Naruto © Masashi Kishimoto
Warning:
AU, OOC, Typos(maybe), gaje, Berdasarkan kisah Cinderella dengan banyak perubahan, Etc.
Don't Like? Don't Read!
Chapter 2
Hari yang cerah berubah menegang setelah sebuah mobil Sport berwarna hitam terjun bebas ke dasar sungai setelah berhasil menerjang pembatas jembatan di atas sungai tesebut. Beruntung orang-orang di sekitar segera menelpon pusat bantuan. Setelah beberapa jam akhirnya tim penyelamat berhasil mengevakusai korban.
...Cinderella or Sakura…
"Sasuke lama sekali ya." Gumam Sakura. Sesekali ia menengok jam dinding yang terpasang indah di dinding ruang makannya yang bernuansa minimalis. Sudah berjam-jam Sakura menunggu masakan yang dimasaknya pun sudah dingin tapi orang yang ditunggu-tunggu belum juga datang.
Tiba-tiba telepon rumahnya berbunyi. Dengan cepat Sakura mengangkatnya. Mungkin saja itu dari Sasuke pikirnya.
"Halo?" jawab Sakura dengan penuh harap.
"Apa kau mengenal Sasuke Uchiha?" tanya si penelpon dari ujung telepon.
"Iya, aku tunangannya memang ada apa?" kali ini Sakura sudah cemas.
"Emh..dia kecelakaan. Dia sekarang sedang kritis. Lebih jelasnya kau datang saja ke rumah sakit Konoha." Jelas si penelpon.
"Ti-tidak." Gumam Sakura kemudian dia menutup teleponnya dengan cepat kemudian beranjak pergi.
...Cinderella or Sakura...
"Sasuke kenapa bisa jadi begini?" Sakura menggenggam tangan Sasuke yang kini tengah terbaring dengan beberapa alat medis yang menempel pada tubuhnya. Sasuke koma, dia juga hilang ingatan begitulah kata dokter.
"Kau harus sembuh kau sudah berjanji takkan meninggalkanku kan?"
Kemudian Sakura bangkit dari duduknya.
"Aku akan pulang sebentar, aku mau mengambil beberapa baju nanti aku akan kembali." Pamit Sakura.
...Cinderella or Sakura...
"Ibu pintunya tidak dikunci." Dua orang perempuan berniat memasuki kediaman Sakura.
"Hm..bagus." jawab perempuan lainnya.
"Sakura! Yuhuuu~ ini aku Karin dan Ibuku." Seru gadis yang mengaku dirinya Karin lantang menggema di ruang tamu Sakura yang besar. Tak ada jawaban.
"Sepertinya dia tidak di rumah Bu."
"Coba kau cari dia."
"Baik." Karin mengangguk.
Tak berapa lama Karin kembali dengan napas yang sedikit terengah-engah.
"Tak ada."
"Kau yakin?" tanya wanita yang dipanggil Karin ibu.
"Hm," Karin mengangguk. "Aku sudah mencarinya ke semua tempat di rumah ini."
"Pergi tanpa mengunci pintu, dasar ceroboh. Kalau begitu ayo kita mulai, setelah itu kita tunggu dia di ruang keluarga." Ucap ibu Karin. Karin hanya mengangguk semangat.
...Cinderella or sakura...
Setelah selesai, Karin dan ibunya pun menunggu kepulangan sakura di ruang keluarga.
"Ibu, pacar Sakura tampan sekali~" ucap Karin dengan nada yang di buat-buat sambil menunjukkan sebuah foto kepada ibunya.
"Itu kan anak bungsu Uchiha."
"Wah.. ternyata selera Sakura tinggi juga ya."
"Coba lihat ini," ibu Karin menunjukkan sebuah cincin berlian yang berkilauan. "bagus kan?"
"Wah.. itu miliknya Ibu sakura ya?"
"Karin? Bibi Tayuya? Kenapa kalian ada di sini?" tanya Sakura yang baru datang. "Kenapa kalian memakai bajuku dan baju Ibuku?"
"Eh, Sakura sudah pulang ya?" sahut Karin.
"Mulai sekarang kami tinggal di sini Sakura. Karena apa? Karena semua hartamu sudah aku kuasai. Jadi, kau sekarang cepat keluar dari sini. Atau kalau kau tidak mau, kau bisa jadi pembantu kami. Kau pilih yang mana?" tawar ibu Karin-Tayuya.
