"Suara apa itu?" Tanya Light.

"Mungkin berasal dari ruang belakang. Ayo, kita segera menuju ke ruang belakang" Kata L.

"Ide bagus, L" Kata Near.

Sesampainya di depan pintu ruang belakang, mereka mendapati sesuatu. Apakah itu?

"Apa ini? Kenapa ada darah di sini?" Tanya Matt.

"Lebih baik kita masuk untuk mengetahuinya" Kata Mello.

Kemudian, mereka masuk ke dalam ruang tersebut………..

"ASTAGA……………………… APA YANG TELAH TERJADI DI SINI????" Tanya Light.

"Di sini hanya terdapat Angel yang telah meninggal" Kata Near.

"Ya, meninggal karena dibunuh menggunakan pisau" Kata L.

"Bagaimana kalian bisa tau?" Tanya Mello.

"Lihat baik-baik. Ada luka bekas tusukan di perut, bukan?" Kata L.

"Luka tersebut karena ditusuk dengan pisau" Kata Near.

"Benar……." Kata Matt.

"Kita urus yang iini saja dulu. Watari, ada obat untuk mengawetkan mayat tidak?" Tanya L. (Gila kau L!!!!!)

"Ada"

"Bawa kemari"

Beberapa jam kemudian…….

"Taruh saja di sebuah peti kaca, dijamin tidak akan membusuk karena seluruh tubuhnya sudah dilumuri obat pengawet itu" Kata Near.

"Kasus ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja" Kata Light.

"Kau benar Light-kun" Balas L.

"Mungkin ada hubungannya dengan kamar itu, Ryuzaki" Kata Watari.

"Kamar?" Tanya Matt.

"Kamar misterius yang bersebelahan dengan kamar Amane-san" Kata Watari.

Mungkin saja ada hubungannya dengan kamar itu. Kamar itu misterius sekali. Aku saja dilarang masuk ke dalamnya ketika masih berusia 12 tahun. Lalu, Watari bercerita kepadaku tentang kamar itu. Seketika itulah aku mengetahui kenapa kamar itu misterius. Kata L dalam hati.

"Near, apa kau tau tentang kamar sebelah kamar Amane-san?" Tanya L.

"Ya, aku tau. Tapi, aku tidak bisa membicarakannya di sini" Kata Near.

"Oh, Lebih baik saya menelepon rekan saya dulu"

"Siapa itu, L?" Tanya Mello.

"Kau bakal mendapatkan kejutannya nanti. Hanya Aku, Near, dan Watari yang tau siapa dia" Kata L.

L : Halo, saya L. Saya mohon bantuan anda semua. Datanglah ke Wammy house besok pagi. Ada kasus yang akan mengejutkan anda semua.

NN (nama dirahasiakan untuk sementara) : Baik, kasus apakah itu, L?

L : Kau akan tau kejutannya besok. Terima kasih.

NN : Baiklah, besok pagi kami akan datang dengan 9 orang, 1 diantaranya termasuk saya. Terima kasih kembali, L.

Keesokan paginya…….

"L, mereka sudah datang" Kata Watari.

"Suruh saja masuk, Watari" Kata L.

"Siapa itu?" Tanya Light, Mello, dan Matt.

"Lama tak berjumpa, L"

"Sudah lama sekali, ya, Joe" Kata L.

"WUAHHHHH!!!!!! PARA ALUMNI THE MASTER DATANG KE WAMMY HOUSE!!!!!" Kata Mello.

"Bisa diam ga?" Kata Near.

"Dasar keriting bawel!!!!!" Seru Mello.

"Sudah, sudah…….. Kita bicarakan hal penting ini di kamar saya. Mari"

Di kamar L……..

"Sebenarnya, saya mengundang anda semua untuk membantu saya menyelidiki soal kamar misterius itu" Kata L.

"Kamar itu, ya……. Sudah kuduga" Kata Near.

"Kupikir kamar itu menjadi misteri. Karena saya merasa, salah satu dari teman kami pernah masuk ke dalam sana"

"L, sebenarnya apa yang menjadi kemisteriusan di balik kamar itu?" Tanya Mello.

"Watari, ceritakan"

"Baik. Ini kisah sekitar 36 tahun yang lalu, seorang gadis nekat bunuh diri hanya untuk membalas dendam terhadap lelaki yang disukainya, karena lelaki tersebut berselingkuh dengan sahabat gadis itu. Sepertinya, arwahnya gentayangan di kamar itu. Apalagi dia meninggal dengan membawa diary berwarna hitam miliknya"

DIARY ITU!!!! Kata Light dalam hati.

"Lalu, apakah sahabatnya masih hidup?" Tanya Matt.

"Tidak, dia sudah meninggal. Dia dibunuh oleh gadis itu"

"Lalu apa hubungannya kami dipanggil ke sini, Ryuzaki?" Tanya Darko.

"Masalah itu, ini yang akan kami tunjukkan. Watari, peti kaca itu"

"Baik"

Kemudian Watari datang sambil membawa peti kaca…….

"ASTAGAAAAA!!!!!!" Semua berteriak histeris.

"Angel-chan dibunuh kemarin. Diduga kuat, dia dibunuh menggunakan pisau. Tetapi kami kurang mengetahui siapa pembunuhnya" Kata Near.

