Playful Kiss

Chapter 3

Yuna Mikuzuki

Rated : T

Genre : Romance, Comedy, Family

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Chap 3! Dah updet... moga2 pada suka. Dah udah kuusahain ini ada adegan yang seenggaknya berbeda dengan Playful Kiss yang dibintangi Oppa Hyun Joong! Hehehehe...

Hepi riding!


Playful Kiss

Chapter 3 : Playful Kiss?

"O-omo!"

Dalam daftar ruang khusus, nama Sakura Haruno tidak tertera. Bahkan di urutan ke-50 pun tidak ada. Artinya, ia gagal. Ia gagal membuktikan pada Sasuke Uchiha, gagal membuktikan tentang pandangan Sakura tentang orang pintar.

Sakura menunduk. Ia merasa malu. Sudah melakukan perjanjian dengan Sasuke, malah senjata makan tuan. Payah. Payah, Sakura Haruno!

Sasuke berjalan menghampiri Sakura. Kelihatannya ia kalut. Sasuke merasa sedikit kasihan dan risih. Tapi, dia juga gengsi. Jadi, dia hanya diam di sebelah Sakura.

Salah satu murid yang tadi melihat hasil tes di mading menoleh ke belakang. Ia melihat Sakura dan Sasuke bersebelahan. Sakuranya menunduk. Dan murid itu sadar, kalau Sakura Haruno 'kan mengajukan perjanjian dengan Sasuke Uchiha.

"Psst, itu 'kan Sakura Haruno. Yang waktu bulan kemarin mengajukan perjanjian dengan Uchiha-san," bisik murid itu pada temannya.

Telinga temannya bereaksi. Ia menoleh ke belakang. Benar. Sasuke dan Sakura bersebelahan di belakang mereka.

Akhirnya, bisikan itu diteruskan ke satu telinga ke telinga lain. Sampai akhirnya seluruh murid yang ada di depan mading menoleh ke belakang mereka. Sasuke yang sadar kalau dia dan Sakura dipelototi, memasang wajah biasa saja. Sakura mengangkat kepalanya dan menyadari kalau ia dan Sasuke dipelototi. Tingkat kemaluannya jadi bertambah.

Naruto dan para pengawalnya hadir di depan mading. Ia lihat Sakura dan Sasuke dipelototi oleh para murid. Ia langsung masuk ke kerimunan murid-murid di sana. "Ada apa ini?"

Salah satu murid menoleh pada Naruto. "Ne, Naruto. Kau tahu, 'kan. Kalau Haruno bisa masuk ke ruang khusus, Uchiha-san akan menggendong di punggungnya. Tapi, Haruno malah gagal masuk ke ruang khusus."

Naruto langsung menoleh ke arah Sakura. Ia menundukkan kepalanya lagi. Sementara yang di sebelahnya malah diam saja. Naruto menaikkan alisnya pada Sasuke. "Hoi, Uchiha. Bagaimana?"

Sasuke menoleh ke Naruto, "Hn? Bagaimana apanya?"

Sakura tak ingin mendengar tentang perjanjian itu lagi. Ia sudah kehilangan mukanya. Sementara Naruto sudah naik pitam. "Tentang taruhan itu! Sekarang Sakura-chan tidak masuk ke ruang khusus, lalu apa yang akan kau laku-"

"CUKUP, NARUTO!"

Naruto seketika menghentikan kata-katanya karena perkataan Sakura. "Sa-Sakura-chan?"

Sakura memutar badannya menghadap Sasuke, lalu membuka mulutnya, "Sasuke-kun. Aku kalah dalam taruhan kita. Sekarang, kau boleh melakukan apapun padaku." Sakura berhenti berkata, lalu diam menunggu jawaban dari Sasuke. "Apapun?"

Sakura menengadahkan kepalanya. "I-iya."

Sasuke menghela napas dan tersenyum menyeringai. Ia memegang dan memutarkan dagu Sakura ke arah mading. "Aku mau kau lihat tanggal daftar hasil tes ruang khusus tersebut."

Sakura maju ke mading dan melihat tanggal daftar ruang khusus. Karena letaknya di atas, ia harus berjinjit. Syukur, kalau jinjit ia bisa melihat. Dan…

"O-OMO!"

Para murid pada kaget mendengar teriakan Sakura. Salah satu murid yang tinggi, tak perlu berjinjit, melihat tanggal daftar ruang khususnya.

"I-ini 'kan tanggal pada bulan kemarin! Ini tanggal daftar ruang khusus bulan kemarin, bukan bulan ini!"

Seketika, murid-murid langsung histeris. Semuanya langsung melihat tanggal pada daftar ruang khusus. Benar! Sekarang 'kan bulan Agustus. Ini, sih, bulan Juli!

"Akh! Sudah pada ngumpul, ya! Gomen, ini hasil tes bulan ini. Kakashi-sensei lupa menempelnya kemarin," ucap guru perempuan berambut hitam sebahu, Shizune.

