Title : PRINCESS BAEKHYUN
Author : RabbitEXO / littleXbetweenEO
Main Cast : Byun Baekhyun / Kim Joonmyeon
Pairing : SuBaek / HoBaek / SuD.O / ChanSoo / KrAy / LuMin / HunKai
Other Cast : Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Kim Jongin, Xiumin, Luhan, Yixing, Kris, Sehun
Genre : Romance, School Life, GS for Baekhyun, Kyungsoo, Xiumin, Yixing and Jongin.
Length : Chapter 12
Rating : T
Disclaimer : Cerita ini murni milik Author. Don't plagiarism. Don't like it? Please don't bash! Hargailah karya orang lain. *DEEP BOW TO READERS* terimakasih bagi yang sudah membaca ^o^
Summary : Suho yang biasa mendapatkan Baekhyun yang tidak biasa dengan sifat cemburu dan posesif yang berlebihan. Bagaimana kalau Kyungsoo yang biasa juga mencintai Suho yang adalah namjachingu dari Baekhyun yang terkenal tidak biasa? Bagaimana cara Suho mempertahankan Baekhyun?
Happy reading
Chanyeol terus menatap Kyungsoo heran. Pasalnya saat ia dan Kyungsoo akan ke rumah sakit untuk menjenguk Jongin, Kyungsoo mendadak minta untuk pulang. Dan Chanyeol yang khawatir langsung membawa Kyungsoo pulang. Dan selama perjalanan menuju rumah Kyungsoo, Ia tidak mendengar Kyungsoo berceloteh panjang lebar seperti saat kemarin dirinya bersama Kyungsoo.
"gwenchana?" tanya Chanyeol
"ah? Nde?" Kyungsoo yang melamun akhirnya tersadar setelah Chanyeol bersuara.
"ada apa? Kenapa dari tadi kau muram begitu, hm?" tanya Chanyeol.
"ani" Kyungsoo menundukan kepalanya. Sulit rasanya menatap Chanyeol disaat seperti ini. Karena Kyungsoo tau kalau dirinya belum sepenuhnya merelakan Suho bersama Baekhyun. Bagaimanapun juga, hatinya masih bimbang, antara memilih Chanyeol atau Suho.
"kalau begitu bicaralah seperti tadi, saat kau berceloteh panjang lebar tanpa henti. Aku lebih menyukainya ketimbang melihatmu begini" jawab Chanyeol.
"maaf" dan kata itu meluncur dari bibir Kyungsoo. Chanyeol yang bingung mengeryitkan alisnya. Menatap Kyungsoo yang masih menundukan kepalanya.
"untuk?" balas Chanyeol
"segalanya" dan Kyungsoo makin menunduk
"aku tidak paham, soo" jawab Chanyeol lagi.
"aku pernah mengatakan kalau aku ini milikmu kan? Tapi bagaimana kalau kau yang sebenarnya bukan milikku?" tanya Kyungsoo yang makin membuat Chanyeol bingung.
"sungguh, aku tidak mengerti, soo" kata Chanyeol.
"tinggalkan aku." Dan pernyataan Kyungsoo barusan sukses membuat Chanyeol kaget.
"jangan bercanda, ini tidak lucu" jawab Chanyeol lagi.
"aku sedang tidak bercanda, Park Chanyeol. Rasanya tidak sempurna saat bersamamu" jawab Kyungsoo lirih.
"itu karena kau tidak berusaha. Aku yang selalu berusaha, aku berusaha menggapaimu dengan tekadku yang kuat. Karena aku benar-benar tulus menyayangimu" jawab Chanyeol.
"pikirkanlah sekali lagi, yeol. Kau menyayangiku, bukan mencintaiku" jawab Kyungsoo.
"kuharap kau tidak salah mengartikannya, Kyungsoo. Menurutku Cinta itu nafsu. Akan lebih tulus dan lebih bermakna jika aku menyayangimu. Yang tandanya aku memilikimu tanpa paksaan, karena hati kita saling memiliki satu sama lainnya" jawab Chanyeol.
