Hallo minna!
Chap. 6 update!
Baca ya…
Gomen yang ini agak telat, libur sih...
Nori nggak minta review kok
Tapi, di review lebih bagus
Chapter 6
My Decision
"Tenten… soal Cina, jangan pergi…" kata Neji
Bagaikan tersambar petir, Tenten tiba-tiba berhenti berjalan, ia ingin mendengar kelanjutan kata-kata Neji yang terdengar menggantung olehnya
"Nanti kau dimakan naga" lanjut Neji
"Apaan sih?, itu kan cuma legenda" kata Tenten tertawa sambil berjalan kembali
Sebelum ke kelas, Neji berjalan menuju ruang OSIS. Disana sudah ada Sai, Sasuke, dan Shikamaru yang juga merupakan anggota OSIS. Neji menceritakan pada mereka tentang kemungkinan Tenten akan pulang ke Cina.
"Apa? Tenten pulang ke Cina?" tanya Sai
"Ya, tapi belum pasti" jawab Neji
"Kau akan mencegahnya kan?" tanya Sasuke
"Itu keputusan Tenten, aku tidak berhak ikut campur" jawab Neji
"Jangan berlagak tenang, Neji!" Shikamaru yang dari tadi diam, tiba-tiba menggebrak meja
"Siapa yang…" belum sempat Neji bicara, perkataanya terpotong
"Jujur saja, bagimu Tenten gadis yang spesial kan?" tanya Sasuke
"Bersikap hati-hati memang baik" kata Sai
"Tapi kalau tidak berterus terang, nanti kau menyesal" timpal Shikamaru
Kali ini Tenten tidak istirahat seperti biasa bersama sahabat-sahabatnya. Tenten ingin sendiri, ia terus memikirkan tawaran ayah. Apa keputusan yang harus ia pilih?, Tenten sangat bingung, apalagi ayah harus pergi seminggu lagi, itu membuatnya harus berpikir lebih cepat. Tenten tidak memberitahukan hal ini pada sahabat-sahabatnya. Tenten tidak mau membuat mereka khawatir.
"Tenten" panggil Hinata
"Hinata, ada apa?" tanya Tenten, kelihatannya Hinata serius sekali
"Ng… ano, a..aku punya permintaan, aku ingin Tenten menjauhi Kak Neji" kata Hinata sambil menundukkan kepalanya
"Apa? Ke...kenapa?" tanya Tenten
"Aku tahu permintaanku egois" kata Hinata
"Tapi aku cemas, aku cemas Kak Neji akan direbut Tenten…" lanjut Hinata, cairan-cairan bening meluncur cepat dari matanya
"Hinata?" kata Tenten, 'Dia bersungguh-sungguh' batin Tenten
"Kemarin aku kaget… saat kabur dari pesta dengan Tenten, Kak Neji terlihat sangat gembira, i…tu pertama kalinya kulihat Kak Neji tersenyum seperti itu…" kata Hinata
"Sepertinya, Kak Neji makin menjauh bila bersama Tenten, aku takut…" lanjut Hinata
"Aku suka Kak Neji, aku ingin berada di dekatnya… ka...karena itu, aku mohon jauhi Kak Neji" lanjut Hinata lagi
"A... ba...baiklah, aku akan penuhi permintaanmu" kata Tenten melihat kesungguhan Hinata
"Benarkah?, arigatou" kata Hinata senang
"Tenten, Hinata?" tanya Neji, tidak sengaja ia melihat mereka, sebenarnya Neji mau menemui Tenten, ia mau membicarakan soal kepergian Tenten, Neji akan mencegah Tenten pergi
Spontan, Tenten langsung pergi, ia sudah berjanji pada Hinata, walaupun hatinya terasa sangat berat melakukannya
"Tenten!" panggil Neji mengikuti Tenten
"Jangan pergi Kak Neji" pinta Hinata
"Kenapa Tenten?" tanya Neji
"Aku meminta Tenten menjauhi Kak Neji" jawab Hinata
"Apa!" kata Neji
"Kak Neji, tapi aku…" kata Hinata
"Bodoh!" bentak Neji
