Disclaimer: Super Junior hanya milik mereka sendiri, SMent, dan Tuhan semata.

Chara: Cho Kyuhyun, other members of Super Junior and more (SMEnt's Artist)

Genre: Friendship, Romance

Rated: T+

Summary: Cho Kyuhyun, murid pindahan yang pintar dan pendiam, dimana di sekolah barunya ia mempunyai banyak masalah dengan para geng yankee (berandalan). First fic about Cho Kyuhyun ^^. Don't like, don't read, ya.

Warning: Abal, Typo(s), Maksa, OOC, Penuh dengan perkelahian dan kekerasan, AU, Tokoh bisa bertambah di setiap chapternya.

Author's list songs: Don't Don, Twins (Knock Out) – Super Junior, Keep Your Head Down – DBSK, Majisuka Rock n Roll – AKB48,

Enjoy this! ^^

.

.

Me vs Yankee

.

.

Chapter 10: Yesung of the Black Dragon Attack

Neul Param High School

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.15 dan lima belas menit lagi, bel berdering. Cuaca pagi ini sedikit tidak bersahabat. Selain langit mendung, udara juga dingin. Angin berhembus dengan kencang hingga menerbangkan gorden-gorden jendela kelas yang sudah disibakkan.

"Uugh... cuaca hari ini tidak mendukung sama sekali..."

"Ne... hujan juga sering turun. Padahal ini baru awal musim gugur..."

"Rasanya malas sekolah. Aku ingin tidur..."

"Hei! Babboya! Sebentar lagi bel berbunyi!"

Terdengar beberapa murid mengeluh tidak nyaman akan cuaca hari ini. Sudah tiga hari hujan terus turun walaupun berselang waktu antara pagi, siang atau malam hari. Mau tidak mau, selama tiga hari itu semua harus sedia payung untuk berjaga-jaga.

Tapi, suasana penuh kemalasan itu mendadak jadi tegang ketika mereka semua mendapati orang ketiga paling berbahaya di sekolah ini melintas. Semua mata tertuju pada seorang lelaki berjaket baseball hitam. Beberapa dari mereka berbisik memperingatkan dan segera membungkuk singkat. Ya, lelaki itu adalah Kim Jong Woon atau biasa dipanggil Yesung—sang master of speed—dari geng ternama 'Black Dragon'. Surai cokelat gelapnya yang terlihat sedikit berantakan itu bergerak-gerak tertiup angin. Wajahnya dingin dan angkuh. Mata sipitnya berkilat tajam, membuat siapa saja tersentak ketakutan.

Yesung berjalan dengan santai sambil menghentak-hentakkan kaki jenjangnya ke lantai. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku jaketnya. Aksesoris yang tergantung di leher dan pinggangnya berayun-ayun seiring langkah yang ia ambil. Kepalanya tegak menantang. Seketika, para siswa membuka jalan lebar-lebar untuk sang maestro yang mereka takuti. Sambil terus menatap ke depan, Yesung melemparkan senyum liciknya yang ketara. Kepergiannya diikuti bunyi bel yang tiba-tiba berbunyi. Menyadarkan lamunan para siswa yang tadi sempat terdiam kaku.

KRIIIINGG!

.

.

Jam istirahat...

Jam istirahat akhirnya tiba. Beberapa siswa mulai menyantap bekal mereka masing-masing, beberapa lagi juga ada yang mengeluh capek. Tapi berbeda dengan lima orang yang kini berkumpul di kelas 2-2. Mereka nampak duduk di tengah-tengah kelas—karena kemarin baru saja diadakan pemindahan tempat duduk—Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook, Shin Dong Hee, Lee Donghae dan Lee Hyuk Jae. Ditambah satu lagi yaitu Lee Sungmin, yang baru kali ini bergabung. Sambil menyantap bekal, mereka nampak membicarakan sesuatu dengan antusias.

"Ne! Kau tahu? Setelah sekian lama mereka absen berkelahi, kemarin aku melihat 'Black Dragon' berkelahi dengan seru di ujung gang kecil di belakang sekolah!" Eunhyuk membuka pembicaraan setelah mengunyah bentonya.

"Hee? Jinjjayo?" Donghae, Ryeowook dan Sungmin terlihat antusias. Makanan mereka terlihat terhenti di depan mulut.

"Aiish... itu pasti mengerikan, kan, Hyukkie? Tahu sendiri. Kalau mereka sudah berkelahi, mereka brutal sekali! Hiii..." Shindong nampak merinding.

"Kau melihatnya? Melawan siapa?" Tanya Donghae seraya memajukkan kursinya.

"Entahlah. Kurasa musuh bebuyutan mereka, geng yankee dari Hyeongeul High School. Kalian tahu, kan?" Eunhyuk mengedarkan pandangannya menatap keempat sahabatnya. "Aargh... aku gemas melihatnya. Sempat juga aku merinding karena takut. Coba bayangkan! 'Black Dragon' hanya beberapa orang. Tapi lawannya, euh! Belasan!" Cerita Eunhyuk berapi-api.

"Eh? Bawahan mereka?" Tanya Sungmin.

"Aah... kau ini ketinggalan sekali, sih, hyung...? Mereka sudah tidak membutuhkan bawahan yang lemah seperti yang dulu!" Sambung Donghae seraya menepuk pundak Sungmin, lalu memasukkan sesumpit terakhir nasi goreng kimchinya. Mendengar itu, Sungmin mengerut. Bibirnya dengan lucu dimajukkannya. Sementara yang lain hanya ber-hooo ria. Minus Kyuhyun yang hanya tersenyum sambil memakan sandwichnya seraya memainkan PSPnya. Sesekali ia mendecak karena permainannya game over.

"Leeteuk sunbae dengan gilanya membabat seperempat dari mereka sendirian. Aku tahu, kalau dia sedikit psycho, iya, kan?" Nada bicara Eunhyuk berubah jadi bisikan di akhir. Ryeowook dan Shindong hanya mengernyit ngeri.

"Jeongmal?" Tanya Ryeowook lirih takut-takut. Eunhyuk mengangguk yakin.