"tapi kau seakan memaksaku, Chan. Kau membuatku tetap bersamamu" jawab Kyungsoo
"karena memang itu yang kumau, soo" jawab Chanyeol lagi. "sudah cukup aku kehilanganmu saat itu, aku kehilangan Kyungsoo yang ceria dengan senyum indahnya, sikap baik dan sopanya, dimana tutur katanya halus dan riang juga pemalu. Bukan Kyungsoo yang ambisius dan berlaku dingin juga kasar. Cukup dengan itu semua, aku ingin kau kembali. Dan aku tidak munafik, aku ingin kau jadi milikku" jawab Chanyeol.
"lihatlah siapa yang baru saja termakan omongannya sendiri. Bukankah itu nafsu, Park Chanyeol? Sekarang, siapa yang sudah salah mengartikan omongannya sendiri.
"arrghh…. Bukan itu maksudku, soo. Aku menyayangimu, karena itu aku ingin memiliki hatimu. Karena aku membutuhkanmu" jawab Chanyeol lagi.
"hentikanlah sebelum kau menyesal, yeol. Cukup aku yang simpan semuanya. Kuharap ini yang terakhir kita membahasnya. Dan untuk semuanya, aku berterimakasih padamu, hanya saja, aku tidak sanggup lagi melanjutkan semuanya. Sebelum semuanya terlambat, lebih baik kita sudahi saja" jawab Kyungsoo lagi. ia segera berlari meninggalkan Chanyeol di tengah padatnya penduduk yang sedang berjalan di sepanjang trotoar. Mengabaikan Chanyeol yang berteriak memanggil namanya.
…
Hari ini adalh final festival sekolah yang diadakan oleh SM High School. Suho sudah kembali menjalankan tugasnya sebagai ketua OSIS yang sempat tertunda karena insiden adiknya. Juga Baekhyun yang kembali menjadi 'nyonya OSIS' menemani kekasihnya menjalankan tugasnya. Seperti yang diprediksikan, klub Basket SM High School masuk final, begitu juga dengan lomba menyanyi dan dance. Walaupun gagal di pertandingan lain, tetapi seluruh warga SM High School patut berbangga dengan Klub yang sudah masuk final.
Di lapangan basket, Kris dan juga Chanyeol sedang melakukan warming up. Ditemani oleh Yixing, kekasih Kris yang membuat Chanyeol makin lesu.
"are you okay, bro?" tanya Kris
"a little bit tired" jawab Chanyeol
"apa sebaiknya kau masuk di bangku cadangan saja, Yeolli? Mungkin badanmu sedang tidak fit saat ini" saran Yixing.
"aku tidak apa-apa. Ini akan segera berakhir juga kan?" tanya Chanyeol.
"hei, Yixing benar, kau kelihatan tidak dalam kondisi fit untuk bertanding" kali ini Kris yang bicara.
"cukup perhatikan saja permainanmu, Ketua. Aku pergi mengambil minum sebentar" dan Chanyeol berlalu meninggalkan Kris dan Yixing yang memandang heran kepadanya. Tak lama setelah Chanyeol pergi, Luhan dan juga Xiumin menghampiri KrAy couple.
"YO,YO,YO.. MAN! Kalian kompak sekali…, sayangnya tim sepak bola gagal masuk final" jawab Luhan.
"terimakasih, Lu. Kau iri dengan kami?" tanya Yixing.
"tidak, Xiuminku jauh lebih perhatian ketimbang dirimu, Xing" jawab Luhan.
"YA! Cari mati kau rusa jejadian! Mau ku panggang, hah!" kata Yixing sambil berkacak pinggang, bersiap akan memangsa Luhan kapan saja.
"yaa, noona, lihatlah, sahabatmu itu menakutkan" Luhan segera menarik tubuh Xiumin menutupi dirinya. Xiumin yang pusing antara pertengkaran Unicorn dan Rusa itu akhirnya menggeplak kepala Luhan dan Yixing 'penuh cinta'.
Awwww….., ringgis keduanya, dan Xiumin tersenyum puas. 'untung saja si naga tidak ikut-ikutan bertengkar' batin Xiumin. Tetapi setelah melihat ada yang janggal dengan sang naga China itu, Xiumin jadi heran.
"ada yang menggangumu, Yifan?" tanya Xiumin tepat sasaran. Entah mengapa, Xiumin memang selalu bisa membaca gelagat aneh sahabat-sahabatnya itu yang sudah dianggap adik olehnya.
