Tittle: RIVAL

Main Character: Itachi Uchiha & Sasuke Uchiha

Genre: Humor Gagal

Rate: Fiction K+

Disclaimer: Masashi Kishimoto Forever and Ever

Author: Kaho


WARNING!

Tidak ada unsur pornografi, jadi semua bebas membaca. OOC, Typo(s), garing, bikin mual dan muntaber. Karakter utama berusia 4-6tahun.


"Sasu-chaaan~ sudah sini makan dulu." Kata perempuan muda sambil menata makanan di meja.

"Hn?" bocah yang sedari tadi lagi baca koran –kebalik- sambil engkrang-engkrangin kakinya menoleh, "kopinya mana, ma?"

"Ini." Kata Mikoto –nama ibunya- sambil naruh segelas susu coklat hangat di meja makan.

Sasuke kemudian loncat dari sofa dan bergegas duduk di kursi di ruang makan. Ia lalu menengok kearah jam palsu di tangannya yang udah nunjukin pukul 8. Tapi tetep aja dia gak ngeh itu jam berapa, namanya juga anak TK.

"Kakak dimana?" tanya Sasuke sambil makan roti panggangnya sambil sesekali nyeruput susu coklat yang dibilangnya kopi tadi.

"Hm?"

.

.

.

Diruangan lain, bocah yang sedang ditanyakan Sasuke sedang sibuk membenahi sepeda roda tiganya yang babak belur pas balapan sama Sasuke kemarin.

"Hm." Itachi bergumam, tangan kanannya memegang obeng plastik, sementara mukanya udah belepotan kena angus gegara pas nyari obeng itu dia ngejungkal masuk ke perapian.

"Kakak." Sasuke mendekati kakaknya yang sedang –sok-sibuk itu dengan gaya sok coolnya, "sedang apa, kak?" tanyanya sambil ngusap ingus yang tiba-tiba meler, alhasil ingusnya malah rata di pipi.

Itachi melirik, meski Sasuke sudah berbaik hati dengan memboncenginya tapi ia masih saja kesal lantaran Sasuke memenangkan taruhan untuk mendapatkan Karin yang notabene sudah ia sukai. Padahal ia tahu kalau sejak dulu Karin juga menyukainya, namun tiba-tiba adiknya yang bodoh ini ikut masuk ke TK yang sama dan merebut Karin darinya.

Sasuke melihat kearah jam palsunya yang masih tetap menunjukkan pukul 8 pagi, "sudah jam 7 lho, kak. Kalo nggak buru-buru mandi nanti telat lho."

Sasuke lantas masuk kembali kedalam rumah mengambil tas power rangernya dan menuntun sepeda roda tiga berwarna biru keluar dari garasi, ia kembali melirik kearah kakaknya, "mau bareng nggak?"

"Nggak."

"Nanti Karin nyariin lho kalo kamu telat."

Itachi menyibak rambutnya sok keren, "kalo kamu maksa sih apa boleh buat." Katanya yang lalu berlari kedalam untuk membersihkan dirinya, tak lama dia keluar sambil membawa bendera akatsuki kebanggaannya dan menancapkannya pada sepeda Sasuke. Tak lama Sasuke mengayuh sepedanya dengan Itachi yang berdiri dibelakang sambil memegang bahu adiknya. Sepeda Sasuke setipe dengan sepeda milik Sinchan, nggak ada tempat duduk untuk boncengan.

