Annyeonghaseyo readers tersayang,author kembali lagi dengan part selanjutnya,mianhe,,,,jeongmal mianhe updatenya lama,author dilanda rasa malas yang berkepanjangan karena sesuatu yang sangat mempengaruhinya..#alahbahasaagua=_=kekekekekey,,^^v tapi ini udah tidak kok memberdeul ^^.Author bakalan lanjutin ni ff sampai finish,,^^.

So Don't Like, Don't Read,,,,arraso..?#bow.

And Don't Be Silent Readers,,,ne…? harap bisa dimengerti.#bow again

Author : P_Nca

Tittle : Only Time / part 6

Main Cast : Wu Fan a.k.a Kris

Huang Zi Tao a.k.a Tao

Other Cast: Zhoumi a.k.a Zhoumi as Tao Brother

Oh Se Hun a.k.a Se Hun

Lu Han a.k.a Lu Han #They are Couple HunHan.

(Cast lainnya dapat dilihat didalam ffnya).

Rate : G

Length : Berseri…T_T#mianhe kalau mungkin kepanjangan.

Genre : YAOI / ROMANCE /OOC / Angst / /

Disclaimer : This is mine,cast-nya milik bersama#plakkdikroyokummanya. ff ini murni punya author. Don't Copas…^v^

Happy Reading…. :)

Note : Special Author Pov ,Special Flashback…Dan kalimat yang bercetak miring itu adalah kata dalam hati.

Langsung sajolah kita baca kelanjutan ffnya…^^

Preview di part sebelumnya ^^

" Hufffhhhh,,, aku lelah…." Ujar Kris sembari membaringkan dirinya ke tempat tidur.

" Kau istirahat saja dulu,, aku mau mandi,,, pinjami aku bajumu,,,,oke.." ujar Luhan, yang diangguki oleh Kris.

"Apa ia baik-baik saja…? Melihatnya mimisan seperti itu,,,membuatku khawatir,,,," batin Kris.

Part 5~~part 5 ~~

Putih.

Itulah warna yang mendominasi ruangan yang tak begitu lebar ini, ruangan yang bisa disebut sebuah kamar,terdapat satu tempat tidur yang tak begitu besar, cukup untuk seorang, dan nakas kecil disamping kirinya, serta sebuah tiang yang disana tergantung sebuah botol yang terbalik,apa itu..?

" Umma,,,sakittt…." Terdengar rintihan dari sosok namja berambut hitam yang terbaring di tempat tidur itu, dan terlihat menggeliat gelisah dengan keringat disekitar dahi hingga lehernya.

" Sebentar lagi Tao.." jawab yeoja paruh baya yang duduk disamping namja yang terlihat sangat lemah itu,dengan menggenggam erat tangan namja yang tidak mendapat tusukan jarum seperti tangan kanannya.

Tao.

Namja ini adalah Tao, ia dibawa ke rumah sakit oleh Zhoumi yang menjemputnya dari rumah Sehun, meski Tao sudah merayu gege-nya itu dengan jurus andalannya agar tidak membawanya ketempat ini. Namun Zhoumi sudah mendapat pesan dari orang tua mereka untuk segera membawa Tao kerumah sakit, membuatnya harus membawa Tao kerumah sakit, lagi pula ini demi kebaikan Tao juga bukan, meski dalam hati ia miris melihat Tao yang selalu merintih kesakitan saat menjalani pengobatan yang Zhoumi yakin pasti sangat menyakitkan itu, namun disisi lain ia juga tidak ingin kehilangan adik satu-satunya ini.

" Umma,, jeb—bal… ini sakiitt sekali." Tao merengek lagi, membuat sang umma hanya bisa menunduk menjawab rengekan anak bungsunya ini. Dengan sayangnya Sang Umma perlahan mengusap peluh yang membasahi dahi dan leher Tao, Appa dan Zhoumi hanya bisa menatap miris Tao yang bergerak resah dengan alat bantu bernafas yang setia menempel dihidung bangirnya dari luar ruangan melalui kaca di pintu kamar VIP ini. Hanya sang umma yang di perbolehkan menemani Tao, dengan Dokter.

1 jam berlalu~~~~~

" Tuan dan Nyonya Huang,,, bisa kita bicara diruangan saya..?" tanya Dokter yang baru saja selesai melepaskan jarum yang sedari tadi membuat Tao merintih dan menggeliat kesakitan hingga membuatnya kehilangan kesadaran.

Appa dan Zhoumi sudah berada di dalam ruangan setelah Tao selesai diterapi.

" Ne Dokter." Jawab Appa Tao.

" Zhoumi,temani Tao ya… kami keruangan Dokter dulu." Pinta Umma Tao yang diangguki oleh Zhoumi yang sudah duduk disamping tempat tidur Tao.

" Iya umma."

