Love me Bride!/bagaimana jika Sungmin menikah dan hidup bukan dengan orang yang ia inginkan?hidup dengan namja belia yang suka bereksperimen dengan kebohongan besarnya pada Sungmin /Ff Kyumin
Summary: bagaimana jika Sungmin menikah dan hidup Bukan dengan orang yang ia inginkan?hidup dengan namja belia yang suka bereksperimen dengan kebohongan besarnya pada Sungmin
Main cast:Lee Sungmin aka Cho Sungmin(24 tahun)
Cho Kyuhyun(17 tahun)
Rated: M
Disclaimer: Kyumin milik Tuhan yang Maha Esa ,mereka HANYA masih tinggal di Bumi dan di Klaim sementara oleh Orang tua mereka,ELF,JOYER,SPARKYU,PUMKINS,dan...S-A-Y-A#PLAK,
Warning:BOYS LOVE,YAOI, gak sesuai EYD,typo(s),alur yang dipaksakan (makhlum nyesuaiin)dll yang membuat anda tidak nyaman, cerita pasaran
DISLIKE, Don't READ
NO BASH NO FLAME
Sama-sama punya perasaan ne
Jangan coba nge Bash atau nge Flame klo gak Suka
Mianhae
.
Cinta?.
Siapa yang sebenarnya ada dalam hatimu?.
Kumohon.
Jawablah tanpa aliran gelombang dusta dari suaramu.
.
.
.
*_*_*_*Love me Bride! *_*_*_*
Chap 3
Di sini akan penuh flashback jadi mohon kesabarannya ne~
Note: cara baik untuk mengatasi kebingungan yaitu membaca ff ini sampai akhir
.
3 bulan kemudian-
"Cungmin Congcaengmin" Sungmin yang sedang membagikan hasil nilai menggambar menoleh pada bocah namja ber-twintail di hadapannya, Sungmin yang hafal nama dan wajah anak didiknya tersenyum manis merespon
"Wae, Taem chagiya?."
"Jucci kemalen kenapa gak kecini lagi?." alis Sungmin terangkat, Jungmo atau Kyuhyun yang di maksud bocah di hadapannya, Sungmin hendak kembali bertanya namun bocah lain menyela.
"Yang tampan cenyumnya kayak cetan tapi cebenarnya baik." sahut bocah bername tag Choi Minho, semua murid Grup matahari mendengar kemudian mengangguk membenarkan, Sungmin tertawa renyah mengacak sayang surai milik semua anak didiknya.
"Dia pasti akan kembali mengunjungi kalian di sini." Ucap Sungmin riang, semua muridnya singkron tersenyum begitu lebar akibat tertular oleh nada keriangan namja cantik itu.
"Yakso Cungmin congcaengmin?." Sungmin kembali tersenyum ramah, mengangguk lucu sebelum menggapit erat jari kelingking mungil salah satu anak didiknya, mata beningnya mengedar memandang gemas semua raut para anak didik nya yang super lucu itu.
"Yaksok"
.
'Kau harus berjanji untuk tidak melupakanku'.
'Lee Sungmin Saranghae'.
'Jungmo hyung ini hanya operasi mata, setelah berhasil aku ingin segera melihat senyummu Hyung.'
'Aniya, jangan panggil aku dengan nama itu lagi'
'?'
'Aku bukan Jungmo hyungmu, mianhae'
Sejak saat itu arah hatiku berbalik, tujuanku berbalik, dan rasa cintaku berbalik
Hanya untuk dia yang bukan Jungmo hyung.
.
Ddddrrrt dddrrrrt
Cklek
"Yebbo-."
"Cho Kyuhyun, aku menunggumu di belakang asrama"
Tut
Tut
Normal Pov end
Sungmin Pov
Sungmin mengigit bibir, memang sedari tadi tangan mungilnya gemetaran bahkan sebelum menghubungi Kyuhyun, dengan hati-hati meletakkan ponsel pink tersebut dalam saku Hoodienya
Sungmin memutuskan diri untuk tidak lari dari perasaannya, dia juga bertekat tidak akan membiarkan seorang Cho Kyuhyun meninggalkannya setelah memberikan kebahagiaan selama tiga bulan ini, waktu singkat memang, namun kata singkat bukan berarti hal sepele semudah yang di katakan dalam sandingan yang begitu beragam.
"Kenapa kau ada di sini?." Sungmin tersentak menengadahkan wajah yang semula tertunduk, Tersenyum canggung, Kyuhyun yang terlihat dingin memandangnya sanggup membuat nyali Sungmin menciut
"Aku ingin bertemu denganmu" Dengan jarak sedekat ini paras Kyuhyun ternyata begitu tampan kaos Blue V-neck dan celana panjang entah terasa begitu cocok dengan namja belia itu, tiba-tiba saja potongan-potongan memori desahan ketika keduanya bercinta memenuhi pikiran Sungmin, tanpa sadar Sungmin merona.
"Kau sudah terima surat cerainya?." Kyuhyun berucap datar, Sungmin seolah jatuh detik itu juga.
Grep.
Sungmin mencekram pagar kawat yang memisahkan jarak keduanya, mata bulatnya semakin lebar karena terkejut bahkan wajah imutnya hampir tertempel erat pada kawat.
