Akhirnya, setelah 1 bulan lebih bersemedi cari ide baru, chapter 3 akhirnya selesai juga!
Kepada para reader saya minta maaf karena dari chapter 3 dan seterusnya kemungkinan besar tidak akan dikasih judul…Jadi saya mohon maaf sebesar- besarnya! *sujud dalam- dalam*. Api enjoy aja ya para reader untuk membaca! Arigatou! Mind to RnR?
Chapter 3:
"Roselia.."
"Zzzzz…"
"Roselia, bangun.."
"Zzz…Grrookkk….."
Hening selama beberapa saat dan langsung ada teriakan nyaring di telinga Roselia.
"OIII! ROSELIAAAA! BANGUUUNNN!/an."
"SUNAN ALLAH!/omg.*BRUK!* KENAPA TERIAK-TERIAK SHARON!/an." Teriak Roselia ke muka Sharon karena terjatuh dari ranjang.
"YA IYALAH AKU TERIAK! KAMUNYA GAK BANGUN- BANGUN PADAHAL UDA KUPANGGIL 2 KALI!" Balas Sharon sambil menjewer kuping Roselia.
"Adudududuh…! Iya deh sorry! Tapi lepasin tanganmu dari kupingku! Nanti kupingku copot!" Kata Roselia sambil menyingkirkan tangan Sharon dari kupingnya.
"Yuk, ah! Ketua Voglie uda nunggu tuh di bawah! Mandi sana, kamu bau tau!/an." Kata Sharon marah- marah.
Roselia hanya cuek bebek dan segera pergi ke kamar mandi (sejak kapan ada kamar mandi di Ragnarok? *dilempar pakai sabun*).
Sharon menunggu sambil membaca majalah gadis terbaru yang ada gambar Harry Potter A.K.A. Daniel Radcliffe dan dia meng-kyakya ria saat membaca majalah tersebut.
"Aduh~ si Daniel ganteng banget sih~! Pengen banget punya pacar kaya dia! /lv2."
Selama beberapa detik dia membolak balik halaman yang ada Daniel Radcliffenya, dia langsung berteriak nyaring sampai membuat Roselia jatuh ke lantai kamar mandi entah karena kepeleset atau kaget.
"KYYAAAAAA! POSTER HARRY POTTER 7! SI DANIEL KEREN BANGET! 2 TEMENNYA JUGA KEREN, TAPI..TAPI.. LEBIH KEREN SI DANIEL! /lv3 (symbol terbaru)."
"OIII! NENEK UBANAN! BERISIK TAHU GAK SIH! BAWEL AMAT SIH GARA-GARA SI DANIEL CULUN DOANG!/an." Teriak Roselia dari kamar mandi dan seperti biasa membuat Sharon kesal saat dia mendengar kata- kata taboo.
"SIAPA LO BILANG NENEK HAH! TERUS JUGA YA, JANGAN SEKALI- SEKALI KAU MELEDEK DANIEL TERCINTA, TERSAYANG, TERTAMPAN AKU, YA!/an2 (symbol terbaru lagi)."
"YA, SIAPA LAGI KALAU BUKAN KAMU NENEKNYA! MULUT KAMU TUH CEMPRENG BANGET TAU GAK SIH! DASAR NENEK CEMPRENG! UDA UBANAN, HIDUP LAGI! HAHAHAHAHA…!/heh, /an." Teriak Roselia lagi sambil meledek dan malah membuat Sharon makin kesal.
"KELUAR GAK DARI SANA! PENGEN KUHAJAR KAMU TERUS KUKIRIM KE UNDERWORLD!"
"EH, MASA SIH! ADA SI DANTE DONG BERARTI! HOREE!/lv (Lah!)"
"GAK ADA YANG NAMANYA DANTE DISANA! EMANGNYA DEVIL MAY CRY APA! ADANYA MAH HADES DI UNDERWORLD! UDA KAMU KELUAR SINI CEPETAN!"
