Mr. Pelit and Miss. Boros
Genre : Romance
Pair : Lee Hyukjae aka Eunhyuk (Namja)
Lee Donghae (Yeoja)
Lee Sungmin (Yeoja)
Cho Kyuhyun (Namja)
Warning : cerita abal dan gaje dan lagi di sini umur mereka sama kecuali Kyuhyun..
Summary : Seorang yeoja yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang bertemu namja yang sangat-sangat pelit apa jadinya?
Chapter 4
Donghae POV
Hari memang masih pagi tapi tidak biasanya aku berangkat pagi biasanya aku kan memang berangkat tiap mendekati bel masuk. Entahlah aku berangkat pagi untuk apa aku juga tidak tau. Aku terus berjalan menuju kelasku yang pasti harus melewati kelas Eunhyuk. Aku jinjitkan kakiku setelah itu aku tenggokan kepalaku di jendela kelas Eunhyuk. Dan hasilnya tidak ada sosok yang aku cari.
Aku turunkan kakiku (inget tadi lagi jinjit lho) dan aku tundukkan kepalaku.
'tunggu untuk apa aku mencarinya?' tanyaku dalam hati.
"DDOOORRR..." teriak Sungmin yang benar-benar mengkagetkanku.
"aish, apa sih? Ngagetin aku saja." Bentakku yang sukses membuatnya cemberut.
"habisnya, kamu ngapain tadi jinjit-jinjit segala sambil ngeliatin kelas Eunhyuk lagi?" tanyanya balik sambil memanyunkan bibirnya.
"ah, siapa bilang aku nyariin Eunhyuk." Jawabku yang sepertinya ga nyambung dengan pertanyaan Sungmin terbukti dari raut wajahnya yang berbah menjadi seringai yang tidak pantas di wajah imutnya. "kenapa kau menatapku begitu hmm..?" tanyaku dengan nada yang menekan.
"kok jawaban yang kau berikan ga nyambung?" tanyanya. "tadikan aku bilang 'ngapain kamu jinjit-jinjit segala sambil ngelihatin kelas Eunhyuk lagi?' eh, kamu jawabnya kok 'siapa bilang nyariin Eunhyuk?' kan ga nyambung." Tanyanya dengan nada yang mengodaku.
"jangan-jangan kamu beneran nyariin Eunhyuk ya?" tanyanya semakin menggodaku. Pertanyaan Sungmin sukses membuatku merah padam.
"ah, tidak usah di bahas." Ucapku sambil berjalan dengan langkah cepat menuju ke kelasku.
"HEY, HAE MUKAMU MERAH LHO." Teriak Sungmin.
Aku tidak memperdulikan perkataan Sungmin dan terus berjalan menuju kelasku dengan langkah yang cepat. Aku hempaskan tubuhku di kursi tempatku duduk. Aku tutup mukaku dengan kedua telapak rasa benar kata Sungmin wajahku merah karena memang sekarang wajahku terasa panas.
Tet...tet...tet... (anggap bunyi bel pulang sekolah) (cepet bgt ya)
"Hae, mian aku tidak bisa pulang denganmu." Ucap Sungmin sambil membereskan buku yang ada di meja kami dan memasukkannya.
"biasanya juga ga bareng." Ucapku sama seperti Sungmin sedang membereskan bukuku.
"hehehe iya ya." Cengirnya. "ok aku pergi dulu ya Hae bye.." Sungmin melambaikan tangan dan setelah itu pergi.
Setelah selesai membereskan semua. Aku berjalan sendiri aku edarkan mataku melihat pemandangan di sekolahku ini. Hingga pandanganku berhenti saat aku melihat seikat namja eh, salah maksudku sesosok namja yang sedang keluar dari kelasnya. Dia menjinjing buku yang di dekapnya dengan kacamata yang besar yang selalu setia menyangkut di hidungnya, rambut yang rapi atau klimis, tidak lupa juga dengan pakaian yang ehm, kucel tapi rapi. Aku pertajam pandangan mataku dan benar namja itu namja pelit yang selama ini mengganguku.
"EUNHYUK." Teriakku dan selanjutnya aku berlari ringan kearah Eunhyuk. Sempat terbesit di pikiranku 'kenapa aku memanggilnya dan berlari kecil ke arahnya seperti ini?'
"kemana aja?" tanyaku setelah sampai di sebelah Eunhyuk.
"apa pedulimu?" jawabnya dingin sedingin salju di kedua kutub yang di satukan.
"eh? Kenapa sedingin itu sih?" tanyaku bingung.
