Mr. Pelit and Miss. Boros

Genre : Romance

Pair : Lee Hyukjae aka Eunhyuk (Namja)

Lee Donghae (Yeoja)

Jessica (Yeoja)

Lee Sungmin (Yeoja)

Cho Kyuhyun (Namja)

Rate : T

Warning : cerita abal dan gaje, OOC, Genderswitch, dan lagi di sini umur mereka sama kecuali Kyuhyun..

Summary : Seorang yeoja yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang bertemu namja yang sangat-sangat pelit apa jadinya?

Chapter 6

Normal POV

Donghae terkejut mendengar pernyataan dari yeoja yang baru saja dia kenal. Penampilannya sih sebelas duabelas dengan Eunhyuk yang kucel, kumel, dan brantakkan hanya memang harus Donghae akui wajahnya yang cantik membentu penampilannya. Donghae hanya bisa diam karena shock.

"Eonnie gwenchana?" tanya Jessica sambil menjentikkan jarinya di depan muka Donghae. Donghae langsung tersadar dari lamunannya.

"Ne aku tidak apa-apa." Jawab Donghae.

"Tapi wajahmu tidak ok." Ucap Jessica sambil melihat wajah Donghae yang masih kelihatan shock.

"Apa maksudmu heh? Jadi kau pikir aku jelek begitu?" tanya Donghae dengan nada penuh penekanan dan tajam tidak lupa Donghae melirikkan matanya ke yeoja yang mengaku tunangan Eunhyuk itu tajam.

"A...ani... bu...bukannya gitu." Jessica mengucapkanya dengan ketakutan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

"Terus apa?" tanya Donghae dengan nada yang tajam dengan mata yang tak kalah tajam.

"Ja...jadi gini eonnie bilang ok. Ta..tapi sepertinya wajah eonnie tidak mengatakan ok dengan kata lain eonnie marahkan denganku gara-gara aku mengaku tunangannya Eunhyuk oppa. Iya kan?" tanya yeoja yang duduk di sebelah Donghae masih dengan nada yang ketakutan. Donghae yang tadi menatapnya tajam sekarang palah memalingkan wajahnya.

"Ka...kata siapa? Aku tidak cemburu kok." Jawab Donghae mulai salting. Jessica mencium kemenangan cepat-cepat dia menggoda Donghae.

"Baiklah kalau eonnie tidak marah atau cemburu denganku. Dengan begitu pernikahanku dan Eunhyuk oppa tidak akan ada yang keberatan." Jelas Jessica santai dan mulai menatap Donghae dengan senyum yang mencurigakan.

Donghae yang mendengar pernyataan Jessica mulai berteriak. "ANDWAE!" teriak Donghae menyilangkan tangannya.

"Lho, kok ga boleh kan eonnie bukan siapa-siapanya Eunhyuk oppa." Jawab Jessica tak kalah santai dari yang pertama. Donghae diam mendengar perkataan Jessica 'benar juga apa yang di katakan Jessica bahwa aku memang bukan siapa-siapanya.' Ucapnya dalam hati.

Donghae menundukkan kepalanya tanda dia sedih. Lho kenapa dia sedih? Mungkin dia mulai mengetahui kalau dia menyukai Eunhyuk. Jessica yang melihat Donghae menundukkan kepalanya tersenyum penuh kemenangan.

"Aku bercanda eonnie. Aku bukan tunangannya aku hanya adiknya." Jelas Jessica sambil tersenyum manis. Donghae yang mendengar itu mendongkrakkan kepalanya dan menatap Jessica yang tersenyum manis ke arahnya. 'adiknya? Kok ga mirip ya?' pertanyaan itulah yang ada di pikirannya.

"Maksudmu?" tanyanya masih belum mengarti.

