.
Title: V ?

Cast: JinTae/ VJin

,
BTS

author: Taehyvng

.

.

Taehyung menangis di pelukan Jimin. Pria imut itu meremas blazer hitam Jimin membuat jas puluhan juta itu terlihat sedikit kusut di bagian punggungnya.

"Ugh Taehyungie, jangan menangis lagi. Ini sudah pukul 10" Jimin hanya menghembuskan napasnya sambil mengusap punggung sahabatnya. "T-tapi aku akan meninggalkan appa dan umma. Aku takut, aku-"

"Ssh, kau percaya pada Seokjin kan?" potong Jimin. Pria berambut hitam itu mengelus surai sahabatnya yang baru saja ia ubah menjadi warna coklat.

"Taehyung mengangguk pelan di bahu Jimin "tapi waktu bermain kita pasti akan berkurang dan aku tidak mau meninggalkanmu atau menjadi sahabat yang buruk" ia melepaskan pelukannya. Menatap sahabatnya dengan mata besarnya yang berair.

"Taehyungie, kau tidak pernah menjadi sahabat yang buruk. Bahkan ditengah kesibukanmu menyiapkan pernikahan kau tidak pernah lupa menghubungiku atau Jungkook kan? Kau juga sering mengajak kami membantu persiapan pernikahanmu. Lagipula tidak lama lagi aku dan Jungkook akan me


nyusul kau dan Seokjin hyung" Jimin tersenyum sambil menghapus air mata di wajah sahabatnya. "Tersenyumlah, kau akan menikah. Ini hari besar Tae!" pekiknya membuat Taehyung kembali bersinar dan menampakkan senyumannya.

.

.

/

.

.

"Eomma-" Jin memeluk wanita paruh baya yang sedang merapikan bajunya tersebut. "Aku sangat senang" lanjutnya.

""Eomma juga senang" jawab wanita itu dan membalas pelukan putranya. "Rasanya baru kemarin eomma mengajarimu berdiri dan sekarang kau akan berdiri di altar dan segera memulai kehidupanmu sendiri Seokjin-ah" ucapnya dengan suara serak. "Eomma tidak menyangka waktu akan berjalan secepat ini" ia mengusap pipi putranya yang tampan dan sekarang jauh lebih tinggi darinya. "Dulu kau hanya sepinggangku" ia terkekeh, matanya tetap menatap putranya dengan penuh rasa sayang. "Bahumu lebar sekali sama seperti appamu, kau ingat? Kau sangat suka duduk di bahu appamu dulu" wanita itu tersenyum tipis

"Ya eomma, dan sebentar lagi cucu eomma yang akan duduk di bahu lebarku" ia tersenyum tipis, menatap wanita yang melahirkannya dengan dalam.

"Maafkan aku jika selama ini aku menyakiti hatimu, aku sering mengabaikanmu, aku juga minta maaf karena marah saat kau berkata akan menjodohkanku dengan Taehyung. Aku tidak menyangka akhirnya akan menjadi-" Ia terdiam, senyumannya melebar membayangkan ekspresi bahagia kekasihnya(coret) calon suaminya saat Seokjin melamarnya dengan cara yang romantis. Dengan bersembunyi didalam box raksasa yang penuh dengan bunga dan sambil memegang cincin pernikahan.

"Kau akan menikah dengan Taehyung" lanjut eommanya. "Jaga anak itu baik baik ne? Dia adalah anak yang sangat sopan, lucu dan eomma menyayanginya seperti anak eomma sendiri. Jangan mudah marah karena ia manja, jangan sakiti dia dan jangan meninggalkannya" wanita paruh baya itu mengecup pipi putranya lembut lalu membisikkan sesuatu di telinganya "Jangan terlalu kasar di malam pertama nanti"

Mendengar bisikan ibunya, telinga Jin memerah. Ia menjauhkan tubuhnya dari ibunya lalu menatap wanita itu bingung "a-apa yang eomma bicarakan" ucapnya gugup. wanita didepannya hanya menaikkan alisnya "itu akan menjadi malam pertama kalian kan? Atau, malam kedua? Bahkan malam ketiga?" Selidiknya penasaran.

