Disclaimer: Super Junior hanya milik mereka sendiri, SMent, dan Tuhan semata.

Chara: Cho Kyuhyun, other members of Super Junior and more (SMEnt's Artist)

Genre: Friendship, Romance

Rated: T+

Summary: Cho Kyuhyun, murid pindahan yang pintar dan pendiam, dimana di sekolah barunya ia mempunyai banyak masalah dengan para geng yankee (berandalan). First fic about Cho Kyuhyun ^^. Don't like, don't read, ya.

Warning: Abal, Typo(s), Maksa, OOC, Penuh dengan perkelahian dan kekerasan, AU. Khusus chapter ini FULL WONKYU! ^^

Author's list songs: You and I – IU, Qing Tian Wa Wa (Sunny Doll) – Secret OST, Because of My Heart – Crazy Little Thing Called Love OST, Kimi no Koto ga Suki Dakara (Karena Kusuka Dirimu)– AKB48/JKT48, Majisuka Rock n Roll – AKB48

Enjoy this! ^^

.

.

Me vs Yankee

.

.

Chapter 11: Date?

Neul Param High School

Tak terasa musim gugur sudah sampai pertengahan. Langit pagi ini sedikit mendung. Suasana koridor sekolah dan kelas-kelas terlihat ramai mengetahui bel masuk sekolah belum berdering. Di lantai satu, tepatnya di kelas 3-1, suasana tak kalah gaduh dan ramai seperti kelas-kelas yang lain. Para murid terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang bercanda, bercengkerama, mengusili teman, dan lain-lain. Suara gelak tawa tak bisa dihindari.

Walaupun teman-temannya dengan senang hati memamerkan keceriaan mereka di pagi hari ini, beda lagi dengan pemuda bertubuh sempurna Choi Siwon. Di bangku barisan tengah, ia terpaku pada sesuatu di tangannya. Ia mengernyitkan alis tebalnya yang erotis sambil memanyun-manyunkan bibir. Ia nampak gelisah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Heyo... ia bingung rupanya.

Ngomong-ngomong, apa yang membuatnya begitu? Oke. Di tangannya kini terdapat dua tiket taman hiburan yang ia dapatkan dari ayahnya. Kebetulan, ada grand opening proyek baru teman ayahnya yaitu taman hiburan di daerah Daegu. Sebelum ujian, tidak ada salahnya, kan, berefreshing-ria dulu? Begitu kata ayahnya yang sampai saat ini masih memenuhi kepalanya.

Masalah refreshing, sih, gampang. Hanya saja... kini Siwon bingung. Berhubung ia mendapatkan dua tiket, ia harus mengajak satu temannya untuk bersenang-senang bersama. Masalahnya, teman yang ia ajak ternyata sudah ada acara lain. Aiish... benar-benar! Kalau begini caranya, tiket ini bisa terbuang sia-sia. Setelah bergalau-ria, akhirnya otaknya menemukan ide. Ia mendapatkan satu kandidat teman yang akan ia ajak ke taman hiburan. Mata Siwon langsung melebar dan wajahnya sumringah. Dengan tiba-tiba ia menjentikkan jarinya, membuat teman-teman di sekitarnya heran melihat kelakuannya.

"Semoga dia free!" Katanya pada diri sendiri. Segeralah Siwon bergegas keluar kelas, membuat Lee Sungmin yang baru datang hampir tertabrak.

"Hei! Siwon-ah!"

.

.

Kelas 2-2 di lantai tiga terlihat gaduh. Riuh suara memecah keheningan. Beberapa murid asyik membicarakan idola mereka di pojok kelas. Teriakan-teriakan a la fangirling terdengar menusuk telinga. Belum lagi yang sibuk menyalin PR teman-teman. Cho Kyuhyun dan para sahabatnya tak kalah heboh pagi ini.

"Mwoya? Benarkah itu, Hyukkie-ah?" Terdengar suara cempreng nan khas milik Kim Ryeowook melengking.

"Huwaa... chukkae, ya, kau masuk tim lomba... semoga kompetisi dancemu berhasil!" Kyuhyun telihat antusias. Ia tertawa kagum pada sahabat blondenya itu.

"Aah..." Donghae mengibas-ngibaskan tangannya. "Hyukkie, sih... tak usah diperhitungkan pun nantinya juga masuk tim kompetisi. Tahu sendiri, kan, bagaimana kemampuannya..."

"Hahaha! Kau kelihatan seperti iri pada Eunhyuk, Donghae hyung." Celetuk Shindong yang langsung mendapat timpukkan buku dari Donghae. Semua pun tertawa.

"Ahaha... gomawo, semuanya... do'akan aku berhasil, ya?" Ujar Eunhyuk di akhir tawanya.

"Kalau begitu, kita wajib nonton, dong?" Ryeowook berbinar-binar.

"AAH! itu sudah pasti! Sebagai teman seklubnya, aku wajib menontonnya!" Seru Donghae sambil menyenggol pundak Eunhyuk, membuatnya menunduk malu.

"Kapan kompetisinya, Hyuk?"

"Eerm... masih seminggu lagi... hari minggu minggu depan."

"OKEEH! Kita sepakat menonton dan mendukung uri Hyuk Jae!" Seru Donghae penuh semangat sambil merangkul Eunhyuk. Kyuhyun tertawa melihat begitu semangatnya sang senior yang diikuti kelebay-an Ryeowook yang ikut koar-koar. Eunhyuk hanya terkekeh, wajahnya merona mengingat tangan besar Donghae bertengger di pundaknya. Sementara Shindong masih sibuk dengan keripik kentangnya.

"Ya! berhenti makan, gendut!" Geplak Donghae. Shindong mendadak memelas. Ia sok menggerak-gerakkan bibirnya seperti akan menangis. Gelak tawa terdengar lagi dari lima bersahabat itu.

Tapi, suasana hangat itu tak bertahan lama sampai seseorang yang banyak dielu-elukan para gadis dan murid-murid lain memasukki kelas Kyuhyun dengan langkah tegap namun santai. Lelaki dengan tinggi 180 lebih itu pun menjadi sorot tatapan para siswa yang ada di kelas 2-2. Ryeowook yang duduk menghadap pintu masuk lantas terdiam saat melihat lelaki itu mendekat. Ia dengan refleks menepuk pundak Eunhyuk dan Donghae agar meluruskan pandangannya.

