Chapter 3

About Lykaios

Nagisa harusnya tahu. Ketika ia mendapati Karma tengah memandangnya dari kejauhan, atau merasa bahwa dirinya tengah diperhatikan oleh seseorang dan ternyata itu adalah Karma, ia harusnya menyadari bahwa tatapan itu bukanlah sesuatu yang bisa dibilang biasa saja. Bukan tatapan benci, atau kekaguman akan apapun yang Nagisa lakukan, karena Nagisa yakin Karma bukanlah seseorang yang seperti itu. Ada sesuatu yang lebih, sorot matanya seperti hewan buas yang tengah mengincar mangsa, begitu menginginkan, penuh dengan—hasrat? Entahlah, pikiran Nagisa sepertinya sudah melayang bebas tanpa arah, membuatnya pusing sendiri dan mencoba fokus kembali dengan pelajaran bahasa inggris yang diajar oleh Irina-sensei. Guru muda yang hobi memperlihatkan lekuk tubuhnya itu kini tengah mengajari pelajaran tentang Simple Past Tense.

"Jadi, dalam kalimat ini semua kata kerjadalam type yang kedua, yaitu verb 2, dan terjadi di waktu lampau. Sensei beri contoh: Last night was a beautiful night, you kissed me on lips."

DEG!

Rona merah menjalar bebas disekitar wajah Nagisa. Entah kenapa pemilihan contoh yang diberikan oleh sensei-yang sebenarnya Nagisa sudah terbiasa dengan perilaku sensei mesum itu, namun untuk kali ini adalah pengecualian-sangat pas dengan kejadian tadi malam. Nagisa buru-buru menutup wajahnya pada buku yang daritadi ia pegang. Ia mencoba menengok ke samping, dan mendapati kursi kosong tanpa penghuninya, si rambut merah, laki-laki yang sukses membuatnya badmood di pagi hari, Akabane Karma.

Sedari pagi aku tak melihatnya, apa dia membolos? Atau dia sakit? Eh—kenapa aku jadi mencemaskannya?

Kemudian kepalanya ia alihkan kembali ke depan, mendapati Irina-sensei yang mencoba memasangkan Chiba dan Hayami dalam sebuah percakapan berbahasa inggris di depan kelas.

"Nee, Chiba-kun, coba kau berikan pertanyaan kepada Hayami-san tentang masa lampau."

Sepintas terlihat raut tak suka dari Chiba, walaupun sebagian wajahnya tak terlihat karena tertutupi oleh poni, tapi hey, siapa sih yang mau menjadi bahan contoh percakapan bahasa inggris di depan kelas, apalagi jika pasanganmu ada orang yang diam-diam kau perhatikan?

"Err—Ms. Hayami, What did you eat yesterday?"

Pertanyaan yang mudah, standar, dan basi.

"Ehm, I ate—strawberries."

"How it tasted?"

Basa-basi yang lain, hanya karena Irina-sensei memaksa untuk melanjutkan percakapan.

"It tasted—sweet."

Entah mengapa mendengar topik kedua pasangan yang mencoba mempraktekkan percakapan bahasa inggris itu membuat pikiran Nagisa kembali berpetualangan ke alam yang lain.

Eh? Stroberi, ya? Kalau tidak salah itu buah kesukaan Karma.

Aku tidak tahu kalau stoberi manis, kupikir asam. Pantas saja Karma sering memakannya. Nanti malam aku coba deh—

Ah, lagi-lagi tentang Karma. Ini tidak baik.

Nagisa yang manis, sepertinya kau dalam masalah sekarang.

"Psst! Nagisa!"

Dengan enggan laki-laki yang dipanggil Nagisa itu segera menoleh ke samping, mendapati Nakamura Rio yang mencoba bicara kepadanya saat kerja kelompok kimia berlangsung. Pemuda itu hanya membalas 'apa' tanpa suara, takut jika Korosensei melihat mereka sedang mengobrol.

"Baca Line."

Seketika Nagisa langsung merogoh hapenya yang berada di saku celana dan mengecek notifikasi yang tertera di gadget hitamnya.

