"Dan pada akhirnya..." Lucy berjalan dibelakang Erza sambil membawa tas kantong belanjaan Erza, "KAMU HANAY MEMBELI DUA DRESS!? KAMU MEMBUAT KU STRESS!". Erza menoleh ke arah Lucy, "maaf, tapi tolong aku ya, soalnya..." wajahnya kembali memerah. "Iya, aku tahu, tapi.." ucap Lucy, "Kenapa aku juga yang harus bawa sih!?". "Aku bawa tas, Lucy" jawab Erza. "Tapi, aku membawa tas ku sendiri.." kata Lucy.
Merekapun sampai di rumah. Rumah Erza dan Lucy bersebalahan. Sama hal nya dengan Gray dan Natsu. "Aku pulang..." kata Lucy memasuki rumah. "Hai putri, anda sudah pulang!" sapa pelayan pribadi Lucy, Virgo. "Tentu sudah" jawab Lucy, "dimana Coco?". "Coco sedang belajar tuan putri" jawab Virgo. "Oh..." tanggap Lucy. "Dinner nanti mau makan apa, putri?" tanya Virgo. "Apa saja deh, aku mau ke kamar" jawab Lucy menaiki tangga menuju kamar. "Oke, putri" kata Virgo kembali ke dapur.
Di kamar, Lucy mengambil laptopnya lalu membuka facebook. Ada pesan masuk dari Natsu.
Natsu: Ya ampun, aku udah nunggu 100 abad, cuman beli 2 baju! Coba bayangkan? Selama itu aku menunggu dan hanya membeli 2 baju?
Lucy: Senasib kita, -_-
Natsu: Oh ya, besok ada PR apa saja?
Lucy: Ng...PR Sains?
Natsu: Oh ya! PR Sains...
Lucy: Ya udah, aku off dulu
Natsu: Eh, tunggu!
Lucy: Apa?
Natsu: Kita harus membantu mereka berdua sehingga lancar
Lucy: tentu, teman saling membantu! Ya udah, aku off dulu
Natsu: oke (y)
Lucy pun offline. Tok..tok..tok..suara pintu kamar Lucy di ketuk. "Iya?" seru Lucy mematikan laptopnya. "Kak, dinner udah siap, ayo makan!" kata Coco. "Iya..." kata Lucy.
Setelah laptopnya mati, Lucy turun ke bawah, tepatnya ruang makan. "Hm...enaknya..." Lucy mencium bau masakan Virgo. "Selamat makan, am.." Lucy mengambil pizza buatan Virgo. "Bagaimana putri, Coco, apa rasanya enak?" tanya Virgo. Lucy dan Coco mengancungkan jempol.
"Eh, Natsu" bisik Lucy. "Apa?" tanya Natsu menghadap ke belakang. Bangku Lucy dengan Natsu depan-belakang. "Apa menurutmu semua akan lancar?" tanya Lucy. "Tentu, kalau kita ikut serta!" kata Natsu. "Natsu, Lucy" seru Tetsu-sensei. "I..iya...sensei?" tanya Lucy dan Natsu gemetaran. Mereka berdua takut kena marah karena mengobrol saat kelas Tetsu-sensei. "Bagaimana menurut kalian tentang penemuan baru ku? Ku beri nama Speed Shoes" seru Tetsu-sensei menunjukan Speed Shoes nya. "Kami rasa..." Lucy dan Natsu saling berpandangan, "bagus". "Itulah muridku, selalu membilang karya ku bagus" seru Tetsu-sensei bernari berputar-putar. "Tidak semua!" seru Lucy dan Natsu. "Apa!?" seru Tetsu-sensei menangis di hadapan Lucy dan Natsu. "Ti..tidak ada..." jawab mereka berdua. "Baaaagus sekali...!" seru Tetsu-sensei melanjutkan tradisi nya, eh, tariannya.
"Hai Erza!" sapa Lucy. "Hai, Lucy.." sapa Erza. "Ada apa?" tanya Lucy. "Aku gak pede nih...!" jawab Erza gugup. "Pede aja kali, gak usah tegang!" kata Lucy menepuk pundak Erza. "Just be yourself!" lanjut Lucy. Erza tersenyum lalu mengangguk. Lucy dan Erza menyiapkan segalanya. Sama halnya dengan Gray dan Natsu.
Dan akhirnya tiba hari dimana Erza dan Gray akan nonton Love Angel bareng. Diam-diam, Lucy dan Natsu membeli tiketnya film Love Angel. Alasannya untuk mengawasi pasangan baru ini.
Lanjut ke Chapter 3