"Iya, aku bukan tunangan Eunhyuk oppa aku hanya adiknya." Ia menggantungkan kalimatnya. Donghae menautkan alisnya tanda dia bingung. "Tadi aku hanya mengetes eonnie jarang lho ada yeoja yang main ke rumah ini apalagi untuk mencari Eunhyuk oppa." Ucapnya santai setelah itu dia menatapku dengan senyumnya. "Dan kau yeoja pertama yang mencari Eunhyuk oppa sampai kerumah ini. Kau tau Eunhyuk oppa itu sangat dingin dengan yeoja bahkan bukan hanya dingin bahkan terkesan cuek." Ucap Jessica dengan senyumnya.

"Apa? Dingin cuek tidak mungkin. Kau tau dia selalu mengganguku saat di sekolah bukan hanya itu bahkan dia mengaku namjachinguku. Apa itu yang kau sebut dingin dan cuek?" tanya Donghae dengan penuh ke heranan.

Jessica terlihat bingung dengan ucapan Donghae. "Tidak mungkin." Sepertinya Jessica tidak percaya.

"Serius dech." Donghae menujukkan jarinya yang berbentuk 'V'.

"Kok beda ya?" Jessica kebingungan dan mulai berpikir Donghae menurunkan jarinya dan menatap Jessica intens. "Ah, mungkin Eunhyuk oppa menyukaimu." Kesimpulan yang di ambil Jessica yang membuat Donghae membelakkan matanya tidak percaya. "Sayang Eunhyuk oppa sedang kerja jadi tidak mungkin di tanya sekarang." Jessica menatapku sambil tersenyum.

"Kerja? Pantas tidak sekolah." Guman Donghae tidak pelan.

"Ne, Eunhyuk oppa kerja. Biasa untuk menghidupi keluarganya." Jawabnya jujur.

Baru Donghae mau melanjutkan tanyanya tapi ponselnya sudah berbunyi.

"Yoboseo." Sapa Donghae.

"..."

"Ne, aku pulang sekarang." Jawab Donghae setelah itu memutuskan sambungan teleponnya.

"Baiklah aku pulang dulu. Tapi bisakah kau membawakan sepatuku dan mengantarkanku ke depan. Aku sangat susah membawanya karena aku harus memakai tongkat." Donghae mengambil tongkat dan memakainya lalu berjalan keluar tidak lupa Jessica juga menggikutinya dari belakang.

Mereka berdua menunggu di depan rumah Eunhyuk.

"Eonnie, apa masih lama?" Jessica memulai percakapannya.

"Sebentar lagi juga sampai kok supirku. Tunggulah." Donghae mengatakan itu tanpa menatap Jessica. Matanya sibuk melihat ke arah lain.

Mereka menunggu cukup lama hingga supir Donghae pun datang.

"Maaf nonna membuat nonna menunggu lama." Supir itu membungkukkan badannya ke Donghae.

"hah, sangat lama." Ucap Donghae sambil menghembuskan nafasnya. "Buka pintunya." Perintah Donghae yang tentu saja di lakukan supirnya. Donghae masuk ke dalam mobilnya.

"Eonnie, ini sepatunya." Jessica menaruh sepatu itu di sebelah kaki Donghae dan Donghae hanya tersenyum dan menutup pintu mobilnya.

Supir Donghae berjalan memasuki mobilnya. Sebelum berangkat pergi Donghae menurunkan kaca mobilnya dan menyembulkan kepalanya. "Jangan beritahu Eunhyuk kalau aku kesini. Arra?" setelah itu Donghae menutup kembali kaca mobilnya dan mobilnya sudah melaju.

Jessica hanya bisa melambaikan tangannya. "Hah, benar-benar sombang. Kenapa Eunhyuk oppa bisa menyukai yeoja seperti itu ckckckc.'' Jessica mengucapkan itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan masuk ke rumahnya.

Normal POV END

Donghae POV

"Hah, syukurlah ternyata dia bukan tunangan Eunhyuk. Kalau dia sungguh tunangannya bagaimana denganku?"gumam Donghae pelan.

Tunggu tadi aku bilang aku gimana? Bukankah aku tidak memiliki perasaan apapun dengannya. Tapi kenapa sehari saja aku tidak melihatnya aku sudah merindukannya? Dan kenapa saat aku bertemu dengannya aku merasa ada getaran atau sengatan listrik di hatiku? Aigo ada apa denganku?