"bukan urusanmu." Masih dingin seperti tadi setelah mengucapkan itu dia pergi begitu saja membuatku bingung.
"kenapa jawabannya sedingin itu? Apa dia masih marah?" gumamku pelan setelah Eunhyuk sudah berada jauh.
Aku berjalan dengan langkah yang pelan. Seperti biasa aku harus menunggu supirku dulu menyebalkan. Sebenarnya hingga sekarang aku masih berpikir 'kenapa Eunhyuk sedingin itu padaku? Apa dia masih marah?' itulah kata-kata yang selalu berkeliaran di otakku.
"jangan-jangan masih marah gara-gara aku membentaknya waktu itu. Aku tau aku cantik, aku kaya, aku ga pelit, aku baik hati, tidak sombong, suka menabung, dan lagi aku pintar. Jadi jangan marah begitu dong gara-gara aku bentak." Narsisku sendiri saat aku sedang menunggu supirku.
"tapi tunggu kenapa dandanannya berubah menjadi culun lagi kenapa tidak berubah menggunakan dandanan yang keren sama kaya waktu dia ngedj pasi diakan banyak yang suka kalau begitu." Ucapku ke diriku sendiri. #lama-lama Donghae kaya orang gila aja nih ngomong sediri #PLAK di hajar karena tiba-tiba nonggol.
"eehh, ga boleh kalau dia banyak yang suka aku gimana?" tanyaku sendiri.
Hening...
"tunggu tadi aku bilang apa? Tadi aku bilang 'aku gimana?'" tanyaku sendiri benar-benar kaya orang gila.
Lamunanku buyar saat supirku sudah sampai.
"maaf nyonya apa anda menunggu lama?" tanya supirku setelah turun dari mobil dan membungkuk ke arahku.
"sangat lama." Jawabku. "nih, bawa barangku." Ucapku menyerahkan semua barang bawaanku ke supirku ini.
-skip time- Di sekolah lagi ya..
Sekarang aku sedang duduk di bangkuku dan pandanganku sedang menatap kke luar jendela. Tadi aku sempat lewat kelas Eunhyuk tapi dia tidak ada di kelasnya. Terakhir aku melihatnya seminggu yang lalu sekarang aku sudah tidak melihatnya lagi. sebenarnya dia kenapa sih tidak pernah masuk sekolah? Apa dia benar-benar marah padaku gara-gara aku bentak?
Baiklah nanti malam aku akan ke tempat kerjanya aka ke diskotik lagiankan besokkan libur. Memastikan apa dia ada di sana dan aku juga ingin memberi nasihat ke dia bahwa jangan terlalu berharap padaku. #Donghae ke GR an bgt. #di hajarlagi gara-gara nonggol lagi.
"Hae, mau ikut denganku ga?" tanya Sungmin sambil duduk di kursinya yang ada di sebelahku karena kitakan memang teman sebangku.
"kemana?" tanyaku balik tanpa mengalihakan pandangan mataku.
"jalan-jalan bareng sama Kyuhyun pastinya." Ucapnya lagi. aku menatapnya seolah ingin berkata 'iya'.
"hehehe tentu saja aku." Aku menggantungkan kalimatku.
"tidak akan ikut." Jawabku jutek dengan raut wajah yang berbeda 180 derajat.
"aku kira akan bilang iya taunya tidak." Protesnya. "ya sudah kalau tidak mau ga usah jutek gitu juga kali." Protesnya lagi.
Malam harinya...
Disinilah aku sekarang di tempat kerja Eunhyuk aka diskotik. Aku melihatnya sedang menDj dan dandannya berbeda 180 derajat yang sekarang benar –benar tampan. Seperti biasa dia tidak menggunakan kaca mata, poni rambutnya dia biarkan menutupi dahinya (inget MV Sorry Sorry ya), dan dia menggukan baju kotak-kotak berwarna biru yang kacingnya di buka semua dari atas sampai bawah sehingga membuat kaos putih di dalamnya terlihat. Dandannya benar-benar berbeda kalau yang sekarang tidak terlihat kucel seperti biasanya sekarang terlihat lebih keren.
Tanpa terasa aku menarik kedua sudut bibirku. Ne, aku tersenyum melihatnya yang sedang nge-DJ aku juga tidak tau kenapa aku tersenyum. Walaupun aku senyam-senyum sendiri toh, tidak akan ada yang protes kan Sungmin tidak sedang bersamaku dalam artian aku sendiri disini.
Lama aku menggu Eunhyuk selesai kerja hingga akhirnya aku tertidur.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Akhirnya aku selesai bekerja juga. Aku melirik jam tangan yang aku gunakan.
