Mr. Pelit and Miss. Boros
Genre : Romance
Pair : Lee Hyukjae aka Eunhyuk (Namja)
Lee Donghae (Yeoja)
Lee Sungmin (Yeoja)
Rate : T
Warning : cerita abal dan gaje, OOC, Genderswitch, dan lagi di sini umur mereka sama kecuali Kyuhyun..
Summary : Seorang yeoja yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang bertemu namja yang sangat-sangat pelit apa jadinya?
Chapter 8
"Sebenernya aku adalah..." Donghae semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Eunhyuk. "Sebenarnya aku adalah..." Suara Eunhyuk semakin terdengar serius dan Donghae semakin mendekatkan wajahnya.
"Cepat katakan!" Donghae semakin penasaran.
"Sebenarnya aku adalah orang TERTAMPAN yang ada di dunia ini, orang TERBAIK, dan orang TERHEMAT yang pernah ada." Eunhyuk bernarsis ria sedangkan Donghae yang mendengarnya hanya bisa sweatdrop.
Donghae memundurkan kepalanya dan mempautkan bibirnya. "Aku kira akan menjawab serius taunya. Menyebalkan!" Donghae mengomel.
"HAHAHAHA... lagian apa sih yang membuatmu penasaran denganku?"
"Banyak yang membuatku penasaran denganmu!" Donghae masih mempautkan bibirnya.
"Katakan padaku! Aku akan menjawabnya." Eunhyuk sedang mencoba meredamkan marah Donghae.
"Benarkah?" senyum kembali merekah di bibir Donghae. Eunhyuk hanya mengangguk sembil tersenyum. "Aku hanya penasaran denganmu. Sebenarnya kau ini siapa? Dan dimana appa dan umma kamu? Apa mereka tidak mau mengurusimu?" Donghae bertanya dengan seriusnya.
Posisi mereka yang berdiri dan bergandengan serta berdiri di tengah trotoar dengan saling berpandangan.
"Baiklah aku beritau." Eunhyuk menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. "Aku ya aku! Dan untuk keberadaan umma dan appaku..." dia mengantungkan kalimatnya dan menarik nafas lagi dan Donghae semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Eunhyuk. "Ummaku sudah meninggal sejak aku masih sekolah di bangku SMP. Sedangkan appaku entahlah aku tidak tau semenjak SMP atau semenjak ummaku meninggal appaku sudah tidak mau mengurusiku. Makanya aku kabur dari rumahku." Terlihat raut wajah kesedihan dari wajah Eunhyuk.
"Ehm, jadi kau memang tidak memiliki uang ya?" Donghae ikut terbawa suasana.
"Bisa di bilang begitu. Kau tau sepatu roda yang suka aku gunakan?" Eunhyuk bertanya ke Donghae yang masih mendengarnya dengan seksama (?). Donghae mengangguk antusias. "Itu pemberian terakhir dari ummaku sebelum meninggal." Donghae yang mendengarnya hanya bisa mengangguk mengerti.
Saat sedang seriusnya tiba-tiba terdengar...
"AWAS JANGAN DI SITU!" teriak seorang namja yang sedang mengendarai sepeda dengan ngebutnya. Walaupun jaraknya belum begitu dekat dengan posisi Eunhae tetap saja terdegar dan membuat Eunhae menengok ke sumber suara. "REMKU TIDAK BERFUNGSI!" teriak namja yang membawa sepeda itu yang sudah semakin dekat dengan posisi Eunhae yang sedang berdiri.
Donghae yang masih diam dalam posisinya membuat Eunhyuk langsung menarik Donghae dan membuat Eunhyuk memeluk Donghae dari belakang dan tangan kanannya tanpa sengaja memegang ehm, maaf ya. Memegang payudara Donghae. Namja yang mengendarai sepeda itu sudah melewati mereka.
"HEY, PELANKAN CARA KAMU MENGENDARAI SEPEDA! KAU TAU ITU BERBAHAYA!" Eunhyuk berteriak-teriak dengan namja yang membawa sepeda tadi yang sudah menjauh. Eunhyuk masih memeluk Donghae dengan tangan kanan yang masuh memegang payudara Donghae. Donghae hanya diam membatu.
"Tunggu kok empuk ya?" Eunhyuk bergumam dengan telapak tangan kanannya menekan-nekan pelan.
"Kau memegangnya." Donghae berkata dengan nada datarnya.
"Memegang apa?" Eunhyuk masih belum menyadarinya.
Donghae dan Eunhyuk masih berada di posisi ini. "KAU MEMEGANG PAYUDARAKU BABO!" Donghae teriak dengan kerasnya yang langsung membuat Eunhyuk menjauhkan tangan kanannya.
Donghae membalikkan badannya dan menatap Eunhyuk dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Kenapa kau memegangnya?" Donghae berkata dengan suara yang sedikit bergemetar.
"A..aku...ti...tidak...sengaja." Eunhyuk tergagap menjawab perkataan Donghae.
"KAU TAU BENDAKU INI HANYA BOLEH DI SENTUH OLEH SUAMIKU SEORANG!" Donghae berteriak dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
"Tenang aku kan akan menjadi suamimu jadi aku boleh memegangnya." Eunhyuk berkata dengan santainya.
"KAU...!" Donghae semakin geram dan menghentikan taksi yang kebetulan lewat.
Donghae masuk ke taksi dan menutup pintu taksi itu dengan kencangnya...
BLAM...
"AKU MINTA MAAF! AKU TIDAK SENGAJA!" Eunhyuk berteriak dengan taksi yang Donghae naiki semakin menjauh.