"Wa-wae?!, aku tidak mau berpisah!." Alis Kyuhyun bertaut, mata tajamnya memandang penuh arti orbs terang milik Sungmin, mengikis satu langkah jarak antar keduanya, tak habis pikir dengan sikap namja cantik di hadapannya bukankah Sungmin membencinya atas kebohongan keluarga terutama dirinya
"Bukankah kau membenciku?." Kyuhyun mengulang hipotesis miliknya, Kali ini mata tajam Kyuhyun berubah sendu, Sungmin menggeleng semua indranya seolah berkedut mendengar pertanyaan Kyuhyun yang seharusnya ia alami sekarang, namun pada kenyataannya Sungmin tidak memiliki setitik rasa benci apapun terhadap Kyuhyun.
"Bisa kita bicara?."
"Kita sudah bicara Lee Sungmin-shii."
"Kumohon Kyu~"
'Kyu?.'
Kyuhyun terkesiap atas nama panggilan yang terdengar begitu manis untuknya, perasaan hangat tiba-tiba saja membuncah dalam hati, namun kembali pada alam sadar bahwa ia sudah tak berhak lagi untuk mengharapkan apapun, Ini sudah berakhir, dan seperti yang dijelaskan bahwa Lee Sungminlah akan mengakhirinya, mengucapkan selamat tinggal pada seorang namja belasan tahun sepertinya, Tidak. Kyuhyun tidak ingin mendengarnya walau ucapan pengakhiran itu adalah kalimat paling halus sekalipun.
Kyuhyun secara sepihak telah memutar tubuh tingginya meninggalkan Sungmin, namun dalam hitungan detik langkah namja tampan itu terhenti tatkala terdengar isakah lirih dari belakang.
"Kumohon, ada banyak hal yang ingin ku tanyakan tentang rumah tangga yang sudah kita lalui, bisakah Sungmin hyung bicara secara baik-baik pada mu?"
Kyuhyun menoleh, berjalan cepat mendapati Sungmin telah membelakanginya, bersandar di pagar kawat dengan posisi menekuk kedua lututnya.
Kyuhyun ikut bersandar tepat di belakang punggung sempit Sungmin, tanpa sadar kedua mata mereka terpejam, dan angin seolah tengah menyambut dengan desiran nya yang begitu halus
"Kyu~." Kyuhyun mengangguk walau tahu Sungmin tak dapat melihat gesture persetujuan itu, Sungmin kembali menarik nafas lemah dan mulai membuka bibir mungilnya
.
"Aku tidak mencintainya." Tubuh Kyuhyun sedikit bergeming, walau tidak berpengaruh apapun pada semua tenanganya, mengangkat satu jemarinyapun seolah tak mampu, namja tampan itu memilih menengadah seraya bersandar, Sungmin hanya tersenyum entah untuk apa kemudian memilih menyamankan tubuh mungil nya yang tepat bersandar di belakang tubuh jangkung Kyuhyun, Keduanya kembali merasakan kehangatan dari masing-masing punggung mereka yang menempel
.
Sungmin's story on
.
"Aku tidak mencintaimu Hyung, jeongmal mianhae."Jungmo namja yang selama ini menunggu jawaban dari seorang Lee Sungmin akhirnya menelan kekecewaan , namja jangkung itu tersenyum pahit sementara Lee Sungmin hanya menunduk setelah berucap, Sungmin sering melakukan penolakan pada namja maupun yeoja seperti yang ia lakukan pada Cho Jungmo namun tetap saja rasa takut dan sedih selalu menelingkupi perasaannya, Sungmin merasa bahwa ia memang belum memiliki perasaan khusus apapun pada seseorang sampai saat ini.
"Gwaenchanayo Min, mungkin aku harus lebih lama menunggu lagi." Ucap Jungmo sembari berjalan mundur, tubuh mungil Sungmin mengejang.
"A-Apa?." Mata foxy Sungmin membulat penuh, Kalimat Jungmo seolah menerima namun terdapat paksaan besar di dalamnya. Sungmin masih membatu sedangkan Jungmo telah sibuk dengan jam tangan dan tasnya, masih dalam posisi berhadapan Jungmo tersenyum menatap wajah manis nyaris cantik milik Sungmin, lengan panjangnya terulur mengacak surai hitam itu.
"Mianhae Min sebentar lagi Hyung ada kelas." Sungmin pun berdiri mengikuti Tubuh jangkung Jungmo.
"Ju-Jungmo Hyung~" Sungmin hanya dapat mendesah lelah setelah gagal menghentikan langkah Jungmo yang telah jauh meninggalkannya.
.
.
.
Sungmin's Story off.
"Apa kau sudah percaya?."
"..." Kyuhyun tak menjawab.
Suasana canggung tetap saja mendominasi Sungmin hanya dapat menunduk sedih hingga teralihkan karena Sungmin mendapati kelinci-kelinci yang sengaja di pelihara oleh asrama milik Kyuhyun dapat melewati pagar kawat dan menghampirinya. Namja manis itu tentu saja kesenagan bulu-bulu berwarna putih terasa sang kelinci saat membelainya.
"Soal pertemuan kita yang pertama, hehehe kurasa sangat lucu." Lanjut Sungmin lagi, menggendong salah satu kelinci dan menempatkan di pangkuannya.
.
Sungmin's story off.
.
Sungmin's story on.
Dalam Bus-
Ctak ctak
"AH!, rasakan!"
Bruuuduuuuu~
Bla bla bla bla- . (Umpatan).
