Disclaimer: "Inilah kelemahan Kubo-sensei… alur ceritanya selalu bisa saya curi… WUAHAHAHAHAHAH!!!!!!!!"

Kubo-sensei: "dasar wong edan…" –tiba2 naik darah- "Maling!!!! Maliiing!!!!!!!!! Pak petugas! Ada yang maling alur cerita!!"

Pak Petugas: "Mang kenapa? Alur cerita aja di maling kok sewot..???"

Kubo-sensei: -berhenti jadi komikus-

Disclaimer: I'm The Winnah! Yes!! –cling cling-

A/N: O genki desuka! Minna? Sore de wa… ehem… ini lha chapter kedua. Maaf, apdetnya sangat-sangatlah telat. Yah, maklum sibuk sih… (sibuk ngibulin orang)

Langsung saja iaph..

Chapter TWO

The Show?

Anak dekil ini ngapain di sini?!

"Idih, ngapain sih lu liat-liat?" kata cewek itu sok, "Urahara, gak bisa cari yang lebih baik apa?"

"Wah, maaf. Cuma mereka yang tersisa, hehehe…"

Apa-apaan dengan kata 'tersisa' itu… batin Ichigo.

"Huh, ya sudah," kata cewek itu. Sementara yang lain terpukau dengan kehadiran artis idola lebih dari 100.000 (sakit)jiwa ini, Ichigo sebaliknya. Ia merasa kurang nyaman –malah sebel- dengan kehadiran orang dekil ini.

"Heh, Rukia!! Jangan sok ya! Kamu itu cuma bintang tamu di sini! Kita yang punya acara tahu! Tempe!" sebal Ichigo.

"Emang gw peduliin? Dasar orang rendahan!" Hina Rukia. Aduh… sampe segitu-gitunya… kenapa gak sekalian bilang orang miskin???

"Sialan kau!" kata Ichigo bersiap menyerang, "Tahan gw! Tahan gw!" yang lain pun pada menahan dia.

"Ichigo," panggil Urahara tiba-tiba, "Kau jangan begitu padanya… Ayahnya itu produser kita, yaitu Kuchiki Byakuya. Jadi bersikap hormatlah kamu sama dia," jelas Urahara meminta.

"Hmph.." sewot Rukia.

"Bya-Byakuya???" tanya Ichigo. "Dia…?" ayahnya???

--sementara itu Kuchiki Production—

"Ha-ha-ha-… han…!"

"Hantu? Hansip? Hancur? Hakim? Hamil…?" kata sekretaris, sekaligus istrinya, Hisana.

"HAAAAAAATSCCCHUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Bersin Byakuya pun menggelegar. Kantor Byakuya hancur berantakan.

"Makanya boss! Minum Konidin dong!!!!!!!!"

"Wah… gawat, apa Rukia udah nemuin calon suami, yak?"

"Kok nanyanya gitu honey? (tadi boss sekarang honey?)"

Byakuya geleng-geleng ajep-ajep, "Yah… firasat seorang ayah kali ya…"

Hisana sigh.

--back to Ichigo side's—

"Sialan, sombong banget sih lo!" geram Ichigo.

"All right on the position, the show will be on air three minute!" seru seorang koordinator acara. Halah sok inggris!! Sehari-harinya juga basa betawi!!! –author sewot karna gak bisa basa inggris-

"Ho-hoy..!" seru Ichigo panik, tampil kayak gimana nih? Gw gak tahu!

"Ok!" semangat Urahara, "kalian ke posisi, lagu pertama interlude nya, kamu – Ichigo yang tampil duluan dengan Rukia-san… Baru dilanjutin ke lagu dari album kita yang baru judulnya Kaze Ga Fuu!"

Ichigo cengo setengah mati. Gile!! Lagu apaan tuh! Gw kan gak tau!!

--Inner:--

Zimmer: Ehem… -poke2x bahu Ichigo-

Ichi: -nengok- Huhuuhuuu.. u kejam2 amat sih jadi author?! –nangis guling2 bantal-

Zimmer: Ehem, justru di sini gw sebagai malaikat penolong loe! Gw bakal bantu elo! Loe gak usah mikirin lagunya, gw bantuin… U cukup ngikutin ceritanya deh!

