CHAPTER 4 : SAHABAT YA...
Disclamer : Detective Conan karyanya Aoyama Gosho
Warning : AU, OOC, EYD dan penulisannya berantakan, bahasa dan alur cerita tidak jelas, dan kekurangan lainnya..
berdasarkan kisah nyata
HAPPY READING!
Hari ini pelajaran olah raga, seperti biasanya guru pembina mengajak semua siswa kelas 2-B melakukan pemanasan di lapangan sekolah. Yah mungkin pemandangan seperti ini akan tampak membosankan jika terus saja terjadi... tapi begitulah dengan kehidupan Ran di sekolahnya. Entah apa yang salah dari dirinya yang membuatnya tidak pernah absen dari jadwal pembully an dari teman temannya. Walau ada guru di depan masih saja ada yang berani menjahili Ran hingga terjatuh. Jujur saja Ran merasa kesal tapi ia masih berpegangan teguh pada perkataan Bu Kobayashi sebelumnya.
" kamu gadis yang tangguh kan, Ran? "
Ran : 'benar! Ran harus tetap tangguh!'
Ran kemudian bangkit kembali dan mengikuti gerakkan pemanasan dari gurunya. Dari jauh, 5 deretan sebarisnya. Terlihat Shinichi terus memperhatikan Ran dengan tatapan tajam seperti biasanya..
Shinichi : 'dasar! Aku sudah tidak tahan lagi!.. '
10 menit kemudian..
Guru : baik, anak anak! Kegiatan olah raga hari ini adalah jalan sehat. Silakan kalian memilih teman untuk menjadi pasangan. Kita akan berkeliling di daerah sekitar sini..
Para siswa : BAIK!
Tak berlangsung lama mereka berhamburan untuk memilih teman berpasangan. Namun Ran hanya terdiam di tempatnya, wajahnya jadi murung melihat teman temanya dengan cepat mendapatkan pasangan.
Ran : huh~.. memangnya ada yang mau denganku?
... : bagaimana kalau denganku?
Ran terkejut mengetahui Shinichi tiba tiba sudah ada di sebelahnya untu yang kedua kalinya.
Ran : k,kamu!? (ekspresi kaget plus agak kesal)
Shinichi : kenapa? (datar) apa ada yang salah?
Ran : nggak tuh! (memalingkan wajah)
Shinichi : kalau gitu berpasanganlah denganku..
Ran : eh?... beneran? (malu malu)
Shinichi : jangan salah sangka! Aku mau berpasangan denganmu karena aku tidak punya pasangan lain tau!
Wajah Ran yang semula merona kini menjadi berkedut lagi. Ia benar benar jengkel karena terus dipermainkan oleh anak laki laki yang ada di sampingnya itu.
Ran : ' orang ini menyebalkan! '
Setelah semua berbaris – Ran dan Shinichi berada di urutan paling belakang – mereka pun berjalan keluar area sekolah mengikuti arahan guru di depan. Suasana di antara mereka berdua masih sama Shinichi dengan ekspresi datar seperti biasanya dan Ran dengan wajah kesal. Entah apa yang dipikirkannya membuatnya terus memandang wajah Shinichi.
Shinichi : hei , apa kau punya masalah denganku?
Ran : a,apa maksudmu?!~
Shinichi : dari tadi kau terus saja memandangku dengan ekspresi konyol. Apa aku semenarik itu di matamu?
Ran : kenapa juga aku harus begitu, Baka!
Shinichi : aneh..
Sungguh Ran merasa tidak nyaman dengan adanya Shinichi yang menjadi pasangannya. Tidak hanya sikapnya yang menyebalkan baginya tapi juga ... sikapnya yang sok dewasa dengan memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Pandangannya sendu melihat semua teman di depannya bisa saling bergandengan tangan. Sedangkan dirinya terjebak dengan orang yang paling cuek di kelasnya yang sama sekali tidak memegang tangannya.