"Hei, hei, itu Siwon hyung!" peringatnya. Dengan serentak Eunhyuk, Donghae dan Shindong segera berbalik. Sementara Kyuhyun perlahan menolehkan kepalanya. Betapa kagetnya ia mendapati kakak kelas sekaligus tetangga dekatnya itu bertengger di dekat pintu kelas. Mendadak jantungnya berdetak kencang.

"Yo!" Siwon memposisikan tangannya di jidat sambil tersenyum.

"Siwon?" Suara Donghae meninggi.

"Eerm... boleh aku mengganggu sebentar? Aku ingin bicara dengan Kyuhyun..." Serentak setelah Siwon mengakhiri kalimatnya, semua menoleh cepat dan menatap Kyuhyun lekat-lekat. Kyuhyun pun tersentak.

"M-mwoya...?" Gagapnya bingung.

"A-aah! Ne! Silakan, hyung! Kami juga ada sedikit urusan di luar, ne?" Ryeowook yang mengetahui maksud seniornya itu lantas menyuruh sahabat-sahabatnya—minus Kyuhyun—untuk menjauh. Dengan bahasa isyarat wajah—mengedip-ngedipkan mata, menggerak-gerakkan bibir atau sebagainya—Ryeowook mengajak mereka keluar. "Ne, Kyunnie, kami keluar dulu, ya!"

"Eeh?"

"Yosh! Semoga PDKTmu dengan Siwon hyung lancar, oke?" Bisik Eunhyuk yang sudah buru-buru menarik tangan Donghae agar pergi.

"Heei! Kau ini apa-apa, sih!" Protes Donghae seraya mendesis.

"Aduh, hyung!" Eunhyuk berbisik. "Kalau Siwon hyung datang, daerah sekitar Kyuhyun akan menjadi daerah keramat!" Lanjutnya mendesis dengan cepat.

"Mwooo?" Donghae tidak mengerti.

Kyuhyun mendadak panik, mencoba mencegah sahabat-sahabatnya itu pergi. "Ah! Tu-tunggu!"

"Kami hanya bisa mendo'akanmu dari jauh. Ganbatte!" Sambung Shindong sok kejepangan. Ia pun ikut bergegas keluar.

"Ah! Ch-chakaman! Jangan tarik-tarik begitu, Hyukkie-ah!"

"Aish! Palli, hyung!"

"Kami keluar dulu, Kyuhyun-ah!" Ryeowook dan tiga sahabatnya lantas menghilang di balik pintu. Mereka nampak berlari-larian dengan tergesa. Kyuhyun melengos mengantar kepergian keempat sahabatnya itu. Tangannya terjulurmenggapai angin yang ditinggalkan keempat sahabatnya itu. Siwon malah hanya asyik berheran-heran-ria. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali sambil menaikan satu alisnya.

"Ehem!" Siwon berdehem, membuat Kyuhyun yang asyik meratapi nasib terlonjak kaget. Jantungnya terasa mau copot. Aah... mengingat mereka hanya berdua di bangku itu... membuat Kyuhyun jadi salah tingkah dan malu-malu walaupun di kelas banyak orang.

Siwon memiringkan kepalanya, berusaha melihat ekspresi adik kelasnya itu. "Bisa aku bicara denganmu?"

"N-ne, hyung..." Kyuhyun tak berani menatap wajah Siwon saat ini. Wajahnya sudah keburu panas. Aiish... kenapa mendadak begini jadinya? Bukankah harusnya ia senang karena lelaki yang ia sukai datang ke kelasnya dan mengajaknya berbicara? Tuhaan!

Dari luar kelas, Ryeowook, Eunhyuk, Shindong dan Donghae mengintip aktivitas Kyuhyun dan Siwon dari balik pintu belakang kelas. Mereka tak peduli dengan tatapan heran para siswa di koridor.

Dengan memicingkan mata dan menajamkan pendengaran, mereka mengikuti jalannya pembicaraan sahabatnya itu dengan seksama.

"Hei, Hyukkie!" Panggil Donghae lirih.

"Hm?"

"Kenapa kau menarik tanganku dengan kejam begitu... kau tak tau itu sakit rasanya?" Donghae sok memelas sambil terus mengikuti pembicaraan Kyuhyun dan Siwon.

"Ah, Donghae hyung! Kita harus meninggalkan Kyuhyun dan Siwon hyung berdua, arra?" Solot Eunhyuk dengan nada bicara yang sama.

"Waeyo?"

"Aah, jinnja." Ryeowook mulai emosi karena konsentrasinya terganggu. "Dengar hyung, Kyuhyun itu sudah lama jatuh cinta pada Siwon hyung. Bukankah lebih baik kita menyingkir daripada mengganggu momen-momen berharganya bersama Siwon hyung seperti sekarang ini!"

"MWOO? JADI KYUHYUNNIE—Hhmmpph!" Mulut Donghae buru-buru dibekap Eunhyuk dan Shindong.

"Hyung, kecilkan suaramu!" Protes Shindong. "Jangan sampai mereka tahu kalau kita mengintip dari sini...!"

"Aiish... kenapa kalian tidak memberitahukanku masalah ini! Aku kan bisa memahaminya kalau begitu ceritanya!" Donghae tak kalah memprotes.

"Aah... kami tidak sempat, hyung! Sudah! Jangan ribut lagi! Tidak kedengaran, niih..." Ryeowook mulai sebal.

Siwon dan Kyuhyun saling berhadapan. Kyuhyun terduduk di bangkunya, sementara Siwon berdriri di sisinya.

"Kemarin malam, aku mendapatkan dua tiket masuk taman hiburan dari ayah." Siwon memulai pembicaraan. Tangannya mengeluarkan dua tiket taman hiburan dari saku celananya. "Aku sudah mengajak teman untuk ikut denganku, tapi dia malah berhalangan pergi..."

Dari luar empat sahabat Kyuhyun berusaha mengikuti jalannya pembicaraan. Sesekali mereka menyuruh siswa yang ada di koridor dan sekitarnya agar tidak berisik. Perkataan Siwon tadi memang terdengar tapi tak begitu jelas. Walaupun begitu, mereka berempat mengerti.

"Daripada tiket ini terbuang sia-sia..." Siwon menjeda kalimatnya sesaat sambil memainkan tiketnya intens. Kyuhyun merasa dadanya sesak dan sulit bernapas. Begitu juga sahabat-sahabatnya di luar. Mereka menunggu-nunggu kalimat berikutnya dari bibir Siwon. Apa sebenarnya tujuannya kemari dengan membawa dua tiket?

'Ayo, hyung! Jangan membuatku penasaran! Apa maksudmu mendatangiku!' Teriak Kyuhyun dalam hati.

