Chap.7 datang!

Gomen telat, liburan udah beres, banyak tugas….

Nori nggak minta review kok

Tapi di review lebih bagus!

Chapter 7

Don't Go, Tenten!

Udara di Konoha pagi ini terasa hangat, membuat para murid bersemangat melakukan kegiatannya, tapi tidak dengan laki-laki yang satu ini, Neji, dia merasa sangat gelisah

"Tenten belum datang?" tanya Neji pada Sakura, Ino, dan Temari yang sedang mengobrol

"Ya, Tenten belum datang" kata Temari

"Tenten kan selalu datang mepet" kata Sakura

"Ah, ya, arigatou" kata Neji

'Tapi, kenapa aku merasa gelisah' batin Neji

Hal yang sama juga terjadi Tenten. Tentu saja, dia sudah tiba di bandara Konoha. Sebentar lagi, dia akan benar-benar berpisah dengan sahabatnya. Tenten mengodok saku roknya, mengambil sebuah jam saku, memandangnya dengan sedih, dia juga akan segera berpisah dengan Neji

"Tenten, ayo naik ke pesawat" ajak ayah

"Ya" kata Tenten mengikuti ayahnya dari belakang

"Tenten!" panggil seseorang di belakangnya

"Hinata, kenapa?" tanya berbalik, menatap Hinata

"Aku datang mengantarmu" kata Hinata

Neji berjalan gelisah menuju ke ruang OSIS, di sepanjang koridor terdapat loker-loker. Dan yang ada di dekat ruang OSIS adalah loker kelasnya, tunggu! Tidak sengaja Neji melihat loker yang terbuka

"Apa?, kenapa loker Tenten kosong?" tanya Neji

"Kenapa Neji?" tanya Sasuke yang sedang ada di ruang OSIS

Neji tidak menjawab, ia pergi ke ruang klub basket, disana juga ada loker, loker anak basket. Sai, Sasuke, dan Shikamaru mengikuti Neji.

Brak… sebuah loker tebuka

"Disini juga tidak ada!" kata Neji panik

"Neji, kenapa dengan loker Tenten?" tanya Sai

"Barang-barang Tenten lenyap, pintu lokernya juga tidak dikunci" kata Neji

"Ayo tanyakan ke kepala sekolah" kata Shikamaru

Ruang Kepala Sekolah

"Tsunade sama, Tenten dimana?" tanya Neji masih panik

"Neji… Tenten sudah pegi, dia ikut ayahnya ke Cina" kata Tsunade sama

"Neji, mau kemana?" tanya Shikamaru melihat Neji berlari meninggalkan ruangan

"Sudah jelas! Menghentikan Tenten" kata Neji

"Tapi tidak akan sempat lagi, kata Tsunade-sama, pesawatnya berangkat sebentar lagi" kata Sasuke

"Tenanglah Neji" kata Sai

"Tenang! Tenang! Mana bisa aku bisa tenang" kata Neji menonjok tembok, emosinya sudah tidak bisa dibendung

"Selama ini… aku tidak pernah tenang! Aku takut ditolak jika berterus terang padanya! Aku pengecut!" teriak Neji kembali berlari

'Aku takut kalau berterus terang padanya, hubungan kami akan rusak, aku harus menyusul Tenten! Aku belum sempat menyatakan perasaanku pada Tenten' batin Neji, melompati pagar sekolah yang tinggi, menuju jalan raya…

Ckit!

