Love me Bride!/bagaimana jika Sungmin menikah dan hidup Bukan dengan orang yang ia inginkan?hidup dengan namja belia yang suka bereksperimen dengan kebohongan besarnya pada Sungmin /Ff Kyumin /chapter

Summary: bagaimana jika Sungmin menikah dan hidup Bukan dengan orang yang ia inginkan?hidup dengan namja belia yang suka bereksperimen dengan kebohongan besarnya pada Sungmin

Main cast:Lee Sungmin aka Cho Sungmin(24 tahun)

Cho Kyuhyun(17 tahun)

Rated: M

Disclaimer: Kyumin milik Tuhan yang Maha Esa ,mereka HANYA masih tinggal di Bumi dan di Klaim sementara oleh Orang tua mereka,ELF,JOYER,SPARKYU,PUMKINS,dan...S-A-Y-A#PLAK,

Warning:BOYS LOVE,YAOI, gak sesuai EYD,typo(s),alur yang dipaksakan (makhlum nyesuaiin)dll yang membuat anda tidak nyaman

DISLIKE, Don't READ

NO BASH NO FLAME

Sama-sama punya perasaan ne

Jangan coba nge Bash atau nge Flame klo gak Suka

Mianhae

.

.

.

Chapter 2.

.

.

.

Dimana diriku terpuruk antara rasa bersalah membuncah dalam hati.

Beban berlarut-larut sanggup membuat ku terjatuh dalam jurang .

Terkatuk oleh batu yang paling tajam.

Hingga ingin mati namun...

Tentu saja itu hal terbodoh karena harus meninggalkanmu dalam kegelapan sendirian.

Siapa yang mau?.

Tentu saja jawaban tidak untukku.

.

.

"*_*_*Love me Bride!*_*_*"

.

.

"Aku telah menodai Kekasih Hyungku. "

"Yak hentikan Cho!." Namja berkulit pucat itu hanya melirik lemah dengan ekor mata menyebalkannya detik kemudian kembali berubah kosong .

"Dia seperti mayat hidup." Namja ber name tag Kim Kibum yang sedari tadi membaca buku tanpa mengalihkan pandangannya mengejek dalam versi Jujur miliknya, Donghae mengangguk membenarkan merasa lelah Juga sedari tadi menaggapi kalimat yang sama sejak 15 menit yang lalu, dia butuh minum.

"Kau sudah bosan hidup?." Kibum kembali bersuara ketika mendapati Donghae secara tidak sopan mengubek-ubek tas miliknya.

"Oh Ayolah!." Jawab Donghae gerah, dia meminum botol isotonik yang ia rampas dari tas Kibum.

Donghae kembali memandang Kyuhyun .

"Ck, Kyu kalian sudah menikah, apa yang salah dengan istilah saling memiliki, kau sudah dewasa." tidak ada tanggapan dari Kyuhyun

"Cobalah bersikap seperti orang asertif." kali Ini Kibum yang bersuara, Donghae bergenyit atas kelebihan kapasitas ucapan Kibum hari ini, namun Kibum tidak mempedulikan respon yang menurutnya berlebihan tersebut.

"Aku punya berbagai pilihan yang sama-sama sulit." Ucap Kyuhyun dengan nada pelan.

"Jika kau suka kenapa tida-"

"Akhirnya kau sadar." sahut Kibum cepat

"Lalu apa yang kau inginkan sebenarnya dari namja buta Itu?." Kedua namja tampan itu mendelik mendengar kalimat frontal milik Kibum.

"..." hanya helaan nafas kecil yang menjawab pertanyaan Kibum.

"Buat dia suka padamu Kyu bukan Jungmo." Donghae menasehati dengan semangat membara.

"Kebahagian?, untuk mu atau hanya untuknya?." Tanya Kibum seolah menginginkan jawaban lebih, bahkan tangannya sudah tak lagi sibuk membalikkan lembar buku.

"Bingo!. Aku juga ingin bertanya seperti itu padamu Kyu, ayo cepat jawab!." Perintah Donghae dengan nada serius.

"Aku-"

.

.

.

"*_*_*Love me Bride!*_*_*"

.

.

"Aku Pulang."

"Selamat datang." Mata hazel Kyuhyun memicing.

"Dari mana kau Min?." Sungmin yang sedang duduk tenang di atas sofa dengan busana formal tersenyum cerah, Kyuhyun memutuskan untuk menghampiri Sungmin.

"Ng..Eomma dan Heechul eomma membawaku pada ahli terapi." Jemari Kyuhyun menusap lembut surai hitam Sungmin ketika keduanya telah duduk berdampingan, namja cantik itu balas dengan memeluk pinggang dan menyandarkan wajahnya di perut Kyuhyun.

