sedang ketakutan karena kesalahan.

" Ne,, jangan khawatir,,,aku sudah tahu kau pasti akan berkata seperti itu…" Sehun mengacak rambut Tao, karena ia kini keduanya sudah duduk bersebelahan di satu sofa yang lebih besar.

" Oya,,, Sehun-ah,, rumahmu sepi sekali dimana orang tuamu…?"

" Mereka sibuk Tao-ah,,, aku hanya bertemu mereka saat malam mau tidur dan pagi saat sarapan,,," ujar Sehun dengar raut wajah sedih.

" Tidak usah bersedih,,,mereka bekerja juga untukmu,,,," ujar Tao, yang diangguki oleh Sehun.

Ting-Tong…..

Terdengar bunyi bel rumah milik Sehun yang sepertinya ada tamu diluar sana. Mendengar itu Sehun langung berlari kecil kearah pintu setelah sebelumnya meminta Tao untuk tetap duduk di sofa.

" Sehunnie…" seru namja tinggi yang berdiri di depan pintu rumah Sehun ketika pintu terbuka.

" Zhoumi hyung,, kajja masuklah,, Tao ada didalam…" Sehun mempersilahkan Zhoumi masuk, diikuti Sehun yang dibelakangnya.

" Gege…." Seru Tao saat melihat Zhoumi tengah berjalan kearahnya.

" Adikku…." Tukas Zhoumi dengan nada lembut, terlihat keakraban dikeduanya saat Zhoumi yang tiba-tiba memeluk Tao.

" Zhoumi hyung,,mau ku buatkan minum…?" tanya Sehun.

" Ah,,tidak usah repot-repot Sehun-ah,,, Hyung harus segera mambawa Tao kesuatu tempat…..". ujar Zhoumi disertai senyuman.

" Eoh,,kemana itu..?" tanya Sehun .

" Aku tahu,,,dimana tempat itu…" ujar Tao dengan kepala tertunduk, Sehun yang melihat perubahan wajah Tao , langsung mengerti maksud yang diucapkan Zhoumi, dan mengingat perkataan Zhoumi semalam di telfon.

" Oya,,, Sehunni,,gomawo sudah menjaga Tao,, kami pergi dulu ne…" ujar Zhoumi , seraya menggandeng lengan Tao menuju pintu.

" Ne , hyung.". jawab Sehun seraya mengantar keduanya kea rah pintu.

" Sehun-ah,,aku pulang dulu ne,,sampai ketemu besok..". kata Tao dengan senyuman, sesaat sebelum masuk kedalam mobil yang didalamnya sudah ada Zhoumi yang sudah siap menyetir.

" Ne,," jawab Sehun seraya melambaikan tangannya dan menatap mobil biru shapire milik Zhoumi yang sudah melaju.

Kris dan Luhan nampak turun dari mobil, Luhan membantu Kris berjalan, karena di perjalanan mereka pulang Kris kembali merasakan sakit di perutnya, namun saat Luhan menawarkan untuk memeriksakannya ke dokter Kris dengan cepat menolaknya dengan alasan takut dengan jarum suntik, yang saat itu juga Luhan menatap aneh kearah namja jangkung itu.

" Kris,,sebaiknya kau katakan pada umma mu kalau kau sakit.". pinta Luhan yang kini melingkarkan tangannya di pinggang Kris, dan tangan kanan Kris yang kini melingkar dipundak Luhan.

" Ah,,, tidak usah,, aku tidak apa-apa…Luhan. Aku tidak ingin umma khawatir". jawab Kris yang kini melepaskan tangannya yang melingkar dipundak Luhan saat keduanya sudah berdiri didepan pintu . Begitu juga dengan Luhan yang kini nampak sudah tidak memapah Kris.

" Umma,,,Kris pulang….." seru Kris.

Kreekkkkkk….!

" Sayang, anak umma sudah pulang, ah ada Luhan juga, ayo masuk…?" ajak umma Kris sesaat setelah membukan pintu dan mendapati dua namja di depan pintu rumahnya,yang tak lain adalah anaknya dan Luhan.

" Kebetulan Luhan ada disini,,,ada pesan dari orang tuamu, mereka bilang malam ini mereka pulang larut, ,, mereka ingin kau disini,,sampai mereka pulang." Ujar umma Kris.

" Ne,,ahjumma,, gomawo,,," jawab Luhan dengan senyuman.

" Baiklah,,,sebaiknya kalian istirahat dulu,, ahjumma akan memasakkan makan malam untuk kita bertiga". Kata Umma Kris, yang diangguki keduanya sejurus kemudian keduanya melangkah menuju lantai dua dari rumah ini, menuju kamar Kris.

" Hufffhhhh,,, aku lelah…." Ujar Kris sembari membaringkan dirinya ke tempat tidur.

" Kau istirahat saja dulu,, aku mau mandi,,, pinjami aku bajumu,,,,oke.." ujar Luhan, yang diangguki oleh Kris.

"Apa ia baik-baik saja…? Melihatnya mimisan seperti itu,,,membuatku khawatir,,,," batin Kris.

TBC…

Ya,,,,,,sayah tahu ini sangat pendek,,tapi sayah ingin mempublishkannya,,,maafkan sayah,,,#kabuuuurrrrrr….