Zhoumi menatap kedua orang tuanya pergi meninggalkan ruangan itu, meninggalkan dirinya dan Tao yang masih belum sadarkan diri. Zhoumi mengusap pelan dahi Tao yang masih terdapat sedikit keringat disana dengan tisu.

" Kau harus kuat, panda. Kau harus terus berjuang melawan sakitmu, gege tahu Tao bisa melakukan itu, Gege janji jika Tao sembuh nanti,jika Tao sudah tidak lagi menjalani pengobatan yang menyakitkan ini, dan Tao dikatakan menjadi survivor dari penyakit ini, Gege janji akan menuruti apa saja yang Tao minta,,Gege tidak akan membuatkan bubur lagi untuk Tao, Gege tidak akan memaksa Tao untuk memakan bubur lagi,,dui bu qi Tao-ie." Ujar Zhoumi yang ternyata sudah menetesakan airmata, Zhoumi menatap miris sang adik yang tergelatak tak berdaya di tempat tidur .

(Now,Appa and Umma Tao)

" Jadi apa yang terjadi pada Tao, dokter..?" tanya Appa Tao yang duduk disamping Umma Tao yang kini terlihat sedikit sendu.

" Sebelumnya saya ingin meminta maaf pada Tuan dan Nyonya Huang, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata sel kanker di dalam tubuh anak anda, sangat cepat berkembang, hingga apa yang saya khawatirkanpun terjadi, sel kanker yang ada pada darah Tao, sudah menyebar ke seluruh tubuhnya dengan kata lain kecil harapannya untuk sembuh."

" Apa pengobatan itu tidak berfungsi Dok..? jadi pengobatan yang menyakitkan itu tidak ada gunanya…?" ujar Umma Tao yang terlihat tidak terima dengan penjelasana Dokter yang seolah menjelaskan jika keadaan Tao sekarang adalah sekarat.

" Sayang tenangkan dirimu…" pinta suaminya yang terlihat mengusap pelan bahu sang istri yang terlihat gemetar.

" Tentu saja pengobatan itu berpengaruh pada Tao, nyonya Huang,, buktinya adalah Tao bisa menjalani tahun keduanya dengan penyakit itu,,pengobatan itu bukan untuk menyembuhkan hanya untuk memperlambat pertumbuhan sel penyakit itu saja."

" Lalu apa yang harus kita lakukan…? Apa kita akan diam saja melihatnya sekarat begitu..?" tanya umma Tao dengan tangisan yang terdengar sangat memilukan.

" Operasi sum-sum tulang belakang, tapi selama masa pra-operasi Tao tetap harus di menjalani pengobatan ini, dan mungkin efek samping dari pengobatan itu akan mulai dirasakan oleh Tao ." Ujar Dokter bertag name CHOI itu.

Mendengar ucapan sang Dokter, membuat orang tua Tao saling berpandangan dan terlihat diraut wajah mereka jika mereka tengah dilanda gelisah.

Setuju atau Tidak….?

(Now,Zhoumi and Tao)

Krekkkkk~~~

Terdengar pintu ruangan Tao perlahan terbuka, memperlihatkan orang tua Tao yang baru saja selesai bicara di ruang dokter tadi.

" Tao belum bangun…?" tanya Umma Tao pada Zhoumi yang terlihat sedang membaca buku didalam hati, duduk disamping tempat tidur Tao yang disana terdapat Tao yang masih memejamkan matanya.

" Belum.." jawab Zhoumi yang sejurus kemudian ia mengakhiri kegiatannya membaca buku.

" Dia masih terlalu muda, jalannya masih panjang, masih begitu banyak saat-saat indah yang belum ia rasakan. Tapi kenapa ia harus menanggung penderitaan seberat ini, Dui bu qi Sayang,, jika umma bisa menggantikan mu, umma ingin sekali menggantikanmu menanggung penderitaan ini." Ujar Umma Tao, seraya mengusap lembut surai hitam milik Tao. Zhoumi mengedarkan pandangannya kearah Appanya yang juga terlihat tak jauh berbeda dengan umma yang sudah sesenggukan menangisi Tao yang masih juga belum sadar.

" Appa,,," gumam Zhoumi lirih, yang ditanggapi oleh appanya dengan menundukkan kepala, seketika Zhoumi yang seperti sudah tahu maksud appanya, ikut menitihkan airmata dan memandang Tao.

" Eunghh…" lenguh Tao yang terlihat bergerak pelan,dan perlahan membuka matanya. Membuat Umma,Appa dan Zhoumi segera menghapus jejak airmata di pipi mereka masing-masing, mereka tidak ingin melihat Tao sedih karena melihat mereka menangis.

" Sayang kau bangun…" tanya Umma Tao dengan suara yang lembut,mencerminnya sosok umma yang peduli pada anaknya.

" Umma…" Ucap Tao lemah,matanya terlihat masih sangat sayu dan wajahnya yang pucat.

" Ne,,baby,,, kau ingin sesuatu….?"

