Chapter 5:

"A-auwww.." ringis Sasuke saat luka pukulan yang di dapatkan dari Sakura sedang di obati. Lelaki berambut raven itu menatap sinis ke arah gadis musim semi yang sedang membereskan P3K yang digunakan untuk mengobatinya.

"Kau kejam sekali, Sakura." Kata Sasuke sambil mengelus dahinya yang di tambali plester. Sakura mengangkat bahu.

"Whatever! Itu hukuman buat orang yang punya mata nakal kayak kamu." Ucap Sakura enteng. Sasuke mendengus.

"Salah kamu sendiri keluar dengan menggunakan handuk, kan aku- auwww..." sebelum menyelesaikan ucapannya telunjuk Sakura menekan keras luka pukulan di dahi Sasuke.

"Urusai! Itu kamarku, aku bebas menggunakan apapun. Dan kau- jangan pernah masuk ke kamarku tanpa seijinku! Kalau tidak- kau akan mendapatkan yang lebih 'menyenangkan' dari ini." Desis Sakura. Gadis itu berdiri lalu berlalu meninggalkan Sasuke.

"Cih, gadis gila! Tapi, bodynya lumayan juga khekhekhe.." kekeh Sasuke #plak

.

.

"Kau sudah mau tidur?" tanya Sasuke saat melihat Sakura berjalan menuju tangga menuju kamarnya. Mereka baru selesai makan malam #ciee# dan selesai membersihkan dapur.

"Tidak. Kenapa?"

"Ah, tidak. Kalau kau mau, aku punya film horror yang bagus. Mau nonton bersama?" ajak Sasuke.

"Tidak, terimakasih. Film-film seperti itu tidak cocok denganku." Ucap Sakura. Kalau boleh jujur, gadis itu takut dengan hal-hal seperti itu.

"Oh, kau takut yaa?" goda Sasuke. Sakura menegang.

"T-tentu saja Tidak, baka. Diamlah, aku mau ke kamar." Ucap Sakura lalu melanjutkan langkahnya.

"Bilang saja kau penakut!" tantang Sasuke. Sakura berhenti berjalan, dia berbalik dan menatap tajam Sasuke. Sasuke diam-diam menyeringai kecil. Yes, berhasil!' pikir Sasuke.

"Baik! Aku tidak sabar melihat ketakutanmu." Balas Sakura. Sasuke mendengus.

"Kita liat saja."

.

.

Perempatan siku-siku muncul di dahi Sakura saat melihat perbuatan yang di lakukan Sasuke. Kedua tangannya mengepal menahan diri untuk tidak melayangkan pukulan ke arah pemuda raven dengan mata onyx itu. Dihadapannya, lelaki raven itu sedang asik menata tempat cemilan seperti popcron (bener gak penulisannya?) dan minuman coca-cola dua untuk dirinya dan pemuda itu. Senyum mereka di bibir lelaki itu tampak puas dengan perbuatannya.

"Hoy!" panggil Sakura dengan geram.

"Nani?" tanya Sasuke girang (?) sambil menatap Sakura yang memerah wajahnya menahan amarah.

"Kau bilang hanya menonton, kan?" kata Sakura. Sasuke mengangguk.

"Iya, terus kenapa?" balas Sasuke.

"Kau tanya kenapa!? Hey! Kita Cuma menonton, dan kau tidak perlu menghias seluru rumah menjadi tempat horror kayak gini! Pakai lilin segala? Dan kenapa kau memasang kartu tempel untuk penghusir setan di seluruh dinding rumah, baka!?" seru Sakura jengkel melihat keadaan rumahnya yang menjadi tempat yang cocok tempat tinggal para makhluk-makhluk halus. (ada yang tau anime Bokura wa Minna Kawaiisou? Nonton episode 2 saat mereka nonton bareng film horror, keadaan rumah Sakura kayak gitu xD)

"Hehehe.. Ini akan membuat suasananya lebih mencengkam. Kalau kau takut, tinggal peluk aja aku." Ucap Sasuke. Sakura mendengus.

"sialan kau."

"Selesai. Ayo, duduk sini." Ucap Sasuke lalu menarik Sakura duduk di sofa. Untung saja ruangan itu sedikit gelap dan hanya di terangi beberapa lilin, kalau tidak Sasuke bisa melihat Sakura yang sudah berkeringat dingin menahan takut, padahal film belum saja mulai.

"Kau baik-baik saja, kan?" tanya Sasuke sambil memasukan CD film ke dalam DvD.

"Y-ya, aku baik-baik saja." Balas Sakura sok. Sasuke mengangguk-angguk mengiyakan. Setelahnya, Sasuke berjalan lalu duduk di samping Sakura sambil memegang remot tv.

