Disclaimer:Bleach selalu milik Tite Kubo sensei,Aya cuman minjem karakternya doang ._.v
Mohon maaf kalau banyak typo atau kesalahan lainnya,Aya author baru soalnya ^^
Chappy 3
Rukia membuka matanya dan melihat sekelilingnya,dia merasa asing dengan tempat padang rumput ilalang dengan pemandangan disekitarnya yang sangat indah
'apakah ini surga?'batin Rukia
"berarti aku sudah mati.."Rukia tersenyum kecut dan mulai berjalan di padang rumput itu
"Rukia?"Rukia menoleh kebelakang mencari sumber suara dan melihat seorang wanita cantik
"kakak?"Rukia tak mampu menahannya dan berlari memeluk wanita itu
"iya sayang,kakak disini.."wanita itu mengelus lembut surai hitam lembut milik Rukia yang masih menangis di pelukannya
"kak?apa ini surga?apa aku sudah..mati?"tanya Rukia
"kenapa kau berfikir seperti itu?kau malah akan memulai hidup baru"jawab wanita itu
"lalu kenapa aku ada disini?"
"kakak hanya ingin bicara denganmu"
"tentang apa kak?"
"kau semakin cantik ya"mereka mulai berjalan pelan mengelilingi padang rumput itu dan duduk di bawah pohon besar yang rindang
"hehehe,bukannya cantikku ini masih kalah bila dibandingkan dengan kakak"
"kau cantik dengan menjadi dirimu sendiri,hatimu sangat suci dan tulus..kau sangat tulus walaupun tak bisa menggapainya"Rukia kaget dengan penuturan kakaknya,apa maksudnya?
"maksud kakak?"
"kau menyukainya kan?"
"bagaimana kakak-"Rukia kemudian terdiam,dia menunduk
"dia tak menyukaiku,dia membenciku,dia..dia"lelehan air mata Rukia sudah menetes lagi,membuat kakaknya mengelus kepala gadis itu lagi
"tidak apa apa,kalau kau tulus dengan perasaan seseorang kau pasti ingin dia bahagia"Rukia terdiam
"kau hanya perlu membuktikkan kalau kau tulus,perasaanmu bukan untuk dijadikan sanggaan hati sementara"
"lalu bagaimana aku membuktikannya?"
"cobalah memulai hidup baru tanpa ada bayang bayang seorang Kurosaki Ichigo dihidupmu"Rukia bingung ingin menjawab,karena jujur dia masih tak bisa menerima keputusan Byakuya yang mengajaknya pindah dan meninggalkan Jepang dan..Ichigo
"kakak tau ini sulit,tapi cobalah untuk menerimanya..kau harus bisa merelakan sesuatu untuk bisa mendapatkan sesuatu"wanita itu tersenyum lembut,perlahan berdiri
"nah Rukia,kau sudah mengerti kan?kalau begitu kakak pergi dulu ya"wanita itu berbalik dan perlahan meninggalkan Rukia sendiri
"kakak!jangan tinggalkan aku!aku takut,aku sendirian..hiks"Rukia mencoba berlari mecari kakaknya tapi hasilnya nihil dia hanya bisa menangis sebelum pandangannya berubah gelap
11 Tahun yang lalu
Wanita itu adalah Kuchiki Hisana,kakak Rukia sekaligus mendiang Istri meninggal karena mencoba menyelamatkan Rukia kecil saat terjadi kecelakaan pada mobil yang ditumpangi Hisana,Byakuya dan Rukia kecil saat mereka ingin pulang ke rumah setelah pergi ke taman mereka jatuh ke yang waktu itu berhasil keluar mencoba mengeluarkan Hisana dan Rukia kecil tapi Hisana menyuruh Byakuya pergi dengan membawa Rukia kecil karena kaki Hisana terjepit di jok mobil dan dia tak bisa lagi bergerak
"pergilah Byakuya-kun,selamatkan dirimu dan Rukia..aku akan baik baik saja"ucap Hisana lemah
"tidak!aku akan mencari bantuan,tunggulah sebentar lagi!"Byakuya mencoba menelpon siapapun yang bisa dia hubungi dan berteriak mencari pertolongan
"Pergi!jaga Rukia ku,jaga dia seperti anak kita sendiri ya..aku mencintaimu,sekarang pergilah!"Byakuya menatap Hisana perih
"aku akan mencari bantuan,tunggulah sebentar"
"PERGI!"Byakuya menarik Rukia kecil yang sudah pingsan kepelukannya dan membawanya sedikit menjauh dari bangkai mobil itu saat..