" Umma,, Tao mual…"jawab Tao, yang masih terlihat sangat lemas.

" Gege panggilkan suster sebentar…?" tukas Zhoumi, namun gerakanya terhenti saat tangan Tao dengan cepat meraihnya,menghentikan gerakan Zhoumi yang akan berbalik keluar ruangan itu.

" Tidak usah ge,, bantu Tao kekamar mandi saja." Pinta Tao dengan ekpresi yang sudah terlihat tidak baik.

" Baiklah." Zhoumi hanya bisa menuruti keinginan Tao, dengan di bantu olehAppa, Zhoumi memapah Tao di sisi kiri dan Appa disisi kanan, membantu Tao berjalan ke kamar mandi yang terdapat di ruangan itu, dengan langkah yang sangat pelan Tao melangkah,Zhoumi dan Appa menyesuaikan Tao, Umma Tao hanya menangis dalam diam melihat keadaan Tao.

Sesampainya di kamar mandi, Tao dihadapkan di depan wastafel, yang langsung saja Tao memuntahkan isi perutnya di sana, diwastafel itu. Mual yang sudah ia tahan sejak ia berjalan menuju kamar mandi akhirnya ia keluarkan, Zhoumi mengusap tengkuk Tao pelan sedangkan sang appa dengan sigap menjaga tubuh Tao agar tidak limbung.

" Hiks,hiks…" isak Tao disela memuntahkan isi perutnya. Tao merasakan perih di tenggorokannya, matanya panas, perutnya sakit, di tambah pusing yang mendera, lengkap sudah yang ia rasakan.

" Uljima baby,,,," Zhoumi menatap nanar Tao yang kini pucat pasi, tubuhnya bergetar , keringat dingin membasahi pelipisnya.

Tao menghirup udara sebanyak mungkin saat ia sudah selesai memuntahkan isi perutnya hingga rasa pahit terasa di indra perasanya itu.

Melihat Tao yang terihat sangat lemas, membuat Zhoumi menggendong Tao dipunggungnya, Tao pasrah saja saat Gegenya menggendong dirinya,karena ia memang merasakan tubuhnya benar-benar lemas sekarang.

" Pelan-pelan… sayang…" ujar Sang umma yang kini membantu Zhoumi membaringkan Tao kembali ketempat tidurnya.

" Umma, Appa, Gege…" panggil Tao dengan mata yang sedikit tertutup.

"Ne,, kami disini Tao." Jawab Zhoumi,sembari menggenggam tangan Tao.

" Tao i~~ingin pu~~lang,,besok Tao harus sekolah,,,Tao punya tu~~gas." Ujar Tao dengan suara sangat pelan.

" Tapi Tao masih harus dirawat sayang, dan meskipun Tao pulang, Tao harus beristirahat dulu di rumah, kau masih lemah nak…" jawab sang umma.

" Tidak,,Tao ingin pulang…tempat ini membuat Tao mual…." Kata Tao, yang masih terlihat sangat lemas, dan belum bisa dikatakan membaik.

Mendengar rengekan Tao, Zhoumi segera melihat jam tangannya yang memperlihatkan pukul 7 malam.

" Dua Jam lagi kita pulang…." Jawab Zhoumi, yang ditatap aneh oleh kedua orang tuanya, melihat Zhoumi menyetujui rengekan Tao.

" Xie-xie gege,,,," ucap Tao dengan senyuman khasnya, membuat Zhoumi dan kedua orang tuanya tersenyum.

" Tapi Tao istirahat dulu ne,,, Tao tidur lagi, nanti jam 9, umma akan membangunkan Tao." Tukas sang Umma, seraya mengusap pelan surai hitam milik Tao, Tao menjawabnya dengan anggukkan, dan mulai memejamkan matanya lagi.

( Luar Kamar Tao)

" Zhoumi,, kenapa kau meneyetujui rengekan Tao….?" Tanya sang umma yang ternyata tidak sependapat dengan jawaban Zhoumi yang terkesan menuruti begitu saja kemauan Tao.

"Mianhe,,, aku lakukan ini karena aku hanya ingin melihat Tao tersenyum umma, semenjak Tao kembali menjalani pengobatan ini,, Tao sangat jarang tersenyum, aku sering mendapati dirinya duduk di dekat jendela kamar, dan menangis,dia ingin hidup normal, seperti anak seusianya…..itu yang selalu ia gumamkan di tidurnya.." jawab Zhoumi dengan titihan airmata yang sudah membasahi pipi tirusnya.

