Chapter 4:

"Hanya bercanda~/gg" Kata Roselia sambil menjulurkan lidahnya dan membuang racun tersebut.

Vicenzi yang paniknya tidak kepalang langsung jatuh nyusruk ke tanah ala anime.

"…."

"Oi, Vicenzi. Masih hidup?", "Tuk-tuk." Tanya Roselia sambil mengetuk kepalanya menggunakan kayu.

"Lu…Cu…"

"Eh?" Roselia langsung bingung mendengar kata-kata Vicenzi.

"GAK LUCU SAMA SEKALI! KAMU TUH UDA BIKIN AKU JANTUNGAN+PANIK TAU GAK SIH!/an." Teriak Vicenzi didepan telinga Roselia.

"Wedeh gila…Telingaku bisa tuli nih." Kata Roselia dengan nada datar sambil mengorek-ngorek kupingnya.

Vicenzi hanya menangis di pojokan pohon sakura karena merasa tertipu oleh Roselia. Karena dia menangis dan bergumam mengucapkan ayat kursi yang gak jelas, Roselia langsung menghela nafas dan mengusap kepala Vicenzi seperti anak anjing.

"Iya deh, maaf..Aku bikin kamu nangis kaya gini..Maaf ya.." Kata Roselia dengan senyum sambil mengusap kepala Vicenzi.

Tapi tetap saja si Vicenzi baca ayat kursi gak jelas dan menangis lagi sampai membuat Roselia sweatdrop.

"Masih marah ya?"

"#$%^%&*#^%&*#&*%()…."

"Gak jelas kamu ngomong apa, bicaralah pakai bahasa manusia." Kata Roselia sweatdrop ria.

Hening….

1 detik…

2 detik…

10 detik….

20 detik….

Berdetik- detik…Ngookkk (digebuk sama Roselia).

Roselia: Yang bener dong cuy bikin ficnya!

Oke lanjut, dengan terpaksa, Roselia memeluk Vicenzi shotacon itu dan membuat dia agak kaget.

"Uda ah, jangan nangis..Kayak anak mami aja kamu nangis terus..Kapan gedenya kamu hah." Kata Roselia sambil memeluk Vicenzi dengan erat.

Vicenzi diem…

Roselia diem…

Readers diem…

Author ngorok…(Bercanda!) *digaplak*

"Lain kali jangan gicyu lagi, tau gak! Aku itu gak mau kehilangan orang yang berharga bagiku, tau." Kata Vicenzi dengan wajah sembap + puppy eyes dan membalas pelukan Roselia.

Roselia yang mendengar perkataan Vicenzi tersebut langsung tertawa terbahak-bahak sampai dia melempar Vicenzi dari pelukannya.

"Oi! Kok aku dilempar! Kurang ajar!/an."

"BUHAHAHAHAHA! HABIS..HABISNYA! BUHIHIHI! MUKA KAMU ITU LOH! BIKIN GEMES!HAHAHAHAHAHA!" Teriak Roselia sambil ketawa sampai sakit perut+nangis+muntah+laper (Lha!).

5 menit kemudian….

"Uda selesai ketawanya?" Tanya Vicenzi dengan wajah ngambek.

"Hehehe…Uda kok. Uda puas ketawa aku." Kata Roselia sambil menarik nafas panjang dan menghapus air matanya.

"Ya sudah, ayo kita balik ke Aldebaran."

"Eit! Tunggu dulu Vicenzi Voglie!" Kata Roselia memegang pundak Vicenzi.

"Apaan sih?"

"Ngambek nih ya~? Kok ngambek sih?Hehehe…" Goda Roselia.

"Gak tuh, gak ngambek(aslinya iya). Ada apa sih emangnya? Mau ketawa lagi. Kupotong lidahmu baru ketawa." Kata Vicenzi agak marah.

"Ih, jahat nih. Ya uda gak jadi, padahal aku mau minta cincin tunangannya itu." Kata Roselia dan dia langsung dipegang kedua pundaknya oleh Vicenzi.

"Tadi kamu bilang apa?"

"Aku minta cincin tunangannya boleh gak?"