Keesokkan harinya...
Tet...tet...tet... (bel pulang skolah)
"YEY!" teriak semua siswa dan siswi di sekolah ini.
Mereka berhamburan keluar dari kelas masing-masing.
"Awas!" namja dengan penampilan culunnya mendorong orang yang menghalangi jalannya. Banyak yang mengomel dengan perbuatan namja culun (read: Eunhyuk) yang main dorong.
Eunhyuk berjalan dengan langkah cepatnya ke kelas Donghae. Eunhyuk tiba di depan kelas Donghae tanpa basa basi dia langsung masuk ke kelas Donghae. Terlihat Donghae yang masih membereskan barang yang ada di atas mejanya.
Brak...
Eunhyuk mengebrak meja Donghae. "Aku ingin bicara denganmu!" Eunhyuk mengatakannya sambil mengatur nafasnya. Donghae masih diam.
"Ehm, lebih baik aku pergi dulu." Sungmin pamit dan langsung pergi meninggalkan Eunhyuk dan Donghae yang sendirian di kelas.
Donghae yang sudah selesai membereskan barangnya segera mengunakan tas ranselnya dan hendak pergi dengan langkah yang terbilang cepat.
"Hey, tunggu!" Eunhyuk melangkahkan kakinya ke Donghae yang sudah hampir ke luar kelas.
Eunhyuk menarik Donghae dan memeluknya dengan erat.
"Kau masih marah?" Eunhyuk berkata dan masih memeluk Donghae dengan eratnya. Donghae masih diam dan tidak membalas pelukan Eunhyuk. "Kenapa diam?" Eunhyuk bertanya dengan lembutnya. Donghae masih diam dan tidak merespon.
"Baiklah aku anggap itu 'iya'. Berarti kamu masih marah denganku. Aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu. Maukah kau memaafkanku?" suara Eunhyuk yang lembut membuat Donghae semakin menurunkan kadar marahnya (?). Eunhyuk melonggarkan pelukannya dan menatap mata indah milik Donghae. "Maukah kau mamaafkanku?" Eunhyuk mengulangi permintaanya.
Donghae akhirnya mengangguk dengan cantiknya dengan senyum sedikit terukur di bibir Donghae.
"Benarkah kau memaafkanku?" Eunhyuk tidak percaya.
"Kau bisa menarik kesimpulannya bukan?" ucap Donghae.
"Gomawo Hae.." Eunhyuk kembali memeluk Donghae dengan sangat erat.
"Hyukkie...se...sesak..." Donghae sedikit memberontak di pelukkan Eunhyuk.
Eunhyuk yang mendengar itu langsung melepaskan pelukkannya. "Ah, mianhae. Aku hanya terlalu senang." Donghae hanya mengangguk dan mengatur nafasnya.
"Baiklah ayo kita pulang!" Eunhyuk langsung menarik Donghae untuk pulang tentunya.
Skip Time (1 bulan lebih tepatnya)...
Eunhyuk POV
Akhirnya hubunganku dan Donghae kembali seperti biasa dan bahkan terkesan lebih dekat. Sudah satu bulan ini hubunganku dan Donghae sangat dekat. Dia juga suka pergi ke rumahku sekedar untuk menjengguk adik-adikku dan sekedar untuk mengajari adik-adikku belajar. Yang lebih membuatku senang adalah Donghae sedikit demi sedikit mulai merubah sifatnya. Sifat yang selama ini sudah mendarah daging dalam dirinya seperti sifat borosnya. Sekarang dia sudah mau melepas bandrol dan mau memakai baju yang sudah dia gunakan biasanyakan sekali dia sudah di pakai dia langsung membuangnya sekarang beda dia mau menggunakan baju yang sudah dia gunakan sebelumnya. Selain itu dia jadi tidak terlalu sombong dan tidak terlalu menjadi orang yang pemarah. Dan perubahan sifatnya itu membuatku merasa lebih nyaman di dekatnya.
Kalau ada yang tanya dengan sifatku masih sama seperti dulu aku tetap HEMAT dan bukan PELIT.
"Donghae kau tidak pulang?" tanyaku dan berjalan mendekatinya yang sedang duduk melihat adik-adikku yang sedang menulis.
Donghae masih mengajari adik-adikku belajar. Sekarang kami memang berada di rumahku beginilah aktivitasnya setelah pulang sekolah. Setelah aku dan Donghae pulang sekolah dia selalu ke rumahku untuk mengajari adik-adikku belajar. Beruntunglah Minho dan Jessica sudah sembuh dari sakitnya membuatku kembali seperti biasa hanya perlu kerja di malam hari.
Dia melihatku "Kau mengusirku?" tanya Donghae.
"Bukannya begitu. Kamu kan sudah lama di sini apa nanti tidak di cari orang tuamu?" tanyaku menenangkannya.
"Orang tuaku tidak ada di rumah. Ummaku berada di Jepang dan appaku pasti masih di kantor."
"Setidaknya jangan pulang terlalu sore."
"Baiklah aku pulang." dia berdiri dan menggunakan tasnya lagi. "Adik-adik aku pulang dulu ya!"
"IYA!" teriak adik-adikku serentak.
Dia mengambil ponsel di kantong bajunya dan mencari nama di kontak ponselnya lalu menekan kata 'panggil' di layar ponselnya.
"Aku tunggu sekarang!" Dia mengatakan itu dan langsung menutup sambungan teleponnya.
Aku mengantarkan Donghae ke depan rumahku. Tidak perlu menunggu lama supir Donghae sudah datang.
