Chappy 6
Rukia POV
Setelah pamit dengan Ichigo,Toshirou mengantarku pulang ke tetap menggenggam erat tanganku.
'setelah sekian lama Ichigo,kau baru memanggil namaku'aku bicara dalam hati takut pria disebelahku mendengarnya
"Rukia?kau daritadi melamun yang terjadi?"tanya Toshirou lembut
"aku tidak apa-apa,aku hanya sedang mengingat kembali jalanan di Jepang"aku berbohong,untuk pertama kalinya aku bohong pada Toshirou.
"tapi kau…Sudahlah,kau tak mungkin bohong..aku percaya padamu"Toshirou tersenyum dan mengecup punggung tanganku yang masih digenggamnya
Saat sampai di London,kakak langsung membawaku menemui rekan bisnisnya,Hitsugaya Toshirou pria yang saat ini sangat baik padaku,dia selalu ada untukku,dan semakin lama aku semakin dekat 4 tahun di London,aku tidak pacaran dengan Toshirou tapi saat 2 bulan lalu dia melamarku..entahlah,aku menerimanya.
Saat kami sampai di apartemenku,kami turun dan berjalan tanpa bicara tapi tangan Toshirou tak melepas tanganku.
"3114..ini dia"aku mengeluarkan kunci dan membuka kenop pintunya
Aku menyukai tempat ini,cukup mungil tapi aku menyukainya mungkin karena aku tinggal mini bar,ruang tamunya lumayan luas dengan sofa berwarna crème yang membuat cantik tampilan apartemennya.
"Cukup bagus,kau suka?"tanya Toshirou
"Suka,sangat kasih"aku mengecup pipi Toshirou,apartemen ini memang hadiah darinya,katanya supaya Toshirou bisa juga tinggal di apartemen sebelahku
"bisa kau lepaskan tanganku?aku mau melihat lihat sebentar"Toshirou melepaskan genggaman tangannya,tanganku terasa panas karena Toshirou tidak melepasnya berjalan menuju kamar tidur utama yang nantinya akan ada balkon tapi jendelanya lebar,bisa dibilang pengganti tembok sehingga dia bisa melihat keadaan kota Karakura dengan jelas
Aku berdiri di depan jendela kamar,menikmati keindahan kota Karakura,tanpa sadar ternyata Toshirou juga mengikutiku masuk ke kamar.
"Kau cantik Rukia"Aku tersentak saat tangan Toshirou melingkari pinggangku dari belakang dan aku bisa merasakan hangat nafasnya menderu di dekat menyentuh tangannya yang melingkari pinggangku
"Toshirou,bila kukatakan aku…"aku diam,sesuatu dalam fikiranku tiba tiba memotong kalimatku,aku takut..aku takut menyakiti perasaan seseorang yang selalu menjaga dan mencintaiku,aku takut akan karma.
"bila kau apa Rukia?"Toshirou makin mengeratkan menunduk
"tidak apa apa,lupakan saja..aku lapar,kau mau makan?"aku bertanya mengalihkan topik pembicaraan kami
"hmm,ayo..kau mau makan apa?"
"bagaimana kalau kita jalan jalan sambil mencari makanan?"aku membalikan badanku dan menatap matanya,pelukannya semakin erat
"ide bagus,aku merindukan Jepang"Toshirou mengecup keningku yang tertutupi poniku ringan dan melepaskan mengambil tas selempangku dan berjalan menghampiri Toshirou yang sudah berdiri di depan pintu mengunci pintu dan kami berjalan bersama
Rukia POV end
-Ichigo's House-
Normal POV
Yuzu dan Karin menyusun piring piring di meja saat Isshin memasuki ruang makan dan Ichigo turun dari kamarnya karena mencium aroma daging panggang yang menggiurkan
"makanannya sudah siap"Karin menyerukan saat melihat ayah dan kakaknya datang
Mereka makan dalam keheningan,hanya bunyi denting sendok yang menyentuh piring yang terdengar
"ahh,ayah merindukan Rukia chan"Isshin memasang wajah sedih yang dibuat buat sambil melirik Ichigo
"aku juga"Karin menyambung
"aku merindukan masakan Rukia nee-chan"Yuzu ikut ikutan
Ichigo mendengarnya hanya tetap melanjutkan makannya dan sesekali menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal mengingat tadi dia bertemu dengan sosok yang sedang dibicarakan keluargnya ini
"Ichigo,kau tidak merindukannya?"tanya Isshin pelan
"hm,tidak"Ichigo tetap fokus pada makanannya
'Entahlah,aku bingung' Ichigo bicara dalam hati
Setelah makan malam berakhir,Ichigo kembali ke kamar dia merasa dia mendengar handphone-nya berbunyi,Ichigo membuka layar hp flip-nya
Unknown Number
"halo?"Ichigo memulai
"yo !Stoberi baka!" Ichigo mengerutkan keningnya,beraninya orang lain main telpon dan memanggilnya stoberi?