"Yah, sampai saat ini memang tidak pernah terlihat lagi. Aah... jangan sampai kumat lagi, deh..." Donghae menghela napas sambil mengibas-ngibaskan tangannya, lalu bergabung dengan Kyuhyun yang asyik main PSP.

"Yesung sunbae juga! Dengan kemampuan khasnya ia bisa mengalahkan semua lawannya yang tiba-tiba mengeroyoknya! Walaupun aku benci perkelahian, tapi aku cukup salut dengan kehebatan mereka." Eunhyuk terlihat exited.

"Jangan bilang kalau kau menjadi fans mereka, Hyukkie-ah..." Ujar Sungmin menyelidik.

"Anni, Sungmin hyung! Yang benar saja!" Eunhyuk merinding. "Aku hanya salut pada mereka!"

"Lalu Heechul sunbae?" Tanya Shindong ragu. Eunhyuk tiba-tiba terdiam. Membuat semuanya penasaran, termasuk Kyuhyun dan Donghae yang tiba-tiba menoleh ke arahnya.

"Seperti biasa. Dia sangat spesial. Setelah dia menghabisi lawan-lawannya, dengan gembira ia berseru 'menyenangkan sekali!' sambil tertawa. Tak peduli ia terluka dan bajunya kotor karena darah." Jelas Eunhyuk agak horror. "Pokoknya, mereka masih tetap menyandang peringkat 'yankee paling berbahaya' di sekolah ini, deh!" Ryeowook, Donghae dan Shindong pun mendesah, sementara Kyuhyun kembali berkutat dengan PSPnya.

"Tapi, kalau Kyuhyun... dia pasti bisa mengalahkan mereka, kan?" Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun yang nampak membelakanginya. Mendengar namanya di sebut, Kyuhyun menoleh sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Eeh?"

"Ah! Kau benar, Sungmin hyung!" Eunhyuk tiba-tiba berdiri dan menunjuk Kyuhyun dengan sumpitnya. "Kyuhyun pasti bisa!" Mendengar seruan sahabat-sahabatnya itu, Kyuhyun hanya geleng-geleng.

"Aa... semoga saja. Kyuhyun belum pernah bertanding melawan mereka..."

"Kenapa kau jadi pesimis begitu, Donghae hyuung?" Eunhyuk memelas. Kyuhyun hanya terkikik melihat tingkah sahabatnya itu. Ia pun bermaksud berbalik dan membereskan kotak bekal dan minumannya. Tapi, sebuah kaki dengan brutal menendang mejanya tiba-tiba.

BRAAAKK!

Kyuhyun terbelalak melihat bekal-bekalnya berjatuhan dari meja. Ia pun menolehkan kepalanya dengan cepat ke arah si pemilik kaki. Melihat kejadian itu, seluruh isi kelas yang tadinya tenang sontak terkaget-kaget dan menghening. Donghae yang tadi menghadap ke belakang pun kini membalikkan tubuhnya ke depan diikuti oleh Sungmin. Ryeowook, Shindong dan Eunhyuk membatu seketika.

"Ye-Yesung sunbae...?" Lirih Ryeowook tergagap.

"Tiba-tiba sekali..." Ujar Sungmin yang nampak tercengang.

Sulit dipercaya. Tiba-tiba saja orang ketiga 'Black Dragon' masuk ke kelas 2-2 dan membuat penggebrakan massal. Dengan angkuh ia mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun. Kedua mata sipitnya menatap mata obsidian Kyuhyun dengan tatapan menantang.

"Ya, Cho Kyuhyun!" Serunya. "Jangan sekali-kali kau bersikap SOK LEMAH!"

Melihat aksi Yesung yang brutal dan sok menantang itu, Donghae tidak terima. Ia pun maju menantang teman sebayanya itu.

"YA! APA MAKSUDMU?" Bentaknya dengan menyentakkan kepala dengan berani.

"Mwoya?" Tanya Yesung tak kalah menantang. Untuk beberapa saat Donghae menatap bola mata Yesung dengan berani, tapi detik-detik kemudian, ia merasa kalah. Siratan mata itu... begitu mengerikan. Donghae pun mundur selangkah demi selangkah sambil menoleh ka arah Kyuhyun. Ia menggeleng samar. Kyuhyun yang mengetahui itu lantas mengernyitkan alis.

Melihat Donghae down, Yesung merasa mempunyai kesempatan. Dengan sekali sentakkan, ia pun menarik kerah seragam Donghae hingga wajah mereka berdekatan.

"Ne, Donghae-ah..." Katanya licik. "Kau mau menjadi korban pertama, HAH?" Yesung memandang melewati pundak Donghae, menatap sahabat-sahabat Kyuhyun yang berdiri di belakang. Ryeowook, Shindong dan Eunhyuk tersentak melihat tatapan tajam Yesung. Sementara Sungmin hanya terdiam. Merasa tidak penting, Yesung mendorong tubuh Donghae hingga terhuyung. Sungmin yang ada tepat di belakangnya dengan sigap menahan Donghae agar tidak membentur lantai.

"Berurusan dengan ikan-ikan kecil seperti kalian hanya membuang-buang waktu!" Semprot Yesung.

Yesung kini kembali menghampiri Kyuhyun. Sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, ia pun membungkuk. Menyetarakan tingginya dnegan Kyuhyun yang sedang duduk.

"Kyuhyun!" Panggil Yesung setelah wajahnya setara dengan wajah Kyuhyun. Senyum sinis terbingkai di bibirnya. "Jangan harap kau hanya bisa duduk tenang seperti ini!" Desis Yesung. Kyuhyun membulatkan mata menatap sang senior.

"Aku tidak akan membiarkanmu mengusik ketenangan kami!" Yesung memposisikan kelima jarinya di depan wajah Kyuhyun dan merematnya menjadi sebuah kepalan. Seakan ingin meremat Kyuhyun hidup-hidup. Yesung tergelak sedikit, lalu berbalik dan berlalu. Seiring berlalunya, para murid kembali menegang.

"Aa... aku tahu ini akan tiba saatnya..." Lirih Eunhyuk merinding.

"Kau benar, Hyuk..." Shindong tak kalah merinding.

