Chapter 3:
Kedua tangan Sasuke sesekali meremas celananya. Tubuhnya bergerak gelisah dan tampak tidak fokus pada acara televisi di depannya. Kedua Onyx itu sesekali menatap ke arah gadis berambut musim semi sepunggung yang di urai dengan indah. Tubuh yang di bungkung kemeja hitam polos yang ke besaran dan celana jeans sepaha yang memperlihatkan setengah paha dan kaki jenjang gadis itu cukup menggoda iman si lelaki berambut raven itu. Keadaan ini sering dialaminya selama dua hari tiga malam di rumah ini. Hah, bayangkan kekuatan iman Sasuke setiap malam ini? Author aja gak kuat xD.
Menyadari tatapan si Lelaki, Sakura segera saja memukul sofa kosong di tengah, pembatas antara dirinya dan Sasuke. Sakura berbalik dan menatap tajam Sasuke. Sasuke segera saja menatap kembali ke arah TV, mengalihkan pandangan dari gadis itu.
"Hoi!" desis Sakura. Meneguk ludah susah payah, dengan pelan Sasuke menatap Sakura.
"Kau! Matamu sungguh jejalatan!" tunjuk Sakura. Sasuke Tertohok.
"Apa!? Hey! Ini menunjukan bahwa aku ini normal tidak seperti ka- uppss." Sasuke segera membekap mulutnya sendiri saat dirinya hampir keceplosan mengejek Sakura. Emerald Sakura berkilat, dia mendekat ke arah Sasuke sambil tersenyum manis.
"Disini panas sekali ne Sasu-kun." Goda Sakura sambil melepaskan satu kancing kemejanya memperlihatkan sedikit belahan dadanya.
'Glek'
"Ah.. iyha.. Disini sungguh panas ya heh haha hahaha.." kata Sasuke sambil tertawa gugup.
'Sialan nih cewek.. Hah~ Gzzz.." desis Sasuke dalam hati.
"Haha.. Lihat wajahmu hahahaha... sungguh lucu~" seru Sakura sambil tertawa keras. Sesekali tangannya memukul bahu Sasuke saking lucunya.
"Kau-" tunjuk Sasuke.
"Hahaha.. Otak lelaki benar-benar ya haiissss..." dengus Sakura. Dia berdiri lalu menghadap Sasuke sambil berkacak pinggang.
"Kau- Apa masih mau menonton? Aku tidur duluan. Jangan lupa mengunci pintu depan dan belakang ya." Kata Sakura lalu berjalan ke arah tangga menuju ke kamarnya. Onyx Sasuke memandang punggung mungil itu yang kian menjauh.
"Hah~ Usuratonkachi na." Dengus Sasuke.
.
.
"Hoi Hentai." Panggil Sakura ke pada Sasuke yang sedang memakan roti sarapan mereka.
"Berhenti memanggilku seperti itu, Jidat. Aku punya nama. Sasuke! S-A-S-U-K-E. Kalau kau tidak mau memanggilku seperti itu kau boleh memanggil 'Sayang' atau 'Sasu-kun' atau 'Kakkoi' atau 'Darling'" ucap Sasuke dengan PeDe dan langsung membuat gadis berambut musim semi itu merasa ingin muntah saking lucunya dengan nama panggilan itu.
"Hah? Narsis sekali kau. Bahkan dalam mimpiku pun atau mimpimu gak bakal pernah aku memanggilmu seperti itu, Shannaro!" dengus Sakura sambil berkacak pinggang. Sasuke menyerigai.
"Oh ya? Tapi mimpiku semalam kau memanggilku 'Darling'" seringai Sasuke.
'dhuak'
"Ittai! Sakit baka!" seru Sasuke sambil mengelus dahinya yang baru saja di pukul dengan sendok oleh gadis musim semi itu.
"Jangan main-main denganku bocah." Desis Sakura.
'ting'
"N-nani? Bocah?" perempatan siku-siku muncul di dahi Sasuke. Kesebarannya sudah di ambang akhir (?). Baiklah!. Sasuke menyeringai, dia berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah tempat duduk Sakura. Sakura mengangkat sebelah alisnya.
"Mau apa kau?" Kedua tangan Sasuke bertumpu di meja dan di pinggiran kursi gadis itu. Wajahnya mendekat ke arah wajah Sakura.
"Bocah ne? Baiklah. Aku akan menunjukan ke dewasaanku." Ucap Sasuke sambil mengelus telinga Sakura. Emerald gadis itu membulat. Dan seringai sasuke semakin lebar melihat reaksi Sakura. Sasuke semakin mendekat sampai Sakura tersudut.