Ichi: Huaaaa!!! Makasih!!!

Zimmer: Cup… cup…

--Real World - The Show—

Layar telah dibuka. Tampaklah dua orang menggunakan topeng pada wajahnya, berdansa di atas panggung.

Narrator: Sang Pangeran dan Sang Putri berdansa pada suatu malam di sebuah kerajaan nan megah dan indah. Malam itu, adalah malam di mana mereka menentukan kisah cinta berlalu. Hiruk pikuk dansa, membawa mereka melangkah ke luar istana. Sang pangeran menggenggam tangan lembut sang putri. Dekat, dan sangat dekat, angin membawa mereka dalam drama melodi kecupan dua bibir.

(WARNING)Pada kenyataannya…

Narrator: Sang Pangeran dan Sang Putri berdansa pada suatu malam di sebuah kerajaan nan megah dan indah.

"Oy, setan, gw kudu dansa ama orang cebol?" tanya Ichigo marah-marah ke Urahara. Urahara hanya melambaikan tangan ke atas ke bawah tanda ngusir…

"Heh! cebol masih lebih baik daripada punya kepala gak jelas. Warnanya ngejreng oren, tapi isinya otak segede plankton!" ledek Rukia gak mau kalah. Ichigo menahan amarah. Belum pernah dibeuceuk-beuceuk ya, neng… (A/N: Tau dibeuceuk-beuceuk? Mau tahu? Gampang kok, kepala kamu aja di jedukkin ke tembok…)

Mereka berdua kepaksa berdansa. Kaki Ichigo 5 kali keinjek. Kepala Rukia 5 kali KEjitak, eh bukan, DIjitak. Satu kali bonus, karena sedang promosi, jadi totalnya 6 kali.

Narrator:Malam itu, adalah malam di mana mereka menentukan kisah cinta berlalu.

"Jitak orang pake bonus segala!" bisik Rukia. Coz, di atas panggung, dia gak mau imagenya rusak.

"Mau jadi delapan kali???!!!"

"Rambut gw rusak, MONYET!"

"SETAN!" teriak Ichigo. Tapi karena masih ketutup sama suara soundtrack jadi gak kedengeran penonton. Saya? Saya punya sonar paling mutahir… (daya imajinasi).

"Sebenernye lu cewek apa bukan sih?"

"Bukan! Gw," -jeda- "BANCI!!"

"Oh…"

"Bukan 'Oh', BANCI!!!"

"Wait, kok, kedengeran kayaknya lu ngatain gw banci???!!!"

"Bagus kalo ngerasa…"

"Brengsek…"

Narrator: Hiruk pikuk dansa, membawa mereka melangkah ke luar istana. Sang pangeran menggenggam tangan lembut sang putri.

Kretekk… kretekk…

"Brengsek! Lu kira genggam apaan kenceng banget?!" seru Rukia kesal.

Kretekk… kretekk… "Sakit, kepala bensol!!! DOGOL LU!! Lahir dimana sih?! kok bego-bego amat??!!!"

Ichigo: senyum kemenangan.

"Rasain tuh remesan tangan gue…"

Narator: Dekat, dan sangat dekat, angin membawa mereka dalam drama melodi kecupan dua bibir.

"Whats?! Ciuman maksud loe?!" tanya Ichigo panik, marah-marah gak jelas sama narator. Narator hanya sweatdrop dibelakang panggung.

"Shit… it's a deep of a shit…" kata Ichigo memaki.

Rukia yang gak mau imagenya rusak, lagian dia merupakan artis terkenal, dia udah biasa main peran cipokan. Senangnya jadi Ichigo… . –nasib author yg kurang ganteng-

Rukia karena kepaksa (ehem, sangat perlu diingat KEPAKSA), dia menutup matanya kemudian mendekatkan bibirnya pada bibir Ichigo.

Ichigo yang salting begitu melihat Rukia udah siap 'menyerang', terpaksa ikut main peran. Dia pun mendekatkan bibirnya pada bibir Rukia. Dan, ternyata… pemirsa! Pemain kesebelasan Ichigo dan pemain kesebelasan Rukia saling mencetak GOOOLLL!!!!!!!!!!!!!!!!! –reporter bola nyasar panggung-

Layar ditutup yang diiringi tepuk tangan penonton sebagai penampilan pembuka 'The Black Butterfly' selama lima menit.