DUARRRR
Terdengar suara ledakan,nafas Byakuya tercekat,Wajahnya memucat saat dia berbalik dia melihat mobilnya dengan Hisana yang masih ada didalamnya melahap mobil itu dengan cepat membakar hangus semuanya.
Saat itu orang orang dan bala bantuan datang dan membawa Rukia kecil ke mobil ambulance untuk dirawat sedangkan Byakuya tak mau dirawat,dia hanya menemani Rukia kecil di mobil ambulance dan menatap wajah Rukia kecil yang sangat mirip dengan mendiang istrinya..Hisana-nya
Hatinya terasa hancur,perasaannya sudah sobek dan terbang entah kemana,rasa sakit merasuk dalam hati Byakuya,kehilangan seorang wanita yang paling berharga dalam itu,Byakuya tak mau kehilangan Rukia kecil juga
"Aku akan menjaganya Hisana,Aku bersumpah"Byakuya memejamkan matanya saat air matanyanya sukses meluncur ke pipinya
Rukia POV
Aku mencoba membuka mataku,rasanya seluruh badanku remuk dan aku mulai melihat sekelilingku,aku melihat dokter Hinamori langsung bangun dan menghampiriku saat melihat aku mulai membuka mata
"Rukia-sama?anda sudah sadar?"tanya dokter Hinamori,wajahnya menampakkan senyum lembutnya
Tapi lidahku terlalu kelu untuk menjawab pertanyaan Dokter Hinamori dan aku hanya bisa mengangguk pelan
"akan saya panggilkan Kuchiki-sama,beliau pasti senang"Dokter hinamori beranjak keluar kamarku,memanggil kakakku,tunggu!apa kakakku sudah pulang?
"tapi Rukia-sama masih belum diperbolehkan untuk pergi kemanapun,dia harus istirahat penuh"terdengar suara Dokter Hinamori di depan pintu kamarku,dia bicara dengan siapa?
"karena itu,ikut dengannya,aku mau kau yang merawat dia sesampainya disana akan kuurus kepulanganmu ke Jepang"
'itu pasti kakak'Aku bicara dalam hati,kakakku pasti sedang membicarakan kepindahanku dengan dokter Hinamori
FLASHBACK
Aku sedang menggambar karakter kelinci kesukaanku,Chappy saat hp-ku berbunyi,aku meraihnya dan ternyata kakak sudah 2 minggu kakak tidak menelponku,haah aku merindukan kakak
PIIP
"Halo kak?"aku mulai bicara
"Rukia"suara diseberang sana membuat bibirku teangkat keatas membentuk senyum paling manis
"kakak apa kabar?sudah 2 minggu kakak tidak menelponku,kakak sudah makan?"aku mencoba menanyakan kabar sang kakak
"aku baik baik saja,maaf aku sibuk..aku langsung saja,kau mulai kemas barang barangmu..3 hari lagi aku akan pulang dan kita akan mengurus kepindahanmu ke London"
aku diam,aku tak percaya kakak akan menyuruhku pindah
"Ta-tapi ke-kenapa kak?"Rukia tergagap,ada rasa sakit dalam hatinya
"hn,aku dengar kau dekat dengan keluarga Kurosaki terutama dengan anaknya yang berambut aneh itu"kakak pasti membicarakan Ichigo
"iya,ada apa kak?"
"jauhi bocah itu,tinggalkan dia ikutlah denganku"aku membelalakan mataku tak percaya,meninggalkan Ichigo?
"ta-tapi aku tak bisa"suaraku semakin pelan
"aku tau kau akan bicara begini,kau tak boleh menolak..mengerti?"
aku hanya diam,aku tak membalas kakak,fikiranku melayang layang
"aku tutup"lalu kakak memutuskan sambungannya
Rukia melihat keluar jendela
'Bagaimana ini Icihigo?'aku bicara dalam hati seakan sedang bicara dengan Ichigo dan berharap dia menahanku pergi,tapi aku tau kenyataannya tak akan seperti itu
Keesokan paginya aku datang ke rumah Ichigo,aku dipersilahkan duduk oleh paman Isshin di ruang meraih hp di saku ku dan mengetik pesan untuk Ichigo
To:Stoberi
"Bangun Ichiiii,kau mau kita terlambat lagi?aku dibawah bersama ayah,cepat mandi!"
aku tersenyum dan menaruh hp ku disakuku lagi,tapi Ichigo tidak keluar keluar,pasti dia tidur lagi!