Accio Rio

Aku tidak melihat Karma hari ini. Kau tahu dia kemana?

Nagisa seperti ingin headbang saat itu juga. Oh please, diantara semua pembicaraan, kenapa harus Karma yang dibahas? Belum lagi, apa sepenting itu keberadaan Karma dikelas ini, sampai-sampai harus ditanyakan saat pelajaran?

Nagisa0720

Tidak. Dan aku tidak mau tau.

Accio Rio

Oh ayolah Nagichan~ masa kau tidak penasaran dengan cowok itu? Dia ganteng dan misterius, tipemu banget, kan?

Eh? Sejak kapan tipeku jadi seperti itu—dan lagi, AKU KAN COWOK TULEN DAN MASIH LURUS MASA IYA SUKA SAMA KARMA.

Nagisa0720

Nakamura-san, aku sungguh tidak tahu dimana Karma. Aku juga tidak suka dia. Sudah dulu ya, aku takut Koro-sensei melihat kita.

Accio Rio

Eh tunggu dulu. Aku masih penasaran dg Karma. Aku curiga dia menyembunyikan sesuatu. Kemarin sewaktu perkenalan dia bilang animagusnya anjing siberian husky, tapi waktu pelajaran Karasuma-sensei aku melihat ekornya berwarna merah, aneh kan?

Nagisa0720

Terus kenapa? Mungkin ada anjing yg berwarna merah.

Accio Rio

Anjing sih banyak yg warnanya merah, tapi kalau untuk siberian kan warnanya hitam-putih. Belum lagi, aku sering sekali melihat dia tidur di kelas, atau bolos pelajaran hanya untuk tidur, taringnya yang kadang kadang mencuat saat bukan mode animagus, indra penglihatan dan pendengarannya yg kelewat tajam, lalu apa kau tidak merasa ada aura hitam yang mengelilinginya?

Terkadang mempunyai teman yang mudah penasaran dengan suatu hal seperti Nakamura Rio memang benar-benar menguji kesabaran Nagisa. Tapi membaca fakta darinya juga membuat Nagisa berpikir dua kali mengenai kepribadian Karma. Sebenarnya, apa yang tengah disebunyikan Karma? Mengapa ia terkesan memiliki banyak rahasia? Dan tangannya mulai mengetik kalimat untuk dikirimkan pada gadis pirang itu.

Nagisa0720

Apa rencanamu, Nakamura-san?

Accio Rio

Pulang sekolah, kita ke perpus. Bagian arsip Khusus.

"Nakamura-san dan Shiota-san, bisa kau jelaskan alasanmu untuk bisa masuk bagian Arsip Khusus?"

"Well, Bitch-sensei kemarin mengajarkan mengenai budaya animagus yang berbeda di bagian Eropa. Aku dan Nagisa penasaran mengenai hal itu. maka dari itu Bitch-sensei meminjamkanku kartu perpustakaannya untuk masuk ke bagian Arsip Khusus dan membaca buka yang berhubungan dengan budaya animagus di Benua Eropa."

"Baiklah kalau begitu, kalian berdua kuijinkan masuk, tapi hanya sampai jam 4 sore saja ya."

"Oke."

Nagisa mengekor pada Nakamura dan berbisik pelan, "Bagaimana kau bisa meminjam kartu Bitch-sensei, Nakamura-san?"

"Aku barter. Kuberi dia foto topless Karasuma-sensei dan dia meminjamkan kartunya untuk sehari. Adil, kan?"

"D-darimana kau dapat foto topless Karasuma-sensei?"

"Eits, anak kecil tidak boleh tahu, hehehe."

Dasar penguntit.

"Hah ya sudahlah, lalu kita mau memulainya darimana? Tidak mungkin kan ada buku yang berjudul 'Mengungkap Kepribadian Akabane Karma'?"