"Eerm... Kyuhyun-ah..." Siwon nampak ragu. Haish! Kenapa menunggu sebuah kalimat seperti ini rasanya lebih mendebarkan dari menunggu hasil ujian, ya? Setidaknya itu yang dirasakan Kyuhyun dan empat sahabatnya di balik pintu.

"Cepat katakan, Siwon hyung! Jangan biarkan kami semua mati karena berdebar-debar!" Ryeowook geregetan.

"Eerm... maukah kau pergi bersamaku, Kyu-ah?" Seperti diperkeras dengan pengeras suara, kalimat Siwon akhirnya keluar dengan mulusnya dari mulutnya, menggema di seluruh ruangan. Mendengar itu, Kyuhyun lantas terbelalak. Jantungnya berdetak lebih kencang. Darahnya berdesir cepat. Wajahnya yang merah kini tambah memerah. Disekitar kepalanya terlihat banyak bunga-bunga berjatuhan. Ya Tuhan! Betapa senangnya hatinya saat ini! Ia bingung antara memilih untuk pingsan atau berteriak sekeras-kerasnya saat mengetahui lelaki yang ia sukai itu mengajaknya pergi bersama. Tapi, dua hal itu sudah pasti ia urungkan.

Di luar, Ryeowook, Eunhyuk dan Shindong tak aklah senangnya. Mereka lantas bertos-ria sambil berteriak tertahan, seakan fangirling. Sedangkan Donghae hanya ber-hooo-ria dengan kagumnya.

"Kyuhyun-ah! Terima dia, Kyuhyun-ah! Terima dia!" Seru Eunhyuk tertahan. Ia jadi ngebet.

"Ne, Kyuhyun-ah? Kau mau?" Tanya Siwon memastikan.

"A-aku..."

Siwon dan—sekali lagi—empat sahabat Kyuhyun di luar dilanda rasa berdebar-debar. Tapi, tak lama kemudian, Kyuhyun mengangguk canggung sambil menunduk. Sesekali ia melirik wajah Siwon yang tersenyum senang dengan malu-malu. Aah.. wajah Kyuhyun sungguh manis! Ryeowook dan yang lain beryes-yes-ria.

"Gomawo, ne, Kyuhyun-ah!" Siwon sangat senang. "Sabtu besok kujemput kau di rumah jam sepuluh pagi. Oke?"

"N-ne, hyung..." Jawab Kyuhyun. Setelah pengonfirmasian itu, Siwon segera kembali ke kelasnya seraya melambaikan tangannya pada Kyuhyun. Dengan wajah merona, Kyuhyun membalas lambaian itu dengan senyuman.

"Ciiyee! Yang diajak pergi..." Goda Ryeowook, Shindong dan Eunhyuk yang kini sudah masuk. Kyuhyun tersentak hebat. Wajahnya bersemu merah.

"Lihat! Wajahmu memerah Kyuhyunnie... uuuh, senangnya..." Goda Eunhyuk sambil menyenggol-nyenggol lengan Kyuhyun.

"Kalian jangan menggodaku...!"

"Waah... aku ketinggalan berita begini. Kenapa kau tidak cerita, Kyu-ah?" sambung Donghae.

"Mana bisa dia cerita denganmu, hyung. Baru juga kenal."

"Aish, jinjja! Kau ini suka sekali menyolot, ya, Wookie?" Semua pun tertawa gembira, begitu juga Kyuhyun yang hanya bisa terkekeh senang. Akankah sabtu esok akan menjadi hari terspesial untuknya? Semoga saja.

.

.

Dua hari kemudian...

Kyuhyun keluar dari rumahnya. Penampilannya kini begitu santai dan kasual dengan kaos garis-garis hitam-putih yang dibalut jaket tipis merah marun. Mata hazelnya terbingkai kacamata minus berframe hitam-putih yang modis. Rambut hitamnya tertiup angin. Untung pagi ini cuaca sangat bersahabat walaupun udara sedikit dingin. Maklum, musim gugur.

Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki yang perawakannya lebih tinggi beberapa centi dari Kyuhyun. Ia tercekat melihat Kyuhyun sudah ada di luar rumah. Lelaki berlesung pipi itu lantas tersenyum hangat sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya.

"Kau sudah siap, rupanya." Katanya lembut. Kyuhyun sesaat terkesima melihat lelaki di depannya yang tak ayal adalah Choi Siwon, tetangga dekatnya sekaligus kakak kelas di sekolahnya. Penampilannya yang dibalut jaket biru gelap terlihat gagah di matanya. "Kajja." Kyuhyun lantas terkesiap dan mengangguk canggung. Ia pun menghampiri Siwon dan berjalan beriringan.

Kyuhyun berjalan di samping Siwon dengan rasa canggung. Kepalanya sedikit menunduk dan merona merah. Baru kali ini Siwon mengajaknya pergi berdua. Sebelumnya, mereka selalu pergi bertiga bersama Changmin. Kyuhyun diam-diam menyunggingkan senyun kecil. Ia melirik sang senior yang tengah sibuk menjepret gambar di sana-sini dengan kamera SLRnya. Ekspresi wajah Siwon yang begitu santai dan senyumnya yang manis membuat wajah Kyuhyun merona. Senang, sih, tentu saja! Hanya saja, Kyuhyun benar-benar bingung harus bagaimana. Pagi ini ia merasa gugup dan tegang. Siwon berjalan agak jauh di depan Kyuhyun. Pemuda berambut berjaket merah marun itu diam-diam mencuri lirik ke arah kakak kelasnya di depannya itu.

"Eh? Aa... Kyuhyun-ah! Kenapa jalanmu lambat sekali?" Siwon yang menyadari Kyuhyun tak ada di sampingnya lantas berbalik. "Ayo!" Ujarnya sambil tersenyum dan menarik tangan Kyuhyun. Kyuhyun tersentak dan mau tak mau harus menerima genggaman tangan Siwon di tangannya. Jantungnya seakan memompa darahnya dengan cepat.

'Uugh... jangan membuatku mati ditempat, Siwon hyung!' Rutuknya dalam hati seraya menunduk malu.

.

.

"Whoaaah!" Kyuhyun berseru kagum. Ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. "Hyung! Ini hebat sekaliii!"

Siwon terkekeh. "Benar, kan? Kau pasti akan kagum melihatnya."