Drararararara
"SIAL!"
Sungmin menutup buku pelajarannya dengan cepat, memandang namja yanghendak memulai permainannya kembali, namun Sungmin cepat-cepat menghentikannya.
"Mianhae, apakah kamu benar-benar murid SM Junior High School?." Sungmin tanpa sadar bertanya dengan mempout-kan bibir shape M miliknya, namja yang merasa di tanya menunduk mensejajarkan tingginya dengan postur tubuh 175 cm Sungmin.
'Cho Kyuhyun' eja Sungmin melirik name tag Khusus yang bertengger rapi di jas sekolah namja SMP tersebut.
"Ne, memangnya ada apa." Jawab Siswa SMP itu, sedikit bergenyit ketika sadar gadis mungil –anggapan Kyuhyun, di hadapannya mengetahui nama sekolah tempat ia menimba ilmu.
"Bagus, apa tempat sekolahku dulu sudah tidak mengajarkan tata krama pada para siswanya?. Kau memainkan Psp dengan suara yang begitu nyaring bahkan kau juga ikut berteriak dan mengumpat, Kau mengganggu ketenanganku untuk belajar." Dada namja bermata obsidian tajam dengan ketampanan setara profesional model itu berdegup kencang saat disindir oleh orang yang ternyata terlihat begitu cantik jika sedang dalam keadaan kesal.
"Agasshi?Ah~tidak Noona, memangnya apa salahku sehingga kau begitu marah?, lagipula ini tempat umum." Tanpa menjawab pertanyaan Sungmin, Kyuhyun menyerobot kembali dengan pertanyaan bocah miliknya tanpa menghiraukan penumpang lain yang sebenarnya menyetujui tindakan Sungmin. Sungmin melotot lucu bibir tipisnya semakin terpout bahkan tangan mungilnya telah mengepal erat.
"Kyaaaaa, aku namja pabboya!." Sungmin menjerit imut memukul-mukul pundak Kyuhyun dengan tangan mungilnya-yang tentu sama sekali tidak terasa seperti pukulan bagi Kyuhyun namun bukan itu masalahnya, semua melotot bahkan Kyuhyun, mungkin karena semua orang sedari tadi mengira Sungmin adalah Yeoja mungil yang cantik.
.
Sungmin's Story off
"Kyu~ tentu mengingatnya, ini karena kau mengingatkan kejadian dalam bus itu dalam pertemuan kita yang kedua"
"..."
.
Sungmin's story on.
.
"Chagiya." Aktivitas Sungmin yang sedang memotong-motong sayur untuk acara makan malam bersama di kediaman Cho terkenti kala suara lembut menyapa pendengarannya, sedikit memutar tubuh, mendapati Yeoja paruh baya tersenyum begitu cantik ke arahnya.
"Ne, Heechul omonim?." Sungmin menyahut tak kalah sopan, Heechul berjalan mendekati Sungmin, membisikkan sesuatu.
"ah~?." Sungmin merona mendengar kalimat bisikan Heechul, Yeoja cantik itu segera mendorong tubuh mungil Sungmin dari arah belakang, Sungmin yang seolah terlihat tak yakin bergerak gelisah dalam langkah kecilnya.
"O-Omonim ke-kenapa harus aku?." Sungmin berusaha memandang wajah cantik Heechul hingga sang empu mau tak mau melunturkan seringainya agar tidak dianggap mempunyai imej licik dari calon menantunya.
"Aish, kau kan calon istrinya, setidaknya kunjungan kejutanmu yang pertama di sini tidak akan berkesan dengan adegan membangunkan tidur yang romantis." Sungmin semakin merona mendengarnya.
"Kajja." Heechul menuntun Sungmin utuk menaiki tangga yang menghubungkan lantai dua kediamannya, Sungmin dengan langkah canggung menaiki satu persatu anak tangga.
"Bangunkan dengan lebut Minnie-ah." Pesan wanita cantik itu sebelum berlalu memasuki dapur, Sungmin hanya dapat mengusap peluh yang tiba-tiba saja bercucur di wajah putihnya.
.
.
"Ng..di-dimana kamar Jungmo Hyung?." Sungmin kebingungan saat di gadapkan oleh satu lorong yang mempunyai dua cabang memang tidak terlalu jauh karena ia dapat melihat jendela besar yang menandakan jalan terakhir setelah ada 3 pintu yang berjajar di masing-masing lorong kanan dan kirinya, Sungmin mencoba untuk tidak bertindak gegabah, mata bulat nya mengedar mencari identitas yang ia anggap sebuah kamar di pintu berwarna senada tersebut.
"Eh, Gaemgyu?." Sungmin tertarik dengan bingkai kecil berisi tulisan serba biru yang tergantung pintu kamar bagian kiri, Sungmin melangkah pelan hingga berdiri tepat di pintu tersebut. Tangan mungilnya bergerak untuk mengetuk pintu, namun dalam tiga kali ketukan sang pemilik tak jua membukakan pintunya.
"Jungmo hyung berniat menggoda Minnie ne?." Gumam Sungmin mulai kesal. Memutar knop pintu dan-.
Klek
Mata Sungmin membulat lucu.
"Tidak di kunci." Gumam Sungmin kembali, wajah sebalnya berganti menjadi merah padam dengan tatapan gugup. Apa Jungmo Hyung melakukan ini dengan sengaja?, batin Sungmin tak santai.