Yesung berjalan keluar dengan angkuhnya sambil menendang daun pintu kelas dengan keras. Membuat semua siswa senam jantung. Sepeninggalan sang kakak kelas, Kyuhyun mulai membereskan barang-barangnya yang berantakan sambil menjadi pusat perhatian semua murid yang ada di kelas dan di luar kelas. Tapi, ia cuek-cuek saja dan malah bersikap sepolos mungkin. Seakan tak terjadi apa-apa.

.

.

Heechul berbalik. "Apa maksudmu?"

"Serahkan Cho Kyuhyun padaku."

"Mworago?" Nada Heechul meninggi.

Ya. jam istirahat kali ini, 'Black Dragon' tengah berkumpul di salah satu sudut halaman belakang sekolah. Salah satu sudut yang sepi dan beraura angker. Tembok-tembok di sekeliling banyak yang sudah mengelupas dan penuh dengan corat-coret. Berbagai tulisan ada di sana. Dari sekedar iseng hingga umpatan kasar terpampang di sana. Yesung nampak duduk di salah satu meja dengan gaya coolnya. Tangannya tak berhenti memain-mainkan kalung salip yang bertengger di lehernya.

"Ne, ne, Heechul-ah... kau sudah terlalu lama membiarkan anak itu bermain-main sendiri. Sudah saatnya untuk kita membungkamnya!" Sambung Leeteuk. "Bukankah kalau kita sudah menjinakkanya, kita juga tenang?" Leeteuk tengah asyik memainkan payung transparannya. Sesekali ia mematahkan besi-besi kecil payung itu dengan sadis sambil terkekeh senang.

"Andwae!" Potong Heechul. "Jangan sentuh dia sebelum aku perintahkan." Kata Heechul seraya berjalan membelakangi dua rekannya.

Mendengar itu, Yesung tergelak. Senyum liciknya tersungging di bibirnya.

"Bagaimana bisa semua orang takut pada geng bernama 'Black Dragon' kalau begini caranya." Gumam Yesung. "Menggelikan." Leeteuk yang mendengar lantas terbahak.

Heechul yang ternyata mendengar perkataan itu lantas tersulut amarahnya. Dengan satu hentakan, ia pun berbalik dan menghampiri Yesung. Dengan tiba-tiba ia layangkan sebuah tinju hingga melukai bibir kecil lelaki berambut cokelat kehitaman di hadapannya.

BUAAGH!

Yesung terdiam ketika mendapat pukulan itu. Surainya menutupi sebagian wajahnya. Leeteuk sedikit tercekat dan menghentikan aktivitasnya. Heechul menarik kerah Yesung dengan berani.

"Apa yang menggelikan?" Tanya Heechul dingin. Yesung menatap tajam manik mata Heechul, walaupun di situ ada sedikit rasa takut.

"HAAH?" Bentak Heechul.

"Arraseo. Mianhae." Ujar Yesung akhirnya. Nadanya terdengar datar dan singkat.

"Kalian berdua cepat kembali!" Heechul menyentakkan kepalanya ke samping, menyuruh dua temannya agar pergi. Dengan patuh, Yesung dan Leeteuk lantas bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pergi.

Sepeninggalan dua temannya, Heechul terlihat frustasi. Ia meremat rambut harajukunya dan berteriak.

"AAARRGH!" Tak lupa ia menendang meja yanga da di depannya. Napasnya terengah.

"Tak ada waktu lagi... sebelum kelulusan." Gumamnya seraya memejamkan matanya rapat.

Yesung dan Leeteuk berjalan melewati koridor lantai satu sekolah. Seketika semuanya mendadak tegang. Siswa-siswa yang menghalangi mereka dengan seenaknya disingkirkan oleh Leeteuk. Entah itu dengan ditendang, dipukul, atau hanya sekedar didorong hingga membentur tembok.

"AARRGH!" Serunya serak seraya menendang siapa saja yang lewat di depannya. "Minggir!"

Yesung hanya berjalan santai sambil menatap tajam ke arah siswa yang ada. Tatapannya yang mengerikan dan penuh emosi sudah cukup membuat semuanya menyingkir dengan otomatis. Walaupun sudut bibirnya yang terluka menyimpan sebuah pertanyaan di mata para siswa.

"Lihat saja nanti, Cho Kyuhyun." Lirihnya.

.

.

Bel pulang sekolah pun akhirnya berbunyi. Berbagai seruan bahagia karena kegiatan belajar-mengajar berakhir tidak dapat dihindari lagi. Dengan segera, semua siswa membereskan buku-bukunya dan memberi hormat pada sang guru sebelum mereka kahirnya pulang.

"Bediri!" Perintah sang ketua kelas. "Beri hormat!"

"Khamsahamnida Seonsaengniim!" Seru semua siswa di kelasnya masing-masing. "PULAAANG!"

Kyuhyun berjalan menyusuri lorong di lantai tiga sekolahnya. Ryeowook dan Shindong nampak melambai dari kejauhan, hendak pulang duluan. Kyuhyun pun membalas lambaian mereka. Setelah langkahnya terhenti sesaat, ia pun berjalan lagi.

Kyuhyun berbelok ke arah tangga yang ada di ujung koridor. Langkahnya sedikit tergesa sambil membawa sebuah map berwarna biru. Ia harus menyerahkan map itu kepada Choi Siwon sang ketua OSIS dan selanjutnya diserahkan kepada Kepala Sekolah. Dengan bergegas, Kyuhyun menuju ruang kelas Siwon yang ada di lantai dua. Di sekitar tangga ada beberapa murid yang tengah berseliweran naik-turun tangga. Bisa dilihat mereka adalah anggota klub musik. Mereka nampak menurunkan beberapa alat musik dan beberapa bangku lipat menuju ruang musik yang ada di lantai dua. Berhubung suasana yang sedikit lalu-lalang itu, juga langkah Kyuhyun yang sedikit tergesa, ia pun tak sengaja tertabrak oleh salah satu siswa. Alhasil, ia pun oleng dan kehilangan keseimbangan.

"Akh!"

Dengan sukses, tubuh Kyuhyun oleng dan menukik ke bawah. Kepanikan pun mulai merajalela. 'Gawat! Bagaimana ini?' Batinnya. Ia pun memejamkan matanya yang sebelumnya sempat terbelalak.

