.

Title: V ? ,

Cast: JinTae/ VJin, BTS

author: Taehyvng

.

V ?

.

"Kenapa kau melempar hyungmu dengan batu?" tanya Jin

"Dia menyebalkan! Dia meninggalkanku seenaknya hanya untuk bermesraan dengan kekasihnya!" V mempoutkan bibirnya imut.

"Hahahaa kau lucu sekali. Aku yakin, kau akan melakukan hal yang sama saat kau sudah memiliki kekasih nanti" Jin mengacak rambut V gemas. V semakin mempoutkan bibir mungilnya. "Hhh andai saja aku bisa seperti hyungmu" ucap Jin. V menoleh menatap namja itu lekat. Jin tersenyum manis namun tampak seperti dipaksakan. "Boleh aku bercerita?" tanyanya. V mengangguk dan Jin tersenyum lagi.

"Aku memiliki calon tunangan. Tapi..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-Ia menghindariku"

.

.

DEG

.

"Aku tak tahu kenapa ia tidak mau bertemu denganku. Mungkin saja ia sudah punya kekasih?"

'TIDAK! KAU SALAH KIM SEOKJIN!'

Jin tersenyum sendu "Bisa saja, dia terlihat sangat tampan walaupun aku hanya melihatnya melalui foto. Kau tahu, rambutnya berwarna merah sama sepertimu. Wajahnya juga menarik. Senyumannya manis dan dapat membuat jantungku berdebar lebih kencang hanya dengan melihat fotonya" Jin menutup matanya dan memegang dadanya.

V menahan napas.

"Aku mencintainya."

Baiklah, V ingin menangis dan membenturkan kepalanya ke tembok kamarnya sekarang juga. Ia ingin memeluk calon tunangannya sekarang dan mengatakan bahwa seorang Kim Taehyung juga mencintainya. V menghindari Jin karena takut Jin tidak menerimanya. Ia tak mengira bahwa Jin-nya selembut ini.

"Aku tahu, mungkin aku bisa dibilang egois. Aku sudah terjerat terlalu dalam dalam pesonanya dan aku merasa aku harus memilikinya. Tanpa berpikir panjang aku menyetujui pertunangan bodoh yang dilakukan hanya untuk urusan bisnis tanpa memikirkan perasaannya. Aku memang egois. Aku harus memilikinya. Apa aku salah?"

V menggeleng. Ia tidak tahu harus menjawab apa lagi. Jantungnya berdentum sangat keras seolah drum yang mengalun tak karuan dan menggetarkan seluruh tubuhnya. Darah merambat naik dan membuat pipinya sedikit merona. Suaranya tertahan di pangkal tenggorokannya. Ia tak mampu berkata apapun karena rasa gugup dan bersalah tengah menjajah dirinya.

"Hahahaa, kau pasti tidak mengerti yang aku maksudkan bukan? Aku adalah namja patah hati yang berencana untuk membatalkan pertunanganku dengan calon tunanganku"

.

DEG

.

'Membatalkan pertunangan?! Hell... NO!' - "K-kenapa dibatalkan?" V memberanikan diri untuk membuka mulutnya. Walaupun sebenarnya namja berumur lima tahun tidak seharusnya mengerti semua ini.

"Mau bagaimana lagi. Ia tidak menyukaiku dan aku tidak mau menjadi penghancur kehidupan remaja berumur 19 tahun" Jin menatap lurus. "Hey, siapa yang mengajarimu tentang cinta eoh? Sepertinya kau sangat mengerti" Jin menoleh lalu mengacak rambut V lagi.

"Mungkin Jin hyung harus bertemu dulu dengannya. Emm siapa tahu, ia juga menyukai Jin hyung. Mungkin hanya salah paham?" jawab V ragu.

"Hey, hey! Kenapa kau sangat pintar masalah cinta eoh? Apakah hyungmu itu yang mengajarimu" Jin tertawa. Matanya melengkung manis.