"Gelap." Sungmin telah berada di dalam ruangan tersebut mencoba merapat ke dinding untuk mencari saklar lampu namun nihil. Sungmin merutuk kejahilan Jungmo dalam hati namun seolah tak mau kalah namja manis itu meraba untuk menemukan ranjang Jungmo.
Bruk
"Aw!appo~." Tubuh Sungmin terjungkal hingga terduduk di lantai sebuah benda menghalangi jalannya di tengah kegelapan. Mata Sungmin menyipit mendapati sebuah laptoplah yang menyebabkan ia terjatuh sebegini sakit.
"Ke-kenapa Hyung~ menempatkan benda ini di lantai?." Monolog Sungmin seraya mengelus kakinya yang tadi terbentur lantai dan laptop.
Grak
"Nugu?." Suara yang Sungmin kenal menyapa.
"Jungmo Hyung~~Appo~." Rengek Sungmin tiba-tiba, entah sikap manjanya memang kambuh jika berhadapan orang terdekat tak terkecuali Jungmo.
Tep
Lampu tiba-tiba saja menyala dari arah meja nakas di samping ranjang, dan terlihatlah sosok namja lain yang tidak Sungmin kenal sebelumnya begitu juga sebaliknya, namja itu tidak mengenal Sungmin.
"Kyaaaaaa...mpphhkk." Teriakan reflek Sungmin terhenti kala tangan besar namja tampan berambut brunette itu membekap mulut Sungmin. Namja cantik itu tergeletak di atas lantai tepat pada kukungan tubuh namja tampan tersebut.
"Diam." Peringat namja tampan itu dengan menggeram, nada bicara yang justru semakin membuat Sungmin di landa prasangka buruk berlebihan yang mengira namja tampan itu adalah maling.
"Uhmmhhh..khhjjmmjj." Sungmin menggerak-gerakkan kepala dan memukul-mukul kecil tubuh namja di atasnya namun percuma, kekuatannya seolah jadi lemah tak berguna.
"Aku akan melepaskanmu, jika yeoja berisik sepertimu diam." Sungmin mendelik, kembali mengoceh dalam keterbatasan gerak bibir, namja tampan itu semakin menekan tangannya dalam membekap Sungmin . Namun tiba-tiba namja tampan itu mengingat sesuatu.
"Hei, bukankah kau Yeoja yang berteriak dan memarahiku dalam bus beberapa minggu yang lalu karena bermain PSP?." Kyuhyun menarik tangannya, Sungmin terdiam dibuat mengerjap karenanya.
"Yak!. Aku namja!. Dan kau pasti siswa SMP yang tidak tahu aturan itu kan?." Persimpangan empat muncul di dahi Kyuhyun hingga mencekal kedua tangan Sungmin dan membawanya ke dua sisi kepala namja manis itu, Sungmin mulai mengadakan perlawanan.
"A-Apa yang kau lakukan!." Sungmin menjerit, Kyuhyun namja tingkat SMP dengan tinggi lebih dari tubuh Sungminpun hanya menyeringai tajam. Tidak pernah ada yang mengatainya seperti Sungmin bahkan eommanya sekalipun, sebagai namja yang memiliki harga diri tinggi tentu saja ucapan Sungmin adalah penghinaan besar untuknya.
"Hei, bocah Sekolah Dasar kenapa berani sekali pada orang yang lebih tua." Ucap Kyuhyun terkekeh meremehkan.
"Akh!. Aku Sudah Kuliah tahu!. Bahkan sekolahmu yang sekarang adalah bekas sekolahku!." Sanggah Sungmin berteriak.
"Benarkah?." Tanya Kyuhyun dengan nada mengejek, siapa yang akan percaya dengan banyolan bocah di bawahnya-menurut versi Kyuhyun.
"Sungminnie?. Apa kau salah masuk kamar chagiya?." Perdebatan kedua namja tersebut terhenti, ketika mendengar kalimat Heechul dari lantai dasar.
.
Sungmin's story off.
.
Sungmin mencium kelinci dalam pengkuannya, membayangkan yang tengah di ciumnya adalah pipi Kyuhyun, konyol sekali bukan?. Ah Sungmin tak akan pernah mengatakan perbuatan bodohnya barusan hanya karena alasan terlalu merindukan namja berkulit pucat itu.
"Dan saat itu aku ketakutan sekali pada sikapmu yang tidak ramah." Ungkap Sungmin Jujur.
.
Sungmin's story on.
"Ahahaha Minnie memang ceroboh." Mereka semua telah duduk di meja makan dengan Sungmin yang duduk di samping tunangannya, Jungmo tertawa keras tidak menghiraukan wajah keruh Sungmin, namja manis itu jadi merasa malu dengan perbuatannya, melirik namja belia-Cho Kyuhyun yang ternyata tengah memperhatikannya lebih dulu. Namja tampan yang ditemuinya dua kali.
"Minnie-ah dia adik Jungmo, Cho Kyuhyun beberapa bulan lagi akan pindah sekolah ke Jepang." Heechul memulai pembicaraan, Sungmin mengangguk dengan berani namja manis itu memandang wajah Tampan Kyuhyun setelah sedari tadi meliriknya.
"Ng..Lee Sungmin Imnida." Sungmin memilih membuang ego nya untuk memulai beramah-tamah dengan Kyuhyun, namun naas diluar dugaan Kyuhyun menanggapi ucapan Sungmin dengan seringai.
