Mr. Pelit and Miss. Boros
Genre : Romance
Pair : Lee Hyukjae aka Eunhyuk (Namja)
Lee Donghae (Yeoja)
Lee Sungmin (Yeoja)
Cho Kyuhyun (Namja)
Warning : cerita abal dan gaje dan lagi di sini umur mereka sama kecuali Kyuhyun..
Summary : Seorang yeoja yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang bertemu namja yang sangat-sangat pelit apa jadinya?
Chapter 3
Teeettt...teett...teettt.. (bel pulang sekolah)
Donghae POV
"Hae, ayo cepat dong beresinnya. Kasian tau Kyu gimana kalau dia kelamaan nungguin kita?" ucap Sungmin sambil memegang tasnya.
"ih, berisik aja bisa diem ga." Ucapku sedikit nyolot.
"kamu kenapa sih seharian ini badmood gitu?" tanyanya masih memegang tasnya.
"kamu pasti taulah jawabannya." Jawabku sambil membereskan barang-barangku yang ada di mejaku.
"ah, aku tau pasti karena couple baru itu ya." Tebaknya.
"couple baru?" tanyaku bingung dan menghentikan sejenak kegiatanku membereskan buku.
"iya, couple baru. Couple HANCHUL." Ucapnya meneriakkan nama Hanchul.
"hanchul?" tanyaku bingung.
"aigo, Donghae kenapa kamu babo banget sih? Iya, Hancul. Hankyung Heechul." Terbaknya lagi.
"hah, entahlah aku tidak tau." Ucapku kembali membereskan barang-barangku.
'kau benar Sungmin bahkan sangat BENAR. Aku memang sedang badmood hari ini karena orang yang aku sukai (baca Hankyung) ternyata sudah menjadi namjachingunya musuh terbesarku (Heechul). Aku benar-benar kesal hari ini.' Batinku.
"ayo pulang." Ucapku setelah semua barangku beres.
"ayo." Ucapnya girang.
aku dan Sungmin berjalan dengan tenang hingga suara yang bisa membuat gendang telinga pecah, polusi suara meninggkat itu kembali terdengar. #Hae lebe banget.
"CHAGI!" teriak namja yang aku yakini keturunkan tarzan karena suaranya sangat keras.
"hah, dia lagi." Ucapku pasrah. Aku dan Sungmin pun menenggok kesumber suara.
"hay chagi kamu mau pulang ya aku antar ya." Ucapnya setelah sampaidi tempat aku dan Sungmin berdiri.
"tidak perlu aku bisa pulang sendiri." ucapku dingin.
"ayolah." Ucapnya sambil menarik lenganku pelan.
"aku bilang aku tidak mau." Ucapku menarik paksa lenganku.
"asal kamu tau ya. Aku tidak suka dekat denganmu apa kamu tidak lihat keadaanmu he? Apa perlu aku belikan kaca yang sangat besar supaya kamu bisa ngaca. Dan kau tau aku sangat malu saat dekat denganmu. Dekat dengan orang yang bau, kotor, kumel, dan culun sepertimu. Apa keluargamu tidak mampu membeli seragam? Miskin sekali keluargamu." Bentakku tepat di wajahnya.
"JANGAN DEKATI AKU ATAU KAU AKAN MERASAKAN BALASANNYA." Ucapku menekan nada bicaraku. "ayo Sungmin kita pergi." Ucapku menarik tangan Sungmin dan meninggalkan Eunhyuk sendirian.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Aku terdiam menerima perkataan Donghae.
'ne, memang aku akui aku bau, aku kotor, aku kumel, dan aku culun. Tapi aku bukan orang miskin dan jangan pernah menghina keluagaku Donghae. Aku melakukan ini semua karena aku memiliki alasan. Kau tau Donghae kau menyakitiku. Baiklah kalau itu yang kamu mau aku akan MENJAUHIMU.' Batinku.
Eunhyuk POV END
Donghae POV
"kau keterlaluan Donghae." Ucap Sungmin setelah cukup jauh dari Eunhyuk.