Sepulang sekolah, Tenten langsung pulang, ia sudah tau keputusan apa yang akan ia pilih
"Ayah, aku akan ikut ayah ke Cina" kata Tenten
"Benarkah?, tapi nanti kau tidak bisa bertemu teman-temanmu lagi" kata Ayah
"Tidak apa-apa, aku akan ikut ayah" kata Tenten meyakinkan
"Baiklah, kau mau mengucapkan selamat tinggal pada teman-temanmu dulu kan?, kau bisa menyusul, ayah kan pergi 4 hari lagi" kata Ayah
"Berangkatnya bareng ayah saja, mereka tidak usah tahu" jawab Tenten mantap
Tenten P.O.V
Ya, aku telah memutuskan, aku akan pulang ke Cina saja bersama ayah. Aku akan berpisah dengan mereka, Temari, Ino, Sakura, Sasuke, Sai, Shikamaru, juga Neji… berpisah dengan Konoha JHS dan pemilik apartement. Terimakasih… kalian selalu baik padaku, aku tidak akan pernah melupakan kalian…
4 hari, Kamis pagi, aku berangkat, berarti waktuku sekolah hanya 3 hari… singkat sekali… tapi tidak apa-apa, harus kumanfaatkan, aku ingin bermain sepuasnya bersama sahabat-sahabatku. Aku tidak mau memikirkan Neji lagi, lagipula sudah ada Hinata yang akan menggantikan posisiku
End Tenten P.O.V
Hari pertama
"Hey… aku istirahat bareng kalian ya?" tanya Tenten pada sahabatnya
"Kamu kenapa sih?, biasanya juga kan bareng, kecuali kemarin, kamu kemana?" tanya Temari, ia merasa ada keanehan pada sahabatnya yang satu ini
"Ah… tidak, ayo kita ke kantin" ajak Tenten menyeret Ino, Sakura, dan Temari
"Kalian mau pesan apa?, aku yang pesan" kata Tenten begitu mereka sampai di kantin
"Wah… tumben Tenten yang pesan" kata Ino
"Iya, biasanya paling nggak mau disuruh pesan" timpal Sakura
"Mau nggak nih?, kalau nggak mau aku pesan sendiri" kata Tenten
"Tunggu! Aku pesan nasi goreng sama air putih" kata Temari
"Samain aja kaya Temari!" kata Ino dan Sakura barengan
"Ok!" jawab Tenten dan segera melesat ke kantin, Tenten tersenyum melihat tingkah sahabatnya, yang mungkin tidak akan ia lihat setelah pulang ke Cina
Hari Kedua
"Kalian mau langsung pulang?" tanya Tenten
"Malas… di sekolah dulu yuk?" tanya Temari pada yang lain
"Ok!" jawab Ino dan Sakura
"Kita ke halaman belakang saja, disini masih ramai" kata Tenten
"Tenten!" panggil Neji
Tenten langsung berlari, tidak lupa menyeret teman-temannya
"Kau kenapa?, perasaan setiap ada Neji, kamu selalu menghindar" tanya Sakura
"Nggak apa-apa kok!" jawab Tenten berbohong
"Oh, ya, khusus untuk hari ini, aku mengizinkan kalian mengotak-atik rambutku" kata Tenten, karena biasanya mereka selalu meminta hal itu
"Wah… asyik…" sahut Ino senang
Hari Ketiga, hari terakhir
"Tenten, main tenis yuk!" ajak Ino
"Ok! Aku ganti baju dulu ya…" kata Tenten
"Akhir-akhir ini Tenten terlihat aneh ya?" tanya Temari pada Sakura dan Ino
"Ya, dia jadi berubah" kata Ino
"Seperti memaksakan diri" kata Sakura
Tenten P.O.V
Gomen Ino, Temari, Sakura… tadi aku ke kantor kepala sekolah dulu, mengurus kepindahanku besok. Gomen tidak memberi tahu kalian aku akan pergi… sebenarnya aku tidak mau berpisah dengan kalian… Gomen, mungkin sifatku agak aneh akhir-akhir ini, aku hanya ingin membuat kenangan yang tidak akan pernah kulupakan… Dan, kumohon jangan sedih jika aku pergi nanti