"Emm.. Reality Show?" V berada di ujung tanduk dan ia merutuki refleknya yang dengan buruk mengucapkan alasan aneh tersebut.

"Reality show? Kau suka menonton TV?! Astaga V, kau masih anak berumur lima tahun! Seharusnya kau menonton kartun! Tidak baik anak kecil menonton acara orang dewasa. Itu akan berpengaruh buruk dengan pikiranmu nantinya" Jin menandak serus. V ingin tertawa karenanya.

"Aku hanya melihatnya sekilas saat umma menonton" jawab V sambil mempoutkan bibirnya lagi

"Ahh ne arraseo. Jadi, apa kau lapar?" tanya Jin sambil tersenyum. Senyumnanya lebih tulus kali ini.

V berpikir, Ia mengetukkan jari telunjuknya di dagu lalu ia menggeleng imut setelahnya. "Aku ingin eskrim" ucapnya. Jin mengangguk lalu meraih tangan mungil V.

"Kajja!" ajaknya

.

.

"Em apa kau yakin anak yang melemparmu dengan batu tadi Taehyung hyung?" tanya Jungkook pada Jimin yang terlihat sibuk mencari sahabat kecilnya itu.

"Aku yakin! Sangat yakin. Dan, namja yang bersamanya itu kan.. Kim Seokjin! Calon tunangannya sendiri! Dan bagaimana jika anak bodoh itu mengaku bahwa ia adalah Kim Taehyung? Aku yakin Seokjin akan mengira orang tuanya gila saat itu juga" Jimin mengacak rambutnya.

"Sstt kukira Taetae hyung tak sebodoh itu" Jungkook menenangkan kekasihnya itu.

"Tapi-"

"Sudahlah lebih baik kita mencarinya saja. Ia hanya berumur lima tahun sekarang. Dan taman bermain ini bisa menjadi sangat berbahaya untuknya" Jungkook menarik tangan Jimin untuk mencari Taehyung lagi.

Kedua sejoli itu berputar- putar mencari sesosok namja kecil berambut merah dengan namja tampan disebelahnya. Mereka frustasi karena orang yang mereka cari tak kunjung menampakkan wujudnya.

"E-eh, itu mereka bukan?" Jungkook menunjuk kursi taman. Jimin berbalik badan dan mengikuti arah jari Jungkook. Dapat dilihat namja berambut cokelat muda bersama bocah berambut merah sedang duduk membelakangi mereka.

"Sepertinya. Kajja kita lihat!" Jimin menarik tangan Jungkook dan menyeretnya menuju kursi taman tersebut.

.

"Eumm, annyeong?" ucap Jimin sambil menepuk pundak Jin dengan pelan

"Annye- oh, kau hyungnya V kan?" Jin tersenyum manis

"V?" Jimin tak mengerti. Ia menatap Taehyung yang sedang menggumamkan sesuatu sambil mengangguk- angguk padanya. Jujur saja, Jimin tidak mengerti. "Erh kami-"

"Ne! Kami hyungnya V. Dan kami rasa V harus pulang. Sekarang sudah sore" potong Jungkook. Jika Jimin salah berbicara, semuanya akan berantakan. Jungkook yakin itu.

"Ahh.. Iya! Ayo kita pulang" ucap Jimin

"Shirreo!" balas V

"Eeh waeyo?" tanya Jungkook

"Kalian seenaknya meninggalkanku berpacaran dan sekarang aku ingin berpacaran dengan Jin hyung!"

.

SIIIIIIIING

.

Apakah Taehyung sadar dengan ucapannya?

Bocah itu memeluk lengan Jin dengan erat dan Jin menatapnya aneh. "Tapi V kau harus pu-"

"Jin hyung ingin V pulang? Baiklah" rajuk bocah berambut merah itu sambil mempoutkan bibirnya lalu meloncat dari kursi taman

"Ehh? Bukan begitu. Tapi-"

"Pasti Jin hyung ingin berpacaran dengan calon tunangannya Jin hyung" ucap V.