"Hei, awas!" Tiba-tiba sebuah tangan dengan sigap merengkuh pinggang ramping menarik Kyuhyun agar tidak terjatuh. Menyadari dirinya tidak lantas menyentuh lantai, Kyuhyun pun membuka matanya perlahan. Matanya kemudian membulat melihat map beserta isi yang ia bawa berserakan di bawah.

"Kyuhyun-ah... kau ini bagaimana. Bahaya, kan, kalau kau sampai jatuh dari tangga?" Mengenali suara sang penyelamat, Kyuhyun pun menoleh cepat.

"S-Siwon hyung?" Katanya dengan nada meninggi. Mendadak wajahnya memerah menyadari wajah Siwon begitu dekat dengan wajahnya. Ditambah lagi tangan Siwon yang merengkuh pinggangnya itu...

"Untung aku cepat-cepat menahanmu." Siwon mendesah. Ia memandang Kyuhyun dengan tatapan teduh, juga khawatir. Mereka bertatapan agak lama. Menyadari kelakuannya, Kyuhyun lantas menolehkan wajahnya kembali ke depan. Ia tak mau Siwon mengetahui wajahnya yang sudah semerah tomat.

"Lain kali kau harus hati-hati kalau menuruni tangga..." Siwon pun tersenyum sambil melepaskan lengannya dari pinggang Kyuhyun. Ia pun turun dan mengambili map Kyuhyun dan isinya yang berserakan di lantai. Tak tega melihat kakak kelasnya itu memungutinya sendirian, Kyuhyun pun ikut bergabung.

"G-gomawoyo, hyung..." Ujar Kyuhyun takut-takut. Ia pun ikut berjongkok dan mengambili kertas-kertas yang tersisa.

"Oh! Ini proposal yang kau buat?" Tanya Siwon yang ketika itu tak sengaja membaca satu kertas yang berserakan.

"N-ne, hyung." Jawab Kyuhyun sedikit tergagap. "Tadinya... aku ingin ke kelas hyung dan menyerahkan ini..." Jelasnya.

"Aah... geurae?" Mata Siwon membulat. "Aiish... untung aku ada di sekitar sini. Jadi kau tak perlu jauh-jauh ke kelasku. Apalagi kalau pakai acara jatuh dari tangga segala..."

"Sudah, hyung! Jangan bicarakan hal itu lagi!" Potong Kyuhyun sambil memukul lengan Siwon bercanda. Wajahnya merona malu. Siwon tergelak.

"Ahahaha! Kau lucu kalau sedang malu, Kyu-ah!" Siwon mencubit hidung Kyuhyun gemas. Kyuhyun hanya menunduk malu sembari merengut.

Siwon pun berdiri, diikuti Kyuhyun. "Ne... kalau begitu, untuk selanjutnya, biar aku urus proposalnya. Nanti aku sampaikan pada Kepala Sekolah."

"Tidak apakah, hyung? Aku masih bisa melanjutkannya sendiri..."

"Anniyo!" Potong Siwon. "Biar aku yang memintakan tanda tangan Kepala Sekolah. Kau sudah cukup menyusunnya saja." Siwon tersenyum manis. Membuat jantung Kyuhyun berdetak lebih cepat. "Cepat pulang, sana! Ini sudah sore. Kau juga sudah tidak ada kegiatan lagi, kan?"

Kyuhyun mengangguk. "N-ne, hyung. Annyeong..." Katanya sedikit gugup seraya berbalik, meninggalkan Siwon seraya menampilkan senyumnya yang manis walaupun kaku. 'Aaaa! Kenapa susah sekali untuk tersenyum di depan lelaki itu!' Rutuk Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun mulai menjauh dan hilang dari pandangan. Sepeninggalan Kyuhyun, Siwon masih terpaku pada tempat dimana tubuh Kyuhyun menghilang. Ia menyunggingkan senyum. Senyum yang berbeda dari senyum-senyumnya yang dulu.

.

.

Kyuhyun berlari-lari kecil menyusuri jalanan setapak menuju halte bus terdekat. Setelah dirasanya sedikit lelah, ia pun berhenti dan memutuskan untuk jalan biasa. Kyuhyun melihat jam tangan biru yang terikat di pergelangan tangannya. Oke. Sekarang sudah pukul 17.00. Ia masih banyak pekerjaan di rumah. Tinggal jauh dari orangtua memang menuntutnya untuk mandiri. Apalagi sang kakak baru pulang saat makan malam nanti. Kyuhyun mendengus sambil terus melanjutkan perjalanan.

Pemuda bermarga Cho itu pun berbelok ketika menemui pertigaan. Ia kini menyusuri jalanan yang sepi. Angin musim gugur berhembus, menerbangkan dedaunan yang berguguran. Entah kenapa, tengkuknya merasa merinding. Kyuhyun mengusap tengkuknya sambil sesekali melemaskannya sedikit. Sempat ia merasa curiga, tapi dengan cepat ia hilangkan kecurigaan itu dan kembali berjalan santai.

"Sekali lagi, aku menemukanmu..." Kyuhyun tercekat saat mendengar sebuah suara. Ia segera menjelajahi sekitarnya dengan matanya.

"Nuguni...?" Kata Kyuhyun lirih. Tak seberapa lama, terdengar suara kekehan tawa diikuti suara gemerincing aksesoris yang tersentak-sentak. Membuat Kyuhyun sedikit panik.

Seorang laki-laki tiba-tiba muncul di belakang punggung Kyuhyun. Matanya tajam dan seringai licik tersungging di bibirnya. Menyadari ada orang di belakang, Kyuhyun tercekat. Matanya terbelalak. Tubuhnya entah kenapa merasa bergidik.

"Akan kukirim kau menuju kegelapan..." Bisik orang itu setengah mendesah. Kyuhyun berbalik. Tunggu. Tak ada siapa-siapa? Kyuhyun menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan. Ia memposisikan dirinya dalam waspada. Saat ia menoleh ke arah depan, tak sengaja matanya menangkap seorang lelaki berambut cokelat gelap muncul dari balik tembok. Senyum licik tersungging di bibir orang itu.

