Disclaimer: Taito-Sensei!

Husband And Wife

By Violeta Haru

Chapter 2

Ichigo POV

Pernikahanku tinggal dihitung jari. Aku melihat hujan yang dari kemarin tak kunjung berhenti padahal bulan ini musim panas tapi kenapa tetap ada hujan? Hujan yang deras itu seperti ingin menyampaikan sesuatu pada diriku, tapi apa? Aku tak dapat mendengarnya atupun melihat pesan yang diberikan hujan.

Aku tertunduk sejenak merasakan hilir-hilir angin yang melewati diriku. Angin yang terasa begitu sejuk, nyaman, kuat dan kesepian. Jika diibaratkan orang yang seperti hujan pasti orang itu cantik, menyenangkan, tegar dan kesepian.

Seperti hujan yang selalu membawa pelangi ketika dia menghilang orang itu pasti manis dan cantik.

Seperti hujan yang jatuh ke bumi dengan berbagai berkah membuat sekelilingnya menjadi nyaman orang itu pasti menyenangkan karena bisa membuat sekelilingnya nyaman dengan berbagai tingkahnya.

Seperti hujan yang selalu mengguyur bumi walaupun terkena kilat atau petir sekalipun orang itu pasti kuat dan tegar.

Dan. Seperti hujan yang biasanya tak dianggap dan selalu tertutupi keindahanya karena pelangi yang menggantikanya orang itu pasti kesepian telah ditinggal seseorang yang berharga dan seseorang yang berharga itu lebih memilih bersama orang lain.

"Masih merenung Ichigo?" sontak aku kaget karena ada seseorang yang memanggilku dari belakang.

"Tatsuki! Dasar kau mengagetkan aku saja!" teriaku dengan nada suara yang tinggi.

"Sudah-sudah. Aku kesini hanya mau mengantarkan ini…." Tatsuki mengantarkan sebuah kotak kecil berbalut bungkus kado bergambar kelinci pink…. Aneh.

"Apa ini?" tanyaku pada Tatsuki sahabat kecilku yang kini menjambat sebagai tunangan Renji.

"Foto calon istrimu Ichigo… sudah yah dan selamat yah 3 hari lagi kau akan menikah, jaa."

Foto calon istriku… n.. nama… nya kalau tidak salah K… hmmm Kuch.. ki Ru…ku, Ruke, Ruru bukan! Namanya Kuchiki Rukia ah akhirnya aku ingat!

Kubuka bungkus kado itu dengan tangan bergetar, keringat berucuran dari keningku aku takut, taku kalau calonku itu seperti er.. itulah! Sedikt demi sedekit dan kini hanya ada kotak coklat polos yang rapuh.

Kubuka penutupnya dan saatsudah terbuka sepnuhnya terlihat selembar foto tak terlihat jelas karena masih lumayan jauh dari pandangnyaku. Aku mengambil foto itu dan terlihat.

Seorang gadis mengenakan kimono violet sedang memegang sebuah bunga lily putih ditanganya hanya tiga kata cantik dan manis kata yang terlintas di fikiranku.

Cantik dan manis dengan senyum malu-malu kucing yang mengembang di bibirnya, mata layaknya batu amesthy juga rambut hitam yang tergerai halus.

Tak kusangka aku mendapatkan seorang gadis manis seperti ini bisa dikatakan ini gadis yang sempurna tubuhnya yang mungil dengan dada yang tak terlalu besar juga senyumanya yang dapat menghipnotisku saat pertama kali aku melihatnya.

Ya Tuhan wanita ini cantik sekali.

End Of Ichigo POV

(o_O)

"Kuchiki-san!" teriak seorang gadis dengans sanggulan dibelakangnya.

'Hinamori!" Rukia melambaikan tanganya kearah gadis bernama Hinamori yang tengah memegang bucket bunga lily putih dikerajangnya.

"Kuchiki-san! Ini untuk Kuchiki-san tadi aku sempat mampir ke toko bunga itu hehehe." Hinamori tersenyum manis kepada Rukia yang masih sibuk dengan bunga lily yang baru saja dibawa Hinamori.

"Bagaimana kau tahu aku suka bunga lily?" tanya Rukia dengan senyum mengembang di pipinya.

