Disclaimer: Super Junior hanya milik mereka sendiri, SMent, dan Tuhan semata.

Chara: Cho Kyuhyun, other members of Super Junior and more (SMEnt's Artist)

Genre: Friendship, Romance

Rated: T+

Summary: Peraturangan Cho Kyuhyun vs Kim Heechul dimulai. Semua begitu antusias dan penasaran akan hasilnya kelak. Akankah 'Black Dragon' bisa dijatuhkan? First fic about Cho Kyuhyun ^^. Don't like, don't read, ya.

Warning: Abal, Typo(s), Maksa, OOC, Penuh dengan perkelahian dan kekerasan, AU.

Author's list songs: Majisuka Rock n Roll – AKB48, Inoo – Super Junior's Cho Kyuhyun (God of War OST)

Enjoy this! ^^

.

.

Me vs Yankee

.

.

Chapter 14: Be Seriously!

Black Dragon's basecamp

Leader 'Black Dragon', Kim Heechul nampak berjalan mengitari calon lawannya dalam diam. Matanya tajam menusuk sepasang hazel milik si lawan. Cho Kyuhyun dengan waspada mengawasi gerak-gerik sang kakak kelas.

"Sudah lama aku menantikan saat-saat ini, Cho Kyuhyun." Kata Heechul. Ia tersenyum sinis. Tak lama kemudian, Heechul berhenti dan dengan sigap ia memposisikan dirinya di hadapan Kyuhyun. Ia terdiam sejenak sambil terus menatap Kyuhyun tajam.

Heechul melepas jaket cokelat kehitamannya kemudian melemparnya sembarangan. Tak lupa ia mengambil sesuatu dari kantung jas almamaternya. Sebuah pin berwarna perak dan hitam berbentuk naga—dan memakaikannya di sisi kiri bawah jasnya. Kyuhyun menatapnya dengan tatapan takjub sesaat. Dalam keadaan seperti ini, lawannya masih sempat-sempatnya memasang benda sepele seperti itu. Tapi, sesepele apapun benda itu, benda itu adalah sumber kepercayaan bagi Heechul yang begitu ia junjung tinggi. Lambang dari perkumpulannya, 'Black Dragon'.

"Jaa, Cho Kyuhyun. Ayo, kita mulai."

Masing-masing segera memasang kuda-kuda. Suasana berubah tegang, di luar maupun di dalam. Hanya terdengar suara detak jam dinding yang sudah kusam dan hembusan angin musim dingin di luar. Suara detak jam dinding menjadi mesin penentu awal mulai pertarungan. Setelah jarum jam menunjukkan angka tiga dan jam berdentang tiga kali, pertarungan pun resmi dimulai. Kyuhyun dan Heechul yang sempat menahan gejolak di dada mereka—dengan meremat-remat kepalan tangan—kini pun bebas mengekspresikan emosinya. Tanpa diberi aba-aba lagi, mereka pun saling menerjang.

"HYAAA!"

Heechul maupun Kyuhyun saling bertemu di tengah-tengah ruangan nan remang itu. Kyuhyun dengan sekuat tenaga mendorongkan tinjunya ke depan, hendak memukul Heechul sambil berteriak. Tapi, siapa sangka pukulan itu dapat ditahan oleh Heechul. Merasa kepalan tangannya tak menyentuh tubuh Heechul, Kyuhyun membulatkan matanya dan melirik ke arah Heechul.

Heechul menahan tinju Kyuhyun dengan satu tangan. Sedikit dirematnya tangan Kyuhyun itu. Ia melirikkan matanya ambil tersenyum sinis pada Kyuhyun seakan berkata; tak-semudah-itu-kau-dapat-memukulku. Dengan sigap, Heechul membalas Kyuhyun dengan memukul pipi mulusnya dengan keras. Kyuhyun terhuyung ke samping.

BUAGH!

Kyuhyun sedikit kaget dengan serangan awalnya yang berhasil dipatahkan. Ia menoleh ke arah Heechul yang tengah berdiri tegak.