"Ne, Kyuhyun-ah...?" Katanya sinis. Satu tangannya memainkan sebuah rosario hitam yang tergantung di lehernya. Kyuhyun terbelalak melihat siapa lelaki di hadapannya itu. Secepat kilat, lelaki itu lantas berlari ke arah Kyuhyun dan memukul wajahnya.

BUAGH!

"Ugh!" Kyuhyun sedikit terhuyung. Ia memegangi pipinya yang berhasil dipukul si lawan. Sudut bibirnya memar. Perlahan ia kembali menengadahkan kepalanya.

"Kau kurang cekatan, Cho Kyuhyun..." Ejek si lelaki.

"K-kau..." Kyuhyun terengah. Ia menatap lelaki itu—lelaki bersurai cokelat gelap yang sedikit berantakan itu. Mata sipit lelaki itu menatap Kyuhyun tajam. "Yesung hyung...?

Ya. Tak salah lagi. Lelaki yang muncul secara tiba-tiba itu adalah Yesung. Senyum sinis tersungging di bibir Yesung—lagi. Menyambut dialog mereka berdua.

"Rasanya aneh mendengarmu memanggilku 'hyung', Cho Kyuhyun." Kyuhyun terdiam. Ia sedikit tercengang melihat si lawan. Serangannya tadi begitu cepat dan tiba-tiba. Begitu cepat hingga tak terlihat oleh mata. 'Orang ini...'

"Wae, Kyuhyunnie? Kau syok? Kau takut?" Ejek Yesung seraya berjalan mengelilingi Kyuhyun yang masih memegangi pipinya.

"Aku dengar kau selalu serius dalam segala hal. Tapi..." Yesung menatap adik kelasnya itu dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan. "...benarkah begitu? Lihat sekarang. Baru mendapat satu serangan saja kau sudah berdiam diri begini. Apa kau serius?" Tanya Yesung, yang berhasil menyetikkan antena emosi Kyuhyun. Yesung tertawa sambil memelintir bandul rosarionya.

Kedua mata Kyuhyun berkilat tajam. Perlahan ia menyipitkan matanya—itu biasa ia lakukan ketika sudah berubah serius. dengan pasti, ia pun memposisikan tubuhnya dalah kuda-kuda. Sebagian poninya yang sudah hampir melebihi alis itu sedikit menutupi kedua matanya.

"Aku tidak pernah main-main, Yesung hyung!" Tegas Kyuhyun setengah menggeram. Mendengar pernyataan Kyuhyun, Yesung pun terhenti. Ia menoleh.

"Ooh? Jeongmalya?" Tanyanya sinis.

"ARRAAA!" Seru Kyuhyun seraya menerjang Yesung. Dengan sigap Yesung berhasil menahan serangan Kyuhyun dengan cepat dan membalasnya telak.

"Agh!" Kyuhyun nyaris tersungkur karena punggungnya dipukul oleh tangan besi Yesung. Tak mau menyerah, Kyuhyun pun kembali berdiri dan melayangkan kakinya, hendak menendang wajah Yesung. Tapi, lagi-lagi serangannya dapat ditanggalkan oleh Yesung. Mereka terdiam sesaat dalam posisi itu.

"Haa... kau sudah mulai serius, Kyunnie?" Ejeknya. Kyuhyun menatap lawannya dengan tajam.

"Sekali lagi aku tegaskan," Desis Kyuhyun. "Jangan bermain-main dengan kata 'serius'!" Kyuhyun menghempaskan kakinya dengan kuat dan memukul perut Yesung.

BRUUGH!

Yesung terdorong sedikit ke belakang sambil memegangi perutnya. Napasnya sedikit terengah. Yesung menengadahkan kepalanya, membalas tatapan tajam Kyuhyun yang sedang memasang kuda-kuda.

"Ahahaha!" Tawa Yesung menggema. Melihat Yesung tertawa, Kyuhyun sedikit mengernyit. "Kau belum tahu siapa aku, Cho Kyuhyun." Desis Yesung. Sambil menatap tajam sang lawan, ia pun tersenyum licik sambil mencium rosarionya. Tak lama kemudian, Yesung berlari dengan cepat hingga gerakannya tak terbaca. Kyuhyun mengedip sekali. Ia tercetik sesaat. Kyuhyun ternganga melihat kecepatan Yesung. Jadi inikah sebabnya ia dijuluki master kecepatan...?

"HEYYAAH!" Tiba-tiba Yesung muncul dari belakang. Mendengar teriakannya, Kyuhyun menoleh. Tapi ia masih kalah cepat dengan gerakan Yesung yang mulai mengincar wajahnya.

BUAGH! BRRUUGH!

Kyuhyun terseok jatuh. Tubuhnya sedikit menyerempet aspal. Yesung tiba-tiba muncul dan memukul wajah Kyuhyun dengan keras hingga ia terjatuh.

Yesung tertawa penuh kemenangan. "Sampai di sini sajakah kehebatanmu? Payah!" Maki Yesung seraya menendang tubuh Kyuhyun. Yesung terkekeh senang. Kyuhyun meringis kesakitan.

.

.

Lee Donghae berjalan menyusuri jalanan kecil dengan kesal dan bosan. Sesekali ia menendang-nendang kaleng minuman yang berserakan di aspal. Entah sudah berapa kali ia mendengus sebal. Bagaimana tidak? hari ini, ia terpaksa naik bus karena motornya sedang diperbaiki. Kedua, Eunhyuk tidak pulang bersamanya karena masih latihan dance yang lusa akan dilombakan. Sungmin sedang ada praktek di lab. Ryeowook dan Shindong sudah pulang duluan sedari tadi. Alhasil... Donghae harus pulang sendiri.

Sambil merutukki nasibnya sore itu, Donghae pun berbelok di persimpangan jalan. Matanya menyapu jalanan dengan malas. Sesekali ia berpapasan dengan orang-orang sekitar, tapi dia tetap saja cuek sambil menenteng tasnya di pundak. Perlahan, Donghae mulai memasukki jalanan yang sepi. Baru sepersekian menit ia berjalan di daerah itu, tiba-tiba ia mendengar suara tawa. Tawa yang begitu nista dan terdengar seperti merendahkan. Ia mengernyit dan berjalan menuju sumber suara.