"Darimana kau tau aku ada di rumah itu?" aku memulai pembicaraaan dengan supirku.

"Saya di beri tau teman anda noona." Jawab supirku tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.

"Oh." Balasku singkat dan mulai mengamati pandanganku ke arah lain yaitu keluar jendela mobilku.

'dasar Sungmin kebiasaan selalu memberi tau semuanya ke keluargaku. Aku yakin pasti Sungmin yang melakukan ini semua.' Batinku.

Yah, aku yakin pasti Sungmin hanya dia temanku yang berani memberitau ke keluargaku dan lagi memang hanya dialah teman terdekatku selama ini.

Semua kembali diam aku sibuk melihat ke luar jendela sedangkan supirku fokus dengan menyetirnya.

333333333333

000000000

3333333333333

Keesokkan harinya...

Aku seperti biasa berangkat ke sekolah dan seperti biasa pula aku memakai tongkat. Dengan penuh perjuangan akhirnya aku sampai di kelasku ini.

"Huft, lelah juga." Ucapku langsung duduk di kursiku.

"Sebegitu lelahkah kau?" tanya Sungmin sambil memutar-mutar cincin yang di pakainya.

"Bukannya ngebantuin aku palah ngotak-ngatik cincin jelek itu." Cibirku sambil menaruh tongkat di sampingku.

"Apa kau bilang jelek?" Sungmin memastikan ucapanku tadi. Aku mengganguk menjawab pertanyaan Sungmin. "Jelek. Kau tau ini pemberian Kyuhyun tau kemarin baru saja dia membelikannya untukku. Memangnya Eunhyuk dia kan tidak mungkin bisa membelikannya untukmu." Ejek Sungmin sambil melirik ke arah Donghae.

"Memangnya Eunhyuk siapanya aku?" Donghae pura-pura ngambek dan memalingkan mukanya. Sungmin yang mendengar itu sontak menatap Donghae.

"Lho, bukannya kau menyukainya dan sepertinya Eunhyuk juga begitu." Pernyataan yang di katakan Sungmin membuat Donghae menjadi senang. Loh, kok senang?

Mendengar itu pipi Donghae langsung merah merona.

"hey, mukamu merah tuh." Sungmin mulai mengejekku.

3333333333

000000000

33333333333

Skip time...

Hari ini sudah 2 Minggu lebih aku tidak melihat Eunhyuk sekolah kemanakah dia selama ini? Padahal aku ingin sekali pamer dengannya bahka kakiku sudah sembuh dan tidak perlu memakai tongkat lagi.

Aku duduk di kursiku sambil menghela nafasku. "Huft,kemana lagi dia kenapa tidak sekolah?" gumamku sediri. "Aku merindukanmu." Lirihku sambil menundukkan kepalaku.

Baiklah aku akui sepertinya sekarang aku mulai menyukainya bahkan sekarang aku sangat merindukannya tapi aku sangat gensi mengakui kalau aku menyukainya. Pasti orang akan memikirkan 'waw, seorang Lee Donghae yang terkenal dengan kesempurnaannya menyukai namja bernama Lee Hyukjae yang memiliki sifat sangat pelit dan jorok.' Aku kan malu kalau mendengar perkataan itu jadi lebih baik aku menyimpan perasaanku dalam-dalam.

"Hey!" seseorang menepuk pundakku aku masih saja menunduk. "Hey, kau kenapa?" ternyata Sungmin yang tadi menepuk pundakku.

Sungmin berjalan melewatiku dan duduk di sebelahku. "Kau kenapa? Ada masalah ceritalah." Dia mulai khawatir denganku.

Aku mendogkrakkan kepalaku dan menatapnya. "Aku tidak apa-apa Sungmin-ah. Aku hanya lelah." Aku memberi alasanku.

"Mau ke UKS?" ternyata dia benar-benar khawatir aku menggeleng sambil tersenyum ke arahnya. "huft,baiklah kalau begitu." Dia mulai pasrah.

