Yoonmin!

Always Bott!Jim


Yoongi dan Jimin, adalah pasangan muda yang digemari seantero Bighit. Saat kabar keduanya berkencan berembus, beritanya langsung menjadi high line kantor dan heboh diperbincangkan selama hampir satu Bulan.

Seorang composer utama, berkencan dengan salah satu Bintang dance choreograph perusahaan itu.

Seorang Composer yang dikenal hanya bermesraan dengan komputer, peralatan midi musik, dan sebagainya, menggemparkan perusahaan dengan berkencan dengan manusia.

Iya, apalagi manusianya bak mochi berbody semok macam Park Jimin. Memancing adanya kabar miring yang berembus, kalau Yoongi mengencani Jimin lantaran body montoknya itu, atau mereka lebih suka mengatakannya, bahan pas untuk dihempas ke ranjang.

Kedua pasangan itu hanya memutar bola mata jika masih ada yang nyinyir menanyai hubungan mereka. Selain karena keduanya sesama jenis, beberapa orang tak habis pikir, kok bisa kedua makhluk yang saling bertolak belakang itu bersatu. Yoongi itu dingin dan terlampau cuek terhadap sekitar. Beda jauh dengan Jimin yang selalu melempar senyum ceria kala menyapa seseorang, senyuman yang selalu menyentuh hingga matanya, ramah. Dan yang pasti kenapa dia bisa suka dengan Yoongi!

Jawaban dari Yoongi sih mudah. "Magnet akan saling tarik menarik jika kutubnya berbeda." Itu jawabnya sembari memberikan lirikan mematikan pada yang bertanya.

Saat ini sudah memasuki tahun pertama hubungan mereka. Semakin lama hubungan ini berjalan, semakin besar pertanyaan rekan satu agensi mereka tentang, 'sudah sampai dimana? Ihik ihik.' sambil membuat gestur tanda kutip.

Maksudnya?

Jimin tentu saja jengah dihujani pertanyaan tersebut tiap kali ia hendak memasuki lift. Rasanya mau Jimin benturkan saja mulut rekan-rekannya itu di dinding lift. Kenapa orang-orang diperusahaan ini terlalu kepo dengan privasinya bersama Yoongi.

Tapi, Jimin sabar. Jangankan menghadapi rekannya yang menjengkelkan, menghadapi Yoongi yang tidak ingat tanggal jadian mereka saja Jimin kuat kok.

Jika ada yang menanyai sejauh mana hubungan mereka, jawabannya, not far. Mereka pacaran baru sejauh dinner dengan ramyeon, melakukan video call jika sedang berada diluar daerah, telponan dan berkirim pesan seperlunya, lalu, ciuman. Sudah, segitu saja. Ciuman saja bisa dihitung dengan jari dalam satu tahun ini.

Loh, kok bisa?!

Iya, bisa. Karena, karena Yoongi itu dingin T.T dia ga peka meski Jimin udah kode-kode minta dijamah. Bohong kalau Jimin tidak penasaran dengan yang namanya 'sex'. Dia mau, dan dia cuma mau melakukannya dengan pacarnya. Tapi, Yoongi tak pernah menunjukkan tanda-tanda tertarik menuju arah sana. Sudah dikatakan, Jimin sabar kok.

Kadang Jimin juga iri melihat teman satu teamnya, Hoseok, yang juga berkencan dengan salah satu komposer bighit, Namjoon. Mereka sangat romantis. Namjoon sering memberi kejutan pada Hoseok, mengajaknya dinner romantis di restoran mewah. Bahkan Hoseok juga bercerita tentang malam panasnya bersama Namjoon disebuah hotel.

Jimin? Boro-boro. Makan satu cup ramyeon bedua aja sama Yoongi sudah syukur. Jimin juga panas saat Hoseok bercerita tentang malam panasnya. JIMIN JUGA MAU!


Jimin tidak tahan lagi. Jimin mau Yoongi juga romantis!