Semua murid langsung berseru kesal. Mereka baru kena tipu! Apalagi, mereka paling kesal dengan Kakashi! Guru itu sudah terkenal telat, pelupa, pula!

"Minggir sebentar, ya. Ini mau ditempel." Para murid langsung meminggirkan diri mereka dan membiarkan Shizune lewat. Sesampainya tepat di depan mading, Shizune mengambil selotip dan menempelkan hasil tesnya di mading. Selesai menempel, Shizune langsung meninggalkan para murid yang ada di sana.

Murid-murid di sana langsung berlari menuju mading dan mencari nama mereka. Sakura mau melihat, tapi ia terlalu kecil.

'Uukh... tubuh pendekku!' batin Sakura.

Sasuke berjalan melihat hasil tesnya, dengan para murid meminggirkan diri mereka. Sasuke menyeringai, hasilnya sama sekali tidak berbeda dengan bulan lalu, di peringkat satu.

Sasuke melihat dari peringkat dua sampai 50. Dan sebenarnya, ia kaget. Tapi jaim saja. Dia melihat nama seseorang yang membuat terheran-heran. Tapi, hei! Bukankah dia yang mengajarkan.

"Hn, Sakura Haruno."

Sakura tersentak. Namanya dipanggil Sasuke, seperti dipanggil seorang presiden saja. Dia berjalan dan berdiri di sebelah Sasuke. Ia menunjuk ke hasil tes tersebut.

"Aku mau kau cari namamu di hasil tes ini," perintah Sasuke.

Sakura mencari namanya di hasil tes tersebut. Tapi... kenapa namanya tidak ada!

"Sa-Sasuke-kun... namaku tidak ada di sini! Aku ikut tes, kok!" kata Sakura panik. Ia menunjuk pada hasil tesnya sambil menatap Sasuke.

Sasuke menghela napas. Seberapa bodohnya Sakura ini? Bahkan mencari namanya sendiri tidak bisa. "Memangnya kau mencari namamu di bagian mana?" tanya Sasuke.

"Uum... di bagian peringkat 51 sampai 240..."

Sasuke sweatdropped. Kenapa Sakura tak sempat berpikir untuk melihat di hasil tes untuk kelas khusus? Sasuke memutar badan Sakura dan menyuruh Sakura untuk mencari namanya lagi.

Sakura mencari namanya sekali lagi. Ia mencari namanya dari peringkat satu. Ah, tertera dengan jelas. Sasuke Uchiha. Anak terjenius sesekolah. Tidak mungkin tersingkirkan. 'Cha! Pujaanku memang hebat!' batin Sakura.

"Hoi. Mau sampai kapan melihat namaku di situ?" tanya Sasuke sambil menepuk kepalanya. Sakura mengelus-ngelus kepalanya yang ditepuk sambil memanyunkan bibirnya. Sakura kembali mencari namanya dari peringkat 2 sampai 50, dan matanya membelalak.

"Sa-Sasuke-kun!" toleh Sakura pada Sasuke. Ia hanya menyeringai dan memutar kepala Sakura ke depan lagi. Sakura tidak percaya. Namanya, namanya...

"Hm? Mana nama Sakura-chan? Hm... Ah! Sakura-chan, namamu ada di peringkat 50! Kau masuk ke ruang khusus, Sakura-chan!" Naruto langsung memeluk Sakura dari belakang. Sasuke melirik ke sebelahnya dengan pandangan tidak suka. Entah mengapa.

Setelah mengetahui hasil Sakura, para murid langsung berbisik-bisik satu sama lain.

"Haruno-san masuk ke ruang khusus. Dia berhasil."

"Bukankah Uchiha-san dan Haruno-san bertaruh untuk tes ini?"

"Sekarang Haruno-san berhasil. Apa yang akan Uchiha-san lakukan?"

Sakura yang mendengar bisikan para murid langsung down. Apa Sasuke mau dan bersedia melakukan taruhan itu kalau Sakura berhasil? Dia akan menggendong Sakura di punggug mengitari sekolah. Untuk seorang Uchiha, apa ia tidak merasa malu?

"Sa-Sasuke-kun…"

"Hn. Kau berhasil, Sakura Haruno. Dan sebagai imbalan dari taruhan tersebut… aku akan menggendongmu. Tapi…"

Sakura membeku. Ada syarat apa lagi ini?

"Kau mau kugendong seperti apa? Piggyback-ride? Bridal style? Dipanggul di pundakku? Atau yang lainnya?" tanya Sasuke dengan santainya.

Sakura dengan sukses terkejut seterkejut-kejutnya. Tawaran macam apa itu! Sekarang Sakura sedang bertarung dalam otaknya. Apa yang harus ia pilih? Tapi… kenapa Sasuke menawarkan hal yang menurutnya merepotkan? Tambah pusing saja.