"bukan aku, noona. Tapi chanyeol. Bisakah noona yang atasi?" tanya Kris lagi.
"hmm… akan ku usahakan. Dimana dia?" tanya Xiumin lagi.
"ya, kau berjanji akan menemaniku hari ini, kau sudah tidak bersamaku 1 hari, noona" rengek Luhan.
"aishh, kau ini manja sekali. Sana pergi cari kesenanganmu sendiri" usir Xiumin yang langsung membuat Luhan cemberut.
"YA! Aku ini namjachingumu" kata Luhan.
"lalu?" jawab Xiumin santai
"setidaknya bersikap manislah padaku" kata Luhan lagi
"hmm… setelah kuselesaikan masalah Chanyeol" dan Xiumin meninggalkan Luhan begitu saja. Meninggalkan Kris dan Yixing yang sedari tadi melihat pertengkaran LuMin couple itu.
"sebaiknya aku lajutkan lagi pemanasanku" kata Kris yang diangguki oleh Yixing yang masih setia menemainya. Luhan yang melihatnya menjadi kesal lalu pergi dengan menghentak-hentakan kakinya persis seperti anak kecil yang tidak diberkikan permen oleh kedua orangtuanya.
"eh, rusa jejadian itu kenapa? Tidak pantas sekali merajuk seperti itu pada Min eonni, anehnya kenapa Min eonni betah sekali dengan sikapnya" gumam Yixing dan Kris yang melihat kekasihnya menggerutu 'imut' begitu langsung saja mengecup pelan pipi Yixing, membuat Yixing kaget dan merona parah. Apalagi Kris melakukannya di pinggir lapangan yang hampir penuh oleh siswa-siswa SM High School dan tim lawan.
"terimakasih ciuman semangatnya. Kalau aku menang, aku minta lebih ya" kata Kris sambil mengedipkan matanya dan berlari menuju kawanan tim basketnya yang sedang bersiap-siap. Pertandingan masih akan dimulai 1 jam lagi. dan Yixing masih saja membatu di tempatnya saat ini. Tanpa sadar ia mengelus pipi kanannya, tepat ditempat Kris menciumnya tadi.
"aahh… tumben dia romantis begini" kata Yixing dengan rona merah menjalari pipi hingga telinganya. Dan Yixing terus memperhatikan kekasihnya itu dari pinggir lapangan.
Sementara itu Xiumin masih mencari keberadaan Chanyeol. Tak lama, ia melihat Chanyeol sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Sepertinya ia akan kembali ke lapangan. Xiumin yang melihatnya segera menghampiri Chanyeol.
"annyeong Chan, ah" sapa Xiumin
"eh, Min noona. Annyeong" jawab Chanyeol
"kalau sedang berjalan, lihat-lihat. Siapa tau di depan ada malaikat cantik, nanti kau tabrak dan malaikatnya pergi bagaimana?" goda Xiumin
"malaikatku memang sudah pergi, noona" jawab Chanyeol lesu.
"wae? Kau sedang ada masalah? Kenapa tidak cerita pada noona?" tanya Xiumin lagi
"aku hanya bingung, noona" jawab Chanyeol
"kau tahu kaan, kalian semua sudah kuanggap adikku sendiri. Aku bisa merasakan hal-hal janggal telah terjadi pada kalian hanya dengan membaca raut wajah dan sikap kalian. Karena aku ingin selalu menjaga kalian, menjadi sandaran kalian ketika kalian butuh. Kau adikku, Chanyeolie, begitu juga dengan yang lainnya" jawab Xiumin.
"gg..gomawo, noona. Aku tidak tahu harus berkata apa padamu selain terimakasih. Terimakasih karena telah mengerti aku" jawab Chanyeol.
"jadi, sudah mau cerita?" tanya Xiumin.
"tiba-tiba saja, Kyungsoo memutuskan untuk meninggalkanku. Dia menyuruhku berpikir, apakah aku benar-benar miliknya seandainya dia memang benar miliku? Dia menyuruhku untuk memikirkannya lagi sebelum semuanya terlambat, tapi kurasa, semuanya memang sudah terlambat. Aku sudah terlanjur menyukainya, bahkan menyayanginya sejak lama." Kata Chanyeol.