'Dia... kekuatannya lebih dari sekedar yang kubayangkan...'

"Wae, Kyuhyun-ah? Kenapa kau terlihat shock begitu, ha?" Tanya Heechul setengah menggertak. Heechul kembali berkuda-kuda. "Ayo, kita lanjutkan." Mendengar perkataan itu, emosi Kyuhyun kembali membara.

"RRRAAA!" Kyuhyun menerjang Heechul, hendak membalas serangan si lawan. Heechul melayangkan tendangannya, tapi Kyuhyun berhasil mengelak. Ia mengayunkan tangannya dengan kuat dan bingo! Ia berhasil mengenai pipi Heechul dengan telak.

BUUGH!

Ada rasa puas tersendiri di dalam benak Kyuhyun. Sulas senyum tipis hinggap di bibirnya. Tipis sekali. Kepala Heechul yang dipukul Kyuhyun kini tersentak ke kiri. Rambut harajuku cokelatnya mulai berantakan. Heechul tak dapat menahan amarah ketika tangan Kyuhyun berhasil memukulnya dengan mudah. Ia menoleh perlahan ke arah Kyuhyun. Wajahnya penuh dengan kemarahan, apalagi ditambah dengan rambutnya yang kini mampir di sekitar wajahnya, dan tatapannya yang tajam. Membuat auranya menggelap. Kyuhyun menatap mata tajam yang tak biasa itu dengan tatapan tak percaya. Tatapan itu...

"Kurang ajar, kau!" Geram Heechul sambil memukul wajah Kyuhyun telak hingga terhuyung ke belakang.

"Aakh!" Heechul menarik baju bagian belakang Kyuhyun sehingga ia kembali tegak dan—sekali lagi—menghunjaminya dengan pukulan kerasnya. Bisa dilihat, bibir Kyuhyun kini membiru dan berdarah. Heechul merasa puas bisa membuat bibir Kyuhyun terluka.

"Aku akan menghabisimu, CHO KYUHYUN!" Heechul berlari menerjang Kyuhyun yang belum sepenuhnya bangkit. Tapi Kyuhyun bisa menahan serangan Heechul dan menendang perutnya dengan lutut beberapa kali. Tak lupa ia hadiahkan pula sebuah tinju yang kuat pada dagu Heechul hingga ia terhuyung. Tak lama Heechul membalas. Aksi balas-balasan itu terjadi beberapa detik hingga salah satu dari mereka berhenti sejenak. Mereka kini sama-sama berantakan dan terluka.

"Ne, Cho Kyuhyun. Ada apa? Kenapa kau berhenti, ha?" Tanya Heechul dengan napas terengah. Di seberang, Kyuhyun sedikit membungkuk dengan tetap mengeapalkan kedua tangannya. ia nampak mengatur napasnya—yang juga—terengah-engah. Keringat mulai merembes keluar dari kulit wajahnya. "Hanya segini sajakah awalanmu?" Ejek Heechul. Ia menghampiri Kyuhyun dan mendekatkan wajah angkuhnya pada wajah Kyuhyun seraya tersenyum sinis. Melihat dan mendengar itu semua, amarah Kyuhyun tersulut. Ia menatap tajam kedua mata yang kini hanya berkisar lima centi di depan matanya. Untuk sesaat, mereka beradu ketajaman mata mereka hingga akhirnya Heechul memulai serangan kembali.

"AARRGH!" Heechul melayangkan tangannya dan berniat menendang Kyuhyun, tapi Kyuhyun menghindar ke samping. Ia menangkap satu lengan Heechul dan memelintirnya. Heechul terdengar memekik dan itu kesempatan untuknya memukul perutnya beberapa kali hingga Heechul terdorong.

"Jangan remehkan aku... Kim Heechul!" Tegas Kyuhyun dengan berani. Ia sama sekali tak memanggil Heechul dengan sebutan 'sunbae' ataupun 'hyung' sekalipun.