"Waktu musim panas dulu sering kulihat Kuchiki-san memetik bunga lily jadi kusangka Kuchiki-san suka bunga lily."

"Terimakasih yah! Aku suka sekali!" Rukia bangun dan beranjak kedalam rumah. Dia mengambil sebuah vas putih dengan corak bulan ditengahnya.

"Bunga lily putih sangat cocok jika ditempatkan disini." Rukia menaruh setangkai bunga lily di dalam vas itu.

"Kirei….," ucap Hinamori.

"Lalu Kuchiki-san bagaimana sola pernikahanmu itu?" tanya Hinamori. Rukia hanya tersentak kaget akibat pertanyaan Hinamori.

"I.. itu akan dilaksanakan 3 hari lagi," jawab Rukia sambil tersenyum pada Hinamori.

"Tapi bukanya Kuchiki-san pacarnya Ichima-" kalimat Hinamori terhenti karena suara Rukia yang terlebih dahulu menyela.

"Cukup. Tolong jangan bahas soal itu." Rukia menatap Hinamori dengan tatapan sedikit takut dan marah.

"M.. maaf Kuchiki-san aku tidak bermaksud…" Hinamori menatap Rukia dengan wajah sedikit ketakutan karena sudah lama dia tidak melihat ekspresi Rukia yang seperti itu.

Rukia memejamkan matanya berusaha menenangkan dirinya yang masih sedikit tidak enak pada Hinamori."Aku hanya ingin melupakanya tidak untuk sejenak tapi selamanya. Kini aku sudah memiliki calon suami karena itu namanya sudah tak berarti lagi di kehidupanku." Rukia menjelaskann panjang lebar.

Hinamori tersenyum pada temanya itu. "Aku yakin Kuchiki-san akan bahagia dengan pria itu."

"Terimakasih Hinamori." Rukia melirik Hinamori lalu tersenyum kecil pada Hinamori.

"Sama-sama Kuchiki-san."

Rukia berbicang sebentar dengan Hinamori walau canda dan tawa mengiringi setiap cerita yang mereka bawakan tapi tetap hati Rukia tak tenang sedikitpun. Hatinya gelisah ia sangat takut melupakan Gin tapi takdir mengatakan ia harus melupakanya.

"Eh hujan sudah reda…. Aku pulang yah Kuchiki-san!" Hinamori melirik Rukia.

"Iyah! Sampaikan salamku pada Sou-nii yah!" ujar Rukia.

"Yah! Jaa!" sekali lagi Hinamori melambaikan tangan lalu bernjak keluar dari teras rumah Rukia.

(o_O)

Rukia POV

Aku menutup pintu. Hinamori telah pergi jadi sekarang di rumah hanya ada diriku seorang, sendirian lagi….

Kubuka tirai yang sedari tadi menutupi jendal terlihat sedikit tetesan air di selembar daun.

Tes…

Air dari daun itu kini membasahi pipiku tapi tak lama kemudian air mataku mulai keluar. Tidak tahu mengapa aku ingin menangis apakah aku takut? Apakah aku kesepian? Kenapa aku harus menangis?

"Namanya Matsumoto Rangiku….. dan aku mencintainya."

Air mataku semakin mengalir aku menjenggut rambutku yang sudah tak karuan.

"Aku ingin mengakhiri hubungan kita."

Kepalaku pusing dan mataku berkunang-kunang tapi air mataku tetap mengalir deras membasahi kedua pipiku.

"Maaf Rukia… selamat tinggal."

Aku terjatuh dengan keadaan setengah sadar. Aku tahu aku tidak mungkin melupakanya, aku mencintanya, aku takut melupakanya tapi takdirku berkata lain kini aku harus menikah dengan pria yang tidak kucintai dan tidak ku kenal.

Aku sungguh takut.

Kumohon seseorang tolong aku…

BRAK!

"Rukia! Rukia! Rukia kau tidak apa-apa!"

Kudengar sebuah suara dengan nada khawatir tapi tak dapat kulihat pemilik suara itu mataku menutup dan sesaat aku pingsan.