"Buat apa? Katanya gak mau pake." Kata Vicenzi pasang wajah ngambek+manyun.

"Buat dijual ke Blacksmith, Yam au dipake lah! Gimana sih kamu ini, bedon deh!/an." Kata Roselia marah dan menempeleng Vicenzi.

Mendengar hal itu, Vicenzi terdiam dengan muka merah. Roselia aslinya memerah juga mukanya tapi berhasil dia sembunyikan dengan tampangnya yang cool. (terlalu cool malah *lebay*).

Hening…

5 detik…

9 detik…*Gedebuk!* (Sori dori soderi. LANJUT!)

"AKHIRNYA!YEEEYYYYY!" Teriak Vicenzi sambil lompat-lompat kaya kodok jadi-jadian membuat Roselia menjauh sekitar 5 langkah.

"Kok menjauh!"

"Habisnya kamu mulai jadi aneh../swt." Kata Roselia sweatdrop.

"Aku jadi aneh gara-gara kamu tau."

Roselia hanya tersenyum, lalu dia membalikkan badannya terus berkomat-kamit ayat kursi.

"Ngapain kamu kaya gitu Ros?"

"!#^&$^&#^!*&#^."

"Oi, Ros..Napa ka…"

Roselia langsung mencium bibir Vicenzi tanpa member kesempatan pada Vicenzi untuk menyelesaikan kata-katanya itu. Dan 5 detik kemudian, dia menjauhkan dirinya sedikit dari Vicenzi.

"Itu, balasan kemarin saat kamu menciumku itu.." Kata Roselia dengan muka merah kaya kepiting rebus.

Vicenzi terdiam dengan muka merah, dan dia langsung melompat kearah Roselia.

"ASTAJIM! APA YANG KAU LAKUKAN!/omg." Teriak Roselia yang langsung dipeluk oleh Vicenzi (ditimpa atau dipeluk ya?).

Vicenzi langsung mengeluarkan cincinnya tersebut dan memasangkan kembali cincinnya itu ke jari manis Roselia, dan langsung dipeluk erat.

"Aku senang, kamu jadi tunanganku lagi~/lv."

Muka Roselia malah makin memerah seperti kepiting rebus campur tomat campur cabe, sampai membuat Vicenzi mencubitnya.

"IKHHH! BIKIN GEMES DEH~!"

"SAKITTT!/sob."

Selama 10 detik Pipi Roselia dicubit- cubit, sampai merah dan bengkak kayak Crayon shinchan.

"Sakit banget tau gak!/ire." Marah Roselia dan langsung menginjak kaki Vicenzi dengan keras.

"AAAHHH~! SAKIT!" Vicenzi teriak sambil lompat-lompat kaya kelinci jadi-jadian.

"Balik yuk~/gg" Kata Roselia sambil ketawa setan seperti merasa tidak bersalah.

Saat ingin jalan, Roselia langsung diangkat tubuhnya kaya cewek diculik sama penjahat oleh Vicenzi, dan langsung berlari kearah pelabuhan.

"Turunin gak! TURUNIN!"

"GAK MAU~! SEBAGAI HUKUMAN, KAMU HARUS MENURUT YA!/Heh,/gg."Kata Vicenzi licik (dalam hatinya kegirangan).

"OGAH! NGAPAIN JUGA NURUT SAMA KAMU! TURUNIN GAK! TOLONG! AKU DICULIK SUMANTO!"

"OI, SUMANTO KAN UDA TOBAT!" Teriak Vicenzi balik.

"Oh iya baru inget. Bodohnya aku! Tapi tetep aja TURUNIN!"

"Ogah! Pokoknya kau harus menurut. Oke!"

"Ukhh~!/an."

Roselia langsung ngambek balik sedangkan Vicenzi hanya cengengesan karena bisa balas dendam.

"Eh, Vic.."

"Apa?"

"Besok ke Prontera yuk." Usul Roselia.

"Tumben…Katanya gak mau gara-gara peristiwa itu."

"Ya uda gak usah.." Kata Roselia ketus.

"Eh boleh kok, boleh kok. Sekalian kita cari baju pengantin. Hehehe…"

"NAJIS! WONG AKU MAU KUNJUNGIN MAKAM AYAH DAN IBU AKU KOK!" Teriak Roselia di depan telinga Vicenzi.