"Ogah~." Kata Roselia santai.
"KENAPA! TAKUT YA~? HAHAHA… TERNYATA KAMU ITU PENGECUT YA!/gg." Ledek Sharon di depan pintu kamar mandi.
"Ngapain juga takut sama kamu! Orang aku lagi E.O. Alias BAB, modol, gali tambang! /gg." Kata Roselia sambil cengengesan.
"MASYA ALLAH! PANTESAN BAU!" Teriak Sharon sambil menutup hidungnya.
"Uda kamu berisik ah! Kuplester baru tau rasa kau! Kamu mendingan diem daripada kucopet seluruh uangmu yang bernilai 98 juta berry itu! Eh, maksudku zeni. /gg" Kata Roselia sambil mengancam, sampai membuat Sharon langsung diam mendengar ancamannya.
"Bagus uda diem kamu./no.1, /heh." Kata Roselia sambil tersenyum kemenangan dan segera mandi.
Di lantai bawah penginapan Aldebaran…
"Eh, uda selesai lum teriakan mereka cuy?"
"Uda kok, uda selesai ketua." Kata Aki sambil mengarahkan jempolnya ke Vicenzi.
"Syukur deh, aku bisa tuli jika mereka terus berteriak sepanjang pagi./swt" Kata Vicenzi sambil melepaskan ear muffnya.
"Yah..Biasalah mereka berdua selalu berantem ketua hahaha…./heh" Kata Aki dengan santai.
"Kok kamu bisa tahan sih dengan teriakan mereka? Apa rahasianya?" Tanya Vicenzi penasaran campur kagum.
"Oh itu..Ini rahasianya!/heh." Kata Aki sambil mengeluarkan poring petnya yang sedang tepar dengan mata berputar- putar, dan ada 5 bintang berputar di atas kepalanya.
"Ampun deh, kamu menggunakan petmu sendiri sebagai ear muff./swt"
"Yahh..Biarlah, nanti kujual lagi poringnya ke orang lain terus aku tinggal ganti pet lain deh hehehe./gg" Kata Aki sambil mengancungkan jempolnya lagi sedangkan Vicenzi hanya sweatdropped ria.
Tiba-tiba saja, tanpa disadari oleh Vicenzi dan Aki. Roselia langsung melempar cincin tunangan dari Vicenzi ke kepala Vicenzi dengan keras.
"Adaw! Sakit tau Roselia!/sob, /an." Kata Vicenzi sambil menengok kearah Roselia dan Sharon yang baru turun dari atas.
"Whatever~ /sigh." Kata Roselia datar sambil menghela nafas.
Vicenzi hanya memasang muka ngambek dan melihat ke bawah untuk mengecek benda apa yang dilempar ke kepalanya itu.
"Oh my god! Kok cincin tunangannya kau lempar!" Tanya Vicenzi sambil mengambil cincin tersebut.
"Ngapain juga aku pakai tuh cincin, tanpa ada tujuan yang jelas." Jawab Roselia sambil memakan rotinya.
"Ini kan, bukti kamu uda jadi tunanganku tau!Sini jarimu!/an."
"Sentuh jariku, KUCINCANG KAU!/ire." Kata Roselia sambil mengarahkan jari tengah pada Vicenzi. (anda pasti tau apa artinya.)
"I-iya…Aku tidak akan memasang cincin ini dulu untuk sementara /swt." Kata Vicenzi agak ketakutan.
Vicenzi langsung manyun 5 senti karena ngambek, sampai membuat Sharon dan Aki cekikikan ngeliatnya.
"Jalan- jalan aja ah~ kalian bertiga mau ikut?" Tanya Roselia sambil berdiri.
"Kemana?" Tanya mereka bertiga kompak.
"Ke….."
"?"
"Ke…"
"?..?"
"Ke…..", "DUAK!". Roselia langsung dipukul sama Sharon dengan teganya.