Kau sangat bodoh Kim Taehyung.

"Hhhh bahkan kau lebih menarik daripada tunanganku V sayang"

.

DEG

.

V diam dan menatap Jin lekat. Jimin dan Jungkook pun melakukan hal yang sama.

Apakah Kim Seokjin seorang pedhopil?

Apakah Kim Seokjin rela membatalkan pertunangannya demi namja berumur lima tahun?

Apakah Kim Seokjin gila?

Apakah Kim Seokjin baru saja mengatakan V menarik?

Apakah Kim Seokjin mengatakan V lebih menarik dari Taehyung?

.

Hell. N.O!

.

"Hahahaa aku hanya bercanda. Calon tunanganku itu...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-Terlalu istimewa."

'Bunuh aku sekarang'

Jimin dan Jungkook tersenyum. Mereka tahu bahwa sahabat mereka jatuh di tangan yang tepat dan mereka yakin Taehyung tidak akan menyesal jika harus jatuh kedalam pelukan Kim Seokjin dan mereka yakin bahwa setelah ini Taehyung tidak akan menghindari calon tunangannya itu lagi.

Mereka yakin.

"Calon tunangan?" Tanya Jimin pura- pura tidak mengerti.

"Ne. Aku sudah memiliki calon tunangan" ucap Jin bangga

"Jinjja? Woah dia pasti sangat beruntung! Kalau aku boleh tahu, siapa namanya?" pancing Jungkook

"Hahahaa kalian membuatku malu. Bahkan kita belum saling mengenal" Jin tertawa renyah

"Oh iya aku Jimin, dan dia Jungkook" Jimin dan Jungkook tersenyum lalu membungkukkan badan mereka

"Ah, aku Seokjin. Bangapda" balasnya. V hanya diam. Ia merasa bahwa Jungkook dan Jimin pasti sedang mengerjainya. Buktinya saja mereka sedang mengobrol tentang 'Kim Taehyung sang calon tunangan' telinga V panas karenanya.

"S-sudahlah. Aku ingin pulang" ucap V tiba- tiba. Wajahnya sudah sangat memerah. Bahkan telinganya pun memerah.

"Eh, wajahmu memerah. Kau sakit?" tanya Jin saat melihat bocah itu

"Err aniya, hanya terlalu lelah. Ayo pulang hyung!" V menarik- narik tangan Jimin yang sedang duduk dan bercerita bersama Jimin dan Jungkook

"Kau tidak ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Jin hyung terlebih dahulu?" ucap Jimin dengan wajah menggoda

"Ya benar sekali. Dia sudah menemanimu seharian kan. Kau juga harus berterima kasih V sayang" goda Jungkook. Wajah V semakin memerah.

"Eumm, Jeongmal gomawo Jin hyung!" ucap V malu- malu.

"Sama- sama" Jin tersenyum dan mengacak rambut bocah itu.

"Baiklah! Salam untuk calon tunanganmu ne hyung! Kami pulang dulu" ucap Jimin sambil menggandeng tangan V.

Wajah V lagi- lagi memerah. Jimin dan Jungkook benar- benar mengerjainya. V yakin saat ia sudah kembali nanti, ia akan membunuh Jimin dan Jungkook dengan tangannya sendiri.

"Oh iya, V? Hyung rasa kau sakit. Pipimu merah! Eumm sepertinya kalian harus membawa V ke dokter" ucap Jin khawatir. Jimin dan Jungkook menyeringai.

"Baiklah"

.

.

"SIALAAANN! KENAPA KALIAN MENGERJAIKU EOH?!" pekik bocah berumur lima tahun yang duduk di jok penumpang mobil sedan tersebut.

