CHAPTER 3 : SAMA DEWASA?
Disclamer : Detective Conan Karyanya Aoyama Gosho.
Warning : AU, OOC, EYD dan penulisannya berantakan, bahasa serta alur ceritanya tidak jelas ...dan kekurangan lainnya.
# berdasarkan kisah nyata
SELAMAT MEMBACA!
Hari berikutnya dijalani Ran seperti biasa, ejekan sudah menjadi asupannya setiap hari di sekolah. Memang ia bisa bersabar untuk menghadapinya tapi tentu itu juga ada batasnya.
Saat waktu istirahat, ia kembali mendapat bully dari semua teman sekelasnya. karena sudah tidak tahan lagi, untuk kesekian kalinya Ran membentak mereka semua dan berlari meninggalkan kelas dengan wajah berlinangan air mata. Kebetulan saat itu Shinichi baru kembali dari perpustakaan -jadwal wajibnya setiap waktu istirahat- . dan lagi- lagi ia melihat pemandangan yang sama, Ran menangis dan temannya yang lain tertawa puas mengejek. Shinichi hanya memandang tajam mereka semua, kedua tangannya mengepal kuat menahan amarah.
Shinichi : 'dasar mereka!...'
Di sisi Ran, ia masih berlari tanpa tujuan. Dirinya ingin sekali menjauh dari semua tekanan ini dan satu satunya tempat untuk menenangkan diri ialah pohon rindang di belakang sekolah itu..
Ran : ' tunggu..Shinichi kan tahu tempat itu. Jika aku ke sana dengan keadaan ini..'
_ Shinichi : ...Dasar Cengeng! _
Ran : ' nggak ah! Aku nggak mau di ejeknya lagi. Shinichi itu menyebalkan! ..'
Bruk! entah kenapa ia selalu mendapatkan efek suara itu. kali ini Ran menabrak seorang wanita dewasa, dan langsung terjatuh sedangkan orang yang ditabraknya masih bisa mempertahankan keseimbangan walaupun beberapa buku tebal yang dibawanya berjatuhan ke lantai.
Ran : aduhh..
... : eh? Ran-chan?.. (menunduk heran)
Ran : AHH?! Bu Kobayashi?! .. (kaget,langsung berdiri) m,maafkan aku...~
Bu Kobayashi hanya tersenyum lembut seperti biasa. Kemudian ia berjongkok dan mengambil kembali semua buku bukunya yang terjatuh.
Bu Kobayashi : tidak apa apa. Lagipula kenapa kamu lari begitu? Seharusnya kamu ada di kelas kan.. ini sudah waktunya masuk..
Bu Kobayashi terkejut menyadari kedua mata Ran yang tampak merah dan sembab.
Bu Kobayashi : Ran, kenapa dengan matamu?..
Ran : i,ini mataku tadi kemasukan debu,jadinya merah deh.. (mengusap matanya)
Bu Kobayashi : kamu habis menangis ya..
Ran : eh! E,enggak kok bu.. sungguh~
Bu kobayashi : jangan bohong deh, memang kalau mata kemasukkan debu bisa bisa membuatnya jadi merah,tapi tidak sampai sembab seperti ini... (mengelus kelopak mata Ran dengan lembut) lagi pula Ibu belum memberitahu keadaan matamu kan?
Ran : ...~ (menunduk)
Melihat wajah yang ditunjukkan membuat Bu Kobayashi sadar ada yang tidak beres dengan Ran.
Bu Kobayashi : bisakah kita bisa bicara setelah aku mengembalikan semua buku ini ke perpustakaan?
Kemudian di ruang guru, hanya ada Ran dan Bu Kobayashi. Mereka terlihat saling berdialog berhadapan satu sama lain. Jelas kalau Ran lah yang mendominasi pembicaraa ini sedangkan Bu Kobayashi hanya mendengarkan dengan penuh perhatian membiarkan anak didiknya yang satu ini mengeluarkan seluruh keluh kesahnya.
Bu Kobayashi : mmm, begitu ya..
Ran hanya menunduk, Kedua tangannya mengepal kuat namun gemetar di letakkan di atas cemas,takut,malu dan lainnya seolah bercampur dalam dirinya. Ekspresinya tampak menyedihkan menahan bendungan air mata yang tak bisa tertahan lagi.
Bu Kobayashi : kalau kejadiannya sampai seburuk itu, kenapa kamu tidak melaporkannya? (nada khawatir)
Ran : memangnya harus begitu?
Bu Kobayashi : tentu saja! Jika terus dibiarkan seperti itu, mereka akan tetap seperti itu. Jika perlu aku bisa menegur mereka sekarang juga!
Ran : J,JANGAN! ~
Bu Kobayashi: ...
Ran : tidak perlu sampai begitu kok Bu Kobayashi, nanti juga mereka akan sadar. a,aku tidak ingin mereka jadi kena masalah hanya karena aku ...
Bu Kobayashi : baiklah, Ibu mengerti. setidaknya kamu mau membicarakan ini denganku.. bukankah sejak awal ibu sudah memintamu untuk bicara apapun padaku, khususnya menyangkut masalah seperti ini
Ran : tapi aku tidak ingin mengganggu Bu Kobayashi..
Bu Kobayashi : tapi jika kamu hanya diam, kehidupanmu di sekolah ini yang terganggu kan
Ran : memang sih
Bu Kobayashi : jujur saja Ran, kamu nyaman di sini atau tidak?
Ran : ... a,awalnya aku tidak ingin pindah sekolah, aku masih ingin tetap di sekolah lamaku dan bermain bersama teman temanku di sana. Tapi..
Bu Kobayashi : tapi...
Ran : nggak tau kenapa sejak awal masuk kelas baru aku jadi ingin terus di sini. Seberapa buruk pun perlakuan mereka padaku,aku tetap menyayangi mereka ...aku masih mau berteman dengan mereka. Jadi , aku mohon Bu Kobayashi biarkan mereka menganggap diriku ini apa adanya dengan sendirinya..
Bu Kobayashi tersentak, ia cukup takjub mengetahui sikap Ran yang seperti ini
Di tengah suasana hening ini... ternyata ada seseorang yang mendengar semua pembicaraan tadi dengan seksama dari balik pintu. matanya tertutup bayangan poni hingga tak tampak sebagian wajahnya, namun bisa dipastikan dia sedang berwajah sendu walau sulit untuk diartikan.
... : begitu ya...~
Bu Kobayashi : syukurlah, kamu sudah menjadi gadis yang tangguh Ran. Tapi ibu ingatkan lagi jika kamu tidak berani membicarakan masalahmu dengan orang lain, kamu tidak usah sungkan untuk curhat denganku,OK?
Ran : b,baik... tapi Bu Kobayashi, aku mau tanya satu hal lagi
Bu Kobayashi : apa itu sayang?
Ran : menurut Ibu... Kudo Shinichi itu orangnya seperti apa?
... : eh!?
Bu Kobayashi : umm..Shinichi-kun ya... menurut ibu sih, dia itu anak laki laki yang sama dewasanya denganmu! (ceria)
Ran : s,sama...dewasa?
Ran hanya berwajah heran karena tidak bisa mengerti yang dimaksud guru wali kelasnya itu. Tidak berbeda jauh dengan Ran, anak lelaki yang ada di balik pintu juga mememasang wajah bingung tetap dengan pandangan datar yang menjadi ciri khas nya.
Terima Kasih :-) #RnR ya...