End Of Rukia POV

Rukia kini terbaring lemah disebuah kasur dengan ukuran king size. Matanya bengkak akibat terlalu banyak menangis sebuah selang infusan terlihat menusuk di tangan kananya. Tak lama keluar seorang gadis dengan rambut pendek juga kepangan kecil dibelakangnya.

"Nona Rukia penyakitmu kambuh lagi," jawab wanita itu lalu mendekati Rukia dan menyentuh keningnya.

"Urahara-san…. Sedang apa disini?" tanya Rukia kepada wanita bernama Urahara itu.

"Panggil saya Soi Fon saja. Nona Rukia lupa? Saya ini dokter pribadi Nona Rukia."

"Oh iyah aku lupa…."

"Tadi Byakuya-sama membopong Nona kesini.. sepertinya penyakit Nona kambuh lagi."

"Otou-san…"

"Nona Rukia terlalu lelah atau terlalu banyak pikiran sehingga kesehatan Nona drop."

"…."

"Saya harap Nona mau beristirahat sebentar disini dan kalau ada apa-apa panggil saja saya."

Soi Fon berjalan menuju kelantai bawah meninggalkan Rukia sendiri di ruangan itu. Kepala Rukia masih terasa pening juga badanya yang masih lemas.

Hisana ibu Rukia mempunya penyakit dimana jika Hisana terlalu capai dan juga terlalu banyak pikiran daya tahan tubuhnya bisa menurun dengan cepat maka dari itu Hisana selalu sakit-sakitan tapi yang lebih menyakitkan adalah penyakitnya itu turun kepada anaknya.

Selama ini aktifitas Rukia sangat dibatasi dan sangat dijaga ketat berbagai peraturan selalu dihadiahi kepada Rukia dari tidak boleh memakan seafood, tidak boleh pulang jam 3 sore, tidak boleh tidur diatas jam 9 malam dan masih banyak lagi.

Rukia memandangi langit-langit lalu perlahan ia menutup matanya kesadaranya kini hanya setengah dengan kondisi seperti itu air mata masih saja bisa turun dari matanya.

"Seseorang tolong aku…."

ToBeContinue

Haru: Maafkan bila plotnya ga jelas saya saja yang buat udah pusing sendiri….. by the way makasih sudah mereview ini balasan review ^_^

Gin: Yo.. pertama dari Yuki-ssme… terimakasih telah me-review karya aneh ini. Iyah disini Ichigo mau menikah dengan Rukia-chan….. hehehe

Renji: Kedua dari Zheone Quin arigatou sudah me-review disini memang Ichigo mau menikah dengan Rukia tapi ada beberapa halangan hehehe.

Byakuya: Ketiga dari Ruki Yagami yhnx Ruki-chan suah mau mengreview saya senang sekali! Disini ada GinRuki heheh maaf deh kalau kamu muntah hehehe….

Haru: Keempat! Astrella Kurosaki, Astrella makasih amu review aku seneng banget! *meluk-meluk Astrella* ini sudah update tetap RnR yah!

Ichigo: Next! So-Chand 'Luph pLend' sudah di update terimakaih atas reviewnya… hehe.

Rukia: Lanjut dari AyakoHikano *blush* hehe saya memang mau menikah dengan Ichigo terima kasih atas doanya mudah-mudahan berjalan lancer.

Tatsuki: aRaRaNcHa makasih sudah me-review Ichigo dan Rukia memang mau nikah hehe.

Rukia: Maicon Gay iyah Ichigo memang belum tahu kekuatanku tapi tenang aku akan menunjukanya nanti! Terimakasih sudah mereview~

Haru: ika chan Ichigo memang belum tahu ^_^ heheh terimakasih sudah mereview~

Ichigo: Arlheaa saya juga nggak sabar kok menikah dengan rukia~ heheh terimakasih sudah mereview!

Haru: HitsuNha Tralala Trilili aku baik kok nHa gimana kabarmu! Makasih yah udah mereview~

(p/s: aku liburan ke rumah sodara)

Rukia: RukiaRizkaMala makasih atas review dan Fav-nya ^_^

Renji: Terakhir! Kurosaki Kuchiki terimakasih sudah me-review. Maaf Cupu versus Keren telah update yah!

Terimakasih atas review yang sudah kawan berikan!

Berniat memberi komen atau kritik

Diterima…