"Ready? – Sakura menelan ludah lalu mengangguk, sedangkan Sasuke menyeringai- Go!" Layar Tv menyala, menampilkan beberapa adegan pembuka dalam film itu. Saat menit-menit pertama tidak ada yang menakutkan, Sakura juga sudah mulai rileks, di sampingnya Sasuke malah tambah tersenyum menantikan menit-menit menegangkan. Lima belas menit kemudian, tubuh Sakura menegang saat bagian-bagian yang menkutkan seperti tiba-tiba sang hantu menarik korbannya untuk di bunuh.

"Kau takut ya?" kata sasuke sambil menatap keringat yang turun di dahi Sakura. Sakura menatap Sasuke.

"T-tidak.. I-ini tidak m-menakutkan.." ucap Sakura sok. Sasuke mendengus.

'Kita liat sampai mana ke'sok'kanmu itu, gadis yuri' batin Sasuke licik.

.

Sasuke meringis dalam hati. Sungguh dia menyesal mengajak Sakura menonton dan ini mungkin ini karma untuk si Playboy Uchiha itu karena main-main dengan Sakura. Tujuannya menonton film horror bersama Sakura untuk membuat Sakura jatuh ke dalam pelukannya dan memungkinkan ada adegan yang membuat Sakura dan Dirinya berada dalam keadaan 'Hot' seperti Kissing mungkin. Dan sekarang dia menyesal, boro-boro mendapatkan ciuman dari Sakura, yang ada dirinya menjadi tempat 'pelampiasan ketakutan' oleh gadis itu. Bukan di berikan Kiss atau Hug, melainkan-

"Kyaaaaaaaaaa!"

"Uhukkk! Sak-shak-ku-Raa! Uhookk!" teriakan ketakutan Sakura saat melihat adegan menakutkan dari film berlanjut dengan teriakan Sasuke yang berteriak kesakitan. Why? Sungguh diluar dugaan, saat Sasuke mengharapkan 'Pelukan Ketakutan' dari Sakura, malah mendapatkan cekikan dilehernya. Sakura, gadis dengan surai merah muda bagaikan bunga Sakura itu mencekik Leher Sasuke demi melampiaskan ketakutannya, mana cekikannya dengan menggunakan Kekuatan Penuh lagi. Entah kenapa, Sasuke merasa bahwa nyawanya bisa di ambil oleh gadis itu.

'tit'

Sasuke segera mematikan layar Tv. Sudah Cukup! Sasuke melepaskan tangan Sakura dari lehernya, Sakura membuka matanya dan menatap ke arah Sasuke.

"Sudah selesai. Aku mau tidur." Ucap Sasuke dingin lalu berjalan menjauh. Sakura shok, boleh saja lelaki itu meninggalkannya dalam lampu dalam keadaan hidup. Sakura segera mengejar Sasuke dan menarik lengan Sasuke.

"Hey! Harusnya kau menungguku. Kau tau ini, umh- lumayan menakutkan." Ucap Sakura gugup.

"Whatever." Balas Sasuke sambil melepaskan tangan Sakura dari lengannya. Sakura mengikuti Sasuke dan menatap bingung ke arah Sasuke. Ada apa dengan cowok ini? Pikir Sakura.

"Hey! Ada apa denganmu?" panggil Sakura sebelum Sasuke memasuki kamarnya.

"Tidak. Tidak apa-apa." Ucap Sasuke sambil menatap datar Sakura. Sakura mendekat ke arah Sasuke.

"Cepat katakan. Ah, apa ini karena aku mencekikmu terlalu keras?" tanya Sakura. Sasuke mendengus.

"Itu sungguh menyakitkan tau. Cih." Kata Sasuke. Balas sekarang Sakura yang mendengus.

"Kau harus terima akibatnya karena mengajakku nonton film horror itu dan mana menghias rumahku seperti ini lagi." Balas Sakura.

"Cih, sudalah." Kata Sasuke. Dia berbalik membuka pintu kamarnya tapi di tahan Sakura.

"Apa lagi?"

"Hey, ini kau sengaja mematikan lampunya atau memang mati lampu?" tanya Sakura sedikit gemeteran.

"Entah. Tunggu sebentar." Ucap Sasuke, dia lalu membuka kamarnya dan mencari saklar lampu.

'cklek'

"Huh? Ternyata beneran mati." Ucap Sasuke saat lampu kamarnya tidak juga menyala. Sasuke menatap aneh ke arah lengannya yang sedikit basah, dan dimana di situlah tangan Sakura sedang memegangnya.

"Hey, Kau kenapa?" tanya Sasuke.

"Oh? Aku? Tidak. Ti-tidak apa-apa." Balas Sakura. Hanya di terangi cahaya dari Hp, Sasuke mengarahkan Hpnya ke arah wajah Sakura.

"Hey? Kau takut ya?" tanya Sasuke.