"Baiklah aku pulang dulu." Dia membungkukkan badannya dan masuk kedalam mobilnya lalu pergi.
Mobilnya sudah menghilang di tikungan.
"Besok aku akan mengembalikan uang yang kau pinjamkan padaku."aku mengumam sendiri.
Aku masih merasa tidak enak dengannya walaupun dia bilang 'tidak usah di ganti juga tidak apa-apa.' Dia juga tidak pernah menyinggung-nyinggung masalah ini tapi tetap saja aku merasa tidak enak aku kan bukan pengemis jadi tetap aku harus membayarnya.
Keesokkan harinya...
Sekarang aku sedang berada di sekolah dan karena sekarang sudah saatnya pulang jadi sekarang aku harus kekelas Donghae biasa menjemputnya untuk ke rumahku dan dia harus menjadi guru adik-adikku. Masalah dia menjadi guru di rumahku bukan karena aku memasakanya dia sendiri yang mau jadi aku sih terima-terima saja selama itu gratis kenapa tidak di terima? Selain menjemputnya aku juga berniat mengembalikan uang yang dulu sempat dia pinjamkan padaku. Ini hasil kerja kerasku selama ini.
Sekarang aku sudah berada di pintu depan kelas Donghae hingga langkahku berhenti mendengar percakapan yang aku yakini pasti Donghae dan Sungmin. Aku sedikit mengintip dan menguping pembicaraan mereka dan benar itu Donghae dan Sungmin mereka sedang berdiri berhadapan.
"Asik yang lagi deket sama Eunhyuk! Bentar lagi jadian nih!" Sungmin mulai menggoda Donghae.
"Ga akan. Aku Cuma temenan kok." Donghae mengelak perkataan Sungmin yang entah kenapa membuat dadaku terasa sakit. Aku hanya bisa meraba dada kiriku yang terasa sangat sakit.
"Ga mungkin cuma temenan. Masa kalau temenan deket banget gitu." Sungmin masih saja menggoda Donghae.
"Kau tau aku hanya memangfaatkannya." Donghae berkata dengan entengnya.
JLEP!
Perkataan Donghae barusan membuat dada dan sekaligus hatiku semakin terasa sakit. Bagaikan seribu ah, bukan hanya seribu bahkan bisa mencapai sejuta atau triliunan menancap di hatiku sungguh sangat sakit. Aku semakin meremas dada kiriku yang semakin terasa sakit ini. Aku mempertajam pendengaranku melanjutkan acara ngupingku yang sempat tertunda.
"Memangfaatkannya?" tanya Sungmin.
"Iya MEMANGFAATKANNYA. Kau taukan uangku banyak dan aku tidak bisa menghabiskannya. Jadi dengan berteman dengannya aku bisa memberikan uangku dengannya kasian dia tidak memiliki uang." Donghae mengatakan itu dengan tanpa bersalah sedikit pun.
"Kau tau, kalau dia tau dia bisa marah." Sungmin mulai menasehati Donghae.
"Selama Eunhyuk tidak tau tidak apa-apa bukan?" Donghae bertanya dengan Sungmin. Belum sempat Sungmin menjawab aku datang menghampiri mereka berdua.
"Kata siapa aku tidak tau?" Aku datang ke hadapan mereka berdua dengan menahan amarahku yang semakin memuncak.
"Hyuk...Hyukkie..." dia tergagap memamanggilku.
"Aku tidak menyangka ternyata kau seperti ini." Aku mengeleng-gelengkan kepalaku.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Donghae kembali mengelak sedangkan Sungmin hanya bisa diam mendengarkan aku dan Donghae yang sedang bertengkar.
Aku membuka tasku dan mengambil uang lalu melempar uang itu tepat di wajah Donghae. Sungmin mengangga lebar melihat perlakuanku sedangkan Donghae hanya bisa diam melihat perlakuanku.
"Aku tidak butuh uangmu LEE DONGHAE!" aku menekan tiap kata yang aku ucapkan dan pergi dari kelas ini.
Eunhyuk POV END
Donghae POV
Aku terkejut dengan perlakuan Eunhyuk yang melempar uangnya tepat di wajahku. Aku akui aku sempat merasa terhina akan perlakuannya tapi aku juga tidak bisa mengelak bahwa aku juga berbuat salah.
Brak...
Aku jatuh dengan posisi terduduk dengan lemasnya tatapan mataku masih kosong.
"Donghae, gweanchana?" Sungmin menguncang-guncang bahuku.
Aku tersadar dari keadaan shock dan kembali ke keadaanku semula. Aku berdiri dari jatuh dudukku dan membersihan noda yang menempel di rokku.
"Aku tidak apa-apa." Bohongku dengan suara yang aku buat sebiasa mungkin. Jujur aku masih merasa bersalah bahkan sangat bersalah.
"Huft, syukurlah aku kira kau kenapa." Sungmin menghembuskan nafasnya lega.
"Aku akan pulang. Bye Sungmin!" aku melambaikan tanganku dan berjalan sebiasa mungkin ke arah pintu.
"HEY, INI UANGNYA GIMANA?" Sungmin berteriak dari dalam kelas.
Aku memberhentikan langkahku saat sudah di ambang pintu. Aku balikkan badanku dan berusaha tersenyum."Berikan saja ke orang yang kurang mampu." Setelah itu aku pergi dengan langkah cepat.
Di rumah...