"kau?Renji?"
"apa kabarmu Ichigo?"tanya yang di seberang sana
"hei,aku sedang bertanya babon!"Ichigo sedikit kesal
"hehehe,aku Renji dan kau masih setia dengan rambut oranye mu itu?"
"setia?memang aku terlahir seperti ini bodoh" rasanya Ichigo ingin menjambak rambut merah Renji
"iya iya,kau ini masih sensitif berubah"
"kau berharap aku berubah seperti apa?seperti babon bodoh sepertimu?"
"heh!siapa yang bodoh?katakan saja kau merindukan teman bodohmu ini!"
Ichigo tertawa keras,rasanya ingin menyikut perut temannya yang satu ini
"hei!apanya yang lucu?aku sedang bicara,benar benar tidak sopan"
"baiklah,maafkan sudah kembali ke Jepang?"
"sudah,2 hari yang ,aku lapar,kutunggu di restauran seafood yang baru buka itu ya"
"hei!kau menyuruhku?dan apa maksudmu dengan restauran seafood yang baru buka?"
"iya,aku tega bila aku mati kelaparan karena kau tak mau menemaniku makan seafood di restauran baru itu?"
"bodoh,tapi restauran mana?"
"aduh!kau ini ya,itu restauran seafood mewah yang baru buka cabang di Jepang dan kau tidak tau?"
"aku benar benar tidak tau,lagipula untuk apa aku makan di restauran bila masakan adikku lebih enak"
"pantas kau jomblo sejak SMA"
"kupastikan akan kupatahkan lenganmu bila kau bicara lagi"
"iya baik,jadi?kutunggu ya,aku sudah "
Ichigo menautkan alisnya,Renji memutuskan sambungan teleponnya Ichigo tidak ada shift malam,jadi dia bebas untuk keluar malam ini kecuali besok dia harus datang pagi pagi sekali ke rumah sakit
Ichigo menghela nafas,dia meraih jaket di lemarinya dan turun ke bawah
"nii-chan mau kemana malam malam begini?"tanya Yuzu yang sedang duduk di ruang keluarga dengan Karin
"temankku baru pulang dari luar negeri,dia mengajakku makan, memaksa tepatnya"
Yuzu terkikik geli sedangkan Karin masih asik dengan cemilan di tangannya
"oh iya,katakan pada ayah aku akan pulang terlambat"Ichigo meraih kunci mobilnya
"ayah tidak di rumah,katanya dia sedang ada urusan di luar"Yuzu tersenyum
"baiklah,kalian kunci pintu bila ayah belum pulang,aku yakin ayah bawa kunci"
Ichigo mengeluarkan mobil sport merahnya dari garasi dan mulai memacu gasnya sampai ke restauran yang dimaksud Renji
Boleh Ichigo akui,restauran ini sangat mewah,arsitekturnya sangat berkelas dengan gaya Italia
"hei!"seseorang menepuk bahu kanan Ichigo,ternyata Renji
"wow,rambutmu masih menyilaukan mataku!"
"kau kurang ajar Renji"
"baiklah,ayo kita duduk aku sudah reservasi tempat"
Mereka memesan makanan masing-masing,dan ngobrol layaknya teman mulai dari karir mereka,dan masa masa SMA mereka
"bagaimana tim basket saat kutinggalkan?"Renji mengangkat gelas wine nya dan mulai meneguknya
"mana kutau,memang aku ikut klub basket"Ichigo berucap datar
"kau benar benar membosankan ya"
"hn,memang"
"oh iya,besok aku mau kau bertemu dengan seseorang."Renji membisikkan nya di depan muka Ichigo sontak saja Ichigo memundurkan wajahnya
"siapa?"