Tet...tet...tet.. (anggap bel pulang sekolah)

"Kau mau pulang bersamaku dan Kyuhyun?" Sungmin bertanya denganku. Aku menjawabnya dengan gelenggan kepalaku.

Yah, kami memang sedang berjalan berdua menuju tempat parkir. "Benar tidak akan ikut?" Sungmin bertanya lagi.

"Tidak chagi." Aku mengucapkan itu sambil mencubit kedua pipi chubby Sungmin gemas.

"Sakit, sakit." Sungmin memukul-mukul punggung tanganku.

Aku melepas cubitanku dan tersenyum ke arahnya sedangkan Sungmin mengelus-elus pipinya yang merah karena cubitanku.

"Aku pergi dulu ya. Jaga dirimu baik-baik jangan sampai kau di grepe-grepe oleh Kyuhyun." Aku melambaikan tanganku dan menjauh darinya sebelum aku di semprot oleh omelannya.

Donghae POV END

Normal POV

Tidak seperti biasanya supir Donghae datang sebelum di tunggu biasanya Donghae harus menunggu dulu baru supirnya datang nah sekarang tumben supir Donghae datang dulu.

Dengan cepat Donghae masuk kedalam mobil yang sudah di bukakan untuknya. Supirnya pun dengan cepat menjalankan mobilnya.

"Jangan pulang dulu." Donghae berkata tanpa mengalihkan pandanganya dari luar jendela.

"Memangnya mau kemana noona?" tanya supir Donghae tanpa mengalihkan pandanganya dari jalan raya.

"Ke suatu rumah. Sudah ikuti saja perintahku."

"Baik noona." Supir itu mengganguk patuh.

Tiba di depan rumah Eunhyuk..

"Kau tunggu disini saja atau kalau perlu kau pergi dulu juga tidak apa-apa asalkan saat aku telepon kau harus datang." Donghae berkata itu sebelum dia turun dari mobilnya.

"Saya akan menunggu saja noona."

"Ya sudah kalau begitu kalau aku lama jangan salahkan aku." Setelah mengatakan itu Donghae turun dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Eunhyuk.

Tok...tok...tok...

"Iya, tunggu sebentar." Terdengar suara namja dari dalam sana.

Cklek...

Pintu itu terbuka dan memperlihatkan namja kurus dari balik pintu dan penampilannya sama dengan saat dia sekolah hanya berbeda di lehernya yang tergantung headphone tapi tidak apa-apa entah kenapa Donghae suka melihat penampilannya.

"Lho,Hae ada apa ke sini?" Eunhyuk berkata dengan terheran-heran.

"Jadi aku tidak boleh kini? Baiklah aku pergi." Donghae membalikkan badannya dan hendak pergi tapi tanganya di tarik Eunhyuk.

"Begitu saja marah. Ya sudah ayo masuk." Eunhyuk mengajak Donghae masuk dengan memegang tangan Donghae.

Setiba di ruang tengah rumah Eunhyuk...

Donghae terkejut dengan penampakkan eh, maksudnya pemandangan di depannya terlihat banyak sekali anak kecil yang sedang mengerjakan sesuatu ada sekitar 20 anak kecil lebih.

"Mereka siapa?" tanya Donghae setengah berbisik.

"Mereka adikku." Eunhyuk menjawab dengan tersenyum dan tatapan matanya masih melihat anak-anak kecil yang masih belajar itu.

"MWO?" Donghae benar-benar kaget dan melepas genggaman tangan Eunhyuk. "Mereka adikmu?" tanya Donghae tidak percaya.

"Ne, mereka adikku." Eunhyuk memperjelas ucapannya.

Donghae menatap Eunhyuk dengan tatapan tidak percayanya. 'busyet, ibunya kuat benget ngelakuin 'itu' sama bapaknya apa ga KB?' donghae mulai membatin yang tidak jelas.

Eunhyuk yang menyadari tatapan Donghae mulai mengatakan sesuatu."Mereka bukan adik kandungku." Eunhyuk mengatakan itu tanpa menatap Donghae dan masih menatap anak-anak yang masih mengerjakan sesuatu.