Plak
Heechul menggeplak kepala Jenius Kyuhyun, ketika melihat kelakuan setan sang anak.
"Biarkan saja dia Minnie, anak ini memang mempunyai kebiasaan malas bicara." Sungmin mengangguk, kembali memandang Kyuhyun dan masih mendapati seringai beserta pandangan jahil dari namja belia yang duduk di hadapannya. Sungmin memilih memasang wajah acuh walau dalam hati namja manis itu tengah menjerit ketakutan.
.
.
Sungmin's story off
.
"Jadi kau masih mengingat kenakalanku ne?." Kyuhyun ahirnya merespon bahkan namja tampan itu tersenyum, menggerakkan kepala untuk melihat reaksi Sungmin di belakangnya, dan benar Sungmin tersenyum malu terkekeh begitu lembut .
"Kau berubah-(menengok ke belakang)-menjadi lebih dewasa hanya untukku." Bukan pernyataan yang terlalu percaya diri bagi Sungmin, karena Kyuhyun juga membenarkan, Sungmin kembali menyandarkan diri.
"Apa kau mencintaiku Kyuhyunie?."
Tidak ada respon, Sungmin tersenyum hambar.
"Aku mencintaimu." Gumam Sungmin putus asa.
"Ceritakan."
"Mwo?." Tanya Sungmin bingung atas ucapan ambigu namja belia itu.
"Ceritakan bagaimana kau dapat jadian dengan hyungku di saat kau sama sekali tidak mencintainya." Sungmin memandang sendu langit dan kelinci lucu dalam pangkuan secara bergantian, kata-kata Kyuhyun sanggup membuat Sungmin tak enak hati. Namun namja manis itu menguatkan diri.
"Baiklah ini terjadi di hari yang sama setelah pertemuan pertama kita di bus."
.
Sungmin's Story on
.
Grep
"Hei, ka-kau mau apa?, lepas!" Sungmin berusaha melepas cekalan lengan yang begitu erat di bahunya, saat turun dari bus seorang namja tinggi langsung saja menarik dan membawanya dalam gang sempit, bukan namja SMP yang tadi ia tegur tadi tapi seorang ahjusshi.
"Kau cantik sekali sayang." Wajah Sungmin membiru karena syock dan tertimpa rasa takut serta jijik, ahjusshi itu semakin menatap mesum leher putih Sungmin yang terekspose karena Sungmin membuka 3 kancing teratas miliknya.
"KYAAAAAH!ANDWAEEEE, LEPAS!LEPAS!." Sungmin merasa semakin jijik saat wajah ahjusshi mesum itu melesak ke ceruk lehernya.
Bugghhhh.
"Hiks." Sungmin hanya mampu terisak saat tubuh tinggi ahjusshi itu terpental ke tanah akibat pukulan Jungmo.
"Sungmin, Gwaenchana?" Sungmin menggeleng menutup mulutnya dengan kedua tangan memandang nanar Jungmo, Namja jangkung itu langsung saja membawa tubuh mungil Sungmin dalam pelukan nya. Namja jangkung itu dapat merasakan bertapa takutnya Sungmin dari getaran hebat tubuh mungilnya.
"Hiks, Hyung~ gomawo, gomawo hiks." Jungmo tanpa sungkan mengecup pelipis Sungmin.
"Sssst, aku akan selalu melindungimu Minnie-ah. Mianhae aku tadi mengikutimu saat tahu Appamu tidak menjemputmu pulang. Kau pertama kali pulang seorang diri kan?." Sungmin mengangguk mengiyakan, Jungmo tersenyum lembut.
"Maukah kau menjadi namjachinguku Min?. Aku janji akan selalu menjagamu."Jungmo berucap pelan dengan lembut untuk memancing keputusan yang ia inginkan, dan berhasil Sungmin mengangguk, menengadah dengan berlinang air mata, Jungmo tersenyum puas kemudian mencium kedua kelopak mata Sungmin.
.
.
Sungmin's story off.
.
"Jungmo hyung adalah namja penjaga berhati putih yang pernah kutemui." Puji Sungmin yang secara tak sadar dapat membuat Kyuhyun mengeram pelan.
"Dia adalah pasangan yang ideal, tapi tentu saja bukan untukku karena sekeras apapun aku membuka hati dan berusaha mencintainya, Tuhan tak kunjung memberikan rasa cinta untuk jungmo hyung di hatiku. "
Nafas Kyuhyun seakan memendek.
.
Sungmin's story on.
.
-Taman kanak-kanak-
"Cungmin Congcaengmin!." Beberapa anak berseragam Tk berhamburan memeluk kaki jenjang Sungmin, Jungmo yang berada di belakang Sungmin hanya tersenyum.
"Ini kerja part time mu di setiap hari sabtu?." Sungmin menggendong salah satu siswa berdiri memandang Jungmo.
"Ng...aku berencana akan meneruskan salah satu lembaga Appa dan mengajar di sini setelah lulus kuliah."
"Tidak ke perusahaan keluargamu, kau mengambil jurusan itu bukan?." Sungmin menggeleng mengelus surai kecoklatan bocah bername tag Lee Taemin dalam gendongannya beralih menangkup wajah fatherish milik Jungmo dengan sebelah tangan.
"Appa akan memberikan kepercayaan penuh padamu dan Sungjin."