"Ta-tapi bagaimana bisa?" tanya sakura yang masih belum mengerti.
"Tentu saja bisa. Ayahmu sendiri yang memberikannya kepada kami." Jawab Karin.
"Lalu aku harus tinggal di mana?"
"Itu urusanmu! Tapi kalau kau mau, kami telah berbaik hati mengizinkanmu tinggal di sini sebagai pembantu." Jawab Karin dengan penekanan di akhir kata.
"Tapi, apa itu berarti kau juga harus memakai bajuku?" tanya Sakura lagi.
"Tentu saja."
"Lalu aku memakai baju apa?"
"Tenang saja aku sudah menyiapkan baju khusus untukmu." Karin melemparkan beberapa baju ke arah Sakura. Baju khas maid yang kumal.
"Dan mulai sekarang kau tidur di kamar pembantu." Sahut Tayuya.
"Tapi-"
"Terserah. Kalau kau tidak mau kau bisa keluar dari sini." Sahut Karin.
"Baiklah." Ucap Sakura pasrah.
"Cepat pergi sana!" perintah Karin. Kemudian Sakura pun mulai melangkah pergi.
...Cinderella or Sakura...
Keesokan hari ...
Meskipun masih pagi, suasana di bandara Japan AirLane sudah lumayan ramai. Banyak orang yang berlalu-lalang kesana-kemari. Kita beralih pada 3 orang yang sedang berjalan dan membawa koper masing-masing.
"Ayah, Itachi, ayo cepat!" ucap seorang wanita dengan rambut hitamnya yang panjang. Ia terlihat buru-buru. Berbeda dengan 2 pria di belakangnya yang terlihat lelah.
"Ini masih pagi, Bu." Keluh salah seorang pria di belakangnya.
"Itachi, kau ini tidak pernah khawatir sedikitpun dengan adikmu ya." Komentar wanita dengan mata Onyx tersebut.
"Bukan begitu, Bu. Kita kan juga butuh istirahat." Jawab pria yang dipanggil Itachi. Sementara pria yang satunya hanya diam.
"Terserah kau saja."
...Cinderella or Sakura...
Setelah selesai membuat sarapan Sakura berniat untuk menjenguk Sasuke. Dia mengambil beberapa buah-buahan di dalam lemari es.
"Sakura apa yang kau lakukan?" tiba-tiba Karin datang.
"Aku mau menjenguk seseorang."
"Siapa?"
"S-Sasuke."
"Hnh.." Karin menyeringai. "Kau pikir aku akan mengizinkanmu?"
"Kumohon Karin. Sasuke sedang sakit, dia hilang ingatan."
"Hilang ingatan?"
"Ya, dia kecelakaan dan sekarang dia hilang ingatan. Aku takut dia akan melupakanku. Lagipula keluarga Sasuke pulang dari luar negeri hari ini. Mereka belum mengenalku, kumohon Karin."
Karin pun tersenyum membuat Sakura berharap banyak dari senyuman Karin itu.
"Tetep tidak boleh," Karin menggeleng. "Kau tenang saja aku akan menjenguknya dan akan kupastikan Sasuke akan mengingatmu, Sakura." Ucap Karin sambil merebut kantong buah yang di bawa Sakura.
"Tapi Karin."
"Sekali tidak boleh ya tidak boleh. Kau bersih-bersih rumah saja. Kau lupa ya? Kau kan hanya pem-ban-tu di sini." Ucap Karin dengan nada mengejek. Sakura hanya terdiam dan menunduk. Setelah itu Karin pun pergi.
"Dasar bodoh."
...Cinderella or Sakura...
Sekarang ini Karin tengah berada di dalam mobil. Di parkiran Konoha Hospital tepatnya. Dia sedang berpikir keras tentang apa yang akan di lakukannya nanti.
"Ayolah Karin, ini kesempatan bagus. Pertama Sasuke tunangan Sakura hilang ingatan, dan kedua bagusnya keluarga Sasuke belum mengenal Sakura. Bukankah itu bagus? Kau bisa menyamar sebagai Sakura. Great. Kau memang pintar Karin." Gumam Karin sambil tersenyum licik.
TBC
Maaf pendek soalnya saya ngetiknya malem. Jadi ya ngantuk. Terimakasih banyak yang udah ripiu, ripiu lagi ya..
Semakin gaje ya?
Tapi,
Review Please ...
