▒Aishiteru, Arigatou to Sayonara░

Sakura menutup handphonenya dan keluar dari mobil BMW berwarna hitam miliknya yang sudah ia parkirkan. Ia memandangi Handphone berwarna putih mengkilat itu dengan mata berkaca-kaca saat keluar dari mobil itu. Mengenang masa yang ia lewatkan 5 tahun yang lalu, masa dimana dia mengucapkan kalimat yang bahkan ia`pun tak menyangka dapat diucapkan olehnya, kalimat yang ia utarakan kepada cinta pertama yang menyakitkan untuk di kenang kembali, namun apadaya ia tak mungkin menolak ingatan masa lalu itu kembali kedalam memorinya karna sekarang ia sedang menginjak tempat dimana ia mendapat kenangan pahit itu

.

.

.

"Untuk mengucapkan selamat tinggal. " Ucap Sakura pelan dengan tersenyum lembut.

"Eh?. " Naruto melihat kearah Sakura dengan ekspresi muka kaget.

"K..kau bilang apa tadi?. " Tanyanya.

"Aku bilang aku ingin mengucapkan.. " Sakura menghentikan kalimatnya memasang senyum lembut diwajahnya, senyum terakhir yang mungkin akan diberikan kepada Naruto, Sakura menatap lurus kepada Naruto, terlihat wajah Naruto sedikit memerah, wajah yang mungkin terakhir kali akan Sakura lihat.

"Aishiteru, Arigatou to.. Sayonara Naruto."

"Ma..maksudmu apa Sakura? "

"Maaf aku hanya bisa memberi tahumu hanya sampai sini, maaf Naruto. " Sakura membalikan tubuhnya, membelakangi Naruto, senyum yang tadi menghiasi wajahnya menghilang, matanya terpejam, menahan sekuat tenaga agar air mata tak jatuh kembali

"Sa..Sakura-chan.. ma..maksudmu apa? Aku sama sekali tak mengerti. " Ucap Naruto dengan ekspresi khawatir yang jelas sekali terlihat diwajahnya, Naruto menggerakkan tangannya untuk menyentuh tangan Sakura, dan membuat Sakura melihat kearahnya

"Sa..Sakura-chan.. "

Sakura sudah tak sanggup lagi membendung air matanya, akhirnya kristal-kristal putih itu`pun keluar dari mata emerald milik Sakura, Sakura menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya, menutupinya agar Naruto tidak melihat wajah yang sudah lama Sakura sembunyikan darinya.

"Sa..Sakura-chan, kau.. kenapa? " Tanya Naruto seraya menghapus sedikit air mata yang menggenang dimata Sakura. Sakura mendorong Naruto menjauh darinya, yang membuat munculnya ekspresi khawatir dan bingung di wajah Naruto.

"Sakura-chan?. " Tanya Naruto

Sakura mengelap air matanya dengan menggunakan punggung tangannya, lalu ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya dalam satu hembusan, ia menatap Naruto sekali lagi dengan menampilkan senyuman terbaiknya didepan Naruto, senyuman palsu yang dapat dengan mudah menipu Naruto

"Aku gak kenapa-napa kok, Naruto. " Ucap Sakura dengan senyuman yang membohongi hatinya sendiri

"Lalu maksudmu apa bicara seperti itu?. " Tanya Naruto

"Maksudku... Kau lupakan aku Naruto. "

"Ha? Aku tak mengerti Sakura-chan.. "

"Kau harus mengerti ini, biarkan aku pergi Naruto, besok kau pasti akan mengerti. " Sakura membalikan badannya dan berlari menjauh sebelum tangan Naruto kembali menangkapnya, dari kejauhan Sakura berteriak..

"SAYONARA NARUTO!. " Sakura melambaikan tangannya tanda perpisahan yang mungkin untuk selamanya, lalu ia kembali berlari menuju sebuah mobil yang sedari tadi menunggunya di gerbang sekolah, lalu sesampainya ia ke mobil itu, ia masuk kedalam mobil itu, di kursi belakang disebelah ibunya

"Sakura, kau siap? "

"Ya"

"Apa semua temanmu sudah kau ucapkan sayonara? "

"Ya? "

"Kau yakin tak ada yang tertinggal, karna kita tak akan kembali ke sini sampai waktu yang tak bisa ditentukan, Sakura"

"Ya, ibu aku tau itu, sekarang lebih baik kita cepat pergi dari sini! "

"Baiklah, pak ayo jalan.." Ucap ibu Sakura kepada supir yang akan mengantarkannya ketempat tujuan, Sunagakure

.

