Disclaimer : Naruto isn't belong to me, ok. So please stop ask me about that.
Deal
Matahari pagi menerobos kaca jendela sebuah apartemen yang terletak dilantai 3. Sinar lembutnya memberi kehangatan yang nyaman untuk beristirahat di akhir pekan. Saat itu jam menunjukkan pukul 07.00, Itachi sedang menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan adik semata wayangnya, Sasuke. Karena hari itu hari Minggu, dialah yang kebagian tugas memasak sarapan. Biasanya Sasuke yang mengerjakan kebanyakan tugas di apartemen itu, karena Itachi sibuk bekerja. Tapi hari Minggu adalah pengecualian, hari Minggu Itachi yang mengambil alih tugas Sasuke dan Sasuke bisa beristirahat dari rutinitas sekolahnya yang kadang terasa begitu melelahkan.
"Pagi Kak," ucap Sasuke yang nampak baru saja bangun tidur. Piyama tidur warna biru tuanya masih melekat erat di tubuhnya.
"Pagi, tidurmu pasti nyenyak sekali ya, jam segini baru bangun," Itachi menjawab sambil mengolesi selai coklat pada dua lembar roti tawar yang berada ditangannya. Setelah selesai, disimpannya roti itu bersama roti lainnya diatas sebuah piring kecil yang terletak diatas meja makan. Disamping piring itu ada 1 buah cangkir kecil berisi kopi dan sebuah gelas berisi susu hangat.
"Iya, habisnya semalam aku tidur malam sekali, jadi sekarang masih ngantuk hoammmhh" Sasuke menguap.
"Neji sudah bangun dari tadi," Itachi menyodorkan gelas yang berisi susu pada Sasuke.
"Oya, sekarang dimana dia?" Tanya Sasuke sambil meminum susu pemberian Itachi.
"Katanya dia mau pergi ke luar kota hari ini. Ada urusan mendadak," Jawab Itachi seraya mengambil tempat duduk disebelah adik kesayangannya.
"Kenapa semalam dia tidak memberitahuku?" Gumam Sasuke dengan suara yang hampir tak kentara.
"Mungkin dia lupa," jawab Itachi sekenanya.
"Mungkin…" Sasuke berujar lemah. Otaknya mencoba memanggil kembali ingatan seputar percakapannya dengan Neji tadi malam.
Flashback
"Apa Sasu yakin kakakmu tidak akan curiga pada hubungan kita?" Neji bertanya pada Sasuke. Saat itu keduanya sedang terlibat perbincangan ringan sebelum tidur. Dan malam itu untuk pertama kalinya Neji menginap di apartemen Sasuke.
"Menurutku tidak, soalnya Kakak juga sering mengajak teman-temannya untuk menginap disini,"
"Oh, begitu ya. Berarti Kakaknya Sasu mengganggap aku temannya Sasu?"
Sasuke mengangguk.
"Lalu kalau Sasu sendiri menganggap aku apa?" Neji berusaha menggoda kekasihnya itu.
Ucapan Neji kontan saja membuat wajah Sasuke memerah. Sekuat tenaga dia mencoba menghindar dari tatapan Neji yang selalu membuatnya salah tingkah.
Neji merapatkan duduknya dengan Sasuke, dia lalu mengangkat dagu Sasuke sedikit sehingga mata keduanya pun beradu. Mata hitam Sasuke dan mata putih Neji saling beradu, menyebabkan semburat merah yang nampak semakin jelas di wajah Sasuke.
Perlahan-lahan Neji mendekatkan wajahnya kewajah Sasuke sehingga keduanya dapat merasakan kehangatan nafas masing-masing dan detak jantung keduanya yang saling berpacu.
"Jangan Neji aku takut Kakak tahu," Sasuke tiba-tiba mendorong tubuh Neji. "Lagipula ini sudah larut malam, aku….mau tidur," Sasuke lalu segera berbaring membelakangi Neji dan kemudian dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Neji terdiam sejenak. Dia tidak menyangka kalau kekasihnya akan bereaksi seperti itu.