"ARRRAAA!" Merasa kesal karena si lawan sudah lancang, Heechul menendang Kyuhyun secara tiba-tiba tepat mengenai rahangnya sehingga kepala Kyuhyun tersentak ke samping dan akhirnya terjatuh. Dengan sigap Heechul menjepit leher Kyuhyun dengan lengannya dan mengangkat sedikit tubuh Kyuhyun hingga ia berdiri. Saking kencangnya, Kyuhyun sulit bernapas dan meronta-ronta.

"A-akh... k-kau..."

"Kau belum tahu siapa aku, Cho Kyuhyun."

.

.

Sementara di dalam suasana makin memanas, di luar teman-teman Kyuhyun dan Heechul tengah menunggu salah satu dari mereka keluar. Tak terasa setengah jam berlalu. Salju yang turun kini tak sederas tadi. Raut kecemasan dan tegang tak bisa lepas dari wajah-wajah mereka. Saking tegangnya mereka, ada yang berkali-kali menggigit bibir hingga memerah, meremat celana seragamnya, menggigit kuku, berjalan mondar-mandir, dan sebagainya.

Ryeowook tengah berdiri tegak sambil terus menatap pintu markas 'Black Dragon' dengan tatapan penuh harap. Hanya dia sendiri yang tenang dari pada yang lain. Walaupun ia juga cemas dan khawatir, tapi ia percaya Kyuhyun akan keluar secepatnya.

Di balik pilar jembatan, sepasang mata nampak sedang memperhatikan sekumpulan teman-teman Kyuhyun dan Heechul yang tengah menunggu di luar markas 'Black Dragon'. Seorang pemuda berambut hitam lurus dan berlesung pipit itu terlihat meremat-remat telapak tangannya. Napasnya berasap samar. Perasaan tegang dan khawatir menyelimuti benaknya. Otaknya mulai memikirkan kejadian-kejadian yang tidak-tidak—yang mungkin bisa membuat adik kelasnya, Cho Kyuhyun, terluka parah.

"Kyuhyun-ah..."

.

.

"Uugh..." Rintih Kyuhyun ketika merasakan jeratan lengan Heechul terus saja mengerat. Ia menyatukan gigi-giginya, menahan sakit. Semakin Kyuhyun memberontak, semakin erat pula jeratan Heechul.

"AARGH!" Kyuhyun mulai memukul-mukul perut Heechul dengan sikunya berkali-kali agar ia mau melonggarkan jeratannya. Tak lama kemudian Heechul melepaskan lengannya dan memukul punggung Kyuhyun dengan sikunya.

BRUAAGH!

Kyuhyun jatuh tersungkur.

"Aarh..." Erang Kyuhyun tertahan. Heechul menatap Kyuhyun yang menggeliat kesakitan di atas lantai dengan tatapan puas dan sedikit lelah. Ia mengatur napasnya yang terengah-engah. Kyuhyun menggerakkan tubuhnya, berusaha bangun. Ia menggapai tumpukkan kursi di hadapannya untuk menyangga tubuhnya agar bisa bangkit. Darah merah mengalir dari kedua sudut bibirnya. Wajahnya juga sudah lebam-lebam. Heechul hanya menatap datar Kyuhyun yang berusaha untuk berdiri. Dengan langkah terhuyung-huyung, Kyuhyun mendekati Heechul dan melayangkan tinjunya.

BUGH!

Heechul tak mengihindar dan mau tak mau menerima pukulan Kyuhyun. Melihat Kyuhyun sudah mulai lemas, Heechul tak memberi ampun. Ia memukul wajah Kyuhyun dua kali lipat lebih keras hingga Kyuhyun terjatuh lagi.

"Aiish... kenapa lama sekali..." Keluh Donghae di luar ruangan. Ia nampak menggosok-gosokkan kedua tangannya intens. "Seharusnya, duel ini sudah selesai."

"Heechullie sedikit molor. Ada apa dengannya?" Gumam Yesung.