"ada aja,kau lihat saja besok"
"aku ada shift pagi besok"
"kau ini!sebentar saja,setelah itu kau boleh kembali pada pasien pasienmu"
"baiklah,kau selalu memaksaku"Ichigo berujar membuat Renji tertawa menang
Mereka terus bicara dan tak terasa sudah larut,Renji pamit dan pulang duluan dan besok akan mengajak Ichgo ke suatu pun pulang ke rumahnya
-Rukia's apartment-
"Rukia,besok akan kutunggu jam 9 ya"Toshirou mengantar Rukia ke kamarnya,mereka makan malam,berjalan jalan sebentar,mendatangi kuil kuil suci,menonton film dan makan kue ikan di pinggir jalan
"iya,lagipula kamarmu disebelah kan"Rukia tersenyum lembut
"baiklah,aku masuk dulu "Toshirou berjalan menjauh dan masuk ke kamarnya sendiri
Rukia menutup pintu dan berjalan gontai ke memejamkan matanya di atas kasur
"aku harus bersiap,besok aku harus berangkat pagi"Rukia beranjak bangun melepas mantelnya,sepatunya dan menghapus riasan tipis di wajah cantiknya
Rukia mengganti bajunya dengan piyama chappy dan tertidur
Keesokan paginya Rukia bangun dan langsung beranjak ke kamar mandi,mencuci wajahnya dan mandi di berdiri di depan kopernya karena dia belum sempat membereskan baju bajunya kemarin
"aku harus pakai yang mana ya?"Rukia sibuk mengaduk ngaduk isi kopernya mencari baju yang cocok untuk hari ini dan tiba tiba dia teringat berlari ke ruang tamu dan melihat sebuah kotak putih di sofanya
To: my Rukia
Pakailah gaun ini,aku yakin kau kebingungan mencari gaun yang tepat
Love,Hitsugaya Toshirou
Rukia tersenyum lebar dan membawa kotaknya ke kamarnya,saat dia membuka kotaknya,dia kaget karena melihat gaun yang diinginkannya berada di panjang berwarna violet dengan lengan panjang dan pita putih melingkar di daerah pinggangnya,memang sangat sederhana,tapi itulah yang disukai yang sangat sederhana
'dia memang terlalu baik untukku'Batin Rukia
20 menit kemudian Rukia sudah siap dengan gaunnya,riasan tipis tak menutupi wajah porselen Rukia,heels putih polos dan tidak lupa rambut panjang gelombangnya yang dia gerai menambah nilai plus untuk penampilannya
TING TONG
Rukia berbalik saat mendengar bunyi bel dan langsung membuka pintu apartemennya saat Toshirou berdiri disana dengan tuxedonya yang membuat kaum hawa yang melihatnya pasti jatuh hati
"aku tau kau pasti terlihat sempurna"Toshirou tersenyum saat melihat penampilan Rukia
"terima kasih,kau juga terlihat tampan"
"sudah siap?"Toshirou memberikan tangannya dan Rukia mengambill tas tentengnya dan mengunci pintu apartemennya
Mereka memasuki mobil Toshirou dan mulai melaju kesuatu tempat
Ichigo sudah siap dengan jas dan kemeja polos tanpa dasi,dia berdiri di sebuah hotel mewah dan menunggu seseorang
"yo!maaf terlambat"Renji datang dan langsung menghampiri Ichigo yang menunggunya di lobi hotel
"kau selalu cepat,aku hanya minta izin sebentar"Ichigo mulai kesal
"kau kan dokter sukses,pasti punya banyak asisten,suruh saja juga kan manusia"Renji mendecak sebal
"tapi pasienku..ah lupakan,bicara denganmu tak ada gunanya"
Mereka masuk ke dalam lift dengan beberapa orang yang sama rapihnya dengan mereka
"hei,sebenarnya ini acara apa?"bisik Ichigo
"ulang tahun temanku,dia temanmu juga kalau kau menganggapnya"Renji memasang wajah lift mereka berhenti pada lantai 7 hotel itu mereka melihat kerumunan orang dengan pakaian resmi
"selamat pagi semuanya"seorang pria berambut putih menyapa diatas panggung menggunakan mikrofon kepada semua yang hadir disitu,Ichigo membelalakan matanya..itu kan,Hitsugaya Toshirou,tunangan Rukia kan?