--Selama lima menit di belakang panggung—

"HOEEEKKKK!!!" seru Rukia dan Ichigo sambil melemparkan diri ke belakang dan berjauhan, sambil muntah-muntah gak jelas. Muna nie…

"Wah, omedeto…" seru Urahara kipas2 memberi selamat sekalian semangat.

Omedeto nenek loe ganti kulit… batin Ichigo sangking keselnya.

Semua ini demi reputasiku… huhuhuhuuu… batin Rukia.

"Woy! Ichigo! Jangan banyak cingcot! Ambil gitar loe!!" seru Toushirou mengingatkan. Karena memang Ichigo rada-rada kabeutrik otakna

Ichigo pun mengambil gitarnya, kebetulan ia di posisi melodis. Ia pun berpikir, kenapa semua ini harus terjadi…

--layar kembali dibuka—

The Black Butterfly memainkan lagu pertama dengan Toshiro yang berduet bersama Rukia. Lagu pertama yang dinyanyikan adalah lagu B with U (A/N: lagu ini adalah lagu copyright Aqua Timez pada album Dareka No Chijou E, tapi karena ini fanfic, ceritanya lagu ini milik mereka… -maaf atas pemberitahuan panjang dan tak penting ini, terima kasih-). Lagu yang mereka nyanyikan malam itu, adalah lagu romans semua. Karena saat itu, acara mereka beri tema: "Flame of Love".

Lagu berikut dinyanyikan dengan hanya diiringi oleh gitar akustik (yang dimainkan oleh Toushiro) sementara yang lain sebagai back sound (MUAHAHAHAHA!! Ichigo, Grimmjaw, Renji, en Ikakku jadi Back Sound Group!!!!!!!!!!! HUHAHAHAHAHA!!!!!!!).

(intro by Toushiro)

(Toshiro): Naze to mo shirazu itsu to mo wakarazu
unmei to yoberu hodo oogesa demo naku
tanchou ni susumu mainichi no
tochuu de fuwari to maiorita

(Rukia): muzukashii tetsugakusho nanka yori
daisuki na hito no ichibyou no egao de
kitto hito wa tsuyoku nareru no deshou ne
kimi to iru to sou omoeru yo
be with you, sore wa forever owaru koto naku

(Together (all personil)): i close my eyes, think about you everyday
i need you, i love you, i need you, i love you
sore wa you & i forever love…

(Toshiro):Kenka wo shita hi no yoru wa
itsumo yori mijikai kisu wo shita
gomen ne wo iitakute demo ienakute
sukoshi dake hanarete nemuru
bokutachi wa tsuyogari dakedo

(Rukia):kitto ai ni bukiyou na futari dakedo
itsumademo issho ni irareru sa
fushigi to boku ni wa wakaru
saa te wo tsunai de nemurou

(Toshiro and Rukia): be with you, sore wa forever owaru koto naku

(Together (all personil)): i close my eyes, think about you everyday

(Rukia): Ano kenka wo shita hi no yoru mo
shizen to nakanaori dekita asa mo

(Together (all personil)): i close my eyes, think about you everyday
i need you, i love you, i need you, i love you
sore wa, you & i forever love… la.. la.. la..

Dalem ati Ichigo saat tampil: untung gw tau tuh lagu… brengsek, terkutuk lah yang bikin panpik inih..!

Dalem ati author saat menonton penampilan The Black Butterfly "Flame of Love": untung gw bikin panpik inih… ter ridhoi lah orang-orang yang bikin panpik Bleach dan yang mereview ceritakuh…! Ku.. Ku.. Ku.. –ketawa ala Keroro Gunso-

Penampilan yang kedua, mereka menyanyikan lagu Hikari No Rock (A/N: by Sambomaster, Ost Bleach The Movie 2: The Diamond Dust Rebellion) dibawakan oleh Toshiro duet dengan Ichigo yang sambil membawa gitar.

(intro by Ichigo (melodies), dilanjutkan Ikakku (drummer) dan Grimmjaw (bass). Renji disuruh ngelamun dulu sama author.)

