Author : Zai

Cast :

Lee Donghae

Lee Hyukjae

Pair : HaeHyuk

Genre : Family, drama

Length : -

Disclaimer : theme self

Warning : typos, Yaoi, boys love, m-preg, boring story

No Bash!

.

No Copas!

.

Don't like – Don't read!

.

Dizziness

.

Me POV

.

Lagi-lagi namja manis itu menggerutu kesal, pasalnya dirinya kini dalam keadaan yang sangat sulit. Bukan dalam artian ia sedang menghadapi cobaan hidup yang terlalu berat, bukan, bukan itu. Hanya saja dirinya kini sedang dipusingkan dengan dua hal, yang menurutnya kedua hal itu adalah prioritasnya

Lee Hyukjae nama namja pemilik gummy smile yang masih berkutat dengan keadaannya sekarang. Berpura-pura menulikan pendengarannya pun percuma, pasangan hidup disampingnya ini masih saja merengek untuk meminta 'jatah'nya. Dan tak perlu dijelaskan juga kalian pasti tau. Yang menjadi permasalahannya adalah seorang Cho Donghae meminta HAKnya tidak tepat pada waktunya dan itu membuat sang isteri pusing karena bingung harus mendahulukan yang mana. Makalah untuk kelulusan S2-nya atau 'melayani' namja didepannya?

'Aarrgghh..!' Hyukjae hanya bisa mengeram dalam hati sambil mengacak rambutnya yang membuat namja lain didepannya memandang kearahnya dengan pandangan bingung

.

Hyukjae POV

.

Sudah seharian aku meladeninya! Ayolah Hae~ , tidakkah kau mengerti betapa pentingnya makalah ini walau kau menawarkan kepintaranmu untuk membantuku. Bagaimanapun juga, aku masih ingin berusaha mengerjakan makalah ini dengan kemampuanku sendiri. Tapi.. kalau hal ini terus berlangsung, aku tak yakin dia mau mengalah begitu saja

Ya, harus kuakui, kami memang sudah hampir dua minggu tidak berhubungan intim. Tapi itu karena faktor kepentingan kami masing-masing. Aku yang mengerjakan bahan kelulusanku, dan dia sibuk dengan pekerjaan kantornya. Usia kami tidak terpaut jauh, bahkan tahun kelahiran kamipun sama, hanya terpaut beberapa bulan dengan fakta aku yang lebih tua darinya. Ingat! Hanya berbeda bulannya saja! Jadi, tidak masalah bukan? Tapi, karena kepintaran yang menurun dari appanya, ia sudah bisa lebih dulu berkerja di kantor. Sedangkan aku masih harus berbelit dengan study S2-ku ini

"Ayolah caghi~ aku sudah 'puasa' dua minggu.. apa kau tidak kasihan dengan little Cho?" puasa yang ia maksud bukan puasa pada umumnya. Haishh.! Pervert sekali dia ini!

Aku masih belaga tidak mendengar semua kalimat permohonannya, walau aku sendiri juga mengiginkan miliknya didalam tubuhku. Namun bagaimana dengan makalahku? Sidangnya akan berlangsung dua hari lagi. Akh.. aku harus bagaimana!?

.

Author POV

.

"Ck! Aku tau sedari tadi kau mendengarku, tidak perlu belaga sibuk Hyuk! Bukankah sudah kewajibanmu untuk melayaniku?!" terdengar nada bicara Donghae kian meninggi. Sepertinya batas kesabaran namja tampan itu sudah diujung, ia juga sudah lelah mengemis kepada isterinya untuk memuaskan hasratnya sedari tadi

Dan bentakan itu membuat yang disebutkan namanya membatu. Bagaimana bisa ia melupakan kewajibannya itu? Donghae beringsut berjalan berbalik, hendak keluar dari kamar mereka dengan kekesalan yang sudah di ubun-ubun

"H-hae tung.."

Brak!

