Chapter 4
Siang seperti biasa, Sasuke menunggu jemputan di dalam kelasnya, ia malas keluar saat matahari sedang terik seperti ini. Oh, ayolah. Bagaimana kalau kulitnya yang putih mulus nan kinclong ini berubah menjadi hitam dan kusam ? Big Now.. Ia tak ingin nantinya Naruto akan berpaling darinya hanya karena ia berubah jadi Buluk.
Huh!
Dan karena itu, ia harus rela membagi wajah tampan Naruto pada siswa lain di KISS, karena entah kenapa para fangirl Naruto sama sekali tidak ingin pulang sebelum melihat sang pujaan, tentu saja mereka tau kebiasaan di mana jika pulang sekolah Naruto pasti akan menjemput Sasuke di kelasnya, dan saat ini para fans setia Naruto telah standby di sekitar kelas Sasuke.
.
.
.
Mobil sport merah memasuki halaman luas sekolah terkenal itu, setelahnya pemuda tampan bersurai pirang keluar dengan keren daridalam mobil. Menatap lurus kedepan, Naruto mencoba mengabaikan teriakan-teriakan fans-nya dari sekolah sang majikan itu. Tugas utamanya adalah menjemput Sasuke, jadi ia tidak akan perduli pada sekitarnya dan lebih fokus untuk segera menjemput Sasuke ke kelasnya dan pulang.
"Kyaaaa.. Naruto-kun datang." yahh sebagian besar gadis di sana berteriak seperti itu ketika melihatnya.
"Dia tampan seperti biasa." itu juga, bukannya sombong, itu memang biasa ia dengar dari para wanita di sekitarnya, err kadang beberapa pemuda bertitle Uke juga sih.
"Jadilah kekasihku Naruto-kun." uhh lain kali saja ya Nona-nona.
"Hiks.. Aku hamil anakmu Naruto-kun." Naruto cengo di tempat.
Krik.. Krik.. Krik.. Krik..
Tiba-tiba keadaan menjadi hening seketika, sepertinya semua orang di koridor sekolah itu juga terkejut.
Naruto menghetikan langkahnya tepat beberapa langkah di depan orang yang meneriakkan kalimat (super nista) terakhir tadi.
Tentu saja ia sangat terkejut, membalikkan badannya kebelakang, ia menatap seorang Pemuda bersurai cokelat dengan tato segitiga terbalik di kedua pipinya menangis tersedu-sedu. Yang benar saja, mana ada laki-laki hamil ? Coz Fic ini juga bukan fic mpreg.
Naruto pun melangkah mendekati pemuda itu dengan wajah datar, namun terlihat dari matanya bahwa pemuda pirang itu tengah menahan sesuatu.
"Kyaaaaa.." pekikan nyaring terdengar heboh saat para remaja di sekolah ternama itu melihat sang pujaan tengah memeluk pemuda Inuzuka itu dengan pelukan (yang terlihat) lembut, tanganya juga mengusap-usap punggung sempit sang Inuzuka.
Tak lama Naruto pun melepaskan pelukannya dari tubuh sang Inuzuka sebelum melenggang santai meninggalkan Inuzuka bungsu yang kini telah membolakan matanya dengan mulut menganga lebar.
"Gyaaaahhhhhh.. Uzumaki-sama, maafkan akuuuu.. Aku berjanji tidak akan melakukan hal nista lagi padamu." ia berteriak histeris sebelum menangis, pundung di pojokan.
'Ne, Ki-chan. Aku tau kau melakukan taruhan konyol itu lagi dengan si iklan shampo. Namun ini sudah keterlaluan, jangan kaget jika nanti kau melihat Akamaru telanjang.' bisikan Naruto sebelum pergi benar-benar membuat bulu kuduk Kiba meremang, ia paham maksud kata 'Telanjang' yang di ucapkan Naruto, ya tuhan Ia pernah melihat Naruto hampir saja membabat habis bulu putih di tubuh Akamaru, dan itu membuatnya trauma.
"Akamaru-chan, maafkan dakuuu." lolongnya histeris. Err Kiba, sepertinya kau berlebihan.
.
.
.
Setelah melalui rintangan yang menguras tenaga, Naruto pun sampai di kelas Sasuke dengan selamat. Namun, kernyitan tampak di dahinya kala melihat wajah cemberut Sasuke di tambah Sasuke tiba-tiba menjadi manja.
'Minta di gendong dari kelas ke mobil'
Yang benar saja ? Ini fenomena langka. Di tambah pernyataan berupa bisikan Sasuke yang mengatakan:
'Kau milikku.'
'Kau akan selalu bersamaku.'
'Kau tidak akan meninggalkanku.'
Dan beberapa lainnya mengalun dari bibir Sasuke.
Sebenarnya apa yang terjadi ?
.
.
.
Tap.. Tap.. Tap..
Suara langkah kali yang terdengar di telinganya membuat Sasuke membuka mulut.
"Lama sekali, Dobe. Apa yang kau lakukan di sana, hah ?" umpat Sasuke sebelum mendongakkan wajahnya kearah pintu.
"Sayang sekali Uchiha-san, aku bukan Naruto-kun." jawaban pemuda di depannya membuat Sasuke mengernyit tidak suka.
"Apa maumu Shimura ?" tatapan Sasuke berubah tajam, sungguh ia tidak menyukai pemuda murah senyum itu.
"Ah, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku satu langkah di depanmu. Kau tau aku yakin sebentar lagi Naruto-kun akan pergi darimu dan datang padaku." ucap Sai dengan senyum manis di bibirnya. Itu membuat darah Sasuke mendidih.
"Tutup mulutmu, Sai. Naruto milikku, dan akan selalu seperti itu." tegasnya dengan kilat di bata onyx-nya.
"Ah, kita lihat saja nanti. Jaa Uchiha-san." ucap Sai sebelum berlalu dari kelas Sasuke. Sasuke menatap punggung ramping Sai dengan tatapan tajam, tangannya mengepal dan geraman terdengar dari bibirnya.
"Naruto milikku dan dia selalu memilihku, jangan terlalu berharap Sialan." desisnya kecil. Walau ia tidak paham apa yang Ingin di katakan Sai sebenarnya Namun Sasuke paham maksud tersirat di dalam nada suara Sai.
TBC
Ps di grub fanficnya cuma sampai chapter empat, jadoi silahkan kalian terror Author aslinya *plak*
Top of Form