"pukul 4 pagi ah, melelahkan." Ucapku lemas. Aku merengkan tubuhku melepaskan semua rasa lelahku.
Aku membereskan penampilanku merapihkan rambut yang tadi sempat berantakan. Memasang earphone di telingaku sekarang aku memang tidak menggunakan sepatu rodaku aku sedang ingin memakai sepatu baruku. #pamer.
Aku berjalan menuju pintu keluar hingga ada suara yang menghentikan langkahku.
"HEY, HYUKIE HYUNG!" Teriak namja itu. Aku melepas earphone dari telingaku.
"ada apa?" tanyaku dan berjalan mendekati namja yang di ketahui bernama Onew teman seperkerjaku hanya dia di bagian bartender.
"ah, kau ini hyung dari tadi di panggil ga ngedenger-denger." Ucapnya kesal.
"hehehe, mian." Cengirku. "ada apa memanggilku?" tanyaku.
"kau kenal yeoja itu?" tanya Onew sambil menunjuk sesesosok yeoja yang sedang tertidur entahlah dia mabuk atau tidur.
Aku sipitkan mataku berusaha mempertajam pandangan mataku.
'bukankah itu Donghae?' batinku. Yah, walaupun mukanya sedikit tertutup rambutnya yang panjang itu tapi aku tau siapa sih yeoja yang wajahnya secantik dia tidak ada kecuali dia.
"tidak aku tidak kenal." Ucapku dingin dan langsung earphoneku kembali.
"apa di tinggal di sini saja?" tanya Onew padaku.
"ya sudah biarkan saja." Jawabku lalu pergidari tempat kerjaku.
Aku terus berjalan sesekali terbesit rasa bersalahku. Tapi mau bagaimana lagi bukankah dia tidak suka kalau aku dekati jadi aku turut aja perkataanya.
Eunhyuk POV END
Donghae POV
Aku terbangun dari tidurku yang sangat tidak nyaman bayangkan saja aku tertidur dalam posisi duduk dan hanya menggunakan tanganku sebagai bantal. Aku mengerakakan kepalaku yang sangat pegal.
Aku edarkan pandanganku ke penjuru ruangan ini.
"lho kok udah sepi pada kemana?" tanyaku bingung.
Aku melihat sesosok namja yang ingin menutup pintu masuk.
"TUNGGU. JANGAN DI TUTUP!" teriakku sambil berlari ke namja itu.
"main tutup aja ga liat apa ada orang di dalam?" omelku sambil mengeplak dahi namja yang tadi hampir menutup pintu ini.
"aduh." Ucap namja itu sambil mengelus dahinya yang tadi aku pukul. "aku tau kok kalau ada orang di dalam." Ucapnya masih mengelus pelan dahinya.
"terus kenapa di tutup?" omelku lagi.
"mian. Habis tadi kata Eunhyuk hyung dia tidak mengenalmu dan aku juga tidak mengenalmu jadi untuk apa aku membangunkanmu. Dan lagi bukankah tadi noona ini mabuk ya? Biasanya orang mabukkan susah di banguninnya jadi buat apa aku membangunkanmu noona?" jelasnya pangang lebar tapi sekarang dia sudah tidak mengelus dahinya.
"apa kau bilang Eunhyuk tidak menggenalku dan tadi apa kau bilang kau bilang aku mabuk?" tanyaku dengan nada suara yang meninggi dan kembali memukul dahi namja yang ini.
"aduh sakit noona kenapa memukulku lagi?" protesnya dan kembali mengelus dahinya.
"sekarang dimana Eunhyuk berada?" tanyaku.
"tentu saja pulang." Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya masih dengan mengelus dahinya pelan.
"rumahnya dimana?"
"mana aku tau cari aja sendiri. lagian dia baru saja pulang kok jadi kemungkinan besar dia belum jauh." Ucapnya memberhentikan mengelus dahinya.
"baiklah makasih bocah." Aku berjalan ke pintu keluar aku melihatnya namja itu sepertinya sedang mengomel sendiri. aku balikkan badanku menghampiri namja yang tadi aku bilang bocah itu. "asal kau tau tadi aku bukan mabuk tapi aku tertidur camkan itu." Ucapku dengan nada seorang yang ingin membunuh.
"i...iii...iya noona. Mianhae." Ucapnya dengan wajah yang pucat.
'seseram itukah wajahku tadi?' paertanyaan itu terbesit di pikiranku. Aku tersenyum ke arah namja itu.