"T-tentu saja malam pertama!"


Jawab Jin pelan.

.

.

.

.

/flashback

.

Jin menutup pintu mobilnya setelah menarik Taehyung masuk. Lelaki berbahu lebar itu mengusap pipi lelaki imut didepannya "kenapa kau menjauhiku dulu?" Ia mendekatkan wajahnya ke Taehyung, membuat lelaki itu menarik kepalanya mundur dan pipinya memerah.

"Aku takut Jin hyung tidak menyukaiku" bisiknya pelan sambil menunduk. "Jin hyung terlalu tampan dan aku hanya bocah yang sangat manja. Sangat tidak menarik apalagi untuk orang setampan Jin hyung"

"Siapa yang mengatakan kau tidak menarik?" Jin mengangkat dagu Taehyung menatapnya dengan sayang "aku langsung menyukaimu bahkan saat aku baru melihat fotomu pertama kali" ucapnya lembut.

Taehyung menatap wajah lelaki yang ada didepan matanya dengan mata sayu, jantungnya berdegup dengan sangat kencang dan dalam waktu yang sama ia merutuki refleksnya yang dengan bodohnya memajukan wajahnya sehingga bibirnya menjempel dengan bibir lelaki di depannya. Membawa kedua insan itu ke sebuah pagutan yang lembut dan penuh cinta.

Tubuh mereka menempel satu sama lain tidak ingin terpisah sejauh satu jengkal pun, mata mereka tertutup rapat dan lengan mereka saling mengunci satu sama lain, pertarungan bibir tak kunjung menemukan titik terang sampai lelaki yang lebih kecil menyerah karena pasokan oksigen yang sudah habis di paru parunya.

"H-hyung maafkan aku" ucapnya sambil menutup wajahnya, malu.

Jin tersenyum tipis "tidak apa, aku menikmatinya" ia mengecup hidung Taehyung lalu menempelkan kening mereka "dan aku berjanji tidak akan membawamu lebih jauh sebelum waktu kita tiba" bisiknya pelan sebelum kembali memagut daging kenyal nan manis itu ke sebuah ciuman memabukkan.

.

.

.

Jin terkekeh mengingat hal itu, dimana mereka berakhir dengan Taehyung jatuh terlelap di pelukannya dengan wajah damai dan bersinar, berlindung dan menyamankan dirinya di dada bidang Jin yang membuatnya geli sekaligus hangat dalam waktu yang sama.

"Jin? Jawab aku, kau belum pernah melakukan hal seperti itu dengan Taehyung kan?" Suara itu membangunkan Jin dari lamunannya. Ia menggelengkan kepalanya lalu mengerjapkan matanya.

"Belum, akutidak sejahat itu dan aku tidak akan mengambil apa yang tidak seharusnya kuambil sebelum waktunya" jawabnya tegas sambil tersenyum lebar.

.

.

.

.

/wedding venue/

.

Taehyung merasakan tangannya bergetar, ia menggigit bibir bawahnya saat kedua orangtuanya memasuki ruang make up. Ia melirik sahabatnya Jimin yang sedang tertawa kecil sambil mengambil beberapa foto selca bersama kekasihnya, Jungkook. Taehyung menunduk saat ayahnya berdiri didepannya dan mengusap bahunya.

"Taehyungie?" Ucap pria paruh baya tersebut. Taehyung hanya mengangguk, tidak sanggup menatap orang tuanya. Terlalu banyak hal yang ingin ia katakan pada mereka mulai dari permintaan maaf sampai terimakasih bahkan mungkin akan membuatnya menangis. Taehyung sadar ia tidak boleh menangis. Make upnya akan luntur dan matanya akan memerah. "Taehyungie tatap appa" pinta pria itu.

Taehyung mengangkat wajahnya, ia segera menarik tubuh kekar ayahnya ke pelukan hangat. "Maafkan Taehyung jika mempunyai banyak kesalahan. Sekarang aku akan segera meninggalkan kalian dan-"

"Sst, appa dan eomma sangat menyayangimu Tae, lebih dari apapun. Melihatmu bahagia dengan Jin sudah sangat lebih dari cukup untuk membuat kami bahagia" ucapnya sambil mengusap rambut putra semata wayangnya.