Aku melepar tasku ke sembarang arah begitu pula dengan sepatu dan kaos kaki yang juga aku lempar ke sembarang arah. Aku merebahkan badanku di kasurku yang empuk ku tutup wajahku dengan bantal.
Tes...
Perlahan tapi pasti air mataku turun. Air mata yang turun semakin deras membasahi pipi putihku. Aku mengangkat bantal yang tadi aku buat untuk menutup wajahku. Sekarang pipiku benar-benar basah dengan air mataku sendiri.
"Maafkan aku." Aku berkata sangat lirih.
Aku terbangun dari tidurku aku dudukkan badanku dan memeluk ke dua lututku ku banamkan kepalaku di ke dua lututku.
"Maafkan aku. Aku memiliki alasan kenapa aku mengatakan begitu." Aku kembali bicara sendiri di tengah tangisku. "Hiks...hiks... maafkan aku." Aku terus mengumam sendiri dan air mataku semakin deras.
Aku memang memiliki alasan kenapa aku mengatakan itu. Itu karena aku tidak mau dia anggap remeh oleh Sungmin bagaimana kalau dia menghinaku atau mengejekku bukan hanya aku saja bukan yang malu Eunhyuk pasti juga akan merasa tersinggung. Sekarang aku menyesal mengatakan itu tadi. Aku benar-benar INGIN minta maaf dengannya aku meyesal dan sangat merasa bersalah.
Tapi apa dia akan memaafkanku? Itu yang aku pikirkan sekarang ini.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Brak...
Aku melempar tasku dengan kerasnya. Posisiku yang sedang berada di kamar membuatku lebih leluasa melakukan apapun.
"Aku kecewa denganmu Lee Donghae." Aku menekan tiap kata yang aku ucapkan.
Aku duduk di lantai kamarku. "Kau tau aku pikir kau sudah berubah Lee Donghae. Tapi apa? Ternyata aku salah ternyata kau berteman denganku hanya untuk memangfaatkanku. AKU BENAR-BENAR KECEWA DENGANMU LEE DONGHAE!" Aku terus mengomel dan marah-marah sendiri.
Keesokan harinya...
Skip time...
Teng...teng...teng...
Akhirnya aku bisa pulang dari sekolahku ini. Jujur aku sangat bosan dan merasa malas karena harus sekolah aku sangat malas apabila harus bertemu dengan Donghae karena aku masih sangat marah dengannya dan aku masih belum bisa memaafkannya.
Aku membereskan buku yang berserakan (?) dia atas mejaku memasukkannya ke dalam tasku. Aku menggendong tasku. Aku keluar dari kelasku ini dengan kepala yang tertunduk hari ini aku benar merasa terpuruk.
"HYUKKIE!" teriak yeoja yang sepertinya ku kenal.
Yeoja itu langsung memegang pergelangan tanganku. "Dengarkan penjelasanku dulu!" dan benar yeoja yang memanggilku adalah Donghae.
"Untuk apa aku mendengarkan penjelasaanmu. Bukankah itu sudah jelas?" aku mengatakannya tanpa menatapnya sama sekali aku hanya bisa menatap lurus.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Donghae mesih memegang pergelangan tangan.
"Lepaskan aku!" aku memerintahnya.
"Dengarkan dulu penjelasanku!" Dia masih saja kekeh.
Aku menghempaskan tanganku sangat kuat hingga membuat tanganya terlepas dari pergelanggan tanganku.
"Jauhi diriku mulai sekarang!" aku mengatakan itu dan langsung pergi dari hadapannya.
Aku masih marah bahkan sangat marah dan aku masih belum bisa memaafkannya saat ini.
Eunhyuk POV END
Donghae POV
Dia menghempaskan tangannya sangat keras membuat peganggan tanganku lepas. Apa semarah itukah dia? Atau sesakit itukah dia? Kenapa dia berubah jadi seperti itu?
Skip time...
Sekarang tepat satu bulan lebih dia marah denganku aku terus mengejarnya berusaha menjelaskan apa yang saat itu terjadi? Dia tidak meresponku sedikitpun. MENYEDIHKAN! Ok, sekarang aku berubah aku tidak peduli dengan statusnya, penampilannya aku hanya menginginkan hatinya. Aku akui sekarang aku mencintainya aku ulangi AKU MENCINTAINYA aku benar-benar sudah tidak peduli dengan penampilannya, statusnya, dan aku juga tidak memperdulikan gensiku. Yang aku inginkan sekarang hanya menjelaskan kesalah pahaman ini, aku meminta maaf, dan yang terakhir aku menginginkan hatinya tapi untuk keinginan yang terakhir sepertinya aku tidak akan bisa bahkan untuk keinginan yang pertama dan keduapun sepertinya tidak bisa.
Brak...
Pintu kamarku terbuka dengan kerasnya. Yeoja imut yang membuka pintu kamarku langsung duduk di tepi ranjangku atau di sebelaku. Sekarang sedang libur jadi pagi ini aku tidak perlu berangkat sekolah.
"Kau mau kemana?" Sungmin terlihat bingung karena aku sedang membereskan beberapa bajuku dan memasukkan ke koper yang cukup besar.
"Aku ingin pergi."jawabku sambil memasukkan beberapa baju lagi.
"Pergi kemana?" Sungmin masih bingung.
"Ke Inggris mengantarkan appaku kesana." Jawabku.
"Kau akan pindah ke sana?" tanyanya.
"Tidak. Aku hanya mengantarkan appaku mungkin aku akan ke Inggris selama seminggu setelah itu aku akan kembali ke Korea lagi kok." Jelasku sambil menutup resleting koperku. Sungmin mengangguk mengerti. "Oh ya, ada apa ke sini pagi-pagi?" Aku heran untuk apa Sungmin kemari pagi-pagi secara diakan susah bangun pagi.