"Neji!" teriak Sai, Sasuke, dan Shikamaru yang mengikuti Neji dari belakang

Entah mengapa Hinata datang ke bandara dan menemui Tenten, tapi sebenarnya Hinata mempunyai maksud dan tujuan untuk membuktikan semuanya…

"Aku titip salam buat semuanya ya" kata Tenten

"Ya, Tenten tidak mau menyampaikan sesuatu pada Kak Neji?" tanya Hinata

"Ya" kata Tenten, tidak tau kenapa hatinya terasa sakit saat itu

"Sungguh?, apa hanya segitu arti Kak Neji bagi Ten" perkataan Hinata terputus

"Nona! Gawat! Barusan ada telepon, tuan muda Neji…" kata paman yang waktu itu mengantar Hinata

"Paman?, kenapa?" tanya Hinata panik

"Tuan muda Neji terluka parah karena kecelakaan!" lanjut paman itu

"Bagaimana kondisinya?" tanya Hinata

"Masih belum tahu" jawab paman

'Neji! Neji kecelakaan?' batin Tenten dan berlari meninggalkan bandara

"Tenten!" kata ayah

Set…

Hinata menghalangi langkah Tenten

"Minggir Hinata!" kata Tenten

"Tenten sudah janji menjauhi Kak Neji, biar aku saja yang menengok Kak Neji! Tenten pergi saja ke Cina" kata Hinata masih menghalangi Tenten

"Jangan manghalangiku" kata Tenten

"Aku tidak akan membiarkanmu lewat!" kata Hinata

Dep…

Tenten melompati Hinata dan berlari secepatnya

'Neji… itu bohong kan?, kalau Neji meninggal, aku…dadaku terasa sesak sekali, aku takut dan cemas… Bodoh! Kenapa aku menyadarinya sekarang?, aku ingin ada di sisi Neji! Kumohon Neji, jangan mati!' batin Tenten sambil terus berlari, air mata mulai mengalir di pipinya

Wung…wung…wung…

Tepat saat Tenten keluar bandara, sebuah heli mini melayang di atasnya.

"Tenten!" teriak seseorang dari dalam heli

"Neji?" Tenten melihat kearah heli diatasnya

"Tenten!" kata Neji, melompat dari heli yang akan mendarat ke Tenten

"Wa…Neji! Jangan lompat" kata Ino, mereka juga ada dalam heli

"Neji! Tunggu mendarat dulu!" kata Sai

"Neji, kau tidak apa-apa?" tanya Tenten begitu Neji turun

Neji langsung memeluk Tenten

"Jangan pergi Tenten… karena aku menyukaimu" bisik Neji

"Aku juga Neji" kata Tenten, memperat pelukannya dengan Neji sambil menangis

Semua yang ada disana tersenyum, tiba-tiba Tenten teringat sesuatu

"Neji, lukamu mana?, tadi katanya kecelakaan" tanya Tenten

"Maaf, itu bohong, aku ingin tahu perasaan Tenten yang sebenarnya" kata Hinata

"Hinata mengirim orang untuk menjemputku" kata Neji

"Kukira Tenten akan tahu kalau itu bohongan. Ternyata perasaan Tenten pada Kak Neji lebih kuat dari yang kukira, aku kalah…" kata Hinata

"Terimakasih Hinata" kata Neji, mengelus rambut Hinata

Tenten mencari-cari sosok ayahnya, Tenten akan merubah keputusannya

"Ayah! Gomen aku tidak jadi ikut ke Cina" kata Tenten begitu malihat ayah

"Aku yang salah, gomen! Tapi tolong biarkan Tenten tetap di Konoha" kata Neji sambil membungkukan badan

"Ayah suka melihatmu tersenyum, kau boleh berada disini" kata ayah

"Ayah… arigatou" kata Tenten

"Kapan-kapan main ke Cina ya… dengan teman-temanmu" kata ayah, masuk ke bandara

Tenten mencari sahabat-sahabatnya, mendapati mereka sedang tersenyum pada Tenten, Tenten menghampiri mereka, memeluk mereka, dan dengan bahagia berkata

"Aku pulang!" kata Tenten

End

Akhirnya tamat…

Gomen jelek…

Tamatnya g jelas y?

Ah… pokonya tamat!

Oh, y…

Yg berkesempatan, silahkan baca fic ke-2 Nori

Judulnya "Danger Necklace"

Arigatou yang udh baca fic ini!

Arigatou yang udh review fic ini!

Arigatou yang udh ngasih masukan!

Arigatou semuanya!