"Aduhh~! Sakit, monyong!/an." Kata Roselia sambil memegang pipinya.
"Kelamaan sih kamunya! Uda cepetan mau kemana jadinya!/an" Kata Sharon marah sambil mendengus.
"Sori kalau lama ya! Ya uda deh, kita ke amatsu aja, setuju gak?" Kata Roselia sambil memberi usul.
Sharon, Aki, dan Vicenzi diam menciptakan keheningan yang sangatttt sunyi, sampai membuat Roselia sweatdrop ria.
"Kalian kenapa? Kesambet? Masih hidup gak?" Tanya Roselia dengan bingung.
"Roselia, kamu emangnya gak bosen disana?" Tanya Aki dan Sharon bersamaan.
"Ndak tuh~ justru aku seneng disana. Bisa liat bunga sakura bermekaran tiada habisnya." Jawab Roselia dengan wajah polosnya.
"Kalau kita justru bosen disana tau! Mata kita tuh uda sakit gara-gara liat bunga sakura terus. Kamu pergi sendiri aja sana." Jawab mereka berdua sambil mencubit kedua pipinya Roselia.
"Adwwuuhhh~! Jangan cubit kenapa, iya deh aku pergi sendiri aja. Huh!/sigh." Kata Roselia sambil memegang kedua pipinya yang merah.
"Aku ikut deh, Roselia!" Kata Vicenzi sampai membuat Roselia agak kaget.
"Katanya bosen, kok ikut?"
"Itukan kata mereka berdua, tapi kalau aku sih gak bosen asal sama kamu~/lv."Jawab Vicenzi dengan lambang love- love disekelilingnya membuat Roselia agak jijik.
"Ahh~ Baiklah, tapi jangan seenaknya kamu mengangguku mengerti!" Tegas Roselia sambil mengancungkan jari ke muka Vicenzi.
"Oke deh, tenang saja Roselia! Vicenzi anak yang baik~." Kata Vicenzi dengan wajah puppy eyes.
"Ok-ok. Jangan pasang tampang aneh seperti itu didepanku, yuk ah jalan! Bye-bye Sharon jelek dan Aki matre~." Kata Roselia langsung menarik tangan Vicenzi dan kabur dari penginapan sebelum Sharon berteriak kembali karena marah.
Di Amatsu.
"Wah, ternyata Amatsu tidak berubah sama sekali ya~ tetap banyak yang pacaran dan bersenang- senang disini." Kata Roselia tersenyum lebar.
Saat itu juga Roselia sadar kalau Vicenzi melamun melihat dia kaya orang mesum. Langsung saja, dia cubit pipi Vicenzi.
"ADDWWUUHHHH! SWAKWIT RWOSWELIA!/sob" Teriak Vicenzi dengan keadaan pipi tercubit.
"Ikkhh~! Kamu tuh gemes tau gak sih kalau kayak gitu! Jadi pengen banget nyubit kamu~!" Kata Roselia cekikikkan dan melepaskan cubitannya.
Vicenzi langsung memegang yang pipinya sangat merah karena dicubit, tapi dia langsung ditarik tangannya (baca diseret) sama Roselia kearah pohon sakura.
"Hey Roselia.." Panggil Vicenzi tapi gak dinyautin sama Roselia.
"Oi Roselia!"
"…." Roselia hanya diam dan terus menarik Vicenzi.
"Oi nyaut dong, Roselia Noir! Masa dikacangin sih!" Kata Vicenzi agak marah.
"Ada apa Vicenzi Voglie?" Tanya Roselia tanpa memanadng muka Vicenzi dan terus berjalan.
"Kenapa kita tidak ke Prontera saja? Lagipula kan kita semua sudah lama tidak ke Prontera semenjak 8 tahun yang lalu." Usul Vicenzidan membuat Roselia terdiam dan berhenti berjalan.