Sasuke mengayuh sepeda dengan kalemnya, masih terlalu pagi untuk main kebut-kebutan. Tak jauh darinya, seorang gadis kecil sedang berjalan sendirian, rambut pinknya bergoyang seirama dengan tepakan kakinya yang anggun. Sesekali gadis itu berhenti dan membenahi pita merah yang ada di kepalanya. Sasuke yang mengenali gadis itu lantas mengayuh dengan kecepatan tinggi meski di jalanan yang tanjakannya lumayan tinggi, pertengahan jalan mendekati gadis itu Sasuke ngepot, membiarkan Itachi terjatuh berguling dengan naasnya. Sasuke kembali mengayuh sepedanya dan berhenti tepat didepan gadis tersebut. Terlihat dari kejauhan Sasuke menyisir rambutnya dengan tangan sambil pasang muka diganteng-gantengin, sementara gadis kecil itu tersenyum salting saat mata Sasuke ngedip-ngedip ganjen. Tak lama, Sasuke turun dari sepedanya, mendekati gadis itu dan membawakan tas barbienya, keduanya lalu pergi bersama meninggalkan Itachi yang entah bagaimana nasibnya.

.

.

.

Di TK Pelangi

Sakura, gadis yang diboncengin Sasuke tadi turun dari sepeda saat Sasuke selesai memarkirkannya.

"Makasih Sasuke-kun." Ujar Sakura sambil mengambil tas barbienya dari Sasuke.

Sasuke masih masang tampang gantengnya, bocah emo itu tersenyum sambil nunjuk-nunjuk pipinya. Sakura yang mengerti tersenyum semakin malu, "Sasuke-kun ih genit." Ujarnya sambil menampar pelan pipi Sasuke, gadis itu lalu berlari kemayu kedalam kelasnya.

Sementara di kelas, seorang gadis indigo berwajah tembem sedang meringkuk ketakutan, didepannya seorang bocah kuning sejak kemarin entah kenapa selalu mendekatinya.

"Hei hei, dengan mata seperti itu apa kau bisa melihat hantu?" ujarnya samil terus memojokkan bocah tembem itu.

Ditempat lain, gadis bercepol sedang bermain gulat dengan ketua kelas, atau lebih tepatnya mereka berkelahi lantaran Tenten –gadis bercepol itu- salah mengira kalau Neji yang merupakan ketua kelas adalah anak bencong yang ia temui di pasar kemarin.

TOT TOT CIIIITTTT

Suara yang nggak asing di telinga mereka muncul, siapa lagi kalau bukan geng akatsuki yang diketuai oleh tidak lain adalah kakaknya Sasuke, Itachi. Segerombolan anak cowok dengan muka abstrak berkumpul di geng itu. Mau cari yang muka tua? Ada. Muka ikan? Ada. Bahkan murid-murid lain disana memiliki julukan tersendiri untuk geng akatsuki.

"GENG SILUMAN DATANGG!"

"WAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Sakura yang baru saja melangkahkan kakinya didepan pintu segera terjungkal lantaran semua anak berlari tak tentu arah dan menyenggolnya. Mata emerald besarnya mulai berair saat tas barbie kesayangannya terinjak. Di arah lain, sesosok bocah merah terus memperhatikan Sakura yang menangis meratapi tasnya. Perlahan dia melangkah melewati anak-anak yang sedang berlarian lalu mengambil tas tersebut.

"Ini tasmu." Katanya.

"Terima—" Sakura yang masih terisak mengangkat wajahnya dan meraih tas ditangan bocah itu, "GYAAAAA SETAAAAAAN!"

Nyatanya bocah bernama Sasori yang menyelamatkan tas itu sudah babak belur karena terinjak oleh teman-temannya.

Sasuke yang sedari tadi lagi ngebenerin rambutnya dan juga mencari tampang ganteng yang pas buat ditunjukin ke Sakura mulai masuk kedalam kelas yang masih riuh karena semua bahkan geng akatsuki ikutan lari gegara denger kata 'siluman'.

Dan apa itu? Sasuke nganga dengan naasnya saat melihat Sakura digandeng oleh cowok imut melewati kerumunan teman-temannya.

"Makasih, Saso-kun." Ujar Sakura malu-malu kucing. Tak disangka ada cowo imut di geng siluman itu.

"Sama-sa—"

"EHM!"

Sakura dan Sasori menoleh berbarengan, didekatnya Sasuke sudah berdiri nyilangin tangan dengan muka sok cool yang masih diganteng-gantengin.