Donghae berjingkat mendekati satu perimpangan jalan. Dengan bersembunyi di balik tiang listrik, ia pun melongokkan kepalanya sedikit. Sekejap, ia pun terbelalak. Ia tak percaya melihat apa yang ada di depannya. Sahabat terbaiknya, Cho Kyuhyun terlihat tersungkur di dekat pembatas jalan, sementara di depannya berdiri lelaki berambut cokelat gelap tengah tertawa.

"Kyuhyun...?" Gumam Donghae.

"Hanya segitukah kekuatanmu, Tuan Cho...?" Ejek Yesung. Kyuhyun menolehkan kepalanya patah-patah. Tatapan tajamnya tak pernah berkurang menatap Yesung walaupun kini ia sedang kesakitan.

"Ireona!" Tegas Yesung sambil menarik kerah Kyuhyun, memaksanya agar berdiri. Dagu Kyuhyun sedikit terangkat dan ia mendesis. Yesung membelalakkan matanya seraya tersenyum mengerikan. Tangannya teracung hendak memukul wajah Kyuhyun.

"Habislah riwayatmu, CHO KYUHYUUNN!"

Melihat sahabatnya tak berdaya di tangan sang lawan, Donghae merasa tak terima. Walaupun ia tadi sempat goyah melihat tatapan mata Yesung, tapi kalau begini caranya...

Dengan segera, Donghae pun berlari ke arah Yesung dan menedang pinggangnya hingga terhuyung dan jatuh.

BUAGH!

"Akh!"

"Yesung hyung! Kau tak akan kubiarkan menyentuh Kyuhyun lebih dari ini!" dengan angkuh, Donghae berjalan dan berdiri membelakangi Kyuhyun sambil melempar tasnya sembarangan. Kyuhyun sendiri pun terbelalak.

"Donghae hyung...?"

"Ne, Kyuhyun-ah. Maaf kalau aku terlambat." Katanya seraya memasang kuda-kuda. Melihat kakak kelasnya datang dan membantunya, Kyuhyun pun berusaha berdiri. Walaupun wajahnya biru-biru dan bibirnya berdarah.

"AAARGH!" Erang Yesung yang merusaha bangkit. "Kurang ajar kau, dasar ikan!"

"Tak akan kubiarkan kau menyentuh Kyuhyun." Sambar Donghae tertahan. Kyuhyun tertegun.

"HYAAA!" Yesung segera menerjang Donghae dengan kecepatan kilatnya.

"Donghae hyung!"

TAPP! BUUGH!

Donghae dan Yesung untuk sementara menguasai pertarungan. Kedua kakak kelas Kyuhyun itu bertarung dengan seru. Tapi, Donghae masih kalah tangkas menangkis serangan cepat dari Yesung.

BUAGH!

"Uugh..." Donghae pun terlempar ke samping. Tulang pipi kanannya memar dan hidungnya mengeluarkan darah.

"Hah! Kau masih saja suka ikut campur! Sudah tahu kau lemah, tetap saja keras kepala!" Ejek Yesung seraya mengelap sudut bibirnya yang juga mengeluarkan darah segar. Ia tertawa setelah melihat darahnya sendiri di punggung tangannya. Kyuhyun pun datang dan membantu Donghae berdiri.

"Asal kau tahu, Kyuhyun-ah..." Bisik Donghae. "Yesung ahli dalam hal kecepatan. Kalau kau tidak serius, kau bisa celaka. Ia sangat cepat hingga terkadang tak dapat ditangkap oleh mata." Kyuhyun menoleh.

Yesung mulai berdiri dari kejatuhannya. Donghae dan Kyuhyun segera memasang kuda-kuda. "Setidaknya... kau harus bisa dengarkan langkahnya." Nasihat Donghae di akhir.

Baru melemaskan tubuh sebentar, Yesung sudah kembali menyerang. Ia berteiak serak, seakan lapar akan mangsa. "Kurang ajar kalian berduaa!" Teriak Yesung penuh amarah. "Akan kuhabisi kaliaaannn!" Yesung pun berlari menerjang dengan kecepatan tinggi. Donghae terbelalak melihat kecepatannya itu. Ia menganga kecil. Dengan segera Kyuhyun beralih di depan Donghae dan menahan serangan Yesung. Mereka berdua saling mengeratkan mulut mereka demi menahan kekuatan satu sama lain, hingga gigi mereka bergemeretak.

"Hyaah!" Yesung melepaskan serangannya dan mengincar bagian tubuh Kyuhyun yang lain. Dengan cepat dan tepat ia meninju perut Kyuhyun hingga Kyuhyun terdorong kebelakang. Tak lupa ia juga menghadiahkan pukulan di pipi kiri Kyuhyun. Kyuhyun terhuyung. Yesung tersenyum evil sambil terengah-engah.

"Kau keras kepala... Kyuhyun-ah..." Desahnya lelah. Tapi ia tidak mau berhenti. Sudah lama ia tidak merasakan kesenangan berkelahi seperti ini. Kyuhyun mengalihkan tatapannya pada lawannya dan menatapnya tajam. Surai hitamnya yang basah karena keringat menutupi satu matanya.

"Gwaenchana, Kyuhyun-ah?" Donghae mendekat dan memposisikan kuda-kudanya. "Kita lawan dia berdua." Kedua sunbae dan hobae itu pun memposisikan diri dalam siap siaga. Melihat itu, Yesung geli dan tertawa. Ia kembali berjalan mengelilingi dua lawannya itu. Dengan waspada, Kyuhyun dan Donghae saling merapatkan punggung mereka. Matanya melirik ke kiri dan kanan, berusaha membaca gerakan Yesung selanjutnya.

"HAH! Dasar lemah! Dua lawan satu?" Nada Yesung melengking. "Kalian meremehkan aku!" Lagi-lagi, Yesung kembali berlari. Baru saja melayangkan kaki pertama, tubuhnya dengan cepat menghilang. Melihat serangan sang lawan, Kyuhyun dan Donghae lantas siaga dua.

Dengan konsentrasi penuh, Kyuhyun mencoba membaca lengkah kaki Yesung yang tengah berlari cepat itu. Sambil melirikkan mata ke kanan dan kiri, juga menegeratkan kedua kepalannya dan menguatkan kuda-kudanya.