"Saku- Akkkkhhhhhhhhhhhhhh!" seru Sasuke kesakiatan sambil memegang lehernya yang baru saja di berikan 'kissmark' oleh Sakura. Sakura dengan cepat mengambil tas sekolahnya dan berlari ke luar rumah tapi dia berhenti di depan pintu dapur. Kepalanya berputar menatap kearah Sasuke yang merintih kesakitan. Lidah Sakura terjulur ke arah Sasuke seakan mengejek.
"Weeekkkk... Rasain lu!" ejek Sakura.
"Gezzz... Kau-" belum sempat menyelesaikan ucapannya, Sakura sudah kabur dari amukan lelaki raven ini. Sasuke memajukan bibirnya,
"Kaa-chan.. Ada moster yang mengganggu Sasu-chan." Rengek Sasuke #sasukeOOCmodeOn #plak
.
.
.
'sregghh'
"Ohayou." Sapa Sakura saat memasuki kelasnya.
"Sakuraa~" gadis berambut pirang segera saja memeluk saat melihat Sakura memasuki kelas.
"Na-naruko." Ucap Sakura. Gadis berambut pirang bernama Naruko Namikaze itu segera melepaskan pelukannya.
"Kenapa dua hari kau tidak masuk sekolah? Aku khawatir." Ucap Naruko sambil memegang kedua tangan Sakura. Sakura tersenyum kecil. Emeraldnya lalu memandang ke sekeliling dan disitulah pandangan gadis itu bertemu tatap dengan sepasang mata ruby yang menatapnya rindu. Sakura tersenyum ke arah gadis berambut merah darah yang duduk di depan kursinya. Sakura berjalan ke arah mejanya sambil menatap ke arah gadis ruby itu.
"Ohayou, Karin." Kata Sakura sambil tersenyum ke arah gadis itu.
"Ohayou, Saku-kun." Balas Karin sambil tersenyum senang.
"Ano.. Gomenne untuk malam itu." Ucap Sakura kaku sambil mengelus lengannya.
"Daijobu yo." ucap Karin. Sakura tersenyum.
"Yokatta."
"Malam itu? Hyaa Karin. Kau ngapain dengan Sakura-ku hah?" tunjuk Naruko.
"Nande mo nai, Naruko. Urusai." Balas Karin jengkel pada saingannya. Sakura mendengus geli melihat ke dua gadis itu.
"Saku-chan.. Aku dengan paman dan kota bibi ada di luar kota ne? Kau sendiri di rumah ya selama tiga hari ini?" tanya Naruko.
"Kau.. Kenapa tidak meng'sms'ku untuk menemanimu Saku-kun?" tanya Karin lanjut. Shappier Naruko membulat.
"Iie! Aku tidak mengijinkanmu nenek sihir berduaan dengan Sakura-ku." Desis Naruko.
"Iya, okaa-san dan tou-san ada di luar kota. Aku gak apa-apa tidak perlu khawatir lagian sudah ada-"
'Sasuke! S-A-S-U-K-E. Kalau kau tidak mau memanggilku seperti itu kau boleh memanggil 'Sayang' atau 'Sasu-kun' atau 'Kakkoi' atau 'Darling'". Sakura segera saja menggeleng.
"Ada..?" tanya Naruko dan Karin.
"Ada Sasu-chan. Aku gak sendiri kok." Lanjut Sakura.
"Sasu-chan? Siapa itu?"
"Ahh.. itu Kucing baruku." Ucap Sakura. 'Gomen Hentai.. Aku mengatakan kau peliharaanku' pikir Sakura geli.
"Kucing? Bukannya kau alergi kucing Saku-chan?" tanya Naruko dan disetujui oleh Karin. Yang bener Saja, Sakura alergi bulu kucing dan sekarang pelihara kucing? Aneh.
'mati aku.'
"Itu.. ah, alergiku sudah hilang. Kapan itu Gaara-nii membawa kucing dan menyuruhku mengatasi alergiku dan tada- aku gak alergi bulu kucing lagi." Bohong. Boro-boro sepupunya Gaara sama dengannya yang pembenci kucing dan alergi bulu-bulu kucing.
"Oh... souka."
'Yokatta, mereka percaya.' Pikir Sakura lega.
"Sensei masuk.' Seru seorang lelaki berambut bob dengan bulu mata tebal di bawah matanya, sungguh aneh. Dan semuanya segera berlari menuju tempat duduk masing-masing.
'sreegghhh'
"Ohayou Sensei!" seru semua murid sambil membungkuk hormat. Mata Sakura membulat melihat lelaki raven yang datang bersama dengan sensei mereka.
"Ohayou. Ah, kalian kedatangan teman baru. Kenalkan dirimu." Ucap Kakashi-sensei.
"Yup! Minna, Yoroshiku. Aku Uchiha Sasuke pindahan dari sekolah khusus lelaki 'BoyRain High School' dari Ame (nama sekolah hanya asal). Aku cinta kalian eits kecuali lelakinya. Buat kalian Girls, aku single loh." Ucap Sasuke PeDe sambil mengedipkan kedua matanya ke arah para gadis. Sakura membuka mulutnya 'shok'.