Naruto yang melihat Sakura kebingungan langsung menaikkan alisnya. Dan tiba-tiba ia langsung membuka mulut, "Sakura-chan, kalau kau tidak mau, biar aku saja yang melakukannya!" Dan Naruto langsung menarik tangan kiri Sakura. Tapi, Sasuke menarik tangan kanan Sakura.

"Diam saja kau, Uzumaki. Ini taruhanku dengan Sakura Haruno."

"Tapi kau enggan, 'kan? Bukankah kau tidak menyukai Sakura-chan?"

"Ini bukan masalah suka atau tidak suka. Ini taruhan yang kubuat bersama Sakura Haruno."

Naruto langsung geram dan menggendong Sakura dengan bridal style. "Tidak akan kubiarkan!"

"KYAA! Na-Naruto! Turunkan aku!" pekik Sakura. Sekarang, Sakura tambah panik. Naruto ikut-ikutan masuk ke dalam taruhan Sasuke dan Sakura. Sakura melirik ke arah Sasuke yang memasang wajah datar, tapi terganggu.

"Sudahlah, Sakura-chan... bukankah dia tidak keberatan kalau aku menggendongmu? Benar begitu, 'kan, Uchiha?" tanya Naruto sambil menyindir pada Sasuke. Sasuke melihat Naruto dan Sakura, lalu memutar badannya. "Terserah kalian saja."

"Yuhuuuu! Ayo, Sakura-chan!"

"Na-Naruto! Lebih baik kau menggendongku sampai ke kelas saja, tidak perlu mengitari sekolah!"

"Aye aye, Sir!"

Dengan penuh semangat, Naruto berlari sambil menggendong Sakura sampai ke kelas mereka. Sasuke hanya menghela napas melihat mereka berdua. Dan seketika, orang-orang di belakangnya berbisik-bisik. Bisikan yang Sasuke dengar dari belakangnya membuatnya kesal dan akhirnya ia pergi dari kantin menuju kelasnya.

"Naruto, turunkan aku... kita 'kan sudah ada di depan kelas..." keluh Sakura. "Tenang saja, Sakura-chan... aku akan menggendong sampai ke bangkumu, ya," kata Naruto dengan mantap sambil mengeluarkan lidahnya ke atas bibirnya. Sakura hanya menghela napas sambil memutar bola matanya.

Naruto menurunkan Sakura tepat di sebela bangku Sakura. Sakura langsung duduk di bangkunya dan kepalanya ditaruh di atas meja. Tenten dan Temari langsung menghampiri Sakura.

"Sakura, kita sudah lihat hasil tesnya, lho. Hebat kamu, masuk ke 50 besar ruang khusus..." kata Tenten sambil menyenggol Sakura. Wajah Sakura tetap cemberut sambil menggembungkan pipinya. Lho? Kenapa?

'Huuuh... kenapa aku tidak setuju untuk digendong Sasuke-kun, ya... haah...' batin Sakura sedih.

XXXXX

"Sakura-chaaan! Selamat, ya... kau masuk ke ruang khusus, 'kan? Hohoho... Sakura-chan memang pintar..." puji Mikoto sambil memeluk Sakura. Wajah Sakura memerah kecil dan tersenyum.

"Terima kasih, Bibi... aku tidak mungkin bisa masuk tanpa bantuan Sasuke-kun..." ucap Sakura sambil melirik sedikit ke arah Sasuke. Sasuke yang sedang minum coka cora (plesetan) tidak membalas lirikan Sakura.

"Tuh... Sasuke, Sakura 'kan sudah berjuang untuk masuk ruang khusus, kenapa kau tidak memberikan ucapan selamat padanya? Ibu dengar kau hanya menunjukkannya dan tidak mengucapkannya sama sekali. Ayo, Sasuke..." perintah ibunya sambil menyikut pada Sasuke. Sasuke menggerutu dan melanjutkan minum minumannya.

"Hanya masuk ruang khusus sekali, apa yang dibanggakan?" ucap Sasuke dingin sambil minum.

Sekarang, jam 16.45, keluarga Sasuke dan keluarga Sakura tengah merayakan keberhasilan Sakura atas masuknya ia ke ruang khusus. Tentu saja ini adalah rencana Mikoto. Mereka makan-makan di restoran Prancis dekat kantor Fugaku.

"Ayo, Sakura-chan... makan yang banyak," kata Mikoto sambil memotong beef stroganof yang ada di meja depan Sakura. Sakura mengangguk-ngangguk sambil tersenyum. Ia memakan beef stroganof-nya dan melirik lagi ke arah Sasuke. Lagi-lagi, dia hanya minum tanpa makan.

Asuma dan Fugaku terlihat senang sekali. Wajah mereka berdua memerah sambil mengangkat gelas mereka. Rupanya mereka mabuk.