"Hahahaaa aku hanya ingin mengetest seperti apa tunanganmu nanti Taetae" jawab Jimin sambil tertawa renyah

"Nee. Aku juga. Aku hanya ingin tahu hyung apakah ia seperti yang kau takutkan? Apakah ia membencimu?" lanjut Jungkook

"Tapi haruskah dengan cara seperti tadi? Bagaimana jika sampai ia mengetahui bahwa aku adalah Taehyung? Dia akan benar- benar membatalkan pertunangan kami!" jerit little Taehyung.

"Eoh? Membatalkan pertunangan?" tanya Jimin

"Ne. Dia sempat berkata seperti itu. Aku ingin mati!"

"Astaga kau terlihat sangat lucu Taetae hyung. Aku baru saja melihat seorang lelaki berumur lima tahun yang frustasi sampai ingin mati sepertimu. Hahahaa!" ucap Jungkook sambil tertawa.

"Diam kau Jeon Jungkook!" pekik Taehyung lalu berdiri didalam mobil

"Panggil aku Jungkook hyung Taehyungie" goda Jungkook

"Hell. No!" Taehyung mempoutkan bibirnya imut selama Jungkook dan Jimin terus tertawa keras

"Hey, hey! Jaga omonganmu anak kecil" ejek Jimin sambil masih tertawa

.

.

Selama itu tanpa mereka ketahui seorang namja tampan berbahu lebar sedang terduduk diam di mobilnya. Tak ada niatan untuk menjalankan mobilnya sama sekali. Ia lebih memilih menatap ponselnya. Lebih tepatnya namja yang ada di layar pinsel pintarnya itu.

"V, dia mengingatkanku kepadamu Taehyung. Andai saja kau adalah V, jau sekarang sudah mengetahui seberapa besar aku ingin bertemu denganmu" desisnya. Jin menghela nafasnya. Ia sangat ingin bertemu dengan calon tunangannya tersebut. "Kenapa? Kenapa kau menghindariku Taehyung? Apakah wajahku kurang menarik bagimu?" Jin mengunci ponsel touchscreennya itu lalu menatap bayangan wajahnya di layar lebar ponselnya. Setelah itu ia menyandarkan puncak kepalanya di stir mobilnya.

.

.

.

.

Jin menutup matanya lalu menyandarkan kepalanya . "Apakah aku harus benar benar membatalkan pertunangan ini?" gumambnya. Jujur ia tak sampai hayi. Kesempatan ini luar biasa.

.

.

Sangat luar biasa.

.

Bagaimana bisa seorang Kim Seokjin yang tampan dan dewaasa frustasi karena remaja 19 tahun?

Kim Taehyung memang hebat.

.

Kim Taehyung berhasil membuat Kim Seokjin mengerang karena ingin bertemu.

Kim Taehyung juga membuat Kim Seokjin mengacak rambutnya karena otaknya yang pintar itu seakan berhenti bekerja.

Kim Taehyung membuat Kim Seokjin terus tersenyum aneh setiap melihat ke laayar ponselnya.

Intinya,

.

Kim Taehyung membuat Seokjin gila.

Gila karenanya.

.

.

"Tuhan tolong aku.." Jin mengacak rambutnya. Ia memasang ekspresi lelah di wajah tampannya.

Jujur saya, ia lelah merasakan hatinya yang terus menjerit ingin bertemu setiap melihat Taehyung sebagai walpapernya. Tapi, tangannya pun menolak mengganti wallpaper itu.

Jin membuka matanya lalu memainkan ponselnya lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Bagaimana cara aku memberitahuappa dan eomma bahwa aku ingin membatalkan semua ini?"

.

.

.

.

.

TBC

.

Wohooo akhirnya bisa ngeupdate jugaa!

kena internet positif di laptopku jadi baru bisa updatte pake andro ini hehee ^curhat dikit

Makasih buat yang review! HIDUP BTS!HIDUP TAEJINN! :""DD. Oiya ada yang review kalo v pasangannya kook. V itu sama siapa aja cocok ya gak? XD

Btw, HBD V! WUATB HONEEYY!