YoonMin
Drabble absurd.
Jangan teruskan membaca jika tidak suka.
Mual tanggung sendiri
No warn No rate No summary No genre
Happy reading
Bibir gemuknya merengut lucu. Mengundang decak gemas dari beberapa pasang mata yang melihatnya.
Tak lama kemudian rengutannya berubah gerutuan, mengumpat, hingga akhirnya suara isakan lirih terdengar secara perlahan.
"Yak! Hentikan tangisan konyolmu itu, Hyung!"
Salah satu dari pemuda yang duduk dihadapannya, Jungkook, terlihat kesal dan tampak mulai beranjak dari sofa sana.
"Yak! Kau tak tahu rasanya, Jeon!"
"Hoo tentu. Nilaiku 90!"
"Hiks, huweeee." Bukannya diam, pemuda berpipi chubby itu semakin menangis keras. Ia menelungkupkan wajahnya diantara lipatan tangannya diatas meja. Tak jauh darinya terdapat secarik kertas yang menyelip diantara jari-jari tangannya yang mungil. Alasan ia menangis dengan keras.
"Jangan seperti itu, Jungkook-ah." Si kakak tertua menengahi. Ia mendekati pemuda berpipi chubby lalu mengelus punggungnya.
"Sudah, dunia tidak akan berakhir karena kau mendapat nilai nol, Jim."
Jimin menangis semakin keras saat hiburan yang diberikan Seokjin justru terdengar seperti ejekan.
Sial. Kertas yang menampilkan lingkaran sempurna dengan tinta pena merah seolah menertawakannya kali ini. Jimin sedih, padahal ini adalah nilai remedial, tetapi kenapa ia mendapat nilai nol.
"Sudah, sudah. Biar aku bicara dengan Namjoon agar mau mengajarimu."
"Andwae! Dia akan mengajariku tentang video porno seperti yang dilakukannya pada Jungkook!"
Suara tawa dua orang yang dimaksud dari arah kamar terdengar menggelegar. Itu pasti Jungkook sedang bertapa dengan Namjoon.
Seokjin menghembuskan nafasnya. Iapun melirik ke seluruh ruang tengah, mencari target yang pas untuk mengajari adiknya ini. Taehyung? Oh, jangan, anak itu sama saja dengan Jimin, bedanya dia terlihat tenang-tenang saja meski nilainya juga nol. Hoseok? Jangan, kemampuan matematikanya juga menyeramkan. Aha! Yoongi!
"Yoongi-ya~ bisa kau bantu Jimin belajar?"
Yoongi menghentikan acara membaca sambil tidurannya di sofa. Ia melirik Jimin yang terlihat masih sesegukan yang juga balas menatapnya.
Yoongi menyeringai.
.
.
"Kyaaa Yoongi Hyung!"
"Bodoh! Bukan seperti itu!"
"Andwae!"
"Buka mulutmu!"
"Andwae! Ooghh! Hyungghhh."
Slassshh
Seokjin, Namjoon, Hoseok, Taehyung, Juga jungkook mengedip-ngedipkan mata mereka mendengar erangan dari kamar Yoongi.
Mereka tidak tahu Yoongi itu mengajari adiknya atau menyiksanya, sih.
"Hyung, kau bodoh sekali." Celetuk Namjoon pelan sambil memandangi pintu kamar Yoongi.
"Ne, aku lupa kalau Yoongi itu suka mengajari orang sambil makan."
"Kasihan saudara kembarku." –Taehyung
"Semoga nilainya tidak nol lagi." –Hoseok dan Jungkook.
END
Ada yang ngerti?
Ga kan?
Sama. Aku yang nulis juga ga ngerti loh. Mungkin karena nilai Jimin nol makanya aku ga ngerti.
Btw ini terinspirasi sama adegan Jin Meluk Jimin di akhir stage.
Bye :*
