Jeongmal Mianhae Hyung

Cast: Henry Lau (Cho henry), Cho kyuhyun, Tan Han Geng, other cast nyusul

Pairing: HanKyu, Hanry, other pairing nyusul

Genre: Hurt/Comport, Romance (Mungkin)

Note: Mianhae jika storynya nggak sesuai dengan judul dan genrenya. Soalnya story buatan yiyi suka ngelenceng dari judulnya. Jadi di maklumi aja ya. Di story ini henry dan kyuhyun jadi uke, sedangkan hangeng menjadi seme.

.

DON'T LIKE? DON'T READ

Selamat Membaca

.
.

Perivous Chapter:

"hiks.. hiks.. hiks.. hiks.."

Suara tangisan? Aneh, masa sih masih ada orang yang menangis malam-malam. Penasaran dengan siapa yang menangis tersebut, aku pun berjalan ke sumber suara. Dapat kulihat wajahnya samar-samar karena penyinaran di taman ini sangatlah minim. Semakin kupasati wajah, semakin sakit pula hatiku saat mengetahui siapa orang yang menangis itu.

.

.

.

'Mochi.. Kenapa kau menangis?'

.

.

.

"hiks.. hiks.. tuhan.. betapa indahnya hadiah yang kau berikan kepadaku.. hiks.. hiks.. aku sangat senang dengan pemberianmu ini tuhan.. hiks.. hiks.."

Mwo?

Indah?

Hadiah?

Senang?

.

.

... OMMONAAAA.. bagaimana mungkin aku bisa melupakannya..

Hari ulang tahunnya mochi.. dasar pabbo hangeng.. kenapa aku bisa lupa dengan hari yang bersejarah ini.. aish..

"hiks.. tuhan.. aku sangat bahagia dengan hadiah yang kau berikan.. melihat oennie tersenyum dengan tulusnya sungguh membuatku sangat gembira tuhan.. tapi mengapa dadaku sakit tuhan.. mengapa?... bantu aku tuhan.. bantu aku untuk bisa mengikhlaskannya tuhan.. hiks.. kumohon.. hiks.. jangan membuat luka itu semakin membesar.. hiks.."

Mochi.. mianhae mochi.. jeongmal mianhae..

"tuhan.. hiks.. hiks.. sebesar apapun rintangan menghadangan mereka.. kumohon.. kuatlah mereka.. beri mereka kekuatan untuk menghadapinya dan menyelesaikannya.. begitupun denganku.. aku harap bisa menghadapi semua ini dengan senyuman.. senyuman yang selalu membuatku meresa lebih baik.. hiks.. hiks.."

Mochi..

Sungguh mulia hatimu.. ternyata kau sangat menyayangi kyunnie.. tenang saja mochi.. aku akan menjaganya sampai orang 'itu' menghilang dari hadapan kita..

Flashback off

.

.

Tampaknya dia sudah mulai tenang. Dapat kurasakan pelukannya mulai melonggar. Dia pun menatapku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan. Sakit. Dada ini terasa sakit kembali. Entah kenapa setiap aku melihat matanya, dadaku selalu sakit.

"hyung.. apakah kau sudah merasa baikan?" tanyanya dengan lembut

"ne.. gomawo mochi.. aku sudah merasa lebih baik"

"syukurlah.. kalau begitu.. aku pulang dulu ne hyung.. ini sudah sore.." ucapnya yang membuatku secara refleks menarik tangannya hingga ia jatuh terduduk di pangkuanku

"h.. hyung.. ap.. apa yang kau lakukan?"

"ani.. aku tak melakukan apapun mochi.. aku hanya ingin mengajakmu ke lotte world" ajakku

"ta.. tapi hyung.."

"aku tak menerima penolakan mochi.. anggap saja aku ini hyungmu dan kau adalah dongsaengku"

"bukankah itu kenyataan hyung kalau aku ini adalah adikmu.. ani.. maksudku aku adalah adik iparmu.."

"ne.. anggap saja kita sedang jalan-jalan keluarga.. bagaimana?" usulku

"ne.. lagi pula aku sudah lama tidak ke lotte world.. kajja hyung.." ucapnya dengan ceria. Hahh.. sudah lama aku tak melihat keceriaan itu..

.

.

.

Kini kami pun beranjak pergi ke lotte. Entah bagaimana mengucapkannya tapi saat ini aku sangat merasa senang. Dia terus saja berbicara masalah permainan apa yang harus kami coba nanti. Seperti anak kecil saja. Khkhkhk..

.

.