"Fugaku Sayang, Asuma... jangan mabuk-mabukan seperti itu... di sini 'kan ada Sakura. Bagaimana nanti dia meniru..." keluh Mikoto sambil mengambil gelas mereka berdua. Fugaku dan Asuma menggerutu dan akhirnya memilih makan makanan yang mereka pesan. Mikoto tersenyum dan melanjutkan makan makanannya.

Sakura selesai makan dan mengambil gelasnya. Dan sifat bodohnya masih menempel di otak Sakura. Dia tidak tahu kalau dia...

Gluk gluk gluk...

"Puaaah...! Minuman ini enak sekali meski rasanya seperti buah anggur..." kata Sakura sambil menaruh gelasnya ke meja dengan hentakan keras. Semuanya, termasuk Sasuke, langsung menengokkan kepalanya ke arah Sakura. Wajah Sakura memerah dengan seringaian yang mencurigakan. Ia langsung menoleh ke arah Sasuke.

"Kau! Orang pintar, Sasuke Uchiha... hik, aku... berhasil masuk ke ruang-hik, khusus, lho... kenapa-hik, tidak ada gendongan sesuai perkataanmu-hik, haah..." gumam Sakura sambil menunjuk-nunjuk pada Sasuke. Sasuke sendiri langsung terkaget-kaget. Kenapa Sakura membahas soal gendongan itu?

"Ayo... kalau kau tidak mau menggendongku... hik, kau akan kucium... tepat di-hik, bibirmu..." ucap Sakura sambil berdiri di dan menuju kursi Sasuke yang berada di sebelahnya. Dan tiba-tiba, ia duduk di paha Sasuke. Sasuke terkejut dan tanpa sadar menumpahkan minumannya. "Sa-Sakura Haruno!"

"Mmm... kenapa, Sasuke-kun~ hm?" lirih Sakura sambil melingkarkan tangannya di leher Sasuke. Lalu, ia menempelkan badannya dengan badan Sasuke, bisa dibilang, Sakura memeluk Sasuke erat.

"... Mmmh..."

"Sakura Haruno... lepaskan aku kalau kau mau kugendong..."

Sakura langsung lepas dari Sasuke dan duduk di kursinya lagi. Sasuke menghela napas kesal dan akhirnya menuruti kemauan Sakura. Dan terpaksa, ia harus pulang ke rumah duluan bersama Sakura. "Ibu, aku minta kunci rumahnya."

Dengan sigap, Mikoto memberikan Sasuke kunci rumahnya. Sakura yang dalam keadaan mabuk langsung ditarik dan digendong oleh Sasuke. Sasuke menghela napas kesal dan keluar dari restoran. Sedangkan Mikoto, Fugaku, Itachi dan Asuma menetap di sana.

Di perjalanan, Sakura terus bergumam tidak jelas sampai membuat Sasuke jengkel. Mungkin ideku ini ide buruk pertamaku, keluh Sasuke dalam hati.

"Uuuh... padahal... aku sangat menyu-hik... kaimu... Sasuke-kun..."

Sasuke yang mendengarnya setengah terkejut. Ia menutup matanya dan tersenyum kecil. 'Heh...'

Dan Sasuke melanjutkan perjalanannya sampai mereka berdua sampai di rumah...


Cit cit cuit...

"Nngh..."

Pagi sudah datang. Matahari menyalami gadis berambut pink yang baru saja berhasil memasuki ruang khusus. Ia bangun dan mendudukkan dirinya di atas kasur sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia mencoba mengingat-ngingat kejadian kemarin.

'Kemarin 'kan diajak Bibi Mikoto ke restoran untuk merayakan keberhasilanku masuk ruang khusus. Lalu... apa lagi?'

Krieet...

"Hn, sudah bangun?"

Sakura langsung menoleh dan terkejut melihat Sasuke membuka pintu dengan pakaian seragam lengkap. Sakura melihat dirinya sendiri, lalu menutup dirinya dengan selimut warna pink-nya.

"Sa-Sasuke-kun!"

"Cepat mandi dan ganti baju. Aku disuruh Ibu untuk membangunkanmu, dan sepertinya berhasil," ucap Sasuke dan langsung meninggalkan Sakura yang membatu. Sakura menggembungkan pipinya dan mendumel sendiri. "Sasuke-kun bodoh!"

Ia menyingkap selimutnya dan mengambil handuknya, lalu pergi menuju kamar mandi.

"Sakura-chaaan... bagaimana tidurmu? Nyenyak?" tanya Mikoto dengan ceria. Sakura mengangguk sambil tersenyum. "Ayo duduk, Sakura. Sarapan dulu!" suruh Mikoto dan mengantarkan Sakura duduk di sebelah Asuma, berseberangan dengan Sasuke. Mikoto menyiapkan roti dengan bermacam-macam selai dan susu putih hangat.