End Tenten P.O.V
"Tenten…" kata Hinata
"Terimakasih telah melayani keegoisanku tempo hari. Aku benar-benar minta maaf…" kata Hinata
"Berjuanglah! Aku bisa lega mempercayakan Neji padamu dan pulang ke Cina" kata Tenten
"Eh? Cina?" tanya Hinata
"Ups… biar deh, besok aku akan pulang ke Cina bersama ayah" kata Tenten
"Kak Neji tahu?" tanya Hinata
"Neji pikir itu masih lama. Tapi, lebih baik begini… dimanapun aku berada, Neji tetap partner terbaikku" jawab Tenten
"Jangan bilang siapapun aku akan pergi ke Cina ya…" kata Tenten
"Ayo mulai, siapa lawan pertamaku?" tanya Tenten begitu sampai di lapangan
"Aku"
"Ne…neji!" kata Tenten kaget, dia melihat kearah Ino, Temari, Sakura, Sai, Shikamaru dan Sasuke, mereka hanya tertawa
"Kami jadi wasitnya!" seru Temari
"A…aku sakit perut" kata Tenten akan pergi
"Tenten! Mau kabur ya?" tanya Neji
"Siapa yang kabur?" tanya Tenten balik
"Kalau begitu, cepat main" kata Neji
"Kalau kau kalah, kau harus mendengarkan aku" lanjut Neji
'Ta…tapi Hinata…' batin Tenten, Hinata juga menonton
Tenten menoleh kearah Hinata, ternyata Hinata mengangguk
"Kita buat peraturan khusus, nilai tiap bola masuk mendapat poin 1, yang terlebih dulu mencapai selisih 2 angka, menang" kata Shikamaru
Neji mendapat giliran pertama, ia memukul bola kearah Tenten
"1-0"
"2-3"
"4-5"
"7-7"
'Terasa berat, ini kan hari terakhirku di KJHS, tapi sekarang aku sangat senang. Andaikan… waktu bisa berhenti disini…' batin Tenten
"34-35"
Tidak terasa, hari sudah sore, Neji dan Tenten sudah kecapekan, tapi belum ada pemenangnya
"Bagaimana kalau hari ini sudah dulu?" tanya Sai
"Sai benar. Sudah sore, besok dilanjutkan" timpal Sasuke
"Baiklah, kita lanjutkan besok" kata Neji
'Besok, aku sudah…' batin Tenten, matanya mulai berkaca-kaca, tapi Tenten berusaha menahannya
"Tenten?" tanya Neji
"Ah, y..ya! Be…sok lagi!" kata Tenten
Gyut…
Tiba-tiba Neji mendekap Tenten pelukannya
"Apaan sih! Kok tiba-tiba" kata Tenten mendorong Neji
"Gomen, habis kamu kelihatan seperti mau menangis" kata Neji
"Bodoh, mana mungkin aku menangis, pulang ah" kata Tenten
"Sampai jumpa teman-teman" sebelum pergi, Tenten melambaikan tangannya
"Ya, sampai besok!" kata Sakura dkk
Di halaman belakang sekolah
"Hinata, kau menungguku ya?" tanya Neji
"Ya. Aku ingin dengar jawaban Kak Neji soal pertunangan itu" kata Hinata
"Hinata anak yang baik, sudah seperti adikku sendiri, aku tidak bisa bertunangan denganmu" kata Neji
"Setelah Tenten menghindariku, aku baru sadar kalau Tenten partner terbaikku" lanjut Neji
Hinata yang mendengarnya kaget, tadi Tenten juga bicara seperti itu
"Maaf Hinata, aku suka Tenten. Waktu dengar Tenten mungkin akan ke Cina, aku jadi resah, setelah bertemu besok, aku akan memintanya untuk tidak pergi" kata Neji
Keesokan harinya
"Betul tidak mau pamit sama teman-teman?" tanya ayah
"Iya" kata Tenten menatap bangunan sekolah yang ia sayangi, Tenten kembali ke mobil, pegi ini dia akan pulang
'Selamat tinggal Konoha! Selamat tinggal semuanya' batin Tenten
To Be Continue
Belum beres sampai disini lho…
1 chap. lagi tamat
Baca!
Last Chap…