{Di Lotte Worls}

Hahaha.. sungguh.. aku tak dapat menahan tawaku lagi.. dia terlihat seperti anak kecil sekarang.. dia lebih excited daripada aku yang mengajaknya tadi.. hahaha.. sungguh imut.. rasanya aku ingin menghentikan waktu untuk mempertahankan keceriannya saat ini.. aku tak ingin kesedihan menghampirinya lagi, terlebih lagi membawanya ke masa kelam itu.. tak akan kubiarkan ia jatuh ke bayangan hitam itu lagi.. kali ini aku akan memegang tanganya lebih erat agar ia tak terjatuh lagi..

"hyung.. hyung.. kenapa melamun.. selanjutnya kita naik roller coaster itu ya hyung?" ajaknya sambil menarik-narik tanganku..

"ne.. kajja kita naik yang itu.." ucapku dan langsung menarik lengannya menuju antrian roller coaster itu.

.

.

15 menit kemudian

.

.

Huek.. huek..

"ommona hyung.. kenapa kau tak bilang kalau hyung tak kuat naik roller.. aish.. pabbo hyung.."

Heuk.. huek..

"mwo.. pabbo? Aish.. aku saja lupa mengenai itu.. sudahlah.. aku sudah lebih baik sekarang.."

"lebih baik apa.. kau pucat hyung.. sudah kita pulang saja hyung"

"eh.. ani.. ani.. aku belum puas" ucapku sambil membuang plastik bekasku tadi ke tong sampah. Walaupun aku sudah tak sanggup lagi, tapi aku tidak ingin ini berakhir. Kumohon mengertilah henly-ah

"tapi hyung kau.."

"sssttt.. sudah.. jangan khawatirkan aku.." potongku dengan cepat. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dan berkata dengan santainya

"wah.. wah.. disini rupanya tuan tan.. dengan selingkuhannya eoh?" ucapnya sarkatis. Sepertinya aku kenal dengan orang ini. Kubalikkan badanku melihat siapa yang telah berani berkata seperti itu. dan ternyata dugaanku benar, ia adalah..

"huh.. siwon-ssi.. bukankah anda sedang rapat? Apakah rapatnya sudah selesai?" ucaku basa-basi.. sungguh malas aku berurusan dengan orang macam dia.. kalau bukan karenanya, takkan mau aku melakukan semua ini

"ne hangeng-ssi.. semuanya akan berjalan dengan cepat bila ada aku.. tak ku sangka.. tadi pagi kau berkencan dengan my babykyu.. dan sekarang, kau sudah berganti pasangan dengan namja jelek ini.. yackk.. sungguh rendah seleramu hangeng-ssi.." ucapnya yang membuatku semakin marah

"siwon-ssi.. kuharap kau bisa menjaga mulutmu itu.. dia masih seribu lebih baik daripada dirimu.. dan aku hanya ingin meluruskan satu hal.. kami tidak sedang berkencan seperti yang kau bayangkan.."

"benarkah?" ucapnya dingin

"kami hanya jalan-jalan keluarga.. dan perlu kuingatkan siwon-ssi.. dia ini adalah ADIKnya kyunnie.."

"oh ya? Tapi kok nggak ada mirip-miripnya dari my babykyu.. apa benar dia ini adiknya babykyu.. mungkin saja dia anak pungut"

"CHOI SIWON... jaga ucapanmu itu.. kau memang 'sakit' siwon-ssi.. ayo kita pulang mochi.. annyong siwon-ssi" ucapku sambil berlalu meninggalkannya yang sukses membuatnya kegirangan telah membuatku kesal. Benar-benar namja abnormal.

Hangeng pov end

.

.

Hangeng dan henry pun berlalu meninggalkan siwon seorang diri. Mereka tak melihat smirk yang telah tercetak jelas di raut muka siwon.

'sepertinya aku mengetahui kelemahanmu hangeng-ssi.. hem.. kira-kira apa ya yang mesti kuperbuat dengan mainan baruku itu.. khekhekhe.. aku sudah tak sabar untuk memulai permainan ini..' batin siwon

Dari kejauhan sesosok namja tengah memperhatikan gerak-gerik mereka sedari tadi tanpa mereka sadari. seakan tak mau ketinggalan dengan reaksi orang yang diamatinya, ia rela memakai pakaian badut yang tersedia di lotte world. Tak tanggung-tanggung dia pun memberikan sebuah balon kepada siwon

"ah, gomawo ne.. kebetulan sekali adik saja menginginkan balon berwarna nila.. gomawo snow white.."

Namja yang dipanggil snow white tadipun hanya mengangguk-anggukkan kepala dan pergi meninggalkan siwon. Dia pun dengan segera menggantikan pakaiannya dan mulai mengamati siwon lagi, namun naas saat ia kembali siwon sudah tak ada ditempat.