"saya ingin mengucapkan terima kasih pada kalian karena telah hadir hari ini,hari ini saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada seorang gadis luar biasa,cantik,pintar dan pendamping hidup saya,Kuchiki Rukia"riuh tepuk tangan menggema di ruangan itu,Ichigo ?dia membuka layar handphone-nya dan
Tanggal 14 Januari
Ichigo terhenyak,dia baru ingat hari ini ulang tahun mata hazel Ichigo berputar mencari sosok tersebut dan terdiam saat melihat Rukia menaiki panggung dengan anggunnya
"selamat pagi,dan saya ucapkan terima kasih atas kehadiran kalian pada hari terima kasih atas sambutannya dari Hitsugaya Toshirou,tunangan tidak akan panjang lebar,jadi biarkan kakak saya yang akan melanjutkan"Rukia menjauh dari mikrofon saat Byakuya menaiki panggung itu.
"selamat pagi,saya selaku pimpinan Kuchiki Corporation mengucapkan selamat datang dan salam hangat dari keluarga besar ini,salah satu wanita yang paling berharga bagi saya bertambah usia dan semakin saya,Kuchiki Rukia sekarang berumur 22 tahun,dan baru pulang dari London untuk melanjutkan studinya agar kelak semakin siap menggantikan saya memimpin perusahaan."Byakuya mulai panjang lebar
"karena itu,hari ini juga saya melantik Rukia sebagai wakil direktur Kuciki Corp. dengan keputusan para pemegang saham yang juga setuju akan keputusan hanya itu,saya tutup terima kasih"Byakuya menjauh dan turun dari panggung dengan wajah datar,sementara para tamu di ballroom hotel itu tepuk tangan
Acara tersebut berjalan lancar,setidaknya untuk tidak untuk Kurosaki Ichigo yang dari tadi merutuki dirinya sendiri
'sial!si babon merah ini kenapa tidak mengatakan kalau dia akan menghadiri ulang tahun Rukia!' Ichigo berteriak dalam hati
"Yo,kenapa tidak makan?kau diet?"Renji datang dan menepuk bahu Ichigo membuat Ichigo mengerenyitkan dahinya
"babon baka!"Ichigo menjitak kepala merah mengelus kepalanya dan tersenyum licik
"heee,kau berencana membelikannya kado ya?"
"a-apa?tidak,aku hanya lupa kalau hari ini ulang tahun Rukia"
"hmm,memang kau pernah ingat ulang tahunnya?memanggil namanya saja kau tak pernah.."Renji menerawang mengingat kembali masa masa SMA mereka
Ichigo diam,dia baru melihat sekeliling dan mata hazelnya menangkap iris lavender sedang menatapnya lekat dari kejauhan
"Renji,aku akan berkeliling"Ichigo mrninggalkan Renji yang sibuk memakan kue kue yang disajikan,sedangkan Renji hanya mangap mangap tanda mengerti
"Selamat.."Ichigo mendekat,Rukia memandangnya lama dan menjawab
"untuk apa?"
"dipromosikannya kau,dan ulangtahunmu"Rukia tersenyum kecut
"ya,terima kasih"
Mereka diam cukup lama saat Rukia mulai bicara
"bagaimana kabar paman Isshin,Yuzu dan Karin?"tanya Rukia
"oyaji baik baik saja,bulan depan Karin akan sekolah di Tokyo,paman Uruhara akan buka cabang disana jadi Karin bisa ikut belajar cara menjalankan toko"
Rukia manggut manggut,dan menghela nafas panjang
"kenapa?"tanya Ichigo
"aku bosan"
"ini kan ulang tahunmu?"