"Oi Roselia! Kok diem lagi sih kaya patung batu Malin Kundang? Oi!" Kata Vicenzi bingung dan Roselia langsung menoleh kearahnya dan melepaskan tangan Vicenzi dari genggamannya.
"Kalau gitu, sana! Kamu pergi saja ke Prontera bersama teman-teman Guildmu itu. Aku tidak akan ikut kesana mengerti!/an." Kata Roselia langsung marah.
"Kok marah sih! Biasa aja kali kalau gak mau kesana!/an." Kata Vicenzi marah juga.
"Apa kamu lupa peristiwa yang menimpaku disana Vicenzi?" Tanya Roselia sambil memberi tekanan pada kata peristiwa. Vicenzi langsung kaget dan baru teringat kejadian 8 tahun lalu itu dan dia langsung panik dan salting.
"KYAA~! ITU BUKANNYA VICENZI VOGLIE KETUA GUILD "THE LEGEND"!/lv2(Maaf aneh nama guildnya gak ide untuk nama guildnya~)." Teriak seorang wanita gypsy berambut pink.
"EH IYA! KAMU BETUL KAK! KEREN BANGET SIH DIA!KYAA!/lv2." Teriak seorang wanita yang juga dancer berambut pirang.
Mula-mula Vicenzi sweatdrop 1 buah saat dikerubungi oleh 2 penari tersebut, tapi beberapa detik kemudian cewek-cewek yang asik pacaran juga ikut mengerubungi dia sampai-sampai Vicenzi mempunyai 10 tanda sweatdrop karenanya.
"Oi,oi! Lepaskan aku! Roselia, help me~!/sob." Teriak Vicenzi sambil menangis meminta pertolongan.
"Selamat menikmati hari-harimu Tuan Vicenzi yang pelupa./gg" Kata Roselia dengan senyum dingin dan segera meninggalkan Vicenzi, sedangkan Vicenzi menderita karena dikerubungi oleh cewek-cewek nafsu.
Di pohon sakura, Roselia hanya memandang bunga-bunga sakura yang berguguran. Dia menikmati angin yang menghembuskan bunga-bunga sakura tersebut, dan tiba-tiba saja dia mengeluarkan air mata.
"Ayah, ibu..Maaf aku tidak bisa mengunjungi kalian selama 8 tahun. Aku sangat merindukan kalian…"
Roselia mengeluarkan sebuah botol yang menyerupai tengkorak (?) berwarna merah dan dia tersenyu sambil menangis.
"Kalau aku mati…Apa aku bisa bertemu ayah dan ibu?" Pikir Roselia.
"Oii! Roselia!" Panggil Vicenzi yang sudah babak belir diperkosa(?) oleh parah cewek-cewek.
Roselia langsung berbalik, menyembunyikan botol tersebut ke punggungnya dan menghapus air matanya.
"Eh~ kamu menyembunyikan apa Roselia?" Tanya Vicenzi dengan wajah "ingin tahu". (susah dijelaskan, maaf untuk para readers).
"Bukan apa-apa kok..Ini hanya fox mask yang kutemukan di jalan." Kata Roselia bohong.
"Benarkah? Jangan bohong loh~/gg." Kata Vicenzi dengan senum licik.
"Suer! Aku gak bohong. Nah, terus kamu gimana enak gak diperkosa(?) sama tuh cewek-cewek?"
"Ya, gak enaklah! Aku tidak mau menyerahkan kesucianku pada wanita lain selain dirimu!" Kata Vicenzi dengan gaya lebay kepalang 100.
"Dasar lebay! Ters, ngapain juga kamu bilang ingin sama aku! Tak sudi daku bersama dikau~." Kata Roselia lebay juga sampai menggunakan kata daku dan dikau seperti Mr.2 Bonclay.
"Tuh kan ikut-ikutan!Dasar lebay~."
"Biarin. Hahaha…" Kata Roselia sambil tertawa datar.