"HYAAH!"

BUGH! DUAAGH! DUAGH! BRUUGH!

Donghae dengan cepat dijatuhkan. Ternyata, Yesung memang sengaja mengincar Donghae duluan karena sudah mengganggu ritual martial artnya dengan Kyuhyun. Alhasil, ia kini jatuh terduduk sambil memegangi perutnya yang sakit. Ia terbatuk hingga mengeluarkan percikan darah. Tak lama kemudian, Donghae terkapar sambil mengerang. Melihat sunbaenya berhasil ditaklukkan, Kyuhyun menggeram. Ia kini benar-benar marah.

"AAARGHH!"

BUAGH!

Kyuhyun pun untuk kesekian kalinya berhasil memukul wajah Yesung hingga bibirnya berdarah.

"Sialan!" Geram Yesung. Kyuhyun membantu Donghae yang sedari tadi tergeletak untuk berdiri. Tapi untuk kali ini, Donghae masih merasa tubuhnya remuk redam. Melihat isyarat Donghae, Kyuhyun pun mengerti. Ia membiarkan kakak kelasnya itu untuk berbaring. Kyuhyun pun berdiri lagi dan menatap kedua mata Yesung yang sipit dengan tatapan elangnya. Begitu juga sebaliknya dengan Yesung. Ia tergelak merendahkan dengan sesekali memutar-mutar lengannya. Kini, ronde kedua Yesung vs Kyuhyun bakal dimulai lagi. Dan tak lama kemudian, seruan mereka terdengar.

"HYAAHH!"

.

.

Entah sudah berapa menit Yesung dan Kyuhyun bertarung dalam keseimbangan. Mereka sama-sama terluka dan penampilannya berantakan. Donghae hanya bisa mengangkat sebagian tubuhnya yang sudah remuk redam. Ia tak percaya melihat Kyuhyun yang baru sekali berhadapan dengan Yesung sudah bisa mengimbangi kecepatannya dengan baik.

Terdengar erangan dan teriakan mereka berdua. Suara gaduh juga tak dapat dihindari. Yesung melompat dan melayangkan kepalan tangannya. Ia berhasil memukul Kyuhyun dengan telak di pipinya—lagi. Sementara Kyuhyun juga begitu. Dengan sigap ia bisa membalas Yesung dengan menendangnya.

"RRAAA!" Yesung yang sempat terjatuh kini bangkit dan mendorong Kyuhyun ke tembok. Ia memukuli Kyuhyun bertubi-tubi, Kyuhyun juga membalasnya bertubi-tubi. Hingga akhirnya Yesung menekankan lengannya di leher Kyuhyun hingga lehernya sedikit tercekik. Kyuhyun seakan terkunci seketika. Yesung mengeratkan giginya hingga bibirnya bergetar.

"Hei, iblis..." Desis Yesung terengah. "Akan ku kirim kau menemui teman-temanmu di neraka!" Tiba-tiba, Kyuhyun melepaskan senyum evilnya setengah mengejek, membuat Yesung terbelalak emosi.

"Aku bukan iblis, Yesung sunbae..." Kata Kyuhyun sinis sambil menekankan kata 'sunbae'. Kyuhyun diam-diam memposisikan kakinya kuda-kuda. Kedua tangannya yang tak sibuk kemudian mengepal. Seakan di slow-motion, ia pun mendorongkan tangannya itu ke arah perut Yesung. Memukul telak organ tersebut dengan tenaga dalam. Yesung tersentak. Ia terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.

"OHOOKK!"

Sedetik kemudian, ia jatuh berlutut di depan Kyuhyun. Dengan begini, kemenangan ada di tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap datar lawannya yang kini sudah berbaring tak berdaya di atas aspal itu. Donghae memperhatikan kejadian itu dengan mata terbelalak. Ia tak mengira Kyuhyun menggunakan jurus itu. Jurus yang jarang sekali dilihatnya.

Melihat Yesung sudah tak berdaya, Kyuhyun pun berjalan menuju Donghae dan menolongnya.

"Kajja, hyung." Katanya datar. Ia kemudian membopong tubuh Donghae dan berjalan meninggalkan Yesung yang masih terbatuk-batuk. Diam-diam Yesung menolehkan kepalanya ke belakang, menatap punggung Kyuhyun yang menjauh. Mata sipitnya yang tadi tajam kini melemah. Pandangannya mengabur. Ia nampak kesakitan di dalam dan di luar.

"Cho Kyuhyun..." Desisnya. Sesaat kemudian, Yesung jatuh pingsan. Satu anggota 'Black Dragon' berhasil dijatuhkan.

.

.

Kyuhyun membopong tubuh Donghae menyusuri jalanan menuju halte bus. Merka tak peduli dengan penampilan yang sudah semrawut dan tatapan miring orang-orang di sekitarnya. Donghae melirik wajah Kyuhyun yang sudah lebam-lebam itu.

"Kyuhyun-ah." Panggilnya. Kyuhyun menoleh.

"Ne, hyung?"

"Kau... bisa tenaga dalam?" Tanyanya tak percaya. Kyuhyun terdiam.

"Aku sempat belajar dari kakekku. Dia bisa ilmu bela diri China yang banyak memakai tenaga dalam." Jelas Kyuhyun.

Donghae terdiam. "Kau... mengerikan, Kyuhyun-ah... seumur-umur, aku tak akan mau lagi berkelahi denganmu..." Kyuhyun tergelak.

"Ahahaha! Anniyo, hyung... itu hanya untuk membela diri." Donghae mendesah dan tersenyum kecil. Perlahan ia menolak Kyuhyun untuk membopongnya lagi.

"Tidak usah, Kyu. Aku bisa jalan sendiri."

Black Dragon's basecamp

Hujan pun turun lagi. Langit mendung kembali menurunkan berliter-liter airnya ke bumi, membasahi tanah dan benda-benda yang ada di bumi.