"Ya, uda gak usah teriak kenapa./sigh." Kata Vicenzi sambil mengorek-ngorek kupingnya, untuk ngecek tuli atau gak.

"Terus..Aku ingin ngomong sesuatu disana besok sama kamu.

"Kenapa gak hari ini saja..?" Tanya Vicenzi polos.

"Kalau begitu…..Ummm…".

Roselia berpikir selama beberapa saat dan dia tersenyum.

"Bagaimana kalau kita berpisah sekarang..?"

BRUK!

Vicenzi langsung kepleset, dan membuat muka Roselia terkena aspal di depan kapal.

"BERPISAH! APA MAKSUDMU!" Teriak Vicenzi saking gak percayanya.

"Bukan berpisah sebagai tunangan tetapi, aku ingin mandiri…" Kata Roselia sambil mengelap hidungnya yang mimisan.

"Tapi, kalau kamu terluka gimana! Nyasar gimana! Terus kalau kamu selingkuh gimana!"

Roselia hanya menghela nafas dan langsung menonjok pelan pipi Vicenzi.

"Vicenzi, aku ini sudah 16 tahun, terus aku ini kan sudah dewasa, gak mungkin nyasar. Lalu aku ini gak bakal selingkuh kok! Tenang saja!" Kata Roselia dengan senyum.

Vicenzi yang mendengar jawabannya itu hanya bersedih dan langsung memeluk Roselia.

"Janji kamu gak boleh selingkuh! Terus kamu harus kirim surat 3 bulan sekali ya! Terus, gak boleh terluka, gak boleh nyasar, sering BBM-in(lho!), bla bla bla bla….." Kata Vicenzi panjang lebar.

"Iya-iya…Aku bakal kasih kabar kok tenang saja. Tapi, besok tetap harus jadi pergi ke Prontera. Dan disana adalah pertemuan terakhir kita mengerti!" Kata Roselia tegas.

Vicenzi hanya tersenyum kecil dan mengangguk lalu dia melanjutkan gendongan dia.

"TURUNIN! NOOOOO~~!"

Roselia berteriak sedemikian rupa sedangkan Vicenzi hanya tersenyum cengengesan.

Malamnya di penginapan Aldebaran, kamar Sharon dan Roselia….

"WHAT THE! JADI KAMU MAU PERGI DARI GUILD!/omg." Teriak Sharon yang seperti biasa bisa terdengar sampai 1 penginapan. (Vicenzi dan Aki sudah earmuff).

"Iyaaa…Dan kumohon sebisa mungkin kamu mengecilkan suaramu itu./swt" Kata Roselia sambil menutup kupingnya yang bentar lagi bakal budek. Sharon hanya ketawa datar.

"Terus, kapan kamu pergi?"

"Besok, setelah kita mengunjungi Prontera." Kata Roselia dengan senyum polos.

Sharon mula-mula diem, dan dia langsung memeluk Roselia dengan kecang.

"Uphh! Sharon! Le..Pas..Kan..A..Ku….!" Kata Roselia gelagapan karena sesak.

"Hiks…"

"Eh? Kau menangis?"

Hening….

40 detik…

60 detik…

1 menit 2 detik…

"HUWEEEEE!"

"AP…!" Roselia makin dipeluk kencang oleh Sharon.

"JANGAN PERGI! HUWEEE!/sob." Teriak Sharon yang nyaring karena menangis seperti kuntilanak beranak, membuat Vicenzi , Aki dan semua pelanggan termasuk kafra pingsan karena shock. (Earmuff tidak berfungsi.

"JANGAN PERGI PLEASE! HUWEEEE!"

Roselia yang hampir pingsan karena shock hanya tersenyum dan mengusap kepala Sharon seperti anak anjing.

"Sudah-sudah jangan menangis..UPHH!"

Sharon malah makin kencang memeluknya dan malah membuat Roselia makin sesak nafas.

"JANGAN PERGI, JANGAN PERGI! KALAU KAMU PERGI AKU TIDAK PUNYA TEMAN BERANTEM DAN NGOBROL LAGI!" Teriak Sharon yang bikin kuping Roselia makin pengang.