'hah, kemana perginya dia.. dia masih seperti dulu, menyanyangi adik-adiknya.. tapi mengapa dia langsung berubah total dengan orang-orang yang berhubungan dengan kyuhyun.. apa mungkin dia memiliki kepribadian ganda.. atau.. ada kaitannya dengan perbuatanku di masa lalu?' barin namja itu.

Tiba-tiba handphone namja itu bergetar menandakan adanya telepon masuk

"hah, kyuhyun? Ada apa lagi ini?.. yeoboseyo.."

"yeoboseyo hyung.. kibum hyung.. bagaimana gerak-gerik siwon sekarang?" tanya kyuhyun

"ah.. ne.. beberapa menit yang lalu dia ada di lotte world.. sepertinya tadi dia mengikuti hangeng ke sini"

"hah.. syukurlah dia tak berbuat macam-mac.. MWOOO? Mengikuti gege? Apa yang siwoon lakukan terhadap gege?"

"mana ku tau.. akukan hanya mengamatinya saja tadi.. tidak menguping segala macam obrolannya pabbo.. aku ini masih punya sopan santun tau.." bela kibum

"aish hyungg.. berhentilah memanggilku pabbo.. aku ini jenius tau.."

"ne.. si jenius yang hanya bisa mengandalkan orang lain tanpa berusaha sedikit pun sampai adiknya menjadi sasa—" ucap kibum keceplosan

"..."

"k.. kyu.. mianhae.. aku keceplosan.. bukan mak—"

"nan gwencana hyung.. aku memang tidak bisa diandalkan disaat-saat sepertinya.. tapi hyung.. kau bilang apa tadi tentang adikku?"

"emm.. penurut pengamatanku.. sepertinya adikku akan dijadikannya sebagai mainan barunya.."

"mainan baru? Apakah itu berarti henly akan mengalami hal yang sama denganku?" tanya kyuhyun dengan suara yang sedikit bergetar –mungkin-

"sepertinya tidak sepertimu kyu.."

"syu—"

"tapi lebih darimu.. sepertinya dia lebih menyukai mainan barunya ini.."

"aa.. andwae.. henly tak boleh merasakan apa yang kurasakan dulu.. aku.. aku—"

"aku mengerti kyu.. aku akan berusaha sebisaku agar siwon tak menyakitinya"

"gomawo hyung.. jeongmal gomawo.."

"ne kyu.. lebih baik sekarang kau cuci mukamu dulu.. aku yakin sebentar lagi hangeng dan henry akan tiba dirumah dan beraktinglah seperti biasanya.. arra?"

"arraseo hyung.. gomawo hyung.. saranghamnida.."

"ne.. nado kyu.."

Setelah sambungan telepon itu terputus, kibum tak langsung pulang ke apartemennya melainkan beristirahat sejenak menikmati semilir angin yang menghampirinya (?). saking nikmatnya angin itu, dia pun langsung terbawa ke alam bawah sadarnya dengan senyuman yang melengkung indah di bibirnya.

.

.

.

.

.

Siwon pov

Hahhh.. apakah tak ada yang lebih bagus dari lotte world ini. Sial..

Kulangkahkan kaki menuju tempat yang setidaknya dapat membuatku lebih tenang. Yah, semua tempat memang agak sepi, maklumlah sekarang sudah mendekati satu jam lotte world akan ditutup. Seketika aku mencari tempat duduk saat itu pula aku melihat namja yang menurutku sangat manis. Sepertinya dia tengah asik dalam tidurnya. Nggak tega juga ngebanguninnya, tapi nanti dia nggak bangun-bangun lagi..

"Excuse me brother.. hey.. wake up.." ucapku sambil menggoncang-goncangkan tubuhnya dengan pelan.

"ah.. what happen?" tanyanya kebingungan. Sepertinya aku membangunkannya disaat yang tidak tepat.

"nothing,. Sorry, i just wanna tell you, one hour for now this place wanna be close.."

"ah.. yes bro. Thanks for your information. By the way.. i am korean.."

"mwoo? Tapi kau kelihatan seperti orang barat.. oh ya.. choi siwon imnida.." ucapku

"ne.. siwon-ssi.. kim kibum imnida.."

Ahh.. ternyata namanya kibum.. cocok sekali dengan dirinya..

"kibum? Bummie? Bummie.. namamu sangat familiar di otakku.. apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanyaku

"sepertinya belum siwon-ssi.. kenapa kau masih di lotte? Habis bermain ya?" tanyanya padaku

"aniya bummie.. hanya sekedar refresing saja.. kau sendiri pasti ketiduran bukan.. bagaimana kalau kau memanggilku wonnie saja?" pintaku. Entah kenapa aku sangat ingin mendengar dia memanggilku wonnie.