"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan ada diskon besar-besaran di mall. Kau mau tidak?"
"Mianhae Sungmin aku tidak bisa. Aku harus persiapan nanti sore aku akan berangkat."
"MWO? Secepat itukah kau pergi?" Sungmin terlihat terkejut dengan ucapanku.
"Aku akan kembali Sungmin." Aku mencubit ke dua pipi chubby Sungmin lalu melepasnya.
"Tapi kenapa begitu cepat? Apa urusanmu dan Eunhyuk sudah selesai?" pertanyaan itu membuat senyum yang sempat bertengger (?) di bibirku pudar. "Pasti belum beres." Sungmin membaca mimik wajahku aku mengengguk lemah. "Apa dia masih marah?" Sungmin bertanya lagi.
"Entahlah." Jawabku malas.
"Maafkan aku. Gara-gara aku kau dan Eunhyuk bertengkar." Terdengar rasa penyesalan darinya.
"Ini bukan gara-gara kau Minnie." Aku berusaha membuat suaraku sebahagia mungkin.
"Kau tau sebenarnya saat aku bertanya seperti itu hanya untuk mengetesmu apa kamu menyukai Eunhyuk atau tidak? Tapi sepertinya tidak." Suaranya masih terdengar suatu penyesalan.
"Aku memang menyukainya bahkan mencintainya." Aku berkata jujur.
"Be...benarkah?" Sungmin menatapku tidak percara.
"Iya, aku mencintainya. Dulu aku memang tidak mengakuinya aku takut kau akan meremehkan atau menghinaku karena aku menyukai namja yang benar-benar bertolak belakang dariku."
"Mana mungkin aku meremehkan atau menghinamu dan Eunhyuk. Aku palah senang kalau kau dan Eunhyuk bisa bersatu. Kau tau sejak kamu dan Eunhyuk suka bersama kamu banyak mengalami perubahan dari dirimu." Sungmin menggenggan jemariku.
Aku tersenyum getir "Aku dan Eunhyuk tidak mungkin bisa bersatu untuk sekarang ini."
"Mana Lee Donghae yang ceria, dan selalu optimis? Aku menyukai sifat periangmu yang dulu." Sungmin semakin mengeggengam jemariku meyakinkanku.
"Mianhae Sungmin. Aku harus istirahat supaya di perjalannan aku tidak terlalu lelah." Donghae melepaskan genggaman Sungmin.
"Baiklah aku pulang dulu kalau begitu." Sungmin pamit dan pergi dari kamarku.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Hah, tepat 1 bulan atau lebih ya? Aku mendiamkan Donghae sebenarnya aku sudah tidak terlalu marah dengannya yah walaupun ada masih ada secuil (?) marahku dengannya. Aku merasa sepi sekarang ini aku merindukan suaranya, senyumnya, bahkan sampai marahnya aku merindukan itu semua dari Donghae.
Tok...Tok...Tok...
Pintu rumahku ada yang mengetok. Aku yang sedang duduk santai sambil menonton tv terpaksa harus berdiri dan membuka pintu.
Cklek..
Pintu aku terbuka dan betapa terkejutnya aku ternyata orang yang mengunjungi rumahku ternyata Lee Sungmin sahabat Lee Donghae.
"Boleh aku masuk?" tanyanya.
"Ne, silahkan masuk." Aku mempersilahkan masuk.
Sekarang aku dan Sungmin sedang duduk di ruang tamu rumahku yang kecil ini.
"Ada apa kenapa kamu kerumahku? Dan darimana kamu tau rumahku?" tanyaku to the point.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu ini masalah Donghae. Dan untuk tau darimana aku tau rumahmu dulu aku sempat mengantarkan Donghae ke sini ya, walaupun tidak tepat di depan rumah kamu." Dia menjelaskan padaku yang aku ikuti anggukan mengerti.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanyaku lagi.
"Jadi begini..."
Eunhyuk POV END
Donghae POV
Aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Tepat 30 menit lagi aku akan pergi ke Inggris tapi kenapa terasa berat ya aku meninggalkan Korea ini?
"Hae, ayo cepat kita akan segera berangkat!" appa menyadarkanku dari lamuananku.
"Ne appa." Aku menyeret koper besarku dan mulai berjalan masuk ke bandara.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Perkataan Sungmin tadi pagi masih berkeliaran di otakku.
Flashback on..
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanyaku.
"Jadi begini. Apa kau menyukai Donghae?" tanya Sungmin serius.
"Tidak." Jawabku bohong.
"Terserah kamu menyukai Donghae atau tidak yang terpenting aku akan memberitaumu sesuatu." Dia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. "Donghae akan pergi ke Inggris dia akan pindah ke sana dan tidak akan kembali lagi ke Korea dan lagi sebenarnya saat dia bilang hanya memangfaatkanmu itu aku hanya mengetesnya jadi itu murni salahku." Sungmin mengatakannya.
Aku terkejut dengan ucapan Sungmin. "Be...benarkah? Kapan dia akan pergi?" tanyaku penasaran.
"Nanti sore aku tidak tau tepatnya kapan yang pasti sore ini dia akan pergi. Pikirkan perasaanmu baik-baik dan nyatakan perasaanmu sebelum terlambat. Aku pamit dulu." Sungmin berdiri dari duduknya lalu pamit.