"Pasti ada apa-apanya, nih..." Eunhyuk mulai panik. "Wookkie-ah... bagaimana ini..." Ryeowook hanya diam. Ia hanya sibuk menatap pintu berwarna putih tulang yang berada agak jauh di depannya.

"Itu tidak akan." Tiba-tiba Jessica berkata. Sontak semuanya—kecuali Leeteuk dan Yesung—menoleh ke arahnya. "Kyuhyun tidak akan kalah." Semua tertegun mendengar perkataan Jessica. Ryeowook kembali menoleh ke depan.

'Kyuhyun-ah... kumohon bertahanlah.'

.

.

Heechul berdiri sembari menatap datar Kyuhyun yang masih jatuh tersungkur. Kyuhyun terdengar sedang merintih tertahan akibat pukulan yang mengenai punggungnya tadi. Belum lagi rasa sakit di perut dan pipinya belum juga hilang. Akankah ia berakhir seperti ini?

"Cho Kyuhyun!" Panggil Heechul. "Kau menjijikkan." Tembak Heechul. "Ireona!"

Kyuhyun masih tak bisa bangkit.

"Cho Kyuhyun. Hanya sampai di sinikah, kekuatanmu? Kudengar kau selalu serius. sekarang mana buktinya!" Heechul terkekeh, setengah mengejek. "Kau seriuus?" Kyuhyun merasa geram mendengar nada bicara Heechul yang seakan mengejeknya, tapi apa daya. Entah kenapa, tubuhnya terasa berat sekali. Ia juga seakan mati kutu setelah mendengar makian Heechul barusan. Rasa gentar pun mulai menyergapnya lagi. Melawan Heechul, sang leader 'Black Dragon' membuat percaya dirinya saat itu melemah. Bola matanya bergerak gelisah, napasnya juga terengah. Perlahan pandangannya melemah dan kabur. 'Oh, ayolah... kau lemah sekali, Cho Kyuhyun! Jangan tutup matamu sekarang!' Batinnya. Tapi kondisinya yang lemah saat ini tak bisa diajak kompromi. Heechul begitu kuat.

Di tengah-tengah keterpurukkan dan kegelisahannya, pikiran Kyuhyun melayang. Ia teringat perkataan teman-temannya yang selalu mendukungnya.

'Gwaencahana, Kyuhyun-ah. Kau pasti bisa. Jangan sekalipun bersikap kau itu lemah.'

'Kami akan menunggumu... Kyu-ah...'

'Kami semua percaya padamu, Kyuhyun sunbae.'

'Kami akan ikut denganmu.'

'Hidup harus serius, Kyuhyun-ah. Kalau tidak, mau jadi apa kita nanti? Hal itu memang bukan apa-apa, tapi itu adalah hal terserius di muka bumi ini!'

DEG!

Kata-kata itu... kembali terngiang di alam benak Kyuhyun. Kata-kata Changmin waktu itu... ekspresi wajah Changmin yang tertawa ketika itu... perasaan Kyuhyun mulai melunak dan bergetar. Betapa ia merindukan sahabatnya yang terdahulu itu. Dengan teringatnya akan perkataan Changmin itu, semangat Kyuhyun perlahan naik lagi. Ia berusaha melawan rasa gentar yang sejenak bersemayam di benaknya itu. Ya. Ia sudah berjanji untuk hidup serius. ia tidak akan main-main. Jika ada sesuatu yang tidak ia suka, ia harus terus melawannya. Itulah kamusnya. Diam-diam, Kyuhyun kembali melihat kalung perak yang tergantung di lehernya. Ia menggenggamnya erat. Air mata mulai menumpuk di sudut matanya.

'Changmin benar. Aku tidak boleh setengah-setengah. Aku sudah berjanji untuk hidup serius. Aku sudah berjanji untuk hidup serius! Persetan dengan orang-orang yang menganggap keseriusan itu hanya isapan jempol belaka!' Geram Kyuhyun dalam hati. Kini, ia berdiri dengan perlahan sambil menggenggam kalung peraknya. Tak ia sadari, setitik air matanya jatuh ke lantai.

