Chapter 3
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Author : Ariza V. Hatsuki / Hatsuki Spring Keterangan :Jangan memakasa untuk meperpanjang cerita, karena Admin hanya me-post apa yang telah di post oleh penulis aslinya. Admin tidak mempunyai hak untuk mengubah jalan cerita dan sejenisnya. Jika ingin meminta perpanjangan cerita silahkan hubungin author yang bersangkutan didalam grub facebook NaruSasu (SasUke & FemSasu).
Fanfic ini pertama kali di publis di grub facebook NaruSasu (SasUke & FemSasu) dan admin sudah meminta ijin pada Author aslinya untuk mempublikasikan fanfic ini di lewat akun ffn bersama. Fanfic akan update secara berkala. (ttd – Admin Yuki)
P.s Kalau mau bergabung ke grub silahkan . *plak* #promosi
Warning : YAOI containt, NaruSasu!
DON'T LIKE, DON'T READ!
*****
Berulangkali Naruto melihat kearah jam tangannya, untuk memastikan bahwa ia belum terlambat. Perlu diketahui bahwa saat ini Naruto sedang duduk gelisah didalam taxi yang akan mengantarkannya ke kediaman keluarga Uchiha. Namun sepertinya kali ini Kami-sama masih ingin menguji ketulusannya dengan menjebak Taxi tersebut disebuah kemacetan panjang yang terjadi sejak masih didepan bandara.
"Kuso! Kuso! Kuso!" bibirnya terus merutuk akibat stress.
Stress karena tenggat waktunya hanya tinggal beberapa jam lagi, ditambah ia yang tidak bisa tidur sedikit pun dalam 48 jam ini, dan juga kekalutan karena Sasuke tidak bisa dihubungi lagi setelah telpon terakhir mereka.
.
"Naru, aku sudah memohon pada ayah untuk memberiku waktu 48 jam, aku menunggu kedatanganmu.."
"Suke.. Aishiteru~"
Sejenak mereka terdiam, sebelum akhirnya Naruto bangkit dan mulai bergerak untuk menyiapkan keberangkatannya.
"Dengar.. Bila dalam waktu 48 jam ini, aku gagal menemuimu, itu artinya kita memang.. Tidak berjodoh -nndebayou.."
Sasuke terkesiap, tak menyangka bila Naruto dapat mengatakan hal seserius itu dengan mudahnya.
"Brengsek! Semudah itu kau bilang kalau kita-"
"Tenang dan dengarlah -ttebayou!"
"A-aku.."
"Dengar Sasuke.. Dalam waktu 48 jam ini aku akan berusaha membuktikan bahwa kita memang berjodoh -ttebayou! Dan bila aku berhasil, aku akan 'menghajarmu', koi~"
Sasuke mendengus, tersenyum karena disaat genting begini Naruto masih sempat mengatakan candaan mesum.
"Pokoknya, aku akan menunggumu, Naru.. Meski melewati waktu 48 jam, aku akan tetap menunggumu. Meski telah dinikahkan, aku hanya akan... mencintaimu..."
Diantara langkah terburu-buru Naruto, yang didengarnya melalui telpon, Sasuke juga mendengar suara jatuh yang cukup keras.
"N-Naru?!"
"Sasuke! Barusan kau bilang apa -ttebayou?!"
Hampir saja Sasuke mengalami serangan jantung mendadak dan ketulian, saat mendengar pekikan Naruto.
"Baka! Jangan berteriak ditelpon! Telingaku sakit..." tak sadar Sasuke malah ikut berteriak, karena kesal.
Berbeda darinya, Naruto malah tersenyam-senyum sambil mengusap dahinya yang memerah akibat terantuk. "Gomen, gomen~ tadi aku terlalu senang karna jarang-jarang aku bisa mendengar kata suka darimu-ttebayou!"
"Ba-baka!"
Meski tak dapat melihatnya, namun Naruto yakin bahwa saat ini wajah Sasuke tengah merona tipis.
"Mungkin saja, nantinya aku tidak bisa mengatakan hal itu.." kalimat itu begitu lirih seolah tak ingin bila Naruto sampai mendengarnya. Dan Naruto pun mengerti itu,
"Kau mengatakan sesuatu, Suke? Aku tidak bisa mendengar kalimatmu tadi, ne."
"Bukan apa-apa.."
Mereka bersikap seolah kalimat Sasuke tadi tak pernah ada dan tak pernah terkatakan.
.
Setelahnya Naruto langsung berkemas dan bersiap mengambil penerbangan tercepat dari Inggris menuju Konoha. Menguras tabungannya dan memaksa peruntungannya dalam perjalanan ini.
.
To Be Continued