"apanya yang keterlaluan?" tanyaku sambil melepas tangan Sungmin.
" kata-katamu terlalu pedas. Dan lagi kau menyebut-nyebut keluarganya. Itu keterlaluan." Ucap Sungmin lagi.
"ah, aku tidak peduli." Ucapku lagi. "tuh Kyuhyun udah nunggu." Ucapku menunjuk Kyuhyun yang sedang duduk di motornya.
"baiklah aku pulang dulu ya. Dan sepertinya kamu harus minta maaf sama Eunhyuk." Ucap Sungmin sebelum pergi.
"minta maaf? Tidak akan pernah." Ucapku lagi.
Seperti biasa aku harus menunggu jemputan dulu.
"hah, lama sekali." Gumamku.
'apa tadi aku keterlaluan berkata itu pada Eunhyuk? Ah, itu sih bukan keterlaluan tapi itukan memang kenyataan. Minta maaf tidak mungkin.' Pikirku.
"silahkan nona." Ucap supirku yang tiba-tiba datang membukakan pintu untukku dan mendorong tubuhku.
DUG.. (anggap bunyi orang nonjok.)
"aw, sakit." Ucap supirku memegang hidungnya.
"ah, aku tidak tau. Lagian kamu sih main dorong-dorong badanku kan aku kaget jadi aja aku nonjok kamu dan itukan hanya gerak refleks." Ucapku cuek dan langsung masuk ke dalam mobil.
Skip time...
Aku berjalan menuju kelasku dengan sangat riang dan senang tidak lupa dengan gembira. Bagaimana tidak aku tidak di gangguin sama namja aneh, bau, kucel, kotor dan culun itu (baca Eunhyuk). Tapi kenapa aku merasa ada yang kurang ya? Dan kenapa aku merasa merindukan candanya? Ah, itu hanya perasaanku.
"hay Sungmin." Ucapku dan langsung duduk di kursiku.
"hay juga." Ucapnya sambil menulis sesuatu.
"kamu lagi apa?" tanyaku.
"sedang mengerjakan tugas." Ucanya masih dengan menulisnya.
"oh." Jawabku singkat.
"kamu udah?" tanyanya padaku dan menghentikan aktivitas menulisnya untuk melihatku.
"tentu saja sudah." Jawabku sambil menaruh tasku di atas meja.
"aku liat." Ucapnya dengan mata tatapan memelas (?).
"hah, baiklah." Ucapku sambil mengambil buku di tasku. "nih." Ucapku lagi sambil memberikannya buku.
"gomawo." Ucap Sungmin dan langsung membuka bukuku dan menulis lagi.
Aku memandang ke luar jendela kelasku. 'apa aku keterlaluan sama Eunhyuk ya?' tanyaku dalam hati.
"Minnie." Panggilku.
"..." dia masih fokus dengan tugasnya
"aish SUNGMIN." Teriakku di telinganya.
"apa sih? Aku dengar dari tadi juga ga usah teriak-teriak juga kali bisa budek nih." Bentak Sungmin sambil mengelu-ngelus telinganya.
"habisnya aku panggil ga nenggok-nenggok juga." Ucapku sewot.
"lagian apa kamu ga liat aku sedang mengerjakan nih tugas kalau mau ngomong, ngomong aja." Bentak Sungmin lagi dan kembali fokus menerjakan tugas.
"Sungmin." panggilku pelan.
"hm." Ucapnya.
"apa aku keterlaluan?" tanyaku.
"maksudmu?" tanyanya bingung sambil menatapku.
"iya Sungmin. Apa aku keterlaluan?" tanyaku lagi.
"jawabanku iya. Bahkan bukan hanya keterlaluan tapi sangat KETERLALUAN." Ucapnya menekan kata terakhirnya dan dia kembali fokus dengan tugasnya.
Skip time...