Ran : 'apa Shinichi juga membenciku? ...' AAHH!
Karena melamun, kakinya tersandung dengan kaki teman yang berbaris di depannya.
... : WOI! Kalo jalan liat liat!
Ran : m,maaf..
Mereka pun kembali berjalan, ketika Ran akan melanjutkan langkahnya namun Shinichi menghalanginya.
Ran : kamu ngapain berhenti?! Kita tertinggal dengan yang lainnya loh!
Shinichi : mending begitu.. kita jaga jarak dengan yang lainnya
Ran : hah!? Apa yang kamu bilang?! Kalo kita terlambat kita bisa kena marah!
Shinichi : ... ku beri tahu. Anak tadi itu memang sengaja membuatmu tersandung dengan mengulurkan kakinya di langkahmu. Jadi sebenarnya kau tidak salah karena itu memang disengaja untuk menjahilimu...
Ran : sudah ku bilang. Nggak usah sok peduli padaku deh !
Shinichi : ... aku melakukan itu bukan karena peduli atau tidak peduli. Tapi ini tentang hal yang benar
Ran : ...
Shinichi : sudahlah! Ayo kita menyusul yang lainnya
Shinichi langsung berjalan mendahului. Ran yang baru sadar dari lamunanya lansung berlari mengejar Shinichi.
Ran : hei! Jangan meninggalkanku dong! ~ aku kan tidak tahu jalan sini..
Shinichi : aku sudah sangat hafal jalan di sini. Jadi kau tinggal mengikutiku..
Ran : aku kan tidak bicara tentangmu!
Shinichi : kalau begitu... maaf.. (tetap datar)
Ran hanya termenung. Dirinya sangat terkejut melihat Shinichi untuk pertama kalinya mengucapkan 'maaf' padanya, bahkan itu ucapan maaf pertama yang ia dapatkan sejak kepindahannya ke kota ini.
Ran : '...atau sebenarnya Shinichi?...'
Cukup lama berjalan akhirnya mereka sampai kembali di sekolah, entah apa yang terjadi saat masuk kawasan lapangan. Ran langsung di cegat oleh beberapa temannya. Seorang anak laki laki di antara mereka bergerak mendekati Ran.
... : hei kau! Dari mana saja kau baru sampai ?!
Ran : a,aku..
... : enak sekali ya kau bisa kabur gitu aja, mentang mentang anak baru !...
Terdengar teman lainnya saling menyahut dengan kata kata mengejek, membuat Ran jadi takut. Tentunya dia tidak akan menang dengan melawan hampir seluruh murid di kelasnya yang kini mengelilinginya dengan tatapan tidak suka.
... : kau itu hanya anak baru yang sok polos!
... : Memangnya ada yang mau berteman dengan orang sok polos yang berani kabur dari barisan saat ada kegiatan olah raga?! Tidak akan ada!
... : ada kok...
Tiba tiba Shinichi datang menerobos kerumunan dan berdiri tepat di depan Ran.
Shinichi : apa kalian tadi tidak lihat?! Aku kan juga tidak ada!
... : Huh!?
Ran : eh?...
Shinichi : tadi aku berpasangan dengannya ..(menunjuk Ran ) jadi pastinya aku juga ikut kabur bersamanya
... : kau mau jadi sok pahlawan dengan melindungi anak ini!
Shinichi : tidak. Aku tidak ada niat seperti itu. Aku hanya melakukan hal yang menurutku benar. Lagian..
Shinichi berjalan mendekati dengan pandangan sangar. Anak laki laki itu sedikit melangkah mundur karena agak takut melihat ekspresi Shinichi yang sangat jarang ia lihat.
Shinichi : hanya karena dia orang baru bukan berarti dia bisa seenaknya kalian tindas begitu. Semua orang pantas untuk memiliki teman. Sekalipun tidak ada yang mau berteman dengannya, aku mau jadi yang pertama...
BUAKK! Shinichi membenturkan dengan keras dahinya pada dahi anak laki laki yang dilawannya kini.