"Ta-takut? Tidak." ucap Sakura bohong.

"Huh. Dasar pembohong pemula. Ayo, aku akan menemanimu sampai lampu menyala." Kata Sasuke lalu menarik Sakura memasuki kamar gadis itu.

"Heh? Ti-tidak perlu. Hey, kau keluar gih." Ucap Sakura. Sasuke mengangkat sebelah alisnya lalu mengangkat bahu.

"Terserah apa katamu. Aku akan menemanimu." Ucap Sasuke. Sakura terdiam, sejujurnya dia memang butuh seseorang sekarang apalagi dalam keadaan seperti ini. Sasuke mengambil korek api dari sakunya lalu menyalakannya dan menyalakannya ke sebuah lilin besar berwarna merah yang terletak di meja di samping ranjang Sakura. Sasuke lalu menyuruh Sakura membaringkan dirinya lalu memasangkan selimut untuk gadis itu.

"Aku akan pergi jika lampunya sudah menyala. Kau tidurlah." Kata Sasuke. Dan pertama kalinya, Sakura begitu menyukai cara Sasuke seperti ini. Entah kenapa, perutnya berasa di isi ribuan kupu-kupu yang berterbangan dan jantungnya berdetak sangat kencang. Hanya di sinari cahaya lilin, Sakura menatap wajah Sasuke yang sedang memainkan Hpnya. Ekspresi wajah lelaki itu tampak lucu saat membaca pesan-pesan yang masuk di nomornya dan itu membuat sudut bibir Sakura tertarik ke atas.

'Sasuke.. Kau tidak buruk juga, hmm.'

.

.

"Aku sedikit khawatir dengan Sakura jadi hari ini aku ingin menjemputnya untuk berangkat bersama ke sekolah, dan Karin. Terimakasih sudah mau ikut." Kata Naruko sambil keluar dari mini cooper orange miliknya. Dari sisi lain, Karin keluar dari mobil itu dan berjalan ke arah Naruko.

"Iya. Sama-sama." Kata Karin. Kedua gadis itu mengetuk pintu rumah kediaman rumah Sakura dan tak mendapatkan respon apa'pun.

"Menurutku Saku-kun masih tidur." Ucap Naruko sambil mengintip dari jendela. Karin berjalan ke arah sekelopok pot-pot berisi bunga-bunga yang begitu indah. Mencari sesuatu di sana dan akhirnya gadis bermata ruby itu mendapatkannya. Kunci cadangan rumah Sakura.

"Wah, Karin kok kamu tau tempat kunci cadangan rumah Saku-kun?" tanya Naruko.

"Itu rahasia. Iko zee." Balas Karin lalu membuka pintu utama rumah Sakura. Kedua gadis itu segera berjalan sedikit terburu-buru ke arah kamar Sakura dan-

'Krieet'

"Saku-kun! Aku datang untuk menga- Ehhhhh!?"

Merasa terganggu tidur, Kedua pasang Kelopak mata itu terbuka secara berlahan dan menampilkan sepasang mata Emerald dan Onyx yang begitu indah. Shappier dan Ruby itu terbelak menatap ke arah sepasang manusia yang tidur bersama dalam satu ranjang dan selimut itu. Emerald Sakura dan Onyx Sasuke membulat dan kedua tubuh itu segera terbangun.

"Hah!?"

"Nani!?"

Sakura menatap ke arah pintu kamarnya yang terbuka dan yang berdiri di depan sana adalah Dua pasang anak dara yang menatap kaget ke arah mereka. Sakura berpaling dan menatap ke arah Sasuke yang juga shok dengan apa yang terjadi.

"Nan-"

"-kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"

.

.

.

Yuhuuuuuu! Sasha balik. Kwkwkwkw

Dan untuk 'PINKTOMATO', fic kamu bakal update dua hari lagi jadi tunggu yaaa~~

Yosh! Makasi buat:

Pinktomato, , hanazono yuri, 88, Yoriko Yakochidan, nurvieee-chan, huftt, dan Kiro Yuki

.

.

Bagaimana? Lumayan gak chapter ini? Heheheh...

Sekarang entah kenapa Sasha gampang banget tidur, maupun itu dikelas atau pun di rumah hah~ ini sedikit gak nyaman.

Sasha ngelanjut cerita ini aja dalam keadaan 50% sadar, 50% udah mau tertutup nih mata heheheh #beneran.

Yup! Udah dulu ya, sampai jumpa di chap selanjutnya~~ Oh ya, kalau ada yang mau tambah adegan-adegan sesuai kemauan yang ingin ada di Fic ini boleh rokomen kok^^

Yosh!

Habis Baca Wajib Review!

Sasha Kakkoi-chan

Istri sahnya Utakata dan Sasuke #Vlak