Heechul nampak melamun di markasnya. Ia duduk membelakangi pintu markasnya sambil memain-mainnya sepotong bulu ayam di tangannya. Pikirannya melayang ke saat-saat istirahat tadi. Ia teringat rekan-rekannya begitu tidak sabaran ingin menghabisi Cho Kyuhyun, sementara Heechul masih terus memolor-molornya. Hingga tanpa ia sadari, ia memukul wajah Yesung karena emosi. Ia tahu kedua rekannya sudah tidak tahan mendengar rumor-rumor Kyuhyun yang terus saja berhasil menghabisi yankee-yankee di bawahnya. Itu begitu mengusik kehidupan 'Black Dragon' dan mengancam kedudukkan mereka bertiga sebagai yankee teratas di Neul Param High School.

Heechul memutar-mutar bulu ayam itu di depan dagunya. Matanya sayu menatap pemandangan di luar jendela. Suara getaran kereta api yang melintas di atas jembata terdengar jelas. Sedang asyik-asyiknya ia melamun dan merenung, tiba-tiba bulu ayam ditangannya terjatuh tanpa sebab—membuat Heechul tercekat. Ia pun membungkuk untuk mengambilnya. Tapi, sepersekian detik kemudian ia terdiam. Entah kenapa, perasaannya tidak enak. Ia mengernyitkan alisnya seraya mengambil bulu itu. Setelah ia kembali duduk bersandar di kursi besarnya, ia pun meremat kerah seragamnya. Bayangan Yesung terbesit di kepalanya. Sedikit ia menggigit bibir. Perasaan apa ini? Kenapa ia jadi khawatir begini?

"Yesung..."

.

.

Leeteuk berjalan di sekitar jalanan aspal belakang sekolah. Tanah yang ia injak basah karena hujan rintik-rintik yang turun. Ditangannya terdapat payung transparan yang bentuknya sudah tak beraturan. Besi-besi kecilnya sudah patah. Permukaan payung naas itu juga terdapat banyak bercak darah. Bukan hanya di permukaannya saja, gagang payungnya saja sudah merah semua karena darah. Leeteuk menyeret payung itu. Bunyi ujung payung yang bergesekan dengan aspal kasar begitu memekakan telinga. Di bibirnya tersungging senyum mengerikan sambil matanya melirik tajam ke arah depan. Kedua manik cokelatnya tertutup sebagian rambut harajuku cokelat-hitamnya yang basah.

TEK, TEK...

Sesekali, ia menggigiti kuku-kukunya yang berlumuran darah sambil terkikik.

"Ihihihi... ahahaha!" Tawa a la psychonya mengudara. Membuat siapa saja yang mendengar bergidik ketakutan.

"Ahahaha...!" Terlihat di sekitarnya, beberapa orang tengah tergeletak tak berdaya. Mereka mengerang kesakitan dan berlumuran darah. Di tanah terdapat banyak tetesan-tetesan darah yang berasal dari lawan-lawannya... bahkan dirinya sendiri.

Leeteuk tiba-tiba berhenti tertawa. Ia memperhatikan lawan-lawannya yang tergeletak. Leeteuk memiringkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang berbeda. Polos. Begitu kontras dengan ekspresi wajahnya yang tadi. Seakan tak terjadi apa-apa. Tak lupa ia terus menggigiti kuku-kukunya. Ia mengedip-ngedipkan kelopak matanya seperti anak kecil. Tapi, tak berselang beberapa menit, senyum a la psikopatnya keluar lagi, dan tak lama kemudian disusul tawanya menggelegar hingga kepalanya tersentak ke belakang.

"Ahahaha! Hihihi... hahahaha!" Ia seakan terhibur dan geli melihat pemandangan di depannya yang naas itu. Ia tak merasa bersalah sekalipun sudah tertawa demikian melihat lawan-lawannya kesakitan.

"Ne... apa kau marah?"

.

.

TBC

A/N: Hyaa! 'Black Dragon' sudah mulai unjuk gigi! Udah gak sabar saia mau nulis bagian selanjutnya! Akhirnya mulai ke bagian intinya, nih! Do'akan saia biar lancar, ya? *berasa ujian aja lu!* *takut duluan sama karakter Leeteuk yang psycho*. Entah kenapa, saia pingin bikin Leeteuk kayak gitu karena keseringan nonton drama psycho *waduuh! Ngeri!* DX. Hehe... ^^"

Oke, waktunya evaluasi. Buat pertanyaan yang minta dijawab, saia jawab di sini... ^^

WKS Sunny: Sungmin di sini pingin saia bikin kayak apa yang kalian mau. Tapi, ada beberapa sifat yang pingin saia perlihatkan nanti di next chap. Hehehe...

Little Angel: Yesung bukannya mengkhianati Heechul, Cuma dia keliatan gak sabar aja mau menghabisi Kyuhyun. Heechul, sih, terlalu ngundur-ngundur waktu. Begitu...

Rae Yoo: Rencananya, sih, Sungmin mau saia bikin suka sama Kyuhyun. Tapi, lihat nanti tanggal mainnya, ya... ^^

Takishika Rinku Imnida: He? Sepatu khusus? Ada, lah... sepatu yang biasa dipake di dalam sekolah. Kayak di Jepang gitu. ^^

Yessha: Hyaah! Akhirnya kau muncul juga! Iya. Itu Park In Young noonanya Leeteuk. Cuma jadi figuran *digeplak pake nampan sama In Young unni* wkwkwkwk...

Choikyuhae: Sungmin bisa juga dibilang pengganti Changmin karena gak terduga, sifatnya mirip sama Changmin walaupun ada juga perbedaannya. Dia bisa matrial art, sama kayak Changmin. Dia juga suka jajan es krim di kedai yang sama kayak Changmin. Sungmin juga punya keseriusan yang unik tentang kehidupan, sama kayak Changmin. Otomatis... Kyuhyun, kan, jadi gimana gituu... hehehe... inget sama sahabatnya dulu. ^^

OKEE! Sekian dulu cuap-cuap dari saia. Bila da yang tidak berkenan, saia mohon maaf sebesar-besarnya. Akhir kata, saia minta ripiuwnya lagi yosh! Udah ngebet mau nerusin biar cepet, tapi agak terhalang sama UTS. Mohon sabar, ya... harap maklum! Wassalam! ^^

Ms. Simple :D