Kyuhyun dan Siwon akhirnya sampai di taman hiburan yang dituju. Setelah Siwon menukarkan tiket, dengan tak sabar Kyuhyun berlari memasukki gerbang taman hiburan yang baru saja dibuka itu. Pandangannya berlarian memperhatikan apa yang ada di depannya. Dengan mata berbinar-binar, Kyuhyun tak henti-hentinya bergumam kagum.

Dari belakang, Siwon tersenyum kecil melihat tingkah Kyuhyun yang seperti anak-anak itu. Terlihat menggemaskan di mata besarnya. Diam-diam, ia memposisikan kameranya menghadap adik kelasnya itu. Ia menjepret wajah-wajah ceria Kyuhyun dengan berbagai angle. Ia tersenyum puas ketika melihat betapa bagusnya gambar yang ia ambil. Entah kenapa... Kyuhyun begitu manis hari ini.

"Siwon hyung!" Siwon tercekat mendengar suara Kyuhyun memanggilnya. Matanya yang membulat saat itu melihat Kyuhyun melambaikan tangannya. "Ayo, hyung!" Seakan lupa dengan dirinya yang tadi malu-malu, Kyuhyun mengajak Siwon berjalan menyusuri jalanan setapak yang cukup lebar memasukki arena taman hiburan lebih dalam. Melihat begitu antusiasnya Kyuhyun, Siwon hanya bisa mendesah seraya tersenyum. Ia pun mengalungkan kamera SLRnya di leher dan berjalan menyusul Kyuhyun.

Sudah lama Kyuhyun tidak pernah berkunjung ke taman hiburan sejak dirinya terpuruk. Begitu kembali menapak tilas masa-masa cerianya dulu, pemuda berkacamata itu pun mencoba berbagai wahana permainan. Sementara Siwon hanya pasrah ikut seraya menemaninya... serta menjaganya.

"HUWAA!" Seru Kyuhyun dan Siwon kesenangan ketika mencoba menaikki wahana roller coaster. Memang dasarnya mereka orang nekat, jadi tak heran jika mereka memutuskan untuk naik wahana itu. Mereka tertawa-tawa serta berteriak sekencang-kencangnya. Rambut hitam mereka tertiup angin ke belakang, menampakkan jidat mereka. Kyuhyun memejamkan kedua matanya saking kencangnya si roller coater melaju. Sementara Siwon terus tertawa keseruan.

"HYAAA!"

Kyuhyun kembali menarik lengan Siwon menuju wahana yang lain. Kini mereka menaikki semacam wahana berbentuk cangkir-cangkir lucu yang berputar-putar. Kyuhyun menunjuk wahana tersebut dengan polosnya, sementara Siwon hanya melongo.

"Itu?" Tanya Siwon sedikit tak percaya. Kyuhyun mengangguk cepat. Mereka pun membeli tiket dan memainkan wahana itu. Entah apa yang merasuki Kyuhyun siang ini. Ia suka sekali wahana yang serba berputar dan berkecepatan tinggi. Siwon saja sesekali merasa pusing. Haah... tak disangka Kyuhyun kuat juga dalam hal beginian.

Kini, Kyuhyun ingin mencoba sedikit permainan-permainan kecil di stand-stand permainan yang ada di sekitar jalan setapak taman hiburan.

TUK! CTAAKK!

"Aah!" Seru Kyuhyun kecewa. Ia terus mencoba menembakki sebuah boneka yang terpajang di depannya. Ia harus berhasil membuat boneka itu jatuh agar bisa ia bawa pulang. Sementara Kyuhyun asyik bermain sendiri, Siwon mulai dengan kegiatan fotografernya. Ia menoleh ke arah Kyuhyun yang kelihatannya kesusahan memainkan permanannya demi boneka beruang cokelat sebagai sasarannya. Siwon sedikit tertegun melihat usaha Kyuhyun yang tak kunjung mendapatkan buah hasilnya. Ia terkekeh geli melihat adik kelasnya itu berjuang mati-matian. 'Aduuh... kasihan sekali, kau, Kyuhyun-ah...'

Siwon pun merebut pistol kecil dari tangan Kyuhyun dengan lembut. "Sini. Biar aku saja."

"Ah!" Pekik Kyuhyun sedikit kaget. Siwon pun memposisikan pistolnya ke arah boneka incarannya. Kyuhyun hanya memperhatikan. Siwon menutup satu matanya dan perlahan menarik pelatuk si pistol.

TAAKK!

Oke. Tepat sasaran.

Kyuhyun berhasil terbelalak lebar. Mulutnya terbuka. Siwon pun sok-sokan meniup pistolnya.

"Bagaimana?" Tanyanya pada Kyuhyun yang ada di sampingnya seraya menaik-turunkan alisnya.

"Kau hebat, hyung..." Puji Kyuhyun tak percaya. Siwon pun meminta boneka yang berhasil ia jatuhkan pada penjaga counter.

"Nah, ini bonekamu." Siwon menyodorkan boneka beruang cokelat berukuran sedang itu pada Kyuhyun. Ia tersenyum lembut, membuat Kyuhyun mendongak terpesona.

"A-anni, hyung... boneka itu, kan, hasil jerih payahmu..."

"Tapi kau lebih menginginkannya ketimbang aku." Potong Siwon, masih dengan senyum lembutnya. Kyuhyun merasa seakan meleleh melihat ekspresi wajah Siwon saat itu. Begitu teduh... dan perhatian. Ia pun salah tingkah dan menunduk.

"G-gomawo, hyung." Kyuhyun menerima boneka itu sambil tersenyum malu-malu, sementara Siwon terkekeh sambil mengacak-acak rambut Kyuhyun hingga berantakan.

"Ah, hyung! Rambutku jadi berantakan, kan!" Kyuhyun protes. Siwon tertawa.

"Ne, Kyuhyun-ah." Panggil Siwon.

"Ne."

"Kau terus yang minta main. Sekarang giliranku!" Siwon tersenyum licik, membuat Kyuhyun tercekat. Ia mengernyit takut.

.

.

Kyuhyun membatu. Ia seakan tak percaya dengan ajakan Siwon kali ini. Kini ia berdiri di depan gerbang wahana yang dimaksud Siwon. Wajahnya pucat seketika. Terdengar teriakan dan jeritan memilukan dari dalam wahana, membuat Kyuhyun terlonjak kaget.

"H-hyung...?" Kyuhyun menoleh kaku ke arah Siwon yang tengah berdiri yakin.

"Kajja!" Belum sempat Kyuhyun menyetujui untuk masuk ke wahana ini, Siwon sudah menarik tangannya.