"hanya itu saja alasannya?" tanya Xiumin lagi
"dia bilang, rasanya tidak sempurna saat bersamaku." Jawab Chanyeol lagi.
"kau tahu, kurasa Kyungsoo benar-benar belum bisa memahami perasaanya sendiri. Dia adalah tipe gadis pemalu yang baru saja merasakan jatuh cinta. Walaupun pada orang yaang salah. Jadi butuh waktu untuk menyembuhkan hatinya. Yang perlu kau lakukan adalah berusaha lebih keras lagi dari ini. Dan juga satu kata kuncinya, bersabarlah. Kyungsoo butuh proses untuk bisa menerimamu dengan sempurna." Jawab Xiumin.
"tapi harus berapa lama, noona. Aku sudah cukup bersabar selama ini" jawab Chanyeol
"berapa lamanya tergantung dari usahamu. Bagaimana mau berhasil kalau kau tidak berusaha. Cobalah untuk memulainya perlahan-lahan. Bagaimanapun juga, hatinya butuh adaptasi denganmu." Jawab Xiumin.
"aku… aku sudah menyerah, noona" jawab Chanyeol
"YA! Kenapa cepat sekali menyerah, huh?" kesal Xiumin.
"biarkan seperti ini, noona. Aku sendiri sudah lelah. Aku hanya tidak ingin terlalu jauh sakit hati. Karena aku juga tidak akan sanggup terlalu dalam untuk sakit hati. Kalau memang kebahagiaannya bukan milikku, maka aku tidak berhak marah atas sesuatu yang memang tidak pernah kumiliki. Itu tandanya, cintanya bukan hakku" jawab Chanyeol.
"tapi, yeol…"
"sudahlah noona. Aku baik-baik saja. Aku pergi ke lapangan dulu. Naga itu pasti sudah menungguku" jawab Chanyeol dan segera pergi meninggalkan Xiumin sendiri.
"aku harus menyelesaikannya" jawab Xiumin. Dia segera pergi menuju panggung lomba menyanyi. Ia melihat Kyungsoo yang belum tampil. Segera, Xiumin tarik tangan Kyungsoo dan membawanya ke tempat yang agak sunyi.
"YA! Kau apa-apaan sih" bentak Kyungsoo.
"pikirkan sekali lagi" jawab Xiumin to the point.
"apalagi?" jawab Kyungsoo malas.
"chanyeol" jawab Xiumin
"dengar, aku sudah tidak ada hubungannya dengan Chanyeol. Aku pergi dan dia pergi. Kami selesai….."
"bahkan sebelum kau memulai dengannya! Tidakkah kau pikir, karena siapa kau bisa masuk final? Siapa orang yang memenuhi pikiranmu saat kau bernyanyi di atas panggung beberapa hari yang lalu? Apa yang kau pikirkan? Janji? Semua kata-kata manisnya? Kau memikirkan Chanyeol, kan!" Xiumin sudah tidak tahan dengan sikap Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo diam seribu bahasa. Lidahnya kelu hanya untuk mengeluarkan kata-kata untuk membalas perkataan Xiumin. Tubuhnya seakan membatu, sulit digerakkan. Otaknya memutar kembali kilas balik saat dirinya di atas panggung. Bagaimana lelaki itu yang ada dihadapannya dengan senyum lebarnya, menyemangatinya sampai di final, bagaimana telapak tangannya yang besar itu menggengam tangannya setelah pengumuman dirinya masuk final dan bagaimana hangatnya pelukan seorang Park Chanyeol saat dirinya benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya, karena kebahagiaan yang meluap-luap beberapa hari yang lalu.
"kau bahkan tidak melihat seberapa besar dia berusaha untuk bersamamu. Berusaha memberikan yang terbaik untukmu, berusaha mengembalikan dirimu menjadi Do Kyungsoo yang dulu kukenal. Do Kyungsoo yang sangat menyayangi teman-temannya" tambah Xiumin.
"tidakkah semua pengorbannya hanya demi senyumanmu? Satu hal yang selalu ingin Chanyeo pertahankan darimu? Tidakkah kau benar-benar melihat ketulusan dalam dirinya? Ketulusan hatinya saat bersamamu?" kata Xiumin lagi yang sukses membuat bahu Kyungsoo bergetar, tanda bahwa ia menyesali perbuatannya pada Chanyeol.