"sepertinya aku harus pergi bye." Ucapku sambil melambaikan tanganke arahnya.
Aku berlari mencari Eunhyuk kata namja yang tadi Eunhyuk belum jauh jadi aku berlari saja.
"aduh kakiku sakit." Ucapku di tengah lariku.
Ne,memang aku berlari dengan menggunakan sepatu hak yang sangat tinggi pemberian appaku dari Italia gitu jadi sangat mahal. Aku terus berlari hingga aku melihat seorang namja yang sedang berjalan tapi yang ini tanpa sepatu roda. Aku memang hanya melihat punggung namja yang sedang berjalan itu tapi aku yakin dia Eunhyuk.
"apa itu Eunhyuk?" tanyaku pelan. "tapi kok ga pakai sepatu roda tapi baju yang di gunakan sama dengan baju Eunhyuk yang sedang nge-DJ. Tanpa pikir panjang aku memanggil namja itu.
"HEY KAU LEE HYUKJAE!" teriakku dan mulai berlari ke arah namja itu. "sial dia tidak mendegarku." Umpatku di tengah lariku.
"EUNHYUK." Panggilku lagi. "HEY, KAU EUNHYUK TUNGGU AKU!" aku berteriak dan berlari sekencang mungkin tidah peduli dengan sepatu hak yang aku gunakan.
Aku terus berlari hingga aku mendekati punggung namja yang dari tadi aku panggil Eunhyuk itu. Hingga akhirnya hak yang aku gunakan sepertinya patah dan...
GUBRAK... aku terjatuh dan kakiku sepertinya tergilir dan ini sangat sakit.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Dari tadi sepertinya ada yang memanggilku ah, tapi saiap juga yang memanggilku dia pagi buta kaya gini jangan-jangan hantu lagi. ah, aku tidak peduli. Aku teus berjalan hingga aku mendengar teriakan seorang yeoja.
"HEY, KAU EUNHYUK TUNGGU AKU!" teriak suara itu lagi dan sepertinya suara seorang yeoja.
Aku berhentikan langkahku dan aku balikkan badanku melihat siapa yang memanggilku. aku lihat sekelilingku tapi tidak ada. Akumemegang tengkuk leherku yang sudah merinding.
"aku di bawah BABO." Suara yeoja itu terdengar lagi. aku tenggokkan kepalaku ke bawah dan betapa terkejutnya aku ternyata dari tadi yang memanggilku Donghae aku kira hanya perasaanku saja.
Aku kembali memasang wajah dinginku. Dan berbalik badan hendak meninggalkannya.
"hey, enak sekali kau meninggalkanku. Dimana hatimua?" ucapnya denga nadasetengah teriak.
Aku balikan badanku menjongkokkan badanku supaya setara dengannya. Aku memandangi wajahnya yang seperti menahan sakit dengan tangan yang sedang mengelus-elus kakinya.
'dia kenapa?' tanyaku dalam hati. Sebenarnya aku khawatir dengannya tapi mau bagaimana lagi aku masih kesal dengan kata-katanya. Aku kembali berdiri.
"aku ingin pulang. Cepat kau pulang." Perintahku.
"apa kau tidak liat kakiku tergilir aku tidak bisa jalan." Jawabnya masih dengan mengelus-elus kakinya menahan sakitnya.
"terus apa peduliku?" tanyaku dengan nada yang dingin lagi.
"ah, kau ini menyebalkan." Omelnya. "awwuu, sakit." Rintihnya.
Lama kelamaan aku tidak tega juga melihatnya menaha sakit. Aku balikan badanku dan jongkok.
"naiklah." Ucapku.
"hah?" dia bingung.
"iya naik bukannya tadi kamu bilang tidak bisa jalan." Ucapku lagi. dan akhirnya dia mengikutiku dan naik naik di punggungku. (maksudnya di gendong di belakang ya).
Dia menenggelamkan kepalanya di cekukkan leherku hingga leherku merasakan hangat nafasnya. Di masih membawa sepatu yang haknya patah aku melihat bandrol yangmasih menempel di sepatunya.
'masih belum berubah.' Batinku.
Aku kembali melanjutkan perjalanku yang sempat tertunda itu sambil menggendong Donghae tentunya.
"eh, Hyukie..." ucapnya pelan sangat pelan.
'apa dia bilang Hyukie apa aku tidak salah dengar?' batinku senang dan tidak percaya.
"ada apa?" tanyaku dingin aku tidak mau memperlihatkan wajah senangku di hadapannya.
"ehm mianhae." Ucapnya lirih.