"A-ANDWAEE!" Yaah... wahana ini adalah wahana yang menjadi kelemahan Kyuhyun dari sekian banyak wahana yang ada. Rumah hantu. Poor you, Cho Kyuhyun.

Di dalam, jeritan dan teriakan Kyuhyun sukses membahana. Berkali-kali ia bertemu dengan makhluk-makhluk tidak senonoh yang bersarang di rumah hantu itu. Mereka muncul dari samping, depan, atas, bahkan dari bawah sekalipun. Siwon hanya berseru kaget. Menurutnya, ini tidak kalah menegangkannya dengan roller coaster tadi. Kyuhyun terus menempel di sisi Siwon seraya memasang mata waspada. Ia menggigit bibir karena ngeri dan takut. Lorong-lorong yang ia lewati benar-benar seram. Hanya diterangi lilin-lilin temaram dan beberapa lampu pendukung wahana agar terlihat menyeramkan.

Kyuhyun ragu untuk merangkul lengan Siwon yang ada sampingnya itu. Ia benar-benar membutuhkan perlindungan darinya. Tapi, karena gengsi dan malu, ia mengurungkan niatnya. Ia beberapa kali melihat pasangan kekasih berteriak dan saling merangkul.

'Apa iya, aku harus merangkul lengan Siwon hyung..?' Bantinnya gugup. Ia menelan ludah ketakutan. Siwon dengan santainya berjalan melewati lorong-lorong gelap itu, sementara Kyuhyun berjalan di belakangnya sambil menggigit kuku-kukunya khawatir. Kepalanya celingak-celinguk.

"H-hyung... tunggu ak..." Belum selesai Kyuhyun menyelesaikan frasenya, tiba-tiba sebuah penampakan muncul tepat di depan wajahnya. Melihat penampakan tersebut, Kyuhyun lantas pucat pasi. Bibirnya bergetar ketakutan.

"GYAAAA!" Serunya seraya berlari menyongsong kakak kelasnya yang sudah mendahuluinya. Dan... tanpa ia sadari, ia sudah merangkul lengan Siwon dengan mantab, membuat Siwon menoleh.

"Kyu? Kau kenapa?" Tanyanya. Ia tercekat melihat Kyuhyun tiba-tiba sudah menerjangnya. Menyadari apa yang dilakukannya, buru-buru Kyuhyun melepas rangkulannya. Wajahnya merona merah dan akhirnya ia hanya bisa menunduk.

"Mi-mianhae, hyung." Serbu Kyuhyun segera. Ia tak mau Siwon berpikir yang tidak-tidak.

"Ahahaha! Kau takut, ya?"

"Kalau sudah tahu kenapa menyeretku ke sini, hyuung!" Kyuhyun geregetan. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Tapi, hal itu tak bertahan lama ketika ia melihat satu tangan Siwon terulur ke arahnya.

"Eh?"

"Ayo, cepat! Kau ingin cepat keluar, kan?" Kata Siwon. "Pegang tanganku." Walau gugup, Kyuhyun akhirnya menerima ajakan Siwon. Ia menyambut tangan lebar Siwon dan Siwon pun menariknya lembut sambil tersenyum. Membuat Kyuhyun terpesona.

Siwon terus berjalan sambil menggandeng tangan ramping Kyuhyun. Kyuhyun menempel terus pada Siwon seraya memasang tampang ketakutan. Sesekali kalau ia melihat hantu buatan yang tiba-tiba muncul, ia akan menyembunyikan wajahnya di belakang Siwon. Melihat itu, Siwon hanya tertawa geli. Kalau sudah begitu, Kyuhyun pasti akan memukul lengan Siwon kesal, membuat sang ketua OSIS itu mengaduh. Kyuhyun kembali berjalan dengan tetap waspada sambil terus mengintil di belakang Siwon. Tapi, ia kembali dikagetkan oleh penampakkan yang muncul dari bawah kakinya. Kyuhyun kembali berteriak dan berlari, menarik tangan Siwon yang menggenggam tangannya. Siwon terlonjak setengah mati karena tiba-tiba ia ditarik.

"Ah! Kyuhyun-ah!" Tanpa mempedulikan Siwon, Kyuhyun terus berlari sambil menarik tubuh Siwon.

"ANDWAAEEE!"

.

.

Kyuhyun terduduk dengan wajah lemas sambil memegangi segelas es krim. Siwon sedang memesan satu es krim lagi untuknya sendiri dan segera menyusul Kyuhyun duduk di salah satu bangku yang ada di sepanjang jalanan setapak taman hiburan. Di sekitar mereka banyak sekali counter-counter jajanan yang menjajakan dagangannya.

"Kau tak apa? Makan dulu es krimnya... es krim bisa membuat dirimu tenang." Kata Siwon yang ikut duduk di samping Kyuhyun. Kyuhyun hanya mendesah lelah.

"Hyung..."

"Hm?"

"Kalau nanti malam aku tak bisa tidur, kau harus tanggung jawab!" Tegas Kyuhyun. Tapi, boro-boro Siwon mengecamkan kata-kata itu. Ia malah tertawa lebar.

"Ya! Aku serius!" Seru Kyuhyun. Ia pun menyendokki es krimnya dan memakannya nelangsa.

"Aku tidak tahu kalau kau takut hantu. Padahal kau pandai bela diri. Kau, kan, bisa membuat mereka babak belur..."

"Itu konyol, hyung!"

Siwon mengelus pundak Kyuhyun. "Ahahaha! Arra, arra..."

Tak lama kemudian, Kyuhyun berdiri dan meletakkan gelas es krimnya yang baru berkurang setengah itu di bangku.

"Lho? Mau kemana?" Tanya Siwon.

"Mau ke kamar mandi sebentar." Kata Kyuhyun. "Jangan makan es krimku!" Kyuhyun memperingatkan sambil menunjukkan telunjuknya.

"Ne, ne..." Siwon terkekeh.

.

.

Kyuhyun baru saja keluar dari toilet umum dan mengibas-ngibaskan kedua tangannya yang baru saja ia basuh. Sejenak ia melihat jam tangan putihnya dan memutuskan untuk kembali ke tempat Siwon berada. Oke. Jarak toilet umum dan tempatnya berada bersama Siwon tadi memang sedikit jauh. Belum lagi jalanan yang benar-benar penuh dengan orang-orang berseliweran. Grand opening suatu tempat memang selalu ramai.