"AARRRGH!" Teriak Kyuhyun memberontak seraya berdiri. Ia berteriak seakan menyemangati diri sendiri juga sebagai pelampiasan amarah.

Heechul tercekat mendengar teriakan Kyuhyun. "Hoo... sudah kembali berdiri? Kau sudah mulai serius, Kyuhyun-ah?"

Kyuhyun menatap tajam Heechul yang berbicara dengan nada mengejek. Kyuhyun menggeretakkan gigi-giginya menahan emosi. Ia marah walaupun air matanya senantiasa mengalir.

"Kim Heechul..." Geramnya. "Jangan kau ulangi lagi... menyebut kata 'serius' dengan nada seperti itu!" Gertak Kyuhyun. Auranya kini berubah mengerikan. Heechul benar-benar tak menyangka akan begini jadinya. Kyuhyun seakan berubah drastis. Ia mengernyit dan melangkah mundur beberapa jengkal.

"Aku sudah berjanji untuk hidup serius! Jangan kau anggap remeh kata 'serius' itu, Kim Heechul!" Seru Kyuhyun serak penuh amarah. "Aku tidak main-main!"

'Ada apa ini? Kenapa anak itu berubah mengerikan seperti ini?' Batin Heechul tak mengerti.

"AAARRGH!" Kyuhyun akhirnya kembali menerjang setelah lama tersungkur. Kekuatannya kini berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dengan kedua mata yang masih memerah dan sembab, ia kembali menyerang. Ia menyerang Heechul seperti orang kerasukan. Tiada ampun untuk sang lawan.

Heechul sedikit kelabakan menghadapi Kyuhyun yang kelewat semangat itu. Entah sudah berapa kali Kyuhyun berhasil memukul Heechul dengan telak.

"HEYAA!"

BUAAGH!

Heechul jatuh terseok hingga menabrak tumpukkan kursi. Untung saja tumpukkan itu tidak roboh. Kyuhyun menatap tajam lawannya.

"Fufufu... Ahahaha!" Tiba-tiba Heechul tergelak. "Akhirnya kau serius juga, Cho Kyuhyun." Heechul perlahan berdiri dan membalas serangan Kyuhyun. Tapi sayangnya, Kyuhyun dapat mengelak dan malah membalasnya dua kali lipat.

"OHOK!" Heechul terbatuk ketika Kyuhyun memukulnya dengan tenaga dalam. Darah dengan sukses keluar dari mulutnya. Secara cuma-cuma, ia merasakan bagaimana sakitnya Yesung saat menerima serangan serupa. Tanpa memberi kesempatan, Kyuhyun kini duduk di atas Heechul dan memukulinya bertubi-tubi. Persis seperti ketika ia membungkam Leeteuk tempo hari. Kyuhyun memukulnya sambil mengerang kesal.

BUGH! BUAAGH!

Tak lama, Kyuhyun berpindah posisi. Karena kelakuan Kyuhyun yang menggila, Heechul kini juga tersulut amarahnya. Ia membanting Kyuhyun ke samping dan kini ia berada di atas, memukuli wajah Kyuhyun dan sedikit bergulat. Keduanya sama-sama keras kepala. Berkali-kali mereka berpindah posisi dan terus memukul satu sama lain.

"AARKH!" Seru Kyuhyun saat gilirannya menyerang Heechul. Suara bagh-bigh-bugh begitu keras, membahana ke seluruh sudut ruangan. Setelah dirasanya cukup bergulat dengan posisi tersebut, Kyuhyun memutuskan untuk berdiri dan memasang kuda-kuda. Heechul yang mulai terhuyung perlahan mengusahakan dirinya untuk berdiri.

"Kau..." Gumam Heechul. "Kau gila, Cho Kyuhyun..." Heechul berdiri dan sedikit terhuyung-huyung, sementara Kyuhyun tetap berdiri tegak dengan kuda-kudanya walaupun penampilannya kini sudah tak berupa dan wajahnya lebam-lebam dan berdarah. Heechul sedikit tergelak, tapi kemudian diam. Tak lama kemudian, Kyuhyun dan Heechul lantas saling menerjang dan memperlihatkan tinjunya.