Greppppp

" Mianhe,, Zhoumi,,,kau memang gege yang baik,, kau lebih mengerti dirinya dari pada kami,,, mianhe,,, Umma dan Appa kadang lebih mementingkan pekerjaan daripada memperhatikan kalian, kami berjanji,, kami akan sering menemani kalian berdua. Iyakan Appa….?" Umma mengalihkan pandangannya kearah Appa yang berdiri di belakang Zhoumi yang tengah dipeluk Umma, tanpa menjawab pertanyaan sang istri, Appa langsung saja memeluk Zhoumi dari belakang,dan membuat ketiganya kini berpelukan. Zhoumi memejamkan matanya, menikmati pelukan hangat dari kedua orang tuanya yang jujur saja, sangat jarang mereka lakukan , meskipun mereka saat sedang berkumpul bersama.

(Now,Kris and Luhan )

" Kris,, Luhan,, ayo turun, makan malam sudah siap.." Umma Kris terdengar memanggil keduanya dari balik pintu kamar Kris yang masih tertutup.

" Ne,, Umma,, kami segera turun.." ujar Kris dari dalam, yang sedang memakai baju gantinya setelah tadi beristirahat tidur sejenak, ditemani Luhan yang sedaritadi betah berkutat dengan dunia maya.

" Luhan apa kau tidak lelah…?" tanya Kris saat melihat Luhan mulai mematikan Laptop milik Kris yang ia pinjam untuk berkomunikasi dengan Sehun lewat dunia maya.

" Tidak,,,tapi aku lapar… wah sudah jam 7 rupannya….cepat sekali hari ini.." tukas Luhan sembari beranjak melangkahkan kakinya kearah pintu yang ditatap aneh dengan Kris.

" Kau baik-baik saja Luhan…?" tanya Kris memastikan saat melihat Luhan sedaritadi tersenyum.

" Ne,,sangat baik,,, kajja kita makan,, setelah itu antar aku bertemu dengan Sehun… oke.." pinta Luhan, mendengar itu Kris hanya memutar bola matanya malas, setelah tahu apa alasannya Luhan bertingkah aneh, padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu tapi ini sudah mau ketemu lagi. Itulah yang ada dipikiran Kris saat ini.

(SKIP , Huang Family)

Terlihat namja berwajah pucat pasi,setengah memaksakan duduk di tempat tidur sambil mengamati dua orang di hadapannya yang terlihat tengah sibuk dengan apa yang mereka kerjakan.

" Umma.." panggilnya dengan suara sangat terdengar lemah,dan ia berusaha untuk turun dari tempat tidurnya.

" Tao, kau duduk saja,, .." pinta Umma namja itu, yang tak lain adalah Tao.

" Tao ingin membantu kalian,,, Tao sudah baikan umma…" jawabnya yang terlihat memaksakan untuk sekedar duduk di ditempat tidurnya.

" Tidak usah panda,,, kau istirahat saja,, kau masih terlihat sangat lemas..oke." ujar Zhoumi seraya menghentikan kegiatannya memasukkan kembali baju Tao yang semula ia pikir Tao akan menginap, membuatnya dua kali kerja memasukkan kembali baju-baju itu kedalam tas padahal sudah ia masukkan kedalam lemari kecil yang tersedia di kamar VIP itu.

Tao mendengus kesal mendengar jawaban Zhoumi dan Ummanya. Tao duduk bersila di tempat tidurnya, ia melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 9 malam. Tao hanya diam saja memperhatikan Zhoumi dan Ummanya yang tengah sibuk membereskan perlengkapannya.

Tak berapa lama kemudian, muncullah yang sang appa yang datang dengan membawa sebuah amplop putih yang di depannya terdapat print nama rumah sakit yang Tao tempati saat ini dan kantung plastic putih cukup besar and terlihat isinya cukup banyak yang juga terdapat print yang sama seperti amplop.

" Appa.." panggil Tao, yang disambut senyum dari sang appa, dan sejurus kemudian menghampiri Tao, dan mengusap pelan surai hitam Tao.

" Sayang,, bagaimana, administrasinya sudah selesai..?" tanya umma yang terlihat sudah selesai menatap beberapa barang yang akan dibawa pulang,begitu juga dengan Zhoumi yang terlihat sudah selesai memasukkan baju-baju tadi kedalam koper.

" Sudah, obat Tao juga sudah ku tebus. Tao bisa pulang malam ini." Jawab Appa, sejurus kemudian ia kembali menatap Tao dan berkata " Kau senang Tao."

" Tentu appa,, tapi,sepetinya OLEH-OLEH-nya bertambah." Terdengar Tao menekan sedikit nada suaranya dan membuat kiasan dengan OLEH-OLEH yang dimaksud adalah benda yang ada di dalam kantung plastic yang appa bawa.

Appa Tao tersenyum melihat anak bungsunya kembali mendengus kesal, dan mempoutkan bibirnya.

(ONLY TIME)

Kris dan Luhan terlihat berjalan di tempat pejalan kaki, Luhan tersenyum girang sembari memeluk boneka rusa yang baru saja ia dapat dari Sehun, entah apa yang membuat Sehun memberi Luhan boneka itu. Kris menatap Luhan dengan tatapan malas, mengingat tadi ia dijadikan body guard saat menemani Luhan dan Sehun yang bertemu di taman yang tidak jauh dari komplek perumahan jam lamanya, selesai makan malam pukul tujuh hingga pukul 9 malam.

