Hallo minna!

Chap. 5 update nih

Baca ya…

Nori nggak minta review kok

Tapi, di review lebih bagus

Chapter 5

This Feel is True

Para tamu undangan mulai memasuki gedung mewah milik klan Hyuuga itu untuk memeperingati kedatangan seorang penerus klan Hyuuga kembali ke Konoha. Banyak sekali tamu undangan terkemuka hadir ke pesta ini, klan Hyuuga memang merupakan salah satu klan terkenal di Konoha.

"Kemana sih mereka, lama sekali!" kata Neji

"Wanita itu butuh waktu lama untuk berdandan" kata Sai

"Kalian sudah menunggu ya?, gomen, lama" kata Temari baru datang bersama Tenten, Ino, dan Sakura

Para laki-laki terpaku melihat mereka, kali ini mereka tampil beda sekali, cantik…

"Kak Neji! Tenten!" panggil Hinata

"Hinata! Terimakasih ya, undangannya" kata Tenten

"Iya, disini juga banyak makanan enak lho!" tawar Hinata

"Wah, Iya, ayo makan!" kata Tenten

"Kak Neji, ayo beri salam pada ayah" kata Hinata menggandeng lengan Neji

"Maaf Tenten, aku pergi sebentar dengan Hinata" kata Neji

"Ah... ya, Temari, Sakura, Ino, mau makan ap…" perkataan Tenten terpotong, ternyata teman-temannya sedang berdansa.

"Itu tunangan Hinata ya?"

"Mesra ya…"

"Mereka serasi"

Itulah tanggapan orang-orang mengenai Neji dan Hinata

'Mereka memang serasi, Neji pun sangat baik pada Hinata, seperti pacar sungguhan…' batin Tenten sambil memakan salah satu makanan yang ada si stand

"Kya…" jerit Hinata terdorong orang

"Hinata, kau tidak apa-apa?" tanya Neji menangkap Hinata sebelum jatuh

'Nyut... perasaan apa ini?, dadaku rasanya sesak sekali' batin Tenten dan lari menjauh dari kerumunan pesta.

Tap…tap…tap

Tenten terus lari menjauh, hingga ia sampai di sebuah taman

"Ngg… di mana ini?" tanya Tenten tidak mengenali tempat itu

"Yah, biarlah…" kata Tenten sambil duduk di tepi air mancur

'Lagipula Neji bersama Hinata… pesta sehebat apapun, makanan seenak apapun, jadi terasa membosankan kalau nggak ada Neji' batin Tenten lirih

"Sedang apa disini?" tanya Neji

"Neji sendiri?, nggak apa-apa ninggalin Hinata?" Tenten balik bertanya

"Huh… aku bosan dianggap tunangannya, makannya aku kabur" kata Neji sambil duduk

"Betul nih?, Hinata pasti kerepotan calon suaminya lenyap…" kata Tenten

"Hey… siapa yang calon suaminya?" kata Neji

"Itu keputusan orang tua kami, aku tidak setuju!" lanjut Neji

"Oh…Begitu…" kata Tenten

"Tentu saja, lagipula aku kan masih SMP" kata Neji

"Lagipula, aku sangat senang bersama kalian di sekolah" lanjut Neji sambil menatap Tenten

"Iya, aku juga senang…" kata Tenten tersenyum balas menatap Neji

Angin sore berhembus pelan, menambah kehangatan di taman itu

"Yang paling kau inginkan bersamamu…"

"Yang paling kau inginkan disampingmu…"

"Adalah Neji kan?"

'Benar, yang kuinginkan terus bersamaku adalah Neji…'

"Kak Neji!" teriak seseorang

"Itu suara Hinata" kata Tenten

"Ga..gawat" kata Neji

"Kak Neji dimana?" teriak Hinata yang belum menemukan Neji

"Lari, Tenten!" kata Neji menarik tangan Tenten

"Kak Neji, tunggu!" kata Hinata

"Pagar tembok" kata Tenten

"Lompat Tenten! Cepat! Aku topang!" kata Tenten

"Ok!" kata Tenten

Tap…Tap…Syut…

Tenten berhasil melompat dan mendarat dengan mulus

"Gomen Hinata, tolong beritahu yang lainnya. Kami berdua pulang pulang duluan karena cape" kata Neji sambil melompati tembok

'Kak Neji… kenapa bareng Tenten?' batin Hinata

"Ah... susah sekali pakai baju ini" kata Tenten

"Tenten, gomen , aku malah menyuruhmu lompat, padahal kau pakai rok" kata Neji

"Tidak apa-apa kok, lagipula aku nggak cocok tampil begini" kata Tenten

"Cocok kok, cocok sekali..." kata Neji berjalan mendahului Tenten

"Ketemu!" kata seorang lelaki aneh mendekap Tenten dari belakang

"Tenten!" kata Neji panik

"A…ayah?" tanya Tenten

Pria berambut batok dan beralis tebal itu tertawa lebar, sebenarnya pria bukan ayah Tenten, dia adalah orang yang selalu membantu di panti, dia sangat aneh, tapi juga baik, namanya Guy, dipanti, dia sering disebut ayah.

"Apa kabar Tenten?" tanya ayah

"Wah, tumben ayah mengunjungiku…" kata Tenten

"Ayah datang mejempumu, kita kembali ke Cina" kata Ayah

"Eh?" kata Tenten bingung

Di apartement Tenten

"Untuk sementara ayah tinggal di apartement sebelahmu. Sementara itu, pikirkan dulu baik-baik. Tapi, tidak apa-apa kalau Tenten masih mau tinggal disini" kata ayah

"Baiklah" kata Tenten

Pada malam hari, Tenten begitu kebingungan, apakah ia akan pulang ke Cina?, atau tetap di Konoha?, ia begitu resah memikirkannya, kalau Tenten ke Afrika, ia akan berpisah dengan semuaya, juga dengan Neji…

Esoknya

"Neji!" kata Tenten saat ia melihat Neji melewati rumahnya

Nejipun menoleh, Tenten segera mengampirinya

"Kemarin maaf ya, sebenarnya dia bukan ayahku, tapi aku dan anak-anak panti asuhan lainnya selalu memanggilnya ayah, dia memang aneh, tapi sebenarnya baik kok" Kata Tenten
"Jadi, apa benar kau akan pulang ke Cina?" tanya Neji

"Ng… belum tau, sebenarnya aku juga sangat rindu dan ingin pulang ke Cina, tapi aku juga sangat senang tingga di Konoha" kata Tenten

"Tenten… soal Cina, jangan pergi…" kata Neji

To Be Cotinue

Gomen Chap.5 dikit bgt

Oh, ya, sedikit info

Kayaknya mulai dari chap. 4-beres terus Nejiten

Yg Shikatema, Saiino, Sasusaku kayaknya cuma sampe chap.3

Gomenne…

Baca Chap.6 y…