Kyuhyun merapikan posisi jaket merah marunnya yang sedikit melorot, juga membenahkan kacamatanya sambil berjalan. Ia berlari-lari kecil menyeruak kerumunan manusia. Tapi, belum sampai setengah jalan, langkahnya terhenti. Ia menegakkan kepalanya menatap lurus ke depan. Matanya perlahan membulat.

"Ya! Bukankah kau murid Neul Param High School?"

"Sedang apa kau di sini? Bersenang-senang?"

"Hahahaha!"

Kyuhyun memperhatikan lima orang lelaki di depannya. Dari perawakan dan gaya berpakaiannya, ia yakin kelima orang itu adalah yankee. Ia tercetik dan mengernyit samar ketika melihat sebuah pin identitas di salah satu jaket yang mereka kenakan.

'Hyeongeul High School?'

Oke. Kyuhyun kini dihadang para yankee dari Hyeongeul High School, musuh bebuyutan para yankee Neul Param High School. Dengan lekas, kelima orang Hyeongeul High School itu mengepung Kyuhyun serentak. Kyuhyun memperhatikan sekeliling. Yang benar saja? Mengajak berkelahi di tempat ramai seperti ini?

"Ya! Dimana 'Black Dragon'?" Tanya seseorang yang berlagak layaknya leader sambil mendekati Kyuhyun dengan angkuh. Kyuhyun segera berwaspada. "Kami ada urusan dengan mereka."

Mereka ini bodoh atau apa? Jelas-jelas Kyuhyun tidak bersama mereka!

"Aku tidak bersama mereka." Jawab Kyuhyun singkat dan polos—atau memang sok polos. Gelak tawa terdengar membahana.

"Aah... chakaman." Tiba-tiba, sang leader mengesampingkan pembicaraan. Ia lebih mendekatkan diri seraya memperhatikan Kyuhyun lekat-lekat.

"Kau... Cho Kyuhyun, ne?" Tanya sang leader sambil memiringkan kepala.

"Jinjjayo? Aish... Cho Kyuhyun, kah? Heyoo..." Berbagai seruan keluar dari mulut-mulut mereka antusias—dan sedikit mengejek, mungkin. Kyuhyun mengernyit.

"Cho Kyuhyun. Murid baru yang sedang dibicarakan anak-anak Neul Param? Aah... beruntung sekali rasanya..." Kyuhyun menatap mereka datar. Merasa tidak penting, Ia pun kembali berjalan. Mengabaikan kelima orang tak jelas di depannya itu.

"Ya! Jangan mengabaikan orang seperti itu, babboya!" Salah satu anak buah menarik jaket Kyuhyun hingga langkahnya tertahan.

"Apa mau kalian?" Nada bicara Kyuhyun naik satu oktaf.

"Wooow... seram juga, dia." Ejek sang leader diikuti gelak tawa dari empat bawahannya. Tak lama kemudian, tawa itu mereda. Suasana jadi tegang satu sama lain.

"Ya!" Sang leader mendorong pundak Kyuhyun dengan kasar. "Kami ingin menantang 'Black Dragon' untuk berduel." Katanya. "Aku tidak terima murid-murid Hyeongeul ditindas oleh mereka!" Sang leader menunjuk wajah Kyuhyun sambil menggeram, menekankan kata 'kalian'. Dengan sekali sentakan, sang leader memberi aba-aba untuk mengambil posisi. Mereka berlima segera mengitari Kyuhyun yang masih berdiri diam.

"Beruntung aku bertemu dengan anak Neul Param. Setidaknya, kau bisa kujadikan pelampiasan karena kau tak bertemu dengan 'Black Dragon." Gumam si leader. "Aku penasaran dengan kekuatan anak baru sepertimu. Kudengar, mereka semua takut padamu. Apakah sampai seserius itu?" Suara tawa mengejek terdengar lagi. Mendengar kata 'serius' dipermainkan oleh bibir-bibir mereka, Kyuhyun tersulut emosinya. Ia mengepalkan kedua tangannya di samping kakinya. Kedua manik obsidiannya berkilat tajam menatap lima lawan di sekitarnya.

"Sudah berapa kali kukatakan..." Geramnya. "Jangan mempermainkan kata 'serius' dengan cara rendah seperti itu!"

"Haaa?" Seru sang leader. "Kau seriuus?" Gelak tawa mengudara.

"Aku..." Kyuhyun perlahan melepaskan kacamatanya dan melemparnya sembarangan. Mata tajamnya kini terlihat sempurna. "Tak akan memaafkan kalian semua!" Tak lama kemudian, sebuah serangan membuka perkelahian mereka.

"HYAAAHH!"

.

.

Siwon merasa bosan menunggu Kyuhyun yang tak kunjung kembali. Entah sudah beberapa kali ia melongok-longokkan kepalanya menunggu kedatangan Kyuhyun. Ini sudah lebih dari lima belas menit Kyuhyun meminta izin untuk ke toilet. Siwon memandangi es krim Kyuhyun yang sudah mencair dan jalan setapak di depannya bergantian. Heee... kenapa anak itu tak kunjung kembali juga?

"Aah, Kyuhyun ini. Kenapa dia belum kembali? Apakah toilet begitu penuhnya sehingga ia terpaksa mengantri?" Gumam Siwon seraya melihat jam tangannya. ia pun memutuskan untuk menyusul tetangganya itu ke toilet.

Siwon berjalan agak tergesa. Ia mulai diserbu rasa khawatir. "Mianhae... permisi..." Katanya seraya menyeruak kerumunan. Siwon menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan, mencari sosok Kyuhyun. Saat sedang sibuk-sibuknya mencari, tak sengaja kedua matanya mendapati orang-orang berkerumun. Terdengar suara ribut-ribut tak jauh dari tempatnya berada.

"Ada apa ini? Keributan?" Siwon pun bergegas ke tempat terjadinya perkara.

"Permisi..." Siwon menyeruak kerumunan orang dan mendesak-desakkan tubuhnya agar mendapat posisi strategis untuk melihat apa yang terjadi. Setelah berhasil melihat dengan jelas perkara yang terjadi, mata bulatnya berhasil terbelalak. Ia mendapati Kyuhyun sedang berkelahi dengan lima orang yankee. Siwon lantas mengenali lima yankee itu.

"Hyeongeul High School? Kyuhyun?" Gumamnya.

"RRRAAA!" Seseorang berambut kuning spike menyerang Kyuhyun dan melayangkan tinjunya. Dengan cepat Kyuhyun menahan serangan itu dan membalasnya dua kali lipat. Pemuda berambut spike itu segera tersungkur dan mengerang kesakitan.