" Kris, kau tidak apa-apa..?" tanya Luhan saat menyadari hawa tidak nyaman di samping kirinya tepatnya disisi itulah Kris berada.

" Menurutmu…" jawab Kris dingin, ia masih terlihat kesal.

" Yak…! Kris…kau masih marah… karena aku meminta tolong untuk menemaniku bertemu dengan Sehun..?"

" Aku tidak marah." Singkat Kris.

" Aish,, terserahmu sajalah…." Tukas Luhan sejurus kemudian asik kembali dengan bonekanya. Kris menghela nafas mendengar jawaban Luhan yang terdengar tidak berperikawanan.

(Huang Family)

Tao benar-benar pulang malam ini, terlihat Tao tidur di pangkuan sang umma,yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik dengan balutan baju ala wanita karir ini . Kini Tao dan keluarga tengah di perjalanan pulang dengan mobil , Appa menyetir mobil, Zhoumi duduk didepan dengan appa, sedangkan Tao duduk di jok belakang dengan sang umma, wajah Tao masih terlihat pucat dan ia juga terlihat gelisah.

" Umma.." suara Tao menginterupsi, membuat sang umma menundukan kepalanya kearah Tao agar dapat mendengar dengan jelas apa yang Tao katakan.

" Ya sayang,, ada apa…?"

" Tao ingin permen, bisa belikan Tao permen rasa apa saja, untuk menghilangkan rasa mual ini…?" pinta Tao.

" Baiklah." " Sayang,,, Tao ingin makan permen, bisa kita membelinya sebentar..?" tukas Umma Tao pada Appa Tao, yang diangguki dan mulai mencari mini market.

" Appa, nanti kita ambil kiri,, aku ingat sebelum kita masuk komplek perumahan ada mini market disana,,di kiri jalan." Ujar Zhoumi.

Tak berapa lama Mobil keluarga Huang sudah parkir dihalaman sebuah mini market. Zhoumi memutuskan untuk yang membeli permen untuk Tao. Appa, Umma dan Tao tetap didalam mobil.

Segera saja Zhoumi masuk kedalam mini market itu dan Zhoumi terlihat dengan cekatan ia mengambil beberapa bungkus permen dan juga cemilan kesukaan Tao, ia juga tak lupa mengambil minuman, dan segera membawanya kekasir.

Karena terlalu tergesa-gesa Zhoumi tidak memperhatikan apa yang didepannya..dan

Brukkkk..

Zhoumi tidak sengaja menabrak seseorang yang juga akan berjalan kearah kasir.

" Mianhe,,,,maafkan aku…" ujar namja yang ditabrak Zhoumi, membuat botol minum yang ia bawa jatuh begitu juga dengan belanjaan Zhoumi.

" Ah,,, bukan kau yang salah,, aku yang tergesa-gesa…." Ujar Zhoumi seraya mengambil belanjaanya.

" Silahkan anda duluan saja…" saran namja itu, agar Zhoumi kekasir terlebih dahulu. Zhoumi tersenyum dan mengangguk.

" Xie-xie.." ujar Zhoumi yang seolah tahu jika namja yang tidak sengaja ia tabrak ini adalah Chinese.

Namja itu mengangguk dan mengulas senyum khasnya dan ia memilih pindah kekasir yang satunya.

(ONLY TIME)

BRAKKKKKKK….

Suara pintu terbuka keras dengan keras, diikuti namja berpiyama warna biru langit lembut yang masuk kedalam ruangan yang tidak terlalu luas , ya sebut saja kamar mandi.

Namja itu segera menghampiri wastafel dan terlihat memuntahkan isi perutnya.

"Kris,, kau tidak apa-apa…?" tanya namja yang juga berpiyama hitam yang ikut terbangun karena mendengar suara orang yang tengah merintih kesakitan, namja itu adalah Luhan, semalam ia menginap di rumah Kris dan tidurpun bersama mereka sudah seperti saudara.

" Kris,, kau baik-baik saja…? Kau sakit…?" tanya Luhan lagi saat Kris tidak menyahutinya, Kris masih sibuk mengatasi rasa mualnya. Luhan mendekat kearah Kris dan mulai memegang kedua bahu Kris dari belakang.

" Perutku sakit sekali….." jawab Kris yang terlihat sudah tidak memuntahkan isi perutnya dan sudah membersihkan mulutnya. Luhan memeriksa suhu tubuh Kris dengan menyentuh dahi Kris.

" Aigoo,,kau panas Kris,, kau demam." tukas Luhan saat tangannya merasakan suhu tubuh Kris diatas normal.

" Perutku sakit sekali." Kris mengulangi kalimatnya, tubuhnya terlihat melemas dan wajahnya memucat.