Dua orang maid berjalan mendekati mereka, meletakkan beberapa hidangan di depan meja

"Kau belum makan?." tanya Kyuhyun menyadari bukan camilan ringan seperti biasanya, namja yang di tanya hanya mengguk menggesekkan wajahnya pada permukaan perut datar Kyuhyun yang tertutup seragam.

"Aku menunggumu Hyung~"

"Ada alasan lain?, kau memang susah makan."

"Jarum-jarum yang sempat menusuk leher dan beberapa bagian di tubuh, membuat Minnie tidak nafsu makan." Ucapan Sungmin sanggup membuat namja belia itu terkekeh, tanpa sadar Kyuhyun menunduk, mencium tepat bibir mungil Sungmin, sebenarnya ciuman itu tidak berlangsung lama namun tangan mungil milik Sungmin sangat erat mencekam kemeja sekolah Kyuhyun hingga hidung bangir dan bibir mereka masih bersentuh ringan begitu dekat.

"Bisa kau lepaskan sayang?, kau harus makan setelah ini." Nafas hangat Kyuhyun menerpa telak memasuki celah bibir Sungmin yang terbuka, Sungmin menggerang di sela hasratnya namja cantik itu cepat sekali naik hanya dengan merasakan kehangatan tubuh Kyuhyun.

.

Puk.

"Kajja." Sungmin menggeleng kasar suapan makanan yang di masukkan oleh Kyuhyun tak kunjung ia telan, Kyuhyun menepuk pipi putih Sungmin yang menggembung lucu, gunyahan itu ditelan tanpa minat oleh Sungmin.

"Hanya tinggal beberapa suapan lagi." Kyuhyun memandang jengah isi makanan dalam piring yang bahkan belum habis separuh, namja tampan itu sungguh khawatir dengan daya tahan Sungmin, namun seolah tak peduli Sungmin lebih memilih kembali menggeleng dan menutup rapat-rapat bibirnya .

".." Kyuhyun memilih memposisikan sendok berisi makanan di depan bibir mungil Sungmin yang tertutup, jemari lain terangkat menggapit hidung mungil Sungmin, reflek mulut Sungmin terbuka karena perbuatan Kyuhyun , dan tidak di sia-siakan. Namja tampan itu segera memasukkan suapannya dalam mulut Sungmin.

"Kyuummmhh." Sungmin mulai melancarkan protesnya dengan kembali menggebungkan pipi, Kyuhyun pun kembali menepuk pipi kenyal Sungmin sampai namja manis itu menelan makanannya.

"Tinggal beberapa suapan lagi." Ulang Kyuhyun hingga Sungmin menyadari bahwa Kyuhyun mencoba menipunya sedari tadi.

"Nghh~Shirreo~" Kini Sungmin yang memulai mengalungkan kedua lengan mungilnya pada leher jenjang Kyuhyun, mengecup beberapa kali bibir tebal Kyuhyun, tanpa memberi jeda Kyuhyun berfikir dua kali untuk tidak kehilangan kontrol atasnya.

.

.

Angin sepoi membawa beberapa kelopak bunga ringan hingga menembus jendela kamar dan menerbangkan tirai berbahan sutra lembut yang bersanding halus dengan pinggiran jendela tegas.

Senja masih terlalu awal untuk menampakkan sinar khas warnanya.

Sungmin hanya dapat melempar senyum tulusnya, nafasnya terengah setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.

"Ungh~" Namun kembali mengerang dengan begitu manja kala bagian tubuh lain yang bersarang dalam tubuhnya kini bergerak brutal, kembali menghantam telak spot kenikmatan miliknya, ini sudah menit yang ke dua puluh, namun namja tampan yang menunggangi Sungmin belum juga merasakan letupan klimaksnya.

"Di dalam sangat enak...masih sempith sayanghh." Tubuh mungil itu terdorong dan tertarik sering dengan pergerakan benda panjang dan besar dalam tubuhnya.

"Nghhh~Kau Kuathh..." Kyuhyun menyeringai dalam kukungan nafsunya, masih dalam genjotan cepat, tidak sama sekali di rasakan kelembutan di setiap gerakannya, bukan hal buruk untuk prasangka jahat karena Sungmin menjadi begitu puas dengan pekerjaan namja di atasnya.

Butuh tujuh kali hujaman penis dengan intensitas paling kasar, dan Kyuhyun mencapai titik tertingginya.

Semen panas Kyuhyun mengalir deras atas bantuan remasan intens lubang hangat Sungmin hingga tertampung sempurna di dalam sana, Sungmin kembali tersenyum ketika merasa tubuhnya begitu penuh dan sempurna.