Flashback Off
Apa aku menyukainya dan sepertinya iya aku menyukainya atau bahkan aku mencintainya. Aku melirik jam dinding sekarang menunjukan pukul 4 sore. Apa dia sudah pergi ke bandara?
Aku langsung menyambar jaket yang aku taruh di kursi sebelahku tidak lupa aku memakai kacamataku. Sudah aku putuskan akan akan menyatakan perasaanku padanya.
Di Bandara..
Aku terpaksa naik taksi dan mengeluarkan banyak uang. Untung aku masih memiliki uang jadi aku bisa membayar taksi itu. Aku berlari di sekitar bandara mentenggak-tenggokkan kepalaku mencari sosok yang aku cari dan akhirnya ketemu seorang yeoja yang sedang menarik koper birunya dengan rambut yang dia biarkan terurai.
"DONGHAE! LEE DONGHAE!" teriakku yang membuat yeoja itu menenggokkan kepalanya dan melihatku dengan sangat terkejut.
Aku berlari ke arahnya dan langsung menubruk badannya aku dekap erat badan Donghae. Aku tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatku.
"Aku mohon jangan pergi! Maafkan aku karena aku tidak mau mendengarkan penjelasanmu. Aku mohon jangan pergi. Kau tau aku SANGAT MENCINTAIMU." Aku mengatakan semua dalam pelukakanku ini. Donghae membalas pelukanku.
"Ne, aku juga mencintaimu Lee Hyukjae."
Aku terkejut mendengar perkataan Donghae. "Jadi kau juga mencintaiku?" tanyaku tidak percaya tanpa melepas pelukkanku.
"Ne, aku MENCINTAIMU Hyukkie." Dia meyakinkanku.
"Gomawo Hae." Aku memeluknya erat. "Jadi kau sekarang tidak akan pergikan?" tanyaku ragu.
"Aku akan tetap pergi." Aku melonggarkan pelukkan dan menatapnya.
"Jadi kau meninggalkanku?" tanyaku.
"Aku akan kembali ke Korea Hyukkie aku hanya akan kesana selama satu Minggu."
"Tunggu kata Sungmin kau akan pindah selamanya di sana?" aku bingung kenapa perkataan Sungmin dan Donghae berbeda.
"Hahaha jadi dia yang memberitaumu kalau aku pergi?" tanyanya yang aku balas dengan anggukkan."Dia membohongimu."
"Sial aku di bohongi." Aku mengumpat pelan.
"Noona saatnya berangkat." Seorang pelayan memberitau Donghae.
"Ne." Donghae menjawabnya santun. "Hyukkie aku akan pergi dulu jaga dirimu baik-baik tenang aku hanya satu Minggu kok di sana." Donghae mencium bibirku sekilas. "Bye Hyukkie." Dia melambaikan tanganya dan hilang.
Skip time... (satu Minggu kemudian)
akhirnya setelah sekian lama (?) menunggu akhirnya kekasihku tercinta pulang juga dari Inggris. Kemarin dia sempat mengirimiku pesan singkat yang memberitaukan bahwa dia akan pulang nanti sore. Aku harus membuat kejutan tapi apa ya? Ah, aku tau.
"Bagaimana ya cara supaya Hae tidak tau rencanaku?" aku terus berpikir dan akhirnya ketemu jalan keluarnya. "Baiklah sepertinya aku harus menghubungi dia dulu."
Aku mengambil ponsel yang aku bawa di kantong celanaku. Aku mulai mengetik beberapa kata.
|To : Hae Chagi
Nanti malam ke rumahku sekitar pukul 8 tepat ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu.|
Setelah mengetik beberapa kata aku menaruh kembali ponselku di kantong celanaku. Senyum terukir di bibir seksiku.
Eunhyuk POV END
Donghae POV
Malam harinya....
Aku penasaran kira-kira apa ya yang akan dia berikan aku sangat penasaran. Aku melihat jam tangan yang melingkar manis di tangan kiriku aku tersenyum saat jamku menunjukan pukul 19.45. yap, sekarang saatnya aku pergi kerumah Eunhyuk.
Disinilah aku sekarang di pintu depan rumah Eunhyuk aku kembali melihat jam tanganku jam 8 tepat. Aku hendak mengetok pintu hingga akhirnya aku melihat selembar kertas tertempel di pintu rumah Eunhyuk. Aku mengambilnya dan membacanya.
"Kalau kau ingin tau pemberianku ikuti petunjuk yang ada di kertas ini." Aku membaca selembar kertas itu. "Sebenarnya apa yang ingin dia berikan sih?" gumamku.
Aku kembali membaca kertas itu. "Sekarang berjalanlah ke tepi jalan." Aku pun berjalan ke tepi jalan. "Lalu hadap kiri setelah hadap kiri jalan terus hingga ada pertigaan jalan. JANGAN LUPA LIHAT YANG ADA DI BAWAH KAMU!" Aku mengikuti perintah di kertas itu.
Aku melihat kebawah terus dan ternyata di sepanjang tepi jalan itu ada tanda panah kemana aku harus berjalan hingga langkahku berhenti saat sampai di pertigaan.
"Kemana lagi nih aku? Di kertasnya juga sudah tidak ada petunjuk apapun di bawah pun tidak ada petunjuk apapun." Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"Kakak, kakak." Suara anak kecil menarik rok pendekku.
Aku tenggokkan kepalaku ke bawah. "Ada apa chagi?" tanyaku lalu jongkok menyamakan tinggiku supaya sejajar dengan anak kecil ini.