.
.
.
.
"Lee Sungmin." Sungmin menoleh pada Namja yang memakai jas eksekutif di hadapannya, berlari menerjang tubuh jangkung itu dengan dekapan erat.
"Congcaeng annyeong!." Beberapa murid taman kanak-kanak dalam bus melambai dan berteriak pada Sungmin hingga laju bus membawa mereka pergi. Jungmo dan Sungmin saling bertatap sebelum Jungmo terlebih dahulu mengecupi pipi chubby Sungmin.
"Sudah siap melihat rumah baru kita tuan putri?." Bibir Sungmin terpout mendengar julukan baru Jungmo padanya, tangan mungilnya bergerak untuk memukul lengan Jungmo.
"Ish, jangan panggil aku dengan sebutan putri, setidaknya kata pangeran jauh lebih baik." Jungmo tergelak, mengacak surai hitam tunangannya dengan sayang, mendorong Sungmin memasuki mobil mereka.
"Hyung membuat tatanan rambutku berantakan." Jungmo lebih memilih mengeraskan suara tawanya dan menjalankan mobil.
.
Sungmin's story off.
.
"Dan benar rasa cintaku untuk Jungmo hyung tak kunjung ada bahkan sampai dimana hubungan kami berakhir, hari terakhir aku mendengar suaranya."
.
.
Sungmin's Story on
.
"Minnie."
"Ne?."
"Saranghae?." Sungmin yang semula menatap jendela mobil beralih memandang Jungmo, sedikit kaget mendapati air muka sendu dari Jungmo, tiba-tiba bibir mungil Sungmin mengatup rapat seolah merasakan suasana De javu saat menolak Jungmo beberapa tahun yang lalu, Sungmin menggeleng kasar berusaha mengaburkan perasaan mencekik dan terpaksa saat akan membalas ucapan cinta Jungmo yang telah berkali-kali ia dengar.
"Na-nado saranghae." Sungmin tersenyum paksa, Jungmo begitu baik dan tulus mencintainya Sungmin akan selamanya menganggap diri nya sendiri sebagai orang paling kejam jika ia sampai melukai namja baik hati di sampingnya ini.
"Yakso?." lanjut Jungmo memaksa, tubuh mungil Sungmin menegang, meremas ujung jaketnya dengan gugup, namja manis itu tidak pernah berkata bohong karena menganggap itu bukan perbuatan terpuji, tetapi dengan Jungmo Sungmin seolah telah menganggap hal itu sebagai keharusan untuk menutupi perasaan kosongnya pada namja jangkung itu.
Hening sejenak.
" A-apa warna cat rumah kita seluruhnya Pink Hyung?." Sungmin mengalihkan pembicaraan, wajah Jungmo mengeras.
"Hm." Jungmo bergumam dingin. Sungmin membelalak kaget. Namun cepat mencari alasan baru.
"Mi-Minnie tidak mau masuk rumah sebelum cat di sana serba pink." Sungmin mulai menggertak imut walau dengan nada yang tertangkap begitu gugup, Jungmo menghela nafas sesaat memilih menolehkan kepalanya pada Sungmin, Tersenyum lembut.
"Ne Chagiya~" Jawab Jungmo dengan nada dibuat menggoda, Sungmin menautkan alis sedih seraya tersenyum miris, benar. Lee Sungmin yang sekarang jadi begitu jahat.
Tangan mungil itu tanpa sengaja mengelus pipi putih Jungmo, sang empu tersentak begitu juga Sungmin.
"Wae?."
"Ani, hyung merasa tanganmu kali ini begitu terasa hangat di pipi hyung.?" Jungmo menoleh sekilas, kembali fokus ke jalan raya. Sungmin memandangi jemari yang dibicarakan Jungmo tadi sebelum senyum jahil terpantri di wajah manisnya.
Pluk
Sungmin kembali menempelkan jemarinya pada permukaan pipi tirus Jungmo merabanya dengan lembut. Sungmin dapat merasakan ketegangan Jungmo sekarang, namja manis itu tersenyum semakin lebar.
Set
"Ya, hentikan sayang atau aku akan membalas kenakalanmu." Sungmin tertawa terbahak mendengarnya.
"Shirreo."
Pluk. Set set set
Sungmin semakin gencar menggoda Jungmo dengan mengintenskan elusannya, fokus Jungmo terpecah dan beralih memandang Sungmin , Kendaraan Jungmo melaju begitu lambat di jalan raya memilik dua arah itu hingga mobil dan motor di belakang mencoba mendahului, mobil yang terlebih dahulu melaju mendahului menggunakan kecepatan yang lebih tinggi dari mobil Jungmo. Namun naas truk dari arah berlawaan melintas menghantam mobil penyalib itu berbenturan tanpa bisa dicegah dengan mobil tepat di sampingnya,benar. Mobil milik Jungmo
Brak Graaaakkkkkkkkk
"Kyaaaaa!."
"Sungmin!."
Semua terjadi begitu cepat.
.
Sungmin's story off.
.
.
"Min?."
"Setidaknya dengan ini kau tidak lagi salah paham. Hatiku tidak pernah memberi cinta untuk Jungmo hyung walau sekeras apapun aku menanamkan rasa cintaku untuknya"
"..."
"Tapi Cho Kyuhyunlah yang membuatku mencintai Sosok Jungmo hyung"
"..."