Sakura sedikit melirik ke seberangnya, alias Sasuke, yang sedang mengaduk-ngaduk kopinya dengan sendok kecil. Tangan kirinya menopang kepalanya, plus wajah datar nan tenang. Nurani Sakura sudah banjir mimisan dengan mata berbinar-binar.

'Sasuke-kun, keren sekali...'

Sasuke yang merasa ditatapi terus-terusan melihat ke arah seberangnya. Sakura tertangkap basah sedang menatap Sasuke langsung memakan roti tanpa selainya. Sasuke menggerutu kecil dan menaruh cangkir kopinya. "Aku sudah selesai. Aku duluan."

"A, a, a, Sasu-chan... Kau pergi bersama Sakura-chan. Bagaimana nanti kalau dia nyasar di jalan?" tanya Mikoto sekaligus menyuruh Sasuke untuk berangkat bersama Sakura. Sasuke menghela napas kesal dan mengambil tasnya, lalu pergi ke teras depan mengambil sepatu.

"Sakura-chan, Sasuke sudah mau pergi! Ayo cepat makannya, biar bisa pergi bareng!"

"I-iya, Bibi!"

Dengan lahap dan cepat, Sakura memakan rotinya dan mengambil tas punggungnya dan langsung pergi ke teras mengambil sepatunya. "Aku pergi dulu!"

"Hati-hati di jalan..."

.

.

.

Dengan santai dan tenang, Sasuke berjalan sambil mendengarkan lagu Break Down - Kim Hyun Joong. Dan di belakangnya, Sakura tergopoh-gopoh mengejar Sasuke. "Sasuke-kun! Tunggu!" teriaknya dengan napas terengah-engah. Sasuke menoleh dan matanya memincing.

"Hn, kenapa?"

"Kita bareng."

"Kemarin 'kan sudah."

"Kita 'kan hidup bersama, Sasuke-kun. Sudah sewajarnya kita berangkat bareng, begitu juga saat pulang."

"Kau mengigau? Sekali lagi kutegaskan, kita hanya tinggal dalam satu atap. Boro-boro tinggal bersama."

"Sasuke-kun..." ucap Sakura dengan nada mendengkur sambil memegang lengan seragam Sasuke. Yang dipanggil menghela napas panjang dan berjalan kembali, bersama Sakura.

"Hanya 20 meter dari sekolah saja kau boleh nempel denganku."

"Yey!"

Sasuke kembali menghela napas...

Playful Kiss

"Ya! Tiga hari lagi, tepat hari Jum'at, kita akan mengadakan kemping di gunung selama tiga hari dua malam. Bawa makanan secukupnya, ya. Tentu saja baju ganti juga bawa," beritahu Anko sambil menulis di papan tulis. Para siswa menggerutu karena di musim panas bukannya ke pantai malah ke gunung. Kepala Sekolah Jiraiya memang payah, gerutu para siswa. Para siswi juga sama saja, inginnya pakai bikini yang sudah dibeli, malah bakal pakai baju tebal dan naik ke gunung.

"Ck, ck, ck. Kalian jangan lupa, Jiraiya-kochousama itu mempunyai beberapa villa besar yang muat dua kelas. Dan untuk para siswi, kalian bisa memakai bikini yang kalian inginkan. Karena di sana ada kolam renang yang cukup bagus," tutur Anko sambil menggoyangkan kapurnya ke kanan ke kiri.

SIIIING...

"YEEEEEEEEEEEEYYY!"

Kelas 3-7 langsung berkompak ria. Kirain kemping ke gunung yang biasa. Nggak tahunya mereka salah!

XXXXX

"Hm..."

"Ya... sekolah kita akan mengadakan kemping tiga hari dua malam. Meski ini musim panas, Jiraiya-kochousama mengadakan kemping di gunung," ucap guru berambut perak yang mengenakan masker flu sambil tersenyum penuh arti dalam masker dan buku berwarna oranyenya. Meski acara kemping juga, kelas 3-1 paling ujung-ujungnya ada belajar lagi. Sasuke yang duduk di barisan paling kanan, bangku ketiga dari depan, hanya mengiyakan perkataan gurunya, lalu memandang ke luar jendela.


Playful Kiss

"Kau harus membeli baju renang baru, Sakura-chan!"

Sakura tersentak mendengar perkataan Mikoto yang sedang berada di kamarnya. Begitu Mikoto tahu tentang acara kemping sekolah dan disuruh membawa baju renang, ia langsung menyuruh Sakura untuk membeli baju renang.

"Ta-tapi... untuk apa aku membeli baju renang lagi? Baju renang dari sekolah juga ada, Bi..." ucap Sakura sambil menunjukkan baju renang sekolah warna biru dongker yang di bagian dadanya terpampang nama 'Sakura Haruno'. Tipikal baju renang sekolah memang seperti itu.