"AAARGH!"

BRUAAGH!

Mereka berdua sama-sama mendapatkan pukulan masing-masing. Tak disangka Kyuhyun ambruk duluan. Napasnya tersengal-sengal. Heechul masih berdiri tegak. Pandangannya menatap kosong tumpukkan-tumpukkan kursi di depannya. Tiba-tiba pikirannya melayang. Ia teringat akan gengnya ini, saat pertama kali terbentuk sampai sekarang. Berbagai rintangan selalu mereka bertiga hadapi bersama. Saat terus-terusan mempertahankan kedudukan mereka, bertarung melawan sekolah yang merupakan musuh bebuyutan mereka, hingga akhirnya Kyuhyun muncul di hadapan mereka yang sempat membuat mereka berselisih pendapat.

Kebersamaan itu begitu ia syukuri walaupun terkadang juga sering berkelahi dan saling memukul. Mereka yang begitu ditakuti oleh semua warga sekolah, yang selalu diwanti-wanti guru-guru, yang selalu mendapat bungkukkan hormat dari semua murid saat mereka melintas... itu semua adalah pengalaman yang tak bisa ia lupakan. Dan... masa lalunya yang kelam hingga menyeretnya ke dunia yankee ini... membuat perasaannya campur aduk. Gelarnya sebagai yankee banyak mengajarinya berbagai hal, salah satunya kepercayaan untuk mempertahankan sesuatu, kekompakan... dan persahabatan.

Kyuhyun yang tadi terjatuh kini dengan kekuatan terakhir mencoba untuk berdiri. Napasnya putus-putus. Ia benar-benar merasa lemas dan remuk redam. Tapi, bersamaan dengan berdirinya Kyuhyun, Heechul malah ambruk. Ia sudah tidak kuat lagi menghadapi Kyuhyun, menghadapi serangan gila miliknya. Ia begitu menyesal dan kecewa. Sesaat, ia teringat kedua teman baiknya—Yesung dan Leeteuk. Geng yang ia dirikan bersama mereka berdua... dengan kalahnya ia... berakhir sudah. Dan secara tidak langsung...

Ia mengakui kekalahannya.

"Mianhae..." Ucapnya lirih ketika teringat dua temannya sebelum akhirnya ambruk.

BRUGH!

Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang, mendapati Heechul ini tergeletak tak berdaya. Kyuhyun yang sudah berdiri tegak pun mencoba untuk berjalan walaupun sedikit terhuyung-huyung. Ia mendekati Heechul yang sudah tak dapat berdiri lagi itu. Kyuhyun merasa terhenyak ketika mendapati Heechul menangis tertahan. Ya. ia menangis setelah ia mengakui akan kekalahannya. Ia menangis karena tak bisa mempertahankan nama 'Black Dragon' mengingat sebentar lagi adalah hari kelulusan. Tak bisa membalaskan kekalahan kedua rekannya. Tak bisa melawan arus yang membuatnya lari dari realita kehidupan keluarganya.

"AAARRRGH!" Teriak Heechul sekencang-kencangnya, sebagai pelampiasan kekecewaannya. Tak lama kemudian, tangisnya pun pecah. Tangis kekesalannya pun membahana. Kyuhyun merasa iba melihatnya.

"Kau harus hidup lebih serius lagi, Kim Heechul hyung..." Kata Kyuhyun lirih.

.

.

Kyuhyun menggeser pintu markas 'Black Dragon' perlahan, dan segeralah cahaya terang dari luar menghujaninya. Ia berjalan terseok-seok karena membopong tubuh Heechul yang sudah lemas... dan karena kondisinya sendiri yang—juga—lemah dan lelah. Melihat pintu terbuka, sahabat-sahabat Kyuhyun yang tadinya tegang dan khawatir terlonjak dan segera berhamburan menghampiri Kyuhyun. Sementara Yesung dan Leeteuk menghampiri Heechul dan membantunya berjalan.