Gadis pirang itu sedikit geli mendengar kalimat Nagisa sambil mulai menelisik di tiap rak-rak buku, "Ahaha, tentu saja tidak. Buku seperti itu sih hanya ada dibawah bantal tidurmu, Nagichan. Aku akan memulainya dengan—ini! 'Makhluk Kuno dan Perjanjiannya', hmm—sepertinya menjanjikan."

Nagisa mencoba mendekat ke arah Nakamura yang sedang membuka pada bagian daftar isi.

"Coba kubaca, Draco dan Perjanjian Hujan Api, bukan .. Veela dan Perjanjian Laut Peri, jelas bukan .. Lykaios dan Perjanjian Bulan Berdarah, mungkin ini, Nakamura-san?"

"Mungkin ya, coba buka halamannya."

Kemudian ketika halaman itu tertuju pada nomro 237, mata mereka mulai bergerak sesuai deretan kalimat-kalimat yang membawa mereka pada suatu hal yang lebih dalam dan gelap—

Lykaios

Lykaios, atau serigala kemuliaan, adalah hewan langka yang keberadaannya sangat jarang ditemukan. Seperti yang diketahui bahwa spesies serigala merupakan spesies terlangka di dunia. Serigala ini merupakan serigala dengan konstanta tetap, yang berarti jumlahnya tidak bertambah atau berkurang dari masa ke masa. Keberadaan Lykaios sangat sulit dideteksi, dikarenakan Lykaios hidup jauh dari peradaban. Kemungkinan mereka hidup di dalam Hutan Aokigahara. Hal ini mengacu pada cerita dari beberapa orang yang pernah tersesat si tengah Hutan tersebut. Mereka pernah bertemu dengan serigala putih berukuran setinggi pinggang pria dewasa dan menunjukkan jalan keluar dari hutan. Namun cerita tersebut tidak bisa dijadikan bukti yang kuat mengingat saat itu mereka tengah mabuk sake. Untuk itu, keberadaan Lykaios masih menjadi misteri.

Hingga sekarang, peneliti masih mencari tahu hal hal yang berkaitan dengan Lykaios. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, berikut informasi mengenai Lykaios. Lykaios berjumlah 12 ekor, terdiri dari Lykaios Putih, Albadolf, dan Lykaios Hitam, Merledolf. Menurut dongeng abad pertengahan, lykaios adalah serigala kemuliaan dan warna lykaios melambangkan tugas dan fungsi mereka dalam menjaga keseimbangan dunia, seperti yin dan yan. Albadolf betugas sebagai Serigala Keberuntungan, yaitu penyelamat bagi orang orang baik yang terjebak dalam petaka. Merledolf bertugas sebagai Serigala Maut, yaitu yang bertugas mencabut nyawa nyawa bagi mereka yang sudah waktunya serta mencelakai orang orang yang berbuat jahat.

Nama-nama Lykaios diambil dari zodiak astronomi.

Albadolf : Aries, Libra, Virgo, Aquarius, Gemini, dan Pisces.

Merledolf : Taurus, Scorpio, Cancer, Capricorn, Leo, dan Sagitarius.

Albadolf terbijak adalah Libra, sedangkan Merledolf terkuat adalah Leo, keduanya merupakan ketua dari masing masing lykaios. Tiap bulan purnama, merupakan titik dimana kekuatan lykaios mencapai puncaknya. Tiap bulan purnama pula, salah satu dari lykaios bertugas menjaga hutan, baik albadolf maupun merledolf bertugas sesuai pada bulan perjanjiannya masing masing.

Konon katanya, merledolf sering kali mencuri curi kesempatan untuk merusak keseimbangan. Mereka ingin memusnahkan kaum albadolf dengan cara menggigit mereka. Dengan menggigit tengkuk lykaios, dikatakan lykaios tersebut akan berpindah haluan mengikuti si penggigit. Hal itu hampir mustahil dilakukan, mengingat walaupun kekuatan merledolf Leo yang bahkan dua kali lipat dari para albadolf, namun waktu menjaga bulan purnama mereka berada pada bulan bulan yang memiliki purnama 1 malam saja, sedangkan waktu jaga albadolf bisa mencapai 2 malam bahkan 3 malam, yang berarti walaupun merledolf lebih kuat dari albadolf, namun waktu berkuasanya hanya semalam dan tidak mungkin cukup melakukan perlawanan. Belum lagi albadolf yang memiliki tingkat kesucian tinggi sehingga tidak mudah terluka oleh merledolf.