" Aku akan beritahu ahjumma ne… kau harus kerumah sakit." Titah Luhan sembari memapah Kris untuk kembali ketempat tidur.

" Tidak usah,,, aku tidak ingin umma khawatir.." Kris menolaknya, membuat Luhan menatapnya bingung. Sahabatnya ini memang keras kepala. Luhan memilih diam sembari membantu Kris berbaring kembali ketempat tidur.

" Kau tetap akan berangkat..?" tanya Luhan sembari melirik kearah jam weker yang masih menunjukan pukul 6 pagi.

" Tentu saja,," Luhan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat betapa keras kepalanya sahabatnya ini.

(ONLY TIME)

" Tao…" terdengar suara lembut menyapa gendeng telinga namja yang sedang duduk di pinggiran tempat tidurnya seraya memasukkan beberapa buku kedalam tas gendong hitan miliknya. Suara itu milik sang Umma Tao yang datang dengan nampan berisi semangkuk bubur,segelas air putih, dan terdapat gelas kecil yang didalamnya terdapat butiran-butiran kecil dan sedang dengan beberapa warna meski didominasi warna putih.

" Tao….kau yakin akan berangkat hari ini juga…? Baby,, kau masih lemah,,kau harus banyak istirahat, ayolah,,sekali ini saja dengarkan umma." Pinta Umma Tao seraya meletakkan nampan yang ia bawa ke meja belajar Tao dan sejurus kemudian ia duduk disamping Tao.

" Umma,hari ini Tao ada ulangan, Tao baru ingat semalam. Sayang sekali jika Tao tidak ikut…ayolah umma,,,dikamar saja membuat Tao bosan,,Tao akan bawa obat Tao,,jadi Umma tidak usah cemas,,ok?" ucap Tao dengan senyuman manisnya.

" Umma akan menungguimu di sekolah ya…" mendengar ucapan sang Umma, Tao langsung menatap horor pada sang Umma.

" Ya-ya-ya.. Tao berangkat dan umma tidak jadi menunggui Tao disekolah." Sambung sang Umma,sembari mengacak pelan surai hitam Tao, saat mendapati tatapan tidak suka dari Tao.

" Nah,,sekarang makan sarapanmu, dan minum obatmu setelah itu Appa akan mengantarmu". Tao segera mengangguk mendengar ucapan sang Umma, dan sejurus kemudian Umma Tao mulai menyuapi Tao.

(ONLY TIME)

" Kris, kenapa kau keras kepala sekali,, jelas-jelas,, kau pucat pasi seperti ini, tapi kau malah bersikeras tetap berangkat sekolah, lihatlah kau bahkan tidak sanggup mengangkat kepalamu." Gerutu Luhan yang kini tengah menyetir mobil milik Kris menuju kesekolah dengan Kris yang duduk disampingnya yang terlihat sangat lemas dan pucat.

" Beruntung umma-mu sudah berangkat ke toko pagi-pagi sekali, sehingga tidak melihat kondisimu yang mengenaskan seperti ini." Sambung Luhan yang terdengar kesal dengan sifat keras kepala Kris.

" Berhentilah berkicau Luhan, konsentrasilah menyetir, kicauan-mu membuatku bertambah pusing." Ujar Kris tanpa melihat kearah Luhan, yang saat ini tengah mengumpat kesal padanya dan merutuk dirinya yang mau saja menuruti kemauan Kris yang menolak di bawa kerumah sakit hanya karena alasan takut dengan jarum suntik.

Luhan mendengus kesal dan kembali konsentrasi mengemudi, sembari sesekali ia menoleh kearah Kris yang yang terlihat memejamkan matanya.

Tak berapa lama keduanya sudah sampai di pelataran parkir sekolah mereka, dengan sigap Luhan keluar terlebih dahulu dan membantu Kris keluar dari mobil.

" Aku bisa jalan sendiri Luhan.." tukas Kris saat Luhan mulai mengalungkan tanganya ke bahunya,berniat memapahnya.

" Jujur ku katakan kau terlihat sangat mengkhawatirkan, sudah diam saja. Aku akan membawamu ke UKS, lebih baik kau istirahat saja disana." Ujar Luhan seraya membantu Kris berjalan setelah menutup pintu mobil.

" Biar aku bawa tas-ku sendiri." Ucap Kris seraya meraih tasnya yang akan dibawakan oleh Luhan, Luhan mengangguk dan mulai memapah Kris menuju gedung sekolah.

" Hyung….!" Panggil seseorang yang tak asing ditelinga Luhan. Benar saja seseorang itu adalah Sehun yang baru saja sampai di sekolahan. Luhan menolehkan kepalanya begitu juga dengan Kris, Luhan tersenyum mendapati Sehun tengah berlari kecil kearahnya dan Kris yang belum begitu jauh dari pelataran gedung.