"Kyuhyun-ah... gwaenchanayo?" Tanya Eunhyuk seraya menyangga tubuh Kyuhyun yang mulai limbung. Diikuti Donghae dan Ryeowook.

"Wajahmu lebam-lebam dan berdarah... perlukah kita ke ruang kesehatan untuk mengobatinya?" Usul Sungmin yang ikut membopong Kyuhyun. Sedang khawatir-khawatirnya, Seseorang pun datang dan segera menghampiri Kyuhyun dengan tatapan khawatir dan simpati.

"Kyuhyun-ah... gwaenchana? Apa kau tak apa-apa?" Melihat orang itu menerjang Kyuhyun begitu saja, semua orang kaget.

"S-Siwon hyung..." Lirih Kyuhyun.

"Siwon-ah?" Seru Donghae. "Sejak kapan kau ada di sini?" Nada bicaranya mulai melemah.

"Biar kuantar dia pulang. Tubuhnya sudah sangat lemah. Ia kelelahan. Apalagi ia juga terluka." Kata Siwon seraya membopong tubuh Kyuhyun. Yang lain langsung saja siap sedia membantu.

"Apa dia tak apa-apa? Wajahnya pucat setelah ia keluar tadi..." Kata Ryeowook.

"Anni... ia tak apa-apa. Maka dari itu, aku akan membawanya pulang secepat mungkin." Kata Siwon. "Kau bisa jalan, Kyuhyunnie?"

Kyuhyun melirik kakak kelasnya itu dengan lemah. Mulutnya terbuka hendak menjawab, tapi...

"Apa kau tega membiarkan dia berjalan ke jalan sana untuk menunggu taksi? Kakinya sudah gemetaran, kau tahu?" Potong Donghae setengah berseru.

"Aku tak apa, hyung..."

"Donghae benar. Biar kugendong..." Siwon lantas menggendong Kyuhyun. Kyuhyun sedikit tercekat ketika tubuhnya diangkat.

"Aku tak apa-apa...!"

"Sudahlah, menurut saja padaku. Kami semua sudah cukup khawatir padamu..." Elak Siwon dengan nada lembut. Membuat Kyuhyun terkesiap dan menunduk. Tak ada pilihan lain selain mengalungkan lengannya di leher Siwon. Ia pun membenanmkan dagunya di ceruk leher kakak kelasnya itu. Ia sedikit meringis kesakitan ketika kulitnya yang lebam-lebam menyentuh pundak Siwon yang keras. Tapi... semburat merah tak dapat ia tahan untuk menghiasi wajahnya. Ia erasa nyaman ada dalam gendongan Siwon. Siwon pun berjalan meninggalkan semuanya yang masih berdiri diam.

"Hyung! Aku ikut!" Seru Ryeowook seraya membawakan tas Kyuhyun.

Punggung Siwon mulai menjauh bersamaan dengan Ryeowook dan Kyuhyun. Donghae, Eunhyuk dan yang lainnya terlihat tertegun dengan kesigapan Siwon. Ia begitu mempedulikan Kyuhyun sampai kedetail-detailnya. Seakan bila tidak diperhatikannya, Kyuhyun akan menjadi begitu rapuh. Donghae hanya bisa membuang napas kecil dan sedikit lega. Ia sunggingkan senyum kecil di bibirnya.

'Kau berhasil, Kyuhyun-ah.'

Sementara itu, di pihak 'Black Dragon', terlihat Heechul tengah di bopong oleh Yesung. Darah yang menghiasi sudut bibir dan hidungnya sudah dibersihkan oleh Leeteuk—yang kini meninggalkan berkas merah muda samar di kulit putih susunya. Heechul memandangi Kyuhyun yang sudah menjauh dengan tatapan kosong.

Ia sudah kalah.

'Black Dragon' sudah jatuh.