"Tentu saja aku yang harus di salahkan atas kematian Jungmo hyung."
"Tidak, jangan menghubung-hubungkan kesalahanmu dengan takdir." Sungmin mengangguk patuh, membersihkan surai milknya yang kejatuhan daun kering dari pohon melati liar di atasnya.
"kalau kau Kyu?. Ng.. tapi kalau tidak mau bercerita apapun aku juga tak kebera-"
"..aku melihatmu untuk pertama kali setelah sekian lama tinggal di jepang , kepulanganku begitu mendadak akibat bencana yang menimpa keluarga kita lalu dimulailah persetujuan itu."
"Peretujuan itu?."
.
.
Kyuhyun's story on.
.
"Eomma?."
"Eomma?. Jungmo hyung?. Hiks."
"Sungmin kau sadar nak."
Leeteuk, eomma Sungmin hanya dapat menangis haru saat dokter memeriksa keadaan Sungmin dan menyatakan namja manis itu telah sadar total dari komanya.
"Eomma, hiks Uisanim hiks Gelap..gelap"
Dokter yang menangani Sungmin memang telah melaporkan kabar buruk tentang kebutaan Sungmin pada Leeteuk jauh hari. Appa Sungmin ada di sana-Lee Kangin. Bersandar lemas di tembok, Heechul selaku eomma Jungmo limbung ke arah tubuh tinggi Kyuhyun , tidak kuat menahan kesedihan yang bertubi-tubi, keluarga Cho telah terlebih dahulu kehilangan Cho Jungmo namun kian teriris melihat keadaan Sungmin.
.
-kediaman Cho
"Eomma" Kyuhyun menegur Heechul ketika namja tampan itu mendapati sang eomma tak sedikitpun beranjak dari peti mati Jungmo sejak mereka pulang dari Rumah Sakit menjenguk Sungmin.
"Apa yang kau lakukan. Hentikan itu!." Kyuhyun menyentak lembut tangan Heechul yang hendak membuka tautan dasi Jungmo.
"Eomma hanya ingin mengendurkannya agar hyung mu tidak kesulitan bernafas." Mata hazel Kyuhyun melebar menunduk memandang raut campur aduk Heechul dalam.
"Eomma-."
"Jungmo terlihat begitu tampan, ini lebih baik dari keadaan bersimpah darah saat pertama kali Eomma melihatnya di Rumah Sakit inap." Kyuhyun menggeleng pelan. Tidak. Eommanya tidak menemukan Jungmo di UGD, melainkan di kamar mayat.
"Uri Jungmo akan segera menikah, benarkan chagiya.?" Heechul meletakkan telapak tangannya tepat di dada Jungmo, Kyuhyun tersentak saat tangan eomma nya yang lain menggenggam tangannya dengan erat.
Dugh.
'Tidak ada.' Tangan Heechul mencoba meraba kembali sesuatu yang menganjal dari tubuh Jungmo.
'Tidak ada.'
Mata Heechul membulat, tubuh kurusnya kembali limbung beruntung Kyuhyun sigap menahan.
"Eomma.?" Kyuhyun kebingungan saat merasakan tubuh kurus Eommanya bergetar.
"Tidak ada." Bibir pucat Heechul tiba-tiba saja berucap berat.
"Tidak ada? Apa maksud Eomma.?"
"Tidak ada Kyu."
"?."
"KYU!. TIDAK ADA!"
"EOMMA!."
"DETAK JANTUNG URI JUNGMO SUDAH TIDAK ADA LAGI." Heechul memberontak kasar dalam pelukan Kyuhyun, tubuhnya merosot cepat hingga membawa serta tubuh Kyuhyun di atas lantai.
"Eomma!. Eomma!. Jebal!. Jebal!. Hentikan." Air mata Heechul kembali mengalir-untuk kesekian kalinya, Kyuhyun yang semula mencoba bertahan akhirnya runtuh mengikuti egonya untuk meraung sedih dan kecewa. Suami Heechul- Cho Hankyung hanya dapat menatap pias dari kejahuan. Meremas dadanya kuat.
"Kuat kan kami Tuhan." Ucap Hankyung lirih. Detik kemudian namja paruh baya itu segera berlari kuat untuk menerjang tubuh raput sang istri memelukknya erat.
"Yeobo. Hentikan ." Heechul seketika tersadar setelah mendengar suara Hankyung yang berbisik halus di telinganya. Kyuhyun perlahan menjauh.
"Hiks...hiks...Mianhae" Gumam Heechul terisak, membalas pelukan sang suami tak kalah eratnya.
.
.
"Jungmo akan segera menikahi Lee Sungmin." Kyuhyun yang tengah bermain PSP di ruang makan sontak menghentikan kegiatannya, menajamkan pendengaran.
"Heehehe Uri Jungmo akan segera menikahi Lee Sungmin."
'Oh, tidak jangan lagi.' Batin Kyuhyun was-was, namja tampan itu langsung saja beranjak dari Kursi, berjalan pelan menuju Kamar Duka yang selama 4 hari ini menampung peti berisi jasat hyungnya, ia yakin Heechul kembali untuk melihat mayat Jungmo.
"Appa!." Kyuhyun berusaha meminta bantuan Hankyung. Kamar duka itu memang melewati tangga yang menghubungkan dengan Ruang kerja Sang Appa.