"Malam Sasu," Neji mematikan lampu, kemudian dia pun ikut berbaring disebelah Sasuke.
End of Flashback
"Apa Neji marah padaku gara-gara semalam?" Pikir Sasuke.
"Hayo!!! Kamu mikirin siapa? Mikirin Neji ya?" Suara Itachi membuyarkan lamunan Sasuke.
"I..iya, Cuma heran saja kenapa dia tidak berkata apa-apa," Wajah Sasuke sedikit memerah.
"Mungkin dia ngambek sama kamu kali," Itachi menggoda adiknya.
"Ng..nggak kok…kami gak ada hubungan apa-apa," Sasuke menjawab gugup. Dia menggeserkan kursinya sedikit menjauh dari kursi kakaknya.
"….." Itachi tidak berkomentar apa-apa mendengar jawaban adiknya yang tidak nyambung. Seulas senyum menghiasi wajah tampannya.
"Oya, ada sesuatu yang mau Kakak bicarakan denganmu," Itachi menyeruput kopinya.
Sasuke menatap Itachi lekat-lekat. Dia menyadari kalau kata-katanya tadi pasti telah menimbulkan kecurigaan kakaknya.
"Tapi Kak, aku dan Neji tidak seperti yang Kakak pikirkan. Lagian apa anehnya kalau temanku menginap disini. Bukankah Kak Kisame, Kak Hidan dan Kak Yahiiko juga sering menginap disini?"
Itachi tersenyum.
"Tidak. Kakak tidak mau membicarakan soal hubunganmu dengan Neji." Itachi menatap adiknya yang berusia 5 tahun lebih muda darinya itu. Tangannya sibuk mengaduk kopi yang kini isinya telah berkurang separuh.
Mata hitam Sasuke terbelalak. Pikirannya dipenuhi berbagai macam pertanyaan.
"Lalu?" Tanya Sasuke kemudian.
"Kakak mau meminta izin padamu," Itachi kembali menyeruput kopinya.
"Meminta Izin apa?"
"Teman Kakak ada yang mau tinggal diapartemen kita untuk sementara waktu,"
"Oh. Siapa Kak? Kak Kisame ya?" Sasuke memakan kembali rotinya yang tadi sempat terlupakan. Hatinya lega, ternyata apa yang ditakutkannya tidak terjadi.
"Bukan. Nanti juga kamu tahu. Tapi boleh gak?"
"Kenapa harus minta izin padaku? Ini kan bukan apartemenku. Inikan apartemen Kakak." Sasuke berkata sambil mengunyah roti.
"Ya, karena kamu juga tinggal disini, iya kan? Lagipula ini juga bukan apartemenku."
"Lho? Memangnya ini apartemen siapa?" Ucapan Itachi membuat Sasuke kebingungan.
"Sudahlah, yang penting kamu ngasih izin gak?"
"Ya….terserah,"
"Bagus kalau begitu. Itu baru adikku yang manis. Nanti aku bantu bicara pada Neji biar dia gak ngambek lagi ya," Itachi bergegas keluar dari ruang makan.
"Eh, apa maksud Kakak? Aku dan Neji benar-benar tidak mempunyai hubungan apa-apa!" Sasuke mencoba berteriak, tapi Itachi sudah menghilang dan tampaknya dia tidak mendengar apa yang dikatakan Sasuke. Ya meskipun dia mendengarnya, mungkin dia akan berpura-pura tidak mendengar.
Akhirnya selesai juga chapter 3nya. Author sempet ragu juga sich, diterusin apa gak. Tapi author coba terusin dech. Oya, buat semua yang udah ngereview chapter 1 dan 2 makasih banget ya, author jadi senang *nangis lebay*. Apalagi kalian udah baek banget mau ngasih kritik dan sarannya. Nuhun pisan…….
Sekarang seperti biasa author yang nista ini akan memohon kesedian para reader yang budiman untuk merelakan sedikit waktunya yang berharga untuk mereview fic gaje ini. Demi kemajuan author dan perdamaian dunia (?).
Arigatou buat semua yang udah baca…….. Jangan lupa reviewnya!!!! *ditimpuk karena berisik*.