"Bersiaplah, appamu akan mengangantarmu bertemu Seokjin, di altar" ucap eommanya. Taehyung tersenyum lalu segera mengaitkan lengannya ke lengan ayahnya. "Aku tidak akan melupakan moment ini" wanita itu mengambil kesempatan untuk memotret suami dan putranya sebelum mereka berjalan kearah mobil yang telah menunggu mereka.

.

.

.

.

Jimin memeluk pinggang Jungkook dari samping saat melihat Taehyung berjalan dengan senyuman tipis di karpet merah yang berujung altar dimana seorang pangeran tampan telah menantinya dengan senyuman. Jimin tertawa dalam diam saat mendengar Jungkook berkata bahwa ia bersumpah melihat kaki Taehyung gemetar dan tangannya meremas tuxedo ayahnya dengan erat.

Taehyung melangkah naik ke altar dan melepas tangan ayahnya perlahan, merasakan dadanya sedikit sesak saat ia melepas tangan pria yang mengurusnya sampai ia berada di posisi ini.

Tangan Jin yang segera memegang tangannya dan membantu Taehyung naik ke altar seolah menyadarkannya bahwa ia akan memulai hidup baru, hidupnya sendiri bersama pria pilihannya, Taehyung tersenyum ia menutup matanya saat mengucap janji suci. Tidak dapat menahan air matanya yang meronta ingin jatuh saat membuka matanya.

Menemukan wajah Jin tepat dihadapan wajahnya dan dengan jarak yang sangat dekat memang bukan hal pertama bagi Taehyung, tapi ini yang pertama kalinya dengan status yang sah, hubungan pernikahan.

"Saranghae, nae anae" bisik Jin sebelum kembal mempersatukan bibir mereka, ke sebuah ciuman manis nan indag yang disaksikan oleh para keluarga dan kerabat mereka. Jin menarik bibirnya lalu memegang pipi Taehyung yang memerah. Pria yang lebih kecil itu segera menarik leher suaminya dan menenggelamkan wajah meronanya di dada bidang Jin.

"Saranghae, jeongmal saranghae hyung" bisiknya sambil mengeratkan pelukannya. Lengan Jin segera membalas perlakuan pria manis dihadapannya. Mereka berpelukan hangat dsn erat diantara tepuk tangan dan sorakan para tamu yang mulai meleleh melihat kehangatan pasangan suami istri tersebut.

.

.

.

.

.

/

.

Taehyung membuka matanya perlahan. Disambut dengan dada bidang yang telanjang. Ia melihat keatas dan menemukan pria berbahu lebar tertidur pulas sambil memeluk pinggangnya. Ia melihat kedalam selimutnya menyadari bahwa ia dan pria didepannya masih 'bersatu' pipinya menghangat dan makin terasa panas saat menyadari hickeys diseluruh tubuhnya. Ia memajukan wajahnya dan menyembunyikannya di dada pria didepannya lalu bergumam "J-jin hyung banguun" membuat pria didepannya membuka matanya perlahan lalu menunduk menatap Taehyung "ada apa baby?" Tanyanya

"L-lepaskan" bisik Taehyung

"Lepaskan apa- oh" Jin menyeringai lalu mengecup dahi istrinya. "Kenapa tidak melakukannya sendiri eoh?" Godanya

"YAAAAAAAK! LEPASKAN ATAU AKU AKAN MENELPON EOMMA!"

.

.

.

END.


Yeaaaay tamaaaat.

malam pertamanya kalian bayangkan sendiri yaa xp

oiyaaa mau minta maaf sebesarbesarbesarbesarnya karena baru update dan begitu update mengecewakan -/\-

Saya tuh stress ffn di block, gabisa ngapa ngapain kan.. Terus acc ini tuh sempet gabisa dibuka gituuu,

author udah sempet bikin akun ffn baru tapi dengan keajaiban akun ini bisa dibuka hueheuheee.

oiya, ayo vote untuk tema dan pairing ff selanjutnya~! Saya berencana bikin bts oneshot request sebagai permintaan maaf x)

Comment pair sama plot yang kalian inginkan yaa/kisseukisseu