Yoonmin!

Top!Yoon Bott!Jim

Selamanya Jimin bottom di ff saya

Tidak suka? Silahkan press back.

Thanks^^

And happy reading ^^


.

.

"Pendek-pendek begitu Min Yoongi adalah kapten basket sekolah kita. Tembakannya dari area three point tidak main-main."

"Iya! Katanya dia juga playboy tuh. Pendek-pendek begitu dia laku. Tapi sayang lebih betah jomblo."

"Tentu saja dia jomblo. Dia songong sih, Kook. Bukan pacar material sekali. Kau pasti menyesal kalau berkencan dengannya. Mana muka dia sama tembok tidak bisa dibedakan lagi. Datar."

"Iya. Tiap ada perempuan atau uke yang nembak dia, dia selalu nolak. Sok pemilih. Tampangnya pun pas-pasan. Huh blagu."

"..."

"..."

Jimin mulai malu mendengar bisik-bisik kedua sahabatnya, Jungkook dan Taehyung. Mereka sedang di kantin, demi Tuhan. Tetapi suara bisikan mereka itu terdengar hingga dua meja diseberang sana. Membuat tatapan-tatapan semua penghuni kantin terarah pada mereka.

-itu bukan bisikan, sayang-

Bukan tatapan terganggu, melainkan tatapan prihatin, siapa gerangan yang berani menggunjingkan seorang Min Yoongi dengan terang-terangan ditempat umum. Cari mati ya?

Jimin malu karena ia jadi ikut-ikutan ditatap oleh penghuni kantin. Mungkin Indra perasaan kedua sahabatnya ini mati atau tertinggal di rumah sehingga tak sadar dengan aura yang tiba-tiba menggelap.

"Seperti apa sih dia? Kalian tidak berhenti membicarakannya! Sadarlah kalian sedang ditatap! Apa jangan-jangan justru kalian yang menyukainya?" Park Ji min mulai jengah. Ia berhasil membuat perhatian Jungkook dan Taehyung terarah padanya, disusul sunggingan bibir jijik saat Jimin mengatakan 'merekalah yang menyukai Yoongi' amit-amit.

"Apa? Kau tidak tahu Min Yoongi, Jim? Ya Tuhan... Manusia macam apa sahabatku ini yang tidak tahu si pendek itu? Dia bahan Bagus untuk digunjingkan padahal."

"Huuu! Sembarangan! Apa bagusnya suka sama si mini itu! Lebih baik aku cari cara untuk mendapatkan Namjoon hyung yang tinggi tampan itu." aku Jungkook.

"Dan aku si bahu samudra itu." tambah Taehyung.

Jimin menghela nafas. Berdebat dengan kedua sahabatnya memang tidak bermanfaat. Mereka mengatakan apa tadi? Pendek dan mini? Sahabatnya ini sedang membicarakan Yoongi atau dia sih? Penghianat sekali. Untung mereka bersahabat. Kalau mereka orang lain, habis Jimin babat tuh mulut yang ngatain pendek dan mini.

Ah, Jimin baru sadar bahwa dia tadi merasakan aura gelap. Ia menoleh kebelakang, dan menjulanglah tubuh pemuda yang tingginya mungkin Jimin perkirakan 176 cm, sedang menatap dingin padanya. Oh, pada mereka?

'Mampus! Yang digunjingin datang!' ă…¡orang di kantină…¡

Jungkook dan Taehyung yang ikut merasakan, diam mematung melihat sorot mata Yoongi yang lebih tajam dari tatapan elang.

Jungkook dan Taehyung keluar dari meja kantin lalu mundur secara perlahan. Meninggalkan Jimin yang sendirian menghadapi ketakutan.

Sialan. Mereka memang sahabat penghianat rupanya.

'Kata Hoseok hyung, cara biar terbebas dari Yoongi sunbae adalah, menembaknya.'

'Menembaknya? Kenapa?'

'Iya, Yoongi sunbae tidak suka ditembak. Jadi dia akan langsung meninggalkan orang yang menyatakan perasaan padanya. Boro-boro ditembak, dia lebih suka nembakin bola basket ke ring tau.'

'Hoo begitu.'

Seketika Jimin ingat dengan obrolan Bambam dan Yugyeom waktu itu. Jimin menguping di bawah tangga omong-omong. -tidak sengaja dengar-

Dulu Jimin tidak tahu, si kapten basket anak kelas tiga yang sering dibicarakan itu orangnya yang mana. Dia juga baru kelas satu, jadi wajar. Tapi setelah melihat wajah dingin di depan ini, batinnya berbisik, inilah orangnya.

Berhubung orangnya di depan Jimin, Jimin berdeham, mempersiapkan diri.

"Ekhem..."

Bukannya berani, Jimin justru makin mengecil ditatap intimidasi oleh Yoongi. Seolah ingin menelanjangi Jimin.

Aduh, Jimin mau terbebas dari si kakak kelas ini, kenapa dia justru ditatap begini?!

Jangan nyerah, Chim. Kamu bisa! Batin Jimin.

"S-sunbae... Sunbae mau tidak, jadi pacarku?"

Jdeeeerrrr

Jimin itu polos atau bego' sih?!

Kantin yang sempat heboh mendadak senyap. Mereka seperti baru terkena sambaran petir. Semua tercengang dengan kalimat Jimin barusan.

Eh, aku ngomong apaan sih?

Yoongi mengangkat sebelah alisnya. Menatap Jimin dari atas hingga kebawah, kemudian kembali ke atas.

'Eh, anak ini kan yang waktu itu.'

Yoongi berpikir, ia kembali mematai Jimin yang justru masih duduk dikursi kantin sambil mendongak padanya. Berani juga bocah ini menatapnya.

"Kamu lagi nembak aku ya? Oke deh. Tapi sebagai kembaliannya, aku nembak kamu di dalam, ya?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.One,

.

.

.

.

Two,

Beberapa saat setelahnya,

.

.

Jimin mengerjap bingung.

.

.

Ha? Yoongi ngomong apaan?

.

.

END

GAJE?

IYAA TAU KOK :')

GARING?

TAU DIRI BANGET MALAHAN

HAHAHA