Roselia hanya terdiam sambil mengorek-ngorek kupingnya lagi membiarkan Sharon menangis saja.

"Nanti kamu tinggal BBM aku aja lah~ uda ah ayo tidur! Jangan nangis terus kaya anak kecil!" Kata Roselia berusaha melepaskan diri.

Sharon langsung menurut saja dan masih terisak- isak. Roselia yang melihat tampangnya yang cengok itu langsung tertawa terpingkal- pingkal.

"WAHAHAHAHAHAHA! SHARON, KAMU TUH ANEH BANGET SIH! BIKIN NGAKAK! WAHAHAHAHAHA! HIHIHIHIHI! WAJAHMU MALAH MAKIN MIRIP SEPERTI ORANG UTAN YANG SUDAH TUA SEDANG MANYUN! HAHAHAHAHAHAHA! NENEK ORANG UTAN!HAHAHAHAHAHA!HIHIHIHIHIHIHIHI!" Teriak Roselia sambil ketawa guling- guling, tanpa menyadari adanya aura jahat dari Sharon.

"KUBUNUH ROSELIA NOIR! ANAK DURHAKA KAMU!BUNDO KUTUK KAU JADI BATU! HEAHHH!"

"HUWAAAAA! GYAAAAA! AKU BAKAL DIBUNUH!" Teriak Roselia saat melihat Sharon melempar meja ke arahnya.

"BRAK!BRUK! DUAK!PRANG! DUK! BUK! GEDEBUK! BRAK! PREKK!PRAN!PRING!PRUNG!PRENG!PRONG!JEDER!" (Anda bisa membayangkan bagaimana keadaan mereka berdua.)

Meanwhile, di kamar Vicenzi dan Aki….

"Aki…"

"Ya?"

"Besok, kau harus mengganti semuanya dengan uangmu."

"Ogah.."

"WHAT! Kenapa!"

"Sori cuy, aku gak mau kasih duit kecuali kalau mau patungan aja." Kata Aki sambil mengancungkan jempol andalannya.

"Tapi kan biaya ganti perabotan penginapan inikan cuma sekitar 5 juta zeni."

"Cuma! Ketua, apakah anda tidak berpikir kalau kumpulin duit tuh susah! Apa lagi aku tuh kena rampok 1 juta nih!/an." Kata Aki marah.

"Mangnya duit kamu berapa sekarang?"

"Umm….70 juta zeni…./no.1"

GUBRAK!

Vicenzi langsung jatuh ala anime.

"Kalau begitu kamu kasih aku 2.500.000 zeni, kalau aku bakal kasih 2.500.000 zeni juga. Setuju?" Tanya Vicenzi.

"Ok deh..Tapi ketua mesti ganti juga ya uangku. Terus kalau gak ukup gimana?" Tanya Aki dengan senyum.

"Gampang! Kita palak tuh cewek barbar si Sharon."

"Roselia gak?"

"Gak, orang yang duluan nyerang si Sharon, jadi Sharon yang salah dong! Uda ah yuk tidur! Besok aja kita kasih tau mereka." Kata Vicenzi dan langsung pergi tidur.

"Oke deh, met tidur." Kata Aki dan langsung mematikan lampunya.

Mereka berdua berusaha tidur karena kamar sebelah mereka masih terdengar suara-suara KDRT, sampai Aki memakai poringnya lagi sebagai earmuff, dan Vicenzi memakai earmuff lalu menutup kepalanya dengan bantal 2 lapis.

Blood: YAK! CHAPTER 4 SELESAI! Maaf untuk para pembaca kalau gak ada judulnya karena aku tidak terlalu pintar cari judul! Jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya! Tapi tetap enjoy ya bacanya! YEAH!

Roselia: TOLONG AUTHOR!

Blodd: Waduh parah! Si Roselia malah bawa-bawa si nenek ubanan lagi kesini! KABURR!

Sharon: KUBUNUH KALIAN SEMUA! HEAHHH! *Ngejer Blood dan Roselia sambil bawa gergaji mesin*