Peraduan mereka terlepas menyisakan lelehan sperma yang mengaliri kedua paha putih Sungmin.

Kyuhyun mengecup kening Sungmin membisikkan sesuatu dengan gerakan begitu mesra.

Sungmin berganti Menungging, posisi favorit dan yang paling banyak di lakukan keduanya sejak semalam.

Penis besar nan panjang Kyuhyun telah mengacung di depan hole Sungmin, Kyuhyun memasukkannya kasar.

Jleb..bles

"Nghhhaaaahhhh.." Sungmin menjerit hingga mendongak, Kyuhyun tersenyum menang mengerakkan kembali genitalnya di dalam tubuh Sungmin.

"Memang tidak dapat melonggarhhh...masih sempithhh"

.

.

.

Plak

"Ikan amis!, kenapa kau memukulku?!."Donghae menggeram marah ,wajah tampannya tampak memerah, Kibum melempar kacang pada Kyuhyun ketika tangan namja belia itu hendak membalas Donghae.

"Aku tidak bawa persediaan susu coklat jika namja cengeng itu menangis karena ulahmu." Donghae mendelik sesaat, namun rasa kesalnya pada Kyuhyun lebih besar dari ucapan omong kosong Kibum.

"Kau dan isi E-mail-mu keduanya sama menjijikkan! terus kalau berkali-kali kenapa?." Kyuhyun balas menatap, tidak setajam Donghae, kalimat 'Aku menidurinya lagi'yang ia kirim pada Donghae dan Kibum Sanggup membuat kedua sahabat Kyuhyun secara cepat menyambangi kediamannya, dan beginilah kepala jenius Kyuhyun juga kena getah.

"Setuju ketika aku mengamati tingkahmu akhir-akhir ini Cho." Kibum menyesap teh herbal yang di sediakan oleh para maid Kyuhyun, Donghae mengangguk senang ketika merasa Kibum telah berkomplot dengannya, Kyuhyun tentu sekarang merasa di pojokkan oleh teman sepermainannya itu.

"Aku tidak dapat menahan diri.."Kyuhyun mencoba memberi alasan.

"Dan semua terjadi begitu saja ,oh Bolehkah aku memukul kepalamu lagi bocah!?."Kyuhyun benar-benar mencebikkan bibir kali ini,mendengar pertanyaan tajam Kibum membuat ia semakin merasa terpojok .

"Bum,namja itu telah menjadi pasangan Kyu sekarang,apa salahnya mereka melakukannya?."

"..."Kibum hanya memandang datar wajah sok polos Donghae.

"Aku mendukung jika kau, menginginkannya dan bukan terpaksa, hanya itu. "

"Hae dan kau sama saja, kau tidak dapat mencari solusi atas perang dalam hatimu sendiri Cho, apa kau merasa bersalah atas perbuatanmu kali pada namja buta itu?."

"dia Cho Sungmin." Kyuhyun menekan kata-katanya di bagian nama.

"Tidak peduli." Sanggah Kibum

"aku ingin bersamanya selama ia menggunakan kegelapan ketika melihatku."

"Maksudmu?."Orbs mata dingin Kibum sedikit mencair karena tekejut.

Kyuhyun tersenyum pedih.

"Sungmin akan sembuh dalam waktu dekat." Kibum menggeleng.

"Tidak-tidak bukan itu maksud pertanyaanku, apakah kau berniat untuk membohonginya dan tetap bertahan selama waktu masih mengizinkan kau berbuat dosa." Kembali tidak ada jawaban namun pandangan mata Kyuhyun seolah membenarkan semuanya, Kibum berdecak tak percaya.

"Kau harus segera melakukan rekognisi dosa pada Bapa, Cho Kyuhyun."gumam Kibum nyaris berbisik, Kyuhyun berusaha menganggap ucapan itu sebagai banyolan semata untuknya, ia tidak peduli untuk kehancuran kemudian hari.

Miawww!.

Ketiga namja dalam ruangan luas itu tersentak.

Kyuhyun bahkan telah beranjak dari duduknya,berlari seolah ia mengetahui dimana arah kakinya ingin berpijak, Donghae dan Kibum mengikuti lari cepat Kyuhyun hingga membawa mereka pada ruangan paling pojok lantai dua kediaman Kyuhyun.

Brak.

"Sungmin!." Panggilan Kyuhyun yang terengah terdengar begitu keras.

"Hyung~"Sungmin tetap tersenyum walau sebelah punggung tangannya terluka dengan darah menggenang ,Kyuhyun menghampiri,memeluk erat tubuh mungil itu

"Gwaenchana,apa yang terjadi?"Keduanya berciuman singkat,Sungmin menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun,jemari panjang Kyuhyun membelai lembut surai hitam Sungmin

"Sen,aku tak sengaja menginjak tubuhnya."

