Akatsuki Maen Teater
By
Red Apple790
Genre : Humor & Parody
Disclaimer : Masashi Kishimoto poreper en elwis
Warning : Warning chap 1 masih berlaku disini *nyengir*
Saat jam istirahat sekolah, cowok-cowok geng Akatsuki lagi asik nongkrong di kantinya mang Teuchi. Mereka lagi asik-asiknya makan ramen, menu andalan di kantinya mang Teuchi.
Tiba-tiba Konan datang bawa-bawa selembar kertas, ''Woy, karena kita minggu depan bakal main teater. Jadi, gue udah nyiapin skenario cerita buat elu semua, ini nih castnya,'' katanya, terus memberikan kertasnya pada Pein. Akatsuki yang lainnya pun ndempet-ndempet ikutan liat.
Isi di dalam kertas :
''Bakiak Yang Tertinggal''
Cast : Sasori = Cinderellos
Pein = Peri
Itachi = Ibu tiri
Zetsu = Saudara tiri I
Hidan = Saudara tiri II
Deidara = Putri Kerajaan
Kakuzu = Ratu
Tobi = Raja
Kisame = Penasehat Kerajaan
Pein, Itachi,Deidara dan Kakuzu yang lagi nyeruput es cendol serempak menyemburkan es cendolnya, ''APA-APAAN NI? PERAN GUE KAYA GINI?'' seru Pein.
''WATDEPAK? GUE JADI PUTRI,UN?''
''MASA, GUE JADI IBU TIRI?''
''GUE JADI RATU?''
''Kalian berempat jangan protes!'' kata Konan sambil deathglare.
Zetsu yang merasa nggak keberatan dengan perannya, nggak protes, dia cuma komen sama sesuatu yang menurutnya nggak elit, ''Eh, emang judul cerita kita itu, ''Bakiak Yang Tertinggal'' ? Norak banget.'' katanya sambil sweatdrop.
''Ho'oh. Cerita kita tuh sebenarnya terinspirasi dari ''Cinderella'', tapi ada yang gue bedain gitu,'' sahut Konan.
''Konan un, lo kan cewek. Kenapa nggak lo aja sih yang jadi putri un?'' ujar Deidara yang masih keberatan dengan perannya.
''Gue nggak mau ikut-ikutan main teater. Udah deh, jangan protes!''
''Tap-''
Konan langsung memotong perkataan Deidara, ''Oke, jam empat sore ketemu di rumah Itachi. Kita latihan!''
Akatsuki sekarang udah ngumpul di rumahnya Itachi yang kebetulan kosong, soalnya kedua orang tua Itachi lagi pergi ke luar kota dan Sasuke, adiknya Itachi yang kiyut lagi pergi ke kegiatan di sekolahnya. Mereka memulai latihan mereka di ruang tengah yang lumayan luas.
'' Ibu dan kakak, kudengar putri kerajaan sedang mengadakan sebuah pesta dansa. Bolehkah aku ikut?'' kata Sasori menghafalkan dialognya, ia menghafalkan dialognya sambil berakting berlutut dihadapan Zetsu dan Hidan.
''Tidak!'' ujar Zetsu dan Hidan bersamaan. Mereka berkacak pinggang sambil memalingkan wajahnya.
''JENG... JENG!'' teriak Kisame, yang lagi duduk di sofa.
''Apaan tuh maksudnya ''Jeng... Jeng'' ?'' tanya Zetsu dan Hidan sweatdrop.
''Ituloh... Suara yang kaya di sinetron-sinetron itu, kan kalo di sinetron ada musik ''Jeng...Jeng'' gitu untuk mendramatisir keadaan,'' sahut Kisame yang keseringan nonton mega sinetron, ''Putri Yang Keselek'' yang sudah tamat pada episode 9.999 dan sekarang sudah digantikan dengan sinetron, ''Yang Masih Diatas Umur''.
''Ih, lebe amat lo,'' kata Zetsu sama Hidan.
''Chi-chi... Ada makanan gak? Laper nih.'' ujar Konan, kemudian berjalan menuju ke kulkas dan membongkar-bongkar isinya.
''Eh, makanan ya? Tunggu dulu...''
Itachi bangkit dari kursi terus mau pergi menuju dapur, begitu Konan berseru, ''Wah, roti tawar! Gue makan ini aja ya!''
''Eh, Jang-''
''Nyam! Hmm... Enak! Hnng... Kok aneh ya? Roti tawarnya kok asin sih?''
Itachi keringat dingin, dia ngaruk-ngaruk rambutnya, ''Eh... Ingat waktu kita semua mancing di laut dua hari yang lalu nggak?''
Konan mangut-mangut.
''Heheh... Noh, roti tawar yang lo makan, roti tawar yang waktu itu kecebur di air laut... Gue jemur dan keringin.'' kata Itachi nyengir kuda, sambil mundur beberapa langkah kebelakang.
''APA? KURANG AJAR LO! NGAPAIN SIH, KALO UDAH KECEBUR DIBAWA RUMAH?'' cerocos Konan bersiap menganiaya Itachi yang udah ngacir ke kamar mandi. Do'i takut kena ''Jurus Melipat Tulang Manusia'' -yang biasanya disingkat jadi "JUMETMAN"- milik Konan.
''Sorry, Nan. Roti itu sebenarnya roti spesial buat teman-teman nistanya Sasuke yang selalu ngrepe jatah cemilan gue,'' teriak Itachi dari kamar mandi
Sementara itu, di suatu tempat...
''HATCHII!'' Naruto, Gaara, Neji dan Kiba bersin berjamaah.
Gaara pun ngosok hidungnya yang meleran, ''Gue yakin, disuatu tempat sana, ada yang bilang gue ganteng,'' katanya, pede tingkat dewa.
Kembali ke Itachi...
''Jangan pukul gue. Jangan rusak ketampanan wajah gue, karena gue nggak mau wajah limited edition gue ini tampil hancur saat di panggung teater nanti.'' kata Itachi, membuat para Akatsuki lari-lari cari kantong kresek.
''AWAS LO YE! LO SELAMAT! GUE AMPUNI LO!'' kata Konan, dengan wajah ditekuk dia pergi meninggalkan pintu kamar mandi.
''Buahahah! Makan roti tawar yang udah dikeringin, rasakan! Haha...PFFTH...?'' saat Hidan lagi ketawa laknat, Konan dengan ganas nyumpel roti-tawar-with-sea-water-flavor ke mulutnya si Hidan.
''Rasain lo!''
Hari pertunjukan teater pun tiba, kesepuluh anggota geng Akatsuki sedang berada di belakang panggung teater, mereka lagi nungging...? Oops, maaf salah tulis, mereka lagi nunggu nama kelompoknya dipanggil maju ke atas panggung.
''Aus ah, gue mau minum,'' kata Sasori yang bangkit dari kursinya, dia berjalan menuju ke kotak air mineral, saat dia melewati Kisame tiba-tiba...
''Hmm... Gue mau pipis,'' Kisame yang baru bangun dari tidur, bangkit dari kursinya dengan mata setengah tertutup hingga akhirnya ia menabrak dan memeluk Sasori.
''Hieee~!'' seru teman-temannya saat melihat pemandangan aw-so-sweet dari keduanya.
''HIEE~! GUE BUKAN MAHO!'' seru Sasori dan Kisame histeris.
''Err... Konan un, hidung lo kok tiba-tiba mimisan?'' tanya Deidara pada Konan yang masih diam terpukau dengan adegan aw-so-sweet tadi.
''Oh, iya... Tau nih, tadi gue mules makanya mimisan.'' kata Konan yang langsung ngelap mimisannya. Selidik punya selidik, ternyata Konan adalah seorang fujoshi pemirsa!.
Apa hubungannya coba, un? Mimisan ama mules, batin Deidara sweatdrop.
Tiba-tiba speaker suara berbunyi, ''Oke, peserta selanjutnya kami panggilkan... Mm... Apaan sih nih? Kelompok...Ak...Ak...''
Pein yang udah nunggu dari tadi mulai sedikit esmosi. ''Yang baca Azis Gagap yah? Baca kok nggak becus banget.''
Suara dari speaker terdengar lagi, ''Kami panggilkan kelompok ''Akatsuki Yang Terbaik'' !'' saat itu Iruka, selaku pembawa acara udah kesal setengah hidup, dia tadi sempet jedot-jedotin 'palanya ke tembok berapa kali, saat ia bersusah payah membaca sebuah nama kelompok yang ditulis seperti ini, ''Ak4tSuk1 YanG T3rba1k''. Ternyata, geng Akatsuki menuliskan nama kelompok mereka dengan tulisan empat-el-empat-ye.
''Kelompok kita dipanggil! Kita mulai aksi kita!'' seru Konan sambil menggepalkan tangannya dan mengangkatnya ke udara.
TO BE CONTINUED...
Author Note :
Terima kasih untuk Patto-san dan TREK-TwinStrife yang mampu membuat saya bersemangat untuk meng-update cerita ini. Terima kasih senpai~! :D *membungkuk*.
Saya sekaligus upload chap2 dan chap3. Jadi, silahkan ke cerita berikutnya ya!