BRAKKK
Aku mendobrak kamar Ichigo dan aku melihat ichigo masih berguling nyaman di kasur sambil memeluk gulingnya dengan wajahnya yang seperti habis diobrak abrik perampok (?)
"Stoberi!bukannya sudah kubilang bangun?kau tak bisa baca atau apa hah?"aku berteriak seakan membangunkan monster oranye tukang tidur
"Heh chappy jelek!aku sedang siap siap,apa kau tidak lihat?ujar Ichigo tak kalah nyaring
"berpelukan dengan guling di kasur dengan wajah seperti diobrak abrik perampok kau bilang kau sedang siap siap?kuhitung pada hitungan ketiga bila kau tidak bangun akan kutinggalkan kau!"
"terserah"
"1"
Ichigo diam
"2"
Ichigo masih tak bergeming dari posisinya
"3"
Bukannya bangun,aku malah mendengar dengkuran Ichigo semakin menjadi..benar benar anak ini
Aku menghela nafas panjang,dan akhirnya memutuskan pergi ke sekolah sendiri
"paman,aku berangkat sendiri saja..Ichigo benar benar membuatku kesal"ucapku
"heee?kenapa putriku?apa Ichigo tak mau bangun?"tanya paman Isshin,ayah Ichigo
"Tidak"aku mengatakan sambil menghela nafas panjang
Selagi paman Isshin menggerutu tidak jelas tentang putranya,aku termenung memikirkan sesuatu dan menatap paman Isshin dengan tingkah konyolnya lalu tersenyum sendu
Akhirnya aku benar benar berangkat sendiri,dijalan aku memikirkan mengingat ngingat masa laluku dengan Ichigo dan keluarganya
TIN TINNN
"Nona,kalau jalan tolong lihat lihat"ucap seorang pengendara yang hampir menabrakku yang memang kuakui jalanku sedikit ngelantur
"hee?gomenasai"aku menundukkan kepalanya tanda permintaan maafku,seiring pengendara itu berlalu,aku menggumamkan sesuatu
"Ichi"
-Karakura High School-
"pagi sensei,maaf saya terlambat"seorang siswa memasuki kelas terburu buru,nafas terengah engah,baju acak acakan dan tidak mengetuk pintu dulu
"Kurosaki san,kali keberapa saya sudah melihat anda terlambat?"tanya Unohana sensei
"maaf sensei,saya berjanji tak akan mengulanginya"
"kau mengucapkannya lebih dari 10x Kurosaki san,bersihkan lapangan saat istirahat nanti sekarang silahkan duduk"
Ichigo berjalan menuju bangkunya yang ada disampingku
"kau keterlaluan pendek,kau benar benar meninggalkanku"Ichigo menatapku dengan kilat marah dimatanya
"kau sendiri yang minta ditinggal dasar stoberi"aku membalas tak mau kalah
Ichigo tak menjawab dan duduk,2 jam berlalu dan kami tetap diam selama pelajaran berlangsung dan satupun dari kami yang ingin memulai pembicaraan sampai pada jam istirahat aku menghampiri Ichigo di atap sekolah sambil membawa keranjang bekal
"Ichi,ayo makan..aku sudah buatkan yakisoba dan ocha"tawarku sambil menyodorkan yakisoba dan segelas ocha
"kau"Ichigo menatapku dengan tatapan yang sulit dijelaskan
"aku?"tanyaku tak mengerti
"kenapa kau selalu menggangguku?membangunkanku di pagi hari,mengajakku makan siang dan mencoba maumu?"kata kata Ichigo benar benar membuatku kaget dan perih didalam hatiku
"apa aku mengganggumu?"
"Ya,dan kapan semua ini akan berakhir?sudah cukup 2 tahun kau kau menyukaiku?kalau iya,maaf aku tidak menyukaimu"aku mengutuki diriku sendiri karena tak bisa menjawab apapun,sedikit perih terasa di hatiku
"baiklah,aku akan masuk ke kelas duluan..itu bekalmu"aku beranjak pergi dan meninggalkan Ichigo dengan yakisobanya
"sebentar lagi Ichigo,tunggulah sebentar lagi dan aku akan menghilang seperti buih dalam lautan"aku menatap Ichigo dari kejauhan dengan air mata menggenang di mataku
TBC
Yatta!Chappy 3 kalau ceritanya pendek dan alurnya agak membingungkan,Aya masih belajar ._. tapi dimohon Reviewnya *bow* semuanya Aya terima,kritik pun silahkan kirim :D