Namun nihil Kyuhyun tak mendengar respon balasan dari ruang kerja sang Appa yang tertutup. Kyuhyun mendengus sebal, akhirnya memilih memantapkan langkah membuka Kamar duka yang tertutup.
Namun gambaran lain sanggup pembuat Kyuhyun tercengang.
Ia dapat melihat Hankyung dan beberapa maid kewalahan menahan gerakan kasar Heechul.
"Akh...HENTIKAN ANAKKU AKAN SEGERA MENIKAH." Sang Eomma berteriak kalap, mata yang penuh derai air mata memancarkan rasa takut. Terlihat tidak waras. Lutut Kyuhyun melemas.
"Eomma." Panggil Kyuhyun lemah, lutut namja tampan itu lunglai seketika dan membentur lantai.
"ANAKKU AKAN MENIKAH. TIDAAAAAAK."
Grep
Hankyung terkaget saat Kyuhyun datang dan mencengkeram kedua bahu Heechul, sang anak menatap sang eomma dengan pandangan sulit di artikan.
"Eomma aku memang akan menikah, kita akan segera melaksanakan pesta pernikahan, dan Lee Sungmin adalah calon pengantinku." Kyuhyun berucap reflek , ia berusaha untuk membohongi sang Eomma, toh sang Eomma masih menganggap hyungnya hidup.
"Cho Jungmo." Hankyung tersentak, Kyuhyun masih bertahan memandang manik kembar dengan miliknya, bersaha tetap menyalurkan rasa kepercayaan untuk Heechul.
"Kau kah itu nak?. Cho Jungmo?." Hankyung menggeleng, Mereka tidak sama. Hanya suara, selebihnya berbeda.
"Ky-."
"Ne Eomma ini Jungmo, Cho Jungmo yang akan menikahi kekasihnya Lee Sungmin." Heechul menangis, memeluk Tubuh Kyuhyun erat.
"Ne..ne Jungmo ...Cho Jungmo anakku." Heechul kini dapat tersenyum lembut, Hankyung menggeram kecewa, namun tak dipungkiri ketenangan Heechul sanggup membuat beban dan rasa cemas-nya sedikit berkurang.
"Biarkan ini Appa." Kyuhyun bergumam, namun Hankyung masih dapat mendengarnya.
"Biarkan seperti ini sampai Eomma sadar."
"Mianhae uri aegya." Kyuhyun hanya mengangguk atas ucapan Hankyung.
.
.
.
Kyuhyun's Story end.
.
"jadi Heechul ahjumma-."
"Menganggapku sebagai Jungmo Hyung." Sungmin mematung.
"Apa masih seperti itu sampai sekarang?." Namja manis itu mencoba bertanya dengan hati-hati.
Sejenak bibir Kyuhyun mengatup, namun kembali terbuka
"Ng..ne." ucap Kyuhyun lunak.
"..." Sungmin mencuri pandang dalam diam.
"Tapi ia dapat mengenaliku sebagai Cho Kyuhyun jika sedang tidak bersamamu, singkat cerita suatu hari aku mencari Appa di rumah, meminta bubuhan tandatangan untuk persetujuan kunjungan Orang tua setiap akhir semester, Eomma yang sedang berpapasan denganku di ruang tamu, memanggil nama asliku, dengan konyolnya memintaku segera berhubungan serius dengan seseorang." Setelah berucap panjang Kyuhyun tertawa hambar, Sungmin yang mendengar hanya dapat berkaca kaca, sudah memutar tubuhnya, memandang punggung tegap Kyuhyun yang bersandar. Apa dengan ini Kyuhyunlah terpaksa menyukainya?. Pelan Sungmin telah berdiri dari duduknya, menempatkan kelinci dalam rengkuahannya itu kembali pada kerumunan kelinci lain.
"Dengan ini aku mengerti, untuk apa surat cerai itu dilayangkan padaku."
.
"Ceritakan padaku."
"Ah." Sungmin sedikit tergerak dari kelemasannya. Kyuhyun ternyata telah berdiri di hadapannya, masih di balik pagar kawat pandangan mereka bertemu.
Mengapa mereka seolah terjebak dalam kebimbangan?.
"Ceritakan padaku bagaimana kau dapat menyukaiku segini cepat." Mata Hazel menusuk tajam pada mata foxy sendu Sungmin hingga kilatan cinta tak kasat mata saling menyaingi satu sama lain. .
.
Tbc
.
Akh mianhae, ini akan end di chap depan*tapi gak janji, kalau di end di sini kepanjangan. Ini udah 4K lebih.
No edit . TYPO(S) bergentayangan #plak
Monoton sekaliiiiiii~~~ soalnya masih butuh ini itu(?)*deep bow
Sepertinya akan banyak yang kebingungan dengan chap ini. Saya gak suka Hurt *sebenarnya.
Seperti pesan saya yang entah kapan, bahwa saya lagi nyut-nyutan buat chap panjang, tapi ternyata masih panjang*beli obat.
BIG THANKS BUAT YANG REVIEW CHAP 1 DAN 2 saya hafal nama perepyunya nanti saya jadiin satu ama chap end, tapi soal balas membalas kayaknya masih gak sempat.
Ini sedang ngebut*ngebut apanya?* author di gebukin.
Wo Ai Ni Man~*pinjem suaranya Umin ama Ryeowook.
gomawoooo sekali~. Semoga kita masih dapat berteman~