"Awas kau, CHO KYUHYUN!" dari arah belakang, satu orang lagi kembali menyerang Kyuhyun. Dengan satu sentakkan, Kyuhyun berbalik dan sedikit bermain pukul dan tendangan dengannya—tak peduli bahwa dirinya sudah terluka di bibir, jidat dan pipi. Kyuhyun berseru karena kesal dan mengeluarkan seluruh kekuatannya.

"AAARGH!"

BUAGH! BRUUGH!

Kyuhyun berhasil menjatuhkan setidaknya tiga dari lima lawannya. Siwon melihat aksi Kyuhyun dengan tatapan khawatir plus kagum. Jujur saja, ia tidak pernah melihat Kyuhyun berkelahi secara live seperti ini. Ia hanya mendengar dari mulut ke mulut teman-temannya. Kyuhyun begitu hebat... tapi juga membuatnya khawatir. Melihat luka-luka di wajah Kyuhyun dan sekitar tubuhnya...

"Kaauu!" Satu orang lagi menyerang Kyuhyun. Kyuhyun berbalik dan segera meladeni si lawan yang menawarkan diri padanya itu. Perkelahian itu sedikit lebih seru karena mereka pintar berkelit dan membalas. Kyuhyun memukul, si lawan juga balas memukul. Kyuhyun menendang, si lawan juga demikian. Kyuhyun mendorong si lawan hingga menabrak pagar kawat di pinggir jalan setapak yang membatasi jalanan itu dengan taman.

CRAANG!

Kyuhyun memukul wajah si lawan berkali-kali hingga tersentak-sentak ke samping. Suara bagh-bugh-bagh-bugh menggema di udara. Setelah sekian lama bergelut, akhirnya si lawan berhasil dikalahkan. Serangan Kyuhyun yang membabi buta membuat dirinya tak berdaya. Melihat keempat rekannya sudah tak berdaya, sang leader hanya bisa berdiri kaku. Teman-temannya benar-benar payah! Tidak bisa diandalkan. Sambil menggeram dan mengeratkan kepalan tangannya, ia pun sibuk memikirkan serangan berikutnya. Dengan sigap ia mengambil benda tajam dari balik jaketnya dan berlari ke arah Kyuhyun yang sedang membelakanginya.

"HYAAAHH!" Serunya. Mengetahui ada satu lawan yang menyerangnya, Kyuhyun pun berbalik. Ia terbelalak melhat sebuah pisau teracung ke arahnya, membuatnya terbelalak lebar.

"MATI KAUU!"

"KYUHYUN-AH!"

DUAAGH!

Kyuhyun memejamkan matanya rapat-rapat sambil menggigit bibir. Napasnya memburu panik. Ia sama sekali tak merasakan rasa sakit menjalar di perutnya, membuatnya heran. Sepersekian detik kemudian, ia membuka matanya. Ia tercekat melihat seseorang berdiri membelakanginya. Seorang lelaki yang kini siap pada posisi kuda-kudanya yang khas. Kyuhyun melebarkan matanya.

TRAAKK!

"Uugh..."

"Kau... tak akan kubiarkan kau melukai Kyuhyun! Dasar lemah!" Geram orang itu.

"S-Siwon hyung...?" Kyuhyun nampak tak percaya dengan apa yang ia lihat.

"Choi Siwon..." Geram si leader sambil berusaha berdiri. Ia mengambil pisaunya yang sempat terlempar. "BERANINYA KAAUU!" Tanpa ba-bi-bu, ia kembali menerjang sambil mengacungkan pisaunya. Dengan sigap Siwon menangkap tangannya yang memegang pisau dan memutarnya. Seketika, pisau yang berkilat tajam itu direbutnya dan dilemparnya menjauh. Bunyi pisau membentur aspal terdengar nyaring. Tak lupa Siwon menendang perut si lawan dengan lututnya, memukul telak pula tengkuknya hingga ia terjatuh.

Kyuhyun menyaksikan pertarungan Siwon dengan tatapan kagum. Ia sama sekali tidak menyadari setelah bertahun-tahun berteman dengan Siwon... bahwa kakak kelasnya itu pandai bela diri.

'Siwon hyung... bisa bela diri?'

Masih tak mau kalah, sang leader yankee dari Hyeongeul High School itu masih sempat-sempatnya menjerat kaki Siwon. Tanpa ampun, Siwon lantas menghunjamkan sikunya tepat di punggung sang leader.

"Aargh!"

Skak mat. Siwon berhasil membungkam sang leader dengan cepat sebelum ia bertindak lebih jauh. Apalagi... ia hampir saja menusuk Kyuhyun dari belakang.

"Kau... bisanya hanya mengandalkan senjata!" Maki Siwon sambil membersihkan telapak tangannya. Tak lama kemudian, petugas keamanan datang mengamankan kelima yankee yang sudah berbuat ulah itu beserta pisau yang tadi terlempar.

"Anda tak apa-apa?" Tanya salah satu petugas keamanan.

"Gwaenchana, ahjussi." Elak Siwon sambil tersenyum. Tak lama kemudian para petugas keamanan berlalu sembari membungkukkan tubuh. Siwon pun membalasnya dengan ramah. Sepeninggal para petugas, Siwon pun berbalik ke arah Kyuhyun yang ada di belakangnya. Ia menyunggingkan senyumnya.

"Gwaenchana... Kyu-ah?"

Di balik pepohonan yang tak jauh dari tempat Kyuhyun dan Siwon berada, seorang lelaki berambut harajuku cokelat-hitam memperhatikan gerak-gerik mereka berdua, terutama Kyuhyun. Senyum licik perlahan terpajang di bibirnya. Sesekali ia menggigiti kuku-kukunya dan terkikik tertahan. Ia merasa senang menyaksikan aksi Kyuhyun barusan, begitu hebat dan memunculkan nafsu psikopatnya. Pemuda itu pun segera berlalu sambil terus terkikik dan tertawa nista di akhir.

"Cho Kyuhyun...?"

.

.

"Aiish... pelan-pelan, hyung... perih..."

"Ne, ne. Mianhae... tahan sedikit, oke?"

Siwon tengah mengobati luka-luka di wajah Kyuhyun setelah mereka sampai di rumah Kyuhyun. Wajah putih Kyuhyun kembali lebam-lebam. Bibirnya berdarah dan jidatnya terluka akibat terbentur sesuatu. Siwon dengan hati-hati menutul-nutulkan cairan antiseptik ke luka-luka Kyuhyun sebelum memberinya obat merah.