"Hah, bu..bukan...a...ad...adik kan...kandungmu?" Donghae masih tidak percaya. Dan mulai membatin yang tidak jelas lagi 'bapaknya rakus banget seluruh yeoja di hamilinya. Apa jangan-jangan anaknya...?' Donghae menatap Eunhyuk dengan tatapan horor.

"Kenapa menatapku begitu?" Eunhyuk menyadari tatapan Donghae dan menatap Donghae.

"Kau tadi bilang mereka bukan adik kandungmu." Donghae masih menatap horor Eunhyuk.

"Ne, memang mereka bukan adik kandungku. Terus?" Eunhyuk mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae.

"Berapa ibumu dan kenapa appamu rakus sekali menghamili banyak yeoja?" Donghae memundurkan badannya dan tetap menatap horor ke Eunhyuk.

Donghae terus berjalan mundur hingga akhirnya dia terpojok karena tembok yang di belakangnya Eunhyuk terus mendekat ke Donghae. Eunhyuk mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae dan meniup wajah Donghae membuat Donghae memejamkan matanya. Eunhyuk beralih mendekati telinga Donghae dan membisikkan sesuatu.

"Mereka memang bukan adik kandungku tapi umma dan appaku tetap satu." Eunhyuk membisikan itu dengan suaranya yang sok seksi membuat Donghae merinding.

Eunhyuk kembali berdiri tegak dan Donghae kembali membuka matanya. "Terus siapa mereka?" tanya Donghae.

"Mereka adik asuhanku." Eunhyuk kembali menatap anak-anak yang masih asik mengerjakan sesuatu. Aku terdiam cukup lama 'ternyata dia baik juga.' Donghae membatin lagi hanya sekarang tidak ngawur.

"Oppa oppa aku sudah selesai." Seorang anak kecil menarik celana Eunhyuk dan menyodorkan kertas yang tadi di kerjakannya. Eunhyuk mengendong anak kecil itu.

"Mana sih oppa liat?" Eunhyuk melihat catatan yang di buat anak kecil itu. Setelah melihat apa yang di catat anak kecil itu Eunhyuk tersenyum. "Cita-cita yang bagus." Eunhyuk menurunkan anak kecil itu dari gendongannya. "Oppa yakin pasti cita-citamu akan ketercapai." Eunhyuk mengacak-acak pelan rambut anak kecil itu.

Donghae yang melihat itu hanya bisa mengembungkan pipina kesal 'aku saja belum pernah di gituin masa yeoja kecil itu sudah.' Itulah yang di pikirkan Donghae dan...

Chu~~~

Yeoja kecil tadi mencium bibir Eunhyuk sekilas. "Terima kasih oppa aku menyayangimu."anak kecil tadi pergi meninggalkan Eunhyuk dan bergabung dengan teman-temannya dan Eunhyuk hanya tersenyum.

Donghae semakin memanyunkan bibirnya dia menghentak-hentakkan kakinya.

"Kau kenapa?" tanya Eunhyuk sambil berdiri dan mendekati Donghae yang masih kesal.

"Aku ingin pulang." Donghae mengatakan itu sambil berjalan tapi sayang langkahnya terhenti karena Eunhyuk menggengam pergelangan tangan Donghae.

"Baru datang kenapa sudah pulang?" tanya Eunhyuk.

"Ya karena aku..." ucapan Donghae terputus.

"Di sini saja dulu kita bermain dengan mereka." Eunhyuk tersenyum sangat lembut membuat Donghae tidak bisa menolak.

Eunhyuk terus menggengam pergelangan tangan Donghae dan Donghae hanya menurut tapi matanya melihat ke headphone yang masih mengantung di lehernya 'headphone baru dapat darimana?' Donghae bertanya dalam hati.

Eunhyuk mendudukkan Donghae di kursi panjang dan Eunhyuk juga duduk di sebelah Donghae tidak lupa Eunhyuk melepas genggaman tanganya.