'hah, sudah dua minggu ini (tepat setelah peristiwa Donghae membentak Eunhyuk) aku tidak melihat Eunhyuk kemana dia?' batinku sambil berdiri di depan kelas Eunhyuk dan tidak lupa menengok ke kelasnya.
"WOY." Teriak Sungmin langsung merangkulku aku pun langsung menatapnya.
"ah, kau ini kenapa sih?" tanyaku.
"hehehe ga papa sih. Oh ya tumben berangkat pagi?" tanyanya menjauhkan tanganya dari pundaku.
"lagi pengen emang ga boleh." Sesekali aku melihat ke dalam kelas Eunhyuk.
" kenapa melihat ke kelas ini terus? Ah, aku tau pasti nyari Eunhyuk ya?" tanyanya.
"ah, kata siapa nggak kok." Ucapku sambil berjalan meninggalkan Sungmin dan sepertinya mukaku memerah.
Di kelas...
"percuma kamu mencarinya." Ucap Sungmin sambil berjalan ke arahku.
"maksudmu?" tanyaku bingung.
"iya kamu nyari Eunhyukkan?" tanyanya sambil duduk di kursi sebelahku.
"nggak kata siapa?" aku memandang ke arah lain pura-pura tidak peduli.
"dia sudah tidak sekolah selama dua minggu ini." Ucap Sungmin sambil menaruh tasnya di atas meja.
"dari mana kamu tau?" ucapku membalikan badannya supaya melihatku.
"lho katanya ga peduli?" tanyanya yang sudah sukses membuat mukaku memerah.
"aku memang tidak peduli kok." Ucapku sambil melihat ke arah lain.
"ah, jujur saja kamu pedulikan?" tanyanya menggodaku.
"aku bilang tidak." Ucapku pura-pura marah masih melihat ke arah lain.
"tenang tidak usah marah aku tau dari temannya aku tadi kekelasnya." Ucap Sungmin lagi. "oh ya Donghae aku mau ke kantin dulu mau beli sarapan. Kamu mau ikut?" tawarnya sambil berdiri membenarkan roknya.
"ah, tidak aku sudah makan kok." Ucapku melihat ke arahnya.
"ya sudah kalau gitu aku ke kantin dulu ya. Awas jangan ngelamun nanti ke sambet lho." Ucapnya langsung lari sebelum mendapatkan jitakan gratis dariku.
"hah, kanapa tidak masuk selama dua minggu?" tanyaku pelan sambil melihat ke luar jendela.
'lho kenapa aku peduli? Memang dia siapaku tapi kenapa aku merindukannya ya. Well, ini kan hanya rindu sesama teman. Tapi kenapa rasa rinduku ini berbeda? Kenapa berbeda saat aku rindu dengan Sungmin dan rindu sama Eunhyuk? Ah, aku tidak peduli.' Batinku.
"tunggu dua Minggu bukankah itu saat aku membentaknya. Apa dia sakit hati terhadap ucapanku? Aku tau aku cantik, aku kaya, aku pintar, dan aku baik tapi tidak usah segitunya dong kalau suka sama aku. Baru di bentak gitu aja sampai ga sekolah selama 2 dua Minggu." Ucapku narsis.
Skip time...
Teett...teett...teettt...(bel pulang sekolah)
"Donghae mau ikut denganku?" tawar Sungmin.
"kemana?" tanyaku sambil mengambil tasku dan berdiri.
"pergi ke clup malam kita dugem." Ucap Sungmin berjalan beriringan denganku.
"sama siapa?" tanyaku.
"siapa lagi kalau bukan Kyuhyun." Ucap Sungmin.
"nanti pasti aku di cuekin." Ucapku lagi masih berjalan beriringan dengan Sungmin.
"ya udah kalau ga mau. Selamat mati kebosanan. Besokkan libur apa ga mau pergi?" ucap Sungmin.
"hah, benar juga ya sudah dech TERPAKSA aku ikut." Ucapku.
"yey, gitu donng." Ucap Sungmin girang.
"KYUHYUN." Teriak Sungmin langsung berlari saat sudah ada di tempat parkir.