"Ini ada pemberian untukmu." Anak kecil itu memberikan selembar kertas (lagi) dan boneka beruang berwarna biru yang memegang bentuk hati di tanganya yah, walaupun boneka ini kecil tapi aku menyukainya dan lagi anak kecil itu memberikan boneka ikan yang kecil juga tapi aku suka.
"Untukku?" tanyaku anak kecil itu mengangguk lalu pergi.
Aku berdiri dari jongkokku membuka kertas yang tadi di berikkan anak kecil.
Aku membacanya lagi. "Belok kiri lagi setelah itu lurus dan belok kiri lagi." aku berjalan mengikuti perintah yang ada di kertas ini.
Sekarang aku memang sedang memakai rok pendek berwarna putih serta mantel berbulu di bagian lehernya berwarna putih juga.
"Setelah ini aku harus kemana? Kenapa tidak ada petunjuk lagi?" aku bingung lagi.
"Kakak-kakak." Anak kecil (beda orang ya) menarik rok ku lagi bisa-bisa melorot nih rokku.
Aku menjongkokkan badanku. "Ada apa?" tanyaku.
"Ini." Anak kecil ini menyerahkan satu tangkai bunga mawar merah yang sangat indah dan kertas selembar (lagi). Setelah memberikan itu anak kecil itu pergi.
Aku berdiri dari jongkokku. "Hitunglah langkahmu sampai 100 setelah itu setelah kembali hadap kiri di situ kau akan menemukanku."aku kembali menbaca kertas itu dan mulai menghitung langkahku.
Tanganku sudah penuh dengan 2 boneka kecil dan satu tangkai bunga mawar merah yang sangat indah tidak lupa dengan kertas juga.
"97, 98, 99, dan 100." Aku berhenti di langkahku yang ke seratus hadapkan badanku ke kiri. "Sebenarnya apa sih yang akan di berikan?"aku terus bertanya pada diriku sendiri.
Aku berjalan dengan langkah pelan memasukki perkarangan belakang rumah orang. Dan betapa terkejutnya saat aku melihat ternyata di situ sangat gelap hanya terdapat cahaya lilin yang sebagai penerangnya. Lilin itu berada di bawah dekat pohon dan berbentuk hati yang sangat besar aku berjalan mendekati pohon yang di bawahnya tentu saja lilin. Aku berdiri di hadapan pohon dan di tengah-tengah lilin. Aku membaca kertas yang ada di pohon itu.
"Sekarang balikkan badanmu!" aku membaca kertas itu dan membalikkan badanku dan aku hanya bisa mengangga melihat apa yang ada di hadapanku.
Donghae POV END
Eunhyuk berdiri di hadapan Donghae dengan tangan kanan yang memegang satu ikat bunga mawar merah yang sangat bagus. Donghae berjalan pelan mendekati Eunhyuk yang jaraknya tidak terlalu jauh. Dan lihat penampilan Eunhyuk yang sangat berbeda dia berpenampilan sama saat dia sedang men-DJ.
"Kau terpesona?" tanya Eunhyuk masih memegang seikat bunga mawar.
"Apa ini kau Hyukkie?" tanya Donghae. Keadaan yang cukup gelap membuat Donghae ragu bahwa itu Eunhyuk samar-samar dia melihat kerana memang hanya ada cahaya lilin sebagai penerangnya.
"Tentu saja ini aku." Hyukkie berjalan mendekati Donghae. Dan sinilah mereka di bawah pohon dengan penerangan yang samar-samar karena hanya ada cahaya lilin yang berada di bawah berbentuk hati. Donghae tersenyum melihat Hyukkie.
"Kau tau bahwa aku sangat mencintaimu. Apa kau juga mencintaiku kalau kau mencintaiku ambillah bunga ini tapi apa bila kau tidak mencintaiku lagi maka buanglah bunga ini." Hyukkie memberikan seikat bunga mawar merah ke Donghae. Donghae menerimanya dengan senang hati."Sekarang apa keputusanmu?" tanya Hyukkie.
Di luar dugaan Donghae melempar seikat bunga itu jauh-jauh dan langsung memeluk tubuh Eunhyuk erat. "Kenapa membuanganya dan kenapa memelukku?" Hyukkie bingung dan masih belum mengerti.
"Aku mencintaimu Lee Hyukjae bukannnya kau tau. Aku tidak membutuhkan bunga itu yang aku butuhkan adalah kau." Donghae mengatakan itu dalam pelukkan. Akhirnya Eunhyuk membalas pelukan Donghae.
"Saranghae Lee Donghae."
"Nado saranghae Lee Hyukjae."
Mereka saling berpelukan. "Eump, aku lelah berdiri bagaimana kalau kita duduk? Di bawah pohon dan di tengah-tengah lilin?" Donghae bertanya dan melonggarkan pelukkannya.
Eunhyuk mengangguk dan menarik Donghae untuk duduk di bawah pohon. Di sinilah mereka sekarang di bawah pohon di tengah-tengah lilin melihat indahnya bintang hanya berdua. Donghae menaruh (?) kepalanya di bahu Eunhyuk tangan mereka saling bertautan.
"Ehm, Hyukkie dari mana kau mendapatkan bunga mawar, boneka beruang, boneka ikan dan kertas yang bagus? Dan satu lagi lilinnya. Dari mana kau mendapatkannya? Terus sekarang kita ada dimana?" tanya Donghae.