'apa aku tidak salah dengar dia bilang 'mianhae' aku tidak percaya.' Ucapku dalam hati
"aku tidak mendengar." Ucapku dingin.
"aku bilang 'mianhae'."ucapnya dengan nada normal saat orang sedang bicara.
'benar dia mengucapkan 'mianhae' kesempatan menggodanya.' Batinku lagi.
"hah. Masih ga kedengeran." Teriakku.
"AKU BILANG 'MIANHAE' APA KAU TULI HAH?" teriaknya tepat di telingaku.
Aku tersenyum akhirnya 'dia minta maaf juga'. Itulah kata yang terlintas dipikiranku.
"baiklah aku memaafkanmu." Ucapku pelan.
Eunhyuk POV END
Donghae POV
'dasar menyebalkan susah payah aku mengucapkan kata 'mianhae' tadi dia berlagak tuli atau jangan-jangan dia tuli sungguhan?' batinku.
Ne, memang aku adalah orang paling sulit kalau di suruh minta maaf atau pun terima kasih bagiku itu adalah dua kata yang tidak penting. Dan sekarang aku minta maaf ke namja yang membuatku kesal.
Ah,aku sangat ngantuk. Aku eratkan pelukanku dan menletakan (?) kepalaku di bahunya dan akhirnya aku tertidur.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Setelah percakapan singkat itu kami kembali diam hingga akhirnya aku sadar masa aku harus membawa Donghae pulang ke rumahku.
Aku merasa Donghae mempererat pelukannya dan menaruh kepalanya di bahuku terdengar hembusan nafasnya yang teratur. 'jangan-jangan dia tidur' kata-kata itulah yang sekarang terlintas di pikiranku.
"hey, rumahmu dimana?" tanyaku dingin sekaligus memastikan apa dia tertidur atau tidak.
"..." hening tidak ada jawaban.
Aku beranikan menenggokkan kepalaku ke Donghae. Dan betapa terkejutnya aku saat wajah Donghae berada tepat di hadapanku.
'cantik' satu kata ya yang sekarang menggambarkan wajahnya. Aku kembali menghadap ke depan dan menggelengkan kepalaku.
'tidak-tidak boleh berpikir macam-macam.' Batinku lagi.
"hah, baiklah sepertinya aku memang harus membawamu ke rumahku." Ucapku pasrah dan berjalan menuju rumahku.
TBC
Balasan REVIEW
rainy hearT : dah aku lanjutin..
eunhaechild :maaf ga bisa update kilat #bungkuk-bungkuk. Akhirnya aku bisa menyadarkan satu sider moga aja sadar terus ya jangan jadi sider lagi ok...
JiYoo861015 : mian ga bisa update kilat. Ini updatenya pasti lama ya. Maaf ya...
iraira : disini Hae jadi yeoja dan Hyukie jadi namja. Mian ga bisa update kilat.
yayang jewELF : me and him kan udh aku lanjutin kalau bola voly dan bola baskel belum di ketik adanya bola pimpong... hehehe
Chagyumin : yap ini Eunhae no Haehyuk. Iya saya salah harusnya bandrol bukan bandol maian. hahaha tau aja kalau biasanya nge-djnya di cuci piring. Kan cuci piringnya juga di rumah aku #PLAK ngaku-ngaku.
AngelFishy : tenang Eunhae akan saya lestarikan karena mereka hampir punah #mulai ngaco. Oh ya panggilnya Nina aja ya #puppy eyes.
Bellafishy : kenapa ikut deg degan apa gara-gara Hyukie berubah..? tenang nanti aku rubah jadi monkey #PLAK ngaco lagi.
Shyelf : ok da aku lanjutin kan saeng...
nyukkunyuk : nah, Hyukienya sekarang udah ada kabar nih udah ketemu lagi palah. Oh ya panggil akunya Nina aja ya.
endahhyukiELF : ok udh aku lanjutin. Kamu bayanginnya ampe nelen ludah aku ngebayanginnya ampe nelen orang hahaha #makin ngaco
mea : udh aku lanjutin v, maaf ga cepet.
Jung Seonnie : yap di sini Hae jadi yeoja maklum permintaan sahabatku yang minta Eunhae. Udh aku lanjutin.
mea hae : anak BPN..? BPN tuh apa ya aku ga tau. Salam kenal juga.
hyera : emang bener kok yang nge-DJ itu hyukie. Udh aku lanjut ok.
Kiki : ne, Hae emang cantik. Tapi imutan Hyukie... #tambah ngaco.
All : makasih reviewnya.