Dikatakan bahwa tiap albadolf memiliki sejenis kalung suci yang belambang zodiaknya di lehernya, hal itu digunakan sebagai perlindungan dari gigitan merledolf atau serangan lain. Sedangkan merledolf mempunyai tato berlambang zodiak didahinya.

"Nakamura-san, kupikir ini tidak ada hubungannya, disini tidak dituliskan serigala ataupun makhluk apapun yang berwarna merah—"

"Sst! Tunggu dulu, masih ada lanjutannya, lihat ini!"

Kemudian Nagisa mencoba membaca kalimat selanjutnya—

Perjanjian terkait Lykaios, Sumpah Purnama Berdarah dan Ritual Pedang Ruby.

"Eh? Pedang Ruby?"

Seketika Nagisa sedikit berteriak mambacanya, pasalanya pedang ruby adalah pedang yang selama ini ia gunakan untuk ramuan obat. Kenapa disebutkan disini? Apa hubungannya dengan lykaios?

"Siapa disana?! Kalian murid, ya?!"

Tiba-tiba suara Korosensei terdengar dari pojok ruangan, sepertinya dia sedang bersemedi membaca majalah pornonya dan takut ketahuan oleh muridnya.

"Gawat, kita ketauan! Nagisa, sobek halaman itu!"

"E-Eh?!"

"Ah. Lama. Sini!"

Sret. Seketika satu halaman dari buku berumur lebih dari setengah abad itu dirusak oleh Nakamura dalam setengah detik. Membuat Nagisa cengo dan speechless membayangkan berapa detensi jika mereka ketahuan melakukan hal tercela seperti itu. entahlah, yang ada dalam pikiran mereka sekarang adalah pergi dari tempat saat itu juga. Kemudian ketika Korosensei mencoba menyembunyikan majalah haram itu di tempat aman dan menuju asal suara, ia hanya melihat ruangan itu hanya berisi meja dan bangku kosong.

Accio Rio

Nagisa, kau baca halaman yang aku sobek ya. Besok kau yang ceritakan padaku, nanti berikan halaman itu padaku agar ku lem lagi dengan buku aslinya. Sampai besok, Nagichan ^^/

Nagisa menghela napas sia-sia. Ia tidak habis pikir bisa memiliki teman seperti Nakamura Rio. Kemudian ia beralih pada halaman yang ia pinjam untuk sementara itu. Ketika ia menarik kursi dan duduk sambil mengambil halaman itu, ia mulai membaca kembali deretan kalimat itu—

Sumpah Purnama Berdarah

Sumpah ini merupakan perjanjian gelap bagi lykaios. Dalam kitab kuno, disebutkan bahwa sumpah ini termasuk melanggar hukum alam baik animagus maupun manusia biasa. Perjanjian ini juga mengacu pada dongeng hitam jaman dahulu. Dikatakan bahwa dulu terdapat seseorang yang mengetahui eksistensi lykaios dan ingin merubah dirinya menjadi mereka. Ia adalah orang yang telah membantai suatu desa dan ingin menjadi lebih kuat lagi. Saat itu keadaan lykaios sedang kacau, komposisinya lebih banyak pada merledolf. Maka dari itu mereka setuju dan menjalani sumpah bulan berdarah.

Tubuh orang tersebut dicabik cabik hingga darah mengalir dari tiap organ. Darahnya dilumuri merata dan dijemur dibawah cahaya purnama. Sampai darahnya berhenti mengalir, dia akan berubah menjadi lykaios berwarna merah, bernama rubydolf. Setelah insiden tersebut, kekacauan justru semakin menjadi. Rubydolf seperti kehilangan akal setelah mendapatkan kekuatan itu. Dan saat itu pula, seperti menyusup dalam cahaya bulan, seekor ular putih datang menembus hutan. Ular itu memperkenalkan diri sebagai Seifert, Pelindung Bumi dari kekacauan. Dia mengatakan bahwa Bumi sedang kacau, dan penyebabnya adalah komposisi lykaios yang tidak teratur. Untuk itu, dia menawarkan diri membantu mereka.

