Saya sayang YoonMin :*


Yoongi berdiri menyandar pada sebatang pohon. Musim dingin yang saat ini sedang memuncak, tak menyurutkan semangatnya untuk menunggu.

Di sebuah Taman di ppusat kota, adalah tempat dimana ia berjanji dengan seseorang.

Hoodie putih, training putih, sepatu kets senada, juga rambut yang berwarna blond, kehadiran Yoongi nyaris tak dapat dibedakan diantara tumbukan salju di tanah, maupun yang masih menggantung di dahan pohon.

Yoongi memegang setangkai bunga. Bunga Mawar merah menyala, satu-satunya hal yang dapat mendeteksi kehadiran Yoongi. Senyum yang sampai menampakkan gummysmiled nya membuat suasana dingin mencair menjadi lebih hangat.

Yoongi celingukan, sekiranya mencari seseorang yang sedang ia tunggu.

Dari ujung sana, Yoongi sudah melihat seorang pemuda yang melambai sembari berlari ke arahnya, melebarkan senyumnya, lalu Yoongi menyembunyikan bunga yang sedari dia pegang ke belakang tubuh.

Pemuda bersurai hitam dengan potongan seperti mangkuk terbalik itu terengah-engah. Ia mengatur nafas sebelum berdiri tegak di hadapan Yoongi.

"Yoo-yoongi hyung, mianhae. Aku terlambat."

"Tidak, kau tidak terlambat, Jimin-ah." Jimin, pemuda berpipi chubby itu mengembangkan senyumnya.

Yoongi yang memang sudah sedari tadi menunggu, mengeluarkan bunga mawar dari belakang tubuh.

Ia berlutut, menyerahkan bunga itu kepada Jimin.

"Jimin-ah, menikahlah denganku." Yoongi menatap ke dalam mata Jimin.

Jimin yang memang sudah menunduk karena posisi Yoongi,tak dapat membendung haru melihat keserousan yang terpancar dari bola mata Yoongi.

Air mata jatuh perlahan menuruni pipi Jimin.

Ia mengangguk dalam linangan air matanya .

"Aku mau, Yoongi hyung."

Dan setelahnya, satu dua tetes darah menuruni pelipis Jimin.

Yoongi melebarkan kelopak matanya, ia berdiri, menatap khawatir pada Jimin.

"Jimin-ah.." Yoongi meraih Jimin yang tiba-tiba sudah pucat dan hendak jatuh.

Jimin bertumpu pada lengan Yoongi yang memeganginya.

"Hyung~ Yoongi hyung~" Jimin berujar lirih, darah makin mengucur deras dari kepala Jimin. Wajah Jimin sudah pucat pasi bak mayat.

"Hyung... Aku.. Tidak nyata."

.

.

"Yoongi-ya... Ayo.. Kita kembali.."

"ANDWAE!" Yoongi tiba-tiba berteriak lantang, mana kala sosok Jimin yang tadi dihadapannya berubah menjadi seorang lelaki berpakaian putih dan beberapa lelaki lain yang bersiaga dibelakang tubuhnya.

Yoongi beringsut mundur, membentur pohon dibelakang tubuhnya lalu berjalan mengitari pohon itu.

"Yoongi-ya.. Hari ini dingin sekali, suhu berada dibawah nol derjat. Kau tidak mau membeku seperti es, kan? Ayo kita kembali, disana ada cake brownies kesukaanmu, ayo.." Lelaki itu tak menyerah, ia tersenyum sehingga menampilkan dimple dippipinya.

Yoongi semakin bersembunyi, dia tidak mau melihat pria berpakaian putih itu.

"TIDAK! PERGI KALIAN! PERGI! AKU TIDAK GILA! PERGI!"

Yoongi berteriak seperti orang kerasukan.

Lelaki berdimple dengan nametag Kim Nam joon di saku kirinya merentangkan kedua lengannya. Lengan kirinya mengepal sebagai isyarat agar beberapa anak buahnya menunggu.

Tangannya yang lain memegang jarum suntik yang sedari tadi disembunyikan dalam saku jas.

Saat kepalan tangan Namjoon terbuka beberapa orang perawat dibelakang sana mengerubungi Yoongi, memegangi kaki dan tangan Yoongi.

"ANDWAE! ANDWAE! AKU TIDAK GILA! JIMIN-AH! JIMIN-AH! AKU INGIN BEETEMU DENGAN JIMINKU! PERGI KALIAN!" Dan saat tubuh Yoongi memberontak makin brutal, Namjoon maju lalu menginjeksikan cairan penenang melalui pembuluh darah Yoongi.

Secara perlahan Yoongi mulai tenang, namun mulutnya tak henti menggumamkan nama orang yang ia cintai.

"JIMIN-AH,"

Dan saat kedua kelopak mata Yoongi menutup, ia sekilas melihat sosok Jimin berdiri di hadapannya, menangis.

"Yoongi hyung, Saranghae. Aku akan menunggumu dialam sana, hyung."

"Ayo kita bawa dia." Dengan titah yang diberikan Namjoon, beberapa perawat itu membawa tubuh Yoongi ke dalam ambulance.

Rumah Sakit Jiwa Seoul.

END


wkwkw

Ini garing ya?

Tau kok :""")

Ada yang nunggu ff saya yang "My Papa" ?

/gak ada yang nunggu :(

Saya tau itu ff udah lama banget ga di update,

Dan udah beberapa kali saya coba terus buat upload doc nya ke doc manager tapi eror mulu :(

Kalau ada yang masih menunggu aku senang banget tapi sayang pas di post eror :(