"aku sudah terlambat, eonni" jawab Kyungsoo.
"bagiku tidak ada kata terlambat selama kau mau memperbaiki semuanya. Selama kau kembali mempercayai Park Chanyeol. Dia milikmu, soo. Apa kau rela, apa yang serahusnya menjadi milikmu, menjadi milik orang lain?" tanya Xiumin yang dibalas gelengan lemah dari Kyungsoo.
"begitu juga dirinya. Karena sebenarnya kalian memang saling memiliki. Kalian sudah menjadi satu. Hanya saja, kau butuh sesuatu yang lebih untuk menyakinkan perasaanmu padanya." Jawab Xiumin.
"aku harus bertemu dengannya"dan Kyungsoo melepas pelukannya dari Xiumin, namun baru beberapa langkah ia akan pergi,suara MC yang memanggilnya untuk segera tampil menghentikan langkahnya.
"aku harus tampil, eon" jawab Kyungsoo panik.
"maka, naiklah ke atas panggung, dan persembahkan kemenanganmu ini untuk Chanyeol" kata Xiumin.
"aku tidak bisa naik ke atas sana, eon. Aku butuh dirinya disana" jawab Kyungsoo.
"aku akan membawanya kesini. Naiklah ke atas panggung, dan menangkan ini, demi sekolah ini dan demi cintamu" jawab Xiumin yang diangguki oleh Kyungsoo sementara Xiumin segera berlari menuju lapangan Basket untuk menemui Chanyeol.
"Chanyeollie, ayo ke panggung dan lihat Kyungsoo bernyanyi" ajak Xiumin saat melihat Chanyeol dan Kris yang sedang duduk santai di bangku pemain.
"aku harus menyiapkan staminaku untuk bertanding basket, noona. Aku tidak punya waktu" jawab Chanyeol.
"tapi kau harus datang, dia membutuhkanmu"kata Xiumin
"dia butuh Suho, bukan aku" jawab Chanyeol
"hei bro, kejarlah cintamu. Dia membutuhkanmu" tambah Kris lagi.
"sudahlah, aku sudah lelah. Aku harus fokus untuk pertandingan basket ini" jawab Chanyeol malas.
"kumohon, yeol.. dia membutuhkanmu" Xiumin berusaha membujuk Chanyeol yang keras kepala.
"tidak noona. Aku….."
"CHANYEOL, AKU MENCINTAIMU." Tiba-tiba saja sebuah teriakan keras yang berasal dari panggung menyadarkan Chanyeol, Kris dan juga Xiumin. Itu suara Kyungsoo. Kyungsoo mengatakannya. Dia mengatakannya di depan semua peserta lomba dan juga murid-murid SM High School. Memang, letak panggung dan lapangan Basket tidak terlau jauh sehingga Chanyeol masih bisa mendenar namanya disebut oleh Kyungsoo.
"see? Datanglah yeol, dia membutuhkanmu" dan tanpa diperintah dua kali, Chanyeol segera berlari menuju panggung tempat Kyungsoo sedang menyanyi. Dengan nafas terengah-engah, ia melihat Kyungsoo yang sedang gelisah di atas panggung. Kyungsoo seperti gugup dan juga takut. Sorot matanya memperlihatkan ketidakyakinan. Membuat Chanyeol merasa bersalah. Bersalah karena membiarkan Kyungsoo menghadapi ini seorang diri.
"NADO SARANGHAE, NAE KYUNGSOO YA" dan Chanyeol juga ikut berteriak membuat suasana menjadi riuh karena teriakan Chanyeol. Beberapa siswa bersorak-sorai kegirangan seperti menyaksikan sebuah drama percintaan di televisi. Chanyeol mengangkat tangannya membentuk hati di atas kepalanya. Dan hal tersebut membangkitkan kembali semangat Kyungsoo. Ditatapnya mata Kyungsoo dalam walaupun dari jauh. Mendapat tatapan mata yang hangat dari Chanyeol, Kyungsoo menjadi tenang.
"dan lagu ini aku persembahkan untuk cintaku, Park Chanyeol"
TBC