Mau tidak mau... ia harus menerima kekalahan ini.

Donghae dan Eunhyuk, 'The Four Princesses', 'Monalisa' dan Hangeng mulai membubarkan diri. Mereka nampak tersenyum puas dengan kemenangan Kyuhyun siang ini. Bisa dipastikan, esok hari, berita ini akan menjadi ledakan tersendiri bagi murid-murid yang lain. Lee Sungmin masih terdiam di tempatnya. Tatapannya lurus ke depan, menatap tempat dimana Siwon, Kyuhyun dan Ryeowook lenyap. Tatapannya sedikit menyiratkan... rasa cemburu.

Pikirannya melayang ke saat-saat Siwon mengambil alih Kyuhyun beberapa saat lalu. Menanyakan keadaan Kyuhyun dengan perhatian dan kekhawatiran yang ekstra, dan akhirnya menggendongnya dengan—menurut Sungmin—mesra. Alis Sungmin sedikit berkerut. Ia pun menundukkan kepalanya. Perasaannya jadi tak menentu.

.

.

Kyuhyun kini tertidur di dalam taksi yang ia tumpangi bersama Siwon. Sebelumnya, ia sudah diobati luka-lukanya oleh Ryeowook dan Siwon yang tadi sempat ke ruag kesehatan dulu—walaupun Kyuhyun sempat menolak. Kini wajahnya terdapat tempelan-tempelan plester dan kapas yang ditengahnya merembes warna merah obat bercampur merah darah. Sempat tadi Ryeowook ingin ikut ke rumah Kyuhyun, tapi dicegah oleh Siwon dan menyuruhnya pulang dan istirahat. Ryeowook sudah cukup menungguinya di luar sambil berhujan-hujanan salju tadi. Lagipula, tubuhnya juga dingin mengingat ia tak mengenakan jaket.

Di jog belakang, Siwon duduk di sisi Kyuhyun. Ia menoleh ke arah wajah Kyuhyun yang sedang tertidur di pundaknya. Agak miris memang melihat luka-luka di wajah putih pucat Kyuhyun. Tapi... hal itu bukan apa-apa bagi pemuda bermarga Cho itu. walau agak khawatir dan tak setuju Kyuhyun berkelahi hingga seperti ini, tapi Siwon mau tak mau harus mendukungnya. Kyuhyun pasti mengetahui apa yang terbaik baginya. Kyuhyun juga seorang lelaki yang sesekali harus melawan dengan cara berkelahi. Ia bukan laki-laki yang lemah, walaupun terkadang juga terlihat seperti itu. ia hanya perlu siap sedia ketika Kyuhyun membutuhkannya dan melindunginya. Siwon mendengus serta tersenyum puas mendapati adik kelasnya itu tertidur pulas.

"Aku tak menyangka kau akan berubah sampai sejauh ini." Gumam Siwon, masih dengan senyum lembutnya. "Apapun akan kulakukan... untuk menjagamu, Kyuhyun-ah."

.

.

TBC

A/N: CHAPTER 14! Hyaa... gak nyangka udah sampai di sini. Apdet kilat, nih, sebelum saia pergi kemah! Oke, dengan begini, kurang satu chap lagi bakal tamat juga, ni fanfic. Tunggu tanggal mainnya, ya? wkwkwkwk... XP

Oh iya, buat yang udah review di chapter-chapter sebelumnya, saia ucapkan terimakasiiih... banget! Maaf gak bisa sebutin satu-satu. Tapi... the best, deh, buat readers semua yang sudah bersedia membaca atau bahkan sampai review. Hehehe... buat yang udah alert ff ini, makasih juga...! *cipika-cipiki*

Oke, berhubung udah malem, saia pun sudah ngantuk stadium akhir, lebih baik saia akhiri. Maaf kalo ada salah-salah tulis. Kan udah saia bilang, saia udah ngantuk. Wkwkwkwk...

Untuk kesekian kalinya, saia mohon reviewnya lagi, ya... XD

Ms. Simple :D