"Huuu... Sakura-chan, kalau pakai baju ini, Sasu-chan mana tertarik. Kalau kau memakai bikini, Sasu-chan baru mau. Mumpung ada kolam renang di sana, cobalah goda Sasu-chan dengan bikini..." saran Mikoto. Wajah Sakura langsung panas saat mendengar pernyataan Mikoto. Bayangan saat Sasuke mendekati Sakura karena memakai bikini.

"Sakura..."

"Sasuke-kun..."

Sasuke mendekati Sakura yang sekarang berada di depannya. Sakura menunduk malu karena dia sekarang memakai bikini.

"Sakura, kau..."

"Ya, Sasuke-kun?"

"Dadamu rata, ya."

"A-apa?"

"Sakura-chan?"

Sakura langsung tersadar dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Tuh, 'kan, bahkan dalam bayangan saja Sasuke sudah menunjukkan ketidaktertarikan. Sakura membuka sedikit kerah bajunya dan melihat dalam bajunya. Tuh, RATA.

"Sudah, Sakura-chan. Rata nggak rata Sasu-chan masih menarik, kok. Masa Sasu-chan tidak sadar kecantikan Sakura-chan, sih... berarti Sasu-chan akan Bibi bawa ke dokter mata. Tenang saja, ya. Dan besok, ikut Bibi ke supermarket, ya."

"Iya, Bi..."

XXXXX

Sasuke di ruang TV sedang membaca buku novel bersama Itachi yang sedang menonton TV. Tumben-tumbenan si bungsu Uchiha tidak belajar.

"Oh, ya. Tiga hari lagi kamu mau kemping, ya?" tanya Itachi sambil mengemut garpu yang awalnya menusuk satu potong kue cokelat bikinan Mikoto. Sasuke hanya membalas, "Hn," dan membalikkan halaman selanjutnya.

"Adikku ini benar-benar nggak menarik, ya. Kosakatamu sedikit, kok pintar," sindir Itachi sambil mengunyah kue. Sasuke menggerutu dan bangkit dari sofa.

Sasuke naik ke lantai dua dan saat ia ingin membuka pintu kamarnya, ia sadar kalau pintu kamar Sakura terbuka.

'Haah... anak bodoh. Pintu kamar kalau mau tidur, ya ditutup...' batin Sasuke. Sasuke berniat untuk menutup pintu kamar Sakura, tapi di dalam...

Sakura sedang mengenakan pakaian renang berwarna putih model pakaian renang yang menutup seluruh tubuh bagian atasnya. Ia melihat sosoknya sendiri di depan cermin dan melakukan gaya-gaya yang seksi. Sasuke menutup mulutnya dengan tangan kanannya menahan tawa.

"Hoi. Malam-malam harusnya pakai piyama, bukannya pakaian renang, Bodoh."

"Sa-Sasuke!"

"Cepat ti— AAW!"

"PERGI! DASAR MESUM!"

Saat Sasuke melihat Sakura sedang seperti itu, dia langsung mengambil bantal untuk menutup tubuhnya dan mengambil bantal lagi untuk melempar Sasuke, dan Sasuke kena lemparan bantal Sakura. Sambil menahan tawa, Sasuke kabur dan masuk ke dalam kamarnya.

Sakura sudah benar-benar malu habis-habisan. Kenapa harus Sasuke yang melihat Sakura sedang bergaya di depan cermin? Lho, bukannya kau memang mau seperti itu, Sakura? Biar Sasuke melirikmu mengenakan pakaian renang dengan gaya seksi?

'Tapi, bukan sekarang waktunya, Author Bodoh!'


Playful Kiss

Tepat hari Jum'at, murid-murid kelas tiga SMU Konoha akan kemping di gunung pada musim panas. Murid-murid berkumpul di parkiran depan sekolah. Meskipun kemping di gunung, mereke mengenakan pakaian yang pendek-pendek.

"Yoo... semua sudah pada hadir, 'kan? Kecuali yang tidak hadir?" tanya Kakashi dengan toa.

"Iyaaa..."

"Nanti kalian di absen di dalam bis oleh sensei pembimbing masing-masing. Dan sekarang akan Sensei umumkan nomor bis yang akan kalian naiki. Oke... bis nomor 1 diisi oleh kelas 3-1 dan kelas... 3-7."

'CHA! Sebis dengan Sasuke-kun!' semangat nurani Sakura. Selagi Sakura bersenang-senang ria dengan nuraninya, Naruto menepuk dan memeluk pundaknya.

"Sakura-chan! Di bis 'kan ada tempat duduk berdua, kau bersamaku, ya? Aku tahu kau suka duduk dekat jendela. Oke, Sakura-chan?" tanya Naruto dengan pose ala Guy-sensei. Mata Sakura memincing ke arah lain dan sweatdropped.

"Tidak bisa, Naruto! Sakura tentu duduk bersama kami! 'Kan di bis ada kursi untuk bertiga!" sergah Tenten sambil menarik Sakura ke dalam pelukannya. Sakura langsung menatap Tenten dengan tatapan, 'Terima kasih, Tenten!'

