Sekali lagi, YoonMin!
Top! YOON Bott! JIM
Cerita aneh lainnya.
Pokoknya kalau gak suka gak usah dibaca!
Jimin duduk dipojokan sambil memainkan ponsel. Sesekali bibir gemuk miliknya mengerucut menggemaskan.
Seokjin yang sedang lewat sambil minum jadi tersedak, untung Taehyung berada disampingnya sehingga Taehyung membantu menepuk-nepuk punggung Seokjin.
Seokjin belum terbiasa melihat kelakuan menggemaskan adik kandungnya itu. Terlebih dia duduk di sudut sehingga Seokjin juga kaget.
"Chim... Kau kenapa?"
"Eung tidak apa, Hyung."
"Jangan bohong."
"Tidak!"
Seokjin memicing curiga. Memangnya Jimin yang duduk dipojokan, menggerutu sambil memainkan smartphone, lalu bersuara tinggi seperti itu merupakan sesuatu yang tidak apa-apa bagi Seokjin?
Tidak.
Seokjin tahu pasti siapa adiknya itu.
Untuk itu Seokjin berjalan mendekat, mengambil smartphone itu, dan Jimin kaget sambil mendongak pada Seokjin. Tangannya juga refleks meraih smartphonenya dari tangan sang kakak.
Chim... Kenapa kau marah?
Aku kan kekasihmu, wajar jika aku meminta ciuman padamu.
Whaaat?
Seokjin langsung melotot pada Jimin. Sedangkan Jimin langsung menunduk sambil memainkan jarinya.
Ketahuan.
"Jim, katakan padaku, apa Namjoon sudah melakukan yang tidak-tidak padamu?"
"Tiㅡtidak hyung." Jimin mencicit, ia masih menunduk takut.
Melihat adiknya ketakutan, Seokjin menghela nafas.
Iya, Seokjin tahu pasti adiknya. Adiknya yang polos tentu menolak saat si kekasih ㅡKim-sialan-Namjoonㅡ meminta ciuman padanya.
Dasar Namjoon sialan. Seokjin jadi marah sendiri mengingat teman masa kecilnya itu, yang sebulan lalu mengemis-ngemis meminta restu untuk memacari adiknya.
Sekarang, lihatlah kelakuan temannya itu.
Berani sekali dia ingin mengotori adiknya yang polos.
Jimin masih kelas 3 SMP. Belum boleh cium-ciuman kalau pacaran.
"Seokjin-ah~" Terdengar panggilan dari pintu depan. Seokjin menghela nafas sejenak lalu beranjak menuju pintu utama. Masih memegang ponsel Jimin tentu saja.
"Syukurlah kau sudah datang, Yoon. Baiklah, aku dan Taehyung akan pergi membeli peralatannya. Kau bisa menunggu dirumahku sebentar?"
Yoongi, pemuda berkulit pucat itu mengangguk, dia merupakan teman sekelompok Seokjin dan Taehyung.
Lalu Seokjin berlari menuju lantai dua untuk mengganti pakaiannya.
Yoongi menoleh ke samping. Dia sedikit terkejut melihat Jimin sedang jongkok dipojokan.
Dengan ragu, Yoongi berjalan mendekati Taehyung.
"Tae.. Dia.. Kenapa?" Tanya Yoongi was-was.
"Minta dicium sama Namjoon katanya." Taehyung menjawab santai dengan ekspresi datarnya.
"What?"
"Sudah? Yuk Tae, kita cabut. Tinggal beli paku sama triplek saja kan?" Seokjin sudah turun.
"Ya." balas Yoongi.
Seokjin dan Taehyungpun segera menuju pintu depan, mereka akan pergi membeli peralatan untuk tugas kelompok mereka.
"Hyung! Hpku!" Teriak Jimin.
"Hyung sita!"
"Ck."
Jimin kembali berjongkok, ia sepertinya tidak peduli akan kehadiran Yoongi yang sekarang menatapnya dengan intens.
"Jim, kau kenapa?"
"Eung, tidak apa-apa, Hyung."
"Ayo, cerita pada hyung." Yoongi sudah duduk di sofa. Ia juga menepuk-nepuk sofa disebelahnya agar Jimin duduk disana.
Akhirnya Jimin berdiri, ia berjalan perlahan menuju sofa.
"Ayo, cerita. Siapa tahu aku bisa membantumu."
"I-itu, Hyung. Nam-namjoon hyung minta ciuman padaku."
"Benarkah?!" Yoongi memasang wajah pura-pura kaget. Selanjutnya ia menyeringai tanpa sepengetahuan Jimin.
"Lalu, kenapa tidak kau berikan?"
"A-aku... Aku tidak bisa, hyung." Jimin mencicit dengan suara yang dipelankan diakhir.
Makin lebarlah seringaian Yoongi.
"Hyung ajarin mau?"
Mendengar tawaran Yoongi, Jimin segera mengangkat kepalanya.
"Waaahhh benar hyung? Yoongi Hyung mau mengajariku ciuman?"
"Iya." Yoongi menjawab sambil mengangguk mantap.
Jimin sudah sumbringah, ia tidak sadar seringaian diwajah Yoongi.
"Ayok Hyung. Ajari aku!."
"Nah, begini." Yoongi mulai menyentuh kedua sisi wajah Jimin. Menghadapkan tepat di depannya.
Jimin berkedip sambil menanti.
Aduh, Jimin sungguh menggemaskan. Batin Yoongi.
Secara perlahan, Yoongi mendekatkan wajah mereka.
Jimin membesarkan bola matanya, saat bibir Yoongi sudah monyong-monyong.
Dan,
Chup
"Tapi, ada efek samping dari ciuman, Jim."
Jimin terdiam. Dia cukup kaget dengan kejadian barusan. Matanya tak berkedip. Jantungnya tiba-tiba berdetak cepat.
"A-apa, Hy-hyung." Jimin berusaha menjawab.
Dan Yoongi semakin melebarkan senyumnya.
"Kau akan ketagihan, Jim."
"Ya. Kau benar, Hyung."
Chuuup
Kali ini, Jimin yang memulai duluan.
Yoongi semakin menyeringai diantara ciuman mereka.
30 menit kemudian.
Terdengar suara sepeda motor Seokjin dihalaman rumah.
Saat memasuki rumah, betapa terkejutnya Seokjin saat melihat adiknya dan Yoongi sedang asik berciuman di sofa.
"MIN YOONGI! SIALAN KAU! KAU MENCURI CIUMAN PERTAMA ADIKKU!"
END
seperti biasa. Gaje seperti biasanya :"
Review juseyo ^^
