Hallo minna!

Chap.4 datang

Gomen kalau jelek

Nori nggak minta review kok

Tapi di reviw lebih bagus

Chapter 4

New Student

'Eh, anak perempuan beryukata, aneh… ada perayaan ya?' batin Tenten sambil terus berlari

"Tidak usah, aku ingin datang diam-diam dan memberi kejutan pada Kak Neji" kata anak

perempuan itu

Gerbang KJHS

"Wa… siapa anak itu?"

"Wa… manisnya"

"Wa… tuan puti dari mana tuh?"

Itulah tanggapan murid-murid KJHS saat melihat sesosok gadis berambut biru tua yang memakai yukata berwarna lavender lembut

"Gomen, Kak Neji Hyuuga ada di mana ya?" tanya anak itu pada murid-murid

"Kau saudaranya Neji?" tanya salah seorang murid

"Iya, aku saudaranya" jawab anak itu

"Hm…. Baiklah, akan ku antar kau ke tempat Neji" katanya dengan tampang licik

Tok…tok…

"Gomen, aku telat" kata Tenten saat membuka pintu ruangan klub basket

"Lama sekali!, seharusnya sebagai wakil ketua, kau tida boleh telat" nasehat Neji

"Ma…maaf" kata Tenten

"Sudahlah, lagipula sudah selesai, Neji, Tenten, kami ke kelas dulu ya…" kata Ino

"Neji, gomenne… aku sudah buru-buru kok" kata Tenten

"Dasar… naik pohon lagi ya?, ada daun nyangkut nih" kata Neji sambil mengambil daun dari

poni Tenten

"A…arigatou" kata Tenten dengan muka memerah

"Ayo kita ke kelas" ajak Neji

"Ya" jawab Tenten

Di perjalanan ke kelas

"Neji Hyuuga, lihat ini!" kata murid yang membawa anak perempuan tadi

'Itu kan, anak yang tadi pagi?' batin Tenten

"Kak Neji!" kata anak itu senang

"Hinata!" kata Neji panik

'Eh, mereka sudah saling kenal, temannya Neji?' batin Tenten

"Kalau tidak mau dia terluka, sebaiknya kau mundur dari OSIS" ancam murid itu

"Licik kau Ijima!, lepaskan Hinata!" kata Neji panik, dulu Ijima ada bendahara OSIS, tapi Ijima

terpergok Neji, dia memakai uang itu untuk keperluan pribadinya, Neji selaku ketua OSIS langsung mengeluarkan Ijima dari panitia OSIS, karena itulah Ijima dendam pada Neji

'Neji yang selalu tenang, sekarang tampak berapi-api' batin Tenten

"Go…gomen kalian ini penjahat ya?" tanya Hinata polos

"Hinata" Neji dan yang lainnya sweatdrop

"Berisik, tawanan diam saja!" ancam Ijima
"Jadi aku ditawan ya?" tanya Hinata, tiba-tiba saja Hinata menyerang Ijima dengan teknik

Aikidonya yang lembut tapi mampu membuat Ijima menghantam lantai, lalu kabur

"Hinata, kau tidak apa-apa?" tanya Neji

"Kak Neji, aku kangen" kata Hinata sambil memeluk Neji

'Apa, dia apa-apaan sih?' batin Tenten

"Ee…eh Hinata" kata Neji sambil melepas pelukan Hinata

'Lho, kok aku jadi sebel sih…' batin Tenten

"Tenten, kenalkan, ini Hinata sepupuku" kata Neji

"Aku Hinata Hyuuga. Murid baru kelas 8A, salam kenal!" kata Hinata

"A…aku Tenten. Salam kenal" kata Tenten

"Wah… Hinata balik lagi ke Konoha" kata Sasuke

"Kenal Sasuke juga ya?" tanya Tenten

"Dulu, Hinata juga sekolah di Konoha Elementary School, tapi dia pindah" jelas Sasuke

"Dulu, aku dan Neji itu sekelas, dan Hinata adik kelas kami, Hinata sering bilang kalau dia ingin

jadi istrinya Neji, haha…" lanjut Sasuke

"Sekarang juga masih kok, Kak Neji kan tunanganku" kata Hinata

"Hinata?" kata Neji

"Aku serius kok, aku pulang untuk menjadi istri Kak Neji" kata Hinata

'A…apa, istri Neji?' batin Tenten

'Wa.. kenapa ini?, kenapa aku merasa sebal…' batin Tenten

Klang…sesuatu terjatuh dari saku Tenten

"Ada yang jatuh" kata Hinata mengambil benda itu

"I…ini kan jam saku kak Neji" kata Hinata kaget

"Iya, ini pemberian Neji" kata Tenten

"Pemberian?, aku menantangmu bertanding!" kata Hinata marah

"Jam ini benda yang berharga bagi Kak Neji, dulu Kak Neji bilang hanya akan memberikan jam

ini pada orang yang special, betul kan?" kata Hinata

"Hinata, tunggu dulu, ini hanya tanda persahabanku dan Tenten. Kau salah paham" kata Neji