"Kau, sih! Sudah berapa kali noona katakan, jangan keseringan berkelahi!" Oke. Kali ini, sang noona ikut mengomel. Sambil membawakan obat merah dan beberapa plester, Cho Ahra mengomeli adik satu-satunya itu. Ia mengambil posisi duduk di samping Kyuhyun.

"Aku juga tak mengira akan begini jadinya, kok!" Kyuhyun menyolot.

"Eeh? Alasan yang tak masuk akal! Bagaimana kau tak tahu bakal jadi seperti ini? Kau ini!" Ahra tak mau kalah.

"Aduuh... sudah, sudah... jangan berkelahi lagi..." Siwon merasa seperti obat nyamuk di antara kakak-beradik itu. "Kyuhyun juga laki-laki, noona-ah... wajar, kan, kalau dia berkelahi untuk membela diri?"

"Aah, Wonnie-ah... tapi kalau terlalu sering dan wajahnya luka-luka terus begitu... hish! Jangan salahkan noona kalau wajahmu nanti bonyok, Kyunnie." Ahra memajukkan kepalanya ke arah Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya, mengejek sang adik yang kini menderita.

"Noona! Awas kau!" Bentak Kyuhyun kesal. Ia mendesis kesakitan karena luka dibibirnya sedikit tertarik saat ia berteriak.

"Ahahaha! Sudah, hentikan! Kalian ini seperti anak-anak saja." Siwon tergelak.

"Haah... ne, ne... aku mengerti. Lelah rasanya beradu mulut dengan Kyu. Mulutnya lebih cepat daripada otaknya! Susah untuk dilawan!" Ahra pun berdiri. "Oke... selamat bermesraan kalian berdua..." Ejeknya seraya berbisik di telinga sang adik yang berhasil membuat wajah si adik memerah. Ahra berlalu sambil melambaikan tangan.

"Noona!" Ia segera melempar bantal sofa ke arah kakak perempuannya yang sudah duluan ngibrit. Siwon hanya tertawa.

"Yaap... satu plester lagi. Yak! Selesai!" Aktivitas Siwon untuk mengobati semua luka kyuhyun sudah selesai. Ia pun membereskan semua perlengkapan P3K yang berserakan di meja ruang tamu. Kyuhyun menatap pemuda yang lebih tua setahun ketimbang dirinya itu lekat-lekat.

"Hyung."

Siwon menoleh. "Ya?"

"Aku... tak tahu kalau kau bisa bela diri." Siwon tercekat, lalu tersenyum manis.

"Aah... jinjjayo? Ahaha... mianhae... sebenarnya, aku sudah bisa sejak setahun yang lalu. Sungmin yang mengajariku."

"Sungmin hyung?"

"Yaah... itu untuk tamengku... juga untuk melindungimu, Kyu-ah." Siwon tersenyum lebar. Kyuhyun tertegun mendengar perkataan Siwon. Wajahnya memerah lagi.

"Kau tahu? Aku khawatir denganmu yang sering sekali berkelahi dengan para yankee di sekolah. Aku tahu kau bisa mengatasi semuanya, tapi tetap saja."

"Maaf, hyung..." Kyuhyun menunduk serba salah. Siwon tersenyum lembut.

"Anniya... itu sudah tak jadi masalah. Yang penting kau tak apa-apa." Siwon mengelus kepala Kyuhyun dengan sayang, membuat Kyuhyun terlena sejenak. Siwon diam-diam menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa dibaca. Tatapan yang sayu... dan teduh.

"Ne, aku akan mengembalikan ini semua ke kotak obat." Siwon bangun.

"Siwoon! Bisa kau bantu aku memasak?" Panggil Ahra dari dapur.

"Ah! Ne, ne!" Jawabnya seraya berlalu. Kyuhyun menatap punggung Siwon yang menjauh tatapan sayu.

Hari ini sangat berharga baginya. Ia bisa bersenang-senang berdua dengan orang yang ia sukai—Choi Siwon. Kyuhyun mendesah pelan. Ia sungguh menyukai Siwon sejak sebelum ia kehilangan Changmin. Bahkan, Ahra pun diam-diam mengetahui perasaan Kyuhyun kepada Siwon dan mengejeknya tadi. Tapi... akankah Siwon menyadari perasaan Kyuhyun suatu saat nanti?

"Hyung... bolehkah aku menyukaimu?"

.

.

TBC

A/N: Mukyaaa! Fic macam apa ini? DX DX

Entah kenapa saia lagi ngebet bikin adegan WonKyunya dan jadilah chapter ini. Buat kalian-kalian *nunjuk reader satu-satu* yang udah ngebet pingin WonKyunya diliatin, NIH! Saia buatkan yang full WonKyu! *hidup WonKyu shipper*.

Okeh, waktunya balas-balas ripiuw:

Takishika Rinku Imnida: Ada berapa anggota SJ di fic ini? Eerm... sekitar 11-an mungkin. Gak ngitung. Hehehe... asal masukin aja. Berapa chapter, ya, ff ini. Mungkin bentar lagi tamat. Soalnya, ini ffnya gak langsung selesai full. Saia bikinnya satu-satu chapternya. Hehehe... makasih reviewnya, ya! ^^

Gaemiing0606: Heechul gak punya telepati, kok... Heechul gak ada rasa sama Yesung sama sekali. Cuma ngerasa gak enak aja perasannya. Kan Yesung gitu-gitu juga sahabat se-gengnya... Black Dragon anggota intinya emang cuma tiga orang itu. Sungmin gak punya geng dan dia cuma sendiri. Dia pinter bela diri. Itu aja. Dia juga gak jahat, kok. Siwon sebenernya menanggapi, tapi gak begitu saia liatin di chap kemarin. Di sini baru saia liatin. Makasih reviewnya ^^

Dhian Kyuhae ELF: Heechul ngulur waktu karena masih mengukur seberapa kuat Kyuhyun itu. Makasih reviewnya, ya! ^^

Thanks a lot to: Just 4Hae, Choikyuhae, Aul, Wonniekyu, Anin Wonkyushipper, WKS Sunny, Chokyubias, Choiikimleekyuhyun, Lovinkyu, Fitri MY

Okeeh! Segini dulu cuap-cuap saia, hehehe... Makasih buat yang udah setia baca dan review. Maaf kalau ada beberapa kesalahan kecil. Udah ngantuk, nih. Wkwkwkwk... akhir kata, mohon reviewnya, ya! XD XD

Ms. Simple :D