"gu.." Hyukjae berjengit saat mendengar debuman pintu. Kalimatnya terputus oleh gebrakan keras tadi yang Hyukjae tau itu pasti akibat ulah suami tampannya. Namja manis itu meremas rambutnya, beranjak dari tempatnya dan segera bergegas mengejar pangeran ikan yang sedang dalam keadaan mood yang sangat buruk itu

Kalau sudah begini, tandanya dirinyalah yang harus mengalah, lagi. Bagai déjà vu, pasangan ini mirip sekali seperti pasangan orangtua Donghae. Sang appa yang diketahui bernama Cho Kyuhyun terkenal dengan tingkah evil dan childish nya, namun terkadang ia bisa menjadi sangat bijaksana. Sedangkan eomma Donghae yang memang lebih tua dari appanya, yaitu Lee Sungmin memang harus extra sabar menghadapi tingkah suaminya yang bagaikan bunglon, mudah sekali berubah

Hal itu kembali terjadi dengan mereka. Donghae yang childish dan moody, namun terkadang bisa menjadi sosok yang dewasa dan berwibawa. Dan Hyukjae yang mempunyai tingkat kesabaran lebih yang tidak tau bagaimana bisa menghadapi seorang Cho Donghae

Kembali ke situasi. Kini Hyukjae sudah diruang tamu, beruntungnya dia karena pangerannya tidak harus pergi keluar dari rumah dan membuatnya kian pusing memikirkan dirinya. Donghae kini sedang menonton televise dengan muka yang ditekuk berlipat-lipat. Sekilas senyuman tulus terukir di bibir kissable Hyukjae, ia sudah tau harus melakukan apa untuk menghadapi sosok didepannya kali ini

"Hae-ya~.." suara namja manis itu terdengar lebih mirip seperti tiupan angin, sangat parau. Posisi Donghae yang tengah duduk di sofa dan menghadap kedepan, memudahkan Hyukjae merengkuh pundaknya dari belakang. Sosok yang dipeluk tidak terkejut atau apa, ia masih mengacuhkan sosok manis isterinya karena MASIH kesal

"Yeobo~ mian.." volume suara Hyukjae makin tak terdengar. Hyukjae sudah menyadari kesalahan fatalnya pada tubuh tegap didepannya kini, dia memang harus mengalah untuk kali ini

Donghae masih tidak merespon, masih sibuk menggonta-ganti channel TV dihadapannya. Ia hanya melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan Hyukjae. Balas dendam eoh? Sudah jelas bukan, sifat kekanakannya muncul

Rasa bersalah makin menyeruak didadanya, ngilu dirasakan di ulu hatinya. Ia tidak ingin menyerah begitu saja, dia bertekad untuk meminta maaf kepada pangeran ikannya duluan. Dia berfikir, hanya kemungkinan kecil Donghae-nya yang meminta maaf terlebih dahulu

Bibir namja manis itu mendekati daun telinga suaminya, mengecupnya lembut sambil mengucapkan kata 'mian' disela kecupannya itu. Sedangkan Donghae sendiri yang merasakan hal itu merinding seketika karena ada yang menggelitik dibagian belakangnya. Oh ternyata isterinya kini sudah mulai turun mengecupi tengkuknya

Lagi-lagi ego yang mendorong Donghae untuk mengelak dari kenyataan bahwa dirinya menikmati ini. Tangan kekarnya menyingkirkan lengan sang isteri yang melingkari pundaknya, lalu kepalanya bergerak mengarah ke samping berusaha menatap pelaku pengecupan

"Kalau kau tidak mau, jangan menggangguku!" ucap Donghae dingin dan kembali menghadap kearah TV. Gertakan namja tampan itu berhasil membuat sang isteri menahan linangan cairan dikedua pelupuk matanya. Namun Hyukjae berpikir ulang untuk memberikan akses untuk air matanya, yang ia perlu lakukan sekarang dirinya tidak boleh menyerah begitu saja

Dengan bibir yang dibuat manyun, Hyukjae berjalan kedepan Donghae, hingga pandangan Donghae kini hanya bisa menatap tubuh isterinya. Hyukjae duduk dimeja lebar namun pendek yang memang ada disana menghadap sosok tampan didepannya. Reaksi Donghae? Dia hanya diam, diam menunggu apa yang akan dilakukan isterinya kali ini

"Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku?" ucapnya lucu seperti sedang merajuk. Hey! Kenapa sekarang seperti ada dua bocah yang sedang bertengkar? Dengan mimik yang dibuat dingin, namja tampan itu menjawab

"Aku sudah bilang bukan, aku butuh 'dirimu'" ada penekanan dalam kata 'dirimu' itu. Jari telunjuk Hyukjae reflex bergerak menyentuh bibir bawahnya, pose memikir yang lucu, membuat jasad lain yang ada diruangan itu harus bersusah payah menahan kendali tubuhnya agar tidak menyerang 'calon mangsa'nya tib-tiba

"Arrasseo.!" Namja manis itu berdiri dari tempatnya, sedikit berjalan mundur, hanya beberapa langkah. Dan seketika mimik mukanya berubah menjadi err.. nakal? Ah! Tentu saja, dirinya kini sedang memancing birahi suaminya yang ia ketahui sedang ditahannya. Donghae membulatkan matanya melihat ekspresi menggoda isterinya, mulutnya masih terkatup rapat, namun sesuatu dibalik celananya sudah mulai membuatnya sesak

Tangan kanan beserta jemarinya mulai melancarkan aksinya sesuai perintah pemikirannya tentunya, dan tangan lainnya bergerak membuka lembaran kain yang menutupi bagian selatannya. Dengan gerakan sensual Hyukjae terus melancarkan jurus ampuhnya untuk menarik serigala lapar dihadapannya. Dan benar saja Donghae gelagapan saat Hyukjae-nya kini sudah hampir full naked , dengan sebagian besar kancing kemejanya telah terbuka dan celana panjang Hyukjae yang kini hanya bersisakan pakaian dalamnya saja

"Y-yak! Hyukkie! Apa yang kau lakukan!?-" Donghae bangun dan berjalan tergesa kearah tubuh mulus yang sangat menggoda imannya. Ia langsung menarik tubuh langsing itu kedalam pelukannya, kemudian ia berjalan kearah jendela

Sret

Donghae menarik gorden yang tergantung disetiap kaca dengan cepat masih sambil mendekap Hyukjae erat, hingga ia bisa merasakan genital Hyukjae bergesekan dengan miliknya dari balik celana dan ia juga dapat menyentuh belahan butt Hyukjae yang untungnya masih dibalut kain. Donghae sedikit menjauhkan wajah isterinya agar dapat bertatap muka dengannya, ia menatap Hyukjae intens

"HANYA AKU YANG BOLEH MENIKMATI TUBUHMU!" ucapnya penuh penekanan, dan setelahnya bibir keduanya saling bertatut. Tangan nakal Donghae yang sudah gatal makin menarik bokong Hyukjae agar makin merapat kearahnya, lalu menggoyangkan tubuh bagian bawah Hyukjae menciptakan gesekan nikmat diantara keduanya. Lenguhan dan desahan tak lepas dari bibir ranum Hyukjae

Tangan Donghae yang tadi meremas butt montok isterinya kini sudah menyusup kedalam underwear Hyukjae, meremasnya kasar dan bergerak mencari lubang surga duniawinya

"Eunghh.." bibir Donghae pun sudah berjalan kebawah, memberikan tanda kepemilikan disetiap inci tubuh Hyukjae. Tak hanya itu, jemari handalnya kini tengah bermain dengan hole kegemarannya, bergerak memutarinya yang sukses mendapat lenguhan nikmat dari pemilik hole ketat itu. Sedangkan tangan lainnya asik bermain dengan dua benda imut yang tak kalah membuatnya kecanduan

"Buka bajumu caghi~" Hyukjae menurut, dan menuntaskan pekerjaannya untuk menanggalkan pakaian atasannya. Setelah sukses membuka kemeja yang dikenakannya, ia masih harus kembali mengalunkan desahan dan lenguhan akibat ulah suaminya. Kedua nipplenya diraup rakus oleh Donghae. Mengemut, memilin, menghisap, serta menggigit-gigitnya kecil secara terus menerus

"Ugghh.." Hyukjae mengerang saat salah satu jemari panjang milik suaminya berhasil melakukan opening pada holenya yang sudah tidak disinggahi selama dua minggu, dan itu membuat tingkat keketatan hole Hyukjae meningkat

.