"L, apakah kemungkinan ini kasus pembunuhan berantai seperti kasus KIRA?" Tanya Rain.

"Mungkin sekitar 10%"

"10%....... Hidup mati untuk menyerahkan nyawa hanya satu kasus berantai" Kata Light.

"Bagaimanapun caranya, kita harus menyelidiki kasus ini!!!!" Kata Mello.

"Kok perasaanku tiba-tiba tidak enak begini, ya?" Kata Rhomedal.

"HEHHHHHHH????!!!!!!!!"

"Iya, ya. Ada apa ya?" Kata Matt.

Jegrek!!!!!! (suara pintu dibuka)

"HAIIIIIII,SEMUA!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Misa.

"Amane-san????????"

"Ngagetin saja, dasar Misa!!!"

"Sory semuanya. Lagi ngomongin apaan?" Tanya Misa.

"Semua, bagaimana kalau kita mojok dulu?" Kata L.

Semua cowok pun mojok……. (Lagi-lagi……..)

"Kasih tau atau tidak?" Tanya L.

"Ember ga mulutnya?" Tanya Samuel. (HIAHHHHHH!!!!! Lagi-lagi Jleb!!!!! Dasar ngawur kau, white magician!!!)

"Jangan bilang begitu, Sam (panggilan Samuel). Siapa tau dia orang yang bisa dipercaya. Dijamin ga bocor" Kata Darko.

"Tapi kalo sampai bocor , tanggung jawab lho, Darko-san!!!!!" Ancam Mello.

"Don't worry….. Anything can be a secret……"

"Tapi nanti saja ngomongnya……" Kata L.

"Ga usah ngomong skalian" Kata Near.

"Karepmu......" Gerutu L.

"Ikut-ikut ngomong dalam bahasa Inggris lagi….. Uupppssss!!!" Kata Matt.

Semua mata tertuju pada Matt……

"Ya ampun!!! Nyaris lupa!!!!! Amane-san!!!!" Kata Mello.

"Ada apa?"

"Hmmmm…… Nanti saja"

"AHHHHH, AYOLAH, ADA APA?"

"Diluar saja ,ya"

Di luar kamar L……

"Amane-san ga nyebarin gosip itu ke semua orang kan?" Tanya Mello.

"Gosip? Oh, nyebarin. Tapi Cuma ke teman-teman Misa saja" Kata Misa sambil memasang muka innocent.

"Oh, ya sudah"

"Light!!!!" Teriak Misa sambil menghampiri Light.

"Apa, Misa?"

"Temanin Misa makan siang, yuk"

"Apa boleh buat. Ayo. Semuanya, lanjutin nanti siang saja, ya"

"Iya, Light-kun" Kata L.

Lalu……

"Near, L. Sini!!!" Kata Mello.

"Sebentar ya, semuanya……..Apaan, Mello?" Tanya Near dan L.

"Ternyata si Amane-san nyebarin gosip itu. Gosip tentang Light dan Angel!!!!"

"Dasar mulut ember!!!!!! Matt juga!!!! Nyebarin gosip ke nona mulut ember (Misa maksudnya) itu!!!" Kata Near.

"L, enaknya kita apain si Matt?" Tanya Mello.

"Aku tau, kita cabut saja speedy di kamarnya!!!" Kata L.

"Ide bagus!!!! Cabut sono, Near!" Kata Mello sambil menyuruh Near.

"OK!!!" Kata Near.

Kemudian L dan Mello masuk ke dalam kamar L……..

"Maaf menunggu lama…… Karena berhubung suasana yang tidak enak, bagaimana kalau kita lanjutkan nanti malam jam 10? Saya berharap anda semua dapat menginap di sini mulai malam nanti. Bagaimana? Kata L.

"Ide bagus…… Nah, L, kami pulang dulu" Kata Joe.

"Terima kasih sudah berkunjung" Kata Mello.

"Akhirnya, selesai juga!!!! Sekarang buka Facebook dulu ahh…." Kata Matt.

"Dia belum tau" Bisik Mello.

"Mana Near?"

"Oi, di sini"

"Bagaimana?" Tanya Mello.

"Beres, biar tau rasa dia"

Tiba-tiba saja………….

"HUWOOOOOIIIIIIIIIIIIIIIIII, SIAPA NYABUT KABEL SPEEDYKU????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Matt.

"Near. Kenapa?" Kata Mello.

"Ngapain kau berbuat begitu hah???"

"Sebagai hukuman karena kamu telah nyebarin gosip tentang Light dan Angel" Kata Near.

"Memangnya salah apa?"

"Amane-san menyebarkannya!!!!!" Kata L.

"Ukh…. Ekh……." Matt berkata gugup.

"Selain itu, ada hukuman lain lagi" Kata Mello.

"Apaan?"

"Dikitik-kitik!!!!" Kata L.

"AAAAAAAAAAA…….. AKU GAK MAU DIKITIK-KITIK!!!!!! HYAAAAAA!!!!!!!!! GELIIIIIII!!!!!!!!!" Teriak Matt.

Makanya, kalau jadi orang jangan kayak Matt sama Misa, ya….. Janji ga pernah ditepati…….