"Apa kalian sudah selesai?" tanya Eunhyuk dengan anak-anak yang sibuk mengerjakan sesuatu.

"BELUM." jawab mereka serempak.

"Memangnya kau menyuruh mereka apa?" tanya Donghae.

"Hanya menyuruh mereka menulis cita-cita mereka dan menggambarnya." Eunhyuk menjawab dan diikuti anggukkan oleh Donghae.

"Eonnie, eonnie liat aku menggambar cita-citaku." Yeoja kecil (beda orang ya bukan yeoja kecil yang tadi nyium Eunhyuk) itu menarik-narik baju seragam Donghae. Donghae melihatnya dan menaruhnya(?) di pangkuannya.

"Mana sini eonnie liat." Donghae melihat gambar yeoja kecil yang ada di pangkuannya.

"Kau ingin menjadi seorang ratu?" tanyanya setelah melihat gambar yang di gambar yeoja kecil ini. Yeoja kecil itu hanya menggeleng imut. Eunhyuk yang melihat kedekatan Donghae dangan salah satu adik asuhannya tersenyum senang.

"Aku ingin seperti eonnie." Perkataan itu membuat Donghae membelakkan matanya.

"Kenapa ingin seperti dia? Kau tau dia menyeramkan." Eunhyuk tiba-tiba mengeluarkan suaranya dan mendapat deathglare dari Donghae anak kecil tadi meneggak-nenggokkan kepalanya bingung.

"Apa benar eonnie?" tanya yeoja kecil itu masih dengan kebingungan.

"Tentu saja bohong aku kan tidak menyeramkan. Apa eonnie terlihat menyeramkan?" Donghae mengatakan itu dan tersenyum terlalu senang.

"Iya sedikit." Yeoja kecil itu menjawab jujur dan Donghae hanya sweatdrop dan Eunhyuk sudah menahan tawanya yang siap meledak. "Tapi lebih seram Eunhyuk oppa." Sekarang giliran Eunhyuk yang sweatdrop mendengar perkataan anak keci tadi.

"Ppuufftttt, hahahaha." Donghae tertawa membuka mulutnya sangat lebar tepat di hadapan yeoja kecil yang di pangkuannya.

"Eonnie bau." Yeoja kecil itu protes sambil menutup hidungnya dengan menggunakan tangan kanannya.

Donghae mendengar itu langsung menghentikan tawanya dan menutup mulutnya rapat-rapat. Sekarang giliran Eunhyuk yang tertawa lepas.

"HAHAHAHA kau di bilang bau HAHAHAHA." Eunhyuk tertawa sambil memegang perutnya.

"Aish menyebalkan." Gumam Donghae pelan. "Ehm, gambarmu sudah bagus tapi lebih bagus kalau di warnai lebih baik diwarnai saja dulu. OK." Donghae memberikan senyumnya dan bersikap ramah.

"Ne, eonnie." Yeoja kecil itu turun dari pangkuan Donghae.

"Hentikan tawamu Lee Hyukjae." Donghae memukul lengan Eunhyuk pelan.

"Huft... habisnya lucu HAHAHA." Eunhyuk masih saja tertawa.

"Kau menyebalkan." Donghae mengatakan itu dan berdiri dari duduknya.

Eunhyuk menghentikan tawanya saat melihat Donghae berdiri dan berjalan ke arah pintu. "Kau mau kemana?" Eunhyuk bertanya dengan Donghae yang sudah memegang knop pintu rumahnya.

"PULANG." Donghae menjawabnya dengan penuh penekannan.

"Tunggu aku." Eunhyuk berlari mendekati Donghae yang sudah keluar dari rumahnya sedangkan adik asuhnya di tinggal begitu saja.

Donghae terus berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil. "Ih, mana sih supirku? Tadi katanya mau nungguin eh, sekarang kok ga ada." Donghae terus saja mengomel.

Donghae mengambil Ponselnya dari kantong jas seragamnya. "Sial baterainya abis lagi."