.

.

Dua insan itu kini sudah polos dan sudah diatas sofa. Donghae mengarahkan Hyukjae untuk menungging, dan Hyukjae mengikutinya saja, membiarkan mereka sama-sama memasuki tahap inti dan mencapai kenikmatan yang sesungguhnya

"Aku masuk Hyukkie.. eunghh.." Hyukjae mengangguk sebagai jawaban. Namja tampan yang mulai memasukan benda kebanggaannya sedikit melenguh saat baru saja kepala genitalnya mencoba menerobos masuk. Terang saja hal itu membuat Donghae mengerang, dua minggu tak dirasuki lubang Hyukjae makin ketat

.

Sampai suara merdu dari dalam ruang hunian itu terus mengalun..

.

"Uugh.. Hyukkieeh.. you're so tight eumphh.." Donghae ikut meracau dalam genjotan liarnya

"Ah. Ah. Ah. Eunghh.. Haee.. Harder.. akh!" tubuh Hyukjae ikut tersentak keras saat Donghae makin mempercepat gerakan keluar masuk pinggulnya

Aktifitas melelahkan itu berakhir disaat keduanya mencapai kilmaks mereka untuk yang ketiga kalinya. Dan lihat latar belakang bercinta mereka sudah berganti menjadi didalam kamar mereka. Dua jasad itu saling meraup oksigen dengan rakusnya, sambil mengatur nafas mereka yang masih tersengal

Hyukjae membuka matanya yang tadi sempat terpejam. Menatap wajah tampan pasangan hidupnya dalam diam

"Sebegitu tampannyakah aku sampai kau tak bosan menatapnya?" Hyukjae terkejut, sontak pipinya memerah karena tertangkap basah mengagumi wajah suaminya lekat, pasalnya suaminya itu tadi tengah memejamkan matanya, tapi bagaimana namja ikan itu tau?

"Hae-ah.. mianhae.. aku minta maaf karena ta-"

"Sstt.. bukan kau yang salah caghiya.. maafkan aku karena bersikap terlalu kekanakan ne?" ucap Donghae lembut seraya mengusap permukaan kulit halus wajah manis istrinya

"Ahni, aku yang salah. Kau benar, seharusnya sudah kewajibanku untuk melayanimu" semburat merah diwajah Hyukjae makin kontras terlihat. Ia malu sendiri karena ucapnnya yang membawa kata 'melayani'

"Aku juga salah, harusnya aku lebih mengerti. Sebentar lagi kau akan sidang, dan harusnya aku bisa menahan" setelah akhir kalimat itu Donghae mendaratkan kecupan hangat dikening sang istri. Mendengar kata sidang, ia jadi teringat dengan penawaran suaminya

"Eum.. Hae, tentang itu.. apa kau masih mau membantuku?" tanyanya sambil memainkan jari telunjuknya di dada bidang Donghae, terlihat sangat menggemaskan

"Tentu saja! Aku ini pasangan hidupmu caghi, sudah sewajarnya aku membantumu" jawab Donghae pasti. Tentu ia pasti akan membantu istri manisnya ini, ia ingin Hyukki-nya mendapatkan yang terbaik

"Eumm.. gamsahae nae nampyeon~" ujar Hyukjae dengan nada manjanya

"Ne, cheonman nae yeoppo anae~. Jeongmal Saranghae"

"Ne, nado. Jeongmal saranghae"

.

.

.

FIN

.

[ Freak InEnding ]

.

.

.

.

Hay to the ho~

Zai bawa fict baru. Ini mungkin agak tidak nyambung dengan judul, tapi yasudahlah..

Ini Zai buat ditengah pusingnya memikirkan tinggal satu hari lagi UKK selesai.. Yey!

Wow.. hampir 2000 words. Zai janji secepatnya FF yang that namja akan dilanjut setelah Zai selesai UKK. Janji..

Okay, that's it. Enjoy for this story. Need your more review please.. I don't needed silent rider. Thanks if you review after read.. ^^

-RnR-

Gomapta~