"Aaa… ta..api… maaf, kalau sudah menyangkut Kak Neji, aku jadi lupa diri" kata Hinata

"Iya, tidak apa-apa" kata Tenten

"Sebagai permintaan maafku, aku mengundangmu ke pestaku besok. Datang ya! Teman-teman

Kak Neji yang lain juga diundang kok!" kata Hinata

"Baiklah, aku datang" kata Tenten 'Ternyata Hinata anak yang baik' batin Tenten

Di Kelas

"Tenten, kau tidak cemas?" tanya Temari saat Tenten baru duduk

"Cemas apa?" Tenten bertanya balik

"Soal Neji punya tunangan" sambung Sakura yang duduk di depan Tenten dan Temari

"Hinata ya?, dia baik kok" kata Tenten

"Kau tidak takut Neji diambil gadis lain?" tanya Ino

"Yang paling kau inginkan bersamamu…" kata Ino

"Yang paling kau inginkan disampingmu…" kata Sakura

"Adalah Neji kan?" tanya Temari

"Hey… apa yang kalian bicarakan sih?" tanya Tenten tak mengerti

"Tenten, kami ini sahabatmu" kata Temari

"Walaupun kau tomboy, kami tau" kata Sakura

"Kau menyukai Neji kan?" tanya Ino

"Ayolah, kau mengaku saja" kata Sakura

"Kami menyayangimu, kami hanya tidak ingin melihatmu sedih nantinya" kata Temari

"Neji itu hanya temanku, tidak lebih, kalian diundang ke pestanya Hinata kan, berangkat sama-

sama ya…" kata Tenten sambil tersenyum

"Baiklah, kau mau menghadiri pesta itu?" tanya Temari

"Tentu saja" kata Tenten

Temari, Ino, dan Sakura hanya tersenyum pahit sekaligus bangga mendengar jawaban Tenten. Tenten memang perempuan yang kuat dan tegar, dalam kondisi apapun, mereka tidak pernah melihat Tenten menangis, karena itulah mereka bangga mempunyai sahabat seperti Tenten.

Skip Time

Menjelang pestanya Hinata, Di rumah Tenten

Tok…tok

"Tenten, kau sudah siap?" tanya Sakura yang memakai gaun merah muda selutut

"Sudah" kata Tenten membuka pintu

"Kau ini! masa datang ke pesta pakai baju itu sih…" kata Ino, ya, Tenten hanya mengenakan baju biasa, sedangkan teman-temannya yang lain memakai gaun

"Sudalah Ino, tidak apa-apa" kata Tenten

"Ayo! Kami akan mendandanimu" kata Ino senang

"Tenten, apa kau tidak punya gaun?" tanya Ino

"Tidak" kata Tenten pasrah saat Ino sedang membongkar lemarinya

"Dasar Ino! Lihat, lemari Tenten kan jadi berantakan" kata Temari

"Tidak apa-apa, Tenten harus tampil cantik kali ini" kata Ino

"Hey…apa ini?" tanya Ino saat menemukan baju berwarna merah tua

"Tenten, kau pakai ini saja ya" kata Ino

"Aaaa…Ino, itu baju ibuku" kata Tenten

"Tidak apa-apa, bagus kok!, kalau kau yang pakai pasti manis, cepat pakai!" kata Ino

"Baiklah" kata Tenten, menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian, kalau tidak menurut, Ino akan terus berbicara, cerewet sekali

"Wah… Tenten, kau pantas sekali, memakai baju itu" kata Sakura setelah Tenten keluar

"Iya… kau cantik" kagum Temari, Tenten sekarang memakai baju terusan khas Cina tanpa tangan yang panjangnya sampai kaki

"Ayo berangkat" ajak Tenten

"Tidak bisa, rambutmu jangan dicepol, lebih bagus digerai" kata Ino

"A… Nggak mau! Ino jangan!" kata Tenten menatap Ino dengan muka memelas

Sakura dan Temari hanya tertawa melihat tingkah mereka

"Tidak bisa" kata Ino sambil menarik paksa 2 cepol Tenten

"Ino, jangan!" jerit Tenten

"Kau ini, baiklah, aku tidak akan menggerainya, digerai sedikit saja" kata Ino

Ino kemudian mengikat rambut Tenten menjadi diuntun, tapi untun cepol, dan rambut bagian depannya tergerai sedikit. Dandanan Tenten tampak serasi dengan pakaian Cina nya.

"Ayolah! Kita berangkat! Nanti telat" ajak Temari pada sahabat-sahabatnya itu

To Be Continue

Chap.5 bakal ada pestanya

Baca terus ya!