"Hahahaha…" Vicenzi juga ikut-ikutan tertawa datar.
Mereka berdua langsung hening di bawah pohon bunga sakura selama beberapa menit, menit, dan menit.
"Umm…Anu…" Vicenzi langsung memecahkan keheningan tersebut.
"Apa?" Tanya Roselia bingung dan masih menyembunyikan botolnya itu.
"Aku minta maaf, karena aku lupa tentang peristiwa tersebut, maaf banget ya…" Kata Vicenzi sambil membungkukkan badannya.
Roselia hanya terdiam beberapa saat, dan dia langsung cekikikan, membuat Vicenzi bingung.
"Anu…Apakah aku dimaafkan?" Tanya Vicenzi.
"Khukhukhu…Hihihi…" Roselia hanya cekikikan geli membuat Vicenzi makin bingung.
"Aku dimaafkan gak nih jadinya! Jangan bikin kesal lagi dong!/an."
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA! DASAR BODOH KAMU!HAHAHAHA!"
"Ap..Apa maksudmu!" Kata Vicenzi langsung panik.
"KAMU PIKIR, AKU AKAN PERCAYA PADA JANJIMU ITU! JANJI YANG KAU AKAN MELINDUNGIKU! HAHAHAHAHAHA! JANGAN BIKIN AKU TERTAWA VICENZI VOGLIE! TIDAK ADA ORANG YANG AKAN MENEPATI JANJINYA! JANJI ITU HANYA OMONG KOSONG! HAHAHAHAHA!" Teriak Roselia sambil tertawa keras dengan lantang.
Vicenzi yang merasa tersinggung langsung mendekati Roselia dan memegang erat pundaknya.
"Jangan berkata seperti itu Roselia! Aku akan menepati janjiku itu untuk melindungimu! Jadi jangan berkata kalau janji itu hanya janji kosong!" Kata Vicenzi sama lantangnya dengan Roselia.
Roselia hanya terdiam sedikit terkejut mendengar perkataan Vicenzi tersebut, tapi dia hanya tersenyum sinis dan mendekatkan wajahnya ke Vicenzi.
"Kalau benar, kau akan menepati janjimu itu. Buktikan dulu padaku./gg" Kata Roselia dengan senyum dan tatapan dingin, dan dia melepaskan dirinya dari pegangan Vicenzi.
"Aku akan membuktikannya Roselia! Aku akan melindungimu sampai mati!"
"Benarkah? Hihihi…Kalau bgeitu apakah kamu bisa menyelamatkan aku dari racun ini~?" Tanya Roselia sambil mengeluarkan sebotol racun yang disembunyikan dipunggungnya tadi, dan membuat Vicenzi terkejut.
"Dari mana kamu mendapatkan Roselia!" Tanya Vicenzi panik.
"Aku dapat dari jalanan pas kita di Payon. Aku ambil saja untuk jaga-jaga kalau mau bunuh diri./heh" Kata Roselia sambil tertawa.
'Berikan padaku Roselia! Aku tidak mau kamu meminumnya!"
"Tidak mau hehehe….","Plop." Roselia langsung membuka tutup racun itu dan tersenyum.
"Bye-bye, Vicenzi…"
"ROSELIA!"
Blood(sang author):SELESAI JUGA AKHIRNYA!
*BUK*
Blood: ADAW!
Roselia: Kelamaan kau updatenya!
Blood: Sori cuy, kan aku sibuk dengan sekolahku yang sebentar lagi ujian~ uda sana kau lanjutin minum racunnya..syuh2..(tendang Roselia ke TKP)
Maaf banget kalau jelek, GAJE, Lebay, banyak salahnya, terus makin ngaco! Maaf banget Minna-san! Gomenasai! *toak mesjid*
Tapi silakan anda semua baca jika anda menyukainya! Tunggu chapter selanjutnya ya! *ditusuk tombak*
Mind to RnR?