"Jim~ kenapa kau diam saja?" Jimin mengeratkan jaketnya lalu mendekat ke jendela bus. Saat ini mereka dalam perjalanan pulang. Yap, Yoongi dan Jimin manusia pecinta transportasi umum. Yoongi memiliki mobil sebenarnya, hanya saja, bensin saat ini sedang mahal.

"Jangan bicara padaku."

Tidak perlu bertanya, Yoongi tahu Jimin ngambek. Apa kesalahan yang sudah dia perbuat sehingga mochi kesayangannya ini marah padanya?

"Kamu mens?"

"BERHENTI MEMBERI LELUCON MURAHAN ITU, HYUNG!" Jimin benar-benar marah ternyata. Yoongi angkat tangan.

Biasanya jika Yoongi berbicara seperti tadi Jimin akan bersemu merah lalu memukul lengannya malu-malu.

Ah, Yoongi rindu semburat merah muda dipipi gembil itu.

"Kok marah sih, ada apa, sayang?"

Yoongi memang sialan. Jimin lemah jika sudah dipanggil sayang seperti ini.

Jimin menghela nafas. Dia menghadapkan tubuh pada Yoongi sembari memicing bahaya.

"Hyung, perlakukan aku seperti Namjoon hyung memperlakukan Hoseok hyung."

"Heh? Maksudnya? Aku tidak mengerti."

"Huh, dasar bodoh! Lalu apa gunanya otak jeniusmu itu, ha?! Dasar tidak berguna!" Jimin kembali menghadap jendela, kali ini bersedekap. Percuma, Yoongi tidak peka.

Yoongi benar-benar berpikir keras. Ada apa dengan pacarnya ini? Rasanya dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dia tetap menjemput Jimin meski dengan bus, dia juga mentraktir Jimin makan siang tadi. Apa yang salah? Lalu, kenapa otak jeniusnya yang disalahkan?

"Ajak aku kencan romantis kek, belikan bunga, atau-itu tuh. Huh, dasar manusia Batu." Jimin mengomel sendiri sambil membelakangi Yoongi.

Ah, karena itu? Jimin sungguh menggemaskan.

Yoongi tersenyum, tipis sekali, nyaris tak terlihat.

"Jim," Yoongi memanggil dengan nada rendah, topi yang sedang dia gunakan menutup pandangan pada matanya. Jimin tentu saja sedikit merinding mendengar suara husky Yoongi yang dingin menyentuh pendengarannya.

Jimin menoleh sebentar. Yoongi tampak ingin mengambil sesuatu dari balik jaketnya. Jimin dapat melihat tangan Yoongi yang mencari sesuatu.

Waaah apakah Jimin akan mendapat hadiah dari Yoongi?

"Jim." Ulang Yoongi sekali lagi. Jimin benar-benar memfokuskan dirinya pada Yoongi.

"Tadaaa~" Sepersekian detik berlalu bagai perputaran dimensi yang mengagumkan. Jimin tak dapat menahan mulutnya terbuka. Tercengang, mengagetkan, entahlah, apapun itu untuk menggambarkannya.

Yoongi tersenyum, menampakkan gusinya, gummysmiled yang hanya Jimin sendiri yang pernah melihatnya. Dan itu... Jari itu, jari itu keluar dari balik jaket Yoongi, membentuk love. Finger love sign.

Jimin mimisan seketika.

Yoongi... Yoonginya.

"Ini hatiku untukmu, Min Jimin." Jimin diam. Keterkejutannya berubah ekspresi kembali datar.

"Jangan cemburu sama duo liner itu. Aku harus menabung asal kamu tahu. Memangnya kamu tidak mau menikah denganku? Bulan depan?"

Jimin menaikkan sebelah alisnya,

"Wㅡwhat?..."

"Yap, aku sedang menyiapkan pernikahan denganmu, Jim. Mulai dari kita berkencan, aku sudah menabung. Kupastikan pestanya nanti adalah pesta termewah yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya."

Jimin perlahan bersemu. Pelupuk matanya sudah tergenang air mata.

Yoongi... Jauh lebih romantis. Ugh.

END


pokoknya jangan heran sama semua drabble aku yang memang aneh dan ga jelas begini.

Thx,