" Eoh,, Kris hyung,, kau sakit.?.wajahmu pucat sekali.." tanya Sehun yang kini sudah berdiri di samping Kris yang dipapah Luhan.

" Aku tidak apa-apa Sehun,,hanya sediki tidak enak badan saja." Jawab Kris dengan senyuman yang terlihat dipaksakan .

" Lebih baik kau tidak usah ikut pelajaran Kris, kau di UKS saja,," ujar Luhan.

Kris menghela nafas, dirinya memang merasakan tubuhnya sangat lemas, meski kini Sehun ikut menggandeng dirinya hingga membuatnya seperti pasien, tetap saja ia merasakan badannya lemas, melangkahpun sangat berat dirasa Kris.

" Yang benar saja, aku sudah berangkat kesekolah, disini malah tidur di UKS,," bantah Kris dengan suara di tinggikan.

" Tapi kau benar-benar pucat Kris, kau terlihat seperti Zombie, ," timpal Luhan yang di tertawakan oleh Sehun.

" Yak,,kalian,, sebenarnya kalian niat tidak membantuku berjalan hah…!" geram Kris yang merasa ditertawakan.

" Arra, kajja!" ajak Luhan yang di ikuti Sehun yang kini membawa tas milik Kris.

(Tao Classroom)

" Apa hari ini Sehun tidak berangkat..? lima menit lagi bel pelajaran dimulai." Gumam Tao pada dirinya sendiri, ia terlihat menatap bangku yang masih kosong disampingnya sambil sesekali melirik jam tangan yang melingkar dilengan kurusnya.

Pagi ini Tao benar-benar berangkat sekolah meski saat akan berangkat kesekolah Tao di introgasi oleh Zhoumi yang tiba-tiba terlihat protektif pada Tao, dan sempat beradu mulut dengan Tao yang bersikeras berangkat sekolah, dan pada akhirnya Zhoumi mengantar Tao kesekolah dengan sedikit menahan emosi pada didinya yang keras kepala ini.

" Tao…!" panggil namja yang baru saja muncul dari balik pintu dan mulai berjalan mendekat kearah Tao.

" Sehun, kau baru datang? Kau bangun kesiangan ya?" Tanya Tao dengan tatapan bingung.

" Tentu saja tidak, aku sudah berangkat dari jam setengah tujuh tadi, Tao." Jawab Sehun sambil meletakan tasnya di meja dan mulai duduk di bangku samping Tao.

" Aku juga berangkat jam setengah tujuh, tapi aku tidak melihatmu dikelas." Ujar Tao dengan lugunya. Sehun menghela nafas sejenak, lalu menatap Tao, yang diikuti Tao dengan manatap balik Sehun.

" Tentu saja kau tidak melihatku Tao, aku tidak langsung kekelas, tapi aku ke UKS dulu." Jawab Sehun.

" Kau sakit? Kau sudah minum obat? Kenapa kau tidak istirahat saja?mau ku antar kau pulang?" Sehun sedikit memundurkan tubuhnya mendengar rentengan pertanyaan dari Tao.

" Tao panda, bukan aku yang sakit jadi bukan aku yang minum obat dan harus istirahat serta di antar kau pulang,aku sehat-sehat saja Tao" jelas Sehun.

" Lalu siapa yang dibawa ke UKS?"

" Kris hyung." Jawab Sehun seraya mengeluarkan buku dari tasnya karena mungkin sebentar lagi guru akan masuk mendengar tadi bel sudah berbunyi.

Deg….

Tao terlihat sedikit terperanjat mendengar nama yang baru saja Sehun ucapkan.

"Kris ge sakit..? berarti kemarin dia memang kesakitan,apa sakitnya parah?

Aish,,kenapa aku jadi memikirkannya! Sadar Tao! Ada apa denganmu..!" batin Tao.

" Tao kau tidak apa-apa…?" Tanya Sehun saat ia mlihat Tao menggeleng-gelengkan kepalanya.

" Ah,, tidak apa-apa Sehun." Jawab Tao dengan senyuman manisnya, Sehun mengangguk.

Srepppp-

" Tao…" ujar Sehun seraya mengenggam tangan Tao pelan saat matanya melihat keanehan pada tangan Tao, terdapat luka lebam dan terdapat plaster disana.

" Tidak apa-apa Sehun-ah, ini sudah biasa,, setiap aku selesai melakukan pengobatan itu pasti meninggalkan jejak…nanti juga hilang sendiri." Jawab Tao yang seolah sudah tahu jawaban apa yang ingin Sehun dengar.

Sehun menatap tangan Tao yang membiru dan mengusapnya pelan, kedua tangan Tao,punggung tangannya. Terdapat luka lebam bekas tusukan jarum.

" Kau pasti akan sembuh Tao." Ujar Sehun dengan wajah sendu. Tao tersenyum mendengarnya, dan perlahan membalas menggenggam tangan Sehun.