"Dimana Kucing manja itu sekarang?!." Kyuhyun bertanya cepat, Sungmin mengerucutkan bibir menepuk-nepuk kecil dada Kyuhyun mencoba mengurangi emosi namja tersebut.

"Dia bersembunyi di kolong ranjang, ugh jangan di apa-apakan Sen-nya~~" Sungmin mencoba menggapai bagian manapun dari tubuh Kyuhyun tangan mungilnya bergerak-gerak mencari dalam gelap penglihatan miliknya ketika Kyuhyun beranjak.

Mata Donghae berkilat mendapati kucing gemuk yang di maksudkan telah keluar dan melegang santai keluar dari kamar, ada setitik niat jahat untuk memanggang Sen dalam benak Donghae.

.

"Well, sepertinya kau butuh ini." Donghae memutuskan untuk memberikan beberapa Blue Film untuk di praktekkan, setidakknya memberi pengetahuan untuk Kyuhyun dapat memuaskan Sungmin di ranjang,namja ini begitu memihak Kyuhyun, sama seperti saat ia mengalami masa sulit mendapatkan namjachingunya Kyuhyun datang membela di saat semua orang menyalahkannya.

"Gomawo." Kyuhyun menunduk Donghae melambai mengucapkan salam perpisahan tapi tidak untuk Kibum telah berjalan tanpa menoleh mendekati mobilnya, Donghae sedikit berlari untuk menyusul langkah teman dinginnya itu.

"Dia begitu rapuh, lebih dari yang kubayangkan." Ucap Kibum, Kyuhyun dan Donghae masih dapat mendengarnya, Donghae memilih memasuki mobil Kibum, membiarkan namja rupawan itu mengeluarkan unek-uneknya Donghae menyadari Kibum sedari berusaha menahan emosinya sejak melihat keadaan Sungmin sebenarnya, Donghae tidak ambil pusing untuk itu asal Sungmin dan Kyuhyun masih bahagia.

"Tak kusangka kau berniat menyakitinya ,membuat pilihan neraka di antara beberapa neraka "Kibum berbalik, menatap telak Orbs tajam Kyuhyun dengan mata nya yang menggelap karena amarah, Kyuhyun mematung, bahkan sampai mobil Kibum sudah tak terlihat lagi.

.

.

.

"*_*_*Love me Bride!*_*_*"

.

.

"Ada 10?." Kyuhyun tertawa, menggerakkan pinggulnya hingga Sungmin mendesah.

"Coba hitung lagi." Kyuhyun kembali mengenggam telunjuk berukuran mungil milik Sungmin dan mengarahkannya ke atas, tepatnya ke atas langit, meminta Sungmin menghitung Bintang, kegiatan bodoh memang mengingat kekurangan namja dalam pelukannya tersebut, namun Kyuhyun memberi tanda bahwa setiap tekanan telunjuk bernilai satu bintang.

"ah~Minnie tahu...ada sembilan buah." Kyuhyun mencium dalam bibirnya sebagai pembenaran, Sungmin tertawa lebar.

"Saranghae hyung." Senyum Kyuhyun mendatar, namja tampan itu mengeratkan penutup tubuh Polos keduanya ketika angin sedikit berhembus keras di balkon kamar tempat keduanya berbagi kehangatan.

"Kenapa tidak di jawab?."

"Nado." Sahut cepat Kyuhyun, tentu saja dari hati tetapi sebagai Cho Kyuhyun bukan Cho Jungmo.

Angin semakin bertiup kencang, Angin semakin bertiup kencang, mata Sungmin mengerjap panas, memeluk pinggang Kyuhyun erat tepat berhadapan hingga nafas lemahnya menyentuh kulit leher namja tampan itu.

Tanpa sadar Kyuhyun berharap, tanpa memberitahu Sungmin ia mendapati bintang jatuh di langit.

Menutup mata, mengucap permohonan besar miliknya.

.

Tbc

.

.

Saya jadi kebawa perasaan. *Geleng-geleng

Intinya Hae memihak Kyu tapi Kyu goyah padahal kalo gak Hae bisa ngasih info yadong banyak tuh buat Kyu.*Apaan sih

Kibum nyalahin Kyu padahal ada orang di balik layar yang harus di salahin.

Tapi Kibum tetep merasa Kyu yang salah*

Udah ne~

.

.

.

Typos tanda baca huruf kapital :c

Chingu pada kelilipan gara-gara kesalahan yang merajalela*nyengir watados

Gomawo untuk repyunya, saya baca semua kok

Tapi Cuma balesnya yang gak ada waktu, mianhae Chingudeul T.T

Review?.

Muach*