Dia membuat Perjanjian Keseimbangan, dimana akan ada 6 Albadolf dan 6 Merledolf. Dia juga menentukan tugas lykaios untuk menjaga bulan purnama, serta memberikan proteksi khusus pada albadolf dan merledolf, yaitu kalung dan tato berbentuk astronomi nama mereka. Dan untuk rubydolf, sebenarnya Seifert membenci keberadaanya, dikarenakan dia berpotensi merusak keseimbangan. Namun jika dia ingin tetap menjadi rubydolf, maka ia harus menuruti perintahnya. Seifert memberikan tugas bagi rubydolf sebagai pengawas albadolf dan merledolf ketika bertugas, maupun malam lainnya.

Tugas yang mudah, namun ditolak mentah oleh sang rubydolf. Rubydolf yang sudah tidak waras bahkan tidak mau mendengarkan Sang Seifert. Melihatnya seperti itu, Seifert tidak punya jalan lain selain menghilangkan rubydolf dalam diri orang tersebut. Dia menjelaskan bahwa keberadaan rubydolf bisa sangat berbahaya ataupun menguntungkan, tergantung dari niat dan kepribadiannya. Maka dari itu berhati hatilah dalam melakukan sumpah purnama berdarah.

Hingga sekarang kebenaran dari sumpah ini sulit untuk dipastikan. Hal ini mengingat untuk mengetahui keberadaan lykaios yang masih minim informasi sehingga sangat sulit untuk mengungkap kebenaran sumpah ini. Hingga saat ini, peneliti masih terus menggali informasi lebih lanjut mengenai lykaios dan hal hal yang bersangkutan dengannya.

Ritual Pedang Ruby

Pedang Ruby adalah sebuah pedang unik, terbentuk dari batu ruby. Pedang ini digunakan sebagai obat penyembuh, baik oleh animagus, maupun lykaios yang tengah sedang tidak dapat mengontrol kesadaran dirinya.

Halaman tersebut hanya menjelaskan sampai situ, yang lain masih terdapat di halaman yang masih perawan dari tangan Nakamura. Namun sepertinya hal itu sedikit membuka Nagisa tentang Karma.

"Ja-jadi Karma—"

HAAAIII
AKhirnya saya mencoba cuap cuap disini.
Ini fanfic pertama eike di fandom ansatsu nih.
Pertama juga publish fanfic anime, be el lagi.
Jujur sebenernya dulu waktu buat draft niat mau buat berchapter-chapter.
Tapi begitu inget sama writer's block, akhirnya diminimalis jadi 5 chapter aja.
Semoga bisa kelar yaa huhu.
Maaf ya kalo lama bales review, lama apdet jugaa.
Semoga pada suka ya, pada sabar nunggu juga buat next chapnyaa.
Kalo ada yg kurang paham tanya tanya aja yaa, semoga aku bisa jawab cepet.

Buat yang udah review, makasiih, aku dulu coba komen by email, tapi kok kayaknya ga kekirim ya, aku coba bales sini aja yaa

Nanaho Haruka
Makasii reviewnyaa, tunggu lanjutannya yaa :D

Uchy Nayuki
Hehehe iya ini cerita karunagi kok, cuma entah mau dilanjut sampe mana, masih misteri hehehe.
Okee salam balik dari mereka niih wkwkwk.

Kawaii Neko
Iya ini karunagi, udah kejawab yaa di chap 2 hehehe

Amaya Kuruta
Makasih saay :3

Frwt
Tunggu aja chap berikutnya yaa, semoga bisa menjawab pertanyaan kamu hehehe

Udah yaa, sekali lagi makasih yang udah review, fav, dan follow, see you next chap!

Salam ena-ena!