'Mikoto-baachan. Aku kasihan dia mempunyai anak seperti Sasuke' Ringis Sakura. Para gadis segera berteriak melihat sifat genit dan cool milik Sasuke. Onyx Sasuke melihat ke seluruh teman-temannya dan pandangannya terarah ke arah gadis musim semi yang memandangannya sinis. Sasuke menyeringai.
"Ano Sensei. Aku mau duduk di samping gadis berambut musim semi itu. Bagaimana? Ah Terimakasih." What! Kakashi tertohok. Belum juga Kakashi menjawab Sasuke mengucapkan terimakasih dan berjalan ke pojok kelas tempat di mana Sakura duduk. Dia lalu memandang ke arah lelaki berambut coklat dengan kedua pipinya di beri tato taring anjing.
"Minggir." Ucap Sasuke. Lelaki itu- Kiba mendengus. Sasuke mengangkat sebelah alisnya lalu mengangkat bahunya. Dia lalu mengambil tas Kiba dan melemparkannya ke lantai jauh dari meja Sakura. Kiba mendengus.
"Brengsek." Desis Kiba. Sasuke tersenyum.
"Sankyu." Sasuke segera menaru tasnya dan duduk di samping Sakura, lalu kedua tangannya membentuk huruf Y dan dia memangku wajahnya dan memandang ke arah Sakura.
"Yo!" sapa Sasuke. Sakura melirik Sasuke. Segera saja dia menarik ke arah Sasuke mendekat lalu berbisik.
"Peraturan ke empat, Teme! Kau mau melanggarnya? Keluar dari rumahku malam ini dan pindah jangan dekat-dekat denganku."
"Daijobu.. Lagian aku tidak bilang kalau kita tinggal- upphh!" Sakura segera membengkap mulut Sasuke dengan tangannya. Emeraldnya memandang ke arah teman-teman bahkan Kakashi yang menatap mereka.
"Gomennasai!" ucap Sakura. Kakashi mengangguk kaku.
"Uh ohh.. Baiklah! Karena guru-guru sedang rapat kalia belajar sendiri. Yang bertanggung jawab adalah Shikamaru. Mata ne!" ucap Kakashi sambil keluar kelas.
"Shannaro!"
"Ah, gomen." Maaf Sasuke.
"Tinggal? Apa hubungan Saku-kun dan si Gila ini?" gumam Karin.
.
.
TBC
.
.
Yuhuuuuuuuu! Ada yang kangen? #kagak ada #hiks
Gomen gomen gomeeeenn! Sasha minta maaf ne kalau lama update!
Sasha berduka karena hp Sasha rusak. Hiks jadi lambat update. Ada yang tau kenapa hape 'Evercross' jenis Android tiba-tiba mati? Baterainya udah penuh tapi mati. Gimana ya?
Hiks, Sasha sedih!
BackToTopik (?)
Selain Hp, sasha dalam keadaan detik-detik MiD dan rasanya Sasha pingin bolos bertahun-tahun dari sekolah. Hah~ SMK gak menyenangkan desu!
Dan sasha masih satu setengah taun lagi baru lulus, Hiks!
.
Maafkan Sasha gak bisa balas Review tapi sasha bener-bener terimakasih untuk kalian yang ngerivew cerita sasha^^
.
.
Maaf Sasha gak bisa balas, Sasha update fic aja harus ke warnet jadi gak punya waktu! Gomenasai!
Sebelum Sasha akhiri bacotan ini, Sasha mau kasih pertanyaan.
Yang bener jawabannya Sasha bakal buatin fic oneshoot sesuai keinginan readers :D #bagi penjawab pertama yang benar xD
Warning! Pair HARUS SasuSaku. Rated T, T+, bahkan M'pun bakal sasha kabulin #mulai_deh
Batas waktu sampai updatenya Yuri? Chapter 4^^
'Sehabis kalian mengikuti UN (untuk SMK atau SMA) dan sekarang adalah saatnya mendengar kelulusan dan kalian dinyatakan lulus, maka kalian akan lanjut kemana?'
.
Saat sedang dalam perayaan padungku, Sasha ama teman Sasha di kasi pertanyaan kayak gini ama seorang kakek dan jawaban Sasha salah padahal gampeng banget. Jadi jangan terjebak ya!^^
Oh ya disini ada orang Sulawesi Tengah gak? Untuk Daerah Poso dan sekitarnya atau Tentena dan sekitarnya? Sasha Cuma mau bilang 'Selamat Padungku!' #walauUdahLewat xD
Yup!
Sampai jumpa di chap berikutnya! Jangan lupa pertanyaannya ya xD
.
.
Sasha Kakkoi-chan
Istri Sahnya Sasuke dan Utakata si Jinchuriki Rokubi xD