.

.

Sakura POV

Ya, sudah lima tahun aku pergi dari Konoha ke Sunagakure untuk melanjutkan sekolahku, dan sekarang aku`pun sukses menjadi seorang dokter terkenal disana dan mendapat tugas untuk menjadi dokter di Konoha ini, sebenarnya aku ingin sekali menolaknya namun itu sangat sulit karna yang memintaku untuk jadi dokter disini adalah teman terbaikku di Suna, Temari, maka akhirnya aku`pun menjadi dokter disini. Aku terus berjalan menuju taman dimana aku akan bertemu dengan seseorang dokter dari rumah sakit Konoha untuk mengantarku ke rumah sakit itu, aku berjalan dengan sedikit menatap bunga-bunga sakura yang terbawa angin di depanku,

'Seperti waktu itu.. ' Batinku

Ya, ini persis seperti saat aku terakhir bertemu dengannya, jika ada yang bertanya bagaimana perasaanku dengannya, aku akan menjawab 'aku masih mencintainya', Ya, aku akui mungkin aku dan dia sudah tak lagi bertemu bahkan memberi kabar`pun tidak selama lima tahun ini, namun apadaya aku sama sekali tak bisa membuang perasaanku ini darinya, bahkan aku`pun dapat menolak seseorang lelaki yang paling populer namanya Sasuke, dia mengungkapkan perasaannya kepadaku namun aku tolak dengan halus.

Sebenarnya yang menjadi pikiranku, kenapa aku sama sekali tak bisa mencintai seseorang selain dirinya? Padahal masih banyak cowok didunia ini kan? Apa aku sudah terlalu dalam mencintainya? Yang pasti sampai saat ini`pun aku tetap mencintainya. Yah.. kalau boleh jujur, sampai saat ini aku selalu berharap dia kembali mencintaiku, jika itu benar terjadi aku tak akan menolaknya lagi, aku tak akan membuat diriku menyesal seperti dulu lagi. Aku menghentikan langkahku tepat saat aku melihat seseorang lelaki yang mengenakan jas dokter yang berwarna putih diantara puluhan pohon sakura, tangannya menggapai salah satu ranting pohon sakura yang paling dekat dengannya dan mematahkan sedikit ranting itu, dia melihat kearah bunga sakura yang berada diranting yang ia patahkan dari pohon itu, lalu ia`pun sadar kalau sedari tadi aku memandangnya, dan ia memandangku balik.

Aku tertegun melihat seseorang didepanku, dia memiliki rambut berwarna kuning jabrik, mata blue sapirenya melihat lurus kearahku, senyum lembut muncul diwajahnya, senyum, wajah dan mata yang sangatku kenal, ja..jangan-jangan dia..

"Na..Naruto?. " Tanyaku

"Lama tak ketemu ya.. Sakura-chan. " Jawabnya dengan senyum yang sudah lama tak kulihat, aku membalas senyumannya

"Ya, sudah lama ya.. Naruto. " Aku dan Naruto berjalan bersebelahan dengan hening yang menyelimuti kami.

"Seperti waktu itu.. " Gumamnya pelan, aku melihat kearahnya dengan ekspresi bingung

"Waktu kau mengucapkan salam perpisahan itu. " Ucapnya pelan

"Ya, kau benar, ah, Iya bagaimana hubunganmu dengan Hinata, apa kau sudah menikah dengannya Naruto?. " Ucapku yang sangat menyakiti hatiku saat mengucapkannya

"Hum, aku belum menikah dengannya.. kau tau setelah kamu mengucapkan kalimat itu, besoknya aku mendapat kabar kau pindah ke Sunagakure dan aku memutuskan untuk tidak lagi pacaran dengan Hinata. " Jelas Naruto, mendengar ucapan Naruto membuat mukaku memerah

"Ke..kenapa kau me..memutuskannya Naruto?. " Tanyaku terbata-bata

"Karna aku sadar sesuatu.. " Naruto menghentikan ucapnnya dan melihat kearahku yang dengan ekspresi bingung sekaligus malu dilihat Naruto yang aku akui kalau dia sekarang terlihat sangat tampan dimataku

"Sadar kalau aku masih mencintaimu, Sakura. " Ucapnya dengan lancar, sedangkan aku hanya menatapnya tak percaya dengan apa yang ia ucapkan tadi