"Mou... Sakura-chan..."

"Gomen, Naruto. Saat pulangnya nanti aku duduk denganmu, deh..."

"Serius, Sakura-chan!" tanya Naruto dengan mata berbinar-binar sambil menangkup kedua tangan Sakura. Sakura membalasnya dengan mengangguk pelan.

"Yuhuuu! Saranghae, Sakura-chan!"

"Na-Naruto!"

Di lain sisi, Sasuke menatap Naruto yang tengah memeluk Sakura dengan wajah tidak suka.

XXXXX

"Ya, semuanya. Selamat datang di vila kebanggaanku. Kemping ini akan dimulai dengan kalian mengambil ikan di tepi sungai. Sungainya terletak di daerah bawah vila ini. Hanya sekitar 500 meter dari sini kalau jalan kaki. 15 menit lagi kalian sudah kumpul di sini setelah meletakkan barang-barang kalian di kamar yang telah diatur untuk kelompok yang telah disusun," ucap Jiraiya dengan bangga. Murid-murid lain sudah mendesah kesal. 15 menit lagi disuruh jalan ke daerah bawah sejauh 500 meter? Naik gunung dengan jalan kaki saja 100 meter, capek, tahu!

Yap. Author sengaja mempercepat ceritanya, jadi seluruh murid sudah sampai di vila Jiraiya-kochousama.

"Aargh... capeknya..." keluh Tenten sambil meregangkan badannya. Sakura dan Temari menggerakkan badannya supaya badan mereka tidak ikut pegal. Sakura dan Temari berada di kelompok yang sama, sedangkan Tenten berada di kelompok lain bersama Naruto.

"Aku juga pegal, Tenten. Ayo, taruh barang-barang kita, lalu kita balik lagi ke sini," kata Sakura sambil berjalan masuk ke dalam vila, diikuti Tenten dan Temari. Kelompok Sakura ditempatkan di lantai 2 nomor 12 khusus perempuan

XXXXX

Kelompok kemping dibagi menjadi 10 kelompok. Karena murid-murid yang tidak ikut ada sekitar 30 orang, satu kelompok ada 21 orang. Dan setiap kelompok disuruh mencari ikan di sungai sebanyak banyaknya anggota pada satu kelompok. Dan sekarang, setiap kelompok sedang giat-giatnya mengambil ikan di sungai tersebut. Tiba-tiba para murid menjadi antusias, padahal mereka awalnya melenguh kecapekan dan menggerutu terus.

"Temari, aku cuma bisa dapat satu..."

"Ya, nggak apa-apa. Perutmu juga cukupnya makan satu, kan? Kelompok kita Cuma dapat 12 ekor, kok. Pancingan kita itu nanti guru-guru juga kebagian. Bisa dibilang, kita mengambilkan jatah ikan buat guru."

"Huuu... ya, sudahlah. Sudah, 'kan? Ayo, balik."

"He-eh."

Selama kurang lebih satu setengah jam, 10 kelompok tersebut mendapatkan ikan yang cukup jatah satu setengah hari. Selesai mengambil ikan, para kelompok disuruh berkumpul lagi.

"Ya, anak-anak. Sensei akan memberitahukan permberitahuan penting untuk kalian semua!" ucap Kakashi lantang dengan toa. Murid-murid sudah menggerutu, lagi. Ada yang memijat-mijat pundaknya, menggerak-gerakkan badannya supaya tidak linu, dan mengobrol dengan satu sama lain.

"Kalian pasti capek, 'kan? Jiraiya-kochousama memperbolehkan kalian untuk istrirahat selama dua setengah jam untuk istirahat di kolam renang pribadinya. Silakan kalian untuk membawa pakaian renang kalian bagi yang bawa, dan bersenang-senang. Setelah itu, jamuan makan malam dengan ikan akan dihidangkan untuk kalian semua.

.

.

.

"YEEEEEEEEEEEEEEEYYY!"

Tanpa pemberitahuan bubar, para murid sudah bubar sendiri, meninggalkan Kakashi dan guru-guru lainnya di lapangan vila. Para siswi sangat senang karena akhirnya mereka bisa memamerkan pakaian renang mereka. Sedangkan para siswa kesenengan bisa melihat tubuh-tubuh para siswi yang mungkin seksi.

XXXXX

Murid-murid yang sampai di kolam renang tanpa basa-basi langsung mencemplungkan dirinya ke dalam kolam. Kolam renang pribadi Jiraiya-kochousama sangat luas dan besar! Padahal ini 'kan di atas gunung. Siswa-siswa ada yang sedang main di dalam kolam, rileks di kursi panjang, minum-minum di bar pinggir kolam, dan bersiul-siul jika ada sisiwi yang mengenakan bikini lewat.