"iya,tapi lebih mirip acara datang mewakili perusahaan mereka,bukan karena mereka benar benar ingin datang"
Ichigo menatap gadis di depannya dan terbesit ide
"mau berkeliling?"Mata Rukia langsung berbinar
Mereka berjalan menuju kolam renang hotel,Rukia mencabut sepatu heelsnya dan menentengnya.
"kakimu tidak dingin?"Ichigo melihat kaki Rukia yang pucat
"tidak"
"Ichigo?"suara parau nyaris tak terdengar namun Ichigo berada didekatnya dan mendengarnya
"ya?"
"kenapa….kau seperti ini?"Rukia berhenti berjalan dan Ichigo pun begitu saat mendengar pertanyaan Rukia
"maksudmu?"
"kau…begitu baik padaku,tak ada sikap dingin dan aroganmu padaku seperti dulu"Rukia menunduk menyembunyikan bulir bulir air mata yang mulai menuruni pipinya
"aku…"Ichigo diam seribu bahasa,dia seperti di skak mat
"kau tak perlu seperti ini,kalau kau memang muak melihatku jangan bertemu denganku,bukankah kau membenciku?"Ichigo masih diam
"aku memang salah kembali Jepang,tapi aku mohon..kau tak perlu melakukan semua ini"Ichigo ingin bicara tapi rasanya seluruh tubuhnya membeku
"setelah aku menikah 2 bulan lagi,aku akan pergi selamanya jadi kau tak akan melihatku -"
"CUKUP!"Ichigo berteriak dan mencengkram bahu Rukia erat
"apa aku tak boleh minta maaf atas kesalahanku dulu?"cengkraman Ichigo merenggang
"mungkin mustahil bagiku untuk berharap bisa mengulang semuanya dari awal,jadi kau tak perlu pergi,ataupun menikah dengan..dengan orang lain"Ichigo merosot dan berlutut dihadapan Rukia
"aku mohon,aku ingin melindungimu darinya"Rukia tersentak,siapa?
"siapa?melindungiku dari siapa?"Rukia berlutut dan menatap Ichigo
"kau tak perlu tau,cukup biarkan aku tak perlu menganggapku"Ichigo menghapus jejak air mata dipipi porselen Rukia
"kita masuk saja,udaranya semakin dingin"Ichigo bangun dan membawa Rukia ikut berdiri
Rukia mengangguk dan mereka masuk kembali ke langsung pamit pada Rukia dan Renji karena alasan ada pasien yang mencarinya
Ichigo keluar dari lift,merogoh sakunya dan mengambil handphonenya yang bergetar
Unknown number
'siapa?'batin Ichigo
"moshi-moshi?"
"Konichiwa,Kurosaki-kun"Tubuh Ichigo menegang mendengar suara diseberang sana
"apa maumu?"tanya Ichigo dengan nada dingin
"santai saja Kurosaki-kun,gadis itu sedang berulang tahun eh?"
"sok tau"
"jangan akan menghancurkannya pelan "wanita itu tertawa membuat Ichigo mendecak kesal
"kalau kau menyentuhnya,kau akan menyesal"seraya Ichigo berjalan memasuki mobil sportnya di parkiran
"tujuanku Kuchiki,kalau gadis itu..mungkin hanya penutup"
"aku bersumpah aku ingin membunuhmu saat ini"
"hee,kau jahat sekali ,aku ada urusan aku akan menelponmu lagi nanti,jangan merindukanku Kuosaki-kun"
"rindu pada iblis sepertimu..aku lebih baik mati"Ichigo langsung menutup handphone flip-nya dan mulai menyalakan mesin mobil dan mulai melaju
'aku akan memburumu Orihime Inoue'Sumpah Ichigo dalam hati
Tbc
Balasan review:
Snow:di chapter ini keliatan kan maksud Inoue :D
Darries:hai,arigato koreksinya Darries-san ^^ sebenernya itu udah Aya edit 4 kali tapi tetap gitu._.
Jessi:maksud Inoue udah keliatan dikit di chapter ini,dan mengenai hubungan Ichi sama Inoue bakal muncul di chapter depan :D
Yosh,gimana minna?lanjut atau discontinued aja?T.T Reviews onegai