"geure.. wonnie.. tebakkanmu itu sangat tepat.. ah, sepertinya sebentar lagi mau hujan.. emm, aku pulang dulu ya wonnie.." ujarnya

Deg

Deg

Deg

Ada apa ini? Kenapa aku seperti ini.. kenapa aku sangat merindukan panggilan ini keluar dari mulutnya.. bahkan aku baru bertemu dengannya kali ini.. tapi, kenapa dadaku berdesir seperti ini.. bahkan terasa berbeda saat aku bersama dengan my babykyu..

"wonnie... ya! Wonnie.. kenapa kau melamun?" ucap kibum sambil mengerucutkan bibirnya

Dia membentakku? Baru kali ini ayang berani membentakku. Tapi mengapa aku tak marah, melainkan sebaliknya... aku.. aku merasa senang.. dan lihatlah betapa familiar wajahnya saat ini.. sangat mirip dengan.. dengan.. akhhh.. aku lupa..

"ah, tidak bummie.. bagaimana kalau kuantar kau pulang?" tawarku

"apakah tak merepotkan?"

"tentu saja tidak.. kajja.." ucapku sambil menarik tangan kibum mengajaknya menuju mobil sportku..

Bahkan.. hanya dengan bergenggaman tangan saja sudah membuat merasa nyaman.. selama ini belum pernah ada yang bisa membatku begini selain 'dia' yang entah kenapa aku bisa melupakannya dan my babykyu

.

.

Siwon pov end

.

.

{kibum's apartement}

Kini kibum tengah memandangi satu persatu foto yang melekat di dinding berwarna kream itu. Mengingat apa yang bisa ia ingat. Kadang tertawa, sedih, bahkan menangis seperti saat ini.

"hahhhh.. kenapa semuanya bisa terjadi seperti ini.. bahkan tadi aku seperti anak kecil didepan siwon hyung.. aku.. sangat senang dia memanggilku dengan sebutan bummie, tapi aku juga merasa terluka dia melupakanku.. apakah semua ini pantas aku terima atas perlakuanku padanya dulu.. kuharap semua ini masih bisa diperbaiki.." monolog kibum

'tapi ini aneh.. dia bersikap biasa saja denganku tadi.. seperti siwon yang dulu.. dan.. sepertinya dia telah melupakanku.. hahh.. mungkinkah aku ini adalah orang yang pantas untuk dilupakan?' batin kibum

.

.

.

{Tan's Apartement}

.

.

"Kalian sudah pulang.. puas bermain di lotte world, eoh?" ucap kyuhyun dengan santainya dan malah membuat sang tersangka merasa tersudutkan

"n..ne.. hyung.. tak juga.." jawab henry gugup

"kenapa kau gugup henly-ah.. santai saja.. aku tak marah kok.."

"sungguh kau tak marah kyu?" tanya hangeng dengan hati-hati

"aku tak marah.. hanya saja aku kecewa dengan kalian..' ucap kyuhyun dengan dingin

"ke.. kecewa hyung.. mi. Mianhae hyung.." sesal henry

"kecewa?"

"ne.. aku kecewa.. kenapa kalian tak mengajakku eoh.. kalian sungguh kejam.. kalian asik-asik disana, bermain sepuasnya.. sedangan aku.. menjaga rumah sedari tadi.. kalian tau seberapa bosannya aku dirumah ini?" jelas kyuhyun

"mianhae hyung.. emm, bagaimana kalau besok kita bertiga ke lotte.. ne ne?" bujuk henry

"ani.. aku tak mau berangkat dengan kalian. aku mau PERGI sendiri. Arra?"

"baby.. kau ingat bukan? kau tak boleh sendirian. paling tidak ajaklah henry" rayu hangeng

"andwae. tak diantara kalian berdua ikut pergi bersamaku. aku akan pergi dengan.. emm.. dengan.. siapa.. ya..

.

.

.

.

.

AHA.. dengan Shim Changmin.. dan kalian berdua tetap berada dirumah seharian.. TAK BOLEH KELUAR RUMAH SEJENGKAL PUN. ARRAAA?"

"ARRRAAAASOOOOOO Sangjamnim"

.

.

.

.

.

Akhirnya update juga.. hihihi.. maaf ya kalau cerita rada nggak nyambung.. hehehe.. maaf ya bila ada kata-kata yang salah.. gomawo buat yang masih mau baca.. kayaknya nambah ribet deh ceritanya ini.. tapi semoga saja para chingu masih mau baca ni ff.. jeongmal gomawo ne.. oh ya jangan lupa di review ya.. silahkan kasih saran dan kritikan yang membangun buatku biar ffnya tambah bagus.. hahaha... thanks ya..