"Sakura, nggak masuk ke kolam?" tanya Tenten yang sedang senam supaya masuk ke dalam kolam tidak keram. Sakura menggeleng pelan dan memilih duduk di pinggir kolam sambil memainkan kakinya di dalam kolam.

"Aku nggak bisa berenang," ucap Sakura dengan terkekeh-kekeh. Tenten ber-oh dan selesai dengan senamnya, ia masuk ke kolam dan berenag dengan Temari. Sakura menghela napas, iri melihat orang-orang bisa berenang. 'Haah... kelihatannya asyik sekali..."

"Sakura-chan, tidak berenang?" tanya seseorang sambil menepuk pundak Sakura. Sakura menoleh ke belakangnya, rupanya Naruto. Sakura menggeleng pelan.

"Kuajari mau, ya? Aku jago berenang, kok!" ucap Naruto mantap. Tanpa izin, Naruto menggendong Sakura dengan bridal style dan berlari menuju seluncuran kolam yang tinggi sekali. Jika kau naik, kau akan berada di ketinggian 20 meter. Sakura melihat ke bawah dan mulai takut.

"Na-Naruto, turunkan aku! Aku takut!" kata Sakura sambil memeluk leher Naruto dengan erat. Naruto merasa happy dan tanpa basa-basi langsung menempatkan Sakura ke seluncuran dan mendorong pelan. Meski pelan, Sakura tetap terdorong dan meluncur ke bawah.

"KYAAAAAA!"

BRUUUUSH!

"Mmh... to*blup*... haa*blup*..."

'Kami-sama, apa aku akan mati!'

Sasuke sedang membaca buku sambil duduk, sampai ia mendengar lengkingan suara seseorang.

"...KYAAAAAAAA!"

BRUUUSH!

"Suara ini... Sakura Haruno...?" tanya Sasuke. Ia langsung berdiri dan meninggalkan bukunya di kursi panjang. Poor buku... hiks...

Sasuke melihat sesuatu berwarna pink dan... lengan yang bergoyang-goyang di permukaan air? Melihat lebih dekat lagi, ia langsung konek kalau itu adalah Sakura.

"Sakura Haruno!"

Begitu tahu kalau Sakura sedang kesusahan dan tenggelam, Sasuke dengan secepat kilat langsung melepas kaos putih yang dipakainya tadi dan meninggalkan ia dengan celana renang sontog warna army dan melompat ke dalam kolam. Secepat kilat ia berenang dan berusaha menangkap Sakura yang sedang struggling di dalam air. Tangan Sasuke meraih tangan Sakura dan ia berhasil menangkap Sakura.

"Sakura Haruno! Kau tidak apa-apa?"

Sakura tidak sadarkan diri. Dan langsung Sasuke membawanya ke tepi kolam. Orang-orang langsung mengerubungi mereka berdua. Bisik-bisik berkeliweran di kuping Sasuke.

"Sakura Haruno? Hey, Jidat!" Sasuke menepuk-nepuk pipi Sakura, tapi tak ada reaksi. Dan Sasuke langsung mengambil tindakan, ia menaruh kedua telapak tangan Sakura di atas dadanya dan langsung mendorong dadanya supaya air dalam tubuhnya keluar, tapi nihil.

Tak ada cara lain, ia melakukan pertolongan pertama yang kedua, yang sudah pasti para reader tahu.

Naruto yang awalnya panik tidak melihat Sakura dari atas langsung berniat turun. Ia melihat segerombolan orang di pinggir kolam. Naruto langsung masuk ke gerombolan itu dan jantung serasa mau copot saat melihat pusat perhatian tersebut.

Sasuke Uchiha, berciuman dengan Sakura yang sedang pingsan di sana.

Karena Naruto tidak tahu kondisi yang sebenarnya, mari kita lihat di chapter berikutnya! 3

To Be Continued


Hyaaaaaaaaa...! aku pasti updatenya lama buangets! Mian, chingudeul... karena selama 2011 disibukkan dengan UN, dan sekarang tugas sebagai murid SMA plus bendahara, plus calon anggota OSIS #amiiin ...

Sudah ada bedakah fic ini dengan drama aslinya? Kuharap begitu, dan ini tidak mengecawakan chingudeul... hhehheehehheee...

Dan para ELF, senangkah kalian kalau MR. SIMPLE sudah released 3 Agustus kemarin? Omooooooooo! Aa Jungsuny keren banget, donk! #Angelthumsup

Dan karena sekarang bulan romadon, aq lagi seneng2ny bikin oneshot. Ada 2 yg kepikiran di otakku sekarang, 1 AU dan 1 semi-canon... moga2 trbit sebelum lebaran... ^V^

Tolong berikan REVIEW yg banyak... supaya aq bisa updet lagi dan Aa Jungsu pulang ke rumah jalanin ibadah puasa dengan aq... #ditabokAngels

Dan Author Notes berakhir dengan gajenya...