"Hosh,...hosh,... ternyata jalanmu cepat juga." Eunhyuk menelan salivanya dan mengatur nafasnya yang masih tersenggal-senggal.

Donghae masih masih kesal dan di masih saja cuek. Eunhyuk berjalan mendekati Donghae setelah sudah berada tepat di sebelah Donghae dengan cepat Eunhyuk membalikkan badan Donghae dan memeluknya.

"Mainhae bukan maksudku membuatmu marah." Eunhyuk masih memeluk Donghae.

"Kau mnyebalkan." Donghae mengatakan itu dengan kesal masih belum membalas pelukan Eunhyuk.

"Sekali lagi aku minta maaf. Jangan marah." Eunhyuk masih memeluk Donghae. Donghae mengangguk dalam pelukkan Eunhyuk.

Eunhyuk melonggarkan pelukannya dan menatap mata Donghae dalam. Mereka saling berpandangan cukup lama perlahan Eunhyuk memajukan wajahnya ke wajah Donghae menghapus jarak diantara mereka. Donghae memejamkan matanya dan...

Chu~~~

Eunhyuk mencium Donghae tepat di bibirnya hanya sebentar tanpa nafsu sedikitpun. Eunhyuk mengangkat wajahnya dan tersenyum lembut. Donghae membuka matanya dan membalas senyum Eunhyuk.

Rasa canggung menyelimuti mereka berdua akhirnya Donghae berinisiatif memecahkan ke canggungan ini."Kau dapat dari mana headphone itu?" tanya Donghae sambil menunjuk ke arah headphone.

"Oh ini dari yeoja yang menembakku." Eunhyuk menjawabnya jujur.

"APA KAU BILANG?" Donghae mulai kesal lagi.

"Aku bilang dari YEOJA YANG MENEMBAKKU." Eunhyuk menekan nada suaranya.

"Lepaskan itu." Donghae semakin kesal.

"Lho, kenapa inikan bagus?" Eunhyuk memegang headphone yang masih saja bertengger (?) di lehernya.

"Aku bilang lepaskan itu J-E-L-E-K." Donghae masih saja ngotot.

"Ok ok aku lepas." Eunhyuk melepas headphone itu dari lehernya. "Terus mau di apain?" tanya Eunhyuk.

"BUANG." Donghae menggatakan itu masih dengan kesalnya.

"MWO BUANG?" Eunhyuk mulai kaget.

"Iya, BUANG apa perlu aku yang membuangnya?" tanpa menunggu perkataan Eunhyuk Donghae langsung mengambil headphone dari Eunhyuk dan membantingnya dengan keras lalu menginjak-injaknya dengan brutal (?) membuat headphone itu hancur berkeping-keping.

"Hey, kau ini kenapa sih?" Eunhyuk mulai geram dan menarik lengan Donghae sehingga membuat Donghae tidak lagi menginjak headphone yang sudah hancur itu.

"Itu karena aku..." ucapan Donghae terputus.

Tin... (klakson mobil)

"Maaf noona tadi aku tinggal dulu sebentar." Supir Donghae menyembulkan kepalanya dari kaca jendela mobil.

Donghae dan Eunhyuk yang mendengarnya menenggok bersama-sama.

"Ne, tidak apa-apa sekarang lebih baik kita pulang." Donghae menghempaskan tangannya yang membuat Eunhyuk melepas genggamannya.

Donghae dengan langkah cepat memasukki mobilnya dan menyuruh supirnya menjalankan mobil meninggalkan Eunhyuk yang masih bingung.

"Huft syukurlah aku tidak mengucapkan." Donghae menghembuskan nafas lega sambil menggelus-elus dadanya.