Mata Sasori dan Sasuke saling melotot satu sama lain, bahkan kedua hidung mereka sudah kembang kempis seolah kayak lomba gede-gedean lubang. Sasuke ngebanting tas power rangernya, sementara Sasori naikin celananya, mereka lalu meraih ujung krah lawannya.

.

.

.

"Sasu-kun, udahlah." Rengek Sakura pada ocah emo yang lagi duduk di sepeda roda tiganya. Sudah jamnya pulang tapi si bocah emo enggan diajak pulang.

Disamping Sasuke, Sasori juga duduk di sepedanya dengan mantap. Sementara Sakura kebingungan sendiri, ingin ngehentiin mereka namun sepertinya sudah terlambat.

"Saso-kun, udahlah." Ujar Sakura membujuk Sasori, siapa tau bocah itu mendengarnya.

"Tenang saja Saku-chan. Aku nggak akan kalah sama ayam ini."

Tobi, si anak bertopeng ngibarin sempaknya sambil ngasih aba-aba. Sementara Sasuke dan Sasori udah bersiap buat ngegenjot pedal masing-masing.

"YA!"

TOT TOT

Kedua bocah itu segera menggenjot sepeda sekencang-kencangnya, melupakan Tobi yang lupa menyingkir dari tengah arena. Sementara Sakura udah kebingungan karena hari sudah semakin siang dan kedua anak tersebut masih saja balapan.

Di dalam kelas.

"Ya udah, aku pipis dulu." Ujar Karin ngalah saat Itachi ngerengek minta pulang bareng.

"Oke, Karin-cwan."

Itachi duduk di kursinya sambil bersenandung iang, menunggu sang pujaan hatinya yang lagi pipis. Entah ini disebut kemalangan atau keberuntungan, setelah terpental jatuh dari sepeda Sasuke, Karin menemukannya yang sudah tergeletak ditengah jalannya menuju sekolah. Dengan sedikit sandiwara akhirnya Karin bersedia ngangkut dirinya.

"Dududududu~"

"Sasu-kun! Saso-kun! Ayo udah!"

Itachi menoleh dan menatap Sakura yang merupakan gebetan adiknya lagi teriak-teriak. Sementara bocah yang diteriakin masih enggan untuk berhenti. Tiba-tiba sebuah ide nakal muncul dikepala Itachi.

"Sasu-kun!" rengek gadis itu sekali lagi.

"Sakura-chan, mau pulang?"

Sakura noleh, disampingnya Itachi sudah berdiri dengan sepedanya.

"Iya, tapi Sasu-kun nggak mau berenti."

"Yaudah yuk bareng aku aja. Biar Sasu pulang sendiri nanti. Nanti keburu kamu dicariin mamamu kan."

Setelah menimbang-nimbang tawaran Itachi, gadis itu mengangguk dan naik kesepedanya. Baru saja keluar dari gerbang, di belakangnya Karin lari pontang-panting neriakin Itachi.

"ITACHI AHOOOOOO! BALIKIN SEPEDA KARIIIIINNN! AHOOOOOOOO!" teriaknya sambil mencoba nyusul sepedanya yang dibawa Itachi.

Mendengar keramaian yang tidak biasa, Sasuke keluar dari arena dan menuju keluar gerbang. Dan dengan tatapan tak percaya, dihadapannya Karin lari ngejar Itachi yang lagi ngeboncengin Sakura.

"ITA BAKAAAAAAAA! BALIKIN SAKURAAAAAAAAAAAAAAAA!" jerit Sasuke sambil mengayuh sepedanya secepat mungkin.

Karin yang mendengar teriakan Sasuke segera noleh.

Gulp

Dengan sedikit deg deg an, Sasuke ngerem sepedanya dan segera berputar balik saat Karin berbalik mengejarnya.

"SASUKE-KUUUUNNN!"

"YAAAADDDDAAAAAAAAAAAAAA!"

FIN