Percayalah! Ini YoonMin!
Top!Yoon Bott!Min
Mata menyalang, rambut serabutan, dan pakaian awut-awutan. Namja bermata runcing itu melepas blazer sekolahnya saat merasa gerah. Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun. Dia menanggalkan pakaian yang beberapa saat yang lalu dia gunakan untuk berdiri di lapangan sebagai formalitas mengikuti upacara.
Beberapa siswa yang dilewati menatap was-was padanya. Ada yang berbisik, ada yang takut, namun kebanyakan memilih menyingkir seolah memberi jalan padanya. Orang yang melihat mengira bahwa ia baru keluar dari semak belukar atau habis diterjang topan. Namun faktanya, ia terlihat seperti kesetanan.
Melonggarkan ikatan dasi lalu membuka dua kancing atas kemejanya, dia melangkah cepat memasuki sebuah ruangan dengan berbagai alat musik di dalamnya.
"Dimana kau Park Jimin!" Teriaknya marah sambil mendobrak pintu bercat coklat itu. Membuat sekumpulan namja dan yeoja yang sedang asik berlatih memainkan alat musik mereka terkejut sekaligus takut melihat namja yang memasuki kelas mereka dengan garang.
Yah, he's Suga. Anak brandalan yang ditakuti satu sekolah.
Namun seseorang yang duduk disudut ruangan berdiri, membenarkan bahwa dialah pemilik nama Park Jimin. Laki-laki manis berpipi tembem dengan bibir gemuknya yang menggemaskan.
Sorot mata foxinya tak kalah tajam, menandakan bahwa dia merasa kuat dari anak bernama Suga itu.
"Kau.. kau harus membayar semua ini padaku, Park Jimin!" Kesal Suga,menghempaskan blazer yang tadi dibukanya ke lantai.
Jimin mendengus mengejek, lalu menajamkan kembali matanya menatap Suga. Dia sendiri sudah tahu apa maksud Suga yang mengatakan 'dia harus membayar semua' karena Jiminlah yang telah menyebabkan Suga terkena hukuman mengikuti upacara nasional. Sialnya, si brandalan itu menjadi komandannya. Hal yang sangat menjengkelkan untuk ukuran anak nakal seperti Suga.
Kini langkah pemuda mungil namun sangat berani itu mendekati Suga. Mencengkeram kerah kemeja Suga yang sedikit terbuka lalu melemparnya ke dinding. Tak lupa seringai maut itu tak luntur dari bibirnya yang sungguh seksi dimata Suga.
"Aku menantikan hal itu. Sayang~"
"Kau akan menyesali semuanya, baby! 7 ronde untuk hukuman pertama."
END -
Aku tau ini tak pantas T_T