[Toshiro] Kake chigaeta botan dake hazushite mo

Bokura wa nani mo kawaranai darou?

Bokura wa zutto koko de yume dake wo mite

Nani mo shinai hodo doji ja nai no sa

[Ichigo] Itsuka no boku wa sutetai no?

Anata no koto dakishimetetai no

Yokubou wa kono joumyaku wo nagare dashiteiku

[Together] Baby Baby I Love You…

Shounen Shoujo!

Seishun Bakusou!

Kimi no koto dake kangaesasete okura!

[Ichigo] Ima made kimi ga naita koto

Hanikanda kotoba de hanashite yo

Makkuro na kokoro no yami o shiro ni someteku

[Toshiro] Itsuka wa shinu to kimatte mo

Anata no koto wasurerare nai no

Yokubou ga kono joumyaku wo kuzure ochiteiku

[together] Baby I Love You

Baby I Love You

Kuzure ochiteiku namida wo nagasu

Asa made odoru koi wo shiteiku

Sementara anak-anak (gila) kita nyanyi, nyok kita nengok ke bangku penonton. Di situ ada saya bersama teman2 Bleach menikmati pertunjukkan sambil cengar-cengir ngomongin personil grup band. Tapi teman-teman saya ituh cewek semuah, karena saya cowok sendiri, saya Cuma sebagai pendengar… (haha, ga penting yah).

"Wah! Mereka 'ntu keren banget!" kata salah seorang temen saya yang berambut blondy dan berdada besar –author mimisan-, yang sering kita panggil Rangi-chan atau Rangiku-san.

"Betul!!" kata Yachiru membenarkan.

"E-eh?? Be-benarkah..? menurutku tidak begitu…" kata Hinamori dengan malu-malu.

"Ahhhh, itu karena Momo-chan hanya seneng sama vokalisnya kan… Ayuoh ngaku!" seru Rangiku-san lagi.

"E-enggak!!" Hinamori menggelengkan kepalanya disertai dengan pipinya yang merah seperti cabe keriting, eh cabe keriting mahal, seperti cabe rebonding.

"Kalo enggak kenapa pipimu merah coba!!" nyaring Yachiru. Uhhh, benci deh! ama suara nih anak, nyaring banget suaranya! Pengen ngebabuk! –dipelototin mas satpam bernama Kenpachi- maaf mas… Cuma mau ngelus kepalanya aja kok… -mas satpam senyum-.

Tak terasa, konser pun berakhir. Saat kami akan hendak meninggalkan gedung pertunjukan, Hinamori memanggil Rangiku dengan lembut, tapi dengan nada khawatir menggenggam erat sebuah Handphone di tangannya. Kulihat sekilas, tangannya gemetar.

"Rangiku-chan… gi-gimana nih???" tanyanya gugup.

"Apa?" Rangiku bingung dengan kalimat tanya yang dilontarkan Hinamori secara tiba-tiba itu. "Kenapa HP mu?" tanyanya karena merasa yakin ada hubungannya dengan HP yang sedang Hinamori genggam.

Hinamori enggan menunjukkannya, akhirnya Rangiku merebut HP tersebut. Terlihat di layar HP,

Shirou-chan's calling…

"Apa…?"

xXx-----------------------------------xXx-----------------------------------xXx

Tsuzukeyou… (translate: bersumbang –translater langsung dipecat author karna salah tafsir-)

Ashoudan-sama note: Sore de wa… saya mengumumkan bahwa saya akan vakuum sementara hingga 3 sampai 5 bulan ke depan. Saya mohon maaf apabila ada yang kecewa dan sering kali mempertanyakan mengenai kehilangan saya yang mungkin di antara anda sekalian ada yang sudah mencari saya di berbagai tempat (di toilet, di bak mandi, di ember, ato mungkin di balik bantal). Kesimpulannya Fanfic-fanfic saya akan berhenti dulu walau mungkin akan mengecewakan.

Catatan tambahan Ashoudan-sama: Bagi yang bersedia menyumbangkan do'anya, silahkan mendo'akan agar saya lulus UJIAN NASIONAL tahun ini. Tentunya dengan NEM yang paling baik (36 ke atas deh). Terima Kasih atas perhatiannya, wish you have a nice day…

+JANGAN LUPA REVIEW…+