Tak berapa lama kemudian seorang guru namja masuk kedalam kelas, dan mulailah pelajaran di ruang kelas itu.

(KRIS UKS)

" Aish, seharusnya aku tidak mengikuti ide Luhan, disini sangat membosankan…!" gerutu Kris yang terbaring di bed dengan selimut yang menutup separuh tubuhnya.

Kris merasa bosan di UK, tentu saja seperti itu, ia sendirian di UKS, tidak ada yang menemaninya, penjaga perawat di UKS langsung keluar setelah memberi Kris obat penurun demam karena ada urusan yang harus ia lakukan katanya.

Kris menghela nafas panjang, pandangannya terlihat bosan yang hanya melihat kearah atap UKS yang bercat putih itu.

Drttt—drtt—drttt

Kris menolehkan kepalanya menatap ponselnya bergetar yang tergeletak dimeja dekat ia tidur.

From : Luhan Fish

Kris, kau sudah baikan?

Apa kau ingin sesuatu?

Aku akan ke UKS dengan Sehun dan Tao.

Tunggu kami ne.

Sejenak Kris terdiam membaca pesan singkat dari Luhan, namun sejurus kemudian ia terlihat langsung terkesiap dan bangun dari tidurnya.

" Mwo..? Tao?" seru Kris.

" Aish, kenapa Tao ikut juga, aish,," gerutu Kris yang terlihat gugup.

" But wait, kenapa aku merasa gugup? Aish ada apa dengan anak itu? Dia benar-benar membuatku gugup." Kris terlihat menundukkan kepalanya.

Tok-tok-tok

Kris terlonjak mendengar suara ketokan pintu, dan tak selang berapa lama nampaklah Luhan yang tersenyum kearah Kris, diikuti Sehun dan Tao dibelakangnya.

" Kris,,, kau sudah baikkan…?" Tanya Luhan seraya meletakkan bungkusan berisi roti dan minum untuk Kris di meja dekat tempat tidur Kris.

" Seperti yang kau lihat…" jawab Kris datar.

" Terserahmu sajalah…" sahut Luhan yang terlihat sudah tahu jika Kris tengah kesal padanya yang menyuruhnya berdiam diri di UKS.

" Kris hyung,, bagaimana keadaanmu?" Tanya Sehun yang terlihat mulai duduk di pinggiran Bed.

"Seperti yang kau lihat, aku sudah baikkan." Jawab Kris, yang di cibir oleh Luhan, karena merasa pertanyaannya tadi ditanggapi cuek oleh Kris.

" Tao.. duduklah sini." Panggil Luhan pada Tao yang terlihat hanya diam saja berdiri agak jauh dari Bed Kris. Tao mengangguk dan duduk di bangku samping Luhan,membuatnya lebih dekat dengan Kris.

Kris menatap Tao yang terlihat menundukkan kepalanya. Dapat Kris lihat Tao terlihat gelisah di duduknya.

" Kau baik-baik saja?" suara Kris menginterupsi Tao, Tao dengan kikuk mendongakkan kepalanya dan menatap kearah Kris yang duduk di tempat tidur.

" Ne Sunbae." Jawab Tao dengan senyuman yang terlihat sedikit terpaksa. Dan tadi Kris mendengar 'Sunbae'? bukankah kemarin dia memanggilnya dengan 'Gege', kenapa canggung seperti ini.-pikir Kris-

" Oya.. Luhan hyung, bisa antar aku ketoilet, aku ingin ketoilet." Pinta Sehun dengan nada sedikit merajuk, Kris yang mendengarnya hanya menghela nafas mendapati tingkah Sehun yang terlihat sangat manja didepan Luhan.

" Ne,, kajja kita ketoilet luar. Tao titip Kris ne." tukas Luhan seraya menepuk bahu kanan Tao, Tao mengangguk cepat, Kris menatap Tao dengan tatapan Apa benar dia baik-baik saja?

" Aish,,kenapa tidak aku saja yang mengantar Sehun, kenapa aku dibiarkan berdua dengan Kris ge di UKS, aish,,kenapa aku gugup seperti ini." Gerutu Tao dalam hati.

Hening-

Tidak ada percakapan diantara Tao danKris, Tao memilih sibuk dengan handphonenya yang entah dia sedang apa, begitu juga dengan Kris, ia terlihat sibuk membalik-balikkan majalah yang ada di UKS. Meskipun ekor matanya tetap memperhatikan namja yang sedari tadi tidak beranjak dari posisinya.

" Ehem.. Tao bisa tolong ambilkan aku minum?" tukas Kris membuyarkan keheningan, tanpa mengiyakan apa yang Kris pinta darinya, dengan segera Tao meletakkan handphonenya di meja dan ia beranjak mengambil segelas air putih yang tersedia di meja dan memberikannya pada Kris.

" Gomawo." Kata Kris yang diangguki oleh Tao, yang terlihat menghela nafas dan kembali duduk di kursinya.