"Oh, kalau bunga aku mengambilnya dari tetangga sebelah kebetulan sedang panen bunga mawar jadi aku ambil aja kan lumayan gratis. Kalau boneka itu aku menyuruh Jessica membelinya dan memakai uangnya jadi aku tidak perlu ganti. Kalau kertas itu aku ambil saja dari kelas di kelasku kan banyak kertas seperti itu. Dan ini ada di belakang rumahku. Kau tau kalau ada di taman akan sangat boros jarak dari taman sampai rumahku kan cukup jauh berarti aku harus memberimu lebih dari 2 boneka, kertas yang banyak dan aku juga harus mencari bunga mawar yang lebih bayak. Aku bisa rugi." Eunhyuk menjelaskannya panjang lebar. "Oh ya mengenai lilin aku menyuruh Minho membelinya jadi gratis."
"Berarti semua yang kau berikan padaku itu gratis?" tanya Donghae memastikan dan Eunhyuk hanya mengangguk. "Dasar kau Mr Pelit!" Donghae memukul lengan Hyukkie palan.
"Kau juga dasar Miss Boros!" Eunhyuk tidak terima di bilang pelit.
"Hey, aku tidak boros ya sekarang!" Dongahe juga tidak terima di bilang boros.
"yayaya, walaupun aku pelit tapi cintaku padamu akan selalu boros." Eunhyuk mulai mengombal tapi gagal. Donghae hanya bisa tersipu malu.
Mereka melewati malam itu dengan senang.
THE END/TAMAT
Gimana tamatnya gaje ya..? tapi ga Ngegantungkan..?
Balasan Review:
rainy hearT : Iya makasih ya. Makasih juga udh review
.
Eunhaechild : Hahaha aku kan muda selalu #PLAk mulai narsis lagi. Terimakasih eonnie udh mau tobat jadi SR jangan jadi SR lagi ya hehehe #sapa aku ngatur eonnie? *abaikan. Hyukkie siapa ya? #gaya sok mikir. Ah, aku tau Hyukkie adalah kekasih ku. #Di tabok masa. Makasih udh review
.
KyuHyunJiYoon : iya palah ini udh tamat hehehe. Aku ga bisa update kilat maklum modem nya ga ada pulsa hehehe. Ceritanya Eunhyuk udh beli HP Cuma ga di ceritain gimana proses beli hpnya. Makasih udh review
.
KarooMinnie : iya disini Donghaelah yang jadi yeoja. Aneh ya hehehe... wah, maaf ya ga bisa update kilat. Makasih juga udh review
.
nam seul mi : udh di lanjutin. Makasih udh review
.
AngelFishy : iya nanti GB kita heboh baru naik di atas panggung langsung di timpukin hahaha *abaikan. Tenang ga aku berhentiin di tengah jalankan dah di lanjutin. Makasih udh review
.
Park Ha Rin : udh di lanjutin tapi maaf ga bisa kilat. Makasih udh review
.
endahhyukiELF :Hyukkie itu adalah kekasihku. #PLAK di tabok masa ga bisa update kilat. Jagn galau lagi ya eonnie. Makasih udh review
.
Shyelf : hahaha akukan memang baik #mulai narsis. Makasih udh review
.
Shycoshawolelf : Hyukkie adalah kekasihku #lagi-lagi di tabok masa. Iya makasih makasih juga udh review
.
nyukkunyuk : Hyukkie adalah kekasihku #ga bosen2nya ngomong ini hehehe. Gimana udh ga penasarankan..? makasih udh review
.
Onewjinki : gimana udh tuntaskan ceritanya... ? Wah aku di bilang cantik jadi GR hahaha. Makasih udh review
.
Sakyu : Donghae memang baik kok... iya udh abis palah ini. Sekuel..? ehm aku pikirin dech chingu. Makasih udh review
.
JiYoo861015 : wah, maaf eonnie aku ga bisa update kilat. Maklum modemnya ga ada pulsa hehehe. Makasih udh review
.
yayank jewELF : Hyukkie jujur kok sama Hae. Maaf ga bisa cepet updatenya. Makasih udh review
.
KimHanKyu : udh ga penasarankan..?makasih udh review
.
MargarethaELF : gimana udh di lanjutin kan..? iya masih juga ya udh review
.
DeKyu : hahaha iya aku saking polosnya kadang ampe yedong #eh, kejujuran tenang aku ga marah kok hehehe. Hyukkie bukan monyet tapi kekasihku #ga pernah bosen ngomong ini. Makasih udh review
.
mea hae : kok tau kalau alurnya emang di percepat..? gimana udh panjangkan? Tunggu aku inget chingu yang bilang aku anak BPN ya..? apa sih BPN itu..? makasih udh review
.
Kang Hyera, : maklum itukan teori ala Eunhyuk hahaha. Makasih chingu makasih juga udh mau review
.
stevanie7227 : Terserah saeng saja mau panggil Nina boleh Eonnie juga boleh.. tanggung baca aja sekali lagi nanti aku kasih kaos kaki bekas aku yang udh lama di pake mau ga saeng..? hahaha. Yang ini palah ga ada humor sama sekali. Gpp kok reviewnya telat juga makasih udh review
.
Barusadarhyukkietuhtampan : nama chingu lucu dech 'baru sadar hyukkie tuh tampan' terus selama ini..? #PLAK. Udh di update makasih udh review
.
Hyukti : iya udh di tamatin kok makasih udh review
.
Syahita ehs : yah, maaf ya ini udh end. nanti di usahain #entah kapan aku buat Eunhae lagi. makasih udh review
Ini ga ngegantungkan..? soalnya aku ngerasa kurang gimana gitu ma endingnya. Maaf kalau mengecewakan. Makasih semua