Shinichi : JADI JANGAN SEENAKNYA MENYAKITI ORANG YANG SUDAH MENJADI TEMANKU!
Berkat benturan itu, si anak laki laki pun mendapat benjolan besar di dahinya. Ia meringis kesakitan di tengah tatapan amarah yang diberikan Shinichi padanya. Sedangkan Ran terdiam tidak percaya melihat kejadian barusan. Matanya terbelalak berbinar dengan pipi yang memerah mengetahui kenyataan kalau Shinichi sudah menyatakan diri menjadi temannya yang pertama bahkan di depan semua orang.
Shinichi : Ayo Ran! Kita pergi dari sini!
Shinichi menarik tangan Ran, mengajaknya pergi menjauhi semua teman lainnya yang hanya terbengong. Untuk Ran sendiri ... ia hanya tersenyum dengan wajah ceria memandang Shinichi yang tampak masih kesal. Seolah ia mendapatkan cahaya harapan baru kehidupan di tempat barunya ini...
Ran : 'benar.. ternyata Shinichi mau berteman denganku...'
Mereka pun berada di halaman belakang sekolah, di bawah pohon rindang tempat mereka bertemu sebelumnya. Shinich langsung terduduk bersandar pada batang pohon. Sedangkan Ran masih terdiam memandangnya..
Shinichi : lelahnya~.. tadi itu sakit juga (mengusap bekas benturan tadi)
Ran : Shinichi.. kenapa kamu mau sampai melakukan itu?
Shinichi : hah?! Sudah ku katakan aku mau jadi temanmu kan.. tentu aku tidak terima kau diperlakukan seperti itu!
Ran : i,iya aku tahu tapi... kalau kamu dari awal mau berteman denganku, kenapa tidak langsung saja...
Shinichi : barou! Aku tau maksud perkataan mu itu... kau ingin bilang kenapa tidak katakan langsung atau mencoba membelamu dari awal atau lainnya, iya kan?! Ku pikir itu akan percuma
Ran : tapi kelakuanmu membuatku bingung..
Shinichi : ku beritahu alasannya... bukan karena gengsi atau apa. Tapi.. karena aku percaya kau masih mampu menghadapinya sampai aku siap untuk mengatakannya. (wajah serius)
Ran : ... (merona)
Shinichi : kau mengerti kan, cewek plin plan!
Ran : eh? C,cewek plin plan?
Shinichi : ya plinplan. Kau pernah bilang pada bu kobayashi kalau kau sayang pada teman temanmu dan ingin menjadi teman mereka tapi kau sering menganggap mereka membencimu
Ran : i,itu hal yang wajar kan! karena mereka terus jahat padaku!
Shinichi : umm.. tapi setelah ini kau tenang saja,mereka tidak akan berani macam macam padamu lagi karena sudah ku tegaskan pada mereka tadi..mulai sekarang aku sudah jadi temanmu..
Ran : t,teman... tidak! bukan teman!
Shinichi : eh?
Ran : tapi Sahabat. Sahabat sejati untuk selamanya!
Shinichi : sahabat ya...boleh juga
Ran : OK, mulai sekarang kita bersahabat ya!
Melihat wajah ceria Ran membuat Shinichi sejenak terdiam, senyuman kecil nan tulus mulai terukir di bibirnya. Dengan jalinan jari kelingking, mereka membuat janji abadi dengan berlandaskan ungkapan berarti yang bernama PERSAHABATAN. seperti sebelumnya, angin berhembus kencang menerbangkan dedaunan rindang. namun kali ini kedatangannya sebagai sambutan telah terwujudnya jalinan antar dua insan yang dari awal sudah diimpikan. namun ini masih bagian awal dari perjalanan panjang mereka...
Aku menerima segala bentuk penilaian dari para readers untuk memperbaiki penulisanku. jadi mohon bantuannya ya...
Terima Kasih :-) #RnR ya...