TBC

Balasan REVIEW :

rainy hearT : waduh aku juga ga tau kapan sadarnya hehehe. Ok udh di lanjut. Makasih udah review

Pumpkinkyu : tenang ini bukan akal-akalan Eunhyuk tapi akal-akalan Jessica dan harapan Donghae belum pupus kan kalau Eunhyuk sama Jessica Donghae bisa sama aku tapi dalam bentuk cowok ya hahaha #di tabok Eunhae Shipper. Waduh aku di panggil unnie. Ga salah tuh..? Ok dah di lanjut. Makasih udh review

Shyelf : yap, memang ada Jessica dan ga gimana-gimana. Udh di lanjut. Makasih udh review

AngelFishy : huwa, aku ga bisa bikin NC tapi nanti usahainlah tapi ga tau kapan. Nana after school ya..? tadinya aku pengennya Nina before school hahaha #just Kidding. Makasih udh review

Sakyu : tau tuh Jessica ganggu aja minggat gih hus...hus... #PLAK di tendang para Sone. Yah, itulah kebiasaan Donghae memakai bandrol hehehe. Makasih udh review

RosaHeartfilia: hahaha saya tidak akan pernah menyatukan HaeSica. Ok udah di update makasih udh review

KimHanKyu : lho kok kasian kalau sama Jessica ntar dech sama aku aja ga akan kasian pasti dijamin halal eh salah maksudku bahagia hehehe. Wah, aku di panggil thor panggil aja aku Nina ok biar lebih akrab gitu ya ga..? maaf ya ga bisa cepet updatenya. Makasih udh review

endahhyukiELF : Eunhyuk kaya ga ya..? masih saya rahasiakan hehehe tenang Jessica buka tunanganya kok. Ok udh di lanjut makasih udh review

eunhaechild : saya juga comeback. hahaha tau tuh hae masa daleman pake bandrol. #PLAK di tampar Donghae kan aku yang bikin cerita. Ehm, bukan ga mau di panggil Author hanya belum merasa terbiasa saja panggil Nina aja biar akrab gitu. Ok udh di lanjut makasih udh Review

nyukkunyuk : tenang bukan tunangannya kok. udh di lanjut wah, aku dipanggil thor panggilnya Nina aja ya biar lebih akrab gitu hehehe. Makasih udh review

ma'on clouds :lho kok mian..? o_0 ok udh di update makasih ya reviewnya

yayank jewELF : yap di sini Jessica kanapa ga sooyoung? Tadinya palah maunya aku yang nonggol hahaha bukan 1/1 tapi sudah ΒΌ (emangnya gula). FF yang lain belakangan iya dech di usahain. Makasih udh Review

chagyumin : eh, iya aku salah hehehe #nyengir watados. Mainhae aku salah. Yap, di sini memang Hyuksika kalau Haesika tanti bisa-bisa Yuri nih. Makasih udh review

RiriSparkyu : ok dah di lanjut Cuma maaf kalau ga cepet. Wah, aku di panggil Thor aja aku Nina ok lebih akrab gimana udh review

Bellafishy : tenang bukan tunangan kok. Jadi haenya ga perlu dikasianni. Makasih udh review

choisky13 :maaf ga bisa Update cepet. Makasih udh review

JiYoo861015 : perkiraan kamu benar kok kalau Jessica itu saudaranya lebih tepatnya adiknya mereka beda wajah karena... mereka belum tunangan kok tapi kalau Eunhyuk sama aku sih udh. #Di usir dari bumi sama ELF. Jiyo (eonnie or saeng nih?) harapanmu belum pupus mari kita berjuang bersama #lho kan aku udh jadi tuangannya mulai ngawur. Makasih udh review

Hyukti :ga gimana-gimana Hae masih aku lindungi hehehe makasih udh Review

Kang Hyera : hidupnya Hyukie tenang aja masih sehat kok.. makasih reviewnya.

Ok selesai bales Review boleh saya berceloteh..?

Aku masih agak asing dengan panggilan Thor, Author atau apalah itu jadi supaya membuat kita lebih akrab panggilnya Nina aja ya. Dan umurku masih 14 jadi bisa panggil eonnie atau saeng jadi lebih akrab gitu. Itu juga kalau yang mau kok kalau engga juga gpp. Makasih semua. #jarang kan ngedengarin celotehan aku akhir-akir ini. Oh ya saya update ini 01.15 pagi jadi maaf kalau ada yang salah #PLAK malah lagi makasih