"hay chagi." Ucap Kyuhyun mencium pipi Sungmin.
"ehm, sadar diri dong sekarang dimana?" sindirku.
"yey, sewot." Ucap Sungmin menatapku tajam. "kyu, apa kamu menugguku lama?" tanya Sungmin dengan nada yang manja dan tatapannya berubah 180 derajat menjadi tatapan yang mengemaskan.
"nggak kok. Mau berapa lama pun aku akan setia menunggumu chagi.." goda Kyuhyun sambil mencolek dagu Sungmin.
"ah, kau ini." Ucap Sungmin tersipu malu.
"EHM." Dehemku lebih keras saat wajah mereka berdua tinggal beberapa centi lagi.
"aish kau ini ganggu saja." Ucap Sungmin kesal.
"biarin wekkk." Ucapku memeletkan lidahku.
"oh ya Kyu, Donghae nanti akan ikut ke clup malam bersama kita." Ucap Sungmin.
"ya sudah kalau gitu nanti aku jemput pake mobilku." Ucap Kyuhyun yang di ikuti anggukan deari Sungmin.
"lho kenapa ga pake mobilmu kan aku bisa pake mobil sendiri." protesku.
"yey, Donghae semakin hari semakin babo saja. Apa kamu lupa kamukanga boleh pake mobil masa ke clup malam bawa supir. Ga elit." Ucap Sungmin.
"benar juga. Baiklah aku ikut dengan kalian." Ucapku.
Di clup malam aka diskotik...
Semerbak bau alkohol, lampu-lampu yang berkilauan dan tidak lupa dengan alunan musik disco yang sangat keras. Untung ini clup milik teman dekat Kyuhyun jadikan tidak perlu KTP (emang di Korea ada KTP anggap aja ada) sebagai tanda bukti kita cukup umur. Jadi kami tinggal masuk tidak perlu KTP.
"Kyu ayo kita kesana." Tunjuk Sungmin ke tempat para orang yang sedang berjoget itu.
"baiklah ayo." Ucap Kyuhyun.
Mereka telah hilang di telan para pejoget itu a.k.a para pedugem itu.
"hah, aku di tinggalin lagi. Lebih baik aku ke tempat bar kecil itu." Ucapku sambil melangkah ke tempat bar kecil itu.
Aku melihat lihat ke sekeliling tempat ini lagi dan pandanganku berhenti pada seorang namja yang sedang ngeDJ. Tampilannya sangat keren dengan rambut yang berantakan kemeja yang dua kancingnya di biarkan terbuka dan kaus warna putih yang di dalam kemeja itu terlihat tanpa memakai kaca mata. Sangat tampan.
"Donghae ayo pulang." Renggek Sungmin.
"nanti dulu kenapa." Ucapku tanpa mengalihkan pandanganku dari seorang yang sedang ngeDJ.
"ah. Ayo pulang aku lelah Donghae." Renggek Sungmin lagi.
"Kyu, ayo kita pulang biarkan Donghae di sini SENDIRIAN." Ucap Sungmin ke Donghae.
"baiklah-baiklah ayo pulang." Ucapku sambil berdiri dari kursiku.
'kenapa kamu begitu berbeda saat sekarang dan saat di sekolah kau jauh lebih tampan saat seperti ini.' Ucapku dalam hati.
TBC
Balasan Review...
AngelFishy : ehm ini Eunhae lho bukan Haehyuk. Ok sudah saya lanjutkan.
shyelf : itulah ciri khas Donghae hehehe
parkhyukkie : kalau Haehyuk nanti lagi ya hehehe
JiYoo861015 : disini Hankyung ga suka sama Donghae hanya Donghae yang suka sama Hankyung. Apa skg masih bingung?
JjSonghee : wah, aku ga cantik dong kan aku ga update kilat.. aku ga cantik tapi imut #PLAK di gaplok gara-gara narsisnya kambuh.
rainy hearT : yap itulah efek dari dia ngirit.
PidaHae : udah aku lanjutin.