"A..apa aku bermimpi Na..Naruto?. " Tanyaku dengan sedikit mencubit pipiku

"Bukan ini kenyataan Sakura. " Ucapnya seraya menghentikan langkahnya, aku`pun mengikutinya

"Bo..bohong. " Ucapku terbata-bata dengan muka yang sangat merah

"Kau mau bukti kalau ini kenyataan?. " Naruto mendekatkan wajahnya ke wajahku, sadar kalau jarak wajahku dan wajahnya semakin menipis aku menutup mataku namun aku`pun membuka mataku karna merasakan sentuhan aneh di keningku

"Menurutmu itu mimpi, Sakura?. " Ucapnya seraya melepaskan ciumannya dari keningku dan tersenyum, aku menggeleng pelan dengan memegang keningku, walau`pun hanya sebentar aku merasakan itu semua nyata

"Ini kenyataan... " Ucapku pelan dengan wajah yang sudah -sangat- merah, dia tersenyum kepadaku dan kembali melanjutkan langkahnya, dan aku pun mengikutinya

"Maaf, aku seenaknya saja mencium keningmu, padahal aku`pun tak tau kau tetap mencintaiku atau tidak. " Ucapnya, aku menghentikan langkahku dan ia`pun berhenti 3 langkah didepanku

"Ma..maaf, Sakura anggap saja kalimat tadi tak pernah kuucapkan karna aku tak mau kau menjauh lagi dariku. " Paniknya didepanku

"A..aku tak akan pernah mau menjauh darimu lagi.. " Ucapku pelan denggan menunudukan kepalaku

"Ma..maksudmu kau masih-. " Ucapan Naruto kupotong

"Ya, Aku masih mencintaimu, tetap mencintaimu dan aku tak mau lagi menyesal seperti dulu karna aku menjauh darimu. " Ucapku dengan melihat matanya dengan senyum manis yang kupersembahkan hanya untuknya

"Jadi.. dengan ini kita berpacaran ya, Sakura. " Ucap Naruto dengan membalas senyumku dan mengulurkan tangannya kepadaku

"Ya, Itu Pasti. " Aku membalas uluran Naruto dan saling mengaitkan jari-jemari kita berdua, saling bertatapan dan tersenyum diantara bunga-bunga sakura yang menjadi latar cintaku kepadanya yang terbalas.

'Kau tau Naruto ternyata aku salah, aku berpikir Aku akan selalu mencintaimu sampai seseorang mengisi tempat dihatiku yang kosong karnamu, ternyata aku salah karna..' Aku melihat kearah Naruto

"Ada apa?. " Tanyanya

"Hum.. tidak, tak ada apa-apa. " Jawabku dengan senyum

'Karna.. Aku tak mungkin mencintai seseorang selain dirimu, Cinta pertama dan terakhirku'

▒FIN░

A/N: sekarang beneran FIN, Huueee... Mii bikin ini bukannya Based on true story ini adalah keinginan Mii dengannya.. hiks.. hiks., O,ya fic ini seharusnya oneshot, namun karna ada yang minta sekuelnya dan karna saya males bikin sekuelnya saya buat jadi chp 2 yang kaya epilog ya? Boleh kan?

-Sabaku Tema-chan: Hueee... sama MII juga gak rela endingnya kaya gitu tapi apa boleh buat 'dia'nya memang jadian sama dia jadi ya gitu, Mii juga maunya ending NS gitu.. *masih berharap kalau dia berpaling kepada Mii*, dan chapter ini semuanya Harapan Mii kepadanya.. gitu.. *Hiks.. padahal belom tentu terjadi* jadi endingnya NS, Arigatou and RnR again please..

-RieHanaKatsu: Hyaaa.. Mii gak nyangka kalo ada temen senasib.. ng.. kalo sekuelnya dijadiin chap 2 yang menurut Mii kaya epilog *padahal gak ada prolog* gimana? Boleh ya! *maksa* dan chp 2 ini sebenarnya keinginnan asli Mii yang memang ingin 'dia' berpaling kepada Mii lagi gitu.. jadi ini belum Mii alamin ya.. pengennya sih dialamin sih.., Eng.. anu Rie-chan review-nya kok langsung dua, kenapa? Arigatou and RnR again please...

Bolehkah, MII publis ni Fic? Kalau tidak, akan Mii delete ni Fic.

Ok. Seperti biasa para Senpai, Readers, Reviewers sekalian jangan lupa review fic abal ini ok. Jaa minna, See you